0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Sistem Pakar Diagnosa Hama Kangkung

Dokumen ini membahas pengembangan sistem pakar untuk diagnosis hama dan penyakit pada tanaman kangkung menggunakan metode forward chaining. Sistem ini berbasis web dan diuji dengan 50 aturan, menghasilkan akurasi 90% dalam diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk membantu petani dalam pengendalian hama dan penyakit secara efektif.

Diunggah oleh

grace joy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Sistem Pakar Diagnosa Hama Kangkung

Dokumen ini membahas pengembangan sistem pakar untuk diagnosis hama dan penyakit pada tanaman kangkung menggunakan metode forward chaining. Sistem ini berbasis web dan diuji dengan 50 aturan, menghasilkan akurasi 90% dalam diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk membantu petani dalam pengendalian hama dan penyakit secara efektif.

Diunggah oleh

grace joy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal

ISSN 2088-1770 (Print)


SAINTEKOM
ISSN 2503-3247 (Online)
Sains, Teknologi, Komputer, dan Manajemen

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS HAMA DAN PENYAKIT PADA


TANAMAN KANGKUNG MENGGUNAKAN METODE
FORWARD CHAINING
Iffan Ahmad Nasrulloh1, *Pradana Ananda Raharja2, Amalia Beladinna Arifa3
1,2) Teknik Informatika, Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Jl. DI Panjaitan No.128, Karangreja, Purwokerto Kidul, Kec. Purwokerto Sel.,


Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Email: 18102125@[Link].id1, *pradana@[Link].id2,
amalia@[Link].id3

ABSTRACT

The production of water spinach vegetable crops in 2020 in Central Java ranks 2nd in
water spinach production, which is 29,108 tons. The amount of water in spinach production and
the increased risk of being attacked by pests and diseases will be even more significant, and
proper care is needed to improve the quality of water spinach. It takes an expert to convey
knowledge about controlling pests and diseases that are good and right. From these problems,
we developed a system to overcome the problem of water spinach plant disease. This expert
system uses the forward chaining method. The results of this study are a pest and disease
diagnosis system on water spinach using a website-based forward chaining method with
accuracy testing using the confusion matrix method by testing 50 rules. Of 50 data, 45 are
considered appropriate, and the results of 5 rules are not relevant, so the evaluation results of
this expert system produce system accuracy with a percentage of 90%.

Keywords: diagnosis, expert system, forward chaining, plant diseases, water spinach

ABSTRAK

Produksi tanaman sayuran kangkung tahun 2020 di Jawa Tengah menempati urutan ke-
2 sebagai produksi tanaman kangkung terbanyak yaitu sebesar 29.108 ton. Peningkatan jumlah
produksi kangkung serta risiko untuk terkena serangan hama dan penyakit akan semakin besar
dan diperlukan perawatan dengan baik dan benar untuk meningkatkan kualitas kangkung.
Dibutuhkan seorang ahli untuk menyampaikan pengetahuan tentang cara pengendalian hama
dan penyakit yang baik dan benar. Dari permasalahan tersebut dikembangkannya sistem pakar
untuk mengatasi masalah penyakit tanaman kangkung, sistem pakar ini menggunakan metode
forward chaining. Hasil dari penelitian ini adalah sistem pakar diagnosis hama dan penyakit
pada tanaman kangkung menggunakan metode forward chaining berbasis website dengan
pengujian akurasi menggunakan metode confusion matrix dengan menguji pada 50 rules, dan
dari 50 rules terdapat 45 rules dinilai sesuai dan hasil 5 rules tidak sesuai. Sehingga hasil
evaluasi sistem pakar ini menghasilkan akurasi sistem dengan persentase 90%.

