513
Konferensi Nasional Sosial dan Engineering Politeknik Negeri Medan Tahun 2022
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA MOBILE BANKING BSI
Rika Rahim1, Marlya Fatira AK2, Nia Apulina Karina3
Keuangan dan Perbankan Syariah1,2,3, Akuntansi, Politeknik Negeri Medan
Rikarahim@[Link].id1, marlyafatira@[Link].id2, Niaapulina10@gmail.com3
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar kualitas layanan dalam perspektif Islam pada produk
Mobile Banking BSI mempengaruhi kepuasan nasabah PT BSI yang merupakan mahasiswa program studi
D4 keuangan dan perbankan syariah Politeknik Negeri Medan. Jenis data dalam penelitian ini adalah
kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian menggunakan kuisioner yang akan disebarkan kepada nasabah PT BSI yang
merupakan mahasiswa program studi D4 keuangan dan perbankan syariah Politeknik Negeri Medan. Analisis
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan melakukan uji asumsi
klasik, uji koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t dan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan Kualitas
Layanan dalam Perspektif Islam pada produk mobile banking BSI memiliki pengaruh postif yang sangat kuat
terhadap kepuasan nasabah PT BSI dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,809.
Kata Kunci : Kualitas Layanan dalam perspektif islam, Kepuasan Nasabah, Mobile Banking
PENDAHULUAN
Pesatnya perkembangan teknologi atau digitalisasi di bidang perbankan, baik bank konvensional
maupun syariah sangat meningkatkan efektivitas dan memudahkan nasabah bank tersebut untuk
bertransaksi kapanpun dan dimanapun. Teknologi yang memberikan kemudahan transaksi tersebut
adalah mobile banking. Menurut Ismail dalam (Nugraha et al., 2021), Mobile banking adalah jenis
layanan yang disediakan oleh bank untuk melakukan transaksi tanpa harus ke bank tersebut, yang
memiliki tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah, memenuhi keinginan pasar, serta
memberi kemudahan kepada nasabah untuk melakukan transaksi.
Penggunaan teknologi seperti Mobile banking juga merupakan batu loncatan bagi bank
konvensional maupun bank syariah untuk berkembang, terutama bagi bank syariah yang
menghadapi berbagai kendala tertentu. Penelitian yang dilakukan oleh Sari dalam (Nadia et al.,
2019) menunjukkan bahwa perkembangan dari segi aset, pembiayaan dan jumlah lembaga
menunjukkan perkembangan yang menjanjikan bagi perbankan syariah, namun apabila dilihat dari
keseluruhan pangsa pasar hanya mencapai angka 3,2% dibandingkan dengan keseluruhan
perbankan nasional. Penyebab di balik rendahnya pangsa pasar bank syariah di Indonesia adalah
kurangnya pemahaman konsumen terhadap bank syariah, kurangnya sosialisasi serta masalah
perdebatan hukum tentang bunga bank secara halal dan haram.
Kekurangan yang dimiliki bank syariah tersebut yang harus bersaing dengan bank konvensional
dan bank syariah lainnya dalam rangka pertumbuhan bisnis perbankannya, muncul suatu bank yang
melakukan merger yaitu PT Bank Syariah Indonesia (disebut BSI) yang terdiri dari bank BRIS,
BSM, dan BNI Syariah yang juga dilengkapi dengan aplikasi Mobile banking yang dinamakan BSI
Mobile.
BSI menawarkan layanan berbasis syariah yang tidak melanggar hukum Islam dan menghindari
kekhawatiran masyarakat muslim tentang bank dan riba. BSI telah meluncurkan Mobile banking
BSI yang dikenal sebagai BSI Mobile yang dirancang untuk memfasilitasi dan memudahkan
nasabah dalam bertransaksi. Hadirnya Mobile banking seharusnya berdampak positif bagi
kemudahan dan kepuasan nasabah bank BSI. Aplikasi BSI Mobile memiliki desain modern dan
antarmuka yang ramah pengguna. Transaksi perbankan seperti transfer, pembayaran dan
514
Konferensi Nasional Sosial dan Engineering Politeknik Negeri Medan Tahun 2022
pembelian, cek saldo, dan perubahan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bebas
bertransaksi dengan aplikasi mobile BSI karena keamanan pengguna terjamin.
