SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
KELUARGA BERENCANA (KB)
DI RUANG DAHLIA RSUD PURWODADI
OLEH :
1. INDAH AYU SEPTIYANI (S17019)
2. NUR PRATIWI PUTRI (S17091)
3. SILVIANA ARISTIANTI (S17152)
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA (KB) DI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PURWODADI
Pokok Bahasan : Keluarga Berencana
Sub Pokok Bahasan : Macam macam KB
Tujuan : Memberi informasi tentang Keluarga Berencana (KB)
Tempat : Ruang Dahlia
Waktu : 1 x 35 menit
Sasaran : Klien Di Ruang Dahlia
LAMPIRAN MATERI
1. Pengertian Keluarga Berencana (KB)
Keluarga Berencana merupakan suatu tindakan yang membantu seseorang maupun
pasangan suami isteri untuk mengindari kelahiran yang tidak harapkan, mendapatkan
kelahiran yang diinginkan pasutri, mengatur interval atau jarak diantara kelahiran,
mengontrol waktu pada saat kelahiran yang berhubungan dengan umur suami dan
istri, menetukan jumlah anak. Sumber ; WHO (World Health Organisation)
Selain itu, Keluarga Berencana merupakan metode untuk menurunkan angka
pertambahan penduduk Indonesia. Menurut Manuba (1998) Peserta KB aktif terbagi
menjadi dua yakni Peserta KB dengan Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET)
dengan jenis Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), MOP/MPW, implant dan
yang kedua yakni peserta KB Non Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih yang
jenisnya suntik, pil, obat vagina, kondom, dan yang lainnya.
2. Hakikat Keluarga Berencana (KB)
Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) tahun 1997
keluarga Berencana merupakan salah satu upaya untuk mencapai kesejahteraan
dengan cara memberikan nasehat perkawinan pengobatan kemandulan, dan
penjarangan waktu kehamilan. Menurut UU RI No 52 tahun 2009, KB merupakan
bentuk usaha dalam mengatur jarak maupun angka kelahiran anak, dan usia yang
ideal ketika melahirkan, mengatur waktu kehamilan melalui promosi, perlindungan
serta bantuan yang sesuai hak reproduksi untuk mewujudkan keluaga yang
berkualitas.
3. Tujuan KB
Menurut UU RI. No 52 tahun 2009 mengenai perkembangan kependudukan dan
pembangunan keluarga, kebijakan keluarga berencana bertujuan untuk:
Mengatur waktu kehamilan yang sesuai dengan keiinginan.
Menjaga kesehatan dan mengurangi angka kematian ibu dan bayi.
Mengembangkan kualitas informasi, dan konseling pelayanan keluarga berencana
dan kesehatan reproduksi.
Mengembangkan partisipasi dan kesertaan pria dalam praktek keluarga berancana.
Mempromosikan penyusuan bayi sebagai usaha untuk menjarangkan jarak
kehamilan.
Manfaat KB
Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1997), banyak sekali manfaat
yang dirasakan apabila sebuah keluarga mengikuti program KB, karena bukan hanya
orang tua saja yang merasakan manfaatnya, manfaatnya dapat dirasakan oleh ;
1. Ibu
Dengan mengatur jumlah dan juga jarak kelahiran, ibu akan mendapatkan manfaat
berupa :
Perbaikan kesehatan tubuh atau badan karena tercegahnya kehamilan yang berulang
kali dalam waktu yang pendek.
Meningkatnya kesehatan mental dan sosial yang dimungkinkan memiliki waktu yang
cukup dalam mengasuh anak-anak, untuk beristirahat serta melakkukan kegiatan-
kegiatan yang lain.
2. Anak-Anak Yang Dilahirkan
Anak yang yang nantinya dilahirkan bisa dapat tumbuh secara normal karena ibu
yang mengandungnya sedang dalam keadaan sehat.
Setelah lahir anak tersebut ia akan memperoleh perhatian, pemeliharaan dan juga
makanan yang cukup karena kehadiran anak tersebut memang diinginkan dan
direncanakan oleh pasutri.
