0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan13 halaman

Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan

Makalah ini membahas tentang sistem rujukan dan pelayanan kesehatan di Indonesia, yang mencakup pengertian, jenis-jenis, dan tujuan sistem rujukan. Sistem rujukan bertujuan untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan, serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Terdapat dua jenis rujukan, yaitu rujukan medik dan rujukan kesehatan, yang dibedakan berdasarkan tingkatan pelayanan.

Diunggah oleh

krisdiyantirukmanad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan13 halaman

Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan

Makalah ini membahas tentang sistem rujukan dan pelayanan kesehatan di Indonesia, yang mencakup pengertian, jenis-jenis, dan tujuan sistem rujukan. Sistem rujukan bertujuan untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan, serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Terdapat dua jenis rujukan, yaitu rujukan medik dan rujukan kesehatan, yang dibedakan berdasarkan tingkatan pelayanan.

Diunggah oleh

krisdiyantirukmanad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SISTEM RUJUKAN DAN PELAYANAN KESEHATAN

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah


Asuhan Kebidanan Komunitas

Dosen Pengampu:
Sri Setiasih, SsiT., Bdn.,MKes

Disusun Oleh:
Krisdiyanti Rukmana Duwi P1337424122237

KELAS B
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN SEMARANG KAMPUS KENDAL
JURUSAN KEBIDANAN
POLTEKKES KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG
TAHUN 2024

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah
“Sistem Rujukan dan Pelayanan Kesehatan” yang kami tulis selesai pada waktunya
tanpa ada halangan yang berarti dan sesuai dengan harapan.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Sri Setiasih, SsiT., Bdn.,MKes
selaku dosen pengampu mata kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas yang telah
membantu memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan karena keterbatasan kami. Maka dari itu penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga apa
yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Kendal, 27 Agustus 2024

Krisdiyanti Rukmana

ii
DAFTAR ISI

MAKALAH ............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ......................................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan ....................................................................................... 2
BAB II ..................................................................................................................... 3
TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 3
A. Pengertian Sistem Rujukan ......................................................................... 3
B. Jenis-Jenis Rujukan ..................................................................................... 3
C. Tujuan Sistem Rujukan ............................................................................... 6
BAB III ................................................................................................................... 9
PENUTUP ............................................................................................................... 9
A. Kesimpulan.................................................................................................. 9
B. Saran ............................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan alat dan atau tempat utk
menyelenggarakan pelayanan kesehatan, baik peningkatan, pencegahan,
pengobatan, maupun pemulihan oleh pemerintah dan atau masyarakat,
termasuk swasta. Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang, sesuai
kebutuhan medis dimulai tingkat pertama primer hingga tingkat ketiga/tersier.
Salah satu kelemahan pelayanan kesehatan adalah pelaksanaan rujukan
yang kurang tepat dan cepat. Kematian ibu dan bayi diakibatkan karena
pelayanan di fasilitas kesehatan belum maksimal ataupun terjadi keterlambatan
pelayanan rujukan bagi ibu dan bayi yang mengakibatkan sangat terlambat pula
pasien tiba di fasilitas pelayanan rujukan (Tirtaningrum, Sriatmi, &
Suryoputro, 2018).
Pelaksanaan sistem rujukan di Indonesia telah diatur dengan bentuk
bertingkat atau berjenjang, yaitu pelayanan kesehatan tingkat pertama, kedua
dan ketiga, di mana dalam pelaksanaannya tidak berdiri sendiri-sendiri namun
berada di suatu sistem dan saling berhubungan. Dengan adanya sistem rujukan
diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu.
Kelancaran rujukan dapat menjadi faktor yang menentukan untuk menurunkan
Angka Kematian Ibu (AKI) dan perinatal terutama dalam mengatasi
keterlambatan menjadi penyebab peningkatan Angka Kematian Ibu dan Bayi.
Dalam makalah ini akan dipaparkan pengertian, tujuan sistem rujukan,
jenis-jenis rujukan, jenjang tingkat rujukan, jalur rujukan, dan mekanisme
rujukan.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dituliskan dengan poin-poin sebagai berikut:
1. Apa itu sistem rujukan?
2. Apa saja jenis-jenis rujukan?