Menurut Keller dalam (Dwinurpitasari, 2019) salah satu ukuran keberhasilan suatu bank dalam
menjalankan usahanya secara profesional adalah dari kepuasan nasabah-nasabahnya atas
penggunaan layanan bank tersebut. Kemampuan perusahaan untuk memberikan layanan yang
berkualitas tinggi akan memperkuat citra perusahaan, mempertahankan konsumen untuk terus
menggunakan layanan perusahaan tersebut, serta mampu menarik calon nasabah baru. Semakin
baik kualitas pelayanan suatu bank, baik dari sisi transaksi yang ditawarkan oleh bank maupun
kegiatan keuangan lainnya, maka semakin cepat para nasabah akan memprioritaskan produk yang
disediakan bank tersebut.
Berdasarkan kuisioner pra-penelitian dengan mahasiswa D4 Keuangan dan Perbankan Syariah
Politeknik Negeri Medan yang disebarkan pada tanggal 16 April 2022 dengan 47 Responden.
Berikut seberapa banyak kuantitas mahasiswa pengguna Mobile banking Bank Syariah Indonesia.
Tabel 1. Tabel Hasil Pra-Penelitian
No. Pertanyaan Persentase
Ya Tidak
1. Seorang Nasabah BSI 91.5% 8.5%
2. Pengguna aktif Mobile banking BSI 80.9% 19.1%
3. Puas dengan fitur layanan yang disediakan di 77.8% 22.2%
Mobile banking BSI
Sumber: Data diolah 16 April 2022
Dalam mendapatkan jawaban dengan hasil 22.2% responden yang tidak puas dengan fitur layanan
yang disediakan di mobile banking BSI dikarenakan berbagai alasan. Alasan-alasan seperti aplikasi
dan fitur layanan sering berkendala, Aplikasi kurang menarik, Kurangnya fitur E-Wallet, fitur chat
Aisyah yang berproses terlalu lama untuk menyampaikan keluhan kepada customer service melalui
aplikasi, proses transaksi lama dan sebagainya. Ketidakpuasan nasabah terhadap fitur layanan
Mobile banking BSI akan memberikan dampak kepada bank BSI.
Ini menunjukkan adanya masalah sehingga mempengaruhi kualitas layanan Mobile banking BSI,
dari uraian diatas dapat ditentukan pertanyaan penelitiannya adalah berapa besar kualitas layanan
dalam perspektif Islam pada produk mobile banking BSI mempengerarujo kepuasan nasabah PT
BSI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar kualitas layanan dalam perspektif
Islam pada produk Mobile banking BSI mempengaruhi kepuasan nasabah PT BSI.
TINJAUAN PUSTAKA
Kualitas Layanan dalam Perspektif Islam
Kunci untuk mempertahankan pelanggan dan memberikan nilai tinggi melalui nilai pelanggan
adalah kualitas layanan (Rosnaini, 2019). Seorang muslim hidup bukan hanya untuk mengejar
uang. Berusaha memberikan nilai tambah dan pelayanan merupakan hal yang lebih penting.
Pasalnya, dari sudut pandang Islam, pendapatan merupakan produk sampingan dari pelayanan
dalam perspektif Islam. Semakin besar manfaat pelayanan yang diberikan kepada nasabah, semakin
besar pula potensi pendapatan yang akan diterima oleh nasabah. Umat Islam juga harus ingat
bahwa jatah rezeki kita telah ditetapkan dalam lauhul mahfudz (Wibowo, 2020).
.
Artinya: “Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak
mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah
bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (Q.S. Al-Baqarah:267).
515
Konferensi Nasional Sosial dan Engineering Politeknik Negeri Medan Tahun 2022
Ayat diatas menegaskan bahwa Islam memperhatikan sebuah pelayanan yang berkualitas,
memberikan efek yang baik terhadap orang yang mengerjakannnya dan bukan efek yang buruk
(Parakkasi, 2020).
