0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan145 halaman

Pengaruh PJBL Terhadap Hasil Belajar Siswa

Skripsi ini membahas pengaruh model Project Based Learning (PJBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik di SMK Negeri 2 Kupang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest, menunjukkan bahwa model PJBL berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai Rsquare sebesar 42,7%. Hasil analisis menunjukkan bahwa P value < 0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh positif antara model PJBL dan hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

Ardi Manik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan145 halaman

Pengaruh PJBL Terhadap Hasil Belajar Siswa

Skripsi ini membahas pengaruh model Project Based Learning (PJBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik di SMK Negeri 2 Kupang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest, menunjukkan bahwa model PJBL berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai Rsquare sebesar 42,7%. Hasil analisis menunjukkan bahwa P value < 0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh positif antara model PJBL dan hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

Ardi Manik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL)


TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
INSTALASI PENERANGAN LISTRIK KELAS XI TITL SMK NEGERI 2
KUPANG

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir


Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH

NADINE JAQUALINE DILA RIWU KAHO


NIM. 1601130032

JURUSAN/PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2021
i
ii
iii
MOTTO
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat,
orang yang memperoleh kepandaian,
karena keuntungannya melebihi keuntungan perak,
dan hasilnya melebihi emas
(Amsal 3 : 13-14)

Dengan penuh kerendahan hati dan penuh rasa syukur


ku persembahkan Skripsi ini untuk:

TUHAN YESUS KRISTUS

Bapa, Mama, Kakak Lulu, Adik Gilbert, Kakak Bersa, Suami Victor, Anak
Patrick, semua keluarga besar, teman-teman terbaik PTE angkatan 2016,
serta berbagai pihak yang telah memberikan doa dan motivasinya

CIVITAS AKADEMISI PADA ALMAMATER TERCINTA PENDIDIKAN


TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NUSA CENDANA

iv
ABSTRAK

THE EFFECT OF THE PROJECT BASED LEARNING (PJBL) MODEL ON


THE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN ELECTRIC LIGHTING
INSTALLATION CLASS XI TITL PUBLIC VOCATIONAL HIGH SCHOOL 2
KUPANG

Nadine J. D. Riwu Kaho* Dr. Yetursance Y. Manafe, M.T** Frans F. G. Ray, [Link], [Link]***

This study aims to determine 1) the influence of the PJBL model on


student learning outcomes in electric lighting installation subjects for class XI
TITIL public vocational high school 2 Kupang 2) to what extent the influence of
the PJBL model on student learning outcomes in electric lighting installation
subjects for class XI TITL public vocational high school 2 Kupang.
The research method used in this research is experimental research, the
research design used is Pre-Experimental Design, this study has one class as
research subject, namely the experimental class. The type of research used is One
Group Pretest-Posttest Design. Data collection was carried out through
preliminary test, final test and observation. The data analysis used was the
analysis requirements test with the normality test and the homogeneity test and
hypothesis testing (simple regression analysis and correlation t test) with the help
of Statistical Product and Service Solution (SPSS).
The results showed that the Project Based Learning model had an effect on
learning outcomes seen from the values Y = 47,333 + 0,567X and P value < α
(0,001 < 0,05), it could be concluded that there was an influence between the
Project Based Learning model on student learning outcomes.
To determine the extent to which the effect of Project Based Learning
model on learning outcomes obtained values 𝑡count = 5,034 got the value 𝑡𝑡𝑎𝑏le =
2.032 with df = 34, so value 𝑡count > 𝑡𝑡𝑎𝑏le (5,034 > 2,032) and value Rsquare =
0,427; it can be concluded that there is a significant effect of 42,7% between the
Project Based Learning model on student learning outcomes.

Keywords: Project Based Learning Model, Learning Outcomes

*Author **Supervisor I ***Supervisor II

v
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN INSTALASI PENERANGAN
LISTRIK KELAS XI TITL SMK NEGERI 2 KUPANG

Nadine J. D. Riwu Kaho* Dr. Yetursance Y. Manafe, M.T** Frans F. G. Ray, [Link], [Link]***

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) adanya pengaruh model


pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
instalasi penerangan listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang. 2) sejauhmana
pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran instalasi penerangan listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian
eksperimen, desain rancangan penelitian yang digunakan yaitu Pre-Experimental
Design, penelitian ini memiliki satu kelompok sebagai subjek penelitian yaitu
kelas eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-
Posttest Design. Pengumpulan data yang dilakukan melalui tes awal, tes akhir dan
pengamatan. Analisis data yang digunakan adalah uji persyaratan analisis dengan
uji normalitas dan uji homogenitas serta uji hipotesis dengan analisis uji regeresi
sederhana dan uji t korelasis dengan bantuan Statistical Product and Service
Solution (SPSS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek
berpengaruh terhadap hasil belajar dilihat dari nilai Y = 47,333 + 0,567X dan P
value < α sebesar (0,001 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
antara model pembelajaran berbasis proyek dengan hasil belajar siswa. Untuk
mengetahui sejauhmana pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap
hasil belajar diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5,034; didapatkan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 2.032 dengan df =
34, jadi Nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (5,034 > 2,032) dan nilai Rsquare = 0,427 maka dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sebesar 42,7% antara
model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Proyek, Hasil Belajar

*Penulis **Pembimbing Utama ***Pembimbing Pendamping

vi
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
hanya oleh berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelasaikan Skripsi
yang berjudul “Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) terhadap
Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Kelas
XI TITL SMK Negeri 2 Kupang” dengan baik. Penulisan skripsi ini disusun
sebagai salah satu syarat untuk menulis skripsi (S1) di Program Studi Pendidikan
Teknik Elektro Jurusan Universitas Nusa Cendana Kupang. Berkat bantuan dan
motivasi dari berbagai pihak sehingga proposal ini dapat diselesaikan, oleh karena
itu pada kesempatan ini dengan rendah hati penulis ingin mengucapkan terima
kasih kepada:
1. Ibu Dr. Yetursance Manafe S.T, M.T selaku ketua Program Studi Pendidikan
Teknik Elektro dan Pembimbing 1 yang senantiasa memberikan bimbingan
serta membekali penulis dengan berbagai ilmu dan motivasi untuk
menyelesaikan skripsi ini.
2. Bapak Frans F. G. Ray, [Link], [Link] selaku Pembimbing II yang senantiasa
memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi
ini.
3. Bapak Crispinus P. Tamal, [Link], [Link] selaku penguji yang senantiasa
membantu dan mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Bapak Dr. I Made Parsa, [Link], [Link] selaku Pembimbing Akademik yang
selalu mendukung dan memberikan motivasi pada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
5. Para dosen Pendidikan Teknik Elektro UNDANA : Bapak Dr. Gunadi
Tjahjono, [Link], [Link]., Bapak Zet Y. Baitanu, S.T, M.T., Bapak Ichsan Fahmi,
S.T, M.T., Bapak Renold H. Modok, [Link], [Link]., Bapak Nixson J. Meok, S.T,
M.T., Bapak G. Erwin S. Mige, S.T, M.T., Bapak Louis Boesday, S.T, M.T.,
yang telah memberikan dan membagikan ilmu kepada penulis.
6. Bapak Dr. Malkisedek Taneo, [Link] selaku Dekan FKIP UNDANA yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
7. Prof. Ir. Fredrik Benu, [Link], Ph.D selaku Rektor UNDANA yang telah
menerima penulis dan mengikuti perkuliahan pada lembaga ini.

vii
8. Bapak Silas Kase, [Link], M.T selaku Kepala SMK Negeri 2 Kupang yang telah
mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian.
9. Drs. Sosiawan Hadarawi, [Link] selaku Kekomli Teknik Instalasi Tenaga Listrik
yang telah setia dan sabar membantu penulis dalam proses pengumpulan data.
10. Para guru Kompetensi dan Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK
Negeri 2 Kupang yang telah membantu penulis dalam proses pengumpulan
data.
11. Orang tua tercinta Bapak Ngahu Cornelis Luther Riwu Kaho, [Link] dan Ibu
Verderika, serta saudara/i terkasih kakak Lulu, adik Gilbert, suami Itho, Anak
Patrick, kakak Bersa, kakak Jordan yang telah memberikan kasih sayang,
mendoakan serta memberikan dukungan moril maupun material kepada
penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
12. Sahabat terkasih Elen, Lhya, Itha, Ochy, yang selalu mendoakan dan
mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
13. Teman-teman Listrik Tenaga Angkatan 2016, Indah, Ari, Anggi, Dona,
Efren, Hambur, Nitha, Jenet, Echy, Rita, Sherly, Rela, Lexy, Jarius, Sepus,
Rome, Darwin, Nuel, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
14. Semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun
tidak langsung yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna, untuk


itukritik dan saran yang membangun sangat diharapkan penulis, demi perbaikan
dimasa yang akan datang.
Akhir kata penulis mengucapkan limpah terimakasih kepada berbagai
pihak yang terlibat dalam proses penulisan Skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat
bermanfaat.
Kupang, Mei 2021

Penulis

viii
DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ i


LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. ii
LEMBAR PERNYATAAN ............................................................................ iii
MOTTO .......................................................................................................... iv
ABSTRACT .................................................................................................... v
ABSTRAK ...................................................................................................... vi
KATA PENGANTAR ..................................................................................... vii
DAFTAR ISI.................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ..............................................................................................xi
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................xii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ................................................................................... 5
1.3 Batasan Masalah ......................................................................................... 6
1.4 Perumusan Masalah ................................................................................... 6
1.5 Manfaat Penelitian ...................................................................................... 7

BAB II KAJIAN TEORI, PENELITIAN YANG RELEVAN,


KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN
2.1 Landasan Teori ............................................................................................. 8
2.2 Penelitian yang Relevan............................................................................... 20
2.3 Kerangka Berpikir ....................................................................................... 22
2.4 Hipotesis Penelitian ..................................................................................... 24
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Tujuan Penelitian ........................................................................................ 26
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................................... 26
3.3 Variabel penelitian ..................................................................................... 26
3.4 Jenis dan rancangan penelitian .................................................................... 27
3.5 Subjek Penelitian ........................................................................................ 28
3.6 Teknik Pengambilan Data .......................................................................... 29
3.7 Instrumen Penelitian .................................................................................. 30
3.8 Uji Instrumen Penelitian ............................................................................. 31

ix
3.9 Uji Analisis Data ........................................................................................ 33

BAB IV HASIL PENELITIAN


4.1 Deskriptif Data Hasil Penelitian ..................................................................... 36
4.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data ............................................................. 42
4.3 Pengujian Hipotesis ........................................................................................ 45
4.4 Interpretasi Dan Pembahasan ......................................................................... 48

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN


5.1 Kesimpulan .................................................................................................... 55
5.2 Implikasi ......................................................................................................... 56
5.3 Saran ............................................................................................................... 57
Daftar Pustaka............................................................................................... 58
Lampiran....................................................................................................... 60

x
Daftar Tabel

Halaman

3.1 One Group Pretest-Posttest Design ............................................................... 28


3.2 Kriteria Untuk Validitas Butir Soal .............................................................. 32
4.1 Grafik Keadaan Sampel Penelitian ................................................................ 38
4.2 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas ..................................................................... 40
4.3 Hasil Uji Reliabilitas Soal .............................................................................. 41
4.4 Taraf Kesukarakan Butir Soal Isian ............................................................... 42
4.5 Hasil Uji Normalitas Data .............................................................................. 43
4.6 Hasil Uji Homogenitas Data .......................................................................... 44
4.7 Pengaruh penggunaan model project based learning terhadap hasil belajar
(Uji Regresi) ................................................................................................. 45
4.8 Hasil Uji Correlation ........................................................................ 47

xi
Daftar Lampiran

Halaman

Silabus .................................................................................................................. 61

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................................................. 75

Kisi – Kisi Soal Pretest dan Posttest .................................................................... 83

Soal Posttest ......................................................................................................... 85

Soal Pretest ........................................................................................................... 87

Uji Validitas ......................................................................................................... 89

Uji Reliabilitas ..................................................................................................... 90

Uji Taraf Kesukaran ............................................................................................ 91

Tabel Nilai r ........................................................................................................ 94

Hasil Tes Praktek / uji kinerja .............................................................................. 95

Jobsheet .............................................................................................................. 105

Lembar Observasi Aktivitas Siswa .................................................................... 113

Daftar Nilai Hasil Belajar .................................................................................. 116

Hasil Analisis Normalitas Data .......................................................................... 118

Hasil Analisis Homogenitas Data ...................................................................... 119

Hasil Analisis Uji Regresi X Terhadap Y .......................................................... 120

Hasil Analisis Uji t Korelasi X Terhadap Y .......................................................121

Tabel t .................................................................................................................123

Nilai Observasi Awal ......................................................................................... 124

Surat Keterangan Telah Melakukan Validitas Soal ........................................... 126

Surat Ijin Penelitian ............................................................................................ 127

Surat Selesai Penelitian ...................................................................................... 128

Dokumentasi Penelitian ..................................................................................... 129

xii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas

sumber daya manusia. Pendidikan, dalam arti usaha sadar dan terencana

mewujudkan proses belajar sepanjang hayat, menyentuh semua sendi kehidupan,

semua lapisan masyarakat, dan segala usia. Pesatnya pembangunan yang disertai

dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini perlu direspon

oleh kinerja dunia pendidikan yang profesional dan memiliki mutu tinggi. Dunia

pendidikan yang bermutu diharapkan dapat mendukung terbentuknya generasi

muda penerus bangsa yang cerdas, terampil dan berwawasan luas sehingga

mampu bersaing di era global karena pada hakikatnya, fungsi pendidikan adalah

untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan

martabat manusia. Hal ini berarti proses pendidikan di sekolah bukanlah poses

yang dilaksanakan secara asal-asalan akan tetapi merupakan proses yang memiliki

tujuan. Pendidikan tidak semata-mata berusaha untuk mencapai hasil belajar,

tetapi juga mengenai proses belajar siswa dalam memperoleh hasil belajar.

Strategi pembelajaran sangat penting untuk diterapkan sebagai bentuk

perencanaan dalam proses pendidikan. Tanpa strategi yang jelas, proses

pembelajaran tidak akan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah

ditetapkan sulit tercapai secara optimal. Untuk mencapai proses pembelajaran

yang optimal sehingga meningkatnya kualitas pendidikan dapat dimulai dari

menganalisis setiap komponen yang dapat membentuk dan memengaruhi proses

1
2

pembelajaran. Salah satu komponen penting dalam proses pendidikan adalah

guru. Hal ini memang wajar, sebab guru merupakan ujung tombak yang

berhubungan langsung dengan peserta didik sebagai subjek dan objek belajar

(Sanjaya, 2006:13). Guru adalah pihak yang bertugas membimbing siswa agar

dapat mencapai tujuan pembelajaran sekaligus mengelola kelas agar dapat

menjadi sebuah tim yang solid, komunikatif, dan kondusif selama proses

pembelajaran. Seorang guru diharapkan mampu mengelola pembelajaran dengan

baik. Pembelajaran yang baik tentunya akan berpengaruh terhadap semangat

belajar dan prestasi belajar siswa. Pembelajaran yang cenderung berpusat pada

guru akan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa dan ini merupakan

masalah yang sering terjadi pada pendidikan formal. Untuk itu guru perlu

mengelola kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan keterampilan dan

kreativitas siswa agar dapat melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan

maupun karya nyata dalam pembelajaran. Pemilihan strategi dan model

pembelajaran yang relevan dengan standar kompetensi juga dapat memacu

kemampuan serta minat belajar siswa demi tercapainya optimalisasi kualitas

pembelajaran. Model pembelajaran yang mengarah pada desain pembelajaran

dapat membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran

dapat tercapai.. Untuk itu model pembelajaran yang dipilih sebaiknya dapat

melibatkan siswa dalam pemecahan masalah serta memberi peluang bagi siswa

untuk dapat menghasilkan produk-produk nyata.

Berdasarkan observasi awal dan wawancara singkat dengan guru mata

pelajaran Instalasi Penerangan Listrik SMK Negeri 2 Kupang, Bapak Abraham

Yiwa, [Link] yang dilaksanakan tanggal 3 April 2020 ditemukan beberapa kendala
3

yaitu masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran

khususnya mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik dimana siswa kurang

antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga kurang meningkatnya keaktifan,

kreatifitas serta keterampilan siswa. Tidak hanya itu siswa juga kesulitan dalam

memecahkan masalah dan mengambil keputusan dalam pembelajaran. Akibatnya

nilai yang didapatkan dari pemberian tugas Instalasi Penerangan Listrik sangatlah

rendah. Dari tugas yang telah diberikan kepada siswa baik itu teori maupun

praktik di dapatkan hasil untuk tugas teori tentang menentukan komponen

instalasi lampu penerangan pada bangunan sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah

dan Rumah Ibadah) sebanyak 39% atau sebanyak 14 siswa yang tuntas dan 61%

atau sebanyak 22 siswa yang belum tuntas, dari jumlah siswa seluruhnya yaitu 36

orang pada kelas XI TITL1. Sedangkan, untuk tugas praktek memilih komponen

instalasi didapatkan hasil sebanyak 28% atau sebanyak 10 siswa yang tuntas dan

72% atau sebanyak 26 siswa yang belum tuntas. Berdasarkan data observasi

tersebut dapat dilihat bahwa masih banyak siswa yang belum tuntas baik dalam

memahami teori maupun praktek. Jika dalam pembelajaran siswa masih kesulitan

untuk memahami teori yang di jelaskan maka secara otomatis dalam pelaksanaan

praktek siswa juga akan mengalami kesulitan. Untuk itu penulis ingin mencoba

model pembelajaran baru yang bisa lebih melibatkan siswa dalam proses

pembelajaran dengan demikian potensi yang ada dalam diri siswa pun bisa

berkembang. Model pembelajaran yang akan digunakan adalah model Project

Based Learning (PjBL). Project Based Learning adalah sebuah model

pembelajaran yang inovatif dan lebih menekankan pada belajar kontekstual

melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. PjBL dilatarbelakangi oleh teori


4

konstruktivistik yang menyediakan banyak kesempatan bagi siswa untuk

menciptakan lingkungan belajar yang aktif (Cakici, 2013).

PjBL merupakan sebuah model yang mengatur proses pembelajaran melalui

kegiatan proyek. Proyek adalah tugas kompleks yang didasarkan pada tantangan

berupa pertanyaan maupun masalah, yang melibatkan siswa dalam merancang,

memecahkan masalah, membuat keputusan, dan memberi kesempatan pada siswa

untuk bekerja pada waktu panjang yang telah ditentukan dan menghasilkan

sebuah produk atau melakukan presentasi. Siswa dilibatkan untuk menyelesaikan

permasalahan serta mengambil keputusan melalui berbagai kegiatan untuk

memudahkan proses penyimpanan memori kognitif secara lebih permanen

(Thomas, 2000). Project Based Learning memiliki penekanan pada keterlibatan

aktif siswa dan peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa tidak secara pasif

hanya menyimak materi dari guru lalu menjawab soal-soal pertanyaan, tetapi juga

dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukan pemahaman

siswa terhadap konsep yang dipelajari dan menggambarkan pengetahuannya

mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. Dalam PjBL, peserta didik

diajak untuk menyelesaikan permasalahan yang tidak mudah ditemukan

jawabannya. Kriteria PjBL menurut Tamim (2013) adalah proyek harus sesuai

dengan kurikulum, fokus pada masalah yang mengajak peserta didik untuk

menghubungkan dengan konsep utama, melibatkan peserta didik untuk

melakukan pengamatan yang kontruktivis, realistis, dan mandiri.

Mata pelajaran instalasi penerangan listrik adalah bidang studi yang

menjelaskan tentang bagaimana menggambar, membaca, memahami dan

memasang instalasi penerangan listrik dengan baik dan benar. Dalam mata
5

peajaran ini terdapat materi menentukan komponen instalasi lampu penerangan

pada bangunan sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah). Materi

tersebut merupakan salah satu materi yang diajarkan pada peserta didik kelas XI

TITL1 semester 2. Ada banyak hal yang perlu di pertimbangkan dalam

menentukan atau memilih komponen dalam instalasi lampu penerangan. Berbagai

hal tersebut kemudian akan memberikan pertanyaan besar yang mendasari

pemikiran peserta didik, mengapa perlunya pertimbangan dan bagaimana

menentukan tata letak komponen yang baik. Peserta didik dapat diarahkan untuk

dapat menyelesaikan permasalahan dengan merancang sebuah proyek mengenai

instalasi lampu penerangan.

Berdasarkan beberapa permasalahan yang t elah diuraikan maka penulis

t ert arik untuk melakukan penelit ian dengan judul “Pengaruh Model

Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata

Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Kelas XI TITL SMK Negeri 2

Kupang”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi masalah

sebagai berikut:

1. Model pembelajaran yang sering digunakan oleh guru dalam melakukan

kegiatan pembelajaran pada SMK Negeri 2 Kupang kelas XI TITL1 belum

dapat mencapai hasil yang maksimal.

2. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru.

3. Siswa kurang diberi kesempatan untuk bekerja secara mandiri dalam


6

membentuk pembelajaran dan memunculkannya dalam produk nyata.

