Pengaruh PJBL Terhadap Hasil Belajar Siswa
Pengaruh PJBL Terhadap Hasil Belajar Siswa
OLEH
Bapa, Mama, Kakak Lulu, Adik Gilbert, Kakak Bersa, Suami Victor, Anak
Patrick, semua keluarga besar, teman-teman terbaik PTE angkatan 2016,
serta berbagai pihak yang telah memberikan doa dan motivasinya
iv
ABSTRAK
Nadine J. D. Riwu Kaho* Dr. Yetursance Y. Manafe, M.T** Frans F. G. Ray, [Link], [Link]***
v
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN INSTALASI PENERANGAN
LISTRIK KELAS XI TITL SMK NEGERI 2 KUPANG
Nadine J. D. Riwu Kaho* Dr. Yetursance Y. Manafe, M.T** Frans F. G. Ray, [Link], [Link]***
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
hanya oleh berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelasaikan Skripsi
yang berjudul “Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) terhadap
Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Kelas
XI TITL SMK Negeri 2 Kupang” dengan baik. Penulisan skripsi ini disusun
sebagai salah satu syarat untuk menulis skripsi (S1) di Program Studi Pendidikan
Teknik Elektro Jurusan Universitas Nusa Cendana Kupang. Berkat bantuan dan
motivasi dari berbagai pihak sehingga proposal ini dapat diselesaikan, oleh karena
itu pada kesempatan ini dengan rendah hati penulis ingin mengucapkan terima
kasih kepada:
1. Ibu Dr. Yetursance Manafe S.T, M.T selaku ketua Program Studi Pendidikan
Teknik Elektro dan Pembimbing 1 yang senantiasa memberikan bimbingan
serta membekali penulis dengan berbagai ilmu dan motivasi untuk
menyelesaikan skripsi ini.
2. Bapak Frans F. G. Ray, [Link], [Link] selaku Pembimbing II yang senantiasa
memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi
ini.
3. Bapak Crispinus P. Tamal, [Link], [Link] selaku penguji yang senantiasa
membantu dan mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Bapak Dr. I Made Parsa, [Link], [Link] selaku Pembimbing Akademik yang
selalu mendukung dan memberikan motivasi pada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
5. Para dosen Pendidikan Teknik Elektro UNDANA : Bapak Dr. Gunadi
Tjahjono, [Link], [Link]., Bapak Zet Y. Baitanu, S.T, M.T., Bapak Ichsan Fahmi,
S.T, M.T., Bapak Renold H. Modok, [Link], [Link]., Bapak Nixson J. Meok, S.T,
M.T., Bapak G. Erwin S. Mige, S.T, M.T., Bapak Louis Boesday, S.T, M.T.,
yang telah memberikan dan membagikan ilmu kepada penulis.
6. Bapak Dr. Malkisedek Taneo, [Link] selaku Dekan FKIP UNDANA yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
7. Prof. Ir. Fredrik Benu, [Link], Ph.D selaku Rektor UNDANA yang telah
menerima penulis dan mengikuti perkuliahan pada lembaga ini.
vii
8. Bapak Silas Kase, [Link], M.T selaku Kepala SMK Negeri 2 Kupang yang telah
mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian.
9. Drs. Sosiawan Hadarawi, [Link] selaku Kekomli Teknik Instalasi Tenaga Listrik
yang telah setia dan sabar membantu penulis dalam proses pengumpulan data.
10. Para guru Kompetensi dan Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK
Negeri 2 Kupang yang telah membantu penulis dalam proses pengumpulan
data.
11. Orang tua tercinta Bapak Ngahu Cornelis Luther Riwu Kaho, [Link] dan Ibu
Verderika, serta saudara/i terkasih kakak Lulu, adik Gilbert, suami Itho, Anak
Patrick, kakak Bersa, kakak Jordan yang telah memberikan kasih sayang,
mendoakan serta memberikan dukungan moril maupun material kepada
penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
12. Sahabat terkasih Elen, Lhya, Itha, Ochy, yang selalu mendoakan dan
mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
13. Teman-teman Listrik Tenaga Angkatan 2016, Indah, Ari, Anggi, Dona,
Efren, Hambur, Nitha, Jenet, Echy, Rita, Sherly, Rela, Lexy, Jarius, Sepus,
Rome, Darwin, Nuel, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
14. Semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun
tidak langsung yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Penulis
viii
DAFTAR ISI
ix
3.9 Uji Analisis Data ........................................................................................ 33
x
Daftar Tabel
Halaman
xi
Daftar Lampiran
Halaman
Silabus .................................................................................................................. 61
Tabel t .................................................................................................................123
xii
BAB I
PENDAHULUAN
sumber daya manusia. Pendidikan, dalam arti usaha sadar dan terencana
semua lapisan masyarakat, dan segala usia. Pesatnya pembangunan yang disertai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini perlu direspon
oleh kinerja dunia pendidikan yang profesional dan memiliki mutu tinggi. Dunia
muda penerus bangsa yang cerdas, terampil dan berwawasan luas sehingga
mampu bersaing di era global karena pada hakikatnya, fungsi pendidikan adalah
martabat manusia. Hal ini berarti proses pendidikan di sekolah bukanlah poses
yang dilaksanakan secara asal-asalan akan tetapi merupakan proses yang memiliki
tetapi juga mengenai proses belajar siswa dalam memperoleh hasil belajar.
1
2
guru. Hal ini memang wajar, sebab guru merupakan ujung tombak yang
berhubungan langsung dengan peserta didik sebagai subjek dan objek belajar
(Sanjaya, 2006:13). Guru adalah pihak yang bertugas membimbing siswa agar
menjadi sebuah tim yang solid, komunikatif, dan kondusif selama proses
belajar dan prestasi belajar siswa. Pembelajaran yang cenderung berpusat pada
guru akan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa dan ini merupakan
masalah yang sering terjadi pada pendidikan formal. Untuk itu guru perlu
kreativitas siswa agar dapat melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan
dapat tercapai.. Untuk itu model pembelajaran yang dipilih sebaiknya dapat
melibatkan siswa dalam pemecahan masalah serta memberi peluang bagi siswa
Yiwa, [Link] yang dilaksanakan tanggal 3 April 2020 ditemukan beberapa kendala
3
yaitu masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran
kreatifitas serta keterampilan siswa. Tidak hanya itu siswa juga kesulitan dalam
nilai yang didapatkan dari pemberian tugas Instalasi Penerangan Listrik sangatlah
rendah. Dari tugas yang telah diberikan kepada siswa baik itu teori maupun
dan Rumah Ibadah) sebanyak 39% atau sebanyak 14 siswa yang tuntas dan 61%
atau sebanyak 22 siswa yang belum tuntas, dari jumlah siswa seluruhnya yaitu 36
orang pada kelas XI TITL1. Sedangkan, untuk tugas praktek memilih komponen
instalasi didapatkan hasil sebanyak 28% atau sebanyak 10 siswa yang tuntas dan
72% atau sebanyak 26 siswa yang belum tuntas. Berdasarkan data observasi
tersebut dapat dilihat bahwa masih banyak siswa yang belum tuntas baik dalam
memahami teori maupun praktek. Jika dalam pembelajaran siswa masih kesulitan
untuk memahami teori yang di jelaskan maka secara otomatis dalam pelaksanaan
praktek siswa juga akan mengalami kesulitan. Untuk itu penulis ingin mencoba
model pembelajaran baru yang bisa lebih melibatkan siswa dalam proses
pembelajaran dengan demikian potensi yang ada dalam diri siswa pun bisa
kegiatan proyek. Proyek adalah tugas kompleks yang didasarkan pada tantangan
untuk bekerja pada waktu panjang yang telah ditentukan dan menghasilkan
aktif siswa dan peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa tidak secara pasif
hanya menyimak materi dari guru lalu menjawab soal-soal pertanyaan, tetapi juga
jawabannya. Kriteria PjBL menurut Tamim (2013) adalah proyek harus sesuai
dengan kurikulum, fokus pada masalah yang mengajak peserta didik untuk
memasang instalasi penerangan listrik dengan baik dan benar. Dalam mata
5
pada bangunan sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah). Materi
tersebut merupakan salah satu materi yang diajarkan pada peserta didik kelas XI
menentukan tata letak komponen yang baik. Peserta didik dapat diarahkan untuk
t ert arik untuk melakukan penelit ian dengan judul “Pengaruh Model
Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata
Kupang”
sebagai berikut:
2. Penelitian ini mengukur hasil belajar siswa yang dilihat dari ranah kognitif
dan psikomotor.
