0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Konsep Listrik dan Magnet dalam Kehidupan

Dokumen ini membahas konsep dasar listrik dan magnet, termasuk pengertian, jenis, dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Materi mencakup listrik statis dan dinamis, hukum Ohm, serta sifat-sifat magnet dan cara pembuatannya. Selain itu, dijelaskan juga tentang rangkaian listrik seri dan paralel serta hukum Coulomb dan gaya Lorentz.

Diunggah oleh

maida janna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Konsep Listrik dan Magnet dalam Kehidupan

Dokumen ini membahas konsep dasar listrik dan magnet, termasuk pengertian, jenis, dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Materi mencakup listrik statis dan dinamis, hukum Ohm, serta sifat-sifat magnet dan cara pembuatannya. Selain itu, dijelaskan juga tentang rangkaian listrik seri dan paralel serta hukum Coulomb dan gaya Lorentz.

Diunggah oleh

maida janna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEGIATAN BELAJAR 2 :

LISTRIK DAN MAGNET

Capaian
KEGIATAN BELAJAR 2

Setelah anda mempelajari materi dalam kegiatan belajar ini, diharapkan


mampu untuk memahami konsep listrik dan magnet serta manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari

1
Sub-Capaian
KEGIATAN BELAJAR 2
Adapun subcapaian dalam kegiatan pembelajaran ini adalah:
1. Menjelaskan pengertian listrik.
2. Memahami perbedaaan listrik statis dan listrik dinamis.
3. Memahami hubungan antara tegangan, arus listrik dan hambatan.
4. Membedakan rangkaian listrik seri, dan paralel.
5. Menganalisis manfaat listrik dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menjelaskan pengertian magnet.
7. Membedakan sifat-sifat magnet.
8. Menganalisis perbedaan benda magnetik dan nonmagnetik.
9. Memahami jenis dan bentuk magnet
10. Memahami cara-cara membuat magnet.
11. Memahami manfaat magnet dalam kehidupan sehari-hari.

2
Pokok Materi
KEGIATAN BELAJAR 2

Beberapa materi yang harus anda kuasai dalam kegiatan belajar 2 adalah:
1. Pengertian listrik
2. Listrik statis dan dinamis
3. Tegangan, arus dan hambatan
4. Rangkaian listrik
5. Manfaat listrik
6. Pengertian magnet
7. Sifat magnet
8. Benda magnetik dan non magnetik
9. Jenis dan bentuk magnet
10. Cara-cara membuat magnet
11. Manfaat magnet dalam kehidupan sehari-hari

3
Uraian Materi
KEGIATAN BELAJAR 2

Dalam kehidupan sehari-sehari listrik merupakan bagian yang sangat


penting. Materi ini mulai dikenalkan dalam pembelajaran sejak pendidikan
dasar. Dalam pembelajaran listrik selalu berkaitan dengan magnet.
Demikian juga dalam kehidupan sehari hari sering dijumpai keterkaitan
antara magnet dengan listrik, misalnya pada dinamo sepeda kayuh, atau
dinamo pada mobil mainan.
Melalui kajian dalam kegiatan pembelajaran ini diharapkan anda mampu
memahami dan menganalisis peristiwa dalam kehidupan sehari hari yang
berkaitan dengan listrik dan magnet.