4. Kurangnya keaktifan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

5. Kurang munculnya kreatifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran.

6. Minimnya tanggapan siswa terhadap materi yang diberikan guru.

1.3 Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, peneliti membatasi masalah dalam

penelitian ini sebagai berikut:

1. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Project

Based Learning (PjBL) karena model ini termasuk model pembelajaran

kontekstual yang berpusat pada siswa (student-centered) dan memberikan

kesempatan kepada siswa untuk menciptakan produk nyata.

2. Penelitian ini mengukur hasil belajar siswa yang dilihat dari ranah kognitif

dan psikomotor.

3. Mata pelajaran yang digunakan adalah mata pelajaran Instalasi Penerangan

Listrik khususnya pada materi menentukan komponen instalasi lampu

penerangan pada bangunan sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah, Rumah

Ibadah.

1.4 Rumusan Masalah

1. Apakah ada pengaruh model Project Based Learning terhadap hasil

belajar siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik kelas XI

TITL SMK Negeri 2 Kupang?

2. Sejauhmanakah pengaruh model Project Based Learning terhadap Hasil


7

belajar siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik kelas XI

TITL SMK Negeri 2 Kupang?

1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat, maka manfaat penelitian ini

sebagai berikut:

1. Bagi Guru

Dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memilih model dan metode

pembelajaran yang lebih menarik, inovatif dan efektif, khususnya dalam

meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

2. Bagi peneliti

Penelitian ini dapat digunakan sebagai untuk menambah wawasan peneliti

dalam menggunakan strategi pembelajaran khususnya pada pembelajaran

IPL dan sebagai bahan informasi bagi peneliti selanjutnya yang akan

mengkaji masalah relevan dalam penelitian ini.

3. Bagi sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan untuk

memperbaiki kualitas pembelajaran khususnya pada pembelajaran IPL

dengan menggunakan model pembelajaran PjBL.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah salah satu dari sebagian komponen

pembelajaran yang penting dalam melakukan kegiatan belajar mengajar untuk

mencapai tujuan pembelajaran. Guru harus memiliki pedoman dalam

melaksanakan pembelajaran dikelas pedoman yang digunakan guru adalah model

pembelajaran. Menurut Joyce & Weil, (2012:133) untuk membentuk kurikulum

(rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran,

dan membimbing pembelajaran di kelas dibutuhkan suatu model pembelajaran

sebagai rencana untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Menurut

Suprihatiningrum, (2013: 142) model pembelajaran merupakan kerangka

konseptual yang menggambarkan prosedur dalam mengorganisasikan pengalaman

pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran

berfungsi sebagai pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Menurut

Winataputra (1993:129) model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang

menggambarakanproses yang sistematis dalam membangun pengalaman belajar

untuk mencapai tujuan belajar dan berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam

melaksanakan pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan

bahwa model pembelajran adalah pilihan guru dalam merencanakan pelaksanaan

pembelajaran dalam kelas yang diharapkan dapat tercapainya tujuan

pembelajaran.

8
9

a) Ciri-ciri Model Pembelajaran

Menurut Rusman (2012: 136) model pembelajaran memiliki ciri-ciri

sebagai berikut: 1) Model ini dirancang untuk melatih partisipasi dalam kelompok

secara demokratis, 2) Mempunyai tujuan pendidikan dan mengembangkan

pemikiran yang induktif, 3) Dapat dipergunakan sebagai pedoman memperbaiki

kegiatan belajar mengajar di kelas yang lebih baik, 4) Memiliki bagian-bagian

model yang dinamakan: (1) urutan langkah-langkah pembelajaran (syntax); (2)

adanya prinsip-prinsip reaksi; (3) sistem sosial; (4) sistem pendukung. Keempat

bagian tersebut adalah pegangan bagi guru dalam menggunakan model

pembelajaran.

b) Jenis-jenis Model Pembelajaran

Dalam mengajar guru harus memperhatikan model pembelajaran yang

cocok agar dapat meningkatkan hasil pembelajaran yang diajarkan. Ada banyak

model pembelajaran yang berkembang saat ini yang dapat membantu guru dalam

pembelajaran. Menurut Bern dan Erickson (dalam Komalasari, 2011:55) model-

model pembelajaran memiliki banyak jenis, diantaranya: 1) Pembelajaran

Berbasis Proyek (Project Based Learning), 2) Pembelajaran Berbasis Masalah

(Problem Based Learning), 3) Pembelajaran Pelayanan (Service Learning), 4)

Pembelajaran Berbasis Kerja (Work Based Learning), 5) Pembelajaran Kooperatif

(Cooperative Learning).

2.1.2 Model Project Based Learning (PjBL)

a) Pengertian Model Project Based Learning (PjBL)

Menurut Maulana, (2014:5) model pembelajaran pada dasarnya

merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang
10

disajikan secara khas oleh guru meliputi pendekatan, strategi, metode, teknik dan

bahkan taktik pembelajaran yang sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang

utuh. Dalam dunia pendidikan ada berbagai macam model pembelajaran, salah

satunya adalah model pembelajaran berbasis proyek (Project based learning).

Menurut Mahendra, (2007:109) project based learning merupakan model

pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk

merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif, dan pada

akhirnya menghasilkan produk kerja yang dapat dipresentasikan kepada orang

lain. Hal ini juga dikemukakan oleh Zainal, (2013:66) model pembelajaran project

based learning merupakan pemberian tugas kepada semua peserta didik untuk

dikerjakan secara individual, peserta didik dituntut untuk mengamati, membaca

dan meneliti. Pengertian model pembelajaran project based learning juga

diartikan oleh Trianto, (2014:42) sebagai pembelajaran inovatif yang berpusat

pada peserta didik (student centered) dan menetapkan guru sebagai motivator dan

fasilitator, dimana peserta didik diberi peluang bekerja secara otonom

mengkontruksi belajarnya Selanjutnya menurut Daryanto, (2014:42) model

pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan model

pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media.

Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa model

pembelajaran berbasis proyek (project baed learning) adalah pembelajaran yang

berfokus pada aktivitas peserta didik untuk dapat memahami suatu konsep dan

prinsip dengan melakukan penelitian yang mendalam tentang suatu masalah dan

mencari solusi yang relevan dan peserta didik belajar secara mandiri serta hasil

dari pembelajaran ini adalah produk.


11

b) Karakteristik Model Project Based Learning (PjBL)

Model pembelajaran merupakan komponen penting dalam kegiatan

belajar, dalam hal ini tidak semua karakteristik dari model pembelajaran tersebut

cocok dengan karakteristik yang dimiliki peserta didik. Menurut Daryanto dan

Raharjo (2012:162), karakteristik model pembelajaran berbasis proyek (Project

Based Learning), yaitu:

1) Peserta didik sebagai pembuat keputusan, dan membuat kerangka kerja.

2) Terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya.

3) Peserta didik sebagai perancang proses untuk mencapai hasil.

4) Peserta didik bertanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola

informasi yang dikumpulkan.

5) Melakukan evaluasi secara kontinue.

6) Peserta didik secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan.

7) Hasil akhir berupa produk dan evaluasi kualitasnya.

8) Kelas memiliki atmosfer yang member toleransi kesalahan dan

perubahan.

Karakteristik Model Project Based Learning juga dikemukakan oleh C.L,

Chiang and Huei Lee “The characteristics of PjBL are developing

students’thungking skills, allowing them to have creativity, encouraging them to

work cooperatively, and leading them to access the information on their own and

to demonstrate this information. PjBL ussualy require students to participate

willingly in the meaningful learning activities proposed, mostly teamwork”.


12

c) Kelebihan dan Kekurangan Model Project Based Learning

1) Kelebihan Model Project Based Learning

Menurut Daryanto (2014:25) Kelebihan dari pembelajaran berbasis proyek

( Project Based Learning) antara lain:

a) Meningkatkan motivasi, dimana siswa tekun dan berusaha keras

dalam mencapai proyek dan merasa bahwa belajar dalam proyek lebih

menyenangkan dari pada komponen kurikulum lain.

b) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dari berbagai sumber

yang mendeskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat

siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem

kompleks.

c) Meningkatkan kolaborasi, pentingnya kerja kelompok dalam proyek

memerlukan peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikan

keterampilan komunikasi.

d) Meningkatkan keterampilan mengelola sumber, bila

diimpelementasikan secara baik maka peserta didik akan belajar dan

praktik dalam mengorganisasi proyek, membuat alokasi waktu dan

sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.

e) Meningkatkan ketrampilan peserta didik dalam mengelola sumber

belajar.

f) Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikan

keterampilan komunikasi.

g) Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik

kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.


13

h) Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta

didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.

Menurut Komang Priatna, dkk (2017:72) beberapa keuntungan dari

pembelajaran berbasis proyek antara lain sebagai berikut:

a) Increased motivation,

b) Increased problem-solving ability,

c) Improved library research skills,

d) Increased collaboration,

e) Increased resource-managemen skills.

2) Kelemahan Model Project Based Learning

Menurut Sani (2014:178), sebagai model pembelajaran tentu saja model

pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) juga memiliki

kelemahan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) adalah:

a) Membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan

menghasilkan produk.

b) Membutuhkan biaya yang cukup.

c) Membutuhkan guru yang terampil dan mau belajar.

d) Membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai.

e) Tidak sesuai untuk peserta didik yang mudah menyerah dan tidak

memiliki pengetahuan serta ketrampilan yang dibutuhkan.

f) Kesulitan melibatkan semua peserta didik dalam kerja kelompok.

d) Langkah-langkah pembelajaran dalam model project based learning

Langkah-langkah pembelajaran dalam Project Based Learning sebagaimana

yang dikembangkan oleh The George Lucas Educational Foundation terdiri dari:
14

1) Dimulai dengan pertanyaan yang esensial

Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan

suatu investigasi mendalam. Pertanyaan esensial diajukan untuk memancing

pengetahuan, tanggapan, kritik dan ide peserta didik mengenai tema proyek yang

akan diangkat.

2) Perencanaan aturan pengerjaan proyek

Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat

mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan

berbagai subjek mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses

untuk membantu penyelesaian proyek.

3) Membuat jadwal aktifitas

Pendidik dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas

dalam menyelesaikan proyek. Jadwal ini disusun untuk mengetahui berapa lama

waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaan proyek.

4) Me-monitoring perkembangan proyek peserta didik.

Pendidik bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas

peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara

memfasilitasi peserta didik pada setiap proses.

5) Penilaian hasil kerja peserta didik

Penilaian dilakukan untuk membantu pendidik dalam mengukur ketercapaian

standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik,

memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta

didik, membantu pendidik dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

6) Evaluasi pengalaman belajar peserta didik


15

Pada akhir proses pembelajarannya, pendidik dan peserta didik melakukan

refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudh dijalankan. Proses refleksi

dilakukan baik secara individu amupun kelompok. Pada tahap ini peserta didik

diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama

menyelesaikan proyek.

Menurut Rina Dwi Rezeki, dkk (2015:71), pembelajaran project based

leaning memiliki langkah secara umum yaitu: planning (perencanaan), creating

(impelementasi), processing (pengolahan). Dalam penelitian ini peneliti

menggunakan langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek yang diungkapkan

The George Lucas Educational Foundation yang terdiri dari 6 langkah

pembelajaran yaitu dimulai dengan pertanyaan yang esensial, perencanaan aturan

pengerjaan proyek, membuat jadwal aktivitas, memonitoring perkembangan

proyek peseta didik, penilaian hasil kerja peserta didik, evaluasi pengalaman

belajar peserta didik.

e) Prinsip-Prinsip Model Project Based Learning

Prinsip PjBL adalah sebuah upaya kompleks yang memerlukan analisis

masalah yang harus direncanakan, dikelola dan diselesaikan pada batas waktu

yang telah ditentukan terlebih dahulu. Prosedur yang digunakan PjBL menurut

Enggar desnylasari, dkk (2016:135) adalah perencanaan, implementasi/

penciptaan, dan pemrosesan.

Menurut Made, (2013:145) Pembelajaran berbasis project based learning

mempunyai beberapa prinsip yaitu:

a) Prinsip Sentralisitis

Menegaskan bahwa kerja project based learning merupakan esensi dari


16

kurikulum. Model ini merupakan pusat strategi pembelajaran, dimana peserta

didik mengalami dan belajar konsep-konsep inti suatu disiplin ilmu melalui

proyek.

b) Prinsip pendorong

Kerja proyek berfokus pada “pertanyaan atau permasalahan” yang dapat

mendorong peserta didik untuk berjuang memperoleh konsep atau prinsip utama

suatu bidang [Link] kerja proyek ini dapat sebagai ekternal motivation yang

mampu mengunggah peserta didik untuk menumbuhkan kemandiriannya dalam

mengerjakan tugas-tugas pembelajaran.

c) Prinsip invetigasi konstruktif

Merupakan yang mengarah kepada pencapaian tujuan, yang mengandung

kegiatan inkuiri, pembangunan konsep, dan resolusi. Dalam invetigasi memuat

proses perancangan, pembuatan keputusan, penemuan masalah, pemecahan

masalah, discovery dan pembentukan model.

d) Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi dapat diartikan sebagai kemandirian peserta didik dalam

melaksanakan proses pembelajaran, yaitu bebas menentukan pilihan sendiri,

bekerja dengan minimal supervise dan bertanggung jawab. Oleh karena itu lembar

kerja peserta didik, petunjuk kerja pratikum dan sejenisnya bukan merupakan

aplikasi dari prinsip pembelajaran berbasis proyek. Dalam hal ini guru hanya

sebagai fasilitator untuk mendorong tumbuhnya kemandirian peserta didik.

e) Prinsip realistis

Proyek merupakan sesuatu yang nyata, bukan seperti [Link]

berbasis proyek harus dapat memberikan perasaan realistis kepada peserta didik,
17

termasuk dalam memilih topik, tugas, peran konteks kerja, kolaborasi kerja,

produk, pelanggan, maupun standar produknya.

2.1.3 Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui

kegiatan belajar. Menurut Djamarah (2008:12), Hasil belajar merupakan

perubahan tingkah laku setelah peserta didik melakukan serangkaian kegiatan

belajar yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan yang

dimaksud adalah perubahan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Hasil belajar menurut taksonomi Bloom dibagi menjadi 3 ranah yaitu:

1) Ranah Kognitif

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak).

Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berpikir, mulai

dari jenjang yang terendah sampai jenjang yang paling tinggi. Keenam

jenjang dimaksud adalah:

1) Pengetahuan/hafalan/ ingatan (Knowledge)

2) Pemahaman (Comprehension)

3) Penerapan (Applicatin)

4) Analisis (Analysis)

5) Sintesis (Synthesis), dan

6) Peniaian (Evaluation).

Berkenaan dengan ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis,

dan evaluasi. Belajar kognitif ini melibatkan proses pengenalan dan

atau penemuan yang mencakup berfikir, menalar, menilai dan


18

memberikan imajinasi yang selanjutnya akan membentuk perilaku

baru.

b. Ranah Afektif

Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai.

Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan

perubahannya bila seseorang telah memiliki penguasaan kognitif

tingkat tinggi. Ranah afektif ini oleh Krathwohl dan kawan-kawan

ditaksonomi menjadi lebih rinci lagi kedalam lima jenjang, yaitu:

1) Receving atau attending (menerima atau memperhatikan).

2) Responding (menanggapi)

3) Valuing (menilai atau menghargai)

4) Organization (mengatur atau mengorganisasikan)

5) Characterization by a value or value complex (karakterisasi

dengan suatu nilai atau komplek nilai).

Berkenaan dengan respon peserta didik yang melibatkan

ekspresi, perasaan atau pendapat pribadi peserta didik terhadap hal-

hal yang relatif sederhana. Belajar afektif ini seseorang menentukan

bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman

[Link] afektif mencakup nilai, emosi dorongan minat dan

sikap.

c. Ranah Psikomotor

1) Ranah psikomotorik adalah ranah yang berkaitan dengan

keterampilan (skill). Hasil belajar ranah psikomotor

dikemukakan oleh Simpson yang menyatakan bahwa hasil


19

belajar psikomotor ini tampak dalam keterampilan(skill) dan

kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotor

merupakan kelanjutandari hasil belajar kognitif dan hasil

belajar afektif. Berkenaan dengan kerja otot sehingga

menyebabkan gerakan tubuh. Proses belajar psikomotor

seorang dapat menentukan bagaimana ia mampu

mengendalikan aktivitas ragawinya.

Menurut A.J. Romiszowski hasil belajar merupakan keluaran (outputs)

dari suatu sistem pemrosesan masukan (inputs). Masukan dari sistem tersebut

merupakan bermacam-macam informasi sedangkan keluarannya adalah perbuatan

atau kinerja (performance).

Menurut Romiszowski, perbuatan merupakan petunjuk bahwa proses

belajar telah terjadi dan hasil belajar dapat dikelompokan ke dalam dua macam

yaitu:

1) Pengetahuan

Pengetahuan ini terdiri dari empat kategori yaitu pengetahuan tentang

fakta, pengetahuan tentang prosedur, pengetahuan tentang konsep,

dan pengetahuan tentang prinsip.

2) Keterampilan

Keterampilan ini terdiri dari empat kategori yaitu keterampilan untuk

berfikir kognitif, keterampilan untuk bertindak atau motorik,

keterampilan bereaksi atau bersikap, dan keterampilan berinteraksi.

Menurut John M. Keller hasil belajar sebagai keluaran dari suatu

pemrosesan berbagai masukan yang berupa informasi. Hasil bejar merupakan


20

suatu bentuk formula B= f (P,E) yaitu hasil belajr (behavior) merupakan fungsi

dari masuka pribadi (personal inputs) dan kelompok masukan yang berasal dari

lingkungan (environ mental inputs).

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Menurut Syah (2008:132), Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar

banyak jenisnya tapi secara umum digolongkan menjadi tiga macam yaitu faktor

internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar.

a. Faktor internal peserta didik meliputi 2 aspek yaitu: aspek fisiologis

yang bersifat jasmani (tingkat kesehatan indera) dan aspek

psikologis yang bersifat rohani (tingkat inteligensi, sikap, minat,

bakat, dan motivasi).

b. Faktor eksternal peserta didik terdiri atas dua macam: faktor

lingkungan sosial (guru, staf administrasi dan teman-teman

sekelasnya) dan faktor lingkungan nonsosial (gedung sekolah,

rumah tempat tinggal, alat-alat belajar, cuaca dan waktu belajar).

c. Faktor pendekatan belajar (strategi atau model pembelajaran yang

digunakan).

2.2 Penelitian Yang Relevan

Penelitian relevan yang pernah dilakukan oleh Rina Putri Utami, Riezky

Maya Probosari dan Umi Fatmawati tentang pengaruh model PjBL berbantu

instagram terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X SMAN 8

Surakarta pada materi pencemaran lingkungan. Pada penelitian ini terdapat

perbedaan hasil setelah diberi perlakuan menggunakan model PjBL. Pada kelas

kontrol rata-rata nilai keterampilan berpikir kreatif siswa 77,12 lebih rendah
21

dengan rata-rata nilai keterampilan berpikir kreatif pada kelas eksperimen yaitu

82,72.

Selanjutnya penelitian yang di lakukan oleh Pardjono dan Wardaya tentang

Peningkatan Kemampuan Analisis, Sintesis, dan Evaluasi Melalui Pembelajaran

Problem Solving. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran berbasis

pemecahan masalah dapat meningkatkan kemampuan kognitif tingkat tinggi siswa

berupa kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi dan juga dapat meningkatkan

keaktifan siswa. Kemampuan analisis siswa meningkat akibat dari penggunaan

pembelajaran berbasis pemecahan masalah. Jumlah siswa yang mengalami

peningkatan kemampuan ini 12 orang atau 33,3%.

Berdasarkan hasil penelitian Dewi Insyasiska, Siti Zubaidah dan Herawati

Susilo, tentang Pengaruh Project Based Learning terhadap Motivasi Belajar,

Kreativitas, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Kemampuan Kognitif Siswa Kelas

X Mata Pelajaran Biologi di SMAN 1 Batu, disimpulkan bahwa Project Based

Learning dapat meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis dan

kognitif serta melatih kreativitas siswa. Dengan pembelajaran berbasis proyek

siswa menjadi mandiri dalam belajar, memotivasi dan melatih siswa untuk

bekerjasama dalam tim, serta memunculkan ide-ide kreatif, yang pada akhirnya

dari proyek ini siswa menghasilkan produk yang dapat menunjukkan pemikiran

mereka secara kritis. Dengan demikian maka pembelajaran secara kontekstual

melalui pembelajaran proyek dapat membantu pemahaman siswa.


22

2.3 Kerangka Berpikir

Bagan Kerangka Berpikir

Model Pembelajaran Pembelajaran instalasi


PJBL penerangan listrik

Hasil Belajar

Kognitif Psikomotor

Apakah ada pengaruh ?


Dan Tidak
Sejauhmanakah
pengaruh?

Ya

Kesimpulan
23

Berdasarkan latar belakang masalah serta mengacu pada kajian teoritis

yang telah peneliti kemukan diatas, maka dapat disusun kerangka berpikir dalam

penelitian ini, instalasi penerangan listrik dalam pembelajaran pendidikan tidak

cukup hanya memperhatikan aspek proses atau materi yang dikuasai peserta didik,

dalam aspek proses diharapkan dapat memunculkan keterlibatan peserta didik

selama proses pembelajaran berlangsung. Mempelajari instalasi penerangan listrik

akan lebih bermakna manakala pengetahuan dicari dan ditemukan sendiri oleh

peserta didik, sehingga belajar lebih dari sekedar proses menghafal dan memupuk

ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan yang diperolehnya bermakna

untuk peserta didik.