Kata kunci: diagnosa, sistem pakar, forward chaining, penyakit tanaman, kangkung

146
147 STMIK Palangka Raya

1. PENDAHULUAN menyampaikan pengetahuan tentang cara


Produksi tanaman sayuran pengendalian yang baik dan benar. Tetapi
kangkung tahun 2020 di Jawa Tengah dengan jumlah ahli pertanian yang terbatas,
menempati urutan ke-2 sebagai produksi untuk membantu permasalahan petani dan
tanaman kangkung terbanyak yaitu sebesar untuk konsultasi dengan seorang ahli
29.108 ton (Produksi Tanaman Sayuran menjadi hambatan bagi petani karena
2020, 2020), Indonesia juga mengekspor memerlukan biaya, jarak dan waktu
tumbuhan hias sampai biji kangkung hingga (Mukhlisoh et al., 2016).
tomat ke negara sekitar. Menteri Ketua Hama yang berpengaruh pada
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tumbuhan kangkung di antaranya bekicot
(2021) melakukan pengamatan dan (Achatina fulica), ulat gerayak
penghargaan terhadap pelepasan ekspor (Spodoptera), kutu daun (Aphidoidea) dan
program florikultura dan benih sayuran ulat keket (Agrius convolvuli), hama
dengan mengikuti acara pelepasan tersebut yang bisa berakibat tumbuhan
ekspor florikultura yang bertempat di kangkung terkena penyakit. Penyakit pada
Minaqu Home Nature, Jungle Fest Bogor. tumbuhan kangkung di antaranya karat
Menurut Airlangga nilai ekspor florikultura putih, bercak daun, penyakit dikarenakan
mengalami peningkatan pada 3 tahun bakteri, virus, dan alga (Maulana, 2018).
terakhir. Pada tahun 2018 nilai ekspor Tujuan dalam penelitian ini adalah
sebesar US$12,07 juta, tahun 2019 sebesar menerapkan metode Forward Chaining
US$13,53 juta (naik 12,1%) dan pada tahun pada sistem pakar untuk dapat
2020 secara signifikan naik cukup besar mendiagnosis penyakit dan hama pada
menjadi US$19,98 juta (Yanwardhana, tumbuhan kangkung. Sistem ini dibuat
2021). Ditarik kesimpulan berdasarkan data berbasis website, diharapkan dalam
tersebut bahwa tanaman kangkung penelitian ini dapat membantu petani dan
mengalami kenaikan produksi. Cara masyarakat dalam melakukan pengendalian
perawatan yang salah atau tidak sesuai terhadap hama dan penyakit pada tanaman
dengan standar yang ada, dapat kangkung dengan baik dan benar.
mengakibatkan tanaman kangkung rentan Sistem berbasis komputer yang
terkena hama penyakit dan dapat dibangun berdasarkan fakta, pengetahuan,
mengakibatkan hasil panen tidak bisa maupun penalaran yang dapat membantu
maksimal, hasil penjualan rendah dan menyelesaikan suatu permasalahan disebut
bahkan bisa mengakibatkan gagal panen sistem pakar (Wajidi & Nur, 2021). Sistem
(Fitriani & Febrianto, 2020). Oleh karena pakar telah banyak digunakan memecahkan
itu dibutuhkan seorang ahli untuk masalah di berbagai bidang, seperti bidang

Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022


STMIK Palangka Raya 148

pertanian, perbankan dan pendidikan Berbasis Web” berdasarkan pengujian yang


(Fitriani & Febrianto, 2020). Tujuan Sistem dilakukan dengan Black Box, aplikasi
Pakar adalah mentransfer kepakaran analisis perancangan sistem pakar
seorang pakar ke komputer, kemudian penentuan gaya belajar siswa ini layak
melanjutkannya dari komputer ke orang digunakan dengan persentase 100% dan
lain (yang bukan pakar), sedangkan dapat berfungsi dengan baik. Kemudian
Seorang pakar atau ahli (human expert) penelitian lain terkait sistem pakar dengan
adalah seorang individu yang memiliki metode forward chaining mampu
kemampuan pemahaman yang superior dari mengidentifikasi modalitas belajar siswa
suatu masalah (Mochammad, 2019). dengan benar tanpa harus berdiskusi dengan
Hasil penelitian (Afandi & Sulistyo, ahli atau guru bimbingan konseling di
2019) yang berjudul “Sistem Pakar Untuk sekolah (Kurniawan et al., 2019).
Diagnosa Hama dan Penyakit Pada Bunga Berdasarkan masalah di atas, serta
Krisan Menggunakan Forward Chaining” berdasarkan dari penelitian sebelumnya
pembahasan dan perancangan pada sistem yang menggunakan metode forward
pakar diagnosa hama dan penyakit pada chaining belum ada yang meneliti tentang
bunga krisan menghasilkan kesimpulan tanaman kangkung. Berdasarkan hal
bahwa Sistem dapat mendiagnosis penyakit tersebut, maka diperlukan penelitian
dan hama pada bunga krisan pada gejala- mengenai Sistem Pakar Diagnosis Hama
gejala yang dialami dan menjadi input oleh dan Penyakit Pada Tanaman Kangkung
para petani. Kemudian penelitian Menggunakan Metode Forward Chaining
(Pakpahan & Doni, 2019) yang berjudul Berbasis Web. Dalam pembuatan sistem
“Implementasi Metode Forward Chaining metode yang digunakan adalah Systems
Untuk Mendiagnosis Organisme Development Life Cycle (SDLC), metode
Pengganggu Tanaman (Opt) Kopi” Aplikasi ini meliputi analisa, desain, pengkodean,
web yang dirancang menghasilkan pengujian dan pemeliharaan sistem.
pengujian bahwa implementasi metode
2. METODE
forward chaining dapat membantu para
Metodologi penelitian digunakan
petani kopi di lapangan untuk bisa
sebagai pedoman dalam melaksanakan
melakukan diagnosis secara mandiri tanpa
penelitian karena merupakan langkah-
harus berkonsultasi langsung dengan ahli
langkah kerja (Kurniawan et al., 2019).
tanaman kopi. Kemudian penelitian
Bentuk uraian kerangka kerja dalam
(Waliyansyah et al., 2020) yang berjudul
penelitian ini diawali dengan pengumpulan
“Sistem Pakar Penentuan Gaya Belajar
data yang terdiri dari studi literatur dan
Siswa Dengan Metode Forward Chaining
wawancara kepada narasumber. Kemudian
Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022
149 STMIK Palangka Raya