1
3. Apa tujuan dari sistem rujukan?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dituliskan dengan poin-poin sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian sistem rujukan
2. Mengetahui jenis-jenis rujukan
3. Mengetahui tujuan dari sistem rujukan

D. Manfaat Penulisan
a. Bagi pembaca
Makalah ini dapat dijadikan sebagai menambah wawasan
mengenai sistem rujukan dan mengetahui persiapan serta mekanisme
rujukan.
b. Bagi institusi pendidikan
Makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk
pembuatan makalah selanjutnya.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Sistem Rujukan


Sistem rujukan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara
timbal balik baik vertikal maupun horizontal (PMK 43, 2019).
Sistem rujukan adalah pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik
atas suatu kasus/ masalah medis yang timbul, baik secara vertikal maupun
horizontal kepada yang lebih berwenang dan mampu, terjangkau dan rasional
(Depkes, RI 1991).
Sistem rujukan adalah suatu sistem jaringan pelayanan kesehatan yang
memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas
timbulnya masalah dari suatu kasus atau masalah kesehatan masyarakat, baik
secara vertikal maupun horizontal, kepada yang lebih kompeten, terjangkau
dan di lakukan secara rasional (Hatmoko, 2000).

B. Jenis-Jenis Rujukan
Terdapat dua jenis istilah rujukan, yaitu rujukan medik dan rujukan
kesehatan.
a. Rujukan medik, yaitu pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik
atas satu kasus yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal
kepada yang lebih berwenang dan mampu menanganinya secara rasional.
Jenis rujukan medik;
1) Transfer of patient. Konsultasi penderita untuk keperluan
diagnostik, pengobatan, tindakan operatif, dan lain-lain.
2) Transfer of specimen. Pengiriman bahan (spesimen) untuk
pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap.
3) Transfer of knowledge/ personel. Pengiriman tenaga yang lebih
kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan pengobatan
setempat.

3
b. Rujukan kesehatan, yaitu hubungan dalam pengiriman, pemeriksaan
bahan atau spesimen ke fasilitas yang lebih mampu dan lengkap. Ini
adalah rujukan yang menyangkut masalah kesehatan yang sifatnya
preventif dan promotif.
Tata cara pelaksanaan sistem rujukan yaitu pasien yang akan dirujuk
harus sudah diperiksa dan layak untuk dirujuk. Adapun kriteria pasien
yang dirujuk adalah apabila memenuhi salah satu dari:
1) Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu
diatasi.
2) Hasil pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang medis
ternyata tidak mampu diatasi.
3) Memerlukan pemeriksaan penunjang medis yang lebih lengkap,
tetapi pemeriksaan harus disertai pasien yang bersangkutan.
4) Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan
pemeriksaan pengobatan dan perawatan di sarana kesehatan yang
lebih mampu.
Sedangkan tatalaksana rujukan meliputi:
1) Internal antar petugas di satu RS.
Sebagai contoh adalah rujukan yang dilakukan di dalam RS seperti
kasus ibu hamil yang mengalami Diabetes mellitus maka dokter
spesialis kandungan harus merujuk kliennya ke dokter spesialis
penyakit dalam untuk menangani penyakitnya tersebut.
2) Antara Puskesmas Pembantu dan Puskesmas.
Dilakukan rujukan bila ditemukan klien dengan ibu hamil yang
dicurigai anemia namun puskesmas pembantu tidak memiliki alat
untuk pemeriksaan Haemoglobin (Hb) karena keterbatasan alat.
Maka klien tersebut akan dirujuk ke puskesmas untuk melakukan
permeriksaan darah untuk menentukan hasil penilaian kadar Hb
nya.
3) Antara Masyarakat dan Puskesmas.