Pengetahuan itu dapat diperoleh ketika peserta didik melakukan tindakan,

maka peserta didik akan memperoleh pengalaman fisik. Dengan demikian proses

pembelajaran akan berpusat pada aktivitas peserta didik. Salah satu cara untuk

meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik adalah dengan cara

menggunakan model pembelajaran yang dapat mengarahkan kepada keaktifan

serta kreativitas belajar peserta didik atau yang lebih banyak melibatkan aktivitas

peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang

dapat mengaktifkan peserta didik adalah model pembelajaran PjBL. Dalam model

pembelajaran PjBL peserta didik dilatih untuk menemukan konsep- konsep

belajar.

Model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik

selama proses pembelajaran. Peserta didik dapat menemukan pengetahuan dan

keterampilannya sendiri melalui proses bertanya, kerja kelompok, pembuatan

produk, belajar dari model yang sebenarnya, bisa merefleksikan apa yang
24

diperolehnya sehingga peningkatan hasil belajar yang didapat bukan hanya

sekedar hasil menghafal materi belaka, tetapi lebih pada kegiatan nyata

(pemecahan kasus- kasus) yang dikerjakan peserta didik pada saat melakukan

proses pembelajaran.

2.4 Hipotesis Penelitian

Menurut Arikunto (2013:110) hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat

sementara terhadap permasalahan, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.

Secara teknik hipotesis adalah pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan

diuji kebenerannya melalui data yang diperoleh dari sampel penelitian. Oleh

sebab itu, penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:

1) Hipotesis penelitian untuk pengaruh model pembelajaran Project Based

Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi

penerangan listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang.

H0 = Tidak terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based

Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi

penerangan listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang.

H1 = Terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning

terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan

listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang.

2) Hipotesis penelitian untuk sejauh manakah pengaruh model pembelajaran

Project Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran

instalasi penerangan listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang.


25

H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Project

Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi

penerangan listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang.

H1 = Terdapat pengaruh yang signifikann model pembelajaran Project

Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi

penerangan listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan:

1) Untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap hasil

belajar siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik kelas XI

TITL SMK Negeri 2 Kupang.

2) Untuk mengetahui sejauhmana pengaruh model Project Based Learning

terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan

listrik kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang.

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian

1. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, tepatnya dari tanggal 9

November 2020 sampai 9 Desember 2020.

2. Tempat Penelitian

a) Tempat Uji Instrumen Penelitian : SMK Negeri 5 Kupang

b) Tempat Pelaksanaan Penelitian : SMK Negeri 2 Kupang, Jl. Jend A.

Yani No.48 Kupang Nusa Tenggara Timur, Kelurahan Fatubesi,

Kecamatan Kota Lama.

3.3 Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2015:3), variabel penelitian adalah suatu atribut atau

sifat atau nilai dari orang, obyek, organisasi atau kegiatan yang mempunyai

26
27

variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah

dua, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.

1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Menurut Sugiyono (2015:4), variabel bebas adalah variabel yang

mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel

terikat. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Project

Based Learning (X).

2. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Menurut Sugiyono (2015:4), variabel terikat adalah variable yang

dipegaruhi data, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian

ini adalah hasil belajar siswa (Y).

3.4 Jenis dan Rancangan Penelitian

1. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian

eksperimen. Menurut Sugiyono (2019:127), metode eksperimen adalah metode

penelitian kuntitatif yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel

independen (treatment/perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil) dalam

kondisi yang terkendalikan.

2. Rancangan dan Jenis Penelitian

Desain rancangan penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental

Design dan jenis penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttes,

dimana siswa diberi pretest untuk mengetahui kemampuan awal sebelum


28

perlakuan dan posttest untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah diberi

perlakuan. Penelitian ini hanya memakai satu kelompok sebagai sampel

penelitian.. Perhatikan table 3.1 berikut:

Tabel 3.1 One Group Pretest-Posttest Design

Kelas Pretest Perlakuan Posttest

Eksprimen O1 X O2

Keterangan:

O1 : Pretest

O2 : Posttest

X : Perlakuan berupa model PJBL

3.5 Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI kompetensi

keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik 1 SMK Negeri 2 Kupang. Jumlah subjek

dalam penelitian ini sebanyak 36 siswa.

3.6 Teknik Pengambilan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

dengan menggunakan teknik tes.

1) Pengambilan data Tes

a. Tahap persiapan

Tahap ini merupakan tahap awal yang direncanakan untuk menunjang

kelancaran dalam pengambilan data. Adapun langkah-langkah yang dilakukan


29

pada tahap ini, antara lain : menyusun Silabus, Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP), Lembar kegiatan Peserta didik, instrumen penelitian (kisi-

kisi soal untuk pre-test dan post-test).

b. Tahap pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan atau tahap kedua hal-hal yang dilakukan

antara lain sebagai berikut:

a) Melakukan tes awal (pre-test) di awal pembelajaran pada sampel

yang ada sampel. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar

peserta didik sebelum mendapatkan perlakuan.

b) Pemberian perlakuan dengan menggunakan model PJBL diterapkan

pada kelas sampel (kelas XI TITL 1).

c) Melakukan tes hasil belajar (post-test) terhadap sampel (kelas XI

TITL 1) dengan soal tes yang sama. Hal ini bertujuan untuk

mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik setelah

mendapatkan perlakuan/treatment.

2) Pengumpulan Data

Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan peneliti adalah data yang

sudah diperoleh dari nilai tes sebelum dan sesudah penyampaian materi.

1.7 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat atau fasilitas yang digunakan untuk

mengambil data. Penelitian ini menggunakan alat pengumpul data tes. Tes yang

diberikan adalah Pre-test dan Post-test digunakan untuk mengetahui hasil belajar

peserta didik ranah kognitif dan psikomotor. Soal-soal tes mengacu pada
30

taksonomi atau pengolahan enam ranah kognitif oleh Bloom, yaitu : C1:

Pengetahuan, C2: Pemahaman, C3: Penerapan, C4: Analisa C5 tentang

mengevaluasi dan C6 tentang mencipta.

Pre-test dan post-test yang digunakan mengacu pada ranah kognitif berupa

soal essay test dengan jumlah 5 soal, pre-test dan post-test yang digunakan

mengacu pada ranah psikmotor berupa unjuk kerja. Setiap soal essay yang mampu

dijawab dengan benar dan tepat mendapat skor 10, 15 dan 25 sesuai bobot soal

masing-masing dan jika tidak menjawab sama sekali skor 0. Untuk mendapatkan

skor akhir maka cara yang dilakukan yaitu soal yang mampu dijawab dengan

benar dijumlahkan kemudian dibagi dengan skor total dan dikali dengan 100.

Sehingga jika seluruh soal pre-test dan post-test mampu dijawab dengan benar,

maka skor maksimum yang diperoleh peserta didik adalah 100.

1.8 Uji Instrumen Penelitian

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil pre-test dan post test

peserta didik dikumpulkan dan dianalisis dengan analisis butir soal. Instrument

penelitian ini digunakan maka terlebih dahulu di ujicobakan untuk mengetahui

validitas (rxy), realibilitas (r11), taraf kesukaran (P) dan daya beda yang berupa soal

essay, kemudian untuk mengetahui itu semua digunakan anates 4.0. Analisis uji

instrument meliputi:

1) Uji Validitas Soal

Tes dikatakan valid jika tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.

Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau

kesahihan sesuatu instrument menurut Suharsimi Arikunto (2013:211).


31

Pengukuran pada analisis butir soal yaitu dengan cara skor-skor yang ada

kemudian dikolerasikan dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment

sebagai berikut:

𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌 )
𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 } − {𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 }

Tabel 3.2 Kriteria untuk validitas butir soal.

Nilai r Kategori

0,80-1,00 Sangat tinggi

0,60-0,79 Tinggi

0,40-0,59 Sedang

0,20-0,39 Rendah

0,00-0,19 Sangat rendah

Sumber : Suharsimi Arikunto (2013:319)

2) Uji Reliabilitas Soal

Realibilitas merujuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup

dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen

tersebut sudah baik (Arikunto Suharsimi, 2013:221). Untuk memperoleh indeks

reliabilitas soal masih harus menggunakan rumus Spearman-Brown (Arikunto

Suharsimi, 2013:223).

2𝑥𝑟11
22
𝑟11 =
(1 + 𝑟11 )
22
32

Keterangan :

𝑟11 = reliabilitas instrumen

𝑟11 = Korelasi skor setiap belahan tes


22

Dengan harga r11 yang diperoleh dari rumusan diatas menunjukkan bahwa

instrumen akan reliabel jika r11˃ rtabel sehingga instrumen tersebut dapat

digunakan, sebaliknya apabila r11 ˂ rtabel maka instrumen tidak dapat digunakan

sedangkan instrumen dapat digunakan apabila reliabel.

3) Taraf Kesukaran

Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu

sukar. Taraf kesukaran tes adalah kemampuan tes tersebut dalam menjaring

banyaknya subjek peserta tes yang dapat mengerjakan dengan benar. Taraf

kesukaran tes dinyatakan dalam indeks kesukaran. Indeks kesukaran adalah

bilangan yang menyatakan sukar atau mudahnya suatu tes. Taraf kesukaran

dinyatakan dengan P dan dicari dengan rumus:

B
P=
J

Keterangan :

P = indeks kesukaran soal

B = subjek yang menjawab betul

J = banyaknya subjek yang ikut mengerjakan tes

Menurut ketentuan yang sering diikuti, indeks kesukaran dapat

diklasifikasikan sebagai berikut:

Soal dengan P 0,00 sampai dengan 0,20 adalah soal sangat sukar

Soal dengan P 0,21 sampai dengan 0,40 adalah soal sukar

Soal dengan P 0,41 sampai dengan 0,60 adalah soal sedang


33

Soal dengan P 0,61 sampai dengan 0,80 adalah soal mudah

Soal dengan P 0,81 sampai dengan 1,00 adalah soal sangat mudah

(Arikunto,2013:226)

1.9 Uji Analisis Data

1) Uji Persyaratan Analisis Data

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi berada dalam

keadaan normal atau tidak. Pengujian ini ditujukan untuk mengetahui apakah data

menyebar secara normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan

mempergunakan rumus kolmogrov smirnov menggunakan SPSS 16.0 dengan

kriteria pengujian jika nilai signifikasnsi Asymp. Sig. (2-tailed) ˂0,05 maka Ha

diterima dan Ho ditolak.

b. Uji Homogenitas

Tujuan dilakukannya uji homogenitas pada dasarnya adalah untuk

mengetahui kesamaan varians dari data yang diperoleh. Melalui uji homogenitas

dapat diketahui apakah keduanya kelompok data mempunyai varians yang sama

atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka kelompok

tersebut dikatakan homogen. Adapun rumus yang digunakan dalam uji

homogenitas adalah sebagai berikut:

𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟
𝐹=
𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙

Sumber: Sugiyon (2015:140)

Maka Kriteria pengujian, penelitian ini jika Fhitung < Ftabel maka H0 ditolak.

Sebaliknya, jika Fhitung > Ftabel maka H0 diterima.


34

2) Uji Hipotesis

Menurut Sugiyono, (2012) Analisis data merupakan kegiatan setelah data

dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data

adalah suatu proses mengolah dan menginterpretasi data dengan tujuan untuk

mendudukkan berbagai informasi sesuai dengan fungsinya sehingga memiliki

makna dan arti yang jelas sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis data

mempunyai dua tujuan, yakni meringkas dan menggambarkan data dan membuat

inferensi data untuk populasi dari mana sampel ditarik.

1. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning

(x) terhadap hasil belajar siswa (y) dapat di cari dengan rumus analisis

regresi sebagai berikut:

a. Regresi Sederhana

𝑌 = 𝑎 + 𝑏𝑥

Keterangan :

Y = Variabel Terikat

a = Nilai Intercept (konstanta)

b = Koefisien Regresi

x = Variabel Bebas

Sumber: Sugiyono (2015:261)

2. Untuk mengetahui sejauhmana pengaruh model pembelajaran Project

Based Learning (x) terhadap hasil belajar siswa (y) dapat di cari dengan

rumus pengujian signifikansi korelasi (uji t) :

√𝑛 − 2
𝑡=𝑟
√1 − 𝑟 2
35

Keterangan :

t = Nilai t hitung

r = koefisien korelasi hasil r hitung

n = jumlah responden
36

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskriptif Data Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2

Kupang, Jalan Jenderal Ahmad Yani nomor 48 Kelurahan Fatubesi, Kecamatan

Kota Lama, Kota Kupang. SMK Negeri 2 Kupang merupakan salah satu SMK

Teknologi Rekayasa Negeri yang ada di kota Kupang, memiliki 12 kompetensi

keahlian yaitu: Teknik Geomatika, Teknik Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi

Kayu, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Audio

Video, Teknik Permesinan, Teknik Multi Media, dan Teknik Pengelasan, Teknik

Energi Terbarukan, Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan, dan Teknik Bisnis

Sepeda Motor. SMK Negeri 2 Kupang mendapat sertifikasi ISO 9000: 2008 dari

PT. TUV Rheinland Indonesia, tentang persyaratan dokumen (Manajemen Mutu)

pada tanggal 24 April 2010. SMK Negeri 2 Kupang menerima siswa yang telah

lulus seleksi masuk yaitu berdasarkan Nilai Ebtanas Murni (NEM), tes

komprehensif, dan tes minat bakat. Seleksi dilakukan oleh sebuah tim atau panitia

yang dibentuk dewan guru dan pegawai berdasarkan Surat Keputusan Kepala

Sekolah.

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI kompetensi Keahlian Teknik

Instalasi Tenaga Listrik yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap

dalam menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Kurikulum yang

digunakan adalah kurikulum 2013 yang terdiri dari kelompok Normatif, Adaptif,
37

dan Dasar kejuruan dan kompetensi kejuruan. Keahlian Teknik Instalasi Tenaga

Listrik (TITL) mempunyai empat guru tetap, dua guru honor dengan memiliki

gelar pendidikan sarjana dan satu teknisi dengan pendidikan terakhir SMK.

Selama kurang lebih 1 bulan penelitian, penulis melakukan pengamatan

terhadap proses pembelajaran. sebelum melakukan penelitian diperlukan

persiapan terlebih dahulu yaitu melaksanankan koordinasi dengan SMK Negeri 2

Kupang dan mencatat nama siswa kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik

(TITL) 1 SMK Negeri 2 Kupang yang merupakan subjek penelitian dengan

jumlah 36 siswa. Selain itu dipersiapkan juga perlengkapan mengajar seperti

Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas eksperimen,

lnstrumen penilaian dan jobsheet praktek yang akan dipakai siswa dalam kegiatan

praktek.

Penelitian ini dilakasanakan dalam 2 kali pertemuan pada mata pelajaran

Instalasi Penerangan Listrik.. Penulis melakukan penelitian pada peserta didik

kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik 1 guna melihat hasil beajar peserta didik

dari model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran berbasis

proyek (project based learning).

Penulis memulai penelitian dikelas dengan membagikan soal pretest atau

tes awal kepada peserta didik kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik 1 SMK

Negeri 2 Kupang yang berjumlah 36 peserta didik kemudian penulis memulai

pelajaran dengan menggunakan model PJBL setelah itu penulis mengakhirinya

dengan memberikan soal posttest atau tes akhir. Jumlah item yang diujikan yaitu 5

butir pertanyaan berupa uraian. Untuk mengetahui hasil belajar yang diberikan

kepada peserta didik, maka penulis menganalisis dengan bantuan program SPSS
38

18,0. Penelitian ini mengumpulkan data melalui test awal, tes akhir dan tes uji

kinerja. Butir-butir pertanyaan dalam soal test yang telah dijawab oleh peserta

didik dan keterampilan peserta didik saat praktek dijadikan sebagai alat ukur

untuk menentukan pengaruh model pembelajaran PJBL (X) terhadap hasil belajar

siswa (Y).

Berdasarkan grafik dibawah terlihat bahwa kondisi subjek penelitian

dalam hal ini peserta didik kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2 Kupang memiliki hasil

belajar yang cukup rendah dikarenakan model pembelajaran yang digunakan

cenderung hanya menggunakan model tertentu dan kurang tepat sehingga peserta

didik kurang aktif dan berakibat pada hasil belajarnya. Grafik pada tabel 4.1

diperoleh dari data hasil belajar instalasi penerangan listrik sebelum diberi

perlakuan model pembelajaran berbasis projek pada peserta didik kelas XI TITL 1

SMK Negeri 2 Kupang.

Tabel 4.1 Grafik Keadaan Sampel Penelitian

100
80
Nilai Peserta
60 Didik
40 Pengetahuan

20 Nilai Peserta Didik


Keterampilan
0
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel

Sumber: Rekapitulasi penilaian nilai observasi awal hasil belajar instalasi

penerangan listrik peserta didik

Berdasarkan grafik pada tabel 4.1, terlihat bahwa hasil belajar peserta

didik sangat bervariasi, terdapat beberapa peserta didik yang memiliki nilai diatas
39

kriteria ketuntasan minimal namun ada beberapa peserta didik juga yang memiliki

nilai dibawah standar kriteria ketuntasan minimal. Keadaan seperti inilah yang

dijadikan sebagai sampel untuk diberikan model pembelajaran berbasis projek

karena melihat pada hasil belajar peserta didik yang rendah sehingga akan dilihat

pengaruh hasil belajar peserta didik setelah diberikan model pembelajaran yang

berbeda dari sebelumnya.

2. Pengujian Instrumen Penelitian

Instrumen soal tes diujicobakan pada siswa diluar sampel yaitu kelas XI

TITL SMK Negeri 5 Kupang yang berjumlah 33 orang. Uji coba instrumen

dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui baik tidaknya instrument penelitian

tersebut. Instrumen dicobakan pada kelas lain yang bukan merupakan sampel

penelitian. Jumlah item instrumen yang diujikan berjumlah 5 nomor (lampiran 3)

yang berbentuk soal uraian. Setelah test diujikan, skor yang diperoleh dianaliisis

untuk mengetahui validitas soal dan realibilitas butir soal dengan menggunakan

SPSS 18,0 serta tingkat kesukaran soal dengan menggunakan Ms. Excel 2010.

Pengujian instrumen ini yang akan dijadikan tes awal dan tes akhir siswa pada

kelas XI TITL I SMK Negeri 2 kupang. Hasil pengujiian tes uraian tersebut dapat

dijelaskan sebagai berikut:

a. Validitas Butir Soal

Tes dikatakan valid jika tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.

Validitas adalah ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau

kesahihan sesuatu instrument menurut Arikunto Suharsimi (2013:211).

Perhitungan validitas soal bertujuan untuk menentukan valid tidaknya suatu soal

uji coba.
40

Harga kritik r product moment, untuk α=0,05 dengan N= 33 diperoleh

rtabel= 0,344 , setiap butir soal dikatakan valid apabila Rxyhitung > Rxytabel.

Berdasarkan hasil analisis setiap butir soal diperoleh rxyhitung > rtabel sehingga dapat

disimpulkan semua soal valid, karena nilai rhitung setiap soal yang diperoleh

lebih besar dari 0,60 maka setiap soal mempunyai tingkat kevalidan soal yang

kuat.

Hasil perhitungan validitas butir soal disajikan pada tabel 4.2 sebagai

berikut:

Tabel 4.2 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas

Nomor Soal Rhitung Keterangan

1 0.659** Valid

2 0.626** Valid

3 0.610** Valid

4 0.855** Valid

5 0.717** Valid

Sumber: Rekapitulasi Hasil Uji Validitas mengunakan Ms. Excel 2010

Berdasarkan tabel 4.2 butir soal uraian diketahui presentasi butir soal yang

valid adalah 100%. Dari presentase diatas maka soal yang valid berjumlah 5

nomor. Untuk butir soal yang valid akan dapat digunakan dalam pretest dan

posttest belajar siswa yang akan dilaksanakan pada kelas XI TITL 1 SMK Negeri

2 Kupang. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4.

b. Reliabilitas Butir Soal

Perhitungan realibilitas soal perlu dilakukan untuk menentukan tingkat

realibilitas soal uji coba. Butir soal yang baik tidak hanya valid tetapi juga harus
41

reliabel. Reliabel berhubungan dengan keajegan artinya brapun diujikan soal

tersebut mempunyai nilai yang hampir sama. Reliabel juga berhubungan dengan

Rxy Product moment. Setelah melakukan uji validitas harga r11 yang diperoleh

dikonsultasikan dengan harga Rxy Product moment dengan taraf signifikansi 5%

soal dikatakan reliabilitas jika harga r11 > rtabel.

Tabel 4.3 Realibilitas Soal

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,721 5
Sumber :SPSS 18,0, 2020

Berdasarkan hasil perhitungan uji realibilitas menggunakan SPSS 18,0, koefisien

reliabilitas butir soal diperoleh nilai N=33 siswa dan tabel r11= 0,721. Reliabilitas

butir soal juga dihitung melalui SPSS 16,0 mendapatkan hasil realibilitas tes

uraian rtabel= 0,344, karena r11 > rtabel (0,721>0,344), artinya koefisien reliabilitas

butir soal uji coba memiliki kriteria pengujian yang tinggi (reliabilitas).

c. Taraf Kesukaran Butir Soal (P)

Taraf kesukaran butir soal tahap ini yang telah diujicobakan akan

dikategorikan menurut tingkatannya yaitu mudah,sedang, dan sukar. Tujuan

dilakukannya pengujian taraf kesukaran soal untuk tingkatan soal yang diberikan.

Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Soal dengan P 0,00 sampai dengan 0,20 adalah soal sangat sukar

Soal dengan P 0,21 sampai dengan 0,40 adalah soal sukar

Soal dengan P 0,41 sampai dengan 0,60 adalah soal sedang

Soal dengan P 0,61 sampai dengan 0,80 adalah soal mudah

Soal dengan P 0,81 sampai dengan 1,00 adalah soal sangat mudah
42

Berdasarkan hasil perhitungan, koefisien tingkat kesukaran butiran soal

mengunakan [Link] 2010 yang disajikan pada tabeL 4.4

Tabel 4.4 Taraf Kesukaran Butir Soal Uraian

Taraf
Bentuk
Kesukaran Butir Kategori No. Soal Jumlah Presentase
soal
Soal (P)

Sangat
0 – 0,20
Sukar

0,21 – 0,40 Sukar 3, 4 dan 5 3 60%

Uraian 0,41 - 0,60 Sedang 1 dan 2 2 40%

0,61 - 0,80 Mudah -

sangat
0,81 - 1,00 -
mudah

Jumlah 5 100%

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa taraf kesukaran butir soal

uraian mempunyai nilai kesukaran soal dalam kategori sukar 5 butir soal (100%).

B. Pengujian Persyaratan Analisis Data

Pengujian persyaratan analisis perlu dilakukan sebelum data dianalisis

lebih lanjut. Pengujian persyaratan analisis yang dilakukan yaitu uji normalitas

dan uji homogenitas. Pengujian normalitas digunakan untuk menguji data dalam

bentuk data kelompok atau tabel berdistribusi frekuensi dan homogenitas

bertujuan untuk mengetahui apakah kelas penelitian dari keadaan yang sepadaan.

Data yang digunakan adalah nilai hasil belajar siswa mata pelajaran Instalasi

Penerangan Listrik.
43

1. Uji Normalitas Data

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi data

berdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini

menggunakan uji kolmogrov-smirnov dengan bantuan SPSS 18.0. Jika nilai

signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data berdistribusi normal. Sebaliknya

jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Uji

ini dilakukan pada data tes hasil belajar siswa.

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Data

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Pretest Hasil_Belajar
N 36 36
Normal Parametersa,b Mean 70,42 87,236
Std. Deviation 6,695 5,8058
Most Extreme Differences Absolute ,198 ,100
Positive ,136 ,100
Negative -,198 -,100
Kolmogorov-Smirnov Z 1,186 ,600
Asymp. Sig. (2-tailed) ,120 ,864
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: hasil analisis Kolmogrov Smirnov dengan SPSS 18.0, penulis 2020

Tabel 4.5 diatas membuktikan dengan nilai signifikan hasil uji kolmogrov

smirnov. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas menunjukkan nilai

signifikansi (Sig) untuk data pretest pada uji Kolmogrov Smirnov sebesar 0,120≥

0,05, dan data hasil belajar siswa pada uji Kolmogrov Smirnov sebesar 0,864 ≥

0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ketiga kelompok data penelitian tersebut

berdistribusi normal.
44

2. Uji Homogenitas Data

Uji Homogenitas dengan uji F (Fisher) dapat dilakukan apabila data yang

akan diuji hanya 2 (dua) kelomok data/sampel. Uji F dilakukan dengan cara

membandingkan varian data terbesar dibagi varians data terkecil menurut Supardi

(2013:142). Penelitian ini digunakan taraf signifikan 5 % yang bererti jika Fhitung

<Ftabel pada taraf signifikan 5% maka kedua kelompok tidak memiliki varian yang

homogen. Sebaliknya jika Fhitung >Ftabel pada taraf signifikan 5% maka kedua

kelompok memiliki varian yang homogen. Melalui uji homogenitas dapat

diketahui apakah kedua kelompok data mempunyai varians yang sama atau tidak.

Data yang dipakai dalam pengujian homogenitas yaitu nilai dari tes hasil belajar

dan nilai praktek siswa. Untuk lebih meyakinkan lagi bahwa data benar-benar

memiliki varian yang sama (homogen), dilakukan uji Fisher dengan bantuan

program SPSS 18.0 menghasilkan output sebagai berikut:

Tabel 4.6 Hasil Uji Homogenitas Data

Test of Homogeneity of Variance


Levene
Statistic df1 df2 Sig.
Hasil Belajar Based on Mean ,694 1 70 ,408
Based on Median ,691 1 70 ,409
Based on Median and with ,691 1 69,410 ,409
adjusted df
Based on trimmed mean ,821 1 70 ,368
Sumber : Hasil Analiss dengan SPSS 18.0, Penulis 2020

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.6 diatas diperoleh nilai

signifikansi (sig) sebesar 0,408 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua

varian tersebut adalah homogen. Mengacu pada teori dan hasil/ pengujian

normalitas dan homogenitas dengan menggunakan SPSS versi 18.0 yang


45

menunjukan bahwa data normal dan homogen, maka persyaratan pengujian

hipotesis untuk perumusan masalah pertama menggunakan regresi sederhana dan

untuk perumusan masalah kedua menggunakan uji t korelasi (correlation t-test)

kriterianya terpenuhi.

C. Pengujian Hipotesis

1. Pengaruh penggunaan Model PJBL (X) Terhadap Hasil Belajar (Y)

Uji hipotesis berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi tersebut

signifikan atau tidak. Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh penggunaan model

project based learning (X) terhadap hasil belajar (Y) digunakan analisis regresi

sederhana. Adapun yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam analisis

regresi dengan melihat nilai signifikansi (Sig.). Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih

kecil < dari probabilitas 0,005 mengandung arti bahwa ada pengaruh penggunaan

model project based learning terhadap kemampuan analisis, dan jika nilai

signifikansi (Sig.) lebih besar > dari probabilitas 0,005 mengandung arti bahwa

tidak ada pengaruh penggunaan model project based learning (X) terhadap hasil

belajar (Y). Tabel 4.7 dibawah ini merupakan hasil output SPSS 18,0. Hasil

output uji regresi pengaruh penggunaan model project based learning terhadap

hasil belajar siswa terdapat pada lampiran.

Tabel 4.7 Pengaruh penggunaan model project based learning

terhadap hasil belajar (Uji Regresi)

Coefficientsa
Pretest Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 47,333 7,962 5,945 ,000
Pretest ,567 ,113 ,653 5,034 ,000
a. Dependent Variable: Hasil_Belajar
Sumber : hasil analiss dengan SPSS 16.0, Penulis 2020
46

Dengan demikian, terbentuk persamaan:

Y = a + bX

Y = 47,333 + 0,567X

Konstanta sebesar 47,333, artinya jika model project based learning (X)

nilainya adalah 0, maka hasil belajar (Y) nilainya positif yaitu 47,333. Koefisien

regresi variabel model project based learning (X) sebesar 0,567, artinya jika

model project based learning mengalami kenaikan 1% maka hasil belajar

mengalami peningkatan sebesar 0,567. Koefisien positif artinya terjadi hubungan

positif antara model project based learning dengan hasil belajar siswa, semakin

meningkat model project based learning maka semakin meningkat kemampuan

analsis.

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas diperoleh nilai

signifikansnyai sebesar 0,000 < 0,05, Sig. sebesar 0,000, karena nilai 0,000 < 0,05,

maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model project

based learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2

Kupang.

2. Sejauh manakah pengaruh penggunaan Model PJBL (X) Terhadap

Hasil Belajar Siswa (Y).

Untuk mengetahui sajauh manakah pengaruh penggunaan model project

based learning (X) terhadap hasil belajar (Y) digunakan uji t korelasi. Adapun

yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam uji t korelasi dengan melihat

nilai thitung, jika nilai thitung lebih besar (>) dari ttabel atau nilai thitung lebih kecil (<)

dari -ttabel mengandung arti bahwa penggunaan model project based learning
47

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, dan jika nilai

thitung lebih besar (<) dari ttabel atau nilai thitung lebih kecil (>) dari -ttabel

mengandung arti bahwa penggunaan model project based learning tidak

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Untuk melihat

seberapa besar pengaruh maka dilihat dari besarnya nilai R Square (koefisien

determinasi) Tabel 4.8 dibawah ini merupakan hasil output SPSS 18,0.

Tabel 4.8 Hasil Uji Correlation

Correlations
Pretest Hasil_Belajar
Pretest Pearson Correlation 1 ,653**
Sig. (2-tailed) ,000
N 36 36
**
Hasil_Belajar Pearson Correlation ,653 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 36 36
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber : hasil analiss dengan SPSS 18.0, 2020

 Koefisien Determinasi
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = 𝑟 2
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = (0,653)2
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = 0,427
 T Hitung

𝑛−2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑟√
1 − 𝑟2

𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5,034
Nilai korelasi antara variabel model project based learning terhadap hasil

belajar siswa sebesar 0,653. Nilai tersebut menunujukan bahwa model project

based learning dan hasil belajar mempunyai korelasi kuat dan arah hubungannya

adalah positif karena nilai korelasi (R) bernilai positf. Besarnya pengaruh variabel
48

model project based learning terhadap hasil belajar siswa didapat nilai koefisien

determinasi (R Square) sebesar 0,427. Nilai tersebut diinterpretsikan dengan

presentasi nilai antara model project based learning terhadap kemampuan analisis

siswa adalah 0,427 atau 42,7 % hasil belajar siswa kelas XI TITL 1 dipengaruhi

terhadap hasil belajar instalasi penerangan listrik 42,7% dan sisanya sebesar

57,3,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Selain model project based learning

terdapat faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran

instalasi penerangan listrik kelas XI TITL 1 di SMK Negeri 2 Kupang

Dari hasil perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji t

korelasi maka diperoleh thitung = 5,034 dan didapatkan nilai ttabel = 2,032

(Lampiran 15) dengan df = 34, karena nilai thitung > ttabel (5,034>2,032), maka

dapat disimpukan bahwa penggunaan model pembelajaran PJBL mempunyai

pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI TITL 1 SMK

Negeri 2 Kupang.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

a. Pengaruh Penggunaan Model Project Based Learning Terhadap Hasil

Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik

Kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2 Kupang.

Hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai konstanta sebesar 47,333

artinya jika model pembelajaran berbasis projek (X) nilainya adalah 0, maka hasil

belajar (Y) nilainya positif yaitu 47,333. Koefisien regresi variabel model project

based learning (X) sebesar 0,567, artinya jika model project based learning

mengalami kenaikan 1% maka hasil belajar mengalami peningkatan sebesar


49

0,567. Setelah dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji regresi

sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, sehingga nilai sig. 0,000 <

0,05, artinya ada pengaruh setelah menggunakan model pembelajaran berbasis

projek terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik

pada kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2 Kupang.

Model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan

pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik dan menetapkan guru

sebagai motivator dan fasilitator, dimana peserta didik diberi peluang bekerja

secara otonom mengkontruksi belajarnya (Trianto Ibnu, 2014:42). Model

pembelajaran ini melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Hal ini

dijelaskan lebih lanjut oleh Purworini Stevani (2006:17), Purworini menjelaskan

bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang

memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas

dengan melibatkan kerja proyek. Kerja proyek tersebut memuat tugas-tugas yang

kompleks berdasarkan kepada pertanyaan dan permasalahan yang sangat

menantang, dan menuntut siswa untuk merancang, memecahkan masalah,

membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, serta memberikan

kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara mandiri. Dengan kata lain, Project

Based Learning merupakan strategi belajar mengajar yang melibatkan siswa untuk

mengerjakan sebuah proyek yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan

yang terjadi di masyarakat atau lingkungan.

I Wayan Eka Mahendra (2007:109), Project based learning merupakan

model pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk

merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif, dan pada


50

akhirnya menghasilkan produk kerja yang dapat dipresentasikan kepada orang

lain. Model pembelajaran berbasis proyek ( project based learning ) merupakan

model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media

(Daryanto, 2014:42). Model pembelajaran berbasis proyek (project based

learning) merupakan pemberian tugas kepada semua peserta didik untuk

dikerjakan secara individual, peserta didik dituntut untuk mengamati, membaca

dan meneliti (Zainal Aqib, 2013:66).

Teori-teori diatas mendukung hasil penelitian ini, dimana model

pembelajaran berbasis projek (X) berpengaruh terhadap hasil belajar (Y). Hasil

penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis projek berpengaruh

terhadap hasil belajar peserta didik, hal ini terlihat pada persamaan yang diperoleh

serta nilai sig. yang di dapat yaitu 0,000 dimana nilai 0,000<0,05.

b. Sejauhmana Pengaruh Penggunaan Model Project Based Learning

Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi

Penerangan Listrik Kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2 Kupang.

Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar siswa pada kelas penelitian

diketahui bahwa hasil belajar berdistribusi normal. Pengujian homogenitas

sesudah pemberian perlakuan menunjukkan bahwa seluruh kelompok data

memiliki varian yang homogen. Nilai korelasi antara variabel model project based

learning terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,653. Nilai tersebut menunujukan

bahwa model project based learning dan hasil belajar mempunyai korelasi kuat

dan arah hubungannya adalah positif karena nilai korelasi (R) bernilai positf.

Besarnya pengaruh variabel model pembelajaran berbasis projek terhadap hasil


51

belajar siswa dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar

0,427. Nilai tersebut diinterpretasikan dengan presentasi nilai antara model

pembelajaran berbasis projek terhadap hasil belajar siswa adalah 0,427 atau 42,7

%, yang berarti 42,7% hasil belajar siswa kelas XI TITL 1 dipengaruhi oleh

variabel model pembelajaran berbasis projek dan sisanya sebesar 57,3,1%

dipengaruhi oleh variabel lain. Dari presentasi hubungan tersebut, setelah

dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t diperoleh nilai thitung=

5.034, dan nilai ttabel (lampiran 15 tabel t) (df=36-2 yaitu: dua sisi/0,025)

diperoleh 2,032 sehingga 5,034 > 2,032 artinya model pembelajaran berbasis

proyek mempunyai pengaruh yang signifikan.

Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang

menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan

pengetahuan baru berdasarkan pengalaman nyata. PjBL dilakukan secara

sistematik yang mengikutsertakan peserta didik dalam pembelajaran sikap,

pengetahuan, dan keterampilan melalui investigasi dalam perancangan produk.

PjBL merupakan model pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar

kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Pelaksanaan PjBL

memberi kesempatan kepada peserta didik berpikir kritis dan mampu

mengembangkan kreativitasnya melalui pengembangan inisiatif untuk

menghasilkan produk nyata berupa barang atau jasa. Pada PjBL, peserta didik

terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah yang ditugaskan oleh guru dalam

bentuk suatu proyek. Peserta didik aktif mengelola pembelajarannya dengan

bekerja secara nyata yang menghasilkan produk real. Jadi, hasil akhir dari proses

pembelajaran adalah produk yang bisa bermakna dan bermanfaat. Di samping itu,
52

PjBL dapat juga dilakukan secara mandiri melalui pembelajarannya melalui

pengetahuan serta keterampilan baru, dan mewujudkannya dalam produk nyata

(Muhammad Fathurrohman, 2015:120).

Majid dan Rochmat (2014:163) berpendapat bahwa PjBL memberikan

kesempatan kepada peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan

menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya. Dengan diberi

kesempatan untuk mempelajari materi dengan berbagai cara, terlibat dalam

pemecahan masalah, dan terlibat dalam kegiatan perancangan produk diharapkan

pengetahuan dan keterampilan peserta didik dapat lebih berkembang sehingga

peserta didik lebih memahami materi yang dipelajari.

Project Based Learning adalah model pembelajaran yang berfokus pada

konsep-konsep dan prinsip utama dari suatu disiplin, melibatkan siswa dalam

kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainnya, memberi peluang

siswa bekerja secara otonom mengkonstruk belajar mereka sendiri, dan

puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai, dan realistik. Berbeda

dengan model-model pembelajaran tradisional yang umumnya bercirikan praktik

kelas berdurasi pendek, terisolasi, dan aktivitas pembelajaran berpusat pada guru;

model PjBL menekankan kegiatan belajar yang relatif berdurasi panjang, holistic-

interdisipliner, berpusat pada siswa, dan terintegrasi dengan praktik dan isu-isu

dunia nyata (Ngalimun, 2012:185).

Pembelajaran berbasis proyek berfokus pada pembelajaran aktif dimana

siswa mengekspolrasi pertanyaan autentik atau tugas, mengembangkan rencana,

merenung mengevaluasi solusi, dan menghasilkan beberapa representasi dari ide-

ide. Blumenfed menempatkan pembelajaran Project Based Learning sebagai


53

pendekatan instruksional komprehensif yang dapat memotivasi anak-anak untuk

berpikir tentang apa yang mereka lakukan, tidak hanya fokus pada mendapatkan

hal itu (Shauna Smith, 2016:2).

Adapun kelebihan yang diperoleh dengan menerapkan model PjBL yakni,

model PjBL dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan mendorong

mereka untuk melakukan pekerjaan penting, meningkatkan kemampuan siswa

dalam menyelesaikan masalah, membuat siswa lebih aktif dalam menyelasaikan

permasalahan yang kompleks, meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja

sama, mendorong siswa mempraktikkan keterampilan berkomunikasi,

meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola sumber daya, memberikan

pengalaman kepada siswa dalam mengorganisasikan proyek, mengalokasikan

waktu, dan mengelola sumber daya seperti peralatan dan bahan untuk

menyelesaikan tugas, memberikan kesempatan belajar bagi siswa untuk

berkembang sesuai kondisi dunia nyata, selain itu model PjBL melibatkan siswa

untuk belajar mengumpulkan informasi dan menerapkan pengetahuan tersebut

untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata, serta membuat suasana belajar

menjadi menyenangkan. Sedangkan kelemahan dari penerapan model PBL antara

lain, membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan

menghasilkan produk, membutuhkan biaya yang cukup besar, membutuhkan guru

yang terampil, membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai, selain

itu model PjBL tidak sesuai dengan siswa yang mudah menyerah dan tidak

memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan, serta sulit melibatkan

semua siswa dalam kerja kelompok (Ridwan Sani, 2014:172-173).


54

Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang melatih

siswa untuk memecahkan masalah sehari-hari dan bekerja dalam tim atau

kelompok (Lindawati, 2013:43).

Teori-teori diatas mendukung hasil penelitian ini, dimana model

pembelajaran berbasis proyek mempunyai pengaruh yang signifkan. Hasil

penelitian menunjukan bahwa model pembelejaran berbasis projek berpengaruh

sebesar 42,7% terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil uji t korelasi

diperoleh nilai thitung = 5,034 dan nilai ttabel = 2,032 dengan df = 34, karena nilai

thitung > ttabel (5,034>2,032) maka terdapat pengaruh yang signifikan. Jadi, dapat

disimpukan bahwa penggunaan model pembelajaran PJBL mempunyai pengaruh

yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI TITL 1 SMK Negeri 2

Kupang.
55

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis proyek

terhadap hasil belajar siswa pada mata peajaran Instalasi Penerangan

Listrik kelas XI TITL di SMK Negeri 2 Kupang. Berdasarkan hasil

analisis regresi sederhana diperoleh persamaan Y = 47,333 + 0,567X dan

nampak bahwa nilai sig. < α (0,000 < 0,05). Jadi, ada pengaruh antara

model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa pada

mata peajaran Instalasi Penerangan Listrik kelas XI TITL di SMK Negeri

2 Kupang.

2. Terdapat pengaruh yang signifkan dalam penggunaan model pembelajaran

berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa pada mata peajaran Instalasi

Penerangan Listrik kelas XI TITL di SMK Negeri 2 Kupang. Berdasarkan

hasil analisis korelasi dan uji t korelasi nampak bahwa koefsien

determinasi (r2) memilki nilai sebesar 0,427 yang berarti bahwa model

pembelajaran PJBL berpengaruh sebesar 42,7% dan t hitung memiliki nilai

sebesar 5,034, sedangkan t tabel sebesar 2,032. Oleh karena t hitung> ttabel

(5,034> 2,032). Tidak hanya itu, terdapat peningkatan hasil belajar siswa

dalam penggunaan model pembelajaran berbasis proyek, hal ini dilihat

pada peningkatan nilai rata-rata sebelum perlakuan (70,416) dan nilai


56

akhir siswa (87,236). Berdasarkan data tersebut makadapat disimpulakan

ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran berbasis proyek

terhadap hasil belajar siswa pada mata peajaran Instalasi Penerangan

Listrik kelas XI TITL di SMK Negeri 2 Kupang.

B. Implikasi

Adapun Implikasi atau dampak yang diberikan dari hasil penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Model pembelajaran berbasis projek berpengaruh pada hasil

belajar siswa. Model pembelajaran berbasis projek menjadikan

peserta didik lebih memahami proses pembelajaran dikelas dan

untuk meningkatkan hasil belajar yang lebih optimal diperlukan

model pembelajaran berbasis projek yang maksimal dalam proses

pembelajaran dan sesuai dengan kebutuhan proses belajar.

2. Model pembelajaran berbasis projek mempunyai pengaruh yang

signifikan pada hasil belajar siswa. Model pembelajaran berbasis

projek menjadikan peserta didik lebih memahami proses

pembelajaran dikelas dan untuk meningkatkan hasil belajar yang

lebih optimal diperlukan model pembelajaran berbasis projek yang

maksimal dalam proses pembelajaran dan sesuai dengan kebutuhan

proses belajar.

