Rencana Pembangunan Wisata Flamboyan
Rencana Pembangunan Wisata Flamboyan
PENDAHULUAN
BAB I - 1
Gambar 1.1. Peta Lokasi Rencana Pembangunan Kawasan wisata Flamboyan Bawah
BAB I - 2
Gambar 1.2. Peta Lokasi Rencana Pembangunan Kawasan wisata Flamboyan Bawah,
berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang Kota Palangka Raya (Peraturan
Daerah Kota Palangka Raya Nomor 8 Tahun 2001)
BAB I - 3
Gambar 1.3. Peta Lokasi Rencana Pembangunan Kawasan wisata Flamboyan Bawah,
berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan
Tengah (Perda Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 5 Tahun 2015)
BAB I - 4
Gambar 1.4. Peta Lokasi Rencana Pembangunan Kawasan wisata Flamboyan Bawah,
berdasarkan SK Menhut No. 529/Menhut-II/2012
BAB I - 5
Gambar 1.5. Peta Lokasi Rencana Pembangunan Kawasan wisata Flamboyan Bawah,
berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Nomor
SK. 2312/Menlhk-VII/IPSDH/2015 tentang Peta Indikatif Penundaan
Pemberian Izin Baru Pemanfaatan Hutan, Penggunaan Kawasan Hutan
dan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dan Areal Penggunaan Lain
(Revisi IX)
BAB I - 6
1.1.2 Deskripsi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Berpotensi Menyebabkan
Dampak Lingkungan Berdasarkan Tahapan Kegiatan
BAB I - 7
Kegiatan pembebasan ini akan mengacu pada Peraturan Perundangan yang
berlaku yakni Undang-Undang No. 2 Tahun 2012 dan Peraturan Presiden No. 71 Tahun
2012, tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk
Kepentingan Umum serta Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 5 Tahun
2012, tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk
Kepentingan Umum.
Berdasarkan peraturan tersebut, pelaksanaan pengadaan tanah diselenggarakan
oleh Kepala BPN, selaku Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, dengan susunan
keanggotaan yang berunsurkan paling kurang :
- Pejabat yang membidangi urusan pengadaan tanah di lingkungan Kantor Wilayah
BPN.
- Kepala Kantor Pertanahan setempat pada lokasi pengadaan tanah.
- Pejabat satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan
pertanahan.
- Camat setempat pada lokasi pengadaan tanah
- Lurah atau nama lain pada lokasi pengadaan tanah.
Langkah-langkah pelaksanaan pengadaan tanah, dengan mengacu pada
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2012, antara lain sebagai
berikut:
- Penyiapan Pelaksanaan (Pasal 52 - Pasal 54).
- Inventarisasi dan Identifikasi (Pasal 55 - Pasal 62)
- Penetapan Penilai (Pasal 63 - Pasal 67)
- Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian (Pasal 68 - Pasal 73)
- Pemberian Ganti Kerugian (Pasal 74 - Pasal 95)
- Pelepasan Objek Pengadaan Tanah (Pasal 96 - Pasal 99).
Sementara itu pendanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk
kepentingan umum dilakukan oleh Instansi yang memerlukan tanah, dituangkan dalam
dokumen penganggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
pendanaan ini bersumber dari APBN dan/atau APBD.
Mengingat lokasi pembangunan Kawasan Wisata Flamboyan Bawah adalah
kawasan pemukiman, maka bangunan, tanah-tanah milik dan atau lahan-lahan yang
telah diusahakan oleh masyarakat, akan dilakukan penyelesaian lahan-lahan milik
dan atau telah diusahakan oleh masyarakat serta bangunan-bangunan yang berada di
dalam izin lokasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan tersebut diatas.
3). Perizinan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap pengurusan perizinan adalah penyelesaian
kewajiban administrasi dan perizinan yang diperlukan guna melengkapi persyaratan
pembangunan pada tahap konstruksi. Kegiatan pada tahap ini juga di ikuti dengan
kegiatan survei lahan meliputi pengukuran atau pemetaan topografi, penentuan
kebutuhan sarana prasarana lainnya termasuk penyelidikan tanah (soil investigation),
sehingga dapat ditentukan jenis tanah yang sesuai (land suitable) guna mendukung
peruntukan bangunan yang nantinya akan dibangun.
BAB I - 8
[Link] Tahap Konstruksi
Selama kegiatan tahap kontruksi ini dilaksanakan, pihak pemrakarsa atau pelaksana
kegiatan akan membuat rambu – rambu yang ditempatkan pada tempat yang rawan
untuk menghindari timbulnya kecelakaan.
BAB I - 9
3). Mobilisasi Peralatan dan Material
Kegiatan pengangkutan peralatan dan material menggunakan jasa angkutan
darat ke lokasi rencana kegiatan. Alat-alat berat yang digunakan dalam pembangunan
Kawasan Wisata Flamboyan Bawah secara rinci disajikan pada tabel berikut :
Tabel 1.2. Peralatan Yang digunakan untuk Pembangunan Kawasan Wisata
Flamboyan Bawah
No. Jenis Peralatan Unit
A. Peralatan Berat
1. Excavator 2
2. Wales/Vibro 1
3. Dump Truck 5
4. Buldozer 1
5. Crane pancang 1
6. tractor 1
B. Peralatan Pembangunan
1. Concrete vibrator Electric 1
2. Bar cutter 1
3. Bar Bender 1
4. Waterprass 1
5. Theodolite 2
6. Tripod 2
7. Bak Akur 1
8. Sccafolding
9. - Vertikal Frame 170 500
10. - Vertikal Frame 90 200
11. - Cross Trace 220 500
12. - Cross Trace 193 200
13. - Jack Base 60 700
14. - U – Head 60 700
15. - Pipa Sccafold 3 ¼ m 350
16. - Pipa Sccafold 6 m 150
17. - Klem 350
18. - Joint Beam 1000
Sumber : Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kota Palangka Raya, 2015
BAB I - 10
Kegiatan pembersihan lahan dan pemadatan tanah ini juga dilaksanakan
dengnan mengacu pada Peraturan Menteri PU PR Nomor 28/PRT/M/2015 tentang
penetapan garis sempadan sungai dan garis sempadan danau. Setelah kegiatan
pembersihan lahan, akan dilaksanakan kegiatan pengurugkan yang selanjutnya
dilakukan kegiatan pemadatan tanah. Tanah urug akan didatangkan dari luar area
kegiatan. Kajian lingkungan untuk pengambilan tanah urug ini akan dikaji dalam
dokumen lingkungan yang terpisah dari AMDAL ini.
16.
17. = 0,09 ha
18.
19.
20
21. Jalan dan jaringan hidrologi = 0,20 ha
Pintu / gerbang masuk wisata dibuat gapura berorientasi ornamen dayak serta
disertai tanda rambu rambu. Pada kegiatan pembangunan konstruksi fisik juga akan
dibangun tempat sampah 3R disertai papan himbauan dilarang membuang sampah ke
sungai. Pada pembangunan pondasi akan meningkatkan dampak kebisingan, namun
untuk mengurangi kebisingan pada saat konstruksi dengan pemagaran lahan pada tapak
BAB I - 11
proyek. Limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan ini dikumpulkan di TPS yang akan
dikelola oleh pihak ketiga. Dampak yang timbul akibat aktifitas ini adalah peningkatan
limbah padat, dan gangguan biota perairan. Untuk mengurangi dampak-dampak seperti
menurunnya kualitas air tanah, air permukaan dan dampak lainnya, diperlukan
pembangunan drainase yang baik.
BAB I - 12
akan menimbulkan bangkitan lalu lintas dan parkir di kawasan lokasi rencana kegiatan.
Dampak yang timbul adalah penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan,
gangguan lalu lintas, gangguan kesehatan masyarakat dan timbulnya kecelakaan kerja.
Dampak kegiatan mobilisasi ini akan dikaji lagi dalam AMDAL LALIN.
3). Utilitas
Tenaga Listrik
Bangunan stasiun pembangkit listrik direncanakan dengan tujuan untuk memenuhi
energi listrik tambahan/cadangan selain dari sumber utama yaitu PLN. Energi listrik
ini diperoleh dari stasiun listrik tenaga diesel (SLTD) atau genset. Genset yang
digunakan yaitu yang bertipe silent (tidak menimbulkan suara yang keras) agar
tidak menimbulkan kebisingan dan mengganggu kegiatan yang ada di sekitarnya.
Genset tersebut diletakkan pada sebuah bangunan yang khusus dibuat untuk
menyimpan/meletakkan genset. Pada bagian pembuangan/knalpot juga dipasang
peredam suara untuk meminimalisir suara yang ditimbulkan. Dan pada bagian luar
bangunan dibuat instalasi oil trap untuk menangkap ceceran minyak dan oli bekas
yang dihasilkan dari perawatan genset tersebut.
Air Bersih
Kebutuhan air untuk wahana air dan penangkaran fauna air yaitu sebanyak 8.000
m3 untuk tahapa pengisian awal/pertama. Air pada tahap pertama ini akan di suplai
dari PDAM. Air tersebut selanjutnya akan diolah kembali (recycle) sehingga
penambahan air kolam, termasuk untuk kebutuhan domestik pengunjung.
Kebutuhan penambahan air tersebut diperoleh dari air tanah dalam melalui sumur
bor. Untuk pengadaan sumur bor ini pemrakarsa akan mengurus perijinan sesuai
dengan peraturan yang berlaku. Untuk wahana lainnya, kebutuhan air
diperkirakan adalah 10 m3 per hari. Sehingga total kebutuhan air untuk wahana per
minggu adalah 70 m3. Adapun kebutuhan air untuk pelayan penggunjung, pegawai
dan kantin yaitu :
Tabel 1.3. Kebutuhan Air Untuk Pelayanan
Penanganan limbah
a. Pengelolaan limbah B3
Limbah B3 adalah bahan yang karena sifat dan atau jumlahnya dan atau
konsentrasinya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat
mencemarkan, merusak dan membahayakan lingkungan hidup, baik
terhadap kesehatan manusia maupun terhadap mahluk hidup lainnya.