Dalam Islam, pilar sikap melayani adalah berbuat ihsan kepada orang lain. Al-Qur’an menyuruh
manusia untuk berbuat ihsan kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada
manusia. Dalam surah Al-Qashash ayat 77 Allah berfirman:
.
Artinya: “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah
kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang
lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di
bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S. Al-Qashash:77).
Layanan yang berkualitas seringkali sulit untuk dapat dicapai karena satu dan lain hal yang berefek
kepada harapan nasabah atas pelayanan yang berkualitas. Kesulitan ini timbul karena kualitas
layanan ditentukan oleh banyak faktor, terdapat beberapa faktor yang turut menentukan tingkatan
kualitas layanan salah satunya adalah kualitas layanan aplikasi Mobile banking.
Dalam Islam, pelayanan harus didasarkan pada etika dan ditujukan kepada ibadah untuk
mendapatkan keridhaan Allah SWT. Nasabah yang datang harus dilayani dengan baik dan
memberikan solusi kepada nasabah.
Berikut beberapa ayat Al-Quran dan hadis terkait pentingnya layanan dalam Islam (Rustam, 2020):
1. Quran Surah Lukman ayat 19
ࣖ.
Artinya: “Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya
seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Q.S. Lukman:19).
2. Hadis
Anas bin Malik meriwayatkan Rasulullah SAW suka memperbanyak minyak rambut,
merapikan jenggot serta sering mengenakan penutup kepala hingga beliau menyerupai pakaian
penjual minyak. (H.R. Tirmidzi dan Baihaqi).
3. Hadis
“Barang siapa di antara kamu yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya maka
bersegeralah melakukannya” (H.R. Muslim).
Kenyataannya tugas seorang pelayan tidak sesederhana memutar telapak tangan. Tekanan
eksternal, seperti keluhan dari pelanggan layanan, sering kali berbenturan dengan tekanan
internal, seperti ekspektasi pekerjaan yang berlebihan dan kompensasi yang buruk. Saat itulah
iman berperan sebagai sumber inspirasi untuk melayani semua orang (Widad et al., 2020). Allah
Swt berfirman dalam surah
4. Al Quran Surah At-Taubah ayat 105:
ل ل م
Artinya: “Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu
juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang
516
Konferensi Nasional Sosial dan Engineering Politeknik Negeri Medan Tahun 2022
Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu
kerjakan.”” (Q.S. At-Taubah:105).
Kepuasan Nasabah
Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang ketika memperoleh suatu produk atau jasa
dan membandingkan kinerja produk atau jasa yang diperoleh dengan harapan menerima produk
atau jasa yang lebih baik (Rosnaini, 2019).
Persepsi harapan pelanggan menentukan kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan. Pengalaman
pelanggan ketika mencoba suatu produk atau menerima layanan berdampak pada persepsi mereka
tentang produk atau layanan [Link] atau layanan yang diterima oleh pelanggan berkualitas
tinggi, pelanggan lebih mungkin memiliki kesan positif dan sebagai hasilnya tingkat kepuasan akan
lebih tinggi. Besarnya kepuasan ditentukan oleh lima kriteria: kualitas produk, kualitas layanan,
aspek emosional, harga, dan biaya sebagai berikut (Wahyuningsih & Janah, 2018):
1) Kualitas produk, Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan memiliki
kualitas yang baik, konsumen akan puas terhadap produk tersebut.
2) Kualitas pelayanan, khususnya dalam industri jasa. Pelanggan akan puas jika mendapat layanan
yang sangat baik atau sesuai yang diharapkan.
3) Faktor emosional, pelanggan yang bangga yakin bahwa orang lain akan terkesan jika mereka
menggunakan produk dari merek tertentu.
4) Harga, Produk dengan kualitas yang sama akan memiliki harga yang lebih rendah dan
memberikan nilai yang lebih besar kepada pelanggannya.
5) Biaya dan kemudahan agar barang atau jasa dapat diperoleh. Pelanggan yang tidak perlu
membayar biaya tambahan atau kehilangan waktu untuk mendapatkan produk atau layanan
cenderung lebih puas. Pelanggan puas dengan kemudahan yang didapat melalui layanan
perbankan, misalnya ATM.