3. Meningkatnya hasil belajar siswa setelah diterapkan model

pembelajaran berbasis proyek dapat dijadikan bahan pertimbangan

oleh guru untuk menggunakan model pembelajaran ini pada mata

pelajaran instalasi penerangan listrik ataupun mata pelajaran lain.


57

C. Saran

Adapun saran-saran yang diberikan sesuai dengan hasil penelitian yang

sudah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Model pembelajaran berbasis projek berpengaruh dalam meningkatkan

hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, guru harus bisa memahami dan

mengenali model pembelajaran yang ada sehingga mengoptimalkan model

pembelajaran berbasis projek semaksimal mungkin untuk meningkatkan

hasil siswa. Selain itu juga disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk

mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa pada mata

pelajaran instalasi penerangan listrik selain model pembelajaran berbasis

projek.

2. Model pembelajaran berbasis projek berpengaruh secara signifikan dalam

meningkatkan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, guru harus bisa

memahami dan mengenali model pembelajaran yang ada sehingga

mengoptimalkan model pembelajaran berbasis projek semaksimal

mungkin untuk meningkatkan hasil siswa. Selain itu juga disarankan

kepada peneliti selanjutnya untuk mengetahui faktor-faktor yang

memengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan

listrik selain model pembelajaran berbasis projek.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Penekatan Praktik. Jakarta:


Rineka Cipta

Cakici, Y. 2013. An Investigation of the Effect of Project-based Learning


Approach on Children’s Achievement and Attitude in Science. The Online
Journal of Science and Technology.

C.L, Chiang and [Link], The Effect Of Projcet Based Learning On Learning
Motivation And Problem-Solving Ability Of Vocational High School Students,
internasional jurnal of Information and education technology.

Dani Maulana. 2014. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Lampung: Lembaga


Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Lampung.

Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran saintifik kurikulum 2013.


Yogyakarta: Penerbit Gava Media

Djamarah Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Enggar desnylasari dkk, pengaruh model pembelajaran project based learning


dan problem based learning pada materi termokimia terhadap prestasi
belajar siswa kelas XI SMA NEGERI 1 Karanganyar T.P 2015/2016, Jurnal
Pendidikan Kimia (JPK)..

I wayan eka mahendra. 2017. Project Based Learning bermuatan etnomatematika


dalam pembelajar matematika. Diakses dari
[Link] pada tanggal 1 februari 2020.

Komang priatna dkk, Pengembangan E-Modul Berbasis Model Pembelajaran


Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Videografi Untuk Siswa Kelas
X Desain Komunikasi Visual Di Sma Negeri 1 Sukasada, Jurnal Nasional
Teknik Informatika (JANAPATI).

Made Wena. 2013. Strategi pembelajaran inovatif kontenporer: suatu tinjauan


kosep tual operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Syah Muhibin. 2008. Psikologi Pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung:


PT. Remaja Rosda Karya.

Ridwan Abdullah Sani. 2014. Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Jakarta:


PT. Bumi Aksara.

58
Rina dwi rezeki dkk, Penerapan Metode Pembelajaran Project Based Learning
Disertai Dengan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Prestasi Dan Aktivitas
Belajar Siswa Pada Materi Redoks Kelas X-3 Sma Negeri Kebakkramat T.P
2013/2014, jurnal pendidikan kimia.

Sugiyono. 2015. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Tamim & Michael M. G. Definitions and Uses: Case Study of Teachers


Implementing Project-based Learning. Interdisciplinary Journal of Problem-
based Learning.

Thomas, J. W. 2000. A Review of Research on Project-based Learning. Diakses


dari [Link] pada
tanggal 4 Februari 2020, Jam 19.00 WIB.

Trianto Ibnu Badar Al-Tabany. 2014 Mendesain Model Pembelajaran Inovatif,


Progresif dan Kontekstual: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada
kurikulum 2013( kurikulum tematik Integratif). Jakarta: Kencana.

Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses


Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada.

Zainal Aqib. 2013. Model-Model, Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual


(inovatif). Bandung : CV Yrama Widya.

59
LAMPIRAN

60
61

Lampiran 1
SILABUS
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 2 Kupang Bidang
Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Ketenagalistrikan
Kompetensi Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Mata Pelajaran : Instalasi Penerangan Listrik
Kelas / Semester : XI / 3 dan 4

Kompetensi Inti:
KI-3 Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam
bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI-4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
3.1. Memahami instalasi 3.1.1 Mengkategorikan  PUIL 2011 tentang Mengamati Observasi 16 jpl  Persyaratan
penerangan 1 fasa komponen-komponen peralatan listrik Siswa mengamati peralatan dan  Melakukan UmumInstalasi Listrik
sesuai dengan instalasi penerangan 1  PUIL 2011 tentang kelengkapan komponen pengamatan (PUIL) 2011
Persyaratan Umum fasa sesuai dengan persyaratan instalasi penerangan 1 fasa terhadap  Kemendikbud .Teknik
Instalasi Listrik (PUIL) PUIL 2011 pemasangan komponen sesuai dengan PUIL secara komponen Penerangan Listrik
3.1.2 Menjelaskan standar – instalasi listrik mandiri instalasi Semester 3. 2013
standar pemasangan  PUIL 2011 tentang penerangan 1  Prih Sumarjati. BSE
Menanya
komponen instalasi keselamatan kerja fasa Teknik Pemanfaatan
Mengkondisikan situasi belajar
penerangan listrik  Prosedur Pemasangan Tugas Tenaga Listrik untuk
untuk membiasakan
sesuai PUIL 2011 instalasi penerangan 1  Membuat laporan Sekolah Menengah
mengajukan pertanyaan secara
4.1 Menerapkan instalasi 4.1.1 Melaksanakan instalasi fasa aktif dan mandiri tentang identifikasi Kejuruan. 2008
penerangan 1 fasa penerangan 1 fasa peralatan dan
62

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
sesuai Persyaratan sesuai dengan 1. Prosedur instalasi penerangan 1 fasa. bahan instalasi  Schneider
Umum Instalasi Listrik persyaratan – pemasangan saklar penerangan listrik [Link]
(PUIL) persyaratan pada PUIL tunggal Mengeksplorasi 1 fasa secara installation guide. 2016
1. Mengumpulkan data yang
2011 2. Prosedur individu (take  Schneider Electric.
dipertanyakan dan menentu-
4.1.2 Menguji hasil pemasangan fitting kan sumber (melalui benda home) Circui Breaker
pelaksanaan instalasi 3. Prosedur konkrit, dokumen, buku, Tes Selection Information.
penerangan 1 fasa pemasangan kabel eksperimen) untuk menjawab  Tes Tertulis 2009
sesuai dengan dan sambungan pertanyaan yang diajukan Membuat mind
persyaratan PUIL 2011 kabel tentang instalasi penerangan mapping jenis-
4. Prosedur 1 fasa jenis lampu
2. Membagi kelompok diskusi,
pemasangan box penerangan
tiap kelompok beranggota-
sekering kan 5 – 6 peserta didik  Tes Lisan
 Rangkaian hasil praktik 3. Melakukan diskusi dengan Menguji
siswa penuh tanggung jawab pamahaman
siswa akan
Mengasosiasi instalasi
Mengkatagorikan data dan
menentukan hubungannya, penerangan 1
selanjutnyanya disimpulkan fasa secara lisan
dengan urutan dari yang saat praktik
sederhana sampai pada yang berlangsung
lebih kompleks terkait dengan
instalasi penerangan 1 fasa.

Mengkomunikasikan
1. Menyampaikan hasil
konseptualisasi tentang
instalasi penerangan 1 fasa
dengan pemasangan
63

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
komponen dan sirkit lampu
penerangan dalam bentuk
lisan, tulisan, dan gambar/
presentasi disertai tanya
jawab antar individu/
kelompok secara komunikatif
2. Membuat laporan hasil praktik
secara kelompok dan individu
dengan jujur
3.2. Menentukan tata letak 3.2.1 Menentukan layout tata  Tata letak komponen Mengamati Observasi 24 jpl  Persyaratan
komponen instalasi letak komponen instalasi penerangan Siswa mengamati lokasi  Mengidentifikasi UmumInstalasi Listrik
penerangan pada instalasi pada  Lampu Penerangan pemasangan komponen Alat dan bahan (PUIL) 2011
bangunan sederhana bangunan sederhana (Lighting) : instalasi penerangan pada yang akan  Kemendikbud .Teknik
1. Dasar-dasar Lampu bangunan sederhana guna
3.2.2 Menentukan digunakan dlam Penerangan Listrik
Penerangan.
keuntungan dan memberikan gambaran praktik instalasi Semester 3. 2013
2. Rekomendasi Lampu
kerugian layout tata Penerangan untuk rancangan tata letak komponen penerangan 1  Prih Sumarjati. BSE
letak komponen Pemasangan Luar dengan penuh rasa ingin tahu fasa Teknik Pemanfaatan
instalasi penerangan dan Dalam. Tugas Tenaga Listrik untuk
3. Luminasi. Menanya
pada bangunan
4. Jenis-jenis lampu Mengkondisikan situasi belajar  Membuat laporan Sekolah Menengah
sederhana hasil praktk Kejuruan. 2008
penerangan dan untuk membiasakan
4.2 Merencana tata letak 4.2.1 Merancang tata letak
sumber cahaya. mengajukan pertanyaan secara  Membuat RAB  Schneider
komponen instalasi komponen instalasi 5. Pengontrolan lampu instalasi [Link]
aktif dan mandiri tentang
penerangan pada penerangan pada penerangan. penerangan 1 installation guide. 2016
instalasi penerangan 1 fasa.
bangunan sederhana bangunan sederhana 6. Pemilihan gawai fasa termasuk  Schneider Electric.
melalui gambar pengaman. Mengeksplorasi perhitungan Circui Breaker
diagram pengkabelan/ 7. Kalkulasi kebutuhan 1. Mengumpulkan data yang jumlah titik lampu Selection Information.
daya. dipertanyakan dan menentu-
pengawatan (take home) 2009
8. Koreksi faktor daya.
64

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
4.2.2 Melakukan 9. Contoh perhitungan kan sumber (melalui benda Tes  SNI 03-6197-2000
pemasangan tata letak instalasi penerangan konkrit, dokumen, buku,  Tes Lisan Konservasi Energi
komponen instalasi listrik. eksperimen) untuk Menguji Pada Sistem
 Prosedur pemasangan menjawab pertanyaan yang
penerangan pada pamahaman Pencahayaan
instalasi penrangan 1 fasa diajukan tentang instalasi
bangunan rumah penerangan 1 fasa siswa akan  SNI 03-6575-2001
sederhana 1. Prosedur
2. Mengumpulkan data yang instalasi Tata cara perancangan
pemasangan saklar
diperlukan dari sumber- penerangan 1 sistem pencahayaan
tunggal dan seri sumber penyedia komponen fasa secara lisan buatan pada bangunan
2. Prosedur instalasi penerangan 1 fasa saat praktik gedung
pemasangan fitting (katalog, toko online, brosur) berlangsung
3. Prosedur untuk membuat dasar
Portofolio
pemasangan kabel pengelompokan harga
komponen dalam  Hasil praktik
dan sambungan
pembuatan RAB. siswa berupa
kabel
3. Membagi kelompok diskusi, instalasi
4. Prosedur tiap kelompok beranggota- penerangan 1
pemasangan kotak kan 5 – 6 peserta didik fasa
kontak 4. Melakukan diskusi dengan
 Hasil pembuatan
5. Prosedur penuh tanggung jawab
RAB
pemasangan box
sekering Mengasosiasi
Mengkatagorikan data dan
 Rangkaian instalasi hasil menentukan hubungannya,
Praktik selanjutnyanya disimpulkan
3.3. Menentukan jumlah 3.3.1 Membuat dasar  Penentuan Jumlah titik dengan urutan dari yang 16 jpl
bahan dan biaya pada pengelompokan lampu sesuai SNI 03- sederhana sampai pada yang
instalasi penerangan 1 kebutuhan komponen 6575-2001 Tata cara lebih kompleks terkait dengan
instalasi penerangan 1 fasa dan
fasa pada instalasi perancangan sistem
penerangan 1 fasa
65

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
3.3.2 Menganalisis pencahayaan buatan pada pembuatan RAB instalasi
kebutuhan jumlah tiap bangunan gedung penerangan 1 fasa.
komponen pada  Perhitungan perkiraan
instalasi penerangan 1 Mengkomunikasikan
harga komponen instalasi
1. Menyampaikan hasil
fasa penerangan 1 fasa
konseptualisasi tentang
3.3.3 Menganalisis
instalasi penerangan 1 fasa
kebutuhan biaya tiap-
dengan pemasangan
tiap komponen pada
komponen dan sirkit lampu
instalasi penerangan 1
penerangan dalam bentuk
fasa
lisan, tulisan, dan gambar/
4.3 Menghitung jumlah 4.3.1 Merumuskan
presentasi disertai tanya
bahan dan biaya pada perhitungan jumlah
jawab antar individu/
instalasi penerangan 1 bahan instalasi
kelompok secara
fasa penerangan 1 fasa
komunikatif
4.3.2 Merumuskan
2. Membuat laporan hasil
perhitungan biaya yang
praktik secara kelompok dan
dibutuhkan pada
individu dengan jujur
instalasi penerangan 1
fasa
3.4. Menentukan komponen 3.4.1 Menentukan fungsi-  Lampu Penerangan Mengamati Observasi 24 jpl  Persyaratan
instalasi lampu fungsi komponen (Lighting) : Siswa mengamati peralatan dan  Mengidentifikasi UmumInstalasi Listrik
penerangan pada instalasi lampu 1. Rekomendasi Lampu kelengkapan komponen instalasi Alat dan bahan (PUIL) 2011
bangunan sederhana penerangan pada Penerangan untuk lampu penerangan bangunan yang akan  Kemendikbud .Teknik
Pemasangan Luar sederhana secara mandiri
(Rumah Tinggal, bangunan sederhana digunakan dlam Penerangan Listrik
dan Dalam.
Sekolah, Rumah, 3.4.2 Menentukan jenis-jenis dengan penuh rasa ingin tahu praktik instalasi Semester 3. 2013
2. Luminasi.
Ibadah) kabel yang dapat penerangan
Menanya
digunakan dalam
66

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
instalasi penerangan 3. Jenis-jenis lampu Mengkondisikan situasi belajar bangunan  Prih Sumarjati. BSE
bangunan sederhana penerangan dan untuk membiasakan sederhana Teknik Pemanfaatan
sumber cahaya. mengajukan pertanyaan secara Tugas Tenaga Listrik untuk
4.4 Memilih komponen 4.4.1 Menerapkan pemilihan 4. Pengontrolan lampu
instalasi lampu komponen instalasi aktif dan mandiri tentang  Membuat laporan Sekolah Menengah
penerangan.
penerangan pada lampu penerangan 5. Lampu penerangan instalasi lampu penerangan hasil praktk Kejuruan. 2008
bangunan sederhana pada bangunan dan managemen bangunan sederhana dan PHB.  Membuat mind  Schneider
(Rumah Tinggal, sederhana sesuai ruangan, lampu mapping jenis- [Link]
emergensi. Mengeksplorasi jenis pengaman installation guide. 2016
Sekolah, Rumah, kebutuhan 1. Mengumpulkan data yang
6. Perbaharuan lampu  Schneider Electric.
Ibadah) 4.4.2 Melaksanakan dipertanyakan dan menentu-
penerangan.
pemasangan 7. Perangkat hubung kan sumber (melalui benda Tes Circui Breaker
komponen instalasi bagi utama. konkrit, dokumen, buku,  Tes Lisan Selection Information.
penerangan bangunan 8. Pemilihan gawai eksperimen) untuk Menguji 2009
sederhana sesuai pengaman. menjawab pertanyaan yang pamahaman  SNI 03-6197-2000
9. Kalkulasi kebutuhan diajukan tentang lampu siswa akan Konservasi Energi
dengan persyaratan penerangan bangunan
pada PUIL 2011 daya. instalasi Pada Sistem
10. Koreksi faktor daya. sederhana beserta PHB
bangunan tersebut. penerangan Pencahayaan
11. Contoh perhitungan
2. Membagi kelompok diskusi, bangunan  SNI 03-6575-2001
instalasi penerangan
listrik. tiap kelompok beranggota- sederhana, Tata cara perancangan
12. Pengamanan kan 5 – 6 peserta didik instalasi PHB sistem pencahayaan
terhadap bahaya 3. Melakukan diskusi dengan bangunan buatan pada bangunan
tegangan bocor penuh tanggung jawab sederhana, dan gedung
(ELCB). 4. Mengumpulkan data – data
yang diperlikan dalam pengukuran
Pemakaian kapasitor dalam tahanan isolasi
pembuatan laporan.
instalasi penerangan listrik secara lisan saat
3.5 Menerapkan prosedur 3.5.1 Menentukan  Standar internasional Mengasosiasi praktik 24 jpl
pemasangan instalasi kebutuhan komponen (Standar IEC), PUIL Mengkatagorikan data dan berlangsung
PHB lampu penerangan instalasi PHB lampu menentukan hubungannya,
67

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
pada bangunan rumah penerangan pada 2011 tentang PHB dan selanjutnyanya disimpulkan Portofolio
sederhana (Rumah bangunan rumah lambang gambar listrik. dengan urutan dari yang  Hasil praktik
Tinggal, Sekolah, sederhana  Perangkat PHB 1 fasa. sederhana sampai pada yang siswa berupa
 KWh meter lebih kompleks terkait dengan
Rumah, Ibadah) 3.5.2 Menyesuaikan instalasi
 Perhitungan KHA instalasi lampu penerangan
spesifikasi komponen bangunan sederhana. penerangan
penghantar
dengan kebutuhan bangunan
 Pemilihan gawai
pemasangan instalasi sederhana
pengaman.
PHB lampu Mengkomunikasikan
 Prosedur pemasangan
penerangan pada 1. Menyampaikan hasil
instalasi penrangan konseptualisasi tentang
bangunan sederhana
bangunan sederhana instalasi penerangan
4.5 Memasang instalasi 4.5.1 Memasang komponen-
1. Prosedur bangunan sderhana dengan
PHB lampu penerangan komponen pada pemasangan saklar
pada bangunan instalasi PHB lampu pemasangan komponen dan
tunggal, seri, tukar
sederhana (Rumah penerangan pada sirkit lampu penerangan
2. Prosedur
Tinggal, Sekolah, bangunan sederhana dalam bentuk lisan, tulisan,
pemasangan fitting dan gambar/ presentasi
Rumah, Ibadah) sesuai 4.5.2 Menguji hasil instalasi
3. Prosedur
Persyaratan Umum PHB lampu disertai tanya jawab antar
pemasangan kabel
Instalasi Listrik (PUIL) penerangan pada individu/ kelompok secara
dan sambungan
bangunan sederhana komunikatif
kabel
2. Membuat laporan hasil
4. Prosedur
praktik secara kelompok dan
pemasangan kotak
individu dengan jujur
kontak
5. Prosedur
pemasangan KWh
meter 1 fasa
68

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
6. Prosedur
pemasangan box
sekering
7. Prosedur
pemasangan MCB
 Rangkaian instalasi hasil
praktik instalasi
penerangan bangunan
sederhana dan PHB
3.6 Menerapkan prosedur 3.6.1 Menerapkan langkah-  PUIL 2011 tentang 16 jpl
pengukuran tahanan langkah kalibrasi persyaratan tahanan
isolasi instalasi insulation tester isolasi
penerangan pada 3.6.2 Menerapkan langkah-  Prosedur Kalibrasi
bangunan sederhana langkah pengukuran insulation tester
(Rumah Tinggal, tahanan isolasi  Prosedur penggunaan
Sekolah, Rumah, instalasi penerangan insulation tester
Ibadah) bangunan sederhana  K3 pengukuran
4.6 Melakukan pengukuran 4.6.1 Mengkalibrasi tahanan isolasi
tahanan isolasi instalasi insulation tester
penerangan pada 4.6.2 Mengoperasikan
bangunan sederhana pengukuran tahanan
(Rumah Tinggal, isolasi pada instalasi
Sekolah, Rumah, penerangan bangunan
Ibadah) sederhana
menggunakan
insulation tester
69

