0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan7 halaman

Pembentukan SPAB di SMK Negeri Compreng

Keputusan ini menetapkan pembentukan Satuan Tugas Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Negeri Compreng untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah menghadapi bencana. Struktur organisasi dan tugas pokok SPAB juga diatur, termasuk kerjasama dengan pemangku kepentingan dan sumber pembiayaan dari berbagai pihak. Masa tugas kepengurusan ditetapkan selama dua tahun terhitung sejak keputusan ini ditetapkan.

Diunggah oleh

abdul yapim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan7 halaman

Pembentukan SPAB di SMK Negeri Compreng

Keputusan ini menetapkan pembentukan Satuan Tugas Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Negeri Compreng untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah menghadapi bencana. Struktur organisasi dan tugas pokok SPAB juga diatur, termasuk kerjasama dengan pemangku kepentingan dan sumber pembiayaan dari berbagai pihak. Masa tugas kepengurusan ditetapkan selama dua tahun terhitung sejak keputusan ini ditetapkan.

Diunggah oleh

abdul yapim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPUTUSAN KEPALA

NOMOR : 442/008/SMK-BS/X/2024 94/[Link]/PWD/XII/2024

TENTANG

SATUAN TUGAS SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB)

KEPALA CABANG DINAS PENDIDIKAN WIL. IV /KEPALA SEKOLAH

Menimbang : a. Bahwa guna meningkatkan kesiap siagaan seluruh warga sekolah


dalam menghadapi ancaman bencana perlu dibentuk Satuan Tugas
Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
b. Bahwa untuk memenuhi point di atas perlu ditetapkan dengan surat
Keputusan Kepala Sekolah SMK Negeri Compreng

Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang


Penanggulangan Bencana
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang
Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan
Bencana
3. Peraturan Kepala BNPB Nomor 04 Tahun 2012 tentang Pedoman
Penerapan Sekolah/ Madrasah Aman dari Bencana

Permendikbud No. 33 Tahun 201 Tentang Satuan Pendidikan


Aman Bencana

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA CABANG DINAS PENDIDIKAN WIL IV SMKN


COMPRENG TENTANG PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS SATUAN
PENDIDIKAN AMAN BENCANA

KESATU : Satuan Tugas Satuan Pendidikan Aman Bencana Kantor Cabang Dinas
Pendidikan Wilayah IV SMKN Compreng menjadi Satuan Pendidikan
Aman Bencana dengan menerapkan standar sarana dan prasarana serta
budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di
sekitarnya dari bahaya bencana.

KEDUA : Menetapkan Struktur Organisasi Satuan Tugas Satuan Pendidikan Aman


Bencana Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV SMKN Compreng
sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kepala Cabang Dinas
Pendidikan Wil./Kepala Sekolah

KETIGA Menetapkan Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Tugas Satuan Pendidikan
Aman Bencana Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah SMKN
Compreng sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kepala Sekolah

KEEMPAT : Menetapkan susunan pengurus Satuan Tugas Satuan Pendidikan Aman


Bencana Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV SMKN Compreng
sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kepala Sekolah

KELIMA : Masa tugas kepengurusan Satuan Tugas Satuan Pendidikan Aman


Bencana Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV SMKN Compreng
sebagaimana dimaksud pada Diktum KETIGA, selama 2 (dua) tahun
terhitung sejak mulai ditetapkan
KEENAM : Melaksanakan upaya peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat
dalam pengelolaan sumber daya serta pemeliharaan kearifan lokal bagi
pengurangan risiko bencana sebagai bentuk dukungan sumber daya dan
teknis bagi pengurangan risiko bencana kepada pemerintah

KETUJUH : Satuan Pendidikan Aman Bencana Kantor Cabang Dinas Pendidikan


Wilaya IV/ SMKN Compreng membangun kerjasama antara para
pemangku kepentingan dalam pengurangan risiko bencana yang ada di
wilayah Cabang Dinas SMKN Compreng

KEDELAPA : Sumber pembiayaan kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana Kantor


N Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV SMKN Compreng bersumber pada
APBD,Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK),
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Lembaga internasional.