Pengelolaan limbah B3 dari aktivitas operasional kawasan wisata Flamboyan
Bawah harus mengacu pada peraturan yang berlaku, menyesuaikan dengan
jenis limbah B3 yang dihasilkan.
BAB I - 13
b. Pengelolaan limbah domestik
Limbah padat atau limbah domestik dari kegiatan operasional, seperti sisa
makanan dari pusat makanan dan lainnya merupakan potensi pencemaran
terhadap lingkungan hidup apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah
padat dimaksud berupa plastik-plastik dan kaleng bekas. Pengelolaannya
dengan cara memisahkannya berdasarkan jenisnya, seperti sampah organik,
non organik, serta barang pecah belah dan kaleng. Untuk menunjang
penanganan tersebut akan disediakan tempat sampah 3 in 1 serta TPS limbah
B3, yang jumlahnya disesuaikan. Setelah sampah tersebut terkumpul
kemudian diserahkan kepada pengumpul barang bekas atau tempat
pembuangan akhir atau warga setempat yang berminat untuk mengelolanya.
Untuk sampah sisa makanan, pihak pemrakarsa bekerja sama dengan
masyarakat setempat yang memiliki ternak untuk mengambil sampah
tersebut pada malam hari ketika jam operasional berakhir. Pemrakarsa juga
diwajibkan untuk melakukan sosialisasi kepada karyawan, pengunjung, dan
masyarakat sekitar untuk membuang sampah pada tempat yang telah
disediakan.
c. Pengelolaan limbah cair
Limbah cair yang biasanya dihasilkan dari kamar mandi, WC, dan wastafel,
dan lainnya harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air.
Fasilitas dan distribusi air bersih dalam gedung disediakan untuk memenuhi
kebutuhan toilet dan keperluan lainnya (restoran, tempat ibadah, dan
sebagainya). Limbah cair akan diolah melalui Sistem instalasi pengolahan air
limbah (IPAL) domestik. IPAL domestik yang digunakan berupa IPAL
berjenis komunal berserta jaringan pipa dengan design menyesuaikan
karakteristik lokasi. Model IPAL mengacu pada standar atau SNI dan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2014 Tentang Baku
Mutu air Limbah
Pemadam Kebakaran
Hidran merupakan salah satu sarana yang dipergunakan untuk pencengahan
dan penganggulangan resiko kebakaran. Klasifikasi hidran yang akan
dipergunakan yaitu berdasarkan jenis dan penempatan hidran, terdiri dari
hidran gedung dan hidran halaman. Adapun berdasarkan besar ukuran pipa
hidran yang dipakai meliputi hidran kelas I, II dan III. Jumlah dan peletakan
hidran gedung disesuaikan dengan klasifikasi bangunan dan luas lantai ruangan
yang dilindungi oleh hidran.
Kegiatan parkir
Areal parkir sebagai prasarana dalam sistem transportasi harus dapat menunjang
aktivitas-aktivitas yang terjadi karena masalah parkir sangat erat kaitannya
dengan pengaturan lalu lintas. Mengingat banyaknya kendaraan yang akan
memasuki Kawasan Wisata Flamboyan Bawah, maka pemrakarsa perlu
menyediakan areal parkir yang memadai dan tertata dengan baik untuk
menghindari kesemrawutan kendaraan yang parkir.
Kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang di Kawasan Wisata
Flamboyan Bawah direncanakan dilaksanakan secara kontinyu dan berkesinambungan.
Agar bangunan utama dan fasilitas pendukung tetap dalam kondisi baik dan dapat
bertahan.
BAB I - 14
Gambar 1.6. Lay Out Zona Wisata Flamboyan Bawah
BAB I - 15
[Link] Tahap Pasca Operasi
Seperti yang telah dijelaskan, kegiatan tahap pasa operasi belum bisa dipastikan
waktu pelaksanaannya mengingat beberapa kemungkinan yang belum dapat dipastikan
di masa mendatang. Dimasa akan datang merupakan suatu yang sulit untuk
memastikan kebijakan lingkungan yang akan dilakukan terkait dengan pengelolaan
lingkungan, khususnya pemanfaatan lahan bekas lahan Kawasan Wisata Flamboyan
Bawah pasca operasional. Pengelolaan lahan bekas Kawasan Wisata Flamboyan Bawah
akan mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku terkait dengan pemanfaatan
lahan di masa yang akan datang.
BAB I - 16
1.2. DAMPAK PENTING HIPOTETIK
Penentuan dampak penting hipotetik yang akan timbul akibat pembangunan
Kawasan Wisata Flamboyan Bawah di Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut Kota
Palangka Raya dilakukan melalui proses pelingkupan. Pelingkupan dilakukan dengan
tujuan untuk membatasi permasalahan, sehingga dapat fokus pada hal-hal yang penting
baik ditinjau dari Komponen sosial ekonomi, sosial budaya, maupun ekologi. Adanya
pembatasan masalah (elimitation of the problem) diharapkan masalah yang timbul dapat
dikelola dengan baik dan terarah (manageable size). Proses pelingkupan (scoping)
dilakukan melalui 2 (dua) kegiatan yaitu:
1) Identifikasi dampak potensial;
2) Evaluasi dampak potensial;
Proses identifikasi dampak potensial dilakukan secara teoritis tanpa
memperhatikan skala atau besaran kegiatan yang akan dilaksanakan. Pada tahap
evaluasi dampak potensial, skala dan besaran dan/atau intensitas kegiatan yang dinilai
menjadi sumber dampak akan menjadi penentu utama dalam memprediksikan
kemungkinan perubahan mendasar lingkungan yang akan terjadi. Seluruh dampak
penting hipotetik yang mungkin timbul dari hasil evaluasi dampak potensial, akan
dibahas cara pengelolaannya pada dokumen ANDAL.
Tata-laksana proses dampak penting hipotetik diilustrasikan seperti pada
Gambar 1.7. sebagai berikut :
Gambar 1.7. Bagan Alir Proses Dampak Penting Hipotetik Kegiatan pembangunan
Kawasan Wisata Flamboyan Bawah
BAB I - 17
1.2.1 Identifikasi Dampak Potensial
Identifikasi dampak potensial merupakan tahap awal dari proses pelingkupan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menduga segenap dampak lingkungan baik primer
maupun sekunder yang mungkin timbul akibat rencana kegiatan pembangunan
Kawasan Wisata Flamboyan Bawah. Segenap dampak potensial yang mungkin akan
timbul diinventarisasi tanpa mempertimbangkan besar/kecilnya dampak dan penting/
tidaknya dampak. Adapun proses identifikasi dampak potensial dengan langkah-
langkah awal sebagai berikut :
1) Diskusi oleh Tim Penyusun dokumen ANDAL
Proses pelingkupan yang dimulai dari identifikasi dampak potensial diilakukan
dengan diskusi oleh para anggota tim penyusun ANDAL dan dipimpin oleh ketua
tim penyusun.
2) Konsultasi dan Diskusi dengan Pakar
Konsultasi dan diskusi dengan pakar lingkungan dimaksudkan untuk menggali dan
mendalami teknologi yang layak diterapkan dan karakteristik dampak yang
biasanya timbul akibat kegiatan sejenis.
3) Sosialisasi Rencana Usaha/Kegiatan
Sosialisasi rencana usaha/kegiatan disamping bertujuan mengumumkan seluruh
komponen rencana kegiatan yang akan dijalankan beserta dampak yang akan
ditimbulkan sebagai pelaksanaan keterbukaan infomasi, juga bertujuan untuk
menggali aspirasi masyarakat di sekitar lokasi usaha/kegiatan sebagai pelaksanaan
keterlibatan masyarakat, sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 27
Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Pasal 9 dan Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pedoman
Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan
Lingkungan serta Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah No. 13 Tahun 2007
Tentang Tata Cara Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Dalam
Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Pelaksanaan sosialisasi,
keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi ini bertujuan untuk melindungi
kepentingan masyarakat, pemberdayaan masyarakat dalam pengambilan keputusan
menyangkut rencana usaha/kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak penting
terhadap lingkungan, transparansi dalam keseluruhan proses AMDAL, dan
menciptakan suasana kemitraan yang setara antara semua pihak yang
berkepentingan.
Aspirasi masyarakat dan informasi-informasi yang tergali dari berbagai pihak dalam
pelaksanaan sosialisasi ini akan menjadi bahan masukan dalam proses identifikasi
dampak potensial.
4) Observasi Lapangan
Observasi lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi tapak proyek, rona
lingkungan awal secara umum dan untuk mengetahui ada/tidaknya usaha/kegiatan
lain disekitarnya.
BAB I - 18
5) Pengumpulan Data Sekunder
Serentak dengan pelaksanaan sosialisasi dan observasi lapangan, dilakukan
pengumpulan data sekunder, antara lain: RTRWP/RTRWK, Data Iklim, Kota
Palangka Raya Dalam Angka, Kecamatan Dalam Angka, Potensi Kelurahan, dan
Data Kesehatan Masyarakat dari Puskesmas.
BAB I - 19
4) Air permukaan
Dampak terhadap air permukaan adalah dari penurunan kualitas air permukaan
akibat kegiatan pembersihan dan pemadatan lahan, pembangunan dan operasional
basecamp, pembangunan konstruksi fisik, serta penggunaan air tanah pada kegiatan
aktivitas pariwisata Flamboyan Bawah
B. Komponen Biologi
1) Flora
Dampak terhadap vegetasi dihasilkan dari penurunan komunitas vegetasi akibat
kegiatan pembersihan lahan dan pemadatan lahan.
2) Biota air
Dampak terhadap biota air merupakan dampak turunan dari penurunan kualitas air
permukaan yaitu sungai Kahayan.
C. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
1) Kesempatan Kerja
Dampak kegiatan ini berasal dari kegiatan penerimaan tenaga kerja konstruksi.
2) Kesempatan berusaha
Dampak kesempatan berusaha akibat dari adanya kegiatan proyek tahap konstruksi,
sehingga memberi peluang kepada masyarakat sekitar dalam hal suplai kebutuhan
makanan para pekerja di lapangan.