Mobile Banking
Mobile banking adalah layanan yang memungkinkan nasabah bank untuk melakukan transaksi
menggunakan smartphone atau ponsel mereka. Nasabah dapat mengakses layanan mobile banking
melalui menu pada kartu SIM (Subscriber Identity Module), USSD (Unstructured Supplementary
Service Data), atau melalui aplikasi yang dapat diunduh dan diinstal. Dibandingkan dengan SMS
banking, mobile banking lebih nyaman karena nasabah tidak perlu mengetahui struktur pesan SMS
yang akan dikirimkan ke bank atau nomor tujuan SMS banking. (Otoritas Jasa Keuangan, 2015).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel terikat di penelitian ini
adalah kepuasan nasabah pada mobile banking BSI. Variabel Bebas yang digunakan adalah
kualitas layanan dalam perspektif Islam. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk
menjawab pertanyaan penelitian. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Medan, Jl.
Almamater No. 1, Padang bulan, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.
Adapun rancangan penelitian ini sebagai berikut:
1. Menentukan populasi adalah populasi dalam penelitian ini adalah nasabah PT BSI wilayah
Sumatera Utara yang merupakan Mahasiswa D4 Keuangan dan Perbankan Syariah Politeknik
Negeri Medan yang menggunakan mobile banking BSI.
2. Mempersiapkan pedoman kuisioner adalah peneliti akan mempersiapkan pertanyaan kuisioner
untuk mendapat penilaian informasi terkait pertanyaan penelitian dengan menggunakan
indikator penilaian dari dimensi yang diturunkan dari variabel penelitian.
Pengumpulan data adalah suatu cara mengumpulkan informasi secara sistematis dan teratur untuk
memperoleh data yang diperlukan (Ikhsan et al., 2014). Teknik yang digunakan dalam penelitian
ini adalah kuisioner/angket dan studi kepustakaan. Kuisioner pada penelitian ini berupa daftar
517
Konferensi Nasional Sosial dan Engineering Politeknik Negeri Medan Tahun 2022
pernyataan tertulis yang disebarkan kepada responden yang nasabah PT BSI wilayah Sumatera
Utara yang merupakan Mahasiswa D4 Keuangan dan Perbankan Syariah Politeknik Negeri Medan
yang menggunakan mobile banking [Link] direspon dalam bentuk skala likert, yang
diungkapkan melalui kata-kata misalnya: sangat setuju, setuju, ragu-ragu/netral, kurang setuju, dan
tidak setuju.
Studi kepustakaan adalah prosedur untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk
menyelesaikan proyek penelitian. Studi ini memanfaatkan perpustakaan dan sumber online untuk
mengumpulkan informasi.
Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis regresi linier berganda digunakan untuk
menjawab pertanyaan penelitian pertama, sedangkan koefisien determinasi dan koefisien korelasi
digunakan dan disempurnakan dengan analisis faktor untuk menjawab pertanyaan penelitian kedua.
software statistical product and service solution (SPSS) membantu analisis data dengan analisis
regresi linear sederhana dan koefisien korelasi.
Regresi linier sederhana adalah teknik statistik yang mengevaluasi kekuatan hubungan sebab akibat
antara variabel pengaruh dan variabel faktor penyebab (X). Variabel Efek biasanya dilambangkan
dengan Y atau juga dikenal sebagai Respon, sedangkan Faktor Penyebab biasanya dilambangkan
dengan X atau Prediktor. SLR (Simple Linear Regression), yang sering disingkat SLR, adalah
metode statistik lain yang digunakan dalam manufaktur untuk mengantisipasi atau memprediksi
karakteristik kualitas dan kuantitas. (Ghodang & Hantono, 2020).
Tujuan dari analisis korelasi adalah untuk mengetahui kekuatan hubungan linier (hubungan) antara
dua variabel (Ghozali, 2016). Korelasti terbagi dua yaitu adalah korelasi positif dan negatif.
