PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN
OUTING CLASS
UPT SMP NEGERI 3 CIKUPA
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG
DINAS PENDIDIKAN
UPT SMP NEGERI 3 CIKUPA
Perumahan Bukit Tiara Desa Pasir Jaya Cikupa
Kabupaten Tangerang Propinsi Banten
2023
LEMBAR PENGESAHAN
Setelah memperhatikan pertimbangan dari segenap warga sekolah dan
komite sekolah maka dengan ini Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan
Outing Class UPT SMP Negeri 3 Cikupa disahkan dan berlaku pada Tahun
Pelajaran 2022/2023disahkan dan berlaku mulai Tahun Pelajaran
2022/2023.
Tangerang, 3 Januari 2023
Ketua Panitia Sekretaris Panitia
Lukman Nulhakim, [Link] M. Dimyati Ali Arsyadi, [Link]
NIP 19811022 200902 1 003 NIP 19780707 200902 1 001
Komite Sekolah, Kepala Sekolah,
Akhmad Dimyati Dulhadi, [Link], [Link]
NIP. 196904131997031006
Mengetahui
Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Tangerang
H. DADAN GANDANA, S. STP, [Link]
Pembina Utama Muda /IV c
NIP. 19770121 199612 1 001
KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 3 CIKUPA
NOMOR : ………….
TENTANG
PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN BELAJAR SISWA
DI LUAR KELAS/OUTING CLASS PADA
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 CIKUPA
KEPALA UPT SMP NEGERI 3 CIKUPA,
Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan dan menambah wawasan bagi siswa
dalam proses pembelajaran di luar kelas yang mendorong siswa
untuk lebih aktif dan mandiri;
b. bahwa kegiatan belajar siswa di luar kelas / outing class harus
berwisata edukasi agar siswa bisa membagi pengalamannya melalui
hasil karya tulisan dan dapat menjadi rujukan pembelajaran;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada
huruf a dan huruf b, maka perlu menetapkan Keputusan Kepala
Dinas tentang Pedoman Penyelenggaraan Study Tour pada Sekolah
Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Bekasi.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor
78, Tambahan Lembara Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nornor
244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nornor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
3. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi
Pernerintahan (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nornor
5601);
4. Peraturan Pemerintah Nornor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan
dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nornor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nornor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5157);
5. Peraturan Pernerintah Nomor 19 Tahun' 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2005 Nornor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4496) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2013 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nornor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5670);
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008
tentang Pembinaan Kesiswaan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 166);
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nornor 21 Tahun
2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2016
tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun
2016 tentang Komite Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nornor 2117);
Memperhatikan 1. Rapat Komite Sekolah dengan Orang Tua/Wali dalam sosialisasi
Menetapkan kegiatan sekolah
2. Program Kerja Sekolah dalam Tahun Pelajaran 2022 - 2023
MEMUTUSKAN
KESATU : Pedoman Penyelenggaraan Outing Class pada Sekolah Menengah
Pertama Negeri 3 Cikupa.
KEDUA Pedoman Penyelenggaraan Outing Class sebagaimana dimaksud
pada diktum KESATU, tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
KETIGA Pedoman Penyelenggaraan Outing Class sebagaimana dimaksud
Diktum KESATU, merupakan acuan Panitia Penyelenggara Kegiatan
Tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Cikupa dalam
penyelenggaraan kegiatan Outing Class.
KEEMPAT Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan akan
diadakan perubahan apabila dipandang perlu.
Ditetapkan di Tangerang
pada tanggal 12 Juli 2022
Kepala UPT SMP Negeri 3 Cikupa
Dulhadi, [Link], [Link]
NIP. 19690413 199703 1 006
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA UPT SMPN 3 CIKUPA
NOMOR : ……………………………………..
TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN
OUTING CLASS PADA SEKOLAH MENENGAH
PERTAMA NEGERI 3 CIKUPA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan hak semua warga negara sebagaimana yang tertuang dałam
UUD 1945, dan penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara
pemerintah, masyarakat dan orang tua.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional
Pendidikan Pasal 12 Ayat (1) bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan
diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan peserta
didik.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tahun 2008 tentang
Pembinaan Kesiswaan Pasał 3 Ayat (1) bahwa pembinaan kesiswaan dilaksanakan
melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler dengan salah satu materi pembinaan
kesiswaan adalah sastra dan budaya berupa kegiatan yang dapat meningkatkan apresiasi
budaya.
