BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ekonomi merupakan sebuah aspek penting dan selalu menjadi perbincangan hangat
global. Pertumbuhan ekonomi suatu Negara merupakan indicator yang terus menunjukkan
kondisi peningkatan dan perkembangan ekonomi suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi ini
tentu tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di
dalamnya dengan dukungan dari kualitas modal manusia pada masyarakat itu sendiri. Bagi
Negara-negara berkembang, pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan sebuah target
penting sebagai gambaran atas keberhasilan dari pembangunan yang telah dilakukan.
Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah proses agar meningkatnya penghasilan tanpa harus
mengkaitkannnya dengan volume pertumbuhan penduduk yang juga sering dikaitkan dengan
pembangunan ekonomi (Rapanna dan sukarno, 2017). Pertumbuhan ekonomi sangat erat
kaitannya dengan produksi barang dan jasa yang ada dimasyarakat. Semakin banyak barang
dan jasa yang berhasil diproduksi oleh masyarakat dalam suatu wilayah, maka akan semakin
besar kesejahteraan masyarakat tersebut.
Di samping itu, pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah permasalahan dalam jangka
panjang. Dalam analisis makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi diperoleh dari
perkembangan pendapatan nasional riil yang dicapai oleh suatu wilayah. Pertumbuhan
ekonomi sebagai gambaran perkembangan ekonomi yang menunjukkan jumlah barang yang
diproduksi di suatu wilayah tentu tidak terlepas dari permasalahan pengangguran dan tingkat
harga yang mempengaruhi proses produksi itu sendiri. Dalam memproduksi suatu barang
atau jasa, tentu dibutuhkan jumlah pekerja yang memproduksinya dan tingkat harga yang
1
menarik dan menhasilkan keuntungan bagi para produsen. Inflasi merupakan suatu kondisi
dimana terjadi kenaikan suatu harga secara umum yang berlangsung secara terus-menerus
dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga megakibatkan turunnya nilai tukar sebanding
dengan kenaikan harga barang tersebut (Aji dan Mukri, 2020). Dimana tingkat harga ini di
pengaruhi oleh banyaknya jumlah permintaan di masyarakat dan biaya dalam meproduksi
barang dan jasa tersebut. Dalam kasus permintaan masyarakat yang besar atas barang dan
jasa, akan terjadi kenaikan harga dan menarik minat produsen untuk menambah volume
produksinya.
Kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu tertentu disebut sebagai
inflasi. Dalam kondisi ini, kenaikan harga barang tersebut dikenal sebagai demand pool
inflation atau inflasi atas dorongan permintaan. Meningkatnya jumlah barang dan jasa yang
diproduksi dalam periode waktu tertentu akan membutuhkan pekerja yang lebih besar pula
sehingga terjadi peningkatan daya serap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran.
Pengangguran merupakan kondisi dimana seseorang yang sudah tergolong sebagai angkatan
kerja dan ingin mendapatkan pekerjaan namun belum bias mendapatkannya karena berbagai
factor. Pengangguran merupakan bagian dari angkatan kerja sekarang ini dalam kondisi tidak
bekerja namun sedang mencari pekerjaan (Rasyid, 2017) dan menurut Idris (2018),
pengangguran adalah mereka yang memiliki sebuah pekerjaan namun tidak sedang mencari
pekerjaan. Pengangguran seringkali menjadi permasalahan serius yang menghambat
perkembangan ekonomi. Hal ini karena dalam kondisi an