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
3.7 Menerapkan prosedur 3.7.1 Menentukan  PUIL 2011 tentang Mengamati Observasi 16 jpl  Persyaratan
pemasangan komponen komponen – peralatan listrik Siswa mengamati peralatan,  Mengidentifikasi UmumInstalasi Listrik
instalasi listrik komponen instalasi  PUIL 2011 tentang kelengkapan komponen, dan Alat dan bahan (PUIL) 2011
Bangunan Industri Kecil listrik bangunan persyaratan kelayakan komponen instalasi yang akan  Kemendikbud .Teknik
industri kecil pemasangan komponen listrik bangunan industri kecil digunakan dlam Penerangan Listrik
3.7.2 Menentukan tata letak instalasi listrik secara mandiri praktik instalasi Semester 3. 2013
komponen instalasi  PUIL 2011 tentang listrik bangunan  Prih Sumarjati. BSE
Menanya
listrik pada bangunan keselamatan kerja industri kecil Teknik Pemanfaatan
Mengkondisikan situasi belajar
industri kecil  Lampu Penerangan untuk membiasakan Tugas Tenaga Listrik untuk
menggunakan diagram pada bangunan industri
mengajukan pertanyaan secara  Membuat laporan Sekolah Menengah
pengawatan kecil hasil praktk Kejuruan. 2008
 Instalasi motor listrik 1 aktif dan mandiri tentang
4.7 Memasang instalasi 4.7.1 Memasang komponen instalasi listrik bangunan industri Tes  Schneider
listrik bangunan industri – komponen instalasi fasa
kecil  Tes Lisan [Link]
 Prosedur pemasangan
kecil listrik bangunan Menguji installation guide. 2016
instalasi penrangan 1
industri kecil sesuai Mengeksplorasi pamahaman  Schneider Electric.
fasa
dengan tata letak yang 1. Mengumpulkan data yang siswa akan Circui Breaker
1. Prosedur dipertanyakan dan menentu-
telah dibuat materi instalasi Selection Information.
pemasangan saklar kan sumber (melalui benda
4.7.2 Mendemonstrasikan listrik bangunan 2009
tunggal dan seri konkrit, dokumen, buku,
instalasi listrik industri kecil  SNI 03-6197-2000
2. Prosedur eksperimen) untuk
bangunan industri kecil menjawab pertanyaan yang secara lisan saat Konservasi Energi
pemasangan fitting
yang telah dipasang diajukan tentang instalasi praktik Pada Sistem
3. Prosedur
listrik bangunan industri kecil berlangsung Pencahayaan
pemasangan kabel
2. Membagi kelompok diskusi, Portofolio  SNI 03-6575-2001
dan sambungan tiap kelompok beranggota- Hasil praktik siswa
kabel Tata cara perancangan
kan 5 – 6 peserta didik
berupa instalasi listrik sistem pencahayaan
4. Prosedur 3. Melakukan diskusi dengan
penuh tanggung jawab bangunan industri buatan pada bangunan
pemasangan kotak
Mengasosiasi kecil gedung
kontak
70

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
5. Prosedur Mengkatagorikan data dan
pemasangan box menentukan hubungannya,
sekering selanjutnyanya disimpulkan
dengan urutan dari yang
6. Prosedur instalasi
sederhana sampai pada yang
motor 1 fasa lebih kompleks terkait dengan
7. Prosedur instalasi listrik bangunan industri
pemasangan MCB kecil
 Rangkaian instalasi hasil Mengkomunikasikan
praktik 1. Menyampaikan hasil
konseptualisasi tentang
instalasi listrik bangunan
industri kecil dengan
pemasangan komponen dan
sirkit lampu penerangan
dalam bentuk lisan, tulisan,
dan gambar/ presentasi
disertai tanya jawab antar
individu/ kelompok secara
komunikatif
2. Membuat laporan hasil
praktik secara kelompok dan
individu dengan jujur
3.13 Menerapkan prosedur 3.13.1 Mengklasifikasikan  Lampu penerangan jalan Mengamati Observasi 8 jpl  Persyaratan
pengoperasian jenis-jenis lampu PJU umum (PJU) dan lampu Siswa mengamati peralatan dan  Mengidentifikasi UmumInstalasi Listrik
Penerangan Jalan sesuai dengan PUIL penerangan lapangan kelengkapan komponen instalasi jenis-jenis (PUIL) 2011
Umum sesuai dengan 2011 (out door) : penerangan jalan umum. lapmpu
PUIL
71

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
3.13.2 Menentukan langkah- 1. Standar Menanya penerangan jalan  Kemendikbud .Teknik
langkah internasional Mengkondisikan situasi belajar umum dan Penerangan Listrik
pengoperasian (Standar IEC), PUIL untuk membiasakan komponen- Semester 3. 2013
2011 dan lambang mengajukan pertanyaan secara
Penerangan Jalan komponennya  Prih Sumarjati. BSE
gambar listrik.. aktif dan mandiri tentang 
Umum sesuai 2. Jenis-jenis lampu Mengidentifikasi Teknik Pemanfaatan
dengan PUIL 2011 penerangan jalan instalasi penerangan jalan Alat dan bahan Tenaga Listrik untuk
4.13 Mengoperasikan 4.13.1 Mengoperasikan tiap umum (PJU) dan umum. yang akan Sekolah Menengah
Penerangan Jalan jenis lampu lampu penerangan digunakan dlam Kejuruan. 2008
Umum Penerangan Jalan lapangan (out door). Mengeksplorasi praktik instalasi  Schneider
Umum 3. Perhitungan 1. Mengumpulkan data yang Penerangan [Link]
kuantitas luminasi dipertanyakan dan menentu-
4.13.2 Mengendalikan Jalan Umum installation guide. 2016
4. Perangkat hubung kan sumber (melalui benda
instalasi tiap jenis bagi utama. Tugas  Schneider Electric.
konkrit, dokumen, buku,
lampu Penerangan eksperimen) untuk  Membuat laporan Circui Breaker
Jalan Umum secara  Rangkaian instalasi menjawab pertanyaan yang hasil praktk Selection Information.
manual lampu PJU diajukan tentang instalasi  Membuat RAB 2009
3.14 Menerapkan prosedur 3.14.1 Menentukan  Perakitan komponen penerangan jalan umum instalasi 16 jpl  SNI 7391:2008
perakitan komponen komponen- instalasi penerangan 2. Mengumpulkan data yang Penerangan Spesifikasi
Instalasi Penerangan komponen dalam diperlukan dari sumber-
jalan umum meliputi: Jalan Umum penerangan jalan di
sumber penyedia komponen
Jalan Umum instalasi Penerangan 1. Pemilihan gawai Tes kawasan perkotaan
instalasi penerangan jalan
Jalan Umum sesuai pengaman. umum (katalog, toko online,  Tes Lisan
dengan jenis lampu 2. Kalkulasi kebutuhan brosur) untuk membuat Menguji
yang digunakan daya. dasar pengelompokan harga pamahaman
3. Pengaruh luar komponen dalam
3.14.2 Melengkapi gambar siswa akan
(gangguan). pembuatan RAB
rangkaian perakitan 4. Koreksi faktor daya. instalasi
3. Membagi kelompok diskusi,
komponen instalasi 5. Contoh perhitungan Penerangan
tiap kelompok beranggota-
Penerangan Jalan instalasi listrik.
72

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
Umum sesuai 6. Pengamanan kan 5 – 6 peserta didik Jalan Umum
dengan jenis lampu terhadap bahaya 4. Melakukan diskusi dengan secara lisan saat
tegangan bocor. penuh tanggung jawab praktik
4.14 Merakit komponen 4.14.1 Melaksanakan 7. Pemakaian kapasitor
instalasi Penerangan perakitan komponen berlangsung
dalam jaringan listrik Mengasosiasi
Jalan Umum instalasi Penerangan tegangan rendah. Mengkatagorikan data dan Portofolio
Jalan Umum sesuai  Gambar rangkaian menentukan hubungannya,  Hasil praktik
dengan jenis lampu Instalasi Penerangan selanjutnyanya disimpulkan siswa berupa
yang digunakan jalan Umum dengan urutan dari yang instalasi
sederhana sampai pada yang Penerangan
4.14.2 Menguji hasil rakitan  Rangkaian hasil praktik
lebih kompleks terkait dengan Jalan Umum
komponen instalasi Instalasi PJU instalasi penerangan jalan
Penerangan Jalan umum.  Hasil pembuatan
Umum sesuai RAB Instalasi
dengna jenis lampu Mengkomunikasikan Penerangan
yang digunakan 1. Menyampaikan hasil Jalan Umum
3.15 Menentukan jumlah 3.15.1 Menganalisis bahan  Pemasangan lampu konseptualisasi tentang 16 jpl
bahan, menentukan yang diperlukan pada penerangan jalan umum instalasi penerangan jalan
tata letak dan Instalasi Penerangan (PJU) dan lampu umum dengan pemasangan
menghitung biaya Jalan Umum penerangan lapangan komponen dan sirkit lampu
(out door) : penerangan dalam bentuk
pada instalasi 3.15.2 Menominasikan
1. Perangkat PHB PJU. lisan, tulisan, dan gambar/
Penerangan Jalan bahan yang 2. Pemilihan gawai
Umum diperlukan pada presentasi disertai tanya
pengaman PJU.
instalasi Penerangan 3. Pemilihan jenis jawab antar individu/
Jalan Umum lampu penerangan kelompok secara
4.15 Menghitung jumlah 4.15.1 Merumuskan jalan umum (PJU) komunikatif
dan lampu 2. Membuat laporan hasil
bahan dan biaya pada perhitungan biaya
penerangan praktik secara kelompok dan
instalasi Penerangan setiap jenis bahan lapangan (out door).
Jalan Umum pada instalasi individu dengan jujur
73

Indikator Pencapaian Materi Pokok / Alokasi


Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar
Kompetensi Pembelajaran Waktu
Penerangan Jalan 4. Gambar rangkaian
Umum lampu penerangan
4.15.2 Merumuskan jalan umum (PJU)
dan lampu
Rencana Anggaran
penerangan
Biaya (RAB) instalasi lapangan (out door)..
Penerangan Jalan 5. Komponen dan
Umum perlengkapan pada
perencanaan
pemasangan lampu
penerangan jalan
umum (PJU) dan
lampu penerangan
lapangan (out
door)...
6. Perencanaan
rangkaian lampu
penerangan jalan
umum (PJU) dan
lampu penerangan
lapangan (out door).
7. Koordinasikan
persiapan
pemasangan lampu
penerangan jalan
umum (PJU) dan
lampu penerangan
lapangan (out
door).kepada pihak
lain yang
berwenang.
74
75

Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 2 Kupang
Kompetensi Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Mata Pelajaran : Teknik Instalasi Penerangan Listrik
Kelas / Semester : XI / 3 (tiga)
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Materi Pokok : Instalasi Penerangan Pada Bangunan Sederhana
Alokasi Waktu :

B. Kompetensi Inti
Disajikan Deskripsi Rumusan KI-1 dan KI-2 seperti yang dinyatakan dalam
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pelajaran]
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual dan prosedural berdasakan rsa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, tenologi, seni, budaya dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian
dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan reatif dan mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar

3.4 Menentukan komponen instalasi 4.4 Memilih komponen instalasi lampu


lampu penerangan pada bangunan penerangan pada bangunan sederhana
sederhana (rumah tinggal, sekolah, (rumah tinggal, sekolah, rumah ibadah).
rumah ibadah).
Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi

3.4.1 Mengidentifikasi komponen 4.4.1 Menerapkan pemilihan komponen


instalasi lampu penerangan pada instalasi lampu penerangan pada
76

bangunan sederhana bangunan sederhana sesuai kebutuhan.


3.4.2 Menentukan jenis kabel yang 4.4.2 Membuat instalasi lampu
dapat digunakan dalam instalasi penerangan bangunan sederhana sesuai
lampu penerangan pada bangunan dengan persyaratan PUIL 2000.
sederhana.
3.4.3 Menggambar rangkaian
instalasi listrik pada bangunan
sederhana
3.4.4 Menganalisis jumlah titik
lampu pada rangkaian instalasi
lampu penerangan.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah berdiskusi dan menggali informassi, peserta didik dapat
mengidentifikasi komponen dan jenis kabel dalam instalasi penerangan
pada bangunan sederhana secara benar.
2. Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi pada modul praktek
dan jobsheet, peserta didik dapat membuat macam-macam sambungan
kabel, loop kabel serta pemasangan kabel pada fiting, stop kontak dan
saklar sesuai dengan PUIL.
3. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat
menggambar rangkaian instalasi listrik pada bangunan sederhana secara
benar.
4. Setleah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat
menganalisis jumlah titik lampu secara benar dan bertanggung jawab.
5. Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi pada modul praktek
dan jobsheet, peserta didik dapat membuat instalasi lampu penerangan
bangunan sederhana.
6. Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi peserta didik dapat
melakukan pengukuran tahanan isolasi dengan benar.
77

E. Materi Pembelajaran
- Komponen Instalasi Penerangan
- Rangkaian Instalasi penerangan

F. Pendekatan / Model / Metode Pembelajaran


- Pendekatan Pembelajaran : STEM
- Model Pembelajaran : Project Based Learning (Laboy – Rush)

Tahapan Pengalaman Belajar

1. Reflection Pertemuan 1
(Refleksi) - Membawa peserta didik ke dalam konteks masalah
dan memberikan inspirasi kepada peserta didik agar
dapat segera mulai menyelidiki / investigasi
(memberi pertanyaan tentang komponen –
komponen dan jenis-jenis kabel yang digunakan
dalam instalasi penerangan pada bangunan
sederhana)
- Menghubungkan apa yang diketahui dan apa yang
perlu dipelajari (peserta didik mengamati
komponen instalasi penerangan)
2. Research Pertemuan 2
(Penelitian) - Memberikan pembelajaran sains, memilih bacaan,
atau metode lain untuk mengumpulkan sumber
informasi yang relevan
- Mengkonkritkan pemahaman abstrak dari masalah
- Membimbing diskusi untuk menentukan apakah
peserta didik telah mengembangkan pemahaman
konseptual dan relevan berdasarkan proyek.
3. Discovery Pertemuan 2,3
(Penemuan) - Membagi peserta didik menjadi kelompok kecil
untuk menyajikan solusi yang mungkin untuk
masalah,berkolaborasi dan membangun kerjasama
antar teman dalam kelompok
4. Application Pertemuan 3
(Penerapan)
Menguji produk / solusi dalam memecahkan masalah
5. Communication Pertemuan 3
(Komunikasi) - Membuat produk / solusi dengan
mengkomunikasikan antar teman maupun lingkup
kelas
- Mempresentasikan untuk mengembangkan
ketrampilan komunikasi dan kolaborasi maupun
kemampuan untuk menerima dan menerapkan
78

umpan balik yang konstruktif

- Metode Pembelajaran
 Literasi
 Tanya Jawab
 Diskusi
 Uji kinerja / praktek (produk)

G. Media / Alat dan Bahan Pembelajaran


a. Media Pembelajaran : gambar rangkaian instalasi lampu penerangan,
papan tulis / whiteboard, LCD, laptop.
b. Alat
 Obeng
 Tang
 Pisau pemotong atau cutter
 Multimeter
 Megger
c. Bahan
 Saklar tunggal
 Saklar seri
 Lampu
 MCB 1 fasa
 Sekering 2A
 Isolasi Kabel listrik
 Kabel NYA ukuran 1,5 dan 2,5 mm2
 Baut berbagai ukuran
 Penggaris

H. Sumber Belajar
 Modul Memasang Instalasi Penerangan Listrik Bangunan Sederhana
Pengarang : TIM Guru TITL SMK Negeri 1 Tanjung Raya
79

 Modul Pengukuran Tahanan Isolasi Instalasi Penerangan Pada


Bangunan Sederhana
Pengarang : Tim PPG Universitas Negeri Yogyakarta
 Job Sheet
Pembuat : Tim TITL SMK Negeri 2 Kupang

I. Langkah-langkah Pembelajaran
Tahap Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Kegiatan Guru Waktu
Pembelajaran
1 Pendahuluan 1. Guru memberi salam dilanjutkan 15 menit
dengan menanyakan kabar peserta
didik, kesiapan dan motivasi belajar
2. Mengambil absen
3. Memberi informasi kepada peserta
didik mengenai kompetensi dasar dan
indikator yang akan dicapai dalam
mata pelajaran ini
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
yang ada kaitannya dengan pelajaran
yang lalu
5. Menyampaikan sistem penilaian
dalam pemebalajaran
6. Literasi
2 Kegiatan Inti Reflection (Refleksi)
 Memberikan pertanyaan tentang
komponen instalasi lampu penerangan
 Peserta didik diminta mengamati
berbagai komponen dan jenis-jenis
kabel yang digunakan dalam instalasi
penerangan paa bangunan seerhana
 Peserta didik diminta mengamati
berbagai rangkaian instalasi lampu
penerangan
 Guru mengajukan pertanyaan
 Sebutkan komponen-kompnen
yang digunakan
 Sebutkan jenis-jenis kabel
Research (Penelitian)
 Peserta didik diminta berdiskusi dan
menentukan masalah terutama
dikaitkan dengan konsep yang sedang
dipelajari yaitu membuat gambar
instalasi penerangan bangunan
80

sederhana serta analisis jumlah titik


lampu.
 Peserta didik mempelajari proses
pembuatan macam-macam
sambungan kabel, loop kabel serta
pemasangan kabel pada fiting, stop
kontak dan saklar yang biasa
dilakukan di bengkel.
 Peserta didik diharapkan memberikan
pertanyaan.
 Peserta didik mencari informasi
tentang analisis jumlah titik lampu
pada instalasi bangunan sederhana.
 Presentasi hasil diskusi dan
penyamaan persepsi tentang analisis
jumlah titik lampu pada instalasi
bangunan sederhana.
Discovery (Penemuan)
 Peserta didik diminta berdiskusi
menentukan masalah yang berkaitan
dengan pembuatan instalasi listrik
bagunan sederhana
 Peserta didik secara kelompok
mendiskusikan rancangan prosedur
pembuatan instalasi listrik bangunan
sederhana
 Presentasi rancangan prosedur dan
feedback
 Peserta didik menyepakati rancangan
prosedur
 Peserta didik menyusun jadwal
aktivitas penyelesaian proyek
dibimbing guru meliputi : jadwal
desain perencanaan proyek,
pelaksanaan tugas proyek, pelaporan
hasil tigas proyek.
Application (Penerapan)
 Peserta didik melaksanakan rancangan
pembuatan instalasi listrik bangunan
sederhana dan pengukuran tahanan
isolasi
 Guru memonitor aktivitas yang
penting dari peserta didik selama
menyelesaikan proyek menggunakan
rubrik yang telah disiapkan
Communication (Komunikasi)
 Peserta didik mempresentasikan tugas
proyek dan menerima feedback dari
81

teman dan guru


 Guru menilai presentasi laporan tugas
proyek, laporan rancangan tugas
proyek, laporan praktik analisis dan
pengukuran tahanan isolasi
3 Penutup 1. Membimbing siswa menyimpulkan 60 menit
materi pembelajaran
2. Memberikan evaluasi pembelajaran
3. Guru menyampaikan pelajaran
minggu depan
4. Penutup

J. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
b. Penilaian Ketrampilan : Praktik / Uji Kinerja, Portofolio
2. Bentuk Penelitian
1. Teknik Penilaian : Pengamatan, Tes Tertulis
2. Bentuk Penilaian :
a. Tes tertulis : uraian
b. Unjuk kerja : lembar penilaian praktek
c. Portofolio : penilaian laporan praktek
No Aspek yang dinilai Teknik Bentuk Waktu
Penilaian instrumen Penilaian
penilaian
1. Pengetahuan Tes Tertulis Soal Uraian Penyelesaian
a. Mengetahui komponen- tugas
komponen instalasi individu
penerangan bangunan
sederhana
b. Menentukan jenis kabel
yang digunakan alam
instalasi penerangan
bangunan sederhana
c. Menganalisis jumlah
titik lampu pada
instalasi lampu
penerangan bangunan
sederhana

2. Ketrampilan - Kinerja/ Lembar Penyelesaian


a. Terampil dalam Praktek pengamatan tugas
82
83

Lampiran 3
Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest

KELAS/ LEVEL BENTUK


NO KOMPETENS DASAR SOAL
SEMESTER KOGNTIF SOAL
1. 3.2 Menentukan komponen XI/3 Level 2 Soal Essay 1. Bagaimanakah nilai drop tegangan pada sistem 1 fasa
instalasi lampu dan 3 fasa jika nilai maksimum drop tegangan yang
penerangan pada digunakan 5%?
bangunan sederhana
(rumah tinggal, sekolah,
rumah ibadah).
2. 3.2 Menentukan komponen XI/3 Level 3 Soal Essay 2. Pak Heri hendak memasang listrik dari PLN. Total
instalasi lampu beban yang disiapkan pak Heri adalah 7399 Watt. Jika
penerangan pada diketahui tegangan jala-jala 1 phase dari PLN adalah
bangunan sederhana 220 VAC, dimana faktor daya beban adalah 0.9.
(rumah tinggal, sekolah, Berapa VA kah kebutuhan daya kWH meter pak heri?
rumah ibadah).
3. 3.2 Menentukan komponen XI/3 Level 6 Soal Essay 3. Sebuah ruang rapat mempunyai ukuran panjang 20
instalasi lampu meter, lebar 10 meter dan tinggi 5 meter. Ruangan
penerangan pada tersebut diberi penerangan dengan menggunakan
bangunan sederhana lampu TL 2x40 watt sebanyak 30 buah. Fluks cahaya
(rumah tinggal, sekolah, ruangan tersebut adalah 2x1800 lumen dengan
rumah ibadah). efesiensi 80% dan faktor depresisasi 0.75. Bagaimana
84

kuat penerangan ruangan tersebut jika nilai


efesiensinya berkurang 10%?
4. 4.2 Memilih komponen XI/3 Level 4 Soal Essay 4. Sebuah rumah dengan ukuran 6m x 6m akan dipasang
instalasi lampu instalasi listrik, rumah tersebut memiliki ruangan
penerangan pada sebagai berikut: dua kamar tidur dengan ukuran
bangunan sederhana masing-masing 3m x 2,5m, satu kamar mandi dengan
(rumah tinggal, sekolah, ukuran 1,5m x 1,5m, dapur, ruang tamu, ruang
rumah ibadah). keluarga, dan teras. Bagaimanakah analisis kebutuhan
bahan untuk pemasangan instalasi listrik dirumah
tersebut?
5. 4.4 Memilih komponen XI/3 Level 5 Soal Essay 5. Buatlah perencanaan instalasi listrik dari denah rumah
instalasi lampu dibawah ini.
penerangan pada
bangunan sederhana
(rumah tinggal, sekolah,
rumah ibadah).
85

Lampiran 4
POSTTEST

Program Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik


Mata pelajaran : Instalasi Penerangan Listrik
Kelas : XI
Waktu : 60 menit

1. Bagaimanakah nilai drop tegangan pada sistem 1 fasa dan 3 fasa jika nilai
maksimum drop tegangan yang digunakan 5%? (Skor 15)
2. Pak Heri hendak memasang listrik dari PLN. Total beban yang disiapkan
pak Heri adalah 7399 Watt. Jika diketahui tegangan jala-jala 1 phase dari
PLN adalah 220 VAC, dimana faktor daya beban adalah 0.9. Berapa VA
kah kebutuhan daya kWH meter pak heri? (Skor 15)
3. Sebuah ruang rapat mempunyai ukuran panjang 20 meter, lebar 10 meter
dan tinggi 5 meter. Ruangan tersebut diberi penerangan dengan
menggunakan lampu TL 2x40 watt sebanyak 30 buah. Fluks cahaya
ruangan tersebut adalah 2x1800 lumen dengan efesiensi 80% dan faktor
depresisasi 0.75. Bagaimana kuat penerangan ruangan tersebut jika nilai
efesiensinya berkurang 10%? (Skor 20)
4. Sebuah rumah dengan ukuran 6m x 6m akan dipasang instalasi listrik,
rumah tersebut memiliki ruangan sebagai berikut: dua kamar tidur dengan
ukuran masing-masing 3m x 2,5m, satu kamar mandi dengan ukuran 1,5m
x 1,5m, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, dan teras. Bagaimanakah
analisis kebutuhan bahan untuk pemasangan instalasi listrik dirumah
tersebut? (Skor 25)
86

5. Buatlah perencanaan instalasi listrik dari denah rumah dibawah ini. (Skor
25)

Halaman Belakang
± 0.05

Dapur
Km / Wc ± 0.00
R. Keluarga
- 0.05
± 0.00

R. Tamu
± 0.00
R. Tidur
± 0.00

Teras
- 0.05
87

Lampiran 5
PRETEST

Program Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik


Mata pelajaran : Instalasi Penerangan Listrik
Kelas : XI
Waktu : 60 menit

1. Pak Heri hendak memasang listrik dari PLN. Total beban yang disiapkan
pak Heri adalah 7399 Watt. Jika diketahui tegangan jala-jala 1 phase dari
PLN adalah 220 VAC, dimana faktor daya beban adalah 0.9. Berapa VA
kah kebutuhan daya kWH meter pak heri?
2. Bagaimanakah nilai drop tegangan pada sistem 1 fasa dan 3 fasa jika nilai
maksimum drop tegangan yang digunakan 5%?
3. Buatlah perencanaan instalasi listrik dari denah rumah dibawah ini.