Kegiatan outing class pada Sekolah menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Cikupa
merupakan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di luar satuan pendidikan yang
dikelola oleh Komite Sekolah.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Maksud
a. Meningkatkan dan menambah wawasan peserta didik dałam proses
pembelajaran;
b. Mendorong peserta didik untuk lebih aktif dan lebih bisa mengeksplorasi materi
pelajaran yang lebih nyata;
c. Melatih peserta didik dałam pembuatan karya tulis agar bisa dijadikan rujukan
pembelajaran.
2. Tujuan
a. Meningkatkan wawasan siswa dałam pembelajaran melalui kegiatan outing
class,
b. Mengembangkan diri agar bisa menggali informasi terkini seputar objek wisata
yang pernah dikunjunginya;
c. Peserta didik tertantang untuk bisa berperan aktif dałam memajukan budaya
yang telah ada;
d. Menambah pengalaman bersama dengan peserta didik lainnya.
BAB II
PRINSIP PENYELENGGARAAN
Penyelenggaraan outing class pada SMP Negeri 3 Cikupa menganut prinsip berikut
1. Objektif, artinya bahwa jumlah siswa dan pendamping yang mengikuti outing class
dari sekolah harus sesuai dengan data peserta dan pendamping, dan harus
memenuhi ketentuan umum yang telah ditetapkan;
2. Transparan, artinya pelaksanaan dan penggunaan biaya outing class pada Sekolah
Menengah Pertama Negeri 3 Cikupa harus terbuka antara pihak Komite Sekolah dan
Sekolah dan diketahui oleh orang tua/wali peserta didik;
3. Akuntabel, artinya, pengelolaan biaya outing class pada Sekolah Menengah Pertama
Negeri 3 Cikupa dapat dipertanggungjawabkan secara terinci, terukur, yang
mengandung pengertian bahwa yang digunakan senantiasa dikaitkan dengan
pertanggungjawaban standar mutu dan pelayanan, baik proses maupun hasil kegiatan
kepada Komite Sekolah dan Sekolah diketahui oleh orang tua/wali peserta didik dan
pihak-pihak yang berkepentingan.
BAB III
RUANG LINGKUP DAN BENTUK OUTING CLASS
1. Ruang lingkup penyelenggaraan outing class meliputi .
a. Outing Class Kelas 7
b. Outing Class Kelas 8
c. Outing Class Kelas 9
d. Outing Class seluruh siswa
2. Bentuk outing class meliputi
a. Perkemahan Pramuka
b. Pembelajaran Renang
c. Pelepasan Siswa / Wisuda
d. Karya wisata;
e. Studi wisata;
f. Studi pengenalan lingkungan;
g. Studi budaya;
h. Widya wisata.
i. Kunjungan Industri
j. Kunjungan Panti
k. Kunjungan Profesi
BAB IV
PEMBIAYAAN
Untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan outing class perlu diatur mengenai
pembiayaan kegiatan sebagai berikut:
1. Pembiayaan penyelenggaraan outing class bersumber dari orang tua/wali peserta
didik melalui tabungan siswa;
2. Pembiayaan harus melalui keputusan bersama antara Komite Sekolah, Kepala
Sekolah, Dewan Guru, Orang Tua / Wali Peserta Didik dan Panitia Penyelenggara
yang dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta dibuatkan Berita
Acara, adapun penggunaannya mengacu pada
a. Hasil keputusan rapat pihak Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Dewan Guru dan
Orang Tua / Wali Peserta Didik;
b. Prinsip-prinsip penyelenggaraan outing class,
c. Pembiayaan outing class yang diterima oleh Panitia digunakan untuk belanja
kegiatan sebagai berikut
1) Belanja jasa
a) jasa sewa kendaraan; f) jasa tol;
b) biaya sewa penginapan; g) uang saku guru
c) tiket obyek study pendamping;
d) jasa tour guide; h) jasa asuransi.
e) jasa parkir;
2) Belanja Barang
a) pembuatan banner / spanduk;
b) obat-obatan;
c) cetak buku panduan dan LKPD.
d) cetak dokumentasi kegiatan.
e) biaya komunikasi panitia dan pendamping
f) seragam dan atribut kegiatan
3) Belanja Konsumsi :
a) Makanan ringan /snack;
b) Makanan berat / nasi (Box/ Prasmanan).