4
LISTRIK

Listrik saat ini merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi


kehidupan manusia. Lampu penerangan, televisi, telepon, lampu lalu lintas
semuanya menggunakan listrik sebagai sumber energi. Bahkan sekarang
banyak peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik. Banyak energi-
energi yang ada di alam yang dirubah menjadi energi listrik, karena dengan
adanya energi litrik kebutuhan manusia dapat dengan mudah terpenuhi.
Listrik berasal dari kata elektron. Penyebutan ini diberikan oleh
orang-orang Yunani Kuno untuk menyebut sebuah materi yang berwarna
kekuningan. Materi berwarna kekuningan ini berasal dari kulit domba (wol)
yang dapat menarik materi lain yang memiliki cahaya yang kuat. Peristiwa
ini pada saat sekarang disebut dengan listrik statis. Sebuah materi dapat
bermuatan listrik jika ada aktivitas elektron (meningkat atau menurun) pada
atom benda tersebut.
Listrik memiliki dua jenis muatan yaitu: muatan negatif dan positif.
Pada dasarnya elektron yang yang berpindah-pindah dalam suatu benda
dalam hal ini adalah unsur. Unsur akan bermuatan positif jika kekurangan
elektron, sedangkan bermuatan negatif jika kelebihan elektron. Bagaimana
jika tidak kelebihan atau tidak kekurangan elekron? Atau jumlah yang
bermuatan positif (proton) dan negatif (elektron) sama? Hal ini dapat
dikatakan bahwa unsur tersebut adalah netral.
Dua benda yang bermuatan listrik senama, bermuatan positif dengan
positif atau bermuatan negatif dengan negatif akan terjadi tolakan atau tolak
menolak, sedangkan jika bermuatan tidak senama, bermuatan positif dan
negatif maka akan terjadi tarikan atau tarik menarik. Peristiwa tersebut
dibuktikan oleh Coulomb pada tahun 1789. Penelitian yang dilakukan oleh
Coulomb juga membuktikan bahwa gaya tarik atau tolak antara dua benda,
misalnya A dan B dipengaruhi oleh: (1) besarnya muatan yang terdapat
pada A dan B; (2) jarak antara A dan B; dan (3) jenis medium antara A dan
B.

Tegangan, Arus Dan Hambatan


Potensial listrik disebut juga tegangan listrik dengan simbul V (Volt).
Sumber tegangan yang sering digunakan antara lain adalah: aki, baterai
kering maupun basah, solar cell, atau generator. Aliran muatan listrik terjadi
terjadi beda potensial, di mana aliran listrik terjadi dari muatan yang
berpotensial tinggi ke yang lebih rendah.
Potensial listrik yang berbeda jika dihubungkan dengan suatu media,
misalnya kawat penghantar, maka akan terjadi aliran muatan listrik. Ahli
fisika German G.S. Ohm melakukan penelitian tentang beda potensial listrik
yang dihubungkan dengan kawat penghantar, dan ditemukan bahwa pada
kedua ujung kawat penghantar besarnya arus listrik (I) berbanding lurus
dengan beda potensialnya (V). Di mana semakin besar nilai konstanta (k)
maka makin kecil nilai I (arus listrik). 1/k merupakan penghambat atau
tahanan yang kemudian disimbulkan dengan R, V = R.I yang kemudian
dikenal dengan hukum Ohm. Besarnya nilai R dipengaruhi oleh jenis dari
media atau kawat penghantar, panjang dan luas penampangnya.

5
l
R=
A
R = hambatan dalam satuan Ohm
ρ = (rho) hambat jenis, tergantung dari jenis media atau kawat
penghantar
A =luas penampang
l = panjang kawat

Listrik Statis
Listrik statis adalah listrik yang terdapat pada suatu benda dan dalam
keadaan diam untuk sementara. Listrik ini akan muncul jika ada gerakan
elektron pada benda tersebut. Misalnya kita menggosokkan sisir pada
rambut sampai terasa hangat kemudian didekatkan pada potongan kertas
maka kertas akan tertarik. Tetapi tidak lama kemudian kertas jatuh dengan
sendirinya. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya ada listrik
pada penggaris setelah digosokkan, tetapi listrik tersebut kemudian hilang.
Hal tersebut terjadi karena adanya tarikan antara proton dan elektron.
Peristiwa tersebut sebenarya banyak terjadi dalam kehidupan kita. Misalnya
balon udara yang digosokkan di kain woll, menempelnya debu pada layar
televisi, seperti adanya tarikan jika rambut kita dekatkan layar televisi.
Sesuai dengan teori atom Thomson, Rutherford dan Bohr, atom
terdiri dari muatan positif dan negatif. Jika proton dan elektron jumlahnya
sama maka netral. Jika terjadi perbedaan muatan maka akan terjadi
gerakan elektron sehingga muncul listrik. Tetapi setelah muatan tersebut
berimbang maka listrik akan hilang. Benda dikatakan bermuatan positif bila
jumlah elektron lebih sedikit dari proton. Sedangkan benda dikatakan
bermuatan negatif bila jumlah elektron melebihi jumlah proton.

