0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Meningkatkan Prestasi Fiqih dengan Demonstrasi

Penelitian ini berfokus pada upaya meningkatkan prestasi belajar fiqih siswa kelas V MI Miftahul Huda Sukadana melalui metode demonstrasi. Masalah yang diidentifikasi mencakup kurangnya pemahaman dan partisipasi siswa akibat dominasi metode ceramah oleh guru. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dan motivasi belajar melalui penerapan metode yang lebih interaktif.

Diunggah oleh

mualimin0121
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Meningkatkan Prestasi Fiqih dengan Demonstrasi

Penelitian ini berfokus pada upaya meningkatkan prestasi belajar fiqih siswa kelas V MI Miftahul Huda Sukadana melalui metode demonstrasi. Masalah yang diidentifikasi mencakup kurangnya pemahaman dan partisipasi siswa akibat dominasi metode ceramah oleh guru. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dan motivasi belajar melalui penerapan metode yang lebih interaktif.

Diunggah oleh

mualimin0121
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FIQIH

MELALUI METODE DEMONTRASI

PADA SISWA KELAS V MI MIFTAHUL HUDA SUKADANA

MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAHUL HUDA


Jl. Raya Sukadana No. 2008 Desa Sukadana Kec. Tukdana Kab. Indramayu
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan.


Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan
dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Sejalan
dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah
menunjukkan perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu terjadi karena
terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu
ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar
bagi semua [Link] secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam
sistem pendidikan yang mencakup seluruh komponen yang ada.

Pembangunan dibidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidikn dapat
dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang
membangun. Adapun pengertian pendidikan menurut Ahmad [Link] adalah
bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik Terhadap perkembangan jasmani
dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian. Pada hakekatnya kegiatan belajar
mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa
dalam satuan pembelajaran.

Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan
pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja,
tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. Masalah yang
sekarang terjadi dalam pembelajaran mata pelajaran fiqih ini berkaitan dengan metode
yang dilakukan oleh sebagian besar guru di lapangan masih didominasi oleh pembelajaran
yang masih terpusat pada guru, metode yang sering digunakan guru adalah metode
ceramah. Sehingga masih kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran. Semua potensi
yang terdapat pada diri siswa seakan-akan terpendam dalam diri siswa. Dalam
pembelajaran mata pelajaran fiqih diharapkan adanya partisipasi aktif siswanya, sehingga
potensi yang terdapat pada siswa dapat muncul dan berkembang. Keaktifan siswa dituntut
agar dapat berkembang sesuai dengan perkembangan usia siswa SD. Guru disini berperan
sebagai pembimbing siswanya bukan sebagai sumber informasi. Hal ini dilakukan agar
pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna dan sesuai dengan kehidupan sehari-
[Link] mewujudkan pembelajaran yang bermakna tersebut guru harus menguasai
berbagai metode pembelajaran yang bersifat terpusat pada peserta didik atau pada
siswanya. Salah satu metode yang bisa mengaktifkan siswanya adalah dengan
menggunakan metode demonstrasi agar dalam pembelajaran yang dilakukan siswa lebih
memahami dan dapat menemukan sendiri konsep ilmu yang dipelajari. Hal ini terjadi karna
guru selalu bertindak sebagai transfer informasi satu –satu nya dalam proses pembelajaran
dan siswa hanya sebagai pendengar saja. Berdasarkan uraian di atas dan pengamatan
penulis di madrasah ibtidaiyah nusantara jaya masih ditemukan kurangnya pemahaman
serta hasil belajar siswa . Hal ini terlihat dari gejala –gejala sebagai berikut :

1. Siswa hanya mendengarkan dan guru menjelaskan

2. Guru hanya terpaku pada satu metode saja ,yaitu metode ceramah.

3. Guru hanya sebagai sumber informasi saja.

4. Dalam pembelajaran guru tidak menggunakan metode yang tepat.

5. Guru kurang melakukan variasi dalam memilih metode,sehingga siswa cepat bosan
dalam belajar.

Dari latar belakang masalah diatas, penulis berminat untuk meneliti masalah ini dengan
judul : “UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FIQIH MELALUI
METODE DEMONTRASI PADA SISWA KELAS V MI MIFTAHUL HUDA
SUKADANA ”

B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang peneliti utarakan diatas ,maka masalah didalam
penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

1. Penggunaan metode pembelajaran kurang menghasilkan pemahaman terhadap siawa. 2.


Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.

3. Siswa tidak mampu memahami pelajaran yang dijelaska oleh gurunya.

4. Guru hanya terpaku pada 1 metode saja ,yaitu metode ceramah.

5. Guru tidak bisa menyesuaikan metode pembelajaran yang ada.

C. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengambil satu permasalahan yang akan
dibahas yaitu:

1. Apakah motivasi belajar siswa meningkat dengan penerapan metode demontrasi ?

2. Apakah metode demontrasi pada mata pelajaran fiqih dapat meningkatkan prestasi siswa
?

D. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan didalam penelitian ini adalah :

1. Untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui metode demontrasi.

E. MANFAAT PENELITIAN

Manfaat dari penelitian ini adalah :

a. Manfaat bagi guru

• sebagai rujukan untuk meningkatkan kualitas mengajar di sekolah khususnya pada mata
pelajaran fiqih, serta mengembangkan kreatifitas guru dalam mengajar.

• Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan meteri fiqih.
b. Manfaat bagi sekolah

• Sebagai bahan masukan atau input untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam
mengambil kebijaksanaan untuk membina guru dalam menentukan metode pembelajaran
disekolah.

c. Manfaat bagi siswa

• merasa mendapat perhatian yang lebih dari guru.

• Untuk Meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran-pelajaran fiqih.

F. KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian metode demontrasi

Metode adalah suatu cara yang telah diatur dan berpikir baik untuk mencapai suatu
suatu maksud dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya. metode adalah cara yang didalam
fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan demikian metode belajar
mengajar yaitu jalan, alat dan cara dalam pelaksanaan suatu kegiatan belajar mengajar
untuk mencapai suatu tujuan belajar. Metode yang tepat akan mempermudah siswa dalam
memahami pelajaran sesuai tujuan pendidikan. Metode demontrasi merupakan metode
mengajar yang sangat efektif ,sebab membantu para alajar untuk mencari jawaban dengan
usaha sendiri berdasarkan fakta (data) yang [Link] yang dimaksud adalah suatu
metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Metode demonstrasi adalah
cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa
suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, balk sebenarnya ataupun
tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Dengan metode demonstrasi, proses
penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga
membentuk pengertian dengan baik dan [Link] siswa dapat mengamati dan
memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.
2. Langkah-langkah metode demontrasi

Beberapa langkah-langkah metode demontrasi yaitu:

1) Berkenaan dengan perencanaan :

a) Menetapkan tujuan demontrasi

b) Menetapkan langkah-langkah pokok demontrasi

c) Menyiapkan alat-alat yang diperlukan.

2) Berkaitan dengan pelaksanaan :

a) Mengusahakan agar demontrasi dapat didkuti,diamati oleh seluruh kelas.

b) Menumbuhkan sikap kritis pada pelajar sehinggan terjadi tanya jawab dan diskusi
tentang masalah yang didemontrasikan.

c) Memberi kesempatan kepada setiap pelajar untuk mencoba sehingga pelajar merasa
yaqin tentang kebenaran suatu proses.

d) Membuat penilaian dari kegiatan pelajar.

3) Berkenaan dengan tindak lanjut:

a) Membuat kesimpulan

b) b) Membacakan kembali hasilnya untuk diadakan koleksi sepenuhnya.

c) Membantu penilaian terhadap pelaksanaan ,pertimbagan dan perbaikan .

3. Kelebihan dan Kelemahan metode demontrasi

a. Kelebihun Metode Demontrasi

1) Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga menghindari
verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat).

2) Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.


3) Proses pengajaran lebih menarik.

4) Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menye-suaikan antara teori dengan kenyataan,
dan mencoba melakukannya sendiri.

b. Kekurangan Metode Demontrasi

1)Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan
hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.

2)Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan
balk.

3)Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di camping


memerlukan waktu yang cukup panjang, yang [Link] terpaksa mengambil waktu atau
jam pelajaran lain.

4. Pemahaman siswa

Untuk memudahkan dalam penelitian yang sasarannya sudah jelas yaitu meningkatkan
pemahaman siswa melalui metode demontrasi pada mata pelajaran fiqih kelas V MI
Tarbiyatussa'adah serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan menghindari ketidak
sesuaian topik pembahasan yang mungkin terjadi, maka penulis menjadikan tolak ukur dari
meningkatkan pemahaman siswa melalui metode demontrasi pada mata pelajaran fiqih.
Pemahaman siswa dirumuskan sebagai tujuan tujuan intruksional umum yang dinyatakan
dalam bentuk yang lebih spesifik dan merupakan komponen dari tujuan umum bidang
studi. Tingkat pemahaman belajar siswa ditentukan oleh beberapa factor ,antara lain
pendekatan ,strategi dan metode ,dalam proses beajar sehari-hari, sering dijumpai siswa
yang memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dari teman –temannya ,teryata hanya
mampu mencapai hasil belajar yang sama dengan teman –temannaya . Bukan suatu hal
yang mustahil pula apabila suatu saat ,hasilnya merosot dibandingkan Teman –temannya
yang memiliki kemampuan rata – rata .

G. HIPOTESIS TINDAKAN

1. Metode demontrasi pada mata pelajaran fiqih dapat meningkatkan pemahaman siswa .
H. SETTING PENELITIAN

Penelitian Bersifat Praktis Berdasarkan Permasalahan Riil Dalam Pembelajaran Fiqih


Kelas V MI Tarbiyatussa'adah.