2) Tingkat Pendapatan
Kegiatan pembangunan Kawasan Wisata Flamboyan Bawah ini diperkirakan akan
meningkatkan pendapatan warga yang berdagang di sekitar lokasi. Karena dengan
adanya pertambahan buruh/tenaga kerja di lokasi kegiatan akan menambah jumlah
komsumsi di sekitar lokasi.
3) Persepsi masyarakat
Dampak terhadap sikap masyarakat dihasilkan adanya kesempatan bekerja dan
berusaha pada kegiatan penerimaan tenaga kerja konstruksi, sebagai dampak
turunan dari penurunan kualitas lingkungan pada kegiatan mobilisasi peralatan dan
material, pembersihan dan pemadatan lahan, pembangunan konstruksi fisik
bangunan, dan demobilisasi peralatan konstruksi, serta timbul karena kesempatan
berusaha pada tahap operasional.
4) Kepadatan lalu lintas
Dampak terhadap kepadatan lalu lintas dihasilkan dari peningkatan tarikan lalu
lintas pada kegiatan mobilisasi peralatan dan material, pembangunan konstruksi
fisik, dan kegiatan operasional yaitu aktivitas pariwisata dan mobilisasi pengunjung
di Kawasan Wisata Flamboyan Bawah.
D. Komponen Kesehatan Masyarakat
1) Tingkat sanitasi
Dampak terhadap tingkat sanitasi diakibatkan karena sampah penurunan kualitas air
permukaan pada kegiatan pembangunan dan operasional base camp, aktivitas
pariwisata, dan utilitas di Kawasan Wisata Flamboyan Bawah.
BAB I - 20
2) Gangguan kesehatan
Dampak terhadap gangguan kesehatan karena timbulnya penyakit ISPA akibat
kegiatan pembangunan dan operasional base camp, mobilisasi peralatan dan
material, pembersihan dan pemadatan lahan, pembangunan konstruksi fisik, dan,
akibat penurunan kualitas lingkungan pada tahap operasional yaitu aktivitas
pariwisata, mobilisasi pengunjung dan utilitas.
3) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Dampak Gangguan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari adanya kegiatan kontruksi
pembangunan dan operasional base camp, mobilisasi peralatan dan material,
pembangunan konstruksi fisik, dan, akibat penurunan kualitas lingkungan pada
tahap operasional yaitu utilitas, dan pemeliharaan dan perbaikan bangunan. Dan
pada kegiatan operasional perlu diperhatikan karena menyangkut dengan orang
banyak, sesuai dengan Kepmen yang mengatur tentang seluruh rencana dan atau
usaha kegiatan wajib memperhatikan K3 ketenaga kerjaan.
BAB I - 21
Tabel 1.4. Matrik Identifikasi Dampak Potensial Rencana Kegiatan Pembangunan Kawasan Wisata Flamboyan Bawah
BAB I - 22
1.2.2 Evaluasi Dampak Potensial
Evaluasi dampak potensial adalah tahapan untuk memisahkan dampak-dampak
yang perlu kajian mendalam untuk membuktikan dugaan (hipotesa) dampak, dari
dampak yang tidak perlu dikaji. Dasar penentuan suatu dampak potensial dapat
disimpulkan menjadi dampak penting hipotetik (DPH) dilakukan melalui kriteria
sebagai berikut:
1. Apakah beban terhadap komponen lingkungan tertentu sudah tinggi ?
2. Apakah komponen lingkungan tersebut memegang peranan penting dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar (nilai sosial dan ekonomi) dan terhadap
komponen lingkungan lainnya (nilai ekologis) (sehingga perubahan besar pada
kondisi komponen lingkungan tersebut akan sangat berpengaruh pada kehidupan
masyarakat dan keutuhan ekosistem) ?
3. Apakah ada kekhawatiran masyarakat yang tinggi tentang komponen lingkungan
tersebut ?
4. Apakah ada aturan atau kebijakan yang akan dilanggar dan atau dilampaui oleh
dampak tersebut ?
Deskripsi terhadap evaluasi dampak potensial dapat dilihat sebagai berikut:
A. Komponen Geofisik-Kimia
1) Udara ambien
Peningkatan debu dan gas buang kendaraan di udara ambien tidak menyebabkan
beban yang tinggi terhadap komponen lingkungan, namun peningkatan debu dan
gas buang ini memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat, sehingga dapat menyebabkan timbulnya kekhawatiran di masyarakat
dan juga berpotensi melanggar peraturan yang berlaku. Namun dengan adanya
tanaman pelindung yang ada disekitar lokasi kegiatan, sehingga kualitas udara
ambien merupakan bukan Dampak Penting Hipotetik.
2) Tingkat kebisingan
Tambahan kebisingan pada tahap konstruksi dan operasional proyek tidak akan
menambah beban pada komponen geofisik kimia, tidak memegang peranan
penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan tidak berpotensi melanggar
peraturan yang berlaku. Namun kebisingan akan berkurang dengan adanya
tanaman pelindung yang ada disekitar lokasi kegiatan, sehingga dapat mengurangi
timbulnya gangguan terhadap masyarakat sehingga tingkat kebisingan ini
merupakan bukan Dampak Penting Hipotetik.
3) Air tanah
Penurunan kuantitas air tanah belum memberikan beban yang tinggi terhadap
komponen lingkungan, karena untuk pengambilan air tanahnya untuk keperluan
water park yang diambil adalah air tanah dalam sehingga tidak menganggu
ketersediaan air warga. Dengan demikian penurunan kuantitas air tanah ini bukan
merupakan Dampak Penting Hipotetik.
BAB I - 23
4) Air permukaan
Dampak terhadap penurunan kualitas air permukaan akibat limbah domestik akan
dikelola pada tahap operasional. Namun pada saat konstruksi, hal ini belum
dilaksanakan. Selain itu, air permukaan ini memegang peranan penting dalam
kehidupan masyarakat serta berpotensi melanggar peraturan yang berlaku,
sehingga penurunan kualitas air permukaan ini merupakan Dampak Penting
Hipotetik.
B. Komponen biologi
1) Flora
Penurunan jenis flora akan mengurangi daerah resapan air, namun dengan adanya
penanaman tanaman pelindung sehingga penurunan jenis flora bukan merupakan
Dampak Penting Hipotetik.
2) Fauna
Adanya penanaman tanaman pelindung di Kawasan Wisata Flamboyan Bawah
akan menjadi habitat fauna, sehingga adanya penurunan jenis fauna akibat
kegiatan pembangunan Kawasan Wisata Flamboyan Bawah bukan merupakan
Dampak Penting Hipotetik.
3) Biota air
Penurunan komunitas biota air merupakan dampak lanjutan dari adanya
penurunan kualitas air, maka penurunan kuantitas biota air digolongkan menjadi
Dampak Penting Hipotetik.
C. Komponen sosial ekonomi dan budaya
1) Kesempatan Kerja
Dengan adanya penerimaan tenaga kerja pada tahap konstruksi dan operasi, dapat
memberikan peningkatan pendapatan keluarga terutama masyarakat yang
diterima bekerja pada kegiatan pembangunan Kawasan Wisata Flamboyan Bawah.
Adanya kesempatan kerja ini memegang peranan penting dalam peningkatan
perekonomian warga sekitar sehingga disepakati bahwa kesempatan berusaha ini
menjadi Dampak Penting Hipotetik.
2) Kesempatan berusaha
Dengan adanya penerimaan tenaga kerja pada tahap konstruksi dan operasi, dapat
mendorong masyarakat sekitar lokasi untuk membuka bidang usaha makanan
minuman. Hal ini memegang peranan penting dalam peningkatan perekonomian
warga sekitar sehingga disepakati bahwa kesempatan berusaha ini menjadi
Dampak Penting Hipotetik.
3) Persepsi masyarakat dan Keresahan Masyarakat
Perubahan sikap masyarakat ini merupakan dampak dari kegiatan pembebasan
lahan, penerimaan tenaga kerja pada tahap konstruksi dan aktivitas pariwisata.
Ganti rugi lahan tidak sesuai dengan yang diharapkan dan adanya persaingan
kerja dikhawatirkan akan timbul keresahan masyarakat. Jumlah kebutuhan tenaga
kerja masih belum bisa mengakomodasi pencari kerja yang ada. Belum lagi
kemungkinan ada pesaing kerja dari daerah lain meskipun lowongan pekerjaan
yang ada diprioritaskan bagi pekerja lokal. Oleh karena itu, perubahan sikap
masyarakat dan keresahan masyarakat ini merupakan Dampak Penting Hipotetik.
BAB I - 24
4) Gangguan lalu lintas
Setelah proyek memasuki tahap konstruksi dan operasional, kepadatan lalu lintas
akan menambah beban pada komponen lingkungan. Juga dengan fungsi dan kelas
jalannya, kepadatan lalu lintas memang peranan penting dalam kehidupan sehari-
hari masyarakat. Dengan demikian gangguan lalu lintas merupakan Dampak
Penting Hipotetik.
D. Komponen kesehatan masyarakat
1) Tingkat sanitasi
Gangguan sanitasi belum memberikan beban yang tinggi dikarenakan pihak
pengelolaan Kawasan Wisata Flamboyan Bawah, dikarenakan SOP yang
dijalankan oleh pengelola sudah sesuai aturan, sehingga bukan merupakan
Dampak Penting Hipotetik.
1) Gangguan kesehatan Masyarakat
Gangguan kesehatan masyarakat belum memberikan beban yang tinggi terhadap
komponen lingkungan. Namun hal ini memegang peranan penting dalam
kehidupan masyarakat sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran dalam
masyarakat. Oleh karena itu, gangguan kesehatan merupakan Dampak Penting
Hipotetik.
3) Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
Gangguan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari adanya kegiatan kontruksi dan
kegiatan operasional perlu diperhatikan karena menyangkut dengan orang
banyak, sesuai dengan Kepmen yang mengatur tentang seluruh rencana dan atau
usaha kegiatan wajib memperhatikan K3 ketenaga kerjaan, untuk itu dampak ini
merupakan Dampak Penting Hipotetik.
