0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan6 halaman

Tipe Data dan Contoh Arduino

Dokumen ini menjelaskan tentang tipe data pada Arduino, termasuk integer, float, boolean, char, dan lainnya, serta memberikan contoh penggunaan tipe data dan struktur kontrol IF dalam kode Arduino. Selain itu, terdapat juga contoh penggunaan operator aritmatika dengan variabel yang diawali dengan NIM. Semua contoh disertai dengan kode sumber untuk aplikasi Tinkercad dan hasil yang diharapkan pada serial monitor.

Diunggah oleh

Muh Ilham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan6 halaman

Tipe Data dan Contoh Arduino

Dokumen ini menjelaskan tentang tipe data pada Arduino, termasuk integer, float, boolean, char, dan lainnya, serta memberikan contoh penggunaan tipe data dan struktur kontrol IF dalam kode Arduino. Selain itu, terdapat juga contoh penggunaan operator aritmatika dengan variabel yang diawali dengan NIM. Semua contoh disertai dengan kode sumber untuk aplikasi Tinkercad dan hasil yang diharapkan pada serial monitor.

Diunggah oleh

Muh Ilham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : MUH.

ILHAM
NIM : D0222315
KELAS : INFORMATIKA B
TUGAS
SOAL:
1. Sebutkan dan jelaskan minimal 10 Tipe Data Pada Arduino
Jawab:
a. Tipe Data Integer dan Unsigned Int
Integer merupakan tipe data yang berfungsi untuk mendeklarasikan sebuah
variabel yang memiliki tipe data berupa angka desimal. Tipe data ini biasanya
ditulis dengan int. Data yang dapat di simpan berukuran 16 bit dengan
rentang nilai yang dapat ditampung -32768 sampai 32767. Sedangkan
unsigned int hanya mampu menampung data 0 sampai 65,535 ( 2 pangkat
16).
b. Tipe Data Float
Float merupakan tipe data yang dapat menampung nilai desimal dan juga
memiliki penyimpanan yang lebih besar dari integer serta dapat menyimpan
data berukuran 32 bit dengan range 3.4028235E+38 sampai -3.4028235E+38.
Selain itu, tipe data float juga bisa menyimpan angka desimal di belakang
koma.
c. Tipe Data Void
Void merupakan tipe data yang hanya digunakan untuk mendeklarasikan
sebuah fungsi dan memberitahu kepada Arduino bahwa program yang ada di
dalam fungsi tidak mengembalikan apapun.
d. Tipe Data Boolean
Boolean merupakan tipe data yang hanya digunakan dalam dua keadaan yaitu
true atau false. Angka 1 bernilai true dan angka 0 bernilai false. Tipe data
boolean bisa menyimpan data dengan ukuran 1 byte atau 8 bit.
e. Tipe Data Char
Char merupakan tipe data yang mengambil 1 byte untuk menyimpan suatu
nilai karakter. Tipe data ini banyak digunakan untuk mengolah data berbentuk
text. Misalnya 'G' untuk karakter harfiah ditulis menggunakan tanda kutip
tunggal dan untuk multi karakter seperti "GHI" menggunakan tanda kutip
ganda. Karakter-karakter tersebut tersimpan dalam bentuk angka yang dapat
dilihat pada tabel ASCII.
f. Tipe Data Byte
Byte merupakan tipe data yang hanya bisa menyimpan 8 bit unsigned number
dengan rentang nilai 0-255 saja.
g. Tipe Data string (s huruf kecil)
string merupakan tipe data representasi dari kumpulan ASCII (American
Standart Code for Information Interchange) yang dilihat sebagai satu
kesatuan. Data yang dapat ditampung oleh string berupa alfanumerik seperti
angka, huruf maupun simbol-simbol. Contohnya huruf "c" yang berbeda
dengan huruf "C". Pada huruf "c" memiliki nilai desimal 99 sedangkan huruf
"C" memiliki nilai desimal 67. Saat kita mengetikkan huruf "c" maka yang
terbaca oleh mikrokontroler adalah 99.
h. Tipe Data String (S huruf besar)
String merupakan tipe data kelas C++ yang dibuat dari tipe data string. Akan
tetapi dilihat sebagai objek bukan susunan (array) karakter. Sebagai contoh
kita mendefinisikan variabel bernama dataSaya menggunakan tipe data String
yang dilihat sebagai objek, maka kita bisa mengonversinya. Tipe data ini
mudah dikonversi ke bentuk lain dengan menggunakan fungsi default yang
disediakan.
i. Tipe Data Double
Double merupakan tipe data yang digunakan untuk nilai pecahan. Tipe data
ini mencapai 2 pangkat 64 (64 bit).
j. Tipe Data Long dan Unsigned Long
Tipe data long dan unsigned long memiliki lebar data yang berbeda jika
dibandingkan dengan tipe data pada integer dan unsigned int. Long bisa
menyimpan data 32 bit pada mikrokontroler 8 bit. Sedangkan pada unsigned
long hanya dapat menyimpan data bilangan bulat dengan nilai maksimal 2
pangkat 32 (0 - 4294967295).
k. Tipe Data Short
Short merupakan tipe data 16 bit yang terdapat pada semua Arduino berbasis
ATMega dan ARM. Short menyimpan nilai 16 bit (2 byte) dengan rentang nilai
antara 32.768 hingga 32.767.