Ibadah.
sebagai berikut:
1. Bagi Guru
2. Bagi peneliti
IPL dan sebagai bahan informasi bagi peneliti selanjutnya yang akan
3. Bagi sekolah
KAJIAN PUSTAKA
untuk mencapai tujuan belajar dan berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam
pembelajaran.
8
9
sebagai berikut: 1) Model ini dirancang untuk melatih partisipasi dalam kelompok
adanya prinsip-prinsip reaksi; (3) sistem sosial; (4) sistem pendukung. Keempat
pembelajaran.
cocok agar dapat meningkatkan hasil pembelajaran yang diajarkan. Ada banyak
model pembelajaran yang berkembang saat ini yang dapat membantu guru dalam
(Cooperative Learning).
merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang
10
disajikan secara khas oleh guru meliputi pendekatan, strategi, metode, teknik dan
bahkan taktik pembelajaran yang sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang
utuh. Dalam dunia pendidikan ada berbagai macam model pembelajaran, salah
lain. Hal ini juga dikemukakan oleh Zainal, (2013:66) model pembelajaran project
based learning merupakan pemberian tugas kepada semua peserta didik untuk
pada peserta didik (student centered) dan menetapkan guru sebagai motivator dan
berfokus pada aktivitas peserta didik untuk dapat memahami suatu konsep dan
prinsip dengan melakukan penelitian yang mendalam tentang suatu masalah dan
mencari solusi yang relevan dan peserta didik belajar secara mandiri serta hasil
belajar, dalam hal ini tidak semua karakteristik dari model pembelajaran tersebut
cocok dengan karakteristik yang dimiliki peserta didik. Menurut Daryanto dan
6) Peserta didik secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan.
perubahan.
work cooperatively, and leading them to access the information on their own and
dalam mencapai proyek dan merasa bahwa belajar dalam proyek lebih
kompleks.
keterampilan komunikasi.
belajar.
keterampilan komunikasi.
a) Increased motivation,
d) Increased collaboration,
menghasilkan produk.
e) Tidak sesuai untuk peserta didik yang mudah menyerah dan tidak
yang dikembangkan oleh The George Lucas Educational Foundation terdiri dari:
14
Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan
pengetahuan, tanggapan, kritik dan ide peserta didik mengenai tema proyek yang
akan diangkat.
berbagai subjek mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses
dalam menyelesaikan proyek. Jadwal ini disusun untuk mengetahui berapa lama
memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta
refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudh dijalankan. Proses refleksi
dilakukan baik secara individu amupun kelompok. Pada tahap ini peserta didik
menyelesaikan proyek.
proyek peseta didik, penilaian hasil kerja peserta didik, evaluasi pengalaman
masalah yang harus direncanakan, dikelola dan diselesaikan pada batas waktu
yang telah ditentukan terlebih dahulu. Prosedur yang digunakan PjBL menurut
a) Prinsip Sentralisitis
didik mengalami dan belajar konsep-konsep inti suatu disiplin ilmu melalui
proyek.
b) Prinsip pendorong
mendorong peserta didik untuk berjuang memperoleh konsep atau prinsip utama
suatu bidang [Link] kerja proyek ini dapat sebagai ekternal motivation yang
d) Prinsip Otonomi
bekerja dengan minimal supervise dan bertanggung jawab. Oleh karena itu lembar
kerja peserta didik, petunjuk kerja pratikum dan sejenisnya bukan merupakan
aplikasi dari prinsip pembelajaran berbasis proyek. Dalam hal ini guru hanya
e) Prinsip realistis
berbasis proyek harus dapat memberikan perasaan realistis kepada peserta didik,
17
termasuk dalam memilih topik, tugas, peran konteks kerja, kolaborasi kerja,
1) Ranah Kognitif
Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berpikir, mulai
dari jenjang yang terendah sampai jenjang yang paling tinggi. Keenam
2) Pemahaman (Comprehension)
3) Penerapan (Applicatin)
4) Analisis (Analysis)
6) Peniaian (Evaluation).
baru.
b. Ranah Afektif
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai.
2) Responding (menanggapi)
sikap.
c. Ranah Psikomotor
dari suatu sistem pemrosesan masukan (inputs). Masukan dari sistem tersebut
belajar telah terjadi dan hasil belajar dapat dikelompokan ke dalam dua macam
yaitu:
1) Pengetahuan
2) Keterampilan
suatu bentuk formula B= f (P,E) yaitu hasil belajr (behavior) merupakan fungsi
dari masuka pribadi (personal inputs) dan kelompok masukan yang berasal dari
banyak jenisnya tapi secara umum digolongkan menjadi tiga macam yaitu faktor
digunakan).
Penelitian relevan yang pernah dilakukan oleh Rina Putri Utami, Riezky
Maya Probosari dan Umi Fatmawati tentang pengaruh model PjBL berbantu
perbedaan hasil setelah diberi perlakuan menggunakan model PjBL. Pada kelas
kontrol rata-rata nilai keterampilan berpikir kreatif siswa 77,12 lebih rendah
21
dengan rata-rata nilai keterampilan berpikir kreatif pada kelas eksperimen yaitu
82,72.
berupa kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi dan juga dapat meningkatkan
siswa menjadi mandiri dalam belajar, memotivasi dan melatih siswa untuk
bekerjasama dalam tim, serta memunculkan ide-ide kreatif, yang pada akhirnya
dari proyek ini siswa menghasilkan produk yang dapat menunjukkan pemikiran
Hasil Belajar
Kognitif Psikomotor
Ya
Kesimpulan
23
yang telah peneliti kemukan diatas, maka dapat disusun kerangka berpikir dalam
cukup hanya memperhatikan aspek proses atau materi yang dikuasai peserta didik,
akan lebih bermakna manakala pengetahuan dicari dan ditemukan sendiri oleh
peserta didik, sehingga belajar lebih dari sekedar proses menghafal dan memupuk
maka peserta didik akan memperoleh pengalaman fisik. Dengan demikian proses
pembelajaran akan berpusat pada aktivitas peserta didik. Salah satu cara untuk
serta kreativitas belajar peserta didik atau yang lebih banyak melibatkan aktivitas
peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang
dapat mengaktifkan peserta didik adalah model pembelajaran PjBL. Dalam model
belajar.
produk, belajar dari model yang sebenarnya, bisa merefleksikan apa yang
24
sekedar hasil menghafal materi belaka, tetapi lebih pada kegiatan nyata
(pemecahan kasus- kasus) yang dikerjakan peserta didik pada saat melakukan
proses pembelajaran.
Secara teknik hipotesis adalah pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan
diuji kebenerannya melalui data yang diperoleh dari sampel penelitian. Oleh
Project Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi
Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi
METODE PENELITIAN
1. Waktu Penelitian
2. Tempat Penelitian
sifat atau nilai dari orang, obyek, organisasi atau kegiatan yang mempunyai
26
27
variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
terikat. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Project
dipegaruhi data, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian
1. Metode Penelitian
Design dan jenis penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttes,
perlakuan dan posttest untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah diberi
Eksprimen O1 X O2
Keterangan:
O1 : Pretest
O2 : Posttest
keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik 1 SMK Negeri 2 Kupang. Jumlah subjek
a. Tahap persiapan
b. Tahap pelaksanaan
yang ada sampel. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar
TITL 1) dengan soal tes yang sama. Hal ini bertujuan untuk
mendapatkan perlakuan/treatment.
