KEGIATAN BELAJAR 4 :
MAHLUK HIDUP DAN
LINGKUNGAN
Capaian
KEGIATAN BELAJAR 4
Setelah mempelajari dan mengkaji materi dalam kegiatan belajar ini,
bapak/ibu diharapkan mampu untuk memahami konsep ekologi, ekosistem
hubungan antar makhluk hidup dan makhluk hidup dengan lingkungan
serta menganalisis peristiwa yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari
1
Sub-Capaian
KEGIATAN BELAJAR 4
Adapun subcapaian dalam kegiatan pembelajaran ini adalah:
1. Menjelaskan individu, populasi, komunitas, ekosistem
2. Mengidentifikasi ekologi makhluk hidup
3. Menjelaskan adaptasi Makhluk hidup
4. Menjelaskan piramida, rantai, dan jaring-jaring makanan
5. Menjelaskan hubungan makhluk hidup
2
Pokok Materi
KEGIATAN BELAJAR 4
Beberapa materi yang harus anda kuasai dalam kegiatan belajar 4 antara
lain adalah:
1. Individu, Populasi, Komunitas, Ekosistem
2. Ekologi
3. Adaptasi
4. Jaring-jaring makanan
5. Hubungan makhluk hidup
3
Uraian Materi
KEGIATAN BELAJAR 4
Uraian Materi
Makhluk hidup dan lingkungannya memiliki keterkaitan yang sangat tinggi
dan sehingga keberadaannya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Oleh
karena itu untuk memahaminya maka diperlukan tentang lingkungan
sebagai tempat tinggal makhluk hidup atau ekologi. Ekologi merupakan
bidang kajian yang terdapat dalam lingkup biologi. Konsep ini mengkaji
berbagai hal tentang kehidupan organisme dengan lingkungannya, baik
biotik maupun abiotik. Secara umum dalam kegiatan belajar ini mengkaji
tentang ekologi serta hubungan antara makhluk hidup serta hubungan
makhluk hidup dengan lingkungannya.
4
EKOLOGI
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan
menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling
mempengaruhi. (Wikipedia, 2018 [Link]
Individu, Populasi Komunitas
Individu adalah makhluk hidup tunggal yang tidak bisa dibagi lagi.
Misalnya kupu-kupu, ayam, bebek, ikan gurami. Individu merupakan
spesies dengan ciri-ciri atau karakteristik tertentu. Jadi dapat diartikan
individu merupakan organisme yang hidupnya berdiri sendiri, bersifat bebas
dan tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya.
Populasi merupakan kumpulan individu sejenis yang berada di suatu
tempat dalam waktu yang sama serta mampu untuk melakukan
perkembangbiakan. Beberapa makhluk tersebut melangsungkan hidupnya
dalam suatu tempat atau disebut dengan habitat. Ikan berada dalam habitat
air sungai, karena ikan melangsungkan seluruh aktivitas hidupnya di tempat
tersebut. Populasi yang berada di sungai berkumpul/berkelompok dan
berinteraksi serta ada keterkaitan dan saling memberikan pengaruh satu
sama lain. Kumpulan ini disebut dengan komunitas. Misalnya
dipersawahan, di mana terdapat kerbau, burung jalak, rumput, kutu,
belalang, katak ataupun ular. Semua makhluk hidup tersebut dalam
melangsungkan hidupnya dipengaruhi oleh yang lain, misalnya kerbau
dipengaruhi oleh adanya rumput, ular dipengaruhi oleh adanya katak atau
belalang. Jika ketersedian salah satu berkurang maka pertumbuhan atau
populasinya menjadi berubah.
Sumber: [Link]
dan-Komunitas
5
Ekosistem
Pengaruh atau keterkaitan dalam kehidupan di alam antar makhluk
sangat tinggi. Mereka memiliki hubungan timbal balik antar komunitas
maupun dengan lingkungannya. Dalam melangsungkan hubungan timbal
balik, terdapat aturan yang harus dipenuhi untuk kelangsungan
keseimbangan alam. Hubungan timbal balik ini disebut dengan ekosistem.
Interaksi antara komunitas dan lingkungannya menciptakan
kesatuan ekologi. Produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivor,
karnivor, dan omnivor), dan dekomposer atau pengurai (mikroorganisme)
merupakan bagian dari penyusun ekosistem. Hampir semua ekosistem
yang ada di alam menempati lingkungan sesuai dengan habitatnya atau
disebut dengan biosfer. Biosfer merupakan ekosistem dunia.