I. SUBYEK DAN OBYEK PENELITIAN

a) Subyek penelitian Subyek pelaku ini adalah Guru Kelas V MI MIFTAHUL HUDA
SUKADANA, sedangkan subyek penerima adalah 35 peserta didik 15 laki-laki dan 20
perempuan, kelas V MI Tarbiyatussa'adah Semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016. Sengaja
peneliti memilih kelas V MI DiKarenakan pada kelas V MI masih banyak siswa siswinya
yang kurang memahami palajaran fiqih.

b) Obyek penelitian

1. Peningkatan pemahaman siswa dalam pelajaran fiqih

2. Metode demontrasi pada mata pelajaran fiqih kelas V MI.

J. RENCANA PENELITIAN

a. Menyusun Perencanaan

1. Membuat rencana pembelajaran (RPP)

2. Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan.

3. Mempersiapkan instrument untuk menganalisis data mengenai proses dan hasil


tindakan.

b. Melaksanakan tindakan
Pada tahap tindakan ini, yang harus dilakukan adalah melaksanakan tidakan yang telah
dirumuskan pada RPP dalam situasi yang aktual, meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan
kegiatan penutup.

c. Melaksanakan pengamatan.

Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:

1) Mengamati prilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran.

2) Memantau kegiatan pembelajaran.

3) Mengamati perkembangan masing-masing siswa terhadap pemahaman materi


pembelajaran.

d. Melakukan refleksi

Pada tahap ini ,yang harus dilakukan adalah:

1) Mencatat hasil observasi

2) Mengevaluasi hasil observasi

3) 3) Menganalisis hasil observasi

4) Mencatat kelemahan dan kekurangan dalam proses dan hasil pembelajaran untuk
dijadikan bahan perbaikan pada siklus berikutnya.

Siklus I Perencanaan Tindakan Observasi Refleksi

• Menyusun RPP

• Menyiapkan media pembelajaran

• Menyiapkan personal atau permasalahan

• Menyiapkan lembar observasi dan evaluasi

• Menjelaskan indikator-indikator yang harus dicapai


• Menjelaskan materi

• Mendemontrasikan materi yang telah diajarkan

• Mengadakan evaluasi

• Mengamati prilaku siswa pada proses pembelajaran

• Mengamati masing-masing kefahaman siswa pada proses pembelajaran

• Mengamati pemahaman siswa secara menyeluruh

• Mencatat hasil observasi

• Mengevaluasi hasil observasi

• Menganalisis hasil pembelajaran

K. INSTRUMENT PENELITIAN

Pada tahap ini yang yang harus dilakukan adalah:

• Silabus

• RPP

• Lembar kegiatan siswa(LKS)

L. TEHNIK PENGUMPULAN DATA

Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sebagai berikut:
a. Teknik Observasi Observasi ialah suatu pengamatan yang khusus dan pembatasan yang
sistematis ditujukan pada salah satu atau beberapa fase masalah di dalam rangka penelitian
yang dimaksud untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk pemecahan persoalan yang
dihadapi. Observasi adalah alat pengumpulan data yang dilakukan cara mengamati dan
mencatat secara sistematis gejala- gejala yang diselidiki. Jadi observasi penulis ditujukan
kepada guru yang mengajarkan mata pelajaran fiqih, untuk melihat pemahaman siswa yang
guru gunakan dalam proses belajar mengajar.

b. Teknik Dokumentasi Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri


data historis. Dengan demikian, dokumentasi merupakan kumpulan data atau barang yang
mendukung penelitian ini.

M. TEHNIK ANALISIS DATA

Teknik analisa data merupakan cara yang digunakan untuk menguraikan keterangan-
keterangan atau data yang diperoleh agar data tersebut dapat dipahami bukan saja oleh
orang yang mengumpulkan data tapi juga oleh orang lain. Data yang dikumpulkan melalui
observasi,dan dokumentasi dianalisis sejak penelitian dimulai, dan dikembangkan selama
proses refleksi sampai penelitian selesei. Data yang telah terkumpul diedit, dipilih, dan
dikatagorikan untuk menjawab permasalahan penelitian. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah model alur. Sebagaimana menurut Milles dan
Huberman dalam bukunya Zainal Aqib yang berjudul Penelitian TIndakan Kelas untuk
Guru, disebutkan bahwa teknik analisis data model alur meliputi reduksi data, penyajian
data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi data). Dalam analisis data ini
target yang tarcapai adalah: • 80% siswa memperoleh nilai > 75 • 75% peningkatan
pemahaman siswa tercapai/terlaksana.

DAFTAR PUSTAKA

Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial Format-format Kuantitatif dan Kualitatif,


Surabaya; Air Langga University Press, 2001
Cholid Narbuko, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta; Bumi Aksara, 2005 Desi
anuar , kamus lengkap bahasa Indonesia , Surabaya ;PT Amelia ,2003

Nasbullah,Dasar–dasar ilmu pendidikan,Jakarta;PT Raja Grafindo persada, 2008

Nasution, Kurikulum dan pengajaran ,Bandung :Bumi Aksara,1989

Qodri [Link],metodologi pendidikan agama islam buku 1,jakarta ;Departemen Agama


RI,2012

Syaiful Bahri Djamarah, Prestassi Belajar & Kompetensi Guru, Surabaya ; Usaha

Nasilnal, 1994 Winarni Surakhmad, Metodologi Pengajaran Nasional,Bandung; Jemmars,


1980

Anda mungkin juga menyukai