2) Pengumpulan Data
sudah diperoleh dari nilai tes sebelum dan sesudah penyampaian materi.
mengambil data. Penelitian ini menggunakan alat pengumpul data tes. Tes yang
diberikan adalah Pre-test dan Post-test digunakan untuk mengetahui hasil belajar
peserta didik ranah kognitif dan psikomotor. Soal-soal tes mengacu pada
30
taksonomi atau pengolahan enam ranah kognitif oleh Bloom, yaitu : C1:
Pre-test dan post-test yang digunakan mengacu pada ranah kognitif berupa
soal essay test dengan jumlah 5 soal, pre-test dan post-test yang digunakan
mengacu pada ranah psikmotor berupa unjuk kerja. Setiap soal essay yang mampu
dijawab dengan benar dan tepat mendapat skor 10, 15 dan 25 sesuai bobot soal
masing-masing dan jika tidak menjawab sama sekali skor 0. Untuk mendapatkan
skor akhir maka cara yang dilakukan yaitu soal yang mampu dijawab dengan
benar dijumlahkan kemudian dibagi dengan skor total dan dikali dengan 100.
Sehingga jika seluruh soal pre-test dan post-test mampu dijawab dengan benar,
Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil pre-test dan post test
peserta didik dikumpulkan dan dianalisis dengan analisis butir soal. Instrument
validitas (rxy), realibilitas (r11), taraf kesukaran (P) dan daya beda yang berupa soal
essay, kemudian untuk mengetahui itu semua digunakan anates 4.0. Analisis uji
instrument meliputi:
Tes dikatakan valid jika tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.
Pengukuran pada analisis butir soal yaitu dengan cara skor-skor yang ada
sebagai berikut:
𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌 )
𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 } − {𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 }
Nilai r Kategori
0,60-0,79 Tinggi
0,40-0,59 Sedang
0,20-0,39 Rendah
dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen
Suharsimi, 2013:223).
2𝑥𝑟11
22
𝑟11 =
(1 + 𝑟11 )
22
32
Keterangan :
Dengan harga r11 yang diperoleh dari rumusan diatas menunjukkan bahwa
instrumen akan reliabel jika r11˃ rtabel sehingga instrumen tersebut dapat
digunakan, sebaliknya apabila r11 ˂ rtabel maka instrumen tidak dapat digunakan
3) Taraf Kesukaran
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu
sukar. Taraf kesukaran tes adalah kemampuan tes tersebut dalam menjaring
banyaknya subjek peserta tes yang dapat mengerjakan dengan benar. Taraf
bilangan yang menyatakan sukar atau mudahnya suatu tes. Taraf kesukaran
B
P=
J
Keterangan :
Soal dengan P 0,00 sampai dengan 0,20 adalah soal sangat sukar
Soal dengan P 0,81 sampai dengan 1,00 adalah soal sangat mudah
(Arikunto,2013:226)
a. Uji Normalitas
keadaan normal atau tidak. Pengujian ini ditujukan untuk mengetahui apakah data
kriteria pengujian jika nilai signifikasnsi Asymp. Sig. (2-tailed) ˂0,05 maka Ha
b. Uji Homogenitas
mengetahui kesamaan varians dari data yang diperoleh. Melalui uji homogenitas
dapat diketahui apakah keduanya kelompok data mempunyai varians yang sama
atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka kelompok
𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟
𝐹=
𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙
Maka Kriteria pengujian, penelitian ini jika Fhitung < Ftabel maka H0 ditolak.
2) Uji Hipotesis
dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data
adalah suatu proses mengolah dan menginterpretasi data dengan tujuan untuk
makna dan arti yang jelas sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis data
mempunyai dua tujuan, yakni meringkas dan menggambarkan data dan membuat
(x) terhadap hasil belajar siswa (y) dapat di cari dengan rumus analisis
a. Regresi Sederhana
𝑌 = 𝑎 + 𝑏𝑥
Keterangan :
Y = Variabel Terikat
b = Koefisien Regresi
x = Variabel Bebas
Based Learning (x) terhadap hasil belajar siswa (y) dapat di cari dengan
√𝑛 − 2
𝑡=𝑟
√1 − 𝑟 2
35
Keterangan :
t = Nilai t hitung
n = jumlah responden
36
BAB IV
Kota Lama, Kota Kupang. SMK Negeri 2 Kupang merupakan salah satu SMK
Kayu, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Audio
Video, Teknik Permesinan, Teknik Multi Media, dan Teknik Pengelasan, Teknik
Energi Terbarukan, Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan, dan Teknik Bisnis
Sepeda Motor. SMK Negeri 2 Kupang mendapat sertifikasi ISO 9000: 2008 dari
pada tanggal 24 April 2010. SMK Negeri 2 Kupang menerima siswa yang telah
lulus seleksi masuk yaitu berdasarkan Nilai Ebtanas Murni (NEM), tes
komprehensif, dan tes minat bakat. Seleksi dilakukan oleh sebuah tim atau panitia
yang dibentuk dewan guru dan pegawai berdasarkan Surat Keputusan Kepala
Sekolah.
Instalasi Tenaga Listrik yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap
digunakan adalah kurikulum 2013 yang terdiri dari kelompok Normatif, Adaptif,
37
dan Dasar kejuruan dan kompetensi kejuruan. Keahlian Teknik Instalasi Tenaga
Listrik (TITL) mempunyai empat guru tetap, dua guru honor dengan memiliki
gelar pendidikan sarjana dan satu teknisi dengan pendidikan terakhir SMK.
Kupang dan mencatat nama siswa kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik
lnstrumen penilaian dan jobsheet praktek yang akan dipakai siswa dalam kegiatan
praktek.
kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik 1 guna melihat hasil beajar peserta didik
tes awal kepada peserta didik kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik 1 SMK
dengan memberikan soal posttest atau tes akhir. Jumlah item yang diujikan yaitu 5
butir pertanyaan berupa uraian. Untuk mengetahui hasil belajar yang diberikan
kepada peserta didik, maka penulis menganalisis dengan bantuan program SPSS
38
18,0. Penelitian ini mengumpulkan data melalui test awal, tes akhir dan tes uji
kinerja. Butir-butir pertanyaan dalam soal test yang telah dijawab oleh peserta
didik dan keterampilan peserta didik saat praktek dijadikan sebagai alat ukur
untuk menentukan pengaruh model pembelajaran PJBL (X) terhadap hasil belajar
siswa (Y).
dalam hal ini peserta didik kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2 Kupang memiliki hasil
cenderung hanya menggunakan model tertentu dan kurang tepat sehingga peserta
didik kurang aktif dan berakibat pada hasil belajarnya. Grafik pada tabel 4.1
diperoleh dari data hasil belajar instalasi penerangan listrik sebelum diberi
perlakuan model pembelajaran berbasis projek pada peserta didik kelas XI TITL 1
100
80
Nilai Peserta
60 Didik
40 Pengetahuan
Berdasarkan grafik pada tabel 4.1, terlihat bahwa hasil belajar peserta
didik sangat bervariasi, terdapat beberapa peserta didik yang memiliki nilai diatas
39
kriteria ketuntasan minimal namun ada beberapa peserta didik juga yang memiliki
nilai dibawah standar kriteria ketuntasan minimal. Keadaan seperti inilah yang
karena melihat pada hasil belajar peserta didik yang rendah sehingga akan dilihat
pengaruh hasil belajar peserta didik setelah diberikan model pembelajaran yang
Instrumen soal tes diujicobakan pada siswa diluar sampel yaitu kelas XI
TITL SMK Negeri 5 Kupang yang berjumlah 33 orang. Uji coba instrumen
tersebut. Instrumen dicobakan pada kelas lain yang bukan merupakan sampel
yang berbentuk soal uraian. Setelah test diujikan, skor yang diperoleh dianaliisis
untuk mengetahui validitas soal dan realibilitas butir soal dengan menggunakan
SPSS 18,0 serta tingkat kesukaran soal dengan menggunakan Ms. Excel 2010.