Halaman Belakang
± 0.05

Dapur
Km / Wc ± 0.00
R. Keluarga
- 0.05
± 0.00

R. Tamu
± 0.00
R. Tidur
± 0.00

Teras
- 0.05

4. Sebuah ruang rapat mempunyai ukuran panjang 20 meter, lebar 10 meter


dan tinggi 5 meter. Ruangan tersebut diberi penerangan dengan
menggunakan lampu TL 2x40 watt sebanyak 30 buah. Fluks cahaya
88

ruangan tersebut adalah 2x1800 lumen dengan efesiensi 80% dan faktor
depresisasi 0.75. Bagaimana kuat penerangan ruangan tersebut jika nilai
efesiensinya berkurang 10%?
5. Sebuah rumah dengan ukuran 6m x 6m akan dipasang instalasi listrik,
rumah tersebut memiliki ruangan sebagai berikut: dua kamar tidur dengan
ukuran masing-masing 3m x 2,5m, satu kamar mandi dengan ukuran 1,5m
x 1,5m, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, dan teras. Bagaimanakah
analisis kebutuhan bahan untuk pemasangan instalasi listrik dirumah
tersebut?
89

Lampiran 6
UJI VALIDITAS

Correlations
Soal_1 Soal_2 Soal_3 Soal_4 Soal_5 Total
Soal_1 Pearson Correlation 1 ,283 ,087 ,498** ,495** ,659**
Sig. (2-tailed) ,110 ,631 ,003 ,003 ,000
N 33 33 33 33 33 33
**
Soal_2 Pearson Correlation ,283 1 ,231 ,684 ,146 ,626**
Sig. (2-tailed) ,110 ,195 ,000 ,419 ,000
N 33 33 33 33 33 33
Soal_3 Pearson Correlation ,087 ,231 1 ,432* ,376* ,610**
Sig. (2-tailed) ,631 ,195 ,012 ,031 ,000
N 33 33 33 33 33 33
Soal_4 Pearson Correlation ,498** ,684** ,432* 1 ,341 ,855**
Sig. (2-tailed) ,003 ,000 ,012 ,052 ,000
N 33 33 33 33 33 33
** *
Soal_5 Pearson Correlation ,495 ,146 ,376 ,341 1 ,717**
Sig. (2-tailed) ,003 ,419 ,031 ,052 ,000
N 33 33 33 33 33 33
** ** ** ** **
Total Pearson Correlation ,659 ,626 ,610 ,855 ,717 1
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 33 33 33 33 33 33
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
90

Lampiran 7

UJI RELIABILITAS

Case Processing Summary


N %
Cases Valid 33 91,7
a
Excluded 3 8,3
Total 36 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,721 5

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Saol_1 13,79 2,176 33
Soal_2 14,09 1,958 33
Soal_3 17,88 2,509 33
Soal_4 21,67 4,082 33
Soal_5 21,97 3,737 33

Item-Total Statistics
Corrected Item- Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted
Saol_1 75,61 82,434 ,513 ,674
Soal_2 75,30 85,843 ,489 ,686
Soal_3 71,52 82,008 ,421 ,696
Soal_4 67,73 51,705 ,665 ,690
Soal_5 67,42 65,814 ,456 ,694
91

Lampiran 8
Uji Taraf Kesukaran

Nomor Butir Soal Skor Skor Setiap Soal Dikuadratkan


No. Nama Siswa Skor^2
1 2 3 4 5 Siswa 1 2 3 4 5
1 Adi Putra Nubatonis 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
2 Adrian Lay Ratu 15 15 15 20 25 90 8100 225 225 225 400 625
3 Adriano Ratno Tampi 15 15 15 20 15 80 6400 225 225 225 400 225
4 Arliandi Leokuna 10 10 20 15 20 75 5625 100 100 400 225 400
5 Beny Briand Nunuhitu 15 15 15 25 20 90 8100 225 225 225 625 400
6 Darwin Elia Tuan 15 10 15 15 25 80 6400 225 100 225 225 625
7 Debora Christy N. Allo 15 15 15 20 20 85 7225 225 225 225 400 400
8 Dems Dekapolis Penu 10 15 20 25 25 95 9025 100 225 400 625 625
9 Desandro Frekto Pah 10 15 15 25 15 80 6400 100 225 225 625 225
10 Dion Oliver Neno 15 15 20 20 25 95 9025 225 225 400 400 625
11 Fernando A. Amtaran 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
12 Fresli Samuel Riwu 15 15 15 25 25 95 9025 225 225 225 625 625
13 Galang Yulian A. Panie 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
14 Geraldy Killa 10 15 20 20 15 80 6400 100 225 400 400 225
15 Imanuel A. Ratu Milu 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
16 Iron Yohanes Batuk 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
17 Jefrian Ratu Udju 10 15 15 15 15 70 4900 100 225 225 225 225
18 Jefriandi Bell 15 15 20 25 20 95 9025 225 225 400 625 400
19 Jesica M. B. Mau 15 10 15 15 25 80 6400 225 100 225 225 625
92

20 Joshua M. Paty Ani 15 10 15 20 15 75 5625 225 100 225 400 225


21 Juan Carlos Tusi 15 15 20 20 25 95 9025 225 225 400 400 625
22 Junedin Bil Selan 15 15 15 20 20 85 7225 225 225 225 400 400
23 Karan Otnial Henuk 10 10 20 15 20 75 5625 100 100 400 225 400
24 Marioo Lodo 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
25 Marsel Asbanu 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
26 Rendi Petrus Filli 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
27 Reynaldy Hendrik Jo 10 15 15 15 20 75 5625 100 225 225 225 400
28 Samuel Markus Banik 15 15 20 25 20 95 9025 225 225 400 625 400
29 Sefrat S. Hay 15 15 15 25 25 95 9025 225 225 225 625 625
30 Viktor Elisa Natonis 15 15 20 25 20 95 9025 225 225 400 625 400
31 Yesaya Mesak Lonakoni 10 10 15 15 20 70 4900 100 100 225 225 400
32 Yesyurun R. Metboki 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
33 Yosua Yohanis Nome 15 15 20 25 25 100 10000 225 225 400 625 625
Total 455 465 590 715 725 2950 267150 6425 6675 10750 16025 16375
Jumlah Siswa 33
Jumlah Soal 5
R hitung 0,659 0,626 0,610 0,855 0,717
Validitas

R tabel 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344


Kategori Valid Valid Valid Valid Valid
Varian 4,591 3,719 6,107 16,162 13,545
Reliabilitas

Jumlah Varian 44,123


Varian Total 104,178
Reliabilitas 0,721
93

Kesimpulan Reliabel
Taraf Kesukaran 13,79 14,09 17,88 21,67 21,97
TK

Kategori Sedang Sedang Sukar Sukar Sukar


94

Lampiran 9

Tabel Nilai r Product Moment

Taraf Signif Taraf Signif Taraf Signif


N N N
5% 10% 5% 10% 5% 10%
3 0,997 0,999 27 0,381 0,487 55 0,266 0,345
4 0,950 0,990 28 0,374 0,478 60 0,254 0,330
5 0,878 0,959 29 0,367 0,470 65 0,244 0,317

6 0,811 0,917 30 0,361 0,463 70 0,235 0,306


7 0,754 0,874 31 0,355 0,456 75 0,227 0,296
8 0,707 0,834 32 0,349 0,449 80 0,220 0,286
9 0,666 0,798 33 0,344 0,442 85 0,213 0,278
10 0,632 0,765 34 0,339 0,436 90 0,207 0,270

11 0,602 0,735 35 0,430 95 0,202 0,263


12 0,576 0,708 36 0,329 0,424 100 0,195 0,256
13 0,553 0,684 37 0,325 0,418 125 0,176 0,230
14 0,532 0,661 38 0,320 0,413 150 0,159 0,210
15 0,514 0,641 39 0,316 0,408 175 0,148 0,194

16 0,497 0,623 40 0,312 0,403 200 0,138 0,181


17 0,482 0,606 41 0,308 0,398 300 0,113 0,148
18 0,468 0,590 42 0,304 0,393 400 0,098 0,128
19 0,456 0,575 43 0,301 0,389 500 0,088 0,115
20 0,444 0,561 44 0,297 0,384 600 0,080 0,105

21 0,433 0,549 45 0,294 0,380 700 0,074 0,097


22 0,423 0,537 46 0,291 0,376 800 0,070 0,091
23 0,413 0,526 47 0,288 0,372 900 0,065 0,086
24 0,404 0,515 48 0,284 0,368 1000 0,062 0,081
25 0,396 0,505 49 0,281 0,364
26 0,388 0,496 50 0,279 0,361
95

Lampiran 10

Tes Praktik / Uji Kinerja


Nama Peserta Didik : Abraham Benu
Kelas : XI TITL 1
Skor
No Komponen dan Sub Komponen Penilaian
1 2 3 4
1) Persiapan Kerja

a. Memeriksa perlengkapan praktikum V

b. Mengidentifikasi dan memilih peralatan praktikum V

Skor Komponen 7
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)

c. Pembuatan macam-macam sambungan kabel V

d. Membuat sambungan dalam kotak sambung V

e. Merangkai instalasi bangunan se derhana V


f. Uji coba rangkaian dan pengukuran V
Skor Komponen 14
3) Kegiatan Akhir

g. Membersihkan dan mengembalikan peralatan V


praktikum

Skor komponen 4
4) Waktu

h. Menyelesaikan dan menggunakan waktu praktikum V

Skor komponen 4

Perhitungan Nilai Praktek Kinerja Peserta Didik (NP)


Presentasi Bobot Komponen Penilaian Jumlah Nilai
Persiapan Proses Kegiatan Waktu Nilai Akhir
Akhir Komponen
Bobot% 20% 60% 10 % 10%
Skor 7 14 4 4
Komponen
0,90 90
Skor Max 8 16 4 4
Nilai 0,175 0,525 0,1 0,1
Komponen
96
97

Tes Praktik / Uji Kinerja


Nama Peserta Didik : Absalom Bistolen
Kelas : XI TITL 1
Skor
No Komponen dan Sub Komponen Penilaian
1 2 3 4
1) Persiapan Kerja

a. Memeriksa perlengkapan praktikum V

b. Mengidentifikasi dan memilih peralatan praktikum V

Skor Komponen 7
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)

c. Pembuatan macam-macam sambungan kabel V

d. Membuat sambungan dalam kotak sambung V

e. Merangkai instalasi bangunan sederhana V


f. Uji coba rangkaian dan pengukuran V
Skor Komponen 16
3) Kegiatan Akhir

g. Membersihkan dan mengembalikan peralatan V


praktikum

Skor komponen 4
4) Waktu

h. Menyelesaikan dan menggunakan waktu praktikum V

Skor komponen 3

Perhitungan Nilai Praktek Kinerja Peserta Didik (NP)


Presentasi Bobot Komponen Penilaian Jumlah Nilai
Persiapan Proses Kegiatan Waktu Nilai Akhir
Akhir Komponen
Bobot% 20% 60% 10 % 10%
Skor 7 16 4 3
Komponen
0,95 95
Skor Max 8 16 4 4
Nilai 0,175 0,6 0,1 0,075
Komponen
98
99

Tes Praktik / Uji Kinerja


Nama Peserta Didik : Adrian Makoni
Kelas : XI TITL 1
Skor
No Komponen dan Sub Komponen Penilaian
1 2 3 4
1) Persiapan Kerja

a. Memeriksa perlengkapan praktikum V

b. Mengidentifikasi dan memilih peralatan praktikum V

Skor Komponen 8
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)

c. Pembuatan macam-macam sambungan kabel V

d. Membuat sambungan dalam kotak sambung V

e. Merangkai instalasi bangunan se derhana V


f. Uji coba rangkaian dan pengukuran V
Skor Komponen 12
3) Kegiatan Akhir

g. Membersihkan dan mengembalikan peralatan V


praktikum

Skor komponen 4
4) Waktu

h. Menyelesaikan dan menggunakan waktu praktikum V

Skor komponen 4

Perhitungan Nilai Praktek Kinerja Peserta Didik (NP)


Presentasi Bobot Komponen Penilaian Jumlah Nilai
Persiapan Proses Kegiatan Waktu Nilai Akhir
Akhir Komponen
Bobot% 20% 60% 10 % 10%
Skor 8 12 4 4
Komponen
0,85 85
Skor Max 8 16 4 4
Nilai 0,2 0,45 0,1 0,1
Komponen

Nilai Komponen = (Bobot x Skor Komponen) / Skor Maksimal setiap


Komponen
100
101

Tes Praktik / Uji Kinerja


Nama Peserta Didik : Adriano Rinaldo Bana
Kelas : XI TITL 1
Skor
No Komponen dan Sub Komponen Penilaian
1 2 3 4
1) Persiapan Kerja

a. Memeriksa perlengkapan praktikum V

b. Mengidentifikasi dan memilih peralatan praktikum V

Skor Komponen 8
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)

c. Pembuatan macam-macam sambungan kabel V

d. Membuat sambungan dalam kotak sambung V

e. Merangkai instalasi bangunan sederhana V


f. Uji coba rangkaian dan pengukuran V
Skor Komponen 16
3) Kegiatan Akhir

g. Membersihkan dan mengembalikan peralatan V


praktikum

Skor komponen 3
4) Waktu

h. Menyelesaikan dan menggunakan waktu praktikum V

Skor komponen 3

Perhitungan Nilai Praktek Kinerja Peserta Didik (NP)


Presentasi Bobot Komponen Penilaian Jumlah Nilai
Persiapan Proses Kegiatan Waktu Nilai Akhir
Akhir Komponen
Bobot% 20% 60% 10 % 10%
Skor 8 16 3 3
Komponen
0,95 95
Skor Max 8 16 4 4
Nilai 0,2 0,6 0,075 0,075
Komponen
102
103

Tes Praktik / Uji Kinerja


Nama Peserta Didik : Adriansa Munah
Kelas : XI TITL 1
Skor
No Komponen dan Sub Komponen Penilaian
1 2 3 4
1) Persiapan Kerja

a. Memeriksa perlengkapan praktikum V

b. Mengidentifikasi dan memilih peralatan praktikum V

Skor Komponen 7
2) Proses (Sistematika & Cara Kerja)

c. Pembuatan macam-macam sambungan kabel V

d. Membuat sambungan dalam kotak sambung V

e. Merangkai instalasi bangunan se derhana V


f. Uji coba rangkaian dan pengukuran V
Skor Komponen 14
3) Kegiatan Akhir

g. Membersihkan dan mengembalikan peralatan V


praktikum

Skor komponen 4
4) Waktu

h. Menyelesaikan dan menggunakan waktu praktikum V

Skor komponen 4

Perhitungan Nilai Praktek Kinerja Peserta Didik (NP)


Presentasi Bobot Komponen Penilaian Jumlah Nilai
Persiapan Proses Kegiatan Waktu Nilai Akhir
Akhir Komponen
Bobot% 20% 60% 10 % 10%
Skor 7 14 4 4
Komponen
0,90 90
Skor Max 8 16 4 4
Nilai 0,175 0,525 0,1 0,1
Komponen
104
105

Lampiran 11

JOBSHEET

Praktek 1
A. Topik : Membuat macam-macam sambungan kabel, loop kabel dan
pemasangan kabel pada fiting gantung

B. Tujuan :
Melalui praktek ini diharapkan siswa mampu:
1. Mengetahui berbagai macam sambungan kabel
2. Menjelaskan fungsi dari masing-masing jenis sambungan kabel
dalam instalasi kelistrikan.
3. Mengetahui cara membuat berbagai macam sambungan kabel.
4. Mampu membuat berbagai macam sambungan kabel dengan
berbagai macam ukuran (diameter kabel).
5. Menjelaskan fungsi dan penggunaan loop kabel dalm instalasi
listrik.
6. Menentukan diameter mata itik kabel sesuai dengan ukuran baut
atatu terminal hubung yang akan digunakan.
7. Menguasai pembuatan loop kabel dengan berbagai macam ukuran.
8. Mampu memasang kabel pada fitting gantung.

C. Alat dan Bahan


 Alat
1. Tang pengupas.................................................. 1 buah
2. Tang Pemotong ................................................ 1 buah
3. Tang Kombinasi ............................................... 1 buah
4. Tang lancip (cucut) ...........................................1 buah
5. Pengukur / penggaris… ................................... 1 buah
6. Kertas gosok / amplas ....................................... secukupnya
7. Baut berbagai ukuran… ................................... .1 buah
8. Obeng +.......................................................... ..1 buah

 Bahan
1. Kabel NYA dengan berbagai ukuran…................secukupnya
2. Kabel NYAF dengan berbagai ukuran…..............secukupnya
3. Terminal strip........................................................1 buah

D. Keselamatan Kerja
1. Sebelum memulai praktik siswa harus mentaati tata tertib ruang
106

praktek.
2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack) selama melakukan
praktek.
3. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
4. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya.
5. Atur alat dan bahan sedemikian rupa agar memudahkan dalam
praktek.
6. Apabila ada kesulitan konsultasikan dengan guru.

E. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan praktek.
2. Kalkulasi kebutuhan bahan yang akan digunakan.
3. Untuk membuat sambungan kabel loop kabel, dan pemasangan
kabel pada fitting gantung ikuti cara penyambungan dan gambar
yang tertera pada prosedur pelaksanaan di bawah
4. Kumpulkan hasil pekerjaan saudara pada dosen pengajar untuk
dinilai.
5. Setelah praktek anda selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat
semula.

F. Prosedur Pelaksanaan
 Membuat macam-macam sambungan kabel
1. Penyambungan kabel dengan cara ekor babi (pig tail)
Sambungan ini digunakan untuk menyambung atau mencabangkan satu
atau beberapa kabel pada satu titik. Penyambungan cara ini sering dijumpai pada
kotak sambung dan umumnya dipasang "lasdop" sebagai pengikat dan sekaligus
sebagai isolasi. Bentuk sambungan ekor babi ditunjukkan seperti gambar dibawah
ini:

Cara penyambungan :
1. Kupas masing-masing kabel NYA sepanjang 5 Cm dari salah satu
ujungnya dengan menggunakan pisau atau tang pengupas. (Gambar 1)
2. Bersihkan dengan scaper atau gosok dengan kertas gosok pada setiap
bagian nadi kabel yang terkupas.
3. Tempelkan menjadi satu bagian bagian kabel yang terkupas kemudian
diputar dengan tang kombinasi dengan rapi dan kuat. (Gambar 2)
4. Rapikan hasil sambungan dengan memotong kelebihan kabel sesuai
dengan ukuran lasdop (Gambar3)
107

5. Tutup hasil sambungan dengan lasdop. (Gambar 4)

(Gambar 1) (Gambar 2)

(Gambar3) (Gambar 4)

2. MENCABANG KABEL DATAR (Plain joint)

Pada hantaran yang panjang, misalnya antara rol-rol sekat dapat


dilakukan pencabangan tanpa harus memutus kabel utamanya, melainkan
hanya dikupas kabelnya sepanjang kebutuhan. Bentuk pencabangan datar ini
bisa untuk cabang tunggal (Single Plain joint) atau bisa juga dalam bentuk
cabang ganda (Cross Plain Joint).
Bentuk pencabangan kabel ditunjukkan seperti gambar dibawah ini:

A. Cabang tunggal (single plain joint). B. Cabang silang empat


(crossjoint).