Ekosistem tersusun tidak hanya dari komponen makhluk hidup,
tetapi juga dari yang tidak hidup, misalnya tanah air dan udara. Penyusun
dari komponen makhluk hidup disebut dengan biotik, sedangkan yang tidak
hidup disebut dengan biotik.
1. Biotik, merupakan komponen penyusun yang berasal dari makhluk
hidup. Makhluk hidup sebagai penyedia atau produsen maupun
sebagai konsumen. Antar makhluk hidup dalam komponen biotik yang
mendiami suatu wilayah tertentu dapat saling mempengaruhi. Menurut
fungsinya, komponen biotik dibedakan menjadi tiga kelompok utama:
➢ Produsen, semua makhluk hidup autotrof yang memiliki klorofil,
misalnya tumbuhan. Produsen merupakan kelompok penghasil
makanan yang dapat dimanfaatkan selain untuk dirinya sendiri
juga untuk makhluk hidup lainnya.
➢ Konsumen, semua organisme yang memanfaatkan secara
langsung maupun tidak dari produsen. Makhluk hidup ini
merupakan jenis pemakan atau organisme tingkat I.
➢ Pengurai, semua organisma makhluk hidup yang memiliki fungsi
untuk menjadi dekomposer, misalnya bakteri.
2. Abiotik, merupakan komponen penyusun yang berasal dari tidak hidup,
baik secara fisik maupun kimia, misalnya tanah, air, udara dan sinar
matahari. Komponen ini dapat menentukan atau mempengaruhi
komponen biotik. Misalnya kelembaban udara, ketersedian air maupun
sinar matahari. Selain itu juga dapat mempengaruhi jenis makhluk yang
dapat tinggal di wilayah tersebut. Faktor abiotik dipengaruhi oleh:
➢ Suhu, merupakan salah satu syarat yang diperlukan organisme
untuk hidup. Beberapa makhluk hidup hanya dapat hidup pada
suhu tertentu, misalnya plankton, bakteri atau organisme lainnya.
➢ Sinar matahari, mempengaruhi ekosistem secara global dan
merupakan unsur vital dalam fotositesis tumbuhan.
➢ Air, diperlukan untuk hidup, sehingga merupakan faktor yang
sangat penting. Hampir semua makhluk hidup memerlukan air,
baik sebagai tempat hidup maupun untuk kelangsungan hidup
➢ Tanah, merupakan merupakan penyedia unsur penting dalam
kehidupan khusunya tumbuhan, misalnya unsur hara. Perbedaan
6
jenis tanah dapat menyebabkan perbedaan makhluk hidup yang
tinggal di dalamnya.
➢ Ketinggian, dapat menentukan jenis organisme. Perbedaan
ketinggian dapat menyebabkan kondisi fisik dan kimia makhluk
hidup menjadi berbeda. Misalnya orang yang tinggal di
pegunungan memiliki haemoglobin lebih tinggi dibandingkan
dengan yang tinggal di dataran rendah.
➢ Angin atau udara yang bergerak berfungsi dalam menentukan
kelembapan serta berperan dalam penyebaran biji tumbuhan
tertentu dalam penyerbukan.
➢ Garis Lintang, secara tidak langsung menyebabkan perbedaan
distribusi organisme di permukaan bumi, karena menunjukkan
kondisi lingkungan yang berbeda pula.
Berdasarkan asalnya, ekosistem di bagi menjadi dua, yaitu ekosistem
alami dan buatan. Ekosistem alami terbentuk secara alami tanpa campur
tangan manusia misalnya ekosistem laut, gunung atau hutan. Sedangkan
ekosistem buatan merupakan ekosistem yang terbentuk atau sengaja
dibentuk oleh manusia untuk keperluan tertentu, misalnya kebun binatang,
persawahan, waduk atau bendungan.
Berdasarkan lingkungannya, ekosistem dikelompokkan menjadi dua,
ekosistem air dan darat.