Pengujian instrumen ini yang akan dijadikan tes awal dan tes akhir siswa pada
kelas XI TITL I SMK Negeri 2 kupang. Hasil pengujiian tes uraian tersebut dapat
Tes dikatakan valid jika tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.
Perhitungan validitas soal bertujuan untuk menentukan valid tidaknya suatu soal
uji coba.
40
rtabel= 0,344 , setiap butir soal dikatakan valid apabila Rxyhitung > Rxytabel.
Berdasarkan hasil analisis setiap butir soal diperoleh rxyhitung > rtabel sehingga dapat
disimpulkan semua soal valid, karena nilai rhitung setiap soal yang diperoleh
lebih besar dari 0,60 maka setiap soal mempunyai tingkat kevalidan soal yang
kuat.
Hasil perhitungan validitas butir soal disajikan pada tabel 4.2 sebagai
berikut:
1 0.659** Valid
2 0.626** Valid
3 0.610** Valid
4 0.855** Valid
5 0.717** Valid
Berdasarkan tabel 4.2 butir soal uraian diketahui presentasi butir soal yang
valid adalah 100%. Dari presentase diatas maka soal yang valid berjumlah 5
nomor. Untuk butir soal yang valid akan dapat digunakan dalam pretest dan
posttest belajar siswa yang akan dilaksanakan pada kelas XI TITL 1 SMK Negeri
realibilitas soal uji coba. Butir soal yang baik tidak hanya valid tetapi juga harus
41
tersebut mempunyai nilai yang hampir sama. Reliabel juga berhubungan dengan
Rxy Product moment. Setelah melakukan uji validitas harga r11 yang diperoleh
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,721 5
Sumber :SPSS 18,0, 2020
reliabilitas butir soal diperoleh nilai N=33 siswa dan tabel r11= 0,721. Reliabilitas
butir soal juga dihitung melalui SPSS 16,0 mendapatkan hasil realibilitas tes
uraian rtabel= 0,344, karena r11 > rtabel (0,721>0,344), artinya koefisien reliabilitas
butir soal uji coba memiliki kriteria pengujian yang tinggi (reliabilitas).
Taraf kesukaran butir soal tahap ini yang telah diujicobakan akan
dilakukannya pengujian taraf kesukaran soal untuk tingkatan soal yang diberikan.
Soal dengan P 0,00 sampai dengan 0,20 adalah soal sangat sukar
Soal dengan P 0,81 sampai dengan 1,00 adalah soal sangat mudah
42
Taraf
Bentuk
Kesukaran Butir Kategori No. Soal Jumlah Presentase
soal
Soal (P)
Sangat
0 – 0,20
Sukar
sangat
0,81 - 1,00 -
mudah
Jumlah 5 100%
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa taraf kesukaran butir soal
uraian mempunyai nilai kesukaran soal dalam kategori sukar 5 butir soal (100%).
lebih lanjut. Pengujian persyaratan analisis yang dilakukan yaitu uji normalitas
dan uji homogenitas. Pengujian normalitas digunakan untuk menguji data dalam
bertujuan untuk mengetahui apakah kelas penelitian dari keadaan yang sepadaan.
Data yang digunakan adalah nilai hasil belajar siswa mata pelajaran Instalasi
Penerangan Listrik.
43
berdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini
signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data berdistribusi normal. Sebaliknya
jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Uji
Tabel 4.5 diatas membuktikan dengan nilai signifikan hasil uji kolmogrov
signifikansi (Sig) untuk data pretest pada uji Kolmogrov Smirnov sebesar 0,120≥
0,05, dan data hasil belajar siswa pada uji Kolmogrov Smirnov sebesar 0,864 ≥
0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ketiga kelompok data penelitian tersebut
berdistribusi normal.
44
Uji Homogenitas dengan uji F (Fisher) dapat dilakukan apabila data yang
akan diuji hanya 2 (dua) kelomok data/sampel. Uji F dilakukan dengan cara
membandingkan varian data terbesar dibagi varians data terkecil menurut Supardi
(2013:142). Penelitian ini digunakan taraf signifikan 5 % yang bererti jika Fhitung
<Ftabel pada taraf signifikan 5% maka kedua kelompok tidak memiliki varian yang
homogen. Sebaliknya jika Fhitung >Ftabel pada taraf signifikan 5% maka kedua
diketahui apakah kedua kelompok data mempunyai varians yang sama atau tidak.
Data yang dipakai dalam pengujian homogenitas yaitu nilai dari tes hasil belajar
dan nilai praktek siswa. Untuk lebih meyakinkan lagi bahwa data benar-benar
memiliki varian yang sama (homogen), dilakukan uji Fisher dengan bantuan
signifikansi (sig) sebesar 0,408 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua
varian tersebut adalah homogen. Mengacu pada teori dan hasil/ pengujian
kriterianya terpenuhi.
C. Pengujian Hipotesis
project based learning (X) terhadap hasil belajar (Y) digunakan analisis regresi
regresi dengan melihat nilai signifikansi (Sig.). Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih
kecil < dari probabilitas 0,005 mengandung arti bahwa ada pengaruh penggunaan
model project based learning terhadap kemampuan analisis, dan jika nilai
signifikansi (Sig.) lebih besar > dari probabilitas 0,005 mengandung arti bahwa
tidak ada pengaruh penggunaan model project based learning (X) terhadap hasil
belajar (Y). Tabel 4.7 dibawah ini merupakan hasil output SPSS 18,0. Hasil
output uji regresi pengaruh penggunaan model project based learning terhadap
Coefficientsa
Pretest Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 47,333 7,962 5,945 ,000
Pretest ,567 ,113 ,653 5,034 ,000
a. Dependent Variable: Hasil_Belajar
Sumber : hasil analiss dengan SPSS 16.0, Penulis 2020
46
Y = a + bX
Y = 47,333 + 0,567X
Konstanta sebesar 47,333, artinya jika model project based learning (X)
nilainya adalah 0, maka hasil belajar (Y) nilainya positif yaitu 47,333. Koefisien
regresi variabel model project based learning (X) sebesar 0,567, artinya jika
positif antara model project based learning dengan hasil belajar siswa, semakin
analsis.
signifikansnyai sebesar 0,000 < 0,05, Sig. sebesar 0,000, karena nilai 0,000 < 0,05,
based learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2
Kupang.
based learning (X) terhadap hasil belajar (Y) digunakan uji t korelasi. Adapun
yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam uji t korelasi dengan melihat
nilai thitung, jika nilai thitung lebih besar (>) dari ttabel atau nilai thitung lebih kecil (<)
dari -ttabel mengandung arti bahwa penggunaan model project based learning
47
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, dan jika nilai
thitung lebih besar (<) dari ttabel atau nilai thitung lebih kecil (>) dari -ttabel
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Untuk melihat
seberapa besar pengaruh maka dilihat dari besarnya nilai R Square (koefisien
determinasi) Tabel 4.8 dibawah ini merupakan hasil output SPSS 18,0.