2. buatlah contoh penggunaan tipe data untuk masing-masing tipe data berikut
{float,string,byte,bool,unsigned int }
catatan: gunakan aplikasi tinkercad, tampilkan hasil pada serial monitor, tipe data
menggunakan awalan NIM masing-masing(contoh D0212002_datasensor).
Jawab:
SourCode:
void setup() {
// Inisialisasi serial monitor
[Link](9600);

// Tipe data float


float D0222315_Float = 3.14;
[Link]("Nilai float: ");
[Link](D0222315_Float);

// Tipe data string


String D0222315_Kata = "Hello, Arduino!";
[Link]("Nilai string: ");
[Link](D0222315_Kata);
// Tipe data byte
byte D0222315_Byte = 255;
[Link]("Nilai byte: ");
[Link](D0222315_Byte);

// Tipe data bool


bool D0222315_Bool = true;
[Link]("Nilai boolean: ");
[Link](D0222315_Bool); //

// Tipe data unsigned int


unsigned int D0222315_Unsigned = 65535;
[Link]("Nilai unsigned int: ");
[Link](D0222315_Unsigned);
}

void loop() {
}

Output:

3. buatkan 1 contoh pada aplikasi tinkercad penggunaan control structure IF pada


arduino. catatan: untuk variabel menggunakan awalan NIM masing-masing.
Jawab:
SourCode:
int D0222315_ldrPin = A5;
int D0222315_led1 = 8;
int D0222315_led2 = 7;
int D0222315_led3 = 2;

int ldrValue;
int threshold = 700;
void setup() {
pinMode(D0222315_ldrPin, INPUT);
pinMode(D0222315_led1, OUTPUT);
pinMode(D0222315_led2, OUTPUT);
pinMode(D0222315_led3, OUTPUT);
[Link](9600);
}

void loop() {
ldrValue = analogRead(D0222315_ldrPin);
[Link](ldrValue);

if (ldrValue < threshold) {

digitalWrite(D0222315_led1, HIGH);
digitalWrite(D0222315_led2, HIGH);
digitalWrite(D0222315_led3, HIGH);
} else {

digitalWrite(D0222315_led1, HIGH);
digitalWrite(D0222315_led2, LOW);
digitalWrite(D0222315_led3, LOW);
}

delay(500);
}

Rangkaian:

4. buatkan masing-masing contoh penggunaan operator aritmatika pada arduino


catatan: untuk variabel yang digunakan menggunakan awalan NIM
Jawab:
SourCode:
void setup() {
[Link](9600);

// Deklarasi variabel
int D0222315_A = 10;
int D0222315_B = 3;
int D0222315_hasil;

// Penjumlahan (+)
D0222315_hasil = D0222315_A + D0222315_B;
[Link]("Hasil penjumlahan (a + b): ");
[Link](D0222315_hasil);

// Pengurangan (-)
D0222315_hasil = D0222315_A - D0222315_B;
[Link]("Hasil pengurangan (a - b): ");
[Link](D0222315_hasil);

// Perkalian (*)
D0222315_hasil = D0222315_A * D0222315_B;
[Link]("Hasil perkalian (a * b): ");
[Link](D0222315_hasil);

// Pembagian (/)
D0222315_hasil = D0222315_A / D0222315_B;
[Link]("Hasil pembagian (a / b): ");
[Link](D0222315_hasil);

// Modulus (%)
D0222315_hasil = D0222315_A % D0222315_B;
[Link]("Hasil modulus (a % b): ");
[Link](D0222315_hasil);

// Increment (++)
D0222315_A++;
[Link]("Hasil increment (a++): ");
[Link](D0222315_A);

// Decrement (--)
D0222315_B--;
[Link]("Hasil decrement (b--): ");
[Link](D0222315_B);
}

void loop() {

Output:

Anda mungkin juga menyukai