Sumber: [Link]
dan-proses-terjadinya-beserta-contohnya-secara-lengkap/

Listrik Dinamis
Listrik dinamis adalah listrik yang biasa digunakan sehari-hari dalam
kehidupan seperti pada listrik PLN. Arus listrik hanya dapat mengalir pada
rangkaian tertutup dan memerlukan pengamanan yang dapat mengatur
besar aliran listrik. Contoh pengaman listrik yang umum ditemukan dalam
kehidupan sehari hari ialah saklar dan sekring. Semua komponen listrik
mempunyai hambatan listrik, ada yang kecil dan ada yang besar.
Perubahan beda potensial menyebabkan perubahan arus listrik yang

6
mengalir dalam rangkaian. Semakin besar beda potensial, semakin besar
arus listrik yang mengalir dalam rangkaian. Sebaliknya, semakin kecil beda
potensial listrik maka semakin kecil pula arus listriknya. Untuk itu dalam
rangkaian listrik, diperlukan adanya hambatan listrik yang berfungsi untuk
pengendali arus listrik atau dikenal sebagai resistor.

Sumber: [Link]
[Link]

Rangkaian Listrik
Hukum I Kirchoff berkaitan dengan arus listrik yang mengalir dalam
suatu rangkaian. Pada suatu titik percabangan jumlah kuat arus yang
masuk sama dengan jumlah kuat arus yang keluar.

Arus pada satu titik percabangan sama dengan 0 (nol)


Jadi i2+i4 = i1 +i3 atau jumlah arus yang masuk sama dengan jumlah arus
yang keluar

Rangkaian Seri
Rangkaian seri adalah rangkai listrik dengan satu jalan tanpa
percabangan.

Sumber: [Link]
[Link]

7
Gambar di atas menunjukkan bahwa lampu paling dekat dengan kutup
positif akan menyala paling terang dan jika lampu paling dekat dengan
kutub positif mati maka lampu lainnya akan mati. Pada rangkaian lampu
listrik seri akan berlaku bahwa:
➢ Semakin banyak lampu akan semakin besar hambatan pada rangkaian
tersebut. Hambatan bias ini disebut dengan hambatan pengganti
sehingga semakin banyak lampu yang dipasang secara seri, maka
semakin redup nyala lampu yang dihasilkan.
➢ Jika salah satu bagian dari rangkaian lampu listrik terputus maka
rangkaian lampu yang lain juga akan terputus.
➢ Hambatan total lebih besar dari hambatan terbesar rangkaiannya.
➢ Disusun secara berurutan sehingga aliran listrik harus melewati satu
komponen sebelum melewati yanglainnya

Rangkaian Paralel
Berbeda dengan rangkaian seri yang hanya memiliki satu jalan, rangkaian
paralel memiliki banyak jalan dan percabangan

Rs

Sumber: [Link]
[Link]

Pada rangkaian listrik pararel berlaku:


➢ Hambatan total lebih kecil dari hambatan terkecil rangkaiannya.
➢ Setiap rangkaian berdiri sendiri dan tidak dipengaruhi rangkaian
lainnya. Sehingga nyala lampu akan sama terang jika memiliki daya
yang sama.
➢ Disusun secara berjajar, sehingga masing-masing komponen
membentuk cabang.
➢ Penyusunannya menghabiskan biaya lebih banyak.
➢ Semua komponen akan mendapatkan tegangan yang sama

8
MAGNET
Magnet berasal dari kata “magnesia”, sejenis batuan yang dapat
menarik logam, misalnya besi atau baja. Magnet jenis ini disebut dengan
magnet alam. Sedangkan magnet yang dibuat dari campuran logam adalah
magnet buatan. Magnet memiliki dua kutub yang berbeda, yaitu kutub
selatan dan kutub utara. Menurut teori magnet elementer kedua kutub
tersebut menghadap arah yang berlawanan. Kutub magnet yang senama
akan selalu tolak menolak dan kutub magnet yang tidak senama akan tarik
menarik.
Secara sederhana magnet dapat dibuat dengan menggosokkan
mistar atau penggaris dengan kain atau bahan wol. Panas pada mistar atau
penggaris akan menyebabkan pergerakan elektron sehingga susunan
elektron berubah. Magnet juga dapat dibuat menghubungkan arus listrik
(baterai) pada lilitan kawat paku, ada panas yang ditimbulkan oleh arus
listrik dari baterai akan menyebabkan pergerakan elektron pada paku, maka
terbentuklah medan magnet yang mengakibatkan paku dapat menarik
benda-benda logam. Magnet ini sebenarnya hanya bersifat sementara,
karena jika arus diputus maka medan magnet akan hilang dan sifat
kemagnetan akan hilang.
Sifat-Sifat Magnet
Magnet memiliki beberapa sifat, antara lain:
➢ Magnet hanya dapat menarik benda-benda tertentu dalam
jangkauannya, misalnya besi atau tembaga, artinya tidak semua benda
dapat ditarik magnet
➢ Gaya Magnet dapat menembus benda, semakin kuat gaya magnet
maka semakin tebal pula benda yang dapat ditembus oleh gaya
tersebut
➢ Magnet mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan,
apabila kutub yang sejenis/senama didekatkan satu sama lain maka
mereka akan saling tolak menolak, tetapi jika kutub yang berbeda
didekatkan maka akan saling tarik menarik.
➢ Medan Magnet dapat membentuk gaya magnet. Semakin dekat benda
dengan magnet, medan magnetnya semakin rapat, sehingga gaya
magnetnya akan semakin besar, demikian sebaliknya. Garis gaya
merupakan lintasan kutub utara dalam medan magnet dan kuat medan
yang dinyatakan persinggungan garisnya. Garis gaya yang keluar dari
kutub utara akan masuk ke kutub Selatan. Untuk menunjukkan adanya
garis gaya ini dapat dilakukan dengan cara menaburkan serbuk besi di
sekitar sebuah magnet.
➢ Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah karena bebarapa
penyebab, misalnya dipukul-pukul atau terbakar.