BAB I - 25
Tabel 1.5. Matrik Dampak Penting Hipotetik Rencana Kegiatan Pembangunan Kawasan Wisata Flamboyan Bawah
BAB I - 26
DAMPAK POTENSIAL
1. Komponen Geofisik-Kimia DAMPAK PENTING HIPOTETIK
1) Penurunan kualitas udara
DESKRIPSI RENCANA 2) Peningkatan kebisingan 1. Komponen Geofisik-Kimia
KEGIATAN 3) Penurunan kualitas air 1) Penurunan kualitas air tanah
tanah 2) Penurunan kualitas air permukaan
Tahap Pra Konstruksi
4) Penurunan kualitas air 3) Peningkatan Limbah Padat
Tahap Konstruksi 4) Peningkatan Limbah Cair
permukaan
Tahap Operasi 2. Komponen Biologi
5) Peningkatan Limbah Padat
6) Peningkatan Limbah Cair 5) Penurunan jenis biota perairan
2. Komponen Biologi 3. Komponen Sosial, Ekonomi dan
7) Penurunan jenis flora Evaluasi Dampak Budaya
8) Penurunan jenis fauna Potensial 6) Terbukanya kesempatan kerja
Identifikasi 9) Penurunan jenis biota 7) Terbukanya kesempatan berusaha
DESKRIPSI RONA Dampak perairan 8) Peningkatan pendapatan keluarga
LINGKUNGAN HIDUP AWAL Potensial 3. Komponen Sosial, Ekonomi dan 9) Munculnya persepsi masyarakat
Budaya 10) Timbulnya keresahaan masyarakat
Komponen Geofisik-Kimia 10) Terbukanya kesempatan 11) Terjadinya gangguan lalu lintas
Komponen Biologi kerja 4. Komponen Kesehatan Masyarakat
Komponen Sosial, Ekonomi 11) Terbukanya kesempatan 12) Meningkatnya gangguan
dan Budaya berusaha kesehatan
Komponen Kesehatan 12) Peningkatan pendapatan 13) Penurunan Keselamatan dan
Masyarakat keluarga Kesehatan Kerja
13) Munculnya persepsi
masyarakat
14) Timbulnya keresahaan
Metode
masyarakat
15) Terjadinya gangguan lalu Diskusi antar pakar BUKAN DAMPAK PENTING HIPOTETIK
KONSULTASI PUBLIK DAN lintas Studi literature TETAPI TETAP DIKELOLA
MASUKAN MASYARAKAT 4. Komponen Kesehatan
Survei lapangan
Masyarakat 1. Komponen Geofisik-Kimia
Konsultasi public (Kep.
16) Gangguan terhadap 1) Penurunan Kualitas Udara
Bapedal No.17/2012)
sanitasi lingkungan 2) Peningkatan Kebisingan
17) Meningkatnya gangguan Professional juggement
2. Komponen Biologi
kesehatan 3) Penurunan jenis Flora
KEGIATAN LAIN DISEKITAR 18) Penurunan Keselamatan
Metode Matrik 4) Penurunan Jenis Fauna
dan Kesehatan Kerja
Gambar 1.8. Bagan Alir Dampak Penting Hipotetik Rencana Kegiatan Pembangunan Kawasan Wisata Flamboyan Bawah
BAB I - 27
1.3. LINGKUP WILAYAH STUDI DAN BATAS WAKTU KAJIAN
BAB I - 28
d) Batas Administrasi
Batas administratif adalah wilayah administratif yang wilayahnya tercakup dalam
salah-satu unsur/batas di atas (batas rencana kegiatan, batas ekologis atau batas
sosial). Wilayah administrasi yang termasuk wilayah terkena dampak meliputi
Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan
Tengah.
BAB I - 29
Gambar 1.9. Peta batas wilayah studi
BAB I - 30
Tabel 1.6. Ringkasan Proses Pelingkupan
BAB I - 31
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
B. Tahap Konstruksi
1 Penerimaan tenaga kerja Membuka lowongan kepada Komponen Sosial, Terbukanya Masyarakat menyambut baik Disimpulkan tidak Termasuk batas Kajian dilakukan
konstruksi masyarakat setempat untuk Ekonomi dan kesempatan kerja dengan adanya kegiatan proyek, menjadi dampak sosial di Kelurahan satu bulan
bekerja di dalam kegiatan proyek Budaya dimana mereka dapat bekerja penting hipotetik Langkai, selama kegiatan
didalamnya yang perlu dikelola Kecamatan rekruitmen tenaga
karena masyarakat Pahandut, Kota kerja konstruksi
sudah diberikan Palangka Raya
kesempatan untuk Provinsi
bekerja Kalimantan
Tengah
- Komponen Sosial, Terbukanya peluang Masyarakat Menyambut baik Disimpulkan tidak Termasuk batas Kajian dilakukan
Ekonomi dan usaha dengan adanya proyek ini, dimana menjadi dampak sosial di Kelurahan satu bulan
Budaya meraka dapat membuka peluang penting hipotetik Langkai, selama kegiatan
usaha baru untuk melayani para yang perlu dikelola Kecamatan konstruksi
pekerja proyek karena masyarakat Pahandut, Kota
mendapatkan manfaat Palangka Raya
peluang usaha baru Provinsi Kal-Teng
- Komponen Sosial, Peningkatan Masyarakat Menyambut baik Disimpulkan tidak Termasuk batas Kajian dilakukan
Ekonomi dan pendapatan dengan adanya proyek ini, dimana menjadi dampak sosial di Kelurahan satu bulan
Budaya masyarakat meraka dapat membuka peluang penting hipotetik Langkai, selama kegiatan
usaha baru sehingga akan yang perlu dikelola Kecamatan konstruksi
meningkatkan pendapatan karena masyarakat Pahandut, Kota
masyarakat mendapatkan manfaat Palangka Raya
pendapatan Provinsi
Kalimantan
Tengah
- Komponen Sosial, Persepsi Potensi timbulnya proses sosial Disimpulkan tidak Termasuk batas Kajian dilakukan
Ekonomi dan masyarakat dimasyarakat berupa pro ataupun menjadi dampak sosial di Kelurahan satu bulan
Budaya Keresahan kontra dalam mendapatkan penting hipotetik Langkai, selama kegiatan
masyarakat kesempatan untuk ikut bekerja yang perlu dikelola Kecamatan rekruitmen tenaga
dalam proyek karena masyarakat Pahandut, Kota kerja konstruksi
sudah diberikan Palangka Raya
kesempatan untuk Provinsi
bekerja Kalimantan
Tengah
2 Pembangunan dan operasi Pemagaran area yang akan Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Pembangunan dan operasi base Disimpulkan tidak - -
base camp dibangun base camp dan Kimia udara camp dapat meningkatkan kadar menjadi DPH
melakukan penyiraman terhadap debu ( PM10) dari pembuatan base
lokasi pembangunan base camp camp, namun dengan adanya upaya
sebanyak 3x sehari yaitu pagi, pemagaran dan penyiraman sudah
siang dan sore. bisa mengatasi peningkatan debu.
BAB I - 32
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Untuk menghindari kebisingan Komponen Geofisik- Peningkatan Pembangunan dan operasi base Disimpulkan tidak - -
pada saat kegiatan Kimia kebisingan camp dapat akan menimbulkan menjadi DPH
pengoperasian genset, telah dampak kebisingan bagi masyarakat
ditetapkan peraturan jarak yang tinggal sekitar jalan karena
aman, untuk unit adalah 300 adanya suara yang ditimbulkan dari
m dari lokasi genset dan untuk kendaraan pengangkut yang
manusia berada pada jarak melintasi jalan tersebut. Namun
500 m. demikian dampak ini bersifat
Menggunakan alat proteksi sementara (tidak berlangsung lama)
seperti earplug (tutup telinga) dan suara masih dapat diredam
untuk para pekerja. dengan adanya pohon-pohon di
Pembuatan landscape sekitar jalan yang akan dilalui,
disekeliling tapak proyek. sehingga dampak ini tidak
Selain itu, rencana berpengaruh nyata pada kehidupan
pengelolaan lingkungan hidup masyarakat.
yang dilakukan adalah untuk
meminimalisasi konsentrasi
kebisingan agar tidak melebihi
baku tingkat kebisingan
sebagaimana yang ditetapkan
dalam lampiran Keputusan
Menteri Negara Lingkungan
Hidup Nomor
48/MENLH/11/1996 tentang
Baku Tingkat Kebisingan dan
Keputusan Menteri Tenaga
Kerja No. Kep‐51/Men/1999
tentang Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika di Tempat Kerja.