Correlations
Pretest Hasil_Belajar
Pretest Pearson Correlation 1 ,653**
Sig. (2-tailed) ,000
N 36 36
**
Hasil_Belajar Pearson Correlation ,653 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 36 36
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber : hasil analiss dengan SPSS 18.0, 2020
Koefisien Determinasi
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = 𝑟 2
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = (0,653)2
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = 0,427
T Hitung
𝑛−2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑟√
1 − 𝑟2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5,034
Nilai korelasi antara variabel model project based learning terhadap hasil
belajar siswa sebesar 0,653. Nilai tersebut menunujukan bahwa model project
based learning dan hasil belajar mempunyai korelasi kuat dan arah hubungannya
adalah positif karena nilai korelasi (R) bernilai positf. Besarnya pengaruh variabel
48
model project based learning terhadap hasil belajar siswa didapat nilai koefisien
presentasi nilai antara model project based learning terhadap kemampuan analisis
siswa adalah 0,427 atau 42,7 % hasil belajar siswa kelas XI TITL 1 dipengaruhi
terhadap hasil belajar instalasi penerangan listrik 42,7% dan sisanya sebesar
57,3,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Selain model project based learning
terdapat faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran
korelasi maka diperoleh thitung = 5,034 dan didapatkan nilai ttabel = 2,032
(Lampiran 15) dengan df = 34, karena nilai thitung > ttabel (5,034>2,032), maka
pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI TITL 1 SMK
Negeri 2 Kupang.
artinya jika model pembelajaran berbasis projek (X) nilainya adalah 0, maka hasil
belajar (Y) nilainya positif yaitu 47,333. Koefisien regresi variabel model project
based learning (X) sebesar 0,567, artinya jika model project based learning
sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, sehingga nilai sig. 0,000 <
projek terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik
pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik dan menetapkan guru
sebagai motivator dan fasilitator, dimana peserta didik diberi peluang bekerja
pembelajaran ini melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Hal ini
dengan melibatkan kerja proyek. Kerja proyek tersebut memuat tugas-tugas yang
kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara mandiri. Dengan kata lain, Project
Based Learning merupakan strategi belajar mengajar yang melibatkan siswa untuk
pembelajaran berbasis projek (X) berpengaruh terhadap hasil belajar (Y). Hasil
terhadap hasil belajar peserta didik, hal ini terlihat pada persamaan yang diperoleh
serta nilai sig. yang di dapat yaitu 0,000 dimana nilai 0,000<0,05.
Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar siswa pada kelas penelitian
memiliki varian yang homogen. Nilai korelasi antara variabel model project based
learning terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,653. Nilai tersebut menunujukan
bahwa model project based learning dan hasil belajar mempunyai korelasi kuat
dan arah hubungannya adalah positif karena nilai korelasi (R) bernilai positf.
belajar siswa dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar
pembelajaran berbasis projek terhadap hasil belajar siswa adalah 0,427 atau 42,7
%, yang berarti 42,7% hasil belajar siswa kelas XI TITL 1 dipengaruhi oleh
5.034, dan nilai ttabel (lampiran 15 tabel t) (df=36-2 yaitu: dua sisi/0,025)
diperoleh 2,032 sehingga 5,034 > 2,032 artinya model pembelajaran berbasis
menghasilkan produk nyata berupa barang atau jasa. Pada PjBL, peserta didik
terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah yang ditugaskan oleh guru dalam
bekerja secara nyata yang menghasilkan produk real. Jadi, hasil akhir dari proses
pembelajaran adalah produk yang bisa bermakna dan bermanfaat. Di samping itu,
52
konsep-konsep dan prinsip utama dari suatu disiplin, melibatkan siswa dalam
kelas berdurasi pendek, terisolasi, dan aktivitas pembelajaran berpusat pada guru;
model PjBL menekankan kegiatan belajar yang relatif berdurasi panjang, holistic-
interdisipliner, berpusat pada siswa, dan terintegrasi dengan praktik dan isu-isu
berpikir tentang apa yang mereka lakukan, tidak hanya fokus pada mendapatkan
model PjBL dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan mendorong
waktu, dan mengelola sumber daya seperti peralatan dan bahan untuk
berkembang sesuai kondisi dunia nyata, selain itu model PjBL melibatkan siswa
yang terampil, membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai, selain
itu model PjBL tidak sesuai dengan siswa yang mudah menyerah dan tidak
siswa untuk memecahkan masalah sehari-hari dan bekerja dalam tim atau
sebesar 42,7% terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil uji t korelasi
diperoleh nilai thitung = 5,034 dan nilai ttabel = 2,032 dengan df = 34, karena nilai
thitung > ttabel (5,034>2,032) maka terdapat pengaruh yang signifikan. Jadi, dapat
yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2
Kupang.
55
BAB V
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah sebagai
berikut:
nampak bahwa nilai sig. < α (0,000 < 0,05). Jadi, ada pengaruh antara
2 Kupang.
berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa pada mata peajaran Instalasi
determinasi (r2) memilki nilai sebesar 0,427 yang berarti bahwa model
sebesar 5,034, sedangkan t tabel sebesar 2,032. Oleh karena t hitung> ttabel
(5,034> 2,032). Tidak hanya itu, terdapat peningkatan hasil belajar siswa
B. Implikasi
Adapun Implikasi atau dampak yang diberikan dari hasil penelitian ini
proses belajar.
C. Saran
hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, guru harus bisa memahami dan
hasil siswa. Selain itu juga disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk
projek.
meningkatkan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, guru harus bisa
C.L, Chiang and [Link], The Effect Of Projcet Based Learning On Learning
Motivation And Problem-Solving Ability Of Vocational High School Students,
internasional jurnal of Information and education technology.
58
Rina dwi rezeki dkk, Penerapan Metode Pembelajaran Project Based Learning
Disertai Dengan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Prestasi Dan Aktivitas
Belajar Siswa Pada Materi Redoks Kelas X-3 Sma Negeri Kebakkramat T.P
2013/2014, jurnal pendidikan kimia.
59
LAMPIRAN
60
61
Lampiran 1
SILABUS
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 2 Kupang Bidang
Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Ketenagalistrikan
Kompetensi Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Mata Pelajaran : Instalasi Penerangan Listrik
Kelas / Semester : XI / 3 dan 4
Kompetensi Inti:
KI-3 Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam
bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI-4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Mengkomunikasikan
1. Menyampaikan hasil
konseptualisasi tentang
instalasi penerangan 1 fasa
dengan pemasangan
63
Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 2 Kupang
Kompetensi Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Mata Pelajaran : Teknik Instalasi Penerangan Listrik
Kelas / Semester : XI / 3 (tiga)
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Materi Pokok : Instalasi Penerangan Pada Bangunan Sederhana
Alokasi Waktu :
B. Kompetensi Inti
Disajikan Deskripsi Rumusan KI-1 dan KI-2 seperti yang dinyatakan dalam
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pelajaran]
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual dan prosedural berdasakan rsa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, tenologi, seni, budaya dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian
dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan reatif dan mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah berdiskusi dan menggali informassi, peserta didik dapat
mengidentifikasi komponen dan jenis kabel dalam instalasi penerangan
pada bangunan sederhana secara benar.
2. Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi pada modul praktek
dan jobsheet, peserta didik dapat membuat macam-macam sambungan
kabel, loop kabel serta pemasangan kabel pada fiting, stop kontak dan
saklar sesuai dengan PUIL.
3. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat
menggambar rangkaian instalasi listrik pada bangunan sederhana secara
benar.
4. Setleah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat
menganalisis jumlah titik lampu secara benar dan bertanggung jawab.
5. Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi pada modul praktek
dan jobsheet, peserta didik dapat membuat instalasi lampu penerangan
bangunan sederhana.
6. Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi peserta didik dapat
melakukan pengukuran tahanan isolasi dengan benar.
77
E. Materi Pembelajaran
- Komponen Instalasi Penerangan
- Rangkaian Instalasi penerangan
1. Reflection Pertemuan 1
(Refleksi) - Membawa peserta didik ke dalam konteks masalah
dan memberikan inspirasi kepada peserta didik agar
dapat segera mulai menyelidiki / investigasi
(memberi pertanyaan tentang komponen –
komponen dan jenis-jenis kabel yang digunakan
dalam instalasi penerangan pada bangunan
sederhana)
- Menghubungkan apa yang diketahui dan apa yang
perlu dipelajari (peserta didik mengamati
komponen instalasi penerangan)
2. Research Pertemuan 2
(Penelitian) - Memberikan pembelajaran sains, memilih bacaan,
atau metode lain untuk mengumpulkan sumber
informasi yang relevan
- Mengkonkritkan pemahaman abstrak dari masalah
- Membimbing diskusi untuk menentukan apakah
peserta didik telah mengembangkan pemahaman
konseptual dan relevan berdasarkan proyek.
