Pengertian Problem Based Learning
Problem Based Learning (PBL) dalam bahasa Indonesia disebut Pembelajaran Berbasis
Masalah (PBM). Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan penggunaan berbagai macam
kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata,
kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada.
Ciri-Ciri dari Model Problem Based Learning
Sedangkan ciri dari model Problem Based learning secara umum dapat dikenali dengan
adanya enam ciri yang dimilikinya, adapun keenam ciri tersebut adalah:
1. Kegiatan belajar mengajar dengan model Problem Based Learning dimulai dengan
pemberian sebuah masalah.
2. Masalah yang disajikan berkaitan dengan kehidupan nyata para siswa
3. Mengorganisasikan pembahasan seputar disiplin ilmu.
4. Siswa diberikan tanggungjawab yang maksimal dalam membentuk maupun menjalankan
proses belajar secara langsung.
5. Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok kecil.
6. Siswa dituntut untuk mendemonstrasikan produk atau kinerja yang telah mereka pelajari.
Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Problem Based
Learning dimulai oleh adanya masalah yang dalam hal ini dapat dimunculkan oleh siswa
ataupun guru, kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah
ketahui dan dan apa yang perlu mereka ketahui untuk memecahkan masalah tersebut. Siswa
dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong
untuk berperan aktif dalam belajar.
Sintak Model Problem Based Learning
Proses PBL mereplikasi pendekatan sistematik yang sudah banyak digunakan dalam
menyelesaikan masalah atau memenuhi tuntutan-tuntutan dalam dunia kehidupan dan karier.
Sintak operasional PBL bisa rmencakup antara lain sebagai berikut:
1. Pertama-tama Peserta didik disajikan suatu masalah.
2. Peserta didik mendiskusikan masalah dalam tutorial PBL dalam sebuah kelompok kecil.
Mereka mengklarifikasi fakta-fakta suatu kasus kemudian mendefinisikan sebuah
masalah. Mereka membrainstorming gagasan-gagasannya dengan berpijak pada
pengetahuan sebelumnya. Kemudian, mereka mengidentifikasi apa yang mereka
butuhkan untuk menyelesaikan masalah serta apa yang mereka tidak ketahui. Mereka
menelaah masalah tersebut. Mereka juga mendesain suatu rencana tindakan untuk
menggarap masalah.
3. Peserta didik terlibat dalam studi independen untuk menyelesaikan masalah diluar
bimbingan guru. Hal ini bisa mencakup: perpustakaan, database, website, masyarakat,
dan observasi.
4. Peserta didik kembali pada tutorial PBL, lalu saling sharing, informasi, melalui peer
teaching atau cooperative learning atas masalah tertentu. e. Peserta didik menyajikan
solusi atas masalah.
5. Peserta didik mereview apa yang mereka pelajari proses pengerjaan selama ini. Semua
yang berpartisipasi dalam proses tersebut terlibat dalam review berpasangan, dan review
berdasarkan bimbingan guru, sekaligus melakukan refleksi atas kontribusinya tehadap
proses tersebut