Mengembangkan dan
memelihara sistem
manajemen terhadap
kesehatan, keselamatan,
lingkungan (K-3) dan
masyarakat secara konsisten
dengan standar yang diakui
secara internasional sehingga
memungkinkan untuk
mengidentifikasi, menilai, dan
mengelola resiko terhadap
karyawan dan masyarakat
BAB I - 33
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
- Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Adanya kegiatan pembangunan dan Disimpulkan menjadi Lokasi kajian Satu bulan selama
Kimia air tanah dan air pengoperasian base camp akan DPH termasuk kedalam proses
permukaan menigkatkan penggunaan air tanah batas ekologis pembangunan dan
maupun air permukaan. yaitu di operasional base
rencana tapak camp
yaitu Sungai
Kahayan dan
sumur warga
Komponen Geofisik- Peningkatan Limbah Pembangunan dan operasi base Disimpulkan menjadi Lokasi kajian Satu bulan selama
Kimia Cair camp dihasilkan limbah cair yaitu DPH termasuk kedalam proses
limbah domestic dari hasil kegiatan batas ekologis pembangunan dan
MCK para pekerja. Total pekerja yaitu di operasional base
pada tahap ini adalah sebanyak 50 rencana tapak camp
orang sehingga menghasilkan proyek yaitu
limbah cair sebanyak 1250 liter/hari Sungai Kahayan
yang akan dibuang langsung ke dan sumur warga
[Link] cair ini selanjutnya
dapat menurunkan kualitas air
terutama parameter BOD, COD,
TSS, dan Deterjen
Limbah padat yang dihasilkan dar Komponen Geofisik- Peningkatan Limbah Peningkatan limbah padat pada Disimpulkan tidak - -
kegiatan ini akan dikumpulkan di Kimia Padat kegiatan ini telah dikelola menjadi DPH tetapi
Tempat Penampungan Sementara berdasarkan SOP akan dikelola
yang nantinya akan di kelola oleh
pihak Ketiga berdasarkan SOP
- Komponen Biologi Gangguan Biota Operasi base camp bersifat Tidak menjadi DPH - -
Perairan sementara dng sumber air yg
dipergunakan cenderung tdk akan
langsung dialirkan ke sistim
pengairan yg ada di sekitar
Komponen Sosial, Adanya Adanya kesempatan kerja bagi Disimpulkan Tidak Termasuk batas Kajian dilakukan 1
Ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat sekitar proyek menjadi DPH karena sosial di Kelurahan bulan selama
Budaya bagi masyarakat sudah diakomodir Langkai, kegiatan
sekitar lokasi untuk masyarakat local Kecamatan pembangunan
kegiatan terutama namun kegiatan ini Pahandut, Kota berlangsung
sebagai tenaga tetap dilakukan Palangka Raya
kerja dalam pengelolaan Provinsi
membangun base Kalimantan
camp Tengah
BAB I - 34
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
- Komponen Sosial, Adanya peluang Adanya peluang untuk membuka Disimpulkan Tidak Termasuk batas Kajian dilakukan 1
Ekonomi dan berusaha bagi usaha bagi masyarakat sekitar menjadi DPH karena sosial di Kelurahan bulan selama
Budaya masyarakat sekitar proyek sudah diakomodir Langkai, kegiatan
lokasi kegiatan untuk masyarakat local, Kecamatan pembangunan
pembangunan namun kegiatan ini Pahandut, Kota berlangsung
kawasan wisata tetap dilakukan Palangka Raya
Plamboyan Bawah pengelolaan Provinsi
Kalimantan
Tengah
- Komponen Sosial, Terjadinya Kenaikan tingkat pendapatan akan Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan 1
Ekonomi dan peningkatan berdampak positif terhadap tidak DPH karena sosial di Kelurahan bulan selama
Budaya pendapatan masyarakat pendapatan masyarakat Langkai, kegiatan
masyarakat sekitar meningkat, namun Kecamatan pembangunan
lokasi kegiatan kegiatan ini tetap akan Pahandut, Kota berlangsung
dikelola Palangka Raya
Provinsi Kal-Teng
- Komponen Sosial, Persepsi Kegiatan ini berpotensi menimbulkan Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan 3
Ekonomi dan masyarakat persepsi negatif di masyarakat terutama tidak DPH namum perlu sosial di Kelurahan bulan selama
Budaya Keresahaan adanya buang limbah yang dihasikan dikelola dan perlu Langkai, kegiatan ini
Masyarakat dari kegiatan ini terutama limbah padat dilakukan studi lanjut Kecamatan berlangsung
berupa sampah, namun adanya untuk melihat besaran Pahandut, Kota
pengelolaan yang dilakukan melalui dampak dan teknik Palangka Raya
pigak ketiga sehingga dapat dapat pengelolaannya. Provinsi
diminimalisir. Kalimantan
Tengah
Komponen Sanitasi Kegiatan pembangunan dan Disimpulkan tidak
Kesehatan operasional base camp akan menjadi DPH
Masyarakat menimbulkan dampak pencemaran
terhadap air sungai berupa
masuknya sampah ranting/kayu kecil
dan dedaunan serta lapisan tanah
yang terbawa aliran permukaan. Air
yang tercemar oleh sampah yang
kaya akan bahan organik dapat
mejadi habitat bagi bakteri pembawa
penyakit seperti diare, kolera dan
penyakit kulit. Dengan demikian air
menjadi tidak sehat untuk digunakan
keperluan sehari-hari. Namun
demikian sanitasi lingkungan sangat
dipengaruhi oleh pola kebiasaan
BAB I - 35
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
hidup sehari-hari masyarakat
terhadap lingkungannya dan
ketersediaan sarana prasarana
kesehatan yang dapat mendukung
terciptanya lingkungan rumah tinggal
yang sehat.
- Komponen Gangguan Adanya sanitasi yang dibangun Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan 3
Kesehatan kesehatan terutama MCK akan mengurangi DPH sosial di Kelurahan bulan selama
Masyarakat masyarakat terjadinya gangguan kesehatan. Langkai, kegiatan Pekerjaan
Namun melihat dari data kesehatan Kecamatan pembangunan
di Kecamatan Langkai terutama diare Pahandut, Kota basecamp
sehingga perlu adanya perhatian Palangka Raya
khusus untuk kegiatan tersebut Provinsi
terutama limbah yang dihasilkan dari Kalimantan
pengoperasian base camp yaitu dari Tengah
MCK.
- Keselamatan dan Timbulnya Adanya potensi untuk terjadinya Disimpulkan tidak Termasuk batas Kajian dilakukan 1
kesehatan kerja kecelakaan kerja Insiden Kecelakaan kerja pada saat menjadi DPH , namun sosial di Kelurahan bulan selama
melakukan aktivitas di area perlu dikelola dengan Langkai, kegiatan
pembangunan adanya APD dan K3 Kecamatan pembangunan
Pahandut, Kota
Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
3 Mobilisasi peralatan dan Sosialisasi peraturan tentang Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Mobilisasi peralatan dan material Disimpulkan tidak - -
material kendaraan bermotor untuk Kimia udara dapat meningkatkan kadar debu ( menjadi DPH
mengurangi polusi udara. PM10) dan kadar NOx serta CO dari
Pembuatan pagar pembatas lalu lintas kendaraan, Kendaraan
proyek dengan lingkungan yang digunakan dalam kegiatan ini
ataupun papan pemberitahuan adalah truk dengan kapasitas 6 ton
adanya kegiatan sebanyak 5 truk
Pembersihan dan penyiraman
jalan didepan proyek dengan
menggunakan truk tangki air
(water truck). Frekuensi
penyiraman tergantung dari
keadaan cuaca dan musim, bila
dalam keadaan kering,
frekuensi penyiraman akan
BAB I - 36
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
semakin tinggi.
Penggunaan sarana K-3
berupa masker bagi karyawan
khususnya yang terkena
dampak langsung seperti
operator dan supir atau
mewajibkan semua truk
menggunakan AC, truk yang
AC-nya tidak berfungsi tidak
akan dioperasikan.
Pengaturan arus keluar masuk
kendaraan proyek oleh petugas
proyek.
Pengaturan/penjadwalan
transportasi yaitu pengaturan
antrian atau bergantian dalam
pengiriman peralatan ke tapak
proyek.
Pengurangan kecepatan
kendaraan.
Perawatan secara periodik
terhadap alat-alat kerja yang
digunakan dalam kegiatan
mobiliasai peralatan dan
material agar dapat
mengurangi konsentrasi debu
dan gas yang diakibatkan pada
saat beroperasinya alat
tersebut.
Mempertahankan dan bahkan
meningkatkan keberadaan
vegetasi di sepanjang jalan
angkut peralatan, terutama
yang berkanopi lebar, agar
vegetasi tersebut dapat
berfungsi sebagai penyerap
dan filter debu.
Mengembangkan dan
memelihara sistem manajemen
terhadap kesehatan,
keselamatan, lingkungan (K-3)
BAB I - 37
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
dan masyarakat secara
konsisten dengan standar yang
diakui secara internasional
sehingga memungkinkan untuk
mengidentifikasi, menilai, dan
mengelola resiko terhadap
karyawan dan masyarakat
sekitar.
BAB I - 38
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Selain itu, rencana pengelolaan
lingkungan hidup yang
dilakukan adalah untuk
meminimalisasi konsentrasi
kebisingan agar tidak melebihi
baku tingkat kebisingan
sebagaimana yang ditetapkan
dalam lampiran Keputusan
Menteri Negara Lingkungan
Hidup Nomor
48/MENLH/11/1996 tentang
Baku Tingkat Kebisingan dan
Keputusan Menteri Tenaga
Kerja No. Kep‐51/Men/1999
tentang Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika di Tempat Kerja.
Mengembangkan dan
memelihara sistem manajemen
terhadap kesehatan,
keselamatan, lingkungan (K-3)
dan masyarakat secara
konsisten dengan standar yang
diakui secara internasional
sehingga memungkinkan untuk
mengidentifikasi, menilai, dan
mengelola resiko terhadap
karyawan dan masyarakat
sekitar
perawatan dan pemeliharaan Komponen Sosial, Persepsi Kepadatan kegiatan mobilisasi , dan Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
kendaraan bermotor untuk Ekonomi dan Masyarakat akses jalan kemungkinan besar dampak penting sosial di Kelurahan satu kali
mengurangi emisi buang dan Budaya Keresahan akan menimbulkan perubahan hipotetik karena kajian Langkai, selama kegiatan
kebisingan serta jadwal Masyarakat persepsi di masyarakat sehingga mobilisasi akan Kecamatan mobilisasi
pengaturan mobilisasi perlu dilakukan pengelolaan agar dilakukan Pahandut, Kota peralatan dan
tidak terjadi penolakan Palangka Raya material
terhadap kegiatan Provinsi Kal-Teng
- Gangguan lalu lintas Kepadatan lalu lintas dan Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
akses jalan kemungkinan besar dampak penting sosial di Kelurahan satu kali
akan menimbulkan perubahan hipotetik karena kajian Langkai, selama kegiatan
persepsi di masyarakat sehingga lalu lintas akan dilakukan Kecamatan mobilisasi
perlu dilakukan pengelolaan Pahandut peralatan
BAB I - 39
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
- Komponen Gangguan Adanya perubahan kesehatan Disimpulkan Termasuk batas Tiga bulan selama
Kesehatan kesehatan masyarakat karena adanya kegiatan tidak menjadi dampak sosial di Kelurahan proses mobilisasi
Masyarakat masyarakat mobilisasi alat melakukan penting hipotetik Langkai, material
pemadatan, namun perubahan ini karena tidak Kecamatan
tidak signifikan menjadi negatif, berpengaruh besar Pahandut, Kota
karena proses pemadatan tidak akan perubahan Palangka Raya
berlangsung lama kesehatan masyarakat Provinsi
Kalimantan
Tengah
- Komponen Timbulnya Adanya potensi untuk terjadinya Disimpulkan tidak Termasuk batas Tiga bulan selama
Kesehatan penurunan Insiden Kecelakaan kerja pada saat menjadi DPH namun sosial di Kelurahan proses mobilisasi
Masyarakat keselamatan dan melakukan aktivitas di area proyek perlu dilakukan Langkai, peralatan dan
peningkatan selama proses mobilisasi peralatan pengelolaan seperti Kecamatan material
kecelakaan kerja dan materal aplikasi dan Pahandut, Kota
sosialisasi K3 dan Palangka Raya
perlunya koordinasi Provinsi
dengan pihak dinas Kalimantan
kesehatan. Tengah
4 Pembersihan dan pemadatan - Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Pembersihan dan pemadatan Disimpulkan tidak - -
lahan Kimia udara menimbulkan debu namun menjadi DPH namun
diminimalkan dengan adanya tetap dikelola
pemagaran.