3. Discovery Pertemuan 2,3
(Penemuan) - Membagi peserta didik menjadi kelompok kecil
untuk menyajikan solusi yang mungkin untuk
masalah,berkolaborasi dan membangun kerjasama
antar teman dalam kelompok
4. Application Pertemuan 3
(Penerapan)
Menguji produk / solusi dalam memecahkan masalah
5. Communication Pertemuan 3
(Komunikasi) - Membuat produk / solusi dengan
mengkomunikasikan antar teman maupun lingkup
kelas
- Mempresentasikan untuk mengembangkan
ketrampilan komunikasi dan kolaborasi maupun
kemampuan untuk menerima dan menerapkan
78
- Metode Pembelajaran
Literasi
Tanya Jawab
Diskusi
Uji kinerja / praktek (produk)
H. Sumber Belajar
Modul Memasang Instalasi Penerangan Listrik Bangunan Sederhana
Pengarang : TIM Guru TITL SMK Negeri 1 Tanjung Raya
79
I. Langkah-langkah Pembelajaran
Tahap Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Kegiatan Guru Waktu
Pembelajaran
1 Pendahuluan 1. Guru memberi salam dilanjutkan 15 menit
dengan menanyakan kabar peserta
didik, kesiapan dan motivasi belajar
2. Mengambil absen
3. Memberi informasi kepada peserta
didik mengenai kompetensi dasar dan
indikator yang akan dicapai dalam
mata pelajaran ini
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
yang ada kaitannya dengan pelajaran
yang lalu
5. Menyampaikan sistem penilaian
dalam pemebalajaran
6. Literasi
2 Kegiatan Inti Reflection (Refleksi)
Memberikan pertanyaan tentang
komponen instalasi lampu penerangan
Peserta didik diminta mengamati
berbagai komponen dan jenis-jenis
kabel yang digunakan dalam instalasi
penerangan paa bangunan seerhana
Peserta didik diminta mengamati
berbagai rangkaian instalasi lampu
penerangan
Guru mengajukan pertanyaan
Sebutkan komponen-kompnen
yang digunakan
Sebutkan jenis-jenis kabel
Research (Penelitian)
Peserta didik diminta berdiskusi dan
menentukan masalah terutama
dikaitkan dengan konsep yang sedang
dipelajari yaitu membuat gambar
instalasi penerangan bangunan
80
J. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
b. Penilaian Ketrampilan : Praktik / Uji Kinerja, Portofolio
2. Bentuk Penelitian
1. Teknik Penilaian : Pengamatan, Tes Tertulis
2. Bentuk Penilaian :
a. Tes tertulis : uraian
b. Unjuk kerja : lembar penilaian praktek
c. Portofolio : penilaian laporan praktek
No Aspek yang dinilai Teknik Bentuk Waktu
Penilaian instrumen Penilaian
penilaian
1. Pengetahuan Tes Tertulis Soal Uraian Penyelesaian
a. Mengetahui komponen- tugas
komponen instalasi individu
penerangan bangunan
sederhana
b. Menentukan jenis kabel
yang digunakan alam
instalasi penerangan
bangunan sederhana
c. Menganalisis jumlah
titik lampu pada
instalasi lampu
penerangan bangunan
sederhana
Lampiran 3
Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest
Lampiran 4
POSTTEST
1. Bagaimanakah nilai drop tegangan pada sistem 1 fasa dan 3 fasa jika nilai
maksimum drop tegangan yang digunakan 5%? (Skor 15)
2. Pak Heri hendak memasang listrik dari PLN. Total beban yang disiapkan
pak Heri adalah 7399 Watt. Jika diketahui tegangan jala-jala 1 phase dari
PLN adalah 220 VAC, dimana faktor daya beban adalah 0.9. Berapa VA
kah kebutuhan daya kWH meter pak heri? (Skor 15)
3. Sebuah ruang rapat mempunyai ukuran panjang 20 meter, lebar 10 meter
dan tinggi 5 meter. Ruangan tersebut diberi penerangan dengan
menggunakan lampu TL 2x40 watt sebanyak 30 buah. Fluks cahaya
ruangan tersebut adalah 2x1800 lumen dengan efesiensi 80% dan faktor
depresisasi 0.75. Bagaimana kuat penerangan ruangan tersebut jika nilai
efesiensinya berkurang 10%? (Skor 20)
4. Sebuah rumah dengan ukuran 6m x 6m akan dipasang instalasi listrik,
rumah tersebut memiliki ruangan sebagai berikut: dua kamar tidur dengan
ukuran masing-masing 3m x 2,5m, satu kamar mandi dengan ukuran 1,5m
x 1,5m, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, dan teras. Bagaimanakah
analisis kebutuhan bahan untuk pemasangan instalasi listrik dirumah
tersebut? (Skor 25)
86
5. Buatlah perencanaan instalasi listrik dari denah rumah dibawah ini. (Skor
25)
Halaman Belakang
± 0.05
Dapur
Km / Wc ± 0.00
R. Keluarga
- 0.05
± 0.00
R. Tamu
± 0.00
R. Tidur
± 0.00
Teras
- 0.05
87
Lampiran 5
PRETEST
1. Pak Heri hendak memasang listrik dari PLN. Total beban yang disiapkan
pak Heri adalah 7399 Watt. Jika diketahui tegangan jala-jala 1 phase dari
PLN adalah 220 VAC, dimana faktor daya beban adalah 0.9. Berapa VA
kah kebutuhan daya kWH meter pak heri?
2. Bagaimanakah nilai drop tegangan pada sistem 1 fasa dan 3 fasa jika nilai
maksimum drop tegangan yang digunakan 5%?
3. Buatlah perencanaan instalasi listrik dari denah rumah dibawah ini.
Halaman Belakang
± 0.05
Dapur
Km / Wc ± 0.00
R. Keluarga
- 0.05
± 0.00
R. Tamu
± 0.00
R. Tidur
± 0.00
Teras
- 0.05
ruangan tersebut adalah 2x1800 lumen dengan efesiensi 80% dan faktor
depresisasi 0.75. Bagaimana kuat penerangan ruangan tersebut jika nilai
efesiensinya berkurang 10%?
5. Sebuah rumah dengan ukuran 6m x 6m akan dipasang instalasi listrik,
rumah tersebut memiliki ruangan sebagai berikut: dua kamar tidur dengan
ukuran masing-masing 3m x 2,5m, satu kamar mandi dengan ukuran 1,5m
x 1,5m, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, dan teras. Bagaimanakah
analisis kebutuhan bahan untuk pemasangan instalasi listrik dirumah
tersebut?