teknik perancangan sistem yang terdiri dari Fakta yang dimasukkan pengguna
perancangan sistem, pembuatan sistem, uji untuk mendapatkan sebuah keputusan
coba dan implementasi. adalah mesin inferensi forward chaining
Perancangan sistem terdiri dari (Aeni, 2018)(Sari et al., 2020). Fakta-fakta
sistem pakar Forward Chaining, tersebut adalah gejala dari serangan
pengumpulan data panyakit, menganalisa penyakit dan hama tanaman kangkung.
metode Forward Chaining, Pembutan Dalam sistem pakar mengimplementasikan
sistem terdiri dari pembuatan menggunakan pengetahuan atau keahlian seorang pakar
Unified Modelling Language (UML), untuk menjadikan sebuah kesimpulan atau
Perancangan Database, dan perancangan keputusan (Hardani, 2020) (Ridwansyah et
interface. al., 2021).
2.1 Sistem pakar Forward Chaining 2.2 Pengumpulan data penyakit
Forward Chaining merupakan Tahap ini dilakukan pengumpulan
proses yang dimotori data (data data-data hama dan penyakit tanaman
driven)(Putra, 2019)(Ibnu Akil, 2017). kangkung yang akan digunakan dalam
Proses pelacakan dimulai dari informasi penelitian. Penelitian ini akan melakukan
masukan dan selanjutnya mencoba pengumpulan data untuk hama dan penyakit
menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke tanaman kangkung seperti bekicot, ulat
depan mencari fakta yang sesuai dengan grayak, kutu daun, ulat keket, karat putih,
bagian IF dari aturan IF-THEN (Imron et bercat daun, bakteri, virus, alga.
al., 2019) (Kusbianto et al., 2017). Kaidah 2.3 Analisis Metode Forward Chaining
interpreter dalam forward chaining Tahap ini dilakukan analisa
mencocokkan fakta dalam pangkalan data terhadap metode Forward Chaining dengan
dalam situasi yang dinyatakan dalam bagian menentukan rules yang akan digunakan
sebelah kiri atau kaidah IF. Bila fakta yang untuk menyelesaikan masalah dalam sistem
ada dalam pangkalan data itu sudah sesuai pakar menggunkan metode Forward
dengan kaidah IF, maka kaidah dieksitasi Chaining. Rules dibentuk dari data-data
(Putri et al., 2015). Berikut Gambar 1 hama dan penyakit tanaman kangkung yang
proses rancang bangun sistem pakar telah dikumpulkan. Setelah rules terbentuk
menggunakan metode Forward Chaining. kemudian dapat dibangun pohon keputusan.
2.4 Pembuatan UML
Perancangan sistem pakar diagnosis
hama dan penyakit pada tanaman kangkung
dirancang UML sebagai pemodelan.
Tahapan perancangan UML menggunakan
Gambar 1. Forward Chaining (Imron et al., 2019)
Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022
STMIK Palangka Raya 150