Komponen Geofisik- Peningkatan Pembersihan dan pemadatan Disimpulkan tidak - -
Kimia kebisingan menimbulkan kebisingan dari menjadi DPH namun
penggunaan alat berat antara lan : tetap dikelola
bulldozer 2 bh ,eskavator 1 bh,
backhoe 2 bh, loader 1 bh, tandem
roller 1 bh truk 3 bh Kebisingan bisa
diminimalkan dengan adanya
pemagaran.
Penurunan kualitas Kegiatan pembersihan dan Disimpulkan menjadi Sungai Kahayan Satu kali dalam
air permukaan pemadatan lahan akan menimbulkan DPH enam bulan selama
dampak pencemaran terhadap air kegiatan konstruksi
sungai berupa masuknya sampah
ranting/kayu kecil dan dedaunan
serta lapisan tanah yang terbawa
aliran permukaan. Air yang tercemar
BAB I - 40
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
oleh sampah yang kaya akan bahan
organik dapat mejadi habitat bagi
bakteri pembawa penyakit seperti
diare, kolera dan penyakit kulit.
Dengan demikian air menjadi tidak
sehat untuk digunakan keperluan
sehari-hari. Akibatnya akan
mempengaruhi jenis biota perairan
yang ada disekitar lokasi tersebut
dan dampak lebih lanjut adalah
adanya gangguan kesehatan
masyarakat sekitar yang
mengkonsumsi air tersebut.
Komponen Biologi Perubahan jenis Pembersihan dan pemadatan lahan Tidak menjadi DPH - -
flora akan mengurangi jumlah jenis dan
individu flora darat karena gangguan
fisik, namun adanya tanaman
pelindung yang sudah ditanam dan
pembersihan dan pemadatan lahan
hanya dilakukan pada lokasi
kegiatan yang akan dibangun saja,
sehingga flora yang ada tetap
terjaga
Perubahan jenis Pembersihan dan pemadatan lahan Tidak menjadi DPH - -
fauna darat akan mengurangi jumlah jenis dan
individu fauna darat , namun adanya
masih tanaman penlindung yang
ada disekitar lokasi kegiatan, maka
aktivitas fauna yang ada disekitar
lokasi kegiatan tidak mengalami
perubahan
Penurunan Biota Merupakan dampak lanjutan dari Disimpulkan menjadi Lokasi Kajian Satu kali dalam
Perairan penurunan kualitas air DPH Kahayan enam bulan selama
kegiatan konstruksi
- Komponen Sosial, Persepsi Timbulnya suara mobilisasi alat Disimpulkan menjadi Termasuk batas satu bulan selama
Ekonomi dan masyarakat pada saat melakukan kegiatan DPH karena dampak sosial di Kelurahan proses pemadatan
Budaya Keresahan pemadatan adanya penurunan Langkai,
masyarakat kualitas air akan memicu Kecamatan
persepsi negatif Pahandut, Kota
kegiatan tersebut Palangka Raya
BAB I - 41
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
- Komponen Gangguan Adanya perubahan kesehatan Disimpulkan menjadi Termasuk batas satu bulan selama
Kesehatan kesehatan masyarakat karena adanya kegiatan dampak penting sosial di Kelurahan proses pemadatan
Masyarakat masyarakat mobilisasi alat melakukan hipotetik karena tidak Langkai,
pemadatan merupakan dampak berpengaruh besar Kecamatan
lanjutan dari penurunan kualitas air akan perubahan Pahandut, Kota
kesehatan masyarakat Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
5 Pembangunan konstruksi Penanaman tanaman pelindung Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Pembangunan Kontruksi Fisik dapat Disimpulkan tidak
fisik Kimia udara meningkatkan kadar debu ( PM10) menjadi DPH namun
dan kadar NOx serta CO dari lalu tetap dikelola
lintas kendaraan, serta penggunaan
alat berat. Kendaraan yang
digunakan dalam kegiatan ini adalah
truk dengan kapasitas 6 ton
sebanyak 5 truk, adapun alat berat
yang digunakan adalah bulldozer 2
bh ,eskavator 1 bh, backhoe 2 bh,
loader 1 bh, tandem roller 1 bh truk 3
bh sehingga terjadi akumulasi CO
dan NOx, namun dengan adanya
kegiatan penanaman tanaman
pelindung dapat meminimalkan
dampak yang ditimbulkan terhadap
kegiatan pembangunan Kawasan
Wisata Flamboyan Bawah.
Kebisingan Peningkatan Kebisingan bisa diminimalkan Disimpulkan tidak
kebisingan dengan system kontruksi borpile dan menjadi DPH namun
pemagaran area kontruksi tetap dikelola
menggunakan material dengan
ketebalan yang disesuaikan
Kualitas air Penurunan kualitas Dihasilkan limbah cair yaitu limbah Disimpulkan menjadi Lokasi Kajian Satu kali dalam
air domestic dari hasil kegiatan MCK DPH Kahayan enam bulan selama
para pekerja. Total pekerja pada kegiatan konstruksi
tahap ini adalah sebanyak 100
orang sehingga menghasilkan
limbah cair sebanyak 2500 liter/hari
yang akan dibuang langsung ke
[Link] cair ini selanjutnya
dapat menurunkan kualitas air
BAB I - 42
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Limbah padat yang dihasilkan dar Komponen Gofisik- Peningkatan Limbah Peningkatan limbah padat pada Disimpulkan tidak - -
kegiatan ini akan dikumpulkan di Kimia Padat kegiatan ini telah dikelola menjadi DPH tetapi
Tempat Penampungan Sementara berdasarkan SOP akan dikelola
yang nantinya akan di kelola oleh
pihak Ketiga berdasarkan SOP
Biologi Perubahan jenis Kondisi pembangunan akan Disimpulkan tidak - -
flora darat menganggu keadaan flora karena menjadi DPH
adanya kehilangan luasan yg
menjadi bangunan tetapi juga
adanya penambahan flora untuk
kepentingan estetika
Biologi Perubahan jenis Kondisi pembangunan akan Disimpulkan tidak - -
fauna darat menganggu keadaan fauna karena menjadi DPH
adanya kehilangan luasan yg
menjadi bangunan tetapi juga
adanya penambahan fauna untuk
kepentingan estetika
Biota perairan Gangguan biota Kondisi pembangunan akan Disimpulkan menjadi Lokasi Kajian Satu kali dalam
perairan menganggu keadaan biota air DPH Sungai Kahayan enam bulan selama
karena banyaknya sumber air yang kegiatan konstruksi
masuk ke dalam sistem perairan
Komponen Sosial, Adanya kesempatan Adanya kesempatan kerja untuk Disimpulkan tidak - -
Ekonomi dan kerja kegiatan pembangunnan konstruksi menjadi DPH
Budaya fisik ini bersifat sementara.
Timbulnya Peluang Adanya kegiatan pembangunan Disimpulkan tidak - -
Usaha konstruksi fisik akan menjadi DPH
membukanpeluang berusaha
terutama membuka warung makan
atau minuman akan menambah
pendapatan masyarakat yang ada
disekitar
Peningkatan Dampak lanjutan adanya Disimpulkan tidak - -
Pendapatan kesempatan kerja dan peluang menjadi DPH
Masyarakat berusaha adalah peningkatan
pendapatan masyarakat
Persepsi Pembangunan konstruksi fisik akibat Disimpulkan Tidak, Termasuk batas Kajian dilakukan 3
masyarakat adanya kegiatan dapat menjadi dampak penting sosial di Kelurahan bulan i selama
Timbulnya mempengaruhi persepsi hipotetik, namum perlu Langkai, kegiatan ini
keresahan masyarakat. dikelola dan perlu Kecamatan berlangsung
masyarakat dilakukan Pahandut
BAB I - 43
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Gangguan lalu Kepadatan lalu lintas dan akses Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
lintas jalan kemungkinan besar akan DPH sosial di Kelurahan tiga bulan
menimbulkan perubahan persepsi Langkai, selama kegiatan
di masyarakat sehingga perlu Kecamatan Pembangunan
dilakukan pengelolaan agar tidak Pahandut, Kota konsruksi fisik
terjadi penolakan terhadap Palangka Raya
kegiatan Provinsi
Kalimantan
Tengah
Komponen Gangguan Adanya potensi timbulnya penyakit Disimpulkan tidak Termasuk batas Kajian dilakukan
Kesehatan Kesehatan akibat sanitasi yang buruk selama menjadi dampak sosial di Kelurahan tiga bulan
Masyarakat pembangunan penting hipotetik karena Langkai, selama kegiatan
sudah disediakan MCK Kecamatan Pembangunan
yan bersih di lokasi Pahandut, Kota konsruksi fisik
pembangunan Palangka Raya
konstruksi fisik Provinsi
Kalimantan
Tengah
Melaksanakan prosedur dan Kesehatan dan Adanya SOP yang dijalankan Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
penanggulangannya telah diatur Keselamatan Kerja dengan baik akan mengurangi DPH sosial di Kelurahan tiga bulan
dalam peraturan tentang tingkat kecelakaan, namun sering Langkai, selama kegiatan
keselamatan dan kesehatan kerja terjadinya kelalaian dan ketidak Kecamatan Pembangunan
(UU No. 1 Tahun 1970, Peraturan patuhan para pekerja akan Pahandut, Kota konsruksi fisik
Menteri Tenaga Kerja dan meningkatkan potensi kecelakaan Palangka Raya
Transmigrasi RI No. kerja Provinsi
[Link]/1978, Peraturan Kalimantan
Menteri Tenaga Kerja RI No. Per Tengah
05/MEN/1996, tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja), Peraturan
Pemerintah No. 13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan, OHSAS
18001:2009 : OHS Management
system (memuat spesifikasi
Sistem Manajemen K3) dengan
demikian hal ini merupakan upaya
mitigasi terhadap dampak
kegiatan terhadap Keselamatan
dan Kesehatan Kerja.