1. Ekosistem Air
Ciri khas dari ekosistem air adalah adanya komponen biotik berupa air,
sehingga sering juga disebut dengan ekosistem akuatik. Ekosistem air
terbagi menjadi dua kelompok yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem
air laut. Ekosistem air tawar dipengaruhi oleh kondisi daerah, cuaca
iklim, variasi suhu dan penetrasi cahaya. Dalam ekosistem air tawar
terdapat berbagai jenis ikan tawar, udang maupun tumbuhan.
Sedangkan ekosistem air laut, memiliki ciri yang berbeda. Perbedaan
suhu pada bagian permukaan dan bagian dalam laut sangat tinggi,
sehingga terdapat lapisan permukaan dingin dan panas. Pada siang
hingga sore hari suhu permukaan lebih tinggi. Selain itu pada ekosistem
air laut memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Pada ekosistem air laut
terbagai kedalam beberapa ekosistem, misalnya ekosistem muara,
atau ekosistem terumbu karang. Ekosistem muara merupakan
pertemuan antara air tawar dan air laut. Pada ekosistem ini terdapat
daerah dengan endapan yang cukup tinggi dan terdapat rumput rawa
garam. Pada ekosistem ini hidup fitoplanton, kerang ikan dan kepinting.
Sedangkan ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem dengan
berbagai mikroorganisme, ganggang dan karang.
7
Ekosistem air tawar
Sumber: [Link]
[Link]
Ekosistem air laut
Sumber: [Link]
macam-ekosistem-perairan-akuatik-secara-lengkap/
2. Ekosistem Darat
Ekosistem darat memiliki ciri berupa komponen biotik yaitu tanah atau
daratan. Beberapa jenis ekosistem darat adalah: ekosistem hutan,
gurun, sabana maupun tundra. Ekosistem ini ditentukan oleh curah
hujan dan temperatur maupun iklim.
Sumber: [Link]
[Link]
8
Pelestarian ekosistem
Keanekaragaman dan kelestarian mahluk hidup harus tetap terjaga
sehingga ekosistem menjadi stabil. Semakin beranekaragam mahluk hidup
dalam suatu ekosistem, maka semakin stabil ekosistem tersebut. Upaya
perlindungan keanekaragaman ini dapat dilakukan dengan mendirikan
cagar alam, taman nasional, hutan wisata, taman laut, hutan lindung dan
kebun raya. Untuk mencegah kepunahan mahluk hidup, maka diperlukan
pemeliharaan untuk perkembangbiakan. Pemeliharaan dapat dilakukan di
habibat aslinya atau di luar habitat aslinya.
Adaptasi
Adaptasi merupakan kemampuan dari makhluk hidup untuk
menyesuaikan dengan keadaan lingkungan tempat tinggalnya. Adapatasi
dilakukan makhluk hidup untuk mempertahankan kelangsungannya
sehingga terjaga kelestarian hidupnya. Setiap makhluk hidup memiliki cara
yang berbeda dalam melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi
makhluk hidup ada tiga, yaitu:
1. Adaptasi Morfologi
Bentuk paruh burung yang berbeda-beda menyesuaikan dengan jenis
makanannya. Bentuk paruh untuk memakan biji-bijian berbeda untuk
menangkap ikan, atau mengoyak daging. Bentuk kaki burung juga
berbeda sesuai dengan keperluannya. Perbedaan ini merupakan
bentuk dari adaptasi morfologi. Tumbuhan juga mengalami adaptasi
morfologi. Adaptasi morfologi pada tumbuhan didasarkan pada tempat
tinggalnya.
➢ Xerofit, merupakan tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan
lingkungan kering, misalnya kaktus. Adaptasi xerofit pada tumbuhan,
memiliki ciri: daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun
(mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang
tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan luas.
➢ Hidrofit, merupakan tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan
lingkungan berair, misalnya teratai. Tumbuhan yang melakukan
adaptasi hidrofit, memiliki ciri berdaun lebar dan tipis, serta
mempunyai banyak stomata.
2. Adaptasi Fisiologi
Setiap hewan memiliki makanan yang berbeda-beda. Adaptasi hewan
terhadap jenis makanannya antara lain adalah: ukuran (panjang) usus
dan enzim pencernaan yang berbeda. Rata-rata usus herbivor lebih
panjang dibanding usus karnivor, karena digunakan untuk mencerna
tumbuhan yang memiliki sel berdinding keras.
Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi tiga
kelompok, yaitu karnivora (pemakan daging), herbivora (pemakan
tumbuhan), serta omnivora (pemakan daging dan tumbuhan). Adaptasi
fisiologi juga terjadi pada tumbuhan. Misalnya, bau atau warna bunga
untuk menarik serangga sehingga dapat membantu penyerbukan atau
bahan kimia beracun yang dihasilkan semak azalea sehingga rusa tidak
memakan daunnya.
9
3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku merupakan penyesuaian makhluk hidup terhadap
lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh adaptasi tingkah laku
pada hewan adalah:
➢ Cumi-cumi mengeluarkan tinta atau cairan hitam ketika ada bahaya
yang mengancamnya. Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah
warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya.
➢ Ular melakukan hibernasi yaitu pura-pura mati atau tidur terlelap.
➢ Autotomi pada cicak.
Sedangkan pada tumbuhan contoh adaptasi tingkah laku adalah:
➢ Jahe mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan
tanah pada saat lingkungan tempat tinggalnya kekurangan air.
➢ Tumbuhan tropofit menggugurkan daunnya pada musim kemarau,
misalnya pohon jati dan randu.
10
HUBUNGAN ANTARA MAKHLUK HIDUP
Piramida Makanan
Untuk mempertahankan kelangsungan hidup serta jumlah
populasinya, makhluk hidup berusaha dengan mencari makanan dan
berkembangbiak. Dalam ekosistem tertentu, beberapa makhluk hidup
memiliki hubungan dalam hal ketersedian makanan, mulai dari produsen,
konsumen sampai pengurai. Hubungan ini terlihat pada rantai dan jaring
makanan. Sedangkan piramida makanan digunakan untuk melihat
perbandingan komposisi populasi dari produsen sampai konsumen tingkat
akhir.
Piramida makanan merupakan gambaran tentang perbandingan
komposisi antara jumlah biomassa dan jumlah energi dari produsen sampai
dengan konsumen tingkat akhir. Komposisi terbesar dalam piramida
makanan terdapat pada penghasil (produsen) yang menempati dasar.
Semakin ke atas komposisi semakin mengecil, hal ini untuk menjaga
keseimbangan antar populasi dalam ekosistem. Jika terjadi pergeseran
komposisi, misalnya konsumen tingkat bawah berkurang, maka
pertumbuhan populasi di atasnya terhambat. Ekosistem yang seimbang,
memiliki jumlah produsen relatif lebih banyak dibanding jumlah konsumen
tingkat ke 1, jumlah konsumen tingkat ke 1 lebih banyak daripada
konsumen tingkat ke 2, dan seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam
piramida makanan keseimbangan jumlah komposisi merupakan hal yang
sangat penting untuk kelangsungan suatu ekosistem.
Sumber: [Link]
[Link]
Rantai Makanan
Rantai makanan merupakan hubungan antar makhluk hidup di
dalam ekosistem atau lingkungan. Hubungan ini berkaitan dengan proses
mendapatkan makanan berdasarkan urutan tertentu dan berjalan satu arah.
Peristiwa rantai makanan dapat berjalan seimbang dan berkesinambungan
jika ketersedian dari semua komponen yang terlibat, baik produsen maupun
konsumen tingkat 1, 2, 3 dan konsumen tingkat akhir terpenuhi. Sebaliknya,
jika salah satu komponen punah, maka terjadi ketimpangan dan
11
ketidakseimbangan. Misalnya, seekor ular pemakan tikus, jika jumlah ular
semakin sedikit maka populasi tikus akan menjadi tidak terkendali atau
semakin besar, hal ini akan menyebabkan ketimpangan jumlah populasi
dalam rantai makanan.
Peran makhluk hidup dalam rantai makanan memiliki peran yang
berbeda-beda, mulai dari produsen, konsumen tingkat I (kesatu), konsumen
tingkat II (kedua), konsumen tingkat III ketiga sampai pengurai.
Sumber: [Link]
[Link]
Produsen merupakan makluk hidup yang dapat membuat
makanannya sendiri serta mampu mengubah zat anorganik menjadi zat
organik. Tumbuhan melakukan peran sebagai produsen dengan melakukan
fotosintesis. Makanan dan oksigen hasil fotosintesis dimanfaatkan untuk
kelangsungan hidupnya serta makhluk hidup yang lain.
Konsumen tingkat pertama merupakan makhluk hidup yang
memperoleh makanan atau energi secara langsung dari produsen.