beberapa diagram yaitu Use Case Diagram, pembuatan rules dari jenis hama dan
Activity Diagram, Sequence Diagram, dan penyakit hingga pembentukan aturan dan
Class Diagram. penerapan metode forward chaining seperti
2.5 Perancangan Database pada Tabel 1.
Perancangan database sistem pakar
Tabel 1. Jenis Hama Dan Penyakit
diagnosis hama dan penyakit tanaman
Kode Jenis Hama & Penyakit
kangkung ini menggunakan database My
H01 Bekicot
Structured Query Language (MySQL). H02 Ulat Grayak
Tabel strukturnya yaitu tabel admin, tabel H03 Kutu Daun
H04 Ulat Keket
diagnosis, tabel gejala, tabel konsultasi, P01 Karat Putih
tabel relasi, dan tabel hasil. P02 Bercak Daun
P03 Bakteri
2.6 Perancangan Interface P04 Virus
Proses perancangan interface ini P05 Alga
merupakan acuan untuk membangun Setelah jenis hama dan penyakit,
aplikasi yang akan penulis buat. Adapun selanjutnya adalah gejala pada tanaman
struktur rancangan interface ini yaitu kangkung. Kemudian dimasukkan ke dalam
halaman utama, halaman admin, halaman rules yang menyajikan barisan aturan-
data konsultasi, dan halaman konsultasi. aturan yang digunakan untuk diagnosis
hama dan penyakit tanaman kangkung
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
seperti pada Tabel 2.
Bab hasil dan pembahasan berisi
penjelasan tentang hal implementasi sistem Tabel 2. Gejala Hama Dan Penyakit

dan analisis hasil implementasi terkait Kode Gejala


G001 Batang dan daun rusak
pembangunan sistem pakar diagnosis hama
G002 Batang dan daun layu
dan penyakit tanaman kangkung G003 Batang dan daun busuk
menggunakan forward chaining. Berikut G004 Daun berlubang
G005 Pinggir daun bergerigi
adalah implementasi pembangunan sistem G006 Tanaman kerdil
pakar diagnosis hama dan penyakit tanaman G007 Daun melengkung
Warna daun hijau muda dengan
kangkung. G008
garis menyilang kuning
Muncul bercak putih pada
3.1. Rules G009
permukaan daun
Sebelum membangun aplikasi Muncul bercak kecokelatan hingga
G010
sistem pakar, terlebih dahulu mengetahui kehitaman pada permukaan daun
G011 Mengeluarkan lendir keruh
rules atau aturan-aturan yang merupakan G012 Berbau busuk
ekstraksi dari pengetahuan pakar. Pada G013 Keluar air pada batang
G014 Lengket jika disentuh
langkah ini akan dijelaskan perancangan G015 Daun berwarna kuning pekat
G016 Batang mengalami bercak-bercak
Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022
151 STMIK Palangka Raya

Kode Gejala Tabel 3. Pembentukan Aturan


G017 Daun menjadi seperti terbakar Kode
Bentuk daun menjadi tidak Kode Gejala Hama &
G018 Penyakit
sempurna
G019 Daun layu R1 G001, G002, G003 H01
Bercak berwarna kelabu kehijauan R2 G001, G004, G005 H02
G020 R3 G006, G007 H03
pada daun
Pada permukaan tumbuh rambut R4 G001, G004, G008 H04
G021 R5 G001, G009 P01
berwarna cokelat kemerahan
G022 Daun dihinggapi lalat R6 G001, G010 P02
G023 Batang dan daun kering R7 G011, G012, G014 P03
R8 G016, G017, G018 P04
G024 Bercak karat merah pada daun
R9 G020, G021, G024 P05
Tahap pembentukan aturan adalah 3.2. Pembuatan UML
proses menyusun dan mencocokkan fakta- UML pada penelitian ini terdiri
fakta antara gejala dan hama penyakit dari use case diagram seperti pada Gambar
seperti pada Tabel 3. 2, activiy diagram seperti pada Gambar 3,
sequence diagram seperti pada Gambar 4,
dan class diagram seperti pada Gambar 5.