BAB I - 44
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
6 Demobilisasi alat Sosialisasi peraturan tentang Kualitas udara Penurunan kualitas Demobilisasi peralatan dan material Disimpulkan tidak Termasuk batas Kajian dilakukan
kendaraan bermotor untuk udara dapat meningkatkan kadar debu ( menjadi DPH namun sosial di Kelurahan tiga bulan
mengurangi polusi udara. PM10) dan kadar NOx serta CO dari tetap dikelola Langkai, selama kegiatan
Pembersihan dan penyiraman lalu lintas kendaraan, Kendaraan Kecamatan Pembangunan
jalan didepan proyek dengan yang digunakan dalam kegiatan ini Pahandut, Kota konsruksi fisik
menggunakan truk tangki air adalah truk dengan kapasitas 6 ton Palangka Raya
(water truck). Frekuensi sebanyak 5 truk Namun kegiatan ini Provinsi
penyiraman tergantung dari tidak berlangsung lama Kalimantan
keadaan cuaca dan musim, bila Tengah
dalam keadaan kering,
frekuensi penyiraman akan
semakin tinggi.
Penggunaan sarana K-3
berupa masker bagi karyawan
khususnya yang terkena
dampak langsung seperti
operator dan supir atau
mewajibkan semua truk
menggunakan AC, truk yang
AC-nya tidak berfungsi tidak
akan dioperasikan.
Pengaturan arus keluar masuk
kendaraan proyek oleh petugas
proyek.
Pengaturan/penjadwalan
transportasi yaitu pengaturan
antrian atau bergantian dalam
demobilisasi peralatan.
Pengurangan kecepatan
kendaraan.
Perawatan secara periodik
terhadap alat-alat kerja yang
digunakan dalam kegiatan
mobiliasai peralatan dan
material agar dapat
mengurangi konsentrasi debu
dan gas yang diakibatkan pada
saat beroperasinya alat
tersebut.
Mempertahankan dan bahkan
meningkatkan keberadaan
BAB I - 45
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
vegetasi di sepanjang jalan
angkut peralatan, terutama
yang berkanopi lebar, agar
vegetasi tersebut dapat
berfungsi sebagai penyerap
dan filter debu.
Mengembangkan dan
memelihara sistem manajemen
terhadap kesehatan,
keselamatan, lingkungan (K-3)
dan masyarakat secara
konsisten dengan standar yang
diakui secara internasional
sehingga memungkinkan untuk
mengidentifikasi, menilai, dan
mengelola resiko terhadap
karyawan dan masyarakat
sekitar.
Pengurangan kecepatan Kebisingan Peningkatan Kebisingan bisa diminimalkan Disimpulkan tidak - -
kendaraan. kebisingan dengan perawatan dan menjadi DPH namun
Pengaturan arus keluar masuk pemeliharaan kendaraan bermotor tetap dikelola
kendaraan proyek oleh petugas untuk mengurangi emisi buang dan
proyek. kebisingan
Pengaturan jadwal jam kerja
proyek.
Perawatan secara periodik
terhadap alat-alat kerja yang
digunakan dalam
pembangunan Kawasan Wisata
Flamboyan Bawah. agar dapat
mengurangi kebisingan yang
diakibatkan pada saat
beroperasinya alat tersebut.
Untuk menghindari kebisingan
pada saat kegiatan
pengoperasian genset, telah
ditetapkan peraturan jarak
aman, untuk unit adalah 300 m
dari lokasi genset dan untuk
manusia berada pada jarak 500
m.
BAB I - 46
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Menggunakan alat proteksi
seperti earplug (tutup telinga)
untuk para pekerja.
Perawatan dan pemeliharaan
kendaraan bermotor untuk
mengurangi emisi buang dan
kebisingan .
Pembuatan landscape
disekeliling tapak proyek.
Selain itu, rencana pengelolaan
lingkungan hidup yang
dilakukan adalah untuk
meminimalisasi konsentrasi
kebisingan agar tidak melebihi
baku tingkat kebisingan.
Mengembangkan dan
memelihara sistem manajemen
terhadap kesehatan,
keselamatan, lingkungan (K-3)
dan masyarakat secara
konsisten dengan standar yang
diakui secara internasional
sehingga memungkinkan untuk
mengidentifikasi, menilai, dan
mengelola resiko terhadap
karyawan dan masyarakat
sekitar
Komponen Sosial, Persepsi Kepadatan kegiatan demobilisasi , Disimpulkan tidak - -
Ekonomi dan Masyarakat dan akses jalan kemungkinan menjadi dampak
Budaya Timbulnya besar akan menimbulkan penting hipotetik
keresahan perubahan persepsi di masyarakat
masyarakat sehingga perlu dilakukan
pengelolaan agar tidak terjadi
penolakan terhadap kegiatan
Gangguan lalu lintas Kepadatan lalu lintas dan akses Disimpulkan tidak - -
jalan kemungkinan besar akan menjadi dampak
menimbulkan perubahan persepsi penting hipotetik
di masyarakat sehingga perlu karena kajian lalu lintas
dilakukan pengelolaan agar akan dilakukan
tidak terjadi penolakan terhadap
kegiatan
BAB I - 47
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Komponen Keselamatan dan Adanya SOP yang dijalankan Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
Kesehatan peningkatan dengan baik akan mengurangi DPH sosial di Kelurahan tiga bulan
Masyarakat kesehatan kerja tingkat kecelakaan, namun sering Langkai, selama kegiatan
terjadinya kelalaian dan ketidak Kecamatan demobilisasi
patuhan para pekerja akan Pahandut, Kota peralatan
meningkatkan potensi kecelakaan Palangka Raya konstruksi
kerja Provinsi
Kalimantan
Tengah
C. Operasi
1 Aktivitas pariwisata Penanaman pohon pelindung Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Aktivitas pariwisata dapat Disimpulkan tidak - -
serta tanaman-tanaman di area Kimia udara meningkatkan kadar NOx serta CO menjadi DPH namun
masuk kawasan, selain itu dengan dari lalu lintas kendaraan tetap dikelola
pengaturan layout lokasi daerah pengunjung
konservasi dekat dengan pintu
masuk sedangkan area bermain
berada di tengah kawasan
konservasi akan mengurangi
dampak penurunan kualitas udara
dengan adanya aktivitas
pariwisata
Pengaturan tinggi rendah Komponen Geofisik- Peningkatan Kebisingan bisa diminimalkan Disimpulkan tidak - -
bangunan dan penanaman pohon Kimia kebisingan dengan pengaturan tinggi rendah menjadi DPH namun
pelindung serta tanaman-tanaman bangunan dan penanaman pohon di tetap dikelola
di area masuk kawasan, selain itu pintu masuk serta jalan ke kawasan,
dengan pengaturan layout lokasi selain itu pengaturan layout
daerah konservasi dekat dengan konservasi dan penempatan arena
pintu masuk sedangkan area bermain
bermain berada di tengah
kawasan konservasi
Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Aktivitas pariwisata menghasilkan Disimpulkan menjadi Sungai Kahayan 2 tahun
Kimia air limbah cair yaitu limbah domestic DPH
dari hasil kegiatan MCK para pekerja
dan pengunjung diprkirakan
sebanyak 10.000 orang sehingga
menghasilkan limbah cair sebanyak
50.000 liter/hari yang akan masuk ke
[Link] itu dari kegiatan
foodcourt juga Limbah cair ini
selanjutnya dapat menurunkan
kualitas air
BAB I - 48
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Limbah padat yang dihasilkan dar Komponen Geofisik- Peningkatan Limbah Peningkatan limbah padat pada Disimpulkan tidak - -
kegiatan ini akan dikumpulkan di Kimia Padat kegiatan ini telah dikelola menjadi DPH tetapi
Tempat Penampungan Sementara berdasarkan SOP akan dikelola
yang nantinya akan di kelola oleh
pihak Ketiga berdasarkan SOP
Komponen Biologi Perubahan jenis Tingkat kunjungan wisata dapat Disimpulkan tidak - -
flora darat menyebabkan kehilangan flora menjadi DPH tetapi
karena aktifitas wisatawan, namun akan dikelola
dengan adanya peraturan dan
pengawasan yang dilakukan secara
ketat akan mengurangi gangguan
terhadap flora
Komponen Biologi Perubahan jenis Tingkat kunjungan wisata dapat Disimpulkan tidak - -
fauna darat menyebabkan kehilangan fauna menjadi DPH tetapi
karena aktifitas wisatawan, namun akan dikelola
adanya penjagaan dan pengawasan
yang ketat dapat mengurangi
pengrusakan terhadap flora yang
merupakan habitat fauna
Gangguan biota Tingkat aktiftas operasional park Disimpulkan menjadi Lokasi kajian Enam bulan
perairan akan menghasilkan limbah cair yang DPH Sungai Kahayan selama kegiatan
menganggu komunitas biota air saat operasional
dibuang ke sistim perairan
Komponen Sosial, Terbukanya Masyarakat Menyambut baik Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
Ekonomi dan Kesempatan kerja dengan dimulainya operasional ini, DPH yang perlu sosial di Kelurahan selama kegiatan
Budaya dimana meraka dapat membuka dikelola karena Langkai, operasional
lapangan kerja baru dalam ikut masyarakat Kecamatan
serta berpartisipasi dalam kegiatan mendapatkan manfaat Pahandut, Kota
wisata lapangan kerja baru Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
Komponen Sosial, Terbukanya peluang Masyarakat Menyambut baik Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
Ekonomi dan usaha dengan dimulainya operasional ini, DPH yang perlu sosial di Kelurahan selama kegiatan
Budaya dimana meraka dapat membuka dikelola karena Langkai, operasional
peluang usaha baru untuk melayani masyarakat Kecamatan
para pengunjung mendapatkan manfaat Pahandut, Kota
peluang usaha baru Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
BAB I - 49
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Peningkatan Masyarakat Menyambut baik Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