Korelasi menggambarkan hubungan yang sama antara variabel dalam arah yang sama, menyiratkan
bahwa jika satu variabel besar, variabel lainnya juga akan sama. Sebaliknya ditunjukkan oleh
korelasi negatif, yang menunjukkan bahwa jika satu variabel memiliki nilai yang besar, yang lain
akan memiliki nilai yang lebih rendah. Angka korelasi berkisar antara 0 (nol) sampai dengan 1
(satu). Kuat atau lemahnya hubungan antar variabel ditentukan oleh besarnya nilai korelasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Regresi Linear Sederhana
Tabel 2. Hasil Regresi Linear Sederhana
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Correlations
Zero-
Model B Std. Error Beta t Sig. order Partial Part
1 (Constant) .053 .402 .131 .896
Kualitas Layanan .986 .091 .809 10.849 .000 .809 .809 .809
dalam Perspektif
Islam
a. Dependent Variable: Kepuasan Nasabah
Sumber: data diolah dengan SPSS 25
Kepuasan Nasabah = 0,53 + 0,986 KL
Dari rumus regresi di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Nilai konstanta sebesar -0,53 menyatakan bahwa apabila tidak ada nilai kualitas layanan dalam
perspektif Islam serta kepercayaan maka nilai kepuasan sama dengan -0,53 atau dalam kata lain
nasabah tidak puas saat menggunakan aplikasi Mobile banking BSI.
2. Nilai koefisien 0,986 menandakan bahwa variabel kualitas layanan memiliki hubungan terhadap
kepuasan nasabah, dan apabila nilai variabel kualitas layanan mengalami kenaikan sebesar 1
518
Konferensi Nasional Sosial dan Engineering Politeknik Negeri Medan Tahun 2022
satuan maka kepuasan nasabah dalam menggunakan aplikasi aplikasi Mobile banking BSI
meningkat sebesar 0,986 satuan.
Tabel 3. Hasil Koefisien Korelasi
Correlations
Kualitas Layanan
dalam Perspektif Kepuasan
Islam Nasabah
Kualitas Layanan dalam Pearson Correlation 1 .809**
Perspektif Islam Sig. (2-tailed) .000
N 64 64
Kepuasan Nasabah Pearson Correlation .809** 1
Sig. (2-tailed) .000
N 64 64
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: data diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa variabel kualitas layanan dalam perspektif islam memiliki
nilai korelasi sebesar 0,809 yang artinya kualitas layanan dalam perspektif islam berpengaruh
sangat kuat secara parsial terhadap kepuasan nasabah pada Mobile banking BSI.
Pengaruh Kualitas Layanan dalam Perspektif Islam terhadap Kepuasan Nasabah pada
Mobile banking BSI
Berdasarkan hasil perhitungan regresi yang terdapat pada tabel 2 hasil analisis regresi liniear
sederhama menunjukkan besarnya koefisien regresi untuk variabel kualitas layanan dalam
perspektif islam menunjukkan tanda positif yaitu 0,986. Nilai koefisien 0,986 menandakan bahwa
variabel kualitas layanan memiliki hubungan linear secara positif terhadap kepuasan nasabah, dan
apabila nilai variabel kualitas layanan mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka kepuasan
nasabah dalam menggunakan aplikasi aplikasi Mobile banking BSI meningkat sebesar 0,896
satuan. Uji ini menunjukkan bahwa hasilnya sesuai dengan hipotesis kualitas layanan dalam
perspektif Islam pada produk mobile banking BSI berpengaruh linear secara positif terhadap
kepuasan nasabah PT BSI.
Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi yang terdapat pada tabel 3 maka diketahui bahwa
nilai koefisien korelasi sebesar 0,809 atau 80,9% menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat
antara variabel independen dengan variabel dependen karena mendekati angka 1. Hal ini berarti
kualitas layanan dalam perspektif islam memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kepuasan
nasabah pada Mobile banking BSI.
Pengaruh positif berarti memiliki pengaruh yang searah dengan kepuasan nasabah pada Mobile
banking BSI atau dengan kata lain semakin tinggi kualitas layanan dalam perspektif islam akan
berpengaruh terhadap semakin tinggi kepuasan nasabah pada Mobile banking BSI demikian
sebaliknya jika semakin rendah kualitas layanan dalam perspektif islam maka akan menyebabkan
kepuasan nasabah pada Mobile banking BSI semakin rendah.