Gambar 2. Use Case Diagram

Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022


STMIK Palangka Raya 152

Gambar 3. Activity Diagram

Gambar 4. Sequence Diagram

Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022


153 STMIK Palangka Raya

Gambar 5. Class Diagram

3.3. Implementasi Antarmuka sistem aplikasi sistem pakar ini sendiri


mengambil foto petani kangkung sebagai
Pada implementasi antarmuka atau
latar belakang halaman utama karena
interface dijelaskan mengenai tampilan-
berhubungan dengan topik penelitian tugas
tampilan yang berada dalam sistem pakar
akhir ini diambil. Pada header aplikasi
berbasis website ini. Tampilan antarmuka
terdapat tombol beranda dan log in. Tombol
ini merupakan implementasi dari
beranda berfungsi untuk menampilkan
perancangan pada bahasan sebelumnya.
halaman utama, sedangkan tombol log in
Berikut implementasi interface halaman
berguna untuk pengguna masuk ke sistem
utama seperti pada Gambar 6.
sesuai dengan level user yang sudah
ditentukan dalam hal ini masuk sebagai
user petani atau sebagai user admin.
Selanjutnya halaman admin muncul
ketika user log in dahulu sebagai admin.
Didalam halaman admin terdapat beberapa
menu navigasi seperti hama dan penyakit,
Gambar 6. Halaman Utama
gejala, pengetahuan, aturan, laporan, dan
Pada Gambar 6 merupakan halaman
log out. Yang digunakan admin untuk
utama, yaitu halaman pertama kali yang
menambah data, berikut Gambar 7 tampilan
akan muncul di sistem ketika pengguna
halaman admin.
mengakses sistem pakar ini. Background
Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022
STMIK Palangka Raya 154

3.4. Pengujian
Pada langkah pengujian akan
dilakukan serangkaian pengujian untuk
memastikan bahwa aplikasi yang dibuat
telah sesuai dengan desain dan fungsi.
Pengujian akurasi dilakukan menggunakan
Gambar 7. Halaman Admin
metode confusion matrix untuk mengetahui
Halaman selanjutnya adalah data
kelayakan sistem pakar hama penyakit
konsultasi. Pada halaman isi data konsultasi
tanaman kangkung.
user atau petani yang akan melakukan
Untuk mengukur kinerja suatu
konsultasi akan diarahkan untuk mengisi
metode klasifikasi digunakan salah satu
data konsultasi dengan tujuan untuk
metode yaitu Confusion Matrix (Karsito &
merekam data yang sewaktu-waktu
Susanti, 2019)(Syamsudin et al., 2020).
diperlukan kembali. Berikut Gambar 8
Pengukuran kinerja menggunakan
halaman data konsultasi.
confusion matrix, terdapat empat sebutan
sebagai perwakilan hasil proses klasifikasi.
Keempat istilah tersebut adalah True
Positive (TP), True Negative (TN), False
Positive (FP) dan False Negative (FN).
Nilai True Negative (TN) merupakan
jumlah data negatif yang terdeteksi dengan
Gambar 8. Halaman Data Konsultasi
benar, sedangkan False Positive (FP)
Halaman selanjutnya user diminta
merupakan data negatif namun terdeteksi
untuk memilih serangkaian pilihan gejala
sebagai data positif, pada dasarnya
yang mungkin dialami. Akhir sesi
confusion matrix mengandung informasi
konsultasi akan ditampilkan hasil diagnosis
yang membandingkan hasil klasifikasi yang
hama penyakit yang mungkin menyerang
dilakukan oleh sistem dengan hasil
tanaman kangkung seperti pada Gambar 9.
klasifikasi yang seharusnya (Karsito &
Susanti, 2019)(Nurjumala et al., 2022).
Berikut Persamaan (1) dari confusion
matrix (Budiyantara et al., 2020)(Saputri &
Ermatita, 2019).

Accuracy = x 100% (1)

Pada tahap pengujian dilakukan


Gambar 9. Halaman Konsultasi
pengujian kepakaran dan sistem dengan
Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022
155 STMIK Palangka Raya