3. Untuk Anak-Anak Yang Lain
Memberi kesempatan kepada anak-anak yang lain supaya perkembangan fisiknya
dapat berjalan dengan baik karena setiap anak memperoleh makanan yang cukup
dari sumber yang tersedia dalam keluarga.
Perkembangan mental dan sosialnya akan semakin baik karena pemeliharaan yang
lebih baik dan lebih banyak waktu luang yang diberikan oleh ibu untuk setiap anak.
Mendapatkan pendidikan yang lebih baik karena sumber- sumber pendapatan
keluarga tidak habis untuk mempertahankan hidup.
4. Ayah
Memberikan kesempatan kepada seorang ayah agar bisa ;
Memperbaiki kesejahteraan fisik dan mentalnya.
Memperbaiki kesehatan mental & sosial karena kecemasan berkurang dan lebih
banyak waktu luang untuk keluarga.
5. Untuk Seluruh Keluarga
Kesehatan fisik dan mental sosial dari masing-masing anggota keluarga bergantung
pada kesehatan seluruh keluarga.
Tiap-tiap anggota keluarga memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk
mendapatkan pendidikan.
A. Alat kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi hormonal umumnya mengandung kombinasi dari progestin & estrogen,
atau progesteron saja. Alat kontrasepsi ini tersedia dalam berbagai bentuk, pil KB,
suntik KB, implan, patch, dan cincin vagina.
1. Pil KB kombinasi progestin dan estrogen
Kelebihan:
Mengurangi perdarahan saat menstruasi
Mengurangi gejala PMS
Membuat siklus haid lebih teratur
Meningkatkan kepadatan tulang
Mengurangi risiko penyakit kanker ovarium & endometrium, stroke, salphingitis,
rematik
Kekurangan:
Meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular
Peningkatan berat badan
Dapat mengganggu produksi ASI
Tidak mengurangi risiko infeksi menular seksual
Metode yang menggunakan kombinasi hormon adalah pil, suntik, patch, cincin
vagina. Apa saja kelebihan dan kekurangannya masing-masing?
Pil KB: harus diminum setiap hari, tidak mengganggu kenyamanan hubungan seks.
Suntik KB: penyuntikan sekali tiap bulannya.
Patch KB: mudah digunakan, tahan air, tidak mengganggu kenyamanan hubungan
seks, bisa timbul iritasi kulit.
Cincin vagina: pemakaian mudah, diganti sekali tiap bulan, relatif lebih mahal, bisa
timbul efek samping seperti peradangan atau keputihan.
2. Pil KB progestin
Kelebihan:
Tidak menimbulkan efek samping hipertensi dan penyakit kardiovaskular
Tidak mengganggu produksi ASI
Kekurangan:
Peningkatan berat badan
Siklus menstruasi tidak teratur
Tidak mengurangi risiko infeksi menular seksual
Metode yang menggunakan progestin adalah pil, suntik, implan. Apa saja kelebihan
dan kekurangannya?
Pil: harus diminum pada jam yang sama setiap harinya.
Suntik: penyuntikan setiap 3 bulan sekali.
Implan: efektif untuk jangka waktu panjang, bisa timbul nyeri di tempat
pemasangan.
Alat KB IUD (Intra-Uterine Device)
IUD merupakan alat berbentuk seperti huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim,
terkadang menyisakan sedikit benang di vagina untuk menandakan posisi IUD. Ada
2 jenis IUD, yaitu IUD berisi tembaga dan hormon. IUD tembaga bisa digunakan
sampai 10 tahun, sedangkan IUD hormon hanya sampai 5 tahun, beberapa wanita
merasakan kram perut pada penggunaan IUD tembaga.
Kelebihan:
Merupakan metode “use and forget”. Mudah digunakan, dan setelah pemasangan
wanita tidak perlu repot untuk sehari-harinya seperti pada penggunaan pil KB
Merupakan metode jangka panjang.
Tidak mengganggu kesuburan, setelah dilepas, kesuburan dapat kembali dengan
cepat.
Kekurangan:
Posisi IUD dapat bergeser.