KESEMBILA : Keputusan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wil IV Kepala Sekolah ini
N mulai berlaku pada tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Subang
Pada tanggal : 08 Oktober 2024

Kepala Sekolah

Agus Yunintoro, SE., [Link].I

Tembusan, disampaikan kepada Yth:


1. Pj. Gubernur Jawa Barat ;
2. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ;
3. Kepala BPBD Propinsi Jawa Barat.
Lampiran I Keputusan Kepala Sekolah Al Amin
Tanggal : 8 Oktober 2024
Nomor :
Hal :

STRUKTUR SATGAS SPAB CABANG DINAS

PENANGGUNG JAWAB

KEPALA CABANG DINAS

FASILITATOR KETUA SPAB PEMBINA

KOORDINATOR TIM KOORDINATOR TIM


KOORDINATOR TIM SIAGA
TANGGAP DARURAT PEMULIHAN

STRUKTUR SATGAS SPAB SATUAN PENDIDUKAN

PENANGGUNG JAWAB

KEPALA SEKOLAH

FASILITATOR KETUA SPAB PEMBINA

AULYA NUGRAHA, [Link] ABDUL KHOLIK, [Link] ASEP SUMANTRI, [Link]

KOORDINATOR TIM KOORDINATOR TIM KOORDINATOR TIM


SIAGA TANGGAP DARURAT PEMULIHAN
ASEP BAMBANG WARSONO ADI WIJAYA,
RENALDI, [Link], Gr
IRYANA,[Link] [Link],Gr

ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA

ARIF RAHMAN SALEH,


IYAN SAEPULALLAH ARYA
[Link], Gr
Lampiran II Keputusan Kepala Sekolah SMKN Compreng
Tanggal :
Nomor :
Hal :

RINCIAN TUGAS
SATUAN TUGAS SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA
SMKN COMPRENG

1. PENANGGUNGJAWAB
Melindungi dan menjaga keutuhan organisasi agar tetap berjalan sebagaimana mestinya serta
mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan organisasi.

2. FASILITATOR
Menginisiasi dan memfasilitasi pembentukan dan pengembangan SPAB dengan milibatkan semua
unsur terkait sekaligus melakukan pengawasan, pengamatan dan evaluasi, sebagai upaya
pengembangan pelaksanaan pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah yang
berkesinambungan dan berkelanjutan.

3. PEMBINA (KCD)
Berada dalam garis koordinasi dengan tugas pokok memberi masukan-masukan untuk
perkermbangan organisasi serta melakukan pembinaan terhadap program dan kegiatan agar sesuai
dengan perencanaan yang disuusun dari hasil musyawarah bersama serta tidak menyimpang dari
aturan organisasi yang berlaku.

4. KETUA SPAB (WAKASEK KESISWAAN)


Mengkoordinasikan, mengorganisasikan, membuat dan mengesahkan seluruh keputusan serta
kebijakan seluruh penyelenggara progran kerja diseluruh bidang dan mengusahakan agar program
kerja dapat dilaksanakan dan dipenuhi dengan baik dan mempertanggung jawabkan.

5. SEKRETARIS (WAKASEK KURIKULUM)


Membantu Ketua Pelaksana dalam menjalankan fungsi administratif yang menunjang kegiatan
organisasi, dan berperan sebagai kepanjangan tangan ketua pelaksana dalam memantau kelancaran
pelaksanaan program serta menjadi jembatan penghubung antara anggota pengurus dengan ketua
SPAB.

6. BENDARAHA (WAKASEK SARANA PRASARANA)


Membantu Ketua SPAB dalam pengelolaan keuangan serta aktivitas lain yang berhubungan dengan
keuangan yang tersusun dalam perencanaan anggaran.

7. KOORDINATOR TIM CEGAH SIAGA (GURU)


Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan program terkait pencegahan
guna mempersiapkan seluruh sumber daya sebelum terjadi bencana, serta melakukan pemeriksaan
secara berkala dan berkelanjutan sebagai upaya kesiapsiagaan dalam bentuk deteksi dini potensi
ancaman bencana.

a. SEKSI EDUKASI DAN SOSIALISASI (GURU DAN TENAGA PENDIDIK)


Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan pelaksanakaan kegiatan edukasi sosialisasi dan
penyuluhan kepada warga sekolah terkait dengan kebencanaan sesuai dengan potensi
ancaman yang ada di lingkungan sekolah berdasarkan hasil Kajian Risiko Bencana Partisipatif
sebagai upaya penguatan kapasitas warga sekolah dalam pemahaman tentang bencana yang
ada di lingkungannya.

b. SEKSI PERINGATAN DINI (GURU DAN TENAGA PENDIDIK)


Menyiapkan dan melakukan sosialisasi tentang bunyi tanda bahaya yang disepakati bersama
untuk kemudian disimulasikan secara rutin dan melakukan pemeriksaan secara berkala terkait
kelayakan alat yang digunakan sebagai peringatan dini agar selalu dalam kondisi siap
digunakan, serta membunyikannya saat akan melakukan evakuasi dan memeriksa kelayakan
alat peringatan dini dalam keadaan baik dan bisa digunakan kembali serta menempatkannya
di posisi semula
8. KOORDINATOR TIM TANGGAP DARURAT (GURU, TENAGA PENDIDIK DAN OPERATOR)
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh program kerja yang berkaitan dengan
dedaruratan sebagai bentuk persiapan apabila terjadi bencana dengan menjalankan semua tahapan
yang tertuang dalam rencana aksi.