4) Belanja lain-lain
a) Rapat Komite
b) Ijin Kegiatan
BAB V
LARANGAN KEGIATAN OUTING CLASS
Larangan kegiatan outing class sebagai berikut :
a. Tidak memaksakan dan tidak mewajibkan peserta didik untuk mengikuti outing class,
b. Mencari keuntungan pribadi.
c. Membawa atau mengikutsertakan diluar daftar peserta atau pendamping yang
ditetapkan Panitia Penyelenggara
d. Melaksanakan kegiatan diluar agenda kegiatan (waktu, tempat, bentuk kegiatan) yang
telah disampaikan dan disepakati antara pihak Panitia Penyelenggara, Sekolah,
Komite Sekolah dan Orang tua/wali.
BAB VI
TATA CARA KEGIATAN OUTING CLASS
Mekanisme dan proses pelaksanaan kegiatan outing class diatur sebagai berikut:
1. Kegiatan Outing Class direncanakan dalam bentuk Program Kegiatan Sekolah,
diajukan oleh sekolah ke orang tua/wali peserta didik melalui komite sekolah pada
kegiatan rapat komite sekolah dan orang tua/wali dengan sekolah di awal tahun
ajaran setelah Masa Pengenalan Lingkungan Studi bagi siswa baru kelas 7;
2. Penunjukan penyelenggaraan Outing Class berdasarkan hasil kesepakatan /
musyawarah Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Dewan Guru dan Orang Tua/ Wali
Peserta Didik dituangkan dalam Berita Acara Kegiatan;
3. Pembiayaan Outing Class pada sekolah dialokasikan untuk membiayai kegiatan
secara proporsional;
4. Penggunaan pembiayaan Outing Class dibukukan secara terpisah melalui Tabungan
Siswa;
5. Peserta didik kurang mampu (berbasis data terpadu dari orang tua/wali siswa dan
wali kelas) diakomodir untuk tidak mengikuti atau mengikuti kegiatan Outing Class
melalui subsidi silang, keringanan biaya, donator, teman asuh;
6. Pembiayaan Outing Class menjadi tanggung jawab orang tua/wali peserta didik
karena termasuk biaya personal;
7. Tata cara rapat penyelenggara Outing Class melibatkan Komite Sekolah, Kepala
Sekolah, Dewan Guru dan orang tua/wali peserta didik dengan langkah sebagai
berikut:
a. Undangan rapat ke orang tua / wali peserta didik melalui ketua Komite Sekolah.
Undangan dapat dilakukan secara tertulis maupun online melalui grup
whatsapp paguyuban orang tua di setiap kelas;
b. Daftar hadir rapat, mencantumkan jumlah orang tua yang hadir dan tidak hadir
dengan keterangan ketidakhadiran;
c. Notulen rapat mencantumkan hasil keputusan rapat dengan rekapitulasi jumlah
orang tua yang hadir pada acara rapat;
d. Berita acara rapat mencantumkan nama kegiatan, pelaksana kegiatan dan
tujuan kegiatan;
e. Pernyataan persetujuan orang tua/wali peserta didik yang bermaterai cukup.
8. Atas dasar perrnohonan dari Kornite Sekolah, guru ditugaskan menjadi panitia
penyelenggara, pengelola tabungan siswa dan pendamping pelaksanaan Outing
Class.
BAB VII
LOKASI OUTING CLASS
Lokasi Outing Class dilaksanakan sebagai bjerikut :
a. Kelas 7 di Banten dan Jawa Barat;
b. Kelas 8 di Sekitar Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur;
c. Kelas 9 di Sekitar Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali
BAB VIII
TATA TERTIB PESERTA DAN PENDAMPING KEGIATAN OUTING CLASS
Untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan kegiatan outing class dibuat tata tertib bagi
peserta dan pendamping kegiatan baik sebelum pelaksanaan, selama pelaksanaan dan
setelah pelaksanaan kegiatan outing class sebagai berikut:
1. Tata Tertib Peserta
a. Sebelum Kegiatan
1) Setiap peserta kegiatan wajib mendaftarkan diri kepada panitia untuk
mengikuti kegiatan jika mampu dan bersedia mengikuti kegiatan.
2) Untuk kegiatan selain penilaian (yang bersifat wajib), maka siswa berhak
mengikuti atau tidak mengikuti kegiatan outing class dengan persetujuan
orang tua/wali masing-masing dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani
oleh orang tua dalam format persetujuan orang tua yang dikeluarkan panitia.
