PROGRAM RUJUK BALIK (PRB)
No. Dokumen : / /PKMBS/SOP/I/2025
No. Revisi : 0
SOP
Tanggal Terbit : Januari 2025
Halaman : 3 halaman
UPTD [Link] [Link],[Link]
PUSKESMAS NIP. 198408292009031001
BUKITSANGKAL
Pelayanan Program Rujuk Balik adalah Pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil
dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan
1. Pengertian
jangka panjang yang dilaksanakan di faskes Tingkat pertama atas
rekomendasi/rujukan dari Dokter spesialis/sub spesialis yang
merawat.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan
2. Tujuan program rujuk balik bagi petugas kesehatan di UPTD Puskesmas
Bukitsangkal
Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Bukitsangkal Nomor /
3. Kebijakan
/PKMBS/SK/ I /2025 Tentang Program Rujuk Balik.
[Link] Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang
Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional;
[Link] BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan;
4. Referensi 3. Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2014
tentang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan bagi Peserta
BPJS Kesehatan pada fasilitas kesehatan pertama dan
Fasilitas Kesehatan Tingkat lanjut dalam penyelenggaraan
Jaminan kesehatan.
Alat :
1. ATK
2. Komputer
5. Alat dan
3. Aplikas Pcare
Bahan
4. Kartu Rekam Medik
5. Surat Rujuk Balik
6. Buku Kontrol Peserta PRB
6. Prosedur / 1. Pelayanan pada fasilitas kesehatan Tingkat pertama
Langkah - a. Peserta melakukan kontrol ke fasilitas kesehatan Tingkat
langkah pertama (tempatnya terdaftar) dengan menunjukkan identitas
peserta BPJS, SRB dan buku kontrol peserta PRB.
b. Dokter layanan primer melakukan pemeriksaan dan
menuliskan resep obat rujuk balik yang tercantum pada buku
kontrol peserta PRB.
2. Pelayanan pada Apotek/depo farmasi yang bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan untuk pelayanan obat PRB
a. Peserta menyerahkan resep dari dokter payanan primer
b. Peserta menunjukkan SRB dan buku kontrol peserta
c. Petugas Apotek/depo farmasi melakukan:
1. Verifikasi resep obat dengan menggunakan aplikasi
pengendalian obat online. Apabila peserta telah
mendapatkan obat yang sama dari apotek lain dan masih
dalam range waktu pemberian obat, maka petugas apotek
tidak boleh memberikan obat tersebut. Jika pelayanan obat
tetap diberikan, maka biaya obat tersebut akan menjadi
beban apotek.
[Link] obat PRB disertai dengan informasi
penggunaan obat.
3. Pelayanan obat rujuk balik dilakukan 3 kali berturut-turut
selama 3 bulan di faskes tingkat pertama.
4. Setelah 3 bulan peserta dapat dirujuk kembali oleh
fasilitas kesehatan Tingkat Pertama ke fasilitas kesehatan
Tingkat lanjutan untuk dilakukan evaluasi oleh dokter
spesialis/sub spesialis.
5. Pada saat kondisi peserta tidak stabil, peserta dapat dirujuk
kembali ke dokter spesialis/sub spesialis sebelum 3 bulan
dan
menyertakan keterangan medis dan/atau hasil pemeriksaan
klinis dari dokter payanan primer yang menyatakan kondisi
–
pasien tidak stabil atau mengalami gejala/tanda-tanda yang
mengindikasikan perburukan dan perlu penatalaksanaan
oleh
dokter spesialis/sub spesialis.
6. Apabila hasil evaluasi kondisi peserta di nyatakan masih
terkontrol/stabil oleh dokter spesialis/sub spesialis, maka
pelayanan program rujuk balik dapat dilanjutkan kembali
dengan memberikan SRB baru kepada peserta.
3. Ketentuan pelayanan obat program rujuk balik
a. Obat PRB diberikan untuk kebutuhan maksimal 30 hari setiap
kali
peresepan dan harus sesuai dengan daftar obat formularium
Nasional untuk Program Rujuk Balik serta ketentuan lain yang
berlaku.
b. Perubahan/penggantian obat program rujuk balik hanya dapat
dilakukan oleh dokter spesialis/sub spesialis yang memeriksa di
faskes Tingkat lanjutan dengan prosedur pelayanan RJTL.
Dokter
di faskes Tingkat pertama melanjutkan resep yang ditulis oleh
dokter spesialis/sub spesialis dan tidak berhak merubah rese-
obat
PRB. Dalam kondisi tertentu dokter di faskes tingkat pertama
dapat melakukan penyesuaian dosis obat sesuai dengan batas
kewenangannya.
c. Obat PRB dapat diperoleh di apotek/farmasi fasilitas
kesehatan Tingkat pertama yang berkerja sama dengan BPJS
kesehatan untuk memberikan pelayanan obat PRB.
d. Jika peserta masih memiliki obat PRB, maka peserta tersebut
tidak
boleh dirujuk ke faskes rurjukan Ttngkat lanjut, kecuali terdapat
keadaan emergency atau kegawatdaruratan yang
menyebabkan
pasien harus konsultasi ke faskes rujukan tingkat lanjut.
Pelayanan pada
fasilitas kesehatan
Tingkat pertama
7. Bagan alir Pelayanan pada Apotek/depo farmasi
yang bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan untuk pelayanan obat PRB
Ketentuan pelayanan obat
program Rujuk balik
[Link]-hal yang
perlu di
perhatikan
1. Pendaftaran
9. Unit terkait 2. Ruang Pemeriksaan Umum
3. Ruang KIA
10. Dokumen 1. Rekam Medis
terkait 2. Catatan Tindakan
Tanggal mulai
No Yang dirubah Isi Perubahan
11. Rekaman diberlakukan
historis
perubahan