89
Lampiran 6
UJI VALIDITAS
Correlations
Soal_1 Soal_2 Soal_3 Soal_4 Soal_5 Total
Soal_1 Pearson Correlation 1 ,283 ,087 ,498** ,495** ,659**
Sig. (2-tailed) ,110 ,631 ,003 ,003 ,000
N 33 33 33 33 33 33
**
Soal_2 Pearson Correlation ,283 1 ,231 ,684 ,146 ,626**
Sig. (2-tailed) ,110 ,195 ,000 ,419 ,000
N 33 33 33 33 33 33
Soal_3 Pearson Correlation ,087 ,231 1 ,432* ,376* ,610**
Sig. (2-tailed) ,631 ,195 ,012 ,031 ,000
N 33 33 33 33 33 33
Soal_4 Pearson Correlation ,498** ,684** ,432* 1 ,341 ,855**
Sig. (2-tailed) ,003 ,000 ,012 ,052 ,000
N 33 33 33 33 33 33
** *
Soal_5 Pearson Correlation ,495 ,146 ,376 ,341 1 ,717**
Sig. (2-tailed) ,003 ,419 ,031 ,052 ,000
N 33 33 33 33 33 33
** ** ** ** **
Total Pearson Correlation ,659 ,626 ,610 ,855 ,717 1
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 33 33 33 33 33 33
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
90
Lampiran 7
UJI RELIABILITAS
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,721 5
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Saol_1 13,79 2,176 33
Soal_2 14,09 1,958 33
Soal_3 17,88 2,509 33
Soal_4 21,67 4,082 33
Soal_5 21,97 3,737 33
Item-Total Statistics
Corrected Item- Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted
Saol_1 75,61 82,434 ,513 ,674
Soal_2 75,30 85,843 ,489 ,686
Soal_3 71,52 82,008 ,421 ,696
Soal_4 67,73 51,705 ,665 ,690
Soal_5 67,42 65,814 ,456 ,694
91
Lampiran 8
Uji Taraf Kesukaran
Kesimpulan Reliabel
Taraf Kesukaran 13,79 14,09 17,88 21,67 21,97
TK
Lampiran 9
Lampiran 10
Skor Komponen 7
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)
Skor komponen 4
4) Waktu
Skor komponen 4
Skor Komponen 7
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)
Skor komponen 4
4) Waktu
Skor komponen 3
Skor Komponen 8
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)
Skor komponen 4
4) Waktu
Skor komponen 4
Skor Komponen 8
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)
Skor komponen 3
4) Waktu
Skor komponen 3
Skor Komponen 7
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)
Skor komponen 4
4) Waktu
Skor komponen 4
Lampiran 11
JOBSHEET
Praktek 1
A. Topik : Membuat macam-macam sambungan kabel, loop kabel dan
pemasangan kabel pada fiting gantung
B. Tujuan :
Melalui praktek ini diharapkan siswa mampu:
1. Mengetahui berbagai macam sambungan kabel
2. Menjelaskan fungsi dari masing-masing jenis sambungan kabel
dalam instalasi kelistrikan.
3. Mengetahui cara membuat berbagai macam sambungan kabel.
4. Mampu membuat berbagai macam sambungan kabel dengan
berbagai macam ukuran (diameter kabel).
5. Menjelaskan fungsi dan penggunaan loop kabel dalm instalasi
listrik.
6. Menentukan diameter mata itik kabel sesuai dengan ukuran baut
atatu terminal hubung yang akan digunakan.
7. Menguasai pembuatan loop kabel dengan berbagai macam ukuran.
8. Mampu memasang kabel pada fitting gantung.
Bahan
1. Kabel NYA dengan berbagai ukuran…................secukupnya
2. Kabel NYAF dengan berbagai ukuran…..............secukupnya
3. Terminal strip........................................................1 buah
D. Keselamatan Kerja
1. Sebelum memulai praktik siswa harus mentaati tata tertib ruang
106
praktek.
2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack) selama melakukan
praktek.
3. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
4. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya.
5. Atur alat dan bahan sedemikian rupa agar memudahkan dalam
praktek.
6. Apabila ada kesulitan konsultasikan dengan guru.
E. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan praktek.
2. Kalkulasi kebutuhan bahan yang akan digunakan.
3. Untuk membuat sambungan kabel loop kabel, dan pemasangan
kabel pada fitting gantung ikuti cara penyambungan dan gambar
yang tertera pada prosedur pelaksanaan di bawah
4. Kumpulkan hasil pekerjaan saudara pada dosen pengajar untuk
dinilai.
5. Setelah praktek anda selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat
semula.
F. Prosedur Pelaksanaan
Membuat macam-macam sambungan kabel
1. Penyambungan kabel dengan cara ekor babi (pig tail)
Sambungan ini digunakan untuk menyambung atau mencabangkan satu
atau beberapa kabel pada satu titik. Penyambungan cara ini sering dijumpai pada
kotak sambung dan umumnya dipasang "lasdop" sebagai pengikat dan sekaligus
sebagai isolasi. Bentuk sambungan ekor babi ditunjukkan seperti gambar dibawah
ini:
Cara penyambungan :
1. Kupas masing-masing kabel NYA sepanjang 5 Cm dari salah satu
ujungnya dengan menggunakan pisau atau tang pengupas. (Gambar 1)
2. Bersihkan dengan scaper atau gosok dengan kertas gosok pada setiap
bagian nadi kabel yang terkupas.
3. Tempelkan menjadi satu bagian bagian kabel yang terkupas kemudian
diputar dengan tang kombinasi dengan rapi dan kuat. (Gambar 2)
4. Rapikan hasil sambungan dengan memotong kelebihan kabel sesuai
dengan ukuran lasdop (Gambar3)
107
(Gambar 1) (Gambar 2)
(Gambar3) (Gambar 4)
Cara penyambungan :
1. Kupas masing-masing kabel NYA sepanjang 5 cm dari salah satu
ujungnya dengan menggunakan pisau atau tang pengupas.
2. Bersihkan dengan scaper atau gosok dengan kertas gosok pada setiap
bagian nadi kabel yang terkupas.
3. Langkah pengerjaan pertama seperti terlihat pada Gambar 1
4. Selanjutnya buat bentuk penyambungan dan rapikan hasil sambungan
108
( Gambar 1) (Gambar 2)
5. Periksa apakah bentuk mata itik yang anda buat sudah berbentuk
bulat seperti gambar dibawah,
6. Jika sudah berbentuk bulat seperti mata itik kabel, periksa apakah
sambungan yang anda buat pas dengan ukuran baut yang telah
ditentukan
7. Jika sudah pas, pasang sambungan mata itik yang telah dibuat
pada terminal tersebut.
Praktek 2
B. Tujuan :
Melalui praktek ini diharapkan siswa mampu:
1. Merangkai instalasi rumah tinggal yang meliputi, MCB (Miniature
Circuit Breaker ), saklar tunggal, saklar seri yang melayani beban
lampu pijar.
2. Menyambung kabel pada kotak sambung (sambungan ekor babi)
3. Menguji fungsi dari tiap-tiap komponen instalasi listrik rumah
tinggal sederhana sesuai dengan prinsip kerjanya
D. Keselamatan Kerja
1. Sebelum memulai praktik, siswa harus mengetahui tata tertib ruang
praktek Bengkel Instalasi Listrik.
2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack) selama melakukan praktek.
3. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum sebelum melakukan
praktek.
111
E. Langkah Kerja
1. Sebelum melakukan praktek, siswa wajib memberi jumlah kabel
yang digunakan pada diagram 1 garis yang terlampir dan gambarlah
diagram pelaksanaanya terlebih dahulu.
2. Setelah selesai memberi jumlah kabel dan menggambar diagram
pelaksanaanya, konsultasikan pada pengajar
3. Bila telah disetujui oleh pengajar, lanjutkan ke langkah kerja 4 dan
jika belum ulangi pekerjaan saudara sampai disetujui oleh pengajar
4. Siapkan alat dan bahan praktek yang diperlukan
5. Kalkulasi kebutuhan bahan yang akan digunakan (harus mendapat
persetujuan dari pengajar)
6. Periksalah alat dan bahan sebelum digunakan dan pastikan semua
alat dan bahan dalam keadaan baik.
7. Selalu perhatikan keselamatan kerja selama melakukan praktek
8. Pasanglah kabel listrik yang diperlukan pada pipa conduit
9. Rangkailah instalasi kelistrikan seperti pada gambar pelaksanaan
yang telah anda buat.
10. Sambunglah semua kabel yang melewati semuai kotak sambung
11. Jika telah selesai, periksakan hasil pekerjaan saudara pada pengajar.
12. Uji fungsi tiap-tiap komponen instalasi listrik yang sudah dipasang.
13. Rapikan hasil pekerjaan pemasangan instalasi listrik saudara
14. Laporkan hasil pekerjaan saudara pada pengajar untuk dinilai
15. Setelah selesai, bersihkan pekerjaan saudara dan kembalikan alat dan
bahan pada tempatnya
112
F. Gambar Kerja
Halaman Belakang
± 0.05
Dapur
Km / Wc ± 0.00
R. Keluarga
- 0.05
± 0.00
R. Tamu
± 0.00
R. Tidur
± 0.00
Teras
- 0.05
G. Tugas
Buat laporan hasil praktek saudara ( format laporan sesuai dengan
kesepakatan bersama pengajar).