3) Memenuhi prasyarat yang ditetapkan Panitia Penyelenggara.
4) Melunasi kewajiban pembiayaan kepada Panitia Penyelenggara.
5) Mengisi biodata dan catatan pribadi yang disyaratkan Panitia Penyelenggara
untuk diisi sebagai bentuk pendataan kesehatan dan kebutuhan khusus
lainnya termasuk menu makanan yang bisa/tidak bisa dikonsumsi dan alergi
yang diderita jika ada.
6) Bersedia mematuhi segala aturan yang berlaku selama kegiatan outing class.
b. Dalam Perjalanan
1) Hadir di titik kumpul paling lambat 15 menit sebelum waktu keberangkatan
2) Membawa kebutuhan pribadi termasuk obat-obatan pribadi jika diperlukan.
3) Tidak membawa uang berlebihan dan
4) Tidak membawa barang terlarang atau yang tidak perlu
5) Menjaga keamanan, kenyamanan, kesehatan dan keselamatan bersama
selama perjalanan
6) Segera melapor kepada pendamping jika mengalami kehilangan uang /
barang, mabuk perjalanan, atau gangguan kesehatan lainnya.
7) Aktif dan gembira selama perjalanan
c. Di Lokasi Kegiatan / Selama Pelaksanaan Kegiatan
1) Mengikuti seluruh kegiatan kecuali sakit dan setelah diijinkan oleh
pendamping dan panitia penyelenggara
2) Tetap beribadah sesuai keyakinannya masing-masing
3) Tidak meninggalkan lokasi kegiatan tanpa ijin dari pendamping dan panitia
4) Merespon dengan cepat informasi dari pendamping dan panitia
penyelenggara melalui grup yang disediakan panitia
5) Membuat catatan selama kegiatan sebagai bentuk laporan kegiatan
d. Setelah kegiatan
1) Menyerahkan laporan hasil kegiatan
2) Mengisi administrasi evaluasi kegiatan yang diberikan panitia penyelenggara
2. Tata Tertib Pendamping
a. Sebelum Kegiatan
1) Menyiapkan informasi dan data peserta yang akan didampingi.
2) Memastikan nomor telepon siswa dan orang tua yang dapat dihubungi selama
mengikuti kegiatan.
3) Meminta data kesehatan dan catatan lainnya ke Panitia Penyelenggara.
b. Dalam Perjalanan
1) Selalu berada bersama anak dalam kendaraan yang ditentukan panitia dan
tidak pindah kendaraan tanpa ijin dan konfirmasi ke panitia
2) Memastikan kondisi anak yang didampingi dengan menanyakan secara
langsung
3) Mengecek kehadiran setiap awal perjalanan dan setelah meninggalkan lokasi
kegiatan
4) Menangani permasalahan anak selama perjalanan termasuk mabuk
perjalanan dan kehilangan uang/barang di dalam kendaraan.
5) Melaporkan kepada panitia jika kejadian khusus pada anak yang didampingi
selama dalam kendaraan dan tempat istirahat.
c. Di Lokasi Kegiatan / Selama Pelaksanaan Kegiatan
1) Memastikan seluruh siswa yang didampingi mengikuti seluruh kegiatan
kecuali sakit.
2) Membantu siswa membuat catatan kegiatan untuk penyusunan laporan
kegiatan
3) Mendokumentasikan siswa yang didampingi di lokasi kegiatan.
4) Mengkomunikasikan kondisi siswa yang didampingi dengan orang tua / wali
siswa
d. Setelah Kegiatan
1) Melaporkan rekapitulasi absensi kegiatan kepada panitia
2) Mengumpulkan laporan dari siswa yang didampingi dan menyerahkannya
kepada panitia
BAB IX
PELAPORAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN
1. Penyelenggara Outing Class bertanggung jawab atas keselamatan, keamanan,
ketertiban dan kesehatan peserta Outing Class,
2. Penyelenggara Outing Class wajib menyampaikan laporan• pengelolaan keuangan
pelaksanaan kegiatan kepada Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Dewan Guru dan
Orang Tua/Wali Peserta Didik.
BAB X
PENUTUP
Demikian Pedoman Penyelenggaraan Outing Class ini dibuat untuk dapat dilaksanakan
dengan penuh tanggung jawab.