menguji pada 50 rules, dan dari 50 rules penyakit tanaman yang telah didiagnosis
hasil 5 kurang sesuai dan 45 rules dinilai terdapat pada Tabel 6.
sesuai. Berikut contoh hasil pengujiannya
Tabel 6. Pengujian Confusion Matrix
dapat dilihat pada Tabel 4. Jenis Identifikasi TP TN FN FP
Penyakit yang sesuai
Tabel 4. Contoh Tabel Hasil Pengujian dengan diagnosis 45 0 0 5
Rules True Positive pakar
No Rules True Positive
1. G001 AND G002 AND G003 Accuracy = x 100%
2. G001 AND G004 AND G005
3. G006 AND G007
= x 100%
4. G001 AND G004 AND G008
5. G001 ABD G009
= 90%
6. G001 AND G010
7. G011 AND G012 AND G014
8. G016 AND G017 AND G018 Berdasarkan hasil perbandingan
9. G020 AND G021 AND G024 data uji dan sistem dapat ketetapan bahwa
Tabel 4 adalah contoh tabel hasil tingkat akurasi sistem sebesar 90%. Akurasi
pengujian Rules True Positif. G0XX adalah sistem dapat dijadikan sebagai acuan untuk
gejala pada tanaman kangkung yang mendiagnosis hama dan penyakit tanaman
dimasukkan user saat proses pencarian kangkung dengan metode yang sama tapi
fakta atau gejala dan menuju ke berbeda objek dengan penelitian terdahulu.
kesimpulan.
4. SIMPULAN
Tabel 5 pengujian dengan hasil
Berdasarkan hasil penelitian proses
false positive. Ketika proses pencarian fakta
pembuatan sistem pakar dengan
atau gejala dan menuju kesimpulan, namun
perancangan sistem menggunakan bahasa
kesimpulan dari sistem berbeda dengan
pemodelan UML, dari hasil implementasi
pakar.
dan pengujian sistem menunjukkan bahwa
Tabel 5. Tabel Pengujian False Positive uji akurasi dari 50 rules yang ada pada
No Rules False Positive hama dan penyakit tanaman kangkung, 45
1. G001 AND G002 AND G010
2. G001 AND G002 AND G009 AND dinyatakan benar dan 5 dinyatakan kurang
G016
3. G001 AND G020 AND G021 AND sesuai, sehingga pengujian akurasi tersebut
G024 mendapatkan nilai akurasi sebesar 90%.
4. G011 AND G012 AND G016 AND
G018
5. G001 AND G004 AND G009 AND DAFTAR PUSTAKA
G016 AND G018
Aeni, K. (2018). Penerapan Metode Forward
Chaining Pada Sistem Pakar Untuk
Pengujian akurasi menggunakan
Diagnosa Hama Dan Penyakit Padi.
confusion matrix pada hasil identifikasi Intensif, 2(1), 79.

Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022


STMIK Palangka Raya 156

[Link] 544.
841. [Link]

Afandi, H., & Sulistyo, D. A. (2019). Sistem Karsito, & Susanti, S. (2019). Klasifikasi
Pakar Untuk Diagnosa Hama dan Kelayakan Peserta Pengajuan Kredit
Penyakit Pada Bunga Krisan Rumah Dengan Algoritma Naïve Bayes
Menggunakan Forward Chaining. di Perumahan Azzura Residencia.
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia, Jurnal Teknologi Pelita Bangsa, 9, 43–
13(2), 101. 48.
[Link]
9. Kurniawan, A., Sumijan, & Jufriadif Na’am.
(2019). Sistem Pakar Identifikasi
Budiyantara, A., Irwansyah, I., Prengki, E., Modalitas Belajar Siswa Menggunakan
Pratama, P. A., & Wiliani, N. (2020). Metode Forward Chaining. Jurnal
Komparasi Algoritma Decision Tree, RESTI (Rekayasa Sistem Dan Teknologi
Naive Bayes dan K-Nearest Neighbor Informasi), 3(3), 518–523.
untuk Memprediksi Mahasiswa Lulus [Link]
Tepat Waktu. JITK (Jurnal Ilmu
Pengetahuan Dan Teknologi Kusbianto, D., Ardiansyah, R., & Hamadi, D.
Komputer), 5(2), 265–270. A. (2017). Implementasi Sistem Pakar
[Link] Forward Chaining Untuk Identifikasi
Dan Tindakan Perawatan Jerawat
Fitriani, M. A., & Febrianto, D. C. (2020). Wajah. Jurnal Informatika Polinema,
Penerapan Sistem Pakar untuk Diagnosa 4(1), 71.
Penyakit dan Hama Tanaman Cabai [Link]
dengan Metode Forward Chaining.
Sainteks, 16(2), 159–164. Maulana, D. (2018). Raih Untung Dari
[Link] Budidaya Kangkung. Trans Idea
Publishing.
Hardani, S. (2020). Diagnosa Penyakit
Diabetes Dengan Metode Forward Mochammad, H. W. (2019). No Title.
Chaining. JITK (Jurnal Ilmu [Link].
Pengetahuan Dan Teknologi [Link]
Komputer), 5(2), 231–236. em-pakar-pada-era-industri-4-0
[Link]
Mukhlisoh, N. A., Wibowo, N. S., & Irawan,
Ibnu Akil. (2017). Analisa Efektifitas Metode T. B. (2016). Penerapan Metode
Forward Chaining dan Backward Forward Chaining dalam Sistem Pakar
Chaining Pada Sistem Pakar. Jurnal untuk Menentukan Diagnosa Hama dan
Pilar Nusa Mandiri, 13(1), 35. Penyakit Tanaman Tomat. Jurnal
Ilmiah Inovasi, 15(1), 4–8.
Imron, I., Afidah, M. N., Nurhayati, M. S., [Link]
Sulistiyah, S., & Fatmawati, F. (2019).
Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Nurjumala, A., Prasetyo, N. A., & Utomo, H.
Mesin Sepeda Motor Transmission W. (2022). Sistem Pakar Diagnosis
Automatic dengan Metode Forward Penyakit Rhinitis Menggunakan Metode
Chaining Studi Kasus: AHASS 00955 Forward Chaining Berbasis Web.
Mitra Perdana. Jurnal Ilmiah Jurnal Riset Komputer), 9(1), 2407–
Universitas Batanghari Jambi, 19(3), 389.
Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022
157 STMIK Palangka Raya