a. SEKSI EVAKUASI (GURU DAN TENAGA PENDIDIK)


Menyiapkan jalur evakuasi, peralatan evakuasi, melakukan simulasi, dan mengoptimalkan
penggunaan peralatan evakuasi untuk mengevakuasi warga sekolah ke tempat yang aman
saat terjadi bencana, serta melakukan pemeriksaan jumlah dan kondisi anak, memeriksa
seluruh ruangan untuk memastikan tidak ada warga sekolah yang tertinggal untuk
selanjutnnya melakukan evaluasi kegiatan evakuasi serta memastikan kondisi peralatan
evakuasi dan merapihkannya kembali.

b. SEKSI PERTOLONGAN PERTAMA (GURU, TENAGA PENDIDIK DAN OPERATOR)


Menyiapkan dan memastikan perlatan dan perlengkapan selalu siap digunakan kapanpun baik
untuk simulasi maupun saat keadaan darurat dan memberikan pertolongan pertama kepada
warga sekolah serta melakukan koordinasi dengan puskesmas atau tempat layanan
kesehatan lainnya. Secara berkala melakukan evaluasi dan pemeriksaan ketersediaan obat-
obatan, serta memastikan kondisi korban yang dirujuk ke puskesmas atau tempat layanan
kesehatan lainnya.

9. KOORDINATOR TIM PEMULIHAN (GURU DAN TENAGA PENDIDIK)


Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan pelaksanaan program Pemulihan setelah kejadian
bencana dengan menjalankan semua tahapan pemulihan setelah kejadian bencana, sesuai dengan
perencanaan yang tertuang dalam rencana aksi.

a. SEKSI REHABILITASI SARANA DAN PRASARANA (GURU DAN TENAGA PENDIDIK)


Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan pelaksanakaan pendataan sesuai arahan
Koordinator Tim Pemulihan, dengan standar kebutuhan data struktur maupun non struktur
terdampak bencana.

b. SEKSI REHABILITASI KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) (GURU DAN TENAGA


PENDIDIK)
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan pemulihan Kegiatan Belajar Mengajar pasca
bencana sesuai arahan Koordinator Tim Pemulihan, dengan menjalankan tahapan
sebagaimana tertuang dalam Protap SPAB.
Lampiran III Keputusan Kepala Sekolah SMKN Compreng
Tanggal : 08 Oktober 2024
Nomor :
Hal :

SUSUNAN SATUAN TUGAS


SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA
SMKN COMPRENG

NO NAMA JABATAN

1. Walyati Retnoningsih, [Link], [Link] Pembina

2. Asep Somantri, [Link] Pembina

3. Aulya Nugraha, [Link] Fasilitator

NO NAMA JABATAN

1. Abdul Kholik, [Link] Ketua SPAB

2. Aliatul Kencana Sari, [Link] Sekretaris

3. Wati Setiawati, [Link] Bendahara

4. Asep Bambang Iryana,[Link] KOORDINATOR TIM CEGAH SIAGA

5. Iyan Saepuallah Seksi Edukasi dan Sosialisasi

6. Andri Anggota

7. Arya Seksi Peringatan Dini

8. Fajar Anggota

9. Warsono Adi Wijaya, [Link] KOORDINATOR TIM TANGGAP


DARURAT

10. Jamal pirdaus, [Link] Seksi Evakuasi

11. Muadin, [Link] Anggota

12. Devi, [Link] Seksi Pertolongan Pertama

13. Agung Rizki, [Link] Anggota

14. Ujang Rasim, [Link] KOORDINATOR TIM PEMULIHAN

15. Ujang Sulaeman Seksi Pemulihan Sarpras

16. Nandang Anggota

17. Ade Nurman Sucipto, S.T Anggota


NO NAMA JABATAN

1. Abdul Kholik, [Link] Ketua SPAB

2. Aliatul Kencana Sari, [Link] Sekretaris

3. Wati Setiawati, [Link] Bendahara

4. Asep Bambang Iryana,[Link] KOORDINATOR TIM CEGAH SIAGA

5. Iyan Saepuallah Seksi Edukasi dan Sosialisasi

6. Andri Anggota

7. Arya Seksi Peringatan Dini

8. Fajar Anggota

9. Warsono Adi Wijaya, [Link] KOORDINATOR TIM TANGGAP


DARURAT

18. Ilham, S.T Anggota

19. Titin Marlina, [Link] Seksi Pemulihan KBM

20. Dinny, [Link] Anggota

21. Ayu Restu Gustita, [Link] Anggota

22. Ikhwan, [Link] Anggota

Anda mungkin juga menyukai