4
Dilakukan rujukan bila didapatkan warga yang dibantu proses
persalinannya dengan dukun bayi namun mengalami kesulitan
maka warga akan merujuk ke puskesmas untuk penanganan lebih
lanjut.
4) Antara satu Puskesmas dan Puskesmas lainnya.
Rujukan ini dilakukan bila diantara puskesmas yang tidak memiliki
kelengkapan sarana alat dan SDM untuk menangani suatu kasus
kegawatdaruratan diperlukan rujukan ke puskesmas yang lebih
lengkap sarana prasarananya dan SDM yang lebih kompeten.
5) Antara Puskesmas dan RS, laboratorium/fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya.
Pasien yang awalnya ditangani puskesmas namun penyakitnya
cukup berat. Petugas puskesmas dan alat yang tersedia sangat
terbatas maka perlu dikonsultasikan ke RS/ Laboratorium/ fasilatas
kesehatan lainnya.
6) Internal antara bagian/unit di dalam satu RS.
Jika klien membutuhkan lebih pemeriksaan kesehatan karena
menderita lebih dari 1 penyakit. Contoh kasus klien yang
mengalami operasi tetapi mengidap penyakit saraf maka
diperlukan unit pelayanan bedah dan penyakit saraf.
7) Antar RS, laboratorium/fasilitas pelayanan lain dan RS.
Jika klien yang mengalami suatu penyakit yang kompleks maka
biasanya diperlukan beberapa instansi kesehatan untuk mendukung
diagnosa dan mengefektifkan pengobatan pada pasien tersebut.
Berikut ini jenis rujukan, berdasarkan tingkatannya;
1) Rujukan vertikal
Rujukan vertikal merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan
yang berbeda tingkatan. Rujukan vertikal dapat dilakukan dari tingkatan
pelayanan yang lebih rendah ke tingkatan pelayanan yang lebih tinggi
atau sebaliknya.

5
Rujukan vertikal dari tingkatan pelayanan yang lebih rendah ke
tingkatan pelayanan yang lebih tinggi, dilakukan apabila:
a) Pasien membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik atau sub
spesialistik.
b) Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai
dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan fasilitas, peralatan
dan/atau ketenagaan.
Rujukan vertikal dari tingkatan pelayanan yang lebih tinggi ke
tingkatan pelayanan yang lebih rendah, dilakukan apabila:
a) Permasalahan kesehatan pasien dapat ditangani oleh tingkatan
pelayanan kesehatan yang lebih rendah sesuai dengan kompetensi
dan kewenangannya;
b) Kompetensi dan kewenangan pelayanan tingkat pertama atau
kedua lebih baik dalam menangani pasien tersebut;
c) Pasien membutuhkan pelayanan lanjutan yang dapat ditangani oleh
tingkatan pelayanan kesehatan yang lebih rendah dan untuk alasan
kemudahan, efisiensi dan pelayanan jangka panjang; dan/atau.
d) Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai
dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan sarana, prasarana,
peralatan dan/atau ketenagaan.
2) Rujukan horizontal
Rujukan horizontal merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan
dalam satu tingkatan. Rujukan horizontal dilakukan apabila perujuk tidak
dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien
karena keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan yang
sifatnya sementara atau menetap.

C. Tujuan Sistem Rujukan


Tujuan rujukan adalah dihasilkannya pemerataan upaya kesehatan dalam
rangka penyelesaian masalah kesehatan secara berdaya dan berhasil guna.
Tujuan sistem rujukan adalah untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi

6
pelayanan kesehatan secara terpadu. Dengan memperkuat sistem rujukan
tersebut merupakan salah satu cara untuk mempercepat penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI) serta dengan adanya problem dan tantangan puskesmas
dalam mendukung system rujukan maternal ke Rumah Sakit Umum Daerah
dapat diatasi. Rujukan harus mendapatkan persetujuan dari pasien dan atau
keluarganya, serta tenaga kesehatan yang berwenang harus memberikan
penjelasan kepada pasien mengenai diagnosis dan terapi atau tindakan medis
yang diperlukan oleh pasien, alasan dan tujuan dilakukan rujukan, risiko yang
dapat timbul apabila rujukan tidak dilakukan, transportasi rujukan, dan risiko
atau penyulit yang dapat timbul selama perjalanan Pasal 12 Kemenkes RI 2012
(Kemenkes, 2012).
Menurut (Mochtar, 1998), rujukan mempunyai berbagai macam tujuan,
antara lain:
1. Agar setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan sebaik-
baiknya.
2. Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan
laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap
fasilitasnya.
3. Menjalin perubahan pengetahuan dan keterampilan (tronsfer of
knowledge and skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat
pendidikan dan daerah perifer.
Menurut (Hatmoko, 2000), sistem rujukan mempunyai tujuan umum dan
khusus, antara lain:
1. Umum
Dihasilkannya pemerataan upaya pelayanan kesehatan yang didukung
kualitas pelayanan yang optimal dalam rangka memecahkan masalah
kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna.
2. Khusus
a. Menghasilkan upaya pelayanan kesehatan klinik yang bersifat
kuratif dan rehabilitatif secara berhasil guna dan berdaya guna.