9
Sumber: [Link]
[Link]

Hukum Coulomb
Coulomb menyatakan bahwa gaya tolak atau gaya tarik antara
kedua kutub magnet adalah sebanding dengan kekuatan masing-masing
kutub dan berbanding terbalik dengan kwadrat jaraknya. Secara matematik
dinyatakan dengan rumus di bawah ini.
 0 m1 . m2
F= .
4 R 2
F = gaya tarik atau gaya tolak (newton).
R = jarak (meter).
m1 dan m2 = kekuatan kutub magnet (Ampere-meter).
 0 = permeabilitas hampa
4
Nilai permeabilitas hampa = 107 Weber/A.m
 0

Sumber: [Link]

Medan Magnet
Daerah disekitar sekitar kutub magnet yang masih mengalami atau
memiliki gaya tarik atau gaya tolak disebut dengan medan magnet.

Sumber: [Link]
[Link]

10
Kekuatan medan magnet di suatu titik tertentu dalam medan magnet
adalah besarnya gaya pada suatu satuan kuat kutub di titik tersebut dalam
medan magnet. Arah medan magnet dapat ditunjukkan dengan kaidah
tangan kanan, yaitu arah lingkaran jari tangan yang menuju ibu jari
menyatakan arah medan magnet.

Sumber: [Link]

Oersted melakukan pengujian dengan cara membentangkan kawat di atas


jarum kompas, dan hasilnya menunjukkan jarum kompas sejajar dengan
kawat, jika dialiri arus listrik maka dapat bergeser dari keadaan
keseimbangannya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pada arus listrik
terdapat medan magnet.

Gaya Lorentz
Oersted telah membuktikan bahwa arus listrik dapat mempengaruhi
kutub magnet, tetapi belum menunjukkan pengaruh sebaliknya, yaitu
bagaimana kutub magnet dapat mempengaruhi arus listrik.

Sumber: [Link]
lorentz-beserta-contohnya-secara-lengkap/

Lorentz melakukan pengujian dengan menggunakan seutas kawat


yang dialiri arus listrik dan diletakkan di antara kutub-kutub magnet ladam.
Kawat yang dialiri arus listrik tersebut ternyata melengkung kekiri. Peristiwa
ini menunjukkan bahwa medan magnet dapat mempengaruhi gaya yang
bekerja pada arus listrik, gaya tersebut disebut dengan Gaya Lorentz.
Arah gaya Lorentz dapat ditunjukkan dengan kaidah tangan kanan seperti
halnya pada medan magnet. Arah melingkar jari-jari tangan kanan sesuai
dengan putaran medan magnet, maka arah ibu jari menunjukkan arah gaya
Lorentz.
Secara matematik gaya Lorentz dapat dirumuskan sebagai berikut:
F = B I  sin 

11
F = gaya Lorentz.
B = induksi magnetik medan magnet.
I = kuat arus.
 = panjang kawat dalam medan magnet.
 = sudut yang diapit I dan B.