[Link] Tanaman Pepaya Menggunakan Metode


815 Forward Chaining dan Best First
Search. JOINTECS (Journal of
Pakpahan, A. V., & Doni, D. (2019). Information Technology and Computer
Implementasi Metode Forward Science), 5(3), 185.
Chaining untuk Mendiagnosis [Link]
Organisme Pengganggu Tanaman (Opt) 483
Kopi. Simetris: Jurnal Teknik Mesin,
Elektro Dan Ilmu Komputer, 10(1), Syamsudin, D., Halundaka, Y. C. D., &
117–126. Nugroho, A. (2020). Prediksi Status
[Link] Konsumen Produk Celana
00 Menggunakan Naïve Bayes. JOINTECS
(Journal of Information Technology and
Produksi Tanaman Sayuran 2020. (2020). Computer Science), 5(3), 177.
Badan Pusat Statistik. [Link]
[Link] 435
/produksi-tanaman-sayuran
Wajidi, F., & Nur, D. N. (2021). Sistem Pakar
Putra, H. W. (2019). Sistem Pakar Diagnosis Diagnosis Penyakit Stunting pada Balita
Penyakit Ginjal Dengan Metode menggunakan Metode Forward
Forward Chaining. Jurnal Sains Dan Chaining. Jurnal Informatika
Informatika, 5(1), 7. Universitas Pamulang, 6(2), 401–407.
[Link]
Waliyansyah, R. R., Novita, M., & Aditasar,
Putri, A. T., Santoso, B. S., Izzatillah, M., & L. P. (2020). Sistem Pakar Penentuan
Senjaya, R. (2015). Sistem Pakar Gaya Belajar Siswa Dengan Metode
Rekomendasi dan Larangan Makanan Forward Chaining Berbasis Web. IT
Berdasarkan Jenis Penyakit dengan Journal Research and Development,
Metode Forward Chaining. Citee 2015, 5(1), 32–44.
September, 18–23. [Link]
1).4740
Ridwansyah, R., Faizah, S., & Achyani, Y. E.
(2021). Mengidentifikasi Jenis Virus Yanwardhana, E. (2021). Tanaman Hias &
Menggunakan Sistem Pakar Berbasis Benih Kangkung-Tomat RI Laris di
Metode Forward Chaining. Paradigma Malaysia. CNBC Indonesia.
- Jurnal Komputer Dan Informatika, [Link]
23(1), 49–54. 20210507121134-4-244051/top-
[Link] tanaman-hias-benih-kangkung-tomat-
ri-laris-di-malaysia
Saputri, S. D., & Ermatita, E. (2019). Credit
Scoring Kelayakan Debitur
Menggunakan Metode Hybrid ANN
Backpropagation dan TOPSIS. Jurnal
RESTI (Rekayasa Sistem Dan Teknologi
Informasi), 3(1), 73–78.
[Link]

Sari, W. E., Maria, E., & Santoso, R. K.


(2020). Deteksi Penyakit Dan Hama
Jurnal Saintekom, Vol.12, No.2, September 2022

Anda mungkin juga menyukai