Konsumen tingkat kedua mendapatkan makan dari konsumen tingkat
pertama dan seterusnya. Misalnya tikus dipersawahan mendapatkan
makanan dari padi sebagai produsen. Tikus sebagai konsumen tingkat
pertama dimakan oleh ular sebagai konsumen tingkat kedua. Elang sebagai
konsumen tingkat ketiga memakan ular. Demikian seterusnya, sampai pada
konsumen tingkat akhir diuraiakan oleh dekomposer.
Berdasarkan tingkat trofik, rantai makanan di bagi dua yaitu, rantai
makanan perumput dan rantai makanan detritus. Rantai makanan
perumput merupakan jenis rantai makanan paling sering ditemui dan
dikenali. Rantai makanan ini dimulai dari tumbuhan sebagai produsen pada
tingkat trofik pertamanya. Misalnya yang terjadi pada siklus rantai makanan
berikut: rumput --> belalang --> burung --> ular. Sedangkan rantai makanan
detritus merupakan rantai makanan yang dimulai dari detritivor. Detritivor
adalah organisme heterotrof yang memperoleh energi dengan cara
memakan sisa-sisa makhluk hidup. Misalnya yang terjadi pada rantai
makanan berikut: serpihan daun (sampah) --> cacing tanah --> ayam -->
manusia.
12
Jaring-Jaring Makanan
Rantai makanan hanya bagian kecil dari sebuah jaring-jaring
makanan. Jaring-jaring makanan merupakan sekumpulan dari beberapa
rantai makanan yang saling berhubungan. Pada kenyatannya secara
alamiah, makhluk hidup memakan lebih dari satu jenis makanan serta satu
jenis makhluk hidup dapat dimakan oleh beberapa makhluk hidup. Misalnya
padi sebagai makanan manusia, ayam atau burung. Demikian juga ular
dapat memakan katak atau ayam. Sehingga untuk menggambarkan
interaksi yang saling berkaitan antara makhluk hidup dalam proses
makanan pada suatu ekosistem diperlukan lebih dari satu rantai makanan.
Sumber: [Link]
[Link]
Hubungan Khas Antarmakhluk Hidup
Dalam suatu lingkungan terdapat berbagai macam hubungan timbal
balik antar makhluk hidup. Hubungan antara hidup tidak hanya berkaitan
dengan proses makanan seperti di atas. Hubungan antara makhluk hidup
dapat mempengaruhi satu dengan yang lain. Hubungan ini merupakan
hubungan khas antar makhluk hidup atau simbiosis. Terdapat tiga jenis
simbiosis, yaitu:
➢ Simbiosis Mutualisme
Jenis hubungan ini merupakan jenis hubungan antar makhluk hidup
saling menguntungkan. Misalnya, yang terjadi antara bunga dengan
lebah. Ketika lebah hinggap di bunga untuk mendapatkan madu,
gerakan lebah dapat meyebabkan jatuhnya serbuk sari ke putih. Bunga
dapat mengalami penyerbukan dan lebah mendapatkan madu. Contoh
lain dari simbiosis mutualisme adalah antara burung jalak dengan
punggung kerbau. Apakah anda mengetahui terjadinya simbiosis
mutualisme pada hewan tersebut?
13
Sumber: [Link]
➢ Simbiosis Parasitisme
Simbiosis ini merupakan jenis hubungan di mana hanya salah satu
makhluk hidup yang diuntungkan sedangkan yang lain dirugikan.
Dengan kata lain, makhluk hidup tersebut merugikan makhluk hidup
lainnya atau dikenal dengan parasit. Sedangkan makhluk hidup yang
dirugikan disebut inang. Misalnya yang terjadi pada benalu dengan
pohon mangga.
Sumber: [Link]
[Link]
➢ Simbiosis Komensalisme
Simbiosis ini merupakan jenis hubungan antar makhluk hidup di mana
yang satu diuntungkan sedang yang lainnya tidak diuntungkan atau
dirugikan. Misalnya yang terjadi ikan hiu dengan ikan remora. Pada saat
ikan hiu memperoleh makanan, sisa-sisa makanan tersebut dimakan
oleh ikan remora. Ikan remora mendapatkan keuntungan dari ikan hiu.
Sedangkan ikan hiu tidak dirugikan dengan keberadaan ikan remora.
Sumber: [Link]
[Link]
14