Elektromagnetik
Elektromagnetik merupakan salah satu fenomena unik dari dua
aspek benda yang sebenarnya berbeda, yaitu antara listrik dan magnet.
Fenomena ini pertama kali diteliti pada awal abad 18 oleh ilmuan Belanda
bernama Hans Oersted dan ilmuan Perancis Andre Ampere. Gaya
elektromagnetik mampu mempertahankan atom-atom dalam sebuah
molekul secara bersamaan dan tidak terpisah.
Pada tahun 1837 seseorang bernama Samuel Morse melakukan
sebuah penelitian tentang elektromagnetik, yang menghasilkan salah satu
penemuan revolusioner yang disebut telegram. Sebuah objek logam akan
memperoleh sifat magnetik jika menerima arus listrik. Arus listrik dapat
membuat medan magnet bekerja berselang seling dengan sebuah batang
besi lunak membentuk sebuah kode-kode tertentu. Cara kerja inilah yang
digunakan dalam telegram, sebagai sarana komunikasi antar daerah yang
sangat cepat.

Jenis Magnet
Tidak semua benda atau zat dapat ditarik oleh magnet, atau tidak
semua benda memiliki sifat kemagnetan yang sama. Berdasarkan kekuatan
kemagnetannya, ada tiga, yaitu:
1. Ferromagnetik, yaitu benda atau zat yang memiliki sifat kemagnetan
tinggi, misalnya besi, seng, atau baja
2. Paramagnetik, yaitu benda atau zat yang memiliki sifat kemagnetan
rendah, misalnya aluminium, atau tembaga
3. Diamagnetik, yaitu benda atau zat yang tidak memiliki sifat
kemagnetan, misalnya air raksa, kayu atau air.
Sedangkan berdasarkan asal terbentuknya, magnet dikelompokkan
menjadi dua, yaitu:
1. Magnet Alam
Magnet Alam adalah magnet yang sudah memiliki sifat kemagnetan
secara alami, artinya tanpa ada campur tangan manusia, misalnya
daerah di Magnesia yang mampu menarik benda – benda disekitarnya.
2. Magnet Buatan
Magnet Buatan adalah magnet yang dibuat manusia, magnet buatan
dibuat dari bahan-bahan magnetik kuat seperti besi dan baja. Magnet
jenis ini terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
Magnet Tetap , merupakan magnet yang sifat kemagnetannya bersifat
permanen, meskipun proses pembuatannya sudah dihentikan.
Magnet Sementara , merupakan magnet yang sifat kemagnetannya
hanya sementara, yaitu hanya terjadi selama proses pembuatannya.

12
Saat ini terdapat beragam bentuk magnet, perbedaan bentuk ini dibuat
sesuai dengan tujuan dan penggunaan magnet. Secara umum terdapat 5
bentuk magnet, yaitu
➢ Magnet Batang
➢ Magnet Silinder
➢ Magnet Jarum
➢ Magnet Cincin
➢ Magnet U (Magnet Ladam)

Sumber: [Link]
[Link]

Sifat kemagnetan dapat hilang jika magnet tersebut dipukul-pukul atau


dijatuhkan, dibakar atau dipanaskan atau dialiri aliran listrik bolak balik (AC).

Cara Membuat Magnet


Magnet dapat dibuat dengan acara:
1. Cara Induksi
Induksi magnet dapat dibuat dengan cara menempelkan benda-benda
yang terbuat dari logam dengan magnet. Benda tersebut akan menjadi
bersifat magnet, namun hanya sementara karena sifat kemagnetan
benda tersebut akan hilang jika magnet dilepaskan. Benda yang dapat
digunakan antara lain adalah besi atau tembaga
2. Cara Menggosok
Magnet dapat dibuat dengan cara menggosokkan logam pada magnet.
Semakin lama logam digosokkan, maka semakin lama pula sifat
kemagnetannya.
3. Dialiri Arus Listrik
Magnet dapat dibuat dengan cara dialiri arus listrik atau dikenal dengan
elektromagnetik. Sifat magnet akan hilang jika arus listrik terputus.

Manfaat magnet dalam kehidupan sehari-hari


Magnet dalam kehidupan sehari-sehari sering dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Beragam manfaat magnet yang ada di sekitar kita antara lain
adalah:
1. Medan elektromagnetik pada pengeras suara.
2. Kompas atau penunjuk arah
3. Dinamo
4. Pengangkat besi
5. Bel listrik

13

Anda mungkin juga menyukai