113
Lampiran 12
Tahap Tahap
Tahap Research Tahap Discovery Tahap Application
Reflection Communication
Membangun Total
Mengamati Bertanya Memberikan Nilai Nilai
No. Nama Siswa Aktif kerja sama
komponen dan Membuat solusi dalam Menguji Presentasi hasil
dalam antar teman Per Akhir
instalasi memberi project memecahkan project project
diskusi atau Tahap
penerangan pendapat masalah
kelompok
10% 20% 30% 20% 20%
1 Abraham Benu 3 4 3 3 3 3 4 3 0,8 80
2 Absalom Bistolen 2 3 2 3 3 3 3 3 0,7 70
3 Adrian Mokoni 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
4 Adriano Rionaldo Bana 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
5 Adriansa Munah 4 4 4 4 4 4 4 4 1 100
6 Agryan Tarsip Nggadas 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
7 Andre Imanuel Tamonob 4 4 4 4 4 3 3 3 0,9 90
8 Angga Ronaldo Muskanan 3 4 3 3 3 3 4 3 0,8 80
9 Anyelir Valery Martha Poek 3 3 4 4 4 4 4 4 0,95 95
10 Arfan Malelak 3 4 3 3 3 3 4 3 0,8 80
11 Arra'dh Ally Abduljammal 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
12 Avelsandika Udju Lomi 4 4 4 4 4 3 3 3 0,9 90
13 Benyamin O. Adrianus Feka 3 3 4 4 4 4 4 4 0,95 95
114
Keterangan :
Sangat Baik : 80-100
Baik : 70-79
Cukup : 60-69
Kurang : <60
116
Lampiran 13
Eksperimen
No Model Nilai Akhir
Nama Siswa PJBL Nilai Nilai Hasil
.
(Pretest) Kognitif Psikomotor Belajar (Y)
(X)
1 Abraham Benu 70 85 90 88,5
2 Absalom Bistolen 75 80 95 90,5
3 Adrian Mokoni 75 75 85 82
4 Adriano R. Bana 70 95 95 95
5 Adriansa Munah 75 85 90 88,5
6 Agryan T. Nggadas 80 75 100 92,5
7 Andre I. Tamonob 60 85 85 85
8 Angga R. Muskanan 70 90 90 90
9 Anyelir V. M. Poek 70 80 85 83,5
10 Arfan Malelak 75 100 85 89,5
11 Arra'dh A.A. Jammal 75 85 85 85
12 Avelsandika Udju Lomi 80 100 100 100
13 Benyamin O. A. Feka 80 90 95 93,5
14 Celvin Patrio Yusuf 70 75 90 85,5
15 Chesandro P. Adi 75 95 85 88
16 Christian V. Tunabenany 75 90 85 86,5
17 Cristian G.R. Kudji Rihi 80 80 95 90,5
18 Cristo E. M. Sutiray 70 100 100 100
19 David A. Djami Ga 65 80 90 87
20 Devon C. Manukale 55 75 80 78,5
21 Dewi Yohana Mabilani 65 90 80 83
22 Elly Rihi 75 75 90 85,5
23 Gerald Janes W. Dima 75 100 95 96,5
24 Imanuel Mario Talue 65 85 75 78
25 Iwanto Tanesib 70 90 85 86,5
26 Jever Banoet 65 85 85 85
117
118
Lampiran 14
Analisis Normalitas Data
Kolmogrov Smirnov
Lampiran 15
Analisis Homogenitas Data (Fiser)
Lampiran 16
Hasil Output SPSS 18
Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Projek terhadap Hasil
Belajar Siswa
(Uji Regresi)
Coefficientsa
Pretest Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 47,333 7,962 5,945 ,000
Pretest ,567 ,113 ,653 5,034 ,000
a. Dependent Variable: Hasil_Belajar
121
Lampiran 17
Analisis Sejauhmana Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Projek
terhadap Hasil Belajar Siswa
(Uji t Korelasi)
Correlations
Pretest Hasil_Belajar
Pretest Pearson Correlation 1 ,653**
Sig. (2-tailed) ,000
N 36 36
**
Hasil_Belajar Pearson Correlation ,653 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 36 36
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
HITUNG MANUAL
1. Mencari Nilai Rxy dengan rumus korelasi product moment
𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
𝑟𝑥𝑦 =
{√((𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 )}{√((𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 )}
36 (222032,5) − (2535)(3140,5)
𝑟𝑥𝑦 =
{√(36 (180075) − (6426225)) } {√(36 (275144,8) − (9862740)) }
7993170 − 7961168
𝑟𝑥𝑦 =
{√((6482700) − (6426225)) } {√((9905211) − (9862740)) }
32002,50
𝑟𝑥𝑦 =
(√56475) (√42470,75)
32002,50
𝑟𝑥𝑦 =
237,64(206,08)
32002,50
𝑟𝑥𝑦 =
(48974,85)
𝑟𝑥𝑦 = 0,653
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = 𝑟 2
122
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = (0,653)2
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = 0,427
𝑛−2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑟√
1 − 𝑟2
36 − 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)√
1 − (0,653)2
34
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)√
1 − 0,427
34
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)√
0,573
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)√59,336
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)(7,703)
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5,034
123
Lampiran 18
Titik Persentase Distribusi t (df = 1-40)
Pr 0.25 0.10 0.05 0.025 0.01 0.005 0.001
df
0.50 0.20 0.10 0.050 0.02 0.010 0.002
Lampiran 19
1 ABRAHAM BENU 75 65
2 ABSALOM BISTOLEN 80 75
3 ADRIAN MOKONI 55 50
4 ADRIANO R. BANA 85 50
5 ADRIANSA MUNAH 50 60
6 AGRYAN T. NGGADAS 85 65
7 ANDRE I. TAMONOB 40 75
8 ANGGA R. MUSKANAN 75 80
9 ANYELIR V. M. POEK 75 60
10 ARFAN MALELAK 85 75
11 ARRA'DH A.A. JAMMAL 50 50
12 AVELSANDIKA UDJU LOMI 75 85
13 BENYAMIN O. A. FEKA 65 75
14 CELVIN PATRIO YUSUF 85 65
15 CHESANDRO PRATAMA ADI 65 80
16 CHRISTIAN V. TUNABENANY 70 70
17 CRISTIAN G.R. KUDJI RIHI 85 75
18 CRISTO E. M. SUTIRAY 50 75
19 DAVID AGUSTINUS DJAMI GA 65 65
20 DEVON C. MANUKALE 65 80
21 DEWI YOHANA MABILANI 70 50
22 ELLY RIHI 80 75
23 GERALD JANES W. DIMA 75 50
24 IMANUEL MARIO TALUE 65 60
25 IWANTO TANESIB 70 85
26 JEVER BANOET 50 55
27 JONRISAL MORISON BOLING 85 65
28 JOWALDY APRIZAL KIKHAU 70 80
29 LIKO MARSELLO KOIKIT 75 55
30 LUCKI DENIS RIWU 40 80
125
126
Lampiran 20
Surat Keterangan Telah Melakukan Validitas Soal
127
Lampiran 21
Surat Ijin Penelitian
128
Lampiran 22
Surat Selesai Penelitian
129
Lampiran 23
Dokumentasi Penelitian
Suasana Praktek 1
(Membuat Macam-Macam Sambungan Kabel)
131
Suasana Praktek 2
(Membuat instalasi rumah sederhana)
132
RIWAYAT PENULIS
tamat tahun 2009. Pada tahun 2009 penulis melanjutkan pendidikan di SMP
Negeri 1 Kupang hingga tamat pada tahun 2012. Pada tahun 2012 penulis
melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Kupang hingga tamat pada tahun 2015.
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada tahun 2016 dan mengenyam
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang hingga selesai.