Menurut Wahyuningsih & Janah, Kepuasan nasabah adalah hasil dari kemampuan penyedia produk
untuk memenuhi harapan nasabah, dan dapat mempengaruhi sikap, pembelian berulang dan
loyalitas karena nasabah yang puas lebih loyal. Perkembangan teknologi yang pesat, tidak dapat
dipungkiri telah menimbulkan pandangan negatif, yaitu berkembangnya kejahatan yang lebih maju
yang dikenal sebagai cybercrime, serta penggunaan teknologi informasi dan komputer yang
canggih oleh para penjahat untuk tujuan pencucian uang dan kejahatan yang menyebabkan
[Link] menimbulkan kekhawatiran dan tidak percayanya nasabah dalam menggunakan
electronic banking.
519
Konferensi Nasional Sosial dan Engineering Politeknik Negeri Medan Tahun 2022
Keadaan tersebut sejalan dengan teori Wibowo yang menyebutkan bahwa Berusaha memberikan
nilai tambah dan pelayanan merupakan hal yang lebih penting. Pasalnya, dari sudut pandang islam,
pendapatan merupakan produk sampingan dari pelayanan dalam perspektif islam. Semakin besar
manfaat pelayanan yang diberikan kepada nasabah, semakin besar pula potensi pendapatan yang
akan diterima oleh nasabah.
Penelitian terdahulu yang diteliti oleh Putri pada tahun 2021 juga sejalan dengan hasil penelitian ini
bahwa kualitas layanan dalam perspektif Islam memiliki hubungan yang positif dan signifikan
terhadap kepuasan nasabah pada Mobile banking, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil
penelitian ini sesuai dengan teori dan penelitian terdahulu.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui tahap pengumpulan data, pengolahan
data serta analisis data yang mengacu pada masalah dan tujuan penelitian, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa Kualitas Layanan dalam Perspektif Islam pada produk Mobile banking BSI
memiliki pengaruh postif yang sangat kuat terhadap kepuasan nasabah PT BSI, ditunjukkan dengan
nilai koefisien korelasi sebesar 0,809.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima Kasih Kepada Politeknik Negeri Medan melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat (P3M) yang telah mendanai penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ghodang, H., & Hantono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif (Konsep Dasar dan Aplikasi
Analisis Regresi dan Jalur dengan SPSS). Penerbit Mitra Grup.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IMB SPSS 25. Badan Penerbit
Universitas Dipenogoro.
Ikhsan, A., Muhyarsyah, Tanjung, H., & Oktaviani, Ay. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis
Untuk Akuntansi dan Manajemen. Citapustaka Media.
Nadia, S., Ibrahim, A., & Jalilah, J. (2019). Analisis Hambatan Pertumbuhan Perbankan Syariah Di
Indonesia (Kajian Terhadap Perbankan Syariah Di Aceh). JIHBIZ :Global Journal of Islamic
Banking and Finance., 1(2), 153. [Link]
Nugraha, T. P., Parlyna, R., & Hidayat, N. (2021). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan
terhadap Kepuasan Pelanggan Pengguna Aplikasi Pembayaran X (Vol. 2, Issue 2).
Otoritas Jasa Keuangan. (2015). Bijak Ber-ebangking. In Bijak Ber-ebanking.
[Link] bijak [Link].
Parakkasi, D. I. H. I. (2020). Pemasaran Syariah Era Digital. Penerbit Lindan Bestari.
Rosnaini. (2019). Kualitas Produk dan Kepuasan Pelanggan (Issue May 2017). Global Research
And Consulting Institute.
Wahyuningsih, N., & Janah, N. (2018). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Nasabah
Menggunakan Internet Banking Pada Bank Muamalat. In Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan
Perbankan Syari’ah (Vol. 10, Issue 2). [Link]
Wibowo, A. S. (2020). The Islamic Way of Happiness. Elex Media Komputindo.