Cara penyambungan :
1. Kupas masing-masing kabel NYA sepanjang 5 cm dari salah satu
ujungnya dengan menggunakan pisau atau tang pengupas.
2. Bersihkan dengan scaper atau gosok dengan kertas gosok pada setiap
bagian nadi kabel yang terkupas.
3. Langkah pengerjaan pertama seperti terlihat pada Gambar 1
4. Selanjutnya buat bentuk penyambungan dan rapikan hasil sambungan
108

seperti pada Gambar 2.

( Gambar 1) (Gambar 2)

 Membuat loop kabel atau mata itik kabel

1. Ukur diameter baut atau terminal baut.


2. Diameter mata itik harus lebih besar dari diameter terminal baut.

3. Kupas ujung kabel dengan ukuran 5 kali diameter baut


dan tambah panjangnya untuk toleransi (space pada
terminal ) ± 1,5 mm

4. Ujung kawat yang sudah dikupas, di bengkokkan 90˚ kearah kiri,


kemudian dibentuk mata itik dengan tang pembulat, diputar searah
jarum jam.
109

5. Periksa apakah bentuk mata itik yang anda buat sudah berbentuk
bulat seperti gambar dibawah,

6. Jika sudah berbentuk bulat seperti mata itik kabel, periksa apakah
sambungan yang anda buat pas dengan ukuran baut yang telah
ditentukan

7. Jika sudah pas, pasang sambungan mata itik yang telah dibuat
pada terminal tersebut.

8. Memasang kabel pada fitting gantung Ikuti sesuai gambar di


bawah ini.
110

Praktek 2

A. Topik : Membuat instalasi penerangan bangunan sederhana (Rumah


tinggal)

B. Tujuan :
Melalui praktek ini diharapkan siswa mampu:
1. Merangkai instalasi rumah tinggal yang meliputi, MCB (Miniature
Circuit Breaker ), saklar tunggal, saklar seri yang melayani beban
lampu pijar.
2. Menyambung kabel pada kotak sambung (sambungan ekor babi)
3. Menguji fungsi dari tiap-tiap komponen instalasi listrik rumah
tinggal sederhana sesuai dengan prinsip kerjanya

C. Alat dan Bahan


 Alat
1. Tang pengupas................................................. 1 buah
2. Tang lancip (cucut) .......................................... 1 buah
3. Tang kombinasi .............................................. 1 buah
4. Tang pemotong ................................................1 buah
5. Pisau pemotong / Cutter.................................. 1 buah
6. Obeng +.......................................................... 1 buah
7. Obeng ............................................................. 1 buah
8. Multimeter...................................................... 1 buah
 Bahan
1. Saklar tunggal.................................................2 buah
2. Saklar seri.......................................................2 buah
3. Stop Kontak....................................................3 buah
4. Lampu pijar ....................................................6 buah
5. Fitting ............................................................6 buah
6. Kotak sambung ..............................................secukupnya
7. MCB 1 phase ..................................................2 buah
8. Kabel NYA Ukuran 1,5 dan 2,5 mm2 ............ secukupnya
9. Isolasi kabel listrik ..........................................secukupnya

D. Keselamatan Kerja
1. Sebelum memulai praktik, siswa harus mengetahui tata tertib ruang
praktek Bengkel Instalasi Listrik.
2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack) selama melakukan praktek.
3. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum sebelum melakukan
praktek.
111

4. Bedakan antara warna kabel untuk penghantar phase, netral dan


grounding (pemakaian kabel harus sesuai dengan warna standart
yang telah ditentukan dalam PUIL 2000).
5. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya.
6. Jika ada kesulitan selama melakukan praktek, konsultasikan dengan
pengajar.

E. Langkah Kerja
1. Sebelum melakukan praktek, siswa wajib memberi jumlah kabel
yang digunakan pada diagram 1 garis yang terlampir dan gambarlah
diagram pelaksanaanya terlebih dahulu.
2. Setelah selesai memberi jumlah kabel dan menggambar diagram
pelaksanaanya, konsultasikan pada pengajar
3. Bila telah disetujui oleh pengajar, lanjutkan ke langkah kerja 4 dan
jika belum ulangi pekerjaan saudara sampai disetujui oleh pengajar
4. Siapkan alat dan bahan praktek yang diperlukan
5. Kalkulasi kebutuhan bahan yang akan digunakan (harus mendapat
persetujuan dari pengajar)
6. Periksalah alat dan bahan sebelum digunakan dan pastikan semua
alat dan bahan dalam keadaan baik.
7. Selalu perhatikan keselamatan kerja selama melakukan praktek
8. Pasanglah kabel listrik yang diperlukan pada pipa conduit
9. Rangkailah instalasi kelistrikan seperti pada gambar pelaksanaan
yang telah anda buat.
10. Sambunglah semua kabel yang melewati semuai kotak sambung
11. Jika telah selesai, periksakan hasil pekerjaan saudara pada pengajar.
12. Uji fungsi tiap-tiap komponen instalasi listrik yang sudah dipasang.
13. Rapikan hasil pekerjaan pemasangan instalasi listrik saudara
14. Laporkan hasil pekerjaan saudara pada pengajar untuk dinilai
15. Setelah selesai, bersihkan pekerjaan saudara dan kembalikan alat dan
bahan pada tempatnya
112

F. Gambar Kerja

Halaman Belakang
± 0.05

Dapur
Km / Wc ± 0.00
R. Keluarga
- 0.05
± 0.00

R. Tamu
± 0.00
R. Tidur
± 0.00

Teras
- 0.05

G. Tugas
Buat laporan hasil praktek saudara ( format laporan sesuai dengan
kesepakatan bersama pengajar).
113

Lampiran 12

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA

Tahap Tahap
Tahap Research Tahap Discovery Tahap Application
Reflection Communication
Membangun Total
Mengamati Bertanya Memberikan Nilai Nilai
No. Nama Siswa Aktif kerja sama
komponen dan Membuat solusi dalam Menguji Presentasi hasil
dalam antar teman Per Akhir
instalasi memberi project memecahkan project project
diskusi atau Tahap
penerangan pendapat masalah
kelompok
10% 20% 30% 20% 20%
1 Abraham Benu 3 4 3 3 3 3 4 3 0,8 80
2 Absalom Bistolen 2 3 2 3 3 3 3 3 0,7 70
3 Adrian Mokoni 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
4 Adriano Rionaldo Bana 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
5 Adriansa Munah 4 4 4 4 4 4 4 4 1 100
6 Agryan Tarsip Nggadas 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
7 Andre Imanuel Tamonob 4 4 4 4 4 3 3 3 0,9 90
8 Angga Ronaldo Muskanan 3 4 3 3 3 3 4 3 0,8 80
9 Anyelir Valery Martha Poek 3 3 4 4 4 4 4 4 0,95 95
10 Arfan Malelak 3 4 3 3 3 3 4 3 0,8 80
11 Arra'dh Ally Abduljammal 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
12 Avelsandika Udju Lomi 4 4 4 4 4 3 3 3 0,9 90
13 Benyamin O. Adrianus Feka 3 3 4 4 4 4 4 4 0,95 95
114

14 Celvin Patrio Yusuf 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65


15 Chesandro Pratama Adi 4 4 4 4 4 3 3 3 0,9 90
16 Christian Very Tunabenany 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
17 Cristian G.R. Kudji Rihi 3 4 3 3 3 3 4 3 0,8 80
18 Cristo Evan Monang Sutiray 3 3 4 4 4 3 3 3 0,85 85
19 David Agustinus Djami Ga 3 4 3 3 3 3 4 3 0,8 80
20 Devon Chornelis Manukale 4 4 4 4 4 4 4 4 1 100
21 Dewi Yohana Mabilani 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
22 Elly Rihi 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
23 Gerald Janes Williem Dima 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
24 Imanuel Mario Talue 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
25 Iwanto Tanesib 3 3 4 4 4 3 3 3 0,85 85
26 Jever Banoet 3 3 4 4 4 3 3 3 0,85 85
27 Jonrisal Morison Boling 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
28 Jowaldy Aprizal Kikhau 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
29 Liko Marsello Koikit 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
30 Lucki Denis Riwu 3 3 4 4 4 3 3 3 0,85 85
31 Mariano Julian Nelcon Gella 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
32 Mario Dimas Messakh 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
33 Marvin Pasumain 3 3 3 3 3 2 2 2 0,65 65
34 Muhammad Bahweres 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
35 Nofen Jefriano Asbanu 3 3 3 3 3 3 3 3 0,75 75
36 Piter Oudii 4 4 4 4 4 4 4 4 1 100
115

Nilai Per Tahap : ( Skor Per Tahap x Bobot) / Skor Maksimal


Total Nilai Per Tahap : Jumlah Nilai Tahap 1- Tahap 5
Nilai Akhir : Total Nilai X 100

Keterangan :
Sangat Baik : 80-100
Baik : 70-79
Cukup : 60-69
Kurang : <60
116

Lampiran 13

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENEGAH KEJURUAN NEGERI 2 KUPANG
Jalan Jend. Ahmad Yani No. 48 Kupang – Telp. (0380) 833239
Email: smkn2kupang@[Link]

Daftar Nilai Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik


Tingkat/kelas : XI TITL 1

Eksperimen
No Model Nilai Akhir
Nama Siswa PJBL Nilai Nilai Hasil
.
(Pretest) Kognitif Psikomotor Belajar (Y)
(X)
1 Abraham Benu 70 85 90 88,5
2 Absalom Bistolen 75 80 95 90,5
3 Adrian Mokoni 75 75 85 82
4 Adriano R. Bana 70 95 95 95
5 Adriansa Munah 75 85 90 88,5
6 Agryan T. Nggadas 80 75 100 92,5
7 Andre I. Tamonob 60 85 85 85
8 Angga R. Muskanan 70 90 90 90
9 Anyelir V. M. Poek 70 80 85 83,5
10 Arfan Malelak 75 100 85 89,5
11 Arra'dh A.A. Jammal 75 85 85 85
12 Avelsandika Udju Lomi 80 100 100 100
13 Benyamin O. A. Feka 80 90 95 93,5
14 Celvin Patrio Yusuf 70 75 90 85,5
15 Chesandro P. Adi 75 95 85 88
16 Christian V. Tunabenany 75 90 85 86,5
17 Cristian G.R. Kudji Rihi 80 80 95 90,5
18 Cristo E. M. Sutiray 70 100 100 100
19 David A. Djami Ga 65 80 90 87
20 Devon C. Manukale 55 75 80 78,5
21 Dewi Yohana Mabilani 65 90 80 83
22 Elly Rihi 75 75 90 85,5
23 Gerald Janes W. Dima 75 100 95 96,5
24 Imanuel Mario Talue 65 85 75 78
25 Iwanto Tanesib 70 90 85 86,5
26 Jever Banoet 65 85 85 85
117
118

Lampiran 14
Analisis Normalitas Data

Kolmogrov Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Pretest Hasil_Belajar
N 36 36
a,b
Normal Parameters Mean 70,42 87,236
Std. Deviation 6,695 5,8058
Most Extreme Differences Absolute ,198 ,100
Positive ,136 ,100
Negative -,198 -,100
Kolmogorov-Smirnov Z 1,186 ,600
Asymp. Sig. (2-tailed) ,120 ,864
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
119

Lampiran 15
Analisis Homogenitas Data (Fiser)

Test of Homogeneity of Variance


Levene Statistic df1 df2 Sig.
Hasil Belajar Based on Mean ,694 1 70 ,408
Based on Median ,691 1 70 ,409
Based on Median and with adjusted df ,691 1 69,410 ,409
Based on trimmed mean ,821 1 70 ,368
120

Lampiran 16
Hasil Output SPSS 18
Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Projek terhadap Hasil
Belajar Siswa
(Uji Regresi)

Coefficientsa
Pretest Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 47,333 7,962 5,945 ,000
Pretest ,567 ,113 ,653 5,034 ,000
a. Dependent Variable: Hasil_Belajar
121

Lampiran 17
Analisis Sejauhmana Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Projek
terhadap Hasil Belajar Siswa
(Uji t Korelasi)

Correlations
Pretest Hasil_Belajar
Pretest Pearson Correlation 1 ,653**
Sig. (2-tailed) ,000
N 36 36
**
Hasil_Belajar Pearson Correlation ,653 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 36 36
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

HITUNG MANUAL
1. Mencari Nilai Rxy dengan rumus korelasi product moment
𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
𝑟𝑥𝑦 =
{√((𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 )}{√((𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 )}

36 (222032,5) − (2535)(3140,5)
𝑟𝑥𝑦 =
{√(36 (180075) − (6426225)) } {√(36 (275144,8) − (9862740)) }

7993170 − 7961168
𝑟𝑥𝑦 =
{√((6482700) − (6426225)) } {√((9905211) − (9862740)) }

32002,50
𝑟𝑥𝑦 =
(√56475) (√42470,75)
32002,50
𝑟𝑥𝑦 =
237,64(206,08)
32002,50
𝑟𝑥𝑦 =
(48974,85)
𝑟𝑥𝑦 = 0,653

2. Mencari Nilai koefisiesn Determinasi

𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = 𝑟 2
122

𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = (0,653)2
𝑅𝑆𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 = 0,427

3. Mencari nilai uji t korelasii

𝑛−2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑟√
1 − 𝑟2

36 − 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)√
1 − (0,653)2

34
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)√
1 − 0,427

34
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)√
0,573

𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)√59,336

𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = (0,653)(7,703)

𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5,034
123

Lampiran 18
Titik Persentase Distribusi t (df = 1-40)
Pr 0.25 0.10 0.05 0.025 0.01 0.005 0.001
df
0.50 0.20 0.10 0.050 0.02 0.010 0.002

1 1.00000 3.07768 6.31375 12.70620 31.82052 63.65674 318.30884


2 0.81650 1.88562 2.91999 4.30265 6.96456 9.92484 22.32712
3 0.76489 1.63774 2.35336 3.18245 4.54070 5.84091 10.21453
4 0.74070 1.53321 2.13185 2.77645 3.74695 4.60409 7.17318
5 0.72669 1.47588 2.01505 2.57058 3.36493 4.03214 5.89343
6 0.71756 1.43976 1.94318 2.44691 3.14267 3.70743 5.20763
7 0.71114 1.41492 1.89458 2.36462 2.99795 3.49948 4.78529
8 0.70639 1.39682 1.85955 2.30600 2.89646 3.35539 4.50079
9 0.70272 1.38303 1.83311 2.26216 2.82144 3.24984 4.29681
10 0.69981 1.37218 1.81246 2.22814 2.76377 3.16927 4.14370
11 0.69745 1.36343 1.79588 2.20099 2.71808 3.10581 4.02470
12 0.69548 1.35622 1.78229 2.17881 2.68100 3.05454 3.92963
13 0.69383 1.35017 1.77093 2.16037 2.65031 3.01228 3.85198
14 0.69242 1.34503 1.76131 2.14479 2.62449 2.97684 3.78739
15 0.69120 1.34061 1.75305 2.13145 2.60248 2.94671 3.73283
16 0.69013 1.33676 1.74588 2.11991 2.58349 2.92078 3.68615
17 0.68920 1.33338 1.73961 2.10982 2.56693 2.89823 3.64577
18 0.68836 1.33039 1.73406 2.10092 2.55238 2.87844 3.61048
19 0.68762 1.32773 1.72913 2.09302 2.53948 2.86093 3.57940
20 0.68695 1.32534 1.72472 2.08596 2.52798 2.84534 3.55181
21 0.68635 1.32319 1.72074 2.07961 2.51765 2.83136 3.52715
22 0.68581 1.32124 1.71714 2.07387 2.50832 2.81876 3.50499
23 0.68531 1.31946 1.71387 2.06866 2.49987 2.80734 3.48496
24 0.68485 1.31784 1.71088 2.06390 2.49216 2.79694 3.46678
25 0.68443 1.31635 1.70814 2.05954 2.48511 2.78744 3.45019
26 0.68404 1.31497 1.70562 2.05553 2.47863 2.77871 3.43500
27 0.68368 1.31370 1.70329 2.05183 2.47266 2.77068 3.42103
28 0.68335 1.31253 1.70113 2.04841 2.46714 2.76326 3.40816
29 0.68304 1.31143 1.69913 2.04523 2.46202 2.75639 3.39624
30 0.68276 1.31042 1.69726 2.04227 2.45726 2.75000 3.38518
31 0.68249 1.30946 1.69552 2.03951 2.45282 2.74404 3.37490
32 0.68223 1.30857 1.69389 2.03693 2.44868 2.73848 3.36531
33 0.68200 1.30774 1.69236 2.03452 2.44479 2.73328 3.35634
34 0.68177 1.30695 1.69092 2.03224 2.44115 2.72839 3.34793
35 0.68156 1.30621 1.68957 2.03011 2.43772 2.72381 3.34005
36 0.68137 1.30551 1.68830 2.02809 2.43449 2.71948 3.33262
37 0.68118 1.30485 1.68709 2.02619 2.43145 2.71541 3.32563
38 0.68100 1.30423 1.68595 2.02439 2.42857 2.71156 3.31903
39 0.68083 1.30364 1.68488 2.02269 2.42584 2.70791 3.31279
40 0.68067 1.30308 1.68385 2.02108 2.42326 2.70446 3.30688
124

Lampiran 19

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENEGAH KEJURUAN NEGERI 2 KUPANG
Jalan Jend. Ahmad Yani No. 48 Kupang – Telp. (0380) 833239
Email: smkn2kupang@[Link]

Nilai Observasi Awal

Nilai Peserta Didik Nilai Peserta Didik


No. Nama Siswa
Pengetahuan Keterampilan

1 ABRAHAM BENU 75 65
2 ABSALOM BISTOLEN 80 75
3 ADRIAN MOKONI 55 50
4 ADRIANO R. BANA 85 50
5 ADRIANSA MUNAH 50 60
6 AGRYAN T. NGGADAS 85 65
7 ANDRE I. TAMONOB 40 75
8 ANGGA R. MUSKANAN 75 80
9 ANYELIR V. M. POEK 75 60
10 ARFAN MALELAK 85 75
11 ARRA'DH A.A. JAMMAL 50 50
12 AVELSANDIKA UDJU LOMI 75 85
13 BENYAMIN O. A. FEKA 65 75
14 CELVIN PATRIO YUSUF 85 65
15 CHESANDRO PRATAMA ADI 65 80
16 CHRISTIAN V. TUNABENANY 70 70
17 CRISTIAN G.R. KUDJI RIHI 85 75
18 CRISTO E. M. SUTIRAY 50 75
19 DAVID AGUSTINUS DJAMI GA 65 65
20 DEVON C. MANUKALE 65 80
21 DEWI YOHANA MABILANI 70 50
22 ELLY RIHI 80 75
23 GERALD JANES W. DIMA 75 50
24 IMANUEL MARIO TALUE 65 60
25 IWANTO TANESIB 70 85
26 JEVER BANOET 50 55
27 JONRISAL MORISON BOLING 85 65
28 JOWALDY APRIZAL KIKHAU 70 80
29 LIKO MARSELLO KOIKIT 75 55
30 LUCKI DENIS RIWU 40 80
125
126

Lampiran 20
Surat Keterangan Telah Melakukan Validitas Soal
127

Lampiran 21
Surat Ijin Penelitian
128

Lampiran 22
Surat Selesai Penelitian
129

Lampiran 23
Dokumentasi Penelitian

Suasana Pembelajaran Menggunakan


Model Project Based Learning (PJBL)
130

Suasana Praktek 1
(Membuat Macam-Macam Sambungan Kabel)
131

Suasana Praktek 2
(Membuat instalasi rumah sederhana)
132

RIWAYAT PENULIS

Penulis bernama lengkap Nadine Jaqualine Dila

Riwu Kaho. Lahir di Atambua pada tanggal 10 Juli 1997.

Penulis adalah anak kedua dari tiga bersaudara dan dari

pasangan Bapak Ngahu Cornelis Luther Riwu Kaho, [Link]

dan Ibu Verderika.

Penulis memulai pendidikan pada tahun 2003 di SD Inpres Oeleta hingga

tamat tahun 2009. Pada tahun 2009 penulis melanjutkan pendidikan di SMP

Negeri 1 Kupang hingga tamat pada tahun 2012. Pada tahun 2012 penulis

melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Kupang hingga tamat pada tahun 2015.

Penulis diterima sebagai mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN (Selekei

Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada tahun 2016 dan mengenyam

pendidikan tinggi di Program Studi / Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang hingga selesai.

Anda mungkin juga menyukai