Tidak nyaman bagi wanita, terkadan juga bagi pria saat berhubungan karena ada
benang sisa IUD.
Dapat timbul efek samping seperti kram dan perdarahan saat menstruasi yang lebih
banyak.
Metode kontrasepsi penghalang fisik
1. Kondom
Kondom bisa digunakan pada pria dan wanita. Efektivitas kondom dalam mencegah
kehamilan meningkat terutama setelah ditambahkan lubrikan spermisida di kondom.
Kelebihan:
Dapat mencegah penularan penyakit kelamin
Praktis dan mudah digunakan
Kekurangan:
Pada beberapa orang, dapat timbul alergi karena bahan pembuat kondom
Hanya dapat digunakan sekali
Pemakaian harus tepat karena dapat timbul risiko terlepas
2. Spermisida
Spermisida adalah zat kimia yang dapat merusak sperma. Spermisida dapat
berbentuk krim, jeli, busa atau supositori.
Kelebihan:
Alternatif bagi wanita yang menginginkan proteksi sementara.
Bisa didapatkan dengan mudah.
Kekurangan:
Masa perlindungan yang singkat, efektivitasnya berkurang apabila melebihi satu
jam pemakaian.
Tidak mencegah penularan penyakit kelamin.
3. Diafragma
Diafragma biasanya terbuat dari lateks atau silikon, berbentuk melingkar seperti
kubah dan berfungsi mencegah sperma masuk ke dalam rahim.
Kelebihan:
Dapat digunakan dengan spermisida untuk meningkatkan efektivitasnya.
Bisa dipakai berulang kali.
Kekurangan:
Diafragma yang terlalu besar bisa membuat rasa yang tidak nyaman, sedangkan yang
terlalu kecil bisa berisiko lepas atau pindah posisi.
Dapat menimbulkan iritasi.
Alat kontrasepsi alami
Beberapa pasangan tidak menggunakan metode kontrasepsi di atas dikarenakan
berbagai faktor, seperti agama, budaya, atau keluarga. Metode pilihan yang dapat
dilakukan antara lain:
1. Sistem KB kalender
Metode ini menggunakan penghitungan masa subur wanita, dan menghindari
berhubungan seks pada masa subur tersebut.
Kelebihan:
Murah.
Tidak menggunakan alat atau hormon.
Kekurangan: Kurang efektif, kegagalan metode ini pada tahun pertama mencapai
20%.
2. Menyusui
Pada ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif, pembuahan tidak dapat terjadi
selama 10 minggu pertama, sehingga kehamilan dapat dicegah.
Kelebihan: Sama seperti sistem kalender.
Kekurangan: Kurang efektif. Biasanya pasangan yang menggunakan metode ini
menunggu haid pertama setelah melahirkan untuk berhenti berhubungan seks,
padahal masa pembuahan terjadi sebelum adanya menstruasi.
3. Kontrasepsi permanen
Kontrasepsi permanen atau sterilisasi merupakan pilihan bagi pasangan yang tidak
ingin memiliki anak lagi. Pada wanita, teknik yang dapat dilakukan adalah
tubektomi, ligasi tuba, implan tuba, dan elektrokoagulasi tuba. Sedangkan pada pria
dapat dilakukan vasektomi.
Kelebihan:
Efektivitas yang sangat tinggi dalam mencegah kehamilan
Tidak memerlukan alat atau hormon tambahan lagi
Kekurangan:
Biaya relatif lebih mahal dibanding metode lain
Risiko komplikasi tindakan berupa perdarahan atau infeksi
Tidak menurunkan risiko penularan penyakit kelamin
Pemilihan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan merupakan pilihan yang harus
diputuskan bersama dengan pasangan. Perlu dipertimbangkan apakah pasangan
masih ingin memiliki anak atau tidak, kapan pasangan ingin memiliki anak lagi,
apakah ibu sedang menyusui atau tidak, atau adakah penyakit tertentu pada wanita
yang bisa diperburuk dengan kontrasepsi. Selain itu pertimbangkan pula harga dan
kepraktisan dari setiap metode.