pendapatan dengan dimulainya operasional ini, DPH yang perlu sosial di Kelurahan satu bulan
masyarakat dimana meraka dapat membuka dikelola karena Langkai, selama kegiatan
peluang usaha baru sehingga akan masyarakat Kecamatan operasional
meningkatkan pendapatan mendapatkan manfaat Pahandut, Kota
masyarakat pendapatan Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
Persepsi Kemungkinan terjadi Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
masyarakat Akumulasi keresahan yang bias dampak penting sosial di Kelurahan satu bulan
Timbulnya menimbulkan yang bias menimbulkan hipotetik karena Langkai, selama kegiatan
keresahan ketidak nyamanan pada masyarakat masyarakat dapat Kecamatan operasional
masyarakat lokal menerima dengan baik Pahandut, Kota
adanya pengunjung ke Palangka Raya
Kawasan Wisata Provinsi
Flamboyan [Link] Kalimantan
Tengah
Komponen Sosial, Gangguan lalu lintas Kemacetan lalu Disimpulkan Termasuk batas Kajian dilakukan
Ekonomi dan lintas di lokasi kegiatan diakibatkan menjadi dampak sosial di Kelurahan satu tahun selama
Budaya oleh mobilisasi pengunjung menuju penting hipotetik, Langkai, kegiatan
lokasi dapat menyebabkan namun perlu dikelola Kecamatan operasional
kemacetan lalulintas terutama pada dengan pemasangan Pahandut, Kota
saat jam berangkat dan pulang Rambu-rambu lalu lintas Palangka Raya
kantor Provinsi
Kalimantan
Tengah
Komponen Gangguan Merupakan dampak lanjutan dari Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
Kesehatan kesehatan penurunan kualitas air dan gangguan DPH sosial di Kelurahan satu tahun selama
masyarakat masyarakat terhadap biota perairan Langkai, kegiatan
Kecamatan operasional
Pahandut, Kota
Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
BAB I - 50
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Keselamatan dan Kegiatan aktivitas pariwisata sangat Disimpulkan menjadi Termasuk batas Kajian dilakukan
Kesehatan Kerja beresiko terjadinya peningkatan DPH sosial di Kelurahan satu tahun selama
kecelakaan kerja apabila tidak Langkai, kegiatan
dilakukan dengan prosedur kerja Kecamatan operasional
yang benar akan mengurangi Pahandut, Kota
angkat kecelakaan. Namun Palangka Raya
demikian dalam pelaksanaan Provinsi
kegiatan ini prosedur dan Kalimantan
penanggulangannya telah diatur Tengah
dalam peraturan tentang
keselamatan dan kesehatan kerja
(UU No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja, Peraturan
Menteri Tenaga Kerja RI No. Per
05/MEN/1996, tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja), Peraturan
Pemerintah No. 13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan, OHSAS
18001:2009 : OHS Management
system (memuat spesifikasi Sistem
Manajemen K3) dengan demikian
hal ini merupakan upaya mitigasi
terhadap dampak kegiatan terhadap
keselamatan dan kesehatan kerja.
Walaupun demikian sebagian
masyarakat maupun para pekerja
yang bermukim di sekitar lokasi
kegiatan pembangunan Kawasan
Wisata Flamboyan Bawah. masih
belum semua mematuhi peraturan
yang ada, sehingga perlu dikaji
lebih lanjut dalam ANDAL
3 Mobilisasi pengunjung Penanaman pohon pelindung Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Aktivitas pariwisata dapat Disimpulkan tidak - -
serta tanaman-tanaman di area Kimia udara meningkatkan kadar NOx serta CO menjadi DPH namun
masuk kawasan, selain itu dengan dari lalu lintas kendaraan tetap dikelola
pengaturan layout lokasi daerah pengunjung
konservasi dekat dengan pintu
masuk sedangkan area bermain
berada di tengah kawasan
konservasi mengurangi dampak
BAB I - 51
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
Pengaturan tinggi rendah Peningkatan Kebisingan bisa diminimalkan Disimpulkan tidak - -
bangunan dan penanaman pohon kebisingan dengan pengaturan tinggi rendah menjadi DPH namun
pelindung serta tanaman2 di area bangunan dan penanaman pohon di tetap dikelola
masuk kawasan, selain itu dengan pintu masuk serta jalan ke kawasan,
pengaturan layout lokasi daerah selain itu pengaturan layout
konservasi dekat dengan pintu konservasi dan penempatan arena
masuk sedangkan area bermain bermain
berada di tengah kawasan
konservasi
Komponen Sosial, Gangguan lalu lintas Mobilisasi pengunjung yang keluar Disimpulkan menjadi Termasuk batas Enam bulan
Ekonomi dan masuk areal Kawasan Wisata DPH sosial di Kelurahan selama kegiatan
Budaya Flamboyan [Link] pada Langkai, operasional
kemacetan arus lalu lintas di jalan Kecamatan
sekitarnya. Pahandut, Kota
Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
Komponen Gangguan Mobilisasi pengunjung yang keluar Disimpulkan menjadi Termasuk batas Enam bulan
Kesehatan kesehatan masuk areal Kawasan Wisata DPH sosial di Kelurahan selama kegiatan
masyarakat masyarakat Flamboyan Bawah. berdampak pada Langkai, operasional
gangguan kesehatan Kecamatan
Pahandut, Kota
Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
Keselamatan dan Mobilisasi pengunjung yang keluar Disimpulkan menjadi Termasuk batas Enam bulan
kesehatan kerja masuk areal Kawasan Wisata DPH sosial di Kelurahan selama kegiatan
Flamboyan [Link] Langkai, operasional
peningkatan kecelakaan kerja Kecamatan
Pahandut, Kota
Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
4 Utilitas Penanaman pohon pelindung Komponen Geofisik- Penurunan kualitas Aktivitas pariwisata dapat Disimpulkan tidak - -
serta tanaman-tanaman di area Kimia udara meningkatkan kadar NOx serta CO menjadi DPH namun
masuk kawasan, selain itu dengan dari lalu lintas kendaraan tetap dikelola
pengaturan layout lokasi daerah pengunjung
BAB I - 52
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
konservasi dekat dengan pintu
masuk sedangkan area bermain
berada di tengah kawasan
konservasi akan mengurangi
dampak penurunan kualitas udara
dengan adanya aktivitas
pariwisata
Penurunan kualitas Kegiatan Utilitas menghasilkan Disimpulkan menjadi Lokasi kajian 2 tahun
air limbah cair yaitu limbah domestic DPH Kahayan
dari hasil kegiatan MCK para pekerja
Total pekerja pada tahap ini adalah
sebanyak 250 orang sehingga
menghasilkan limbah cair sebanyak
700 liter/hari yang akan masuk ke
[Link] itu dari kegiatan
pengurasan kolam renang
jugamenghasilkan Limbah cair.
selanjutnya dapat menurunkan
kualitas air terutama parameter
BOD, COD, TSS, dan Deterjen
Limbah padat yang dihasilkan dar Komponen Geofisik- Peningkatan Limbah Peningkatan limbah padat pada Disimpulkan tidak - -
kegiatan ini akan dikumpulkan di Kimia Padat kegiatan ini telah dikelola menjadi DPH tetapi
Tempat Penampungan Sementara berdasarkan SOP akan dikelola
yang nantinya akan di kelola oleh
pihak Ketiga berdasarkan SOP
Limbah B3 yang dihasilkan telah Timbulnya Limbah Limbah B3 dihasilkan dari Disimpulkan tidak - -
dikelola dengan menggunakan B3 pemeliharaan berupa oli bekas, menjadi DPH tetapi
SOP lampu, batu baterai, sudah dapat akan dikelola
dikelola menggunakan Peraturan
perundang-undangan
BAB I - 53
Deskripsi Rencana Pengelolaan Lingkungan yang Pelingkupan
Komponen
Kegiatan yang Berpotensi Sudah Direncanakan Sejak Awal Batas Waktu
No Lingkungan Dampak Penting Wilayah Studi
Menimbulkan Dampak Sebagai Bagian dari Rencana Dampak Potensial Evaluasi Dampak Potensial Kajian
Terkena Dampak Hipotetik
Lingkungan Kegiatan
- Komponen Biologi Gangguan biota Tingginya akitifitas utilitas disekitar Disimpulkan menjadi Lokasi kajian Tiga bulan selama
perairan wilayah Kawasan Wisata Flamboyan DPH Sungai Kahayan kegiatan
[Link] menghasilkan limbah operasional
cair dan padat yang masuk ke sistim
perairan sehingga menganggu biota
perairan
- Komponen Sosial, Persepsi Adanya potensi air sisa Disimpulkan tidak Termasuk batas Selama proses
Eknomi dan Budaya masyarakat buangan/limbah selama utilitas menjadi DPH dilakukan sosial di Kelurahan utilitas berlangsung
Timbulnya pengelolaan dengan Langkai,
Keresahan pembuatan septitank, Kecamatan
masyarakat resapan air limbah dan Pahandut, Kota
saluran Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
- Kesehatan Gangguan Adanya potensi air sisa Disimpulkan tidak Termasuk batas Selama proses
masyarakat kesehatan buangan/limbah selama utilitas menjadi DPH dilakukan sosial di Kelurahan utilitas berlangsung
masyarakat pengelolaan dengan Langkai,
pembuatan septitank, Kecamatan
resapan air limbah dan Pahandut, Kota
saluran Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
- Keselamatan dan Adanya potensi untuk terjadinya Disimpulkan tidak Termasuk batas Selama proses
kesehatan kerja Insiden Kecelakaan kerja pada saat menjadi DPH perlu di sosial di Kelurahan utilitas berlangsung
melakukan utilitas kelola karena telah Langkai,
menggunakan APD, Kecamatan
rambu-rambu dan K3 Pahandut, Kota
Palangka Raya
Provinsi
Kalimantan
Tengah
BAB I - 54