7
b. Dihasilkannya upaya kesehatan masyarakat yang bersifat preventif
secara berhasil guna dan berdaya guna.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Sistem rujukan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan
secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal.
2. Tujuan sistem rujukan adalah untuk meningkatkan mutu, cakupan dan
efisiensi pelayanan kesehatan secara terpadu.
3. Jenis rujukan ada 2, yaitu rujukan medik dan rujukan kesehatan.
Berdasarkan tingkatannya, rujukan dibagi menjadi 2 yaitu rujukan
vertikal dan horizontal.
4. Pelayanan kesehatan tingkat primer, meliputi: Puskesmas dan
jaringannya termasuk Polindes/Poskesdes, Bidan Praktik Mandiri,
Klinik Bersalin serta fasilitas kesehatan lainnya milik pemerintah
maupun swasta. Pelayanan kesehatan tingkat sekunder, meliputi:
Rumah Sakit Umum dan Khusus baik milik Pemerintah maupun Swasta
yang setara dengan RSU Kelas D, C dan B Non Pendidikan, termasuk
Rumah Sakit Bersalin (RSB), serta Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA).
Pelayanan kesehatan tingkat tersier, meliputi: Rumah Sakit yang setara
dengan Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus Kelas A, kelas
B pendidikan, milik Pemerintah maupun swasta

B. Saran
1. Bagi pembaca
Diharapkan pembaca dapat mengerti dan memahaminya dengan baik
serta dengan adanya sistem rujukan, diharapkan dapat meningkatkan
pelayanan kesehatan yang lebih bermutu.
2. Bagi institusi pendidikan
Diharapkan makalah ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam
pembuatan makalah selanjutnya.

9
DAFTAR PUSTAKA

Hatmoko. (2000). Sistem Pelayanan Kesehatan Dasar Puskesmas. Samarinda:


Universitas Mulawarman.
Kemenkes. (2012). Pedoman Sistem Rujukan Nasional. Jakarta: Direktorat Jenderal
Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Luluk, S. (2020). Sistem Rujukan Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Maternal
Perinatal Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pamenang, 2(1), 6-16.
Mochtar. (1998). Sinopsis Obstetri Jilid 1. Jakarta: EGC.
PMK. (2012). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 001 tahun
2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan. Berita
Negara Republik Indonesia No. 122.
PMK. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 43 tahun 2019
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Berita Negara Republik Indonesia
No. 1335.
Safrudin, H. (2009). Kebidanan Komunitas. Jakarta: EGC.
Susanti, K., & Ruspita, R. (2022). Asuhan Kebidanan Komunitas. Purbalingga: CV.
Eureka Media Aksara.
Tirtaningrum, A. D., Sriatmi, A., & Suryoputro, A. (2018). Analisis Response Time
Penatalaksanaan Rujukan Kegawatdaruratan Obstetri Ibu Hamil. Jurnal
MKMI, 14(2).
Wahyuni, E. D. (2018). Bahan Ajar Kebidanan Asuhan Kebidanan Komunitas.
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Wahyuni, S., Pramudianti, D. N., Lestari, G. I., Handayani, T., Martini, Irawati, D.,
. . . Triwijayanti, Y. (2023). Buku Ajar Kebidanan Komunitas.
Pangkalpinang: CV. Science Techno Direct.
Walyani, E. S. (2014). Materi Ajar Lengkap Kebidanan Komunitas. Yogyakarta:
PT. Pustaka Baru.

10

Anda mungkin juga menyukai