Disusun oleh: KELOMPOK 6
ANGGI WULANDARI MARSYA INDRI YANDA
SARDAME SITOMPUL YANIS PETROS
1. MASALAH DI DALAM KELAS 3. TEKNIK PENANGGULANGAN
TERHADAP MASALAH
4. MENGELOLA KELOMPOK
2. FAKTOR-FAKTOR YANG YANIS PETROS
(BERKEBUTUHAN) KHUSUS
MEMPENGARUHI
TIMBULNYA MASALAH
Di SD Harapan Bangsa, setiap siswa diharapkan untuk mematuhi aturan yang
berlaku di sekolah agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan aman.
Namun, beberapa pelanggaran disiplin sering terjadi yang mengganggu proses
pembelajaran. Pelanggaran ini bisa berasal dari berbagai sumber yang dapat
mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Seperti pada kelas V ada siswa yang
bernama Riko. Dia sering mengganggu teman-temannya di kelas dengan
berbicara keras saat pelajaran berlangsung. Ia mengaku mengikuti teman-
temannya yang juga sering tidak fokus selama pembelajaran. Ketika guru
menegur, Riko tidak merasa bersalah karena merasa semua teman-temannya
juga melakukannya.
Masalah dalam kelas yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin dapat
bervariasi, mulai dari perilaku yang mengganggu hingga tindakan yang lebih
serius. Beberapa contoh masalah yang sering terjadi antara lain siswa yang
berbicara sendiri saat guru mengajar, bermain dengan teman saat pelajaran
berlangsung, tidak memperhatikan instruksi guru, serta tidak mengerjakan tugas
yang diberikan.
Prayitno (1985) menyusun klasifikasi masalah yang dihadapi siswa sekolah
dasar menjadi
enam klasifikasi sebagai berikut:
1. Masalah perkembangan jasmani dan kesehatan.
2. Masalah keluarga dan rumah tangga.
3. Masalah-masalah psikologis.
4. Masalah-masalah sosial.
5. Masalah kesulitan dalam belajar.
6. Masalah motivasi dan pendidikan pada umumnya
1. Faktor Internal
a. Keadaan Fisik
Ada tiga kelompok penyebab timbulnya masalah yang berkaitan dengan keadaan fisik, yaitu
sebagai berikut:
1. keadaan indra persepsinya
2. perkembangan fisik
3. kesehatan siswa
b. keadaan psikologis
Banyak sumber permasalahan yang disebabkan oleh keadaan psikologis anak, di antaranya
sebagai berikut:
1. Kurangnya kemampuan dasar (intelegensi)
2. Kurangnya pengalaman berfantasi
3. Kurangnya perhatian, konsentrasi terhadap kegiatan yang terjadi di sekolah maupun di
lingkungan anak.
4. Bakat yang tidak sesuai dengan lingkungan anak.
5. Tidak adanya minat dalam diri anak.
6. Sikap yang tidak sesuai dengan hati nuraninya.
7. Tidak adanya kemauan dalam diri anak.
c. Pemenuhan gizi
Banyak permasalahan yang timbul karena keadaan nutrisi/gizi anak tidak baik. Hal ini akan
menimbulkan berbagai gangguan, misalnya mudah lelah, mudah sakit, dan tidak ada
konsentrasi.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mengakibatkan timbulnya permasalahan bagi anak adalah tingkungan
tempat anak berada . Antara lain :
[Link] Keluarga
1) Keadaan status ekonomi keluarga
2) Perhatian orang tua
3) Harapan Orang tua
4) Keluarga tidak Harmonis
b. Lingkungan Sekolah
1) Kondisi kurikulum
2) Hubungan guru dengan siswa
3) Hubungan antar siswa
4) Iklim Sekolah
c. Faktor Masyarakat
Teknik pengelolaan kelas dapat dikelompokan kedalam teknik preventif dan teknif kuratif. Teknik prevetif adalah teknik
untuk mencegah timbulnya tingkah laku yang dapat mengganggu kegiatan pembelajaran, sedangkan teknik kuratif
adalah teknik untuk menanggulangi perilaku anak yang mengganggu kegiatan belajar.
2. TEKNIK KURATIF
1. TEKNIK PREVENTIF
a. penguatan negative
a. sikap terbuka b. penghapusan
b. sikap menerima dan menghargai siswa c. penghukuman
sebagai manusia pembicaraan situasi pelanggaran dan bukan pelaku
c. sikap empati pelanggaran
d. sikap demokratis e. pemasabodohan terhadap pelanggaran anak
e. mengarahkan anak pada tujuan kelompok f. Pemberian tugas yang memerlukan keberanian
[Link] aturan kelompok yang (bagi anak yang menunjukkan tingkah
disepakati laku menguasai)
Siswa berkebutuhan khusus memerlukan perhatian dan pendekatan
yang berbeda dalam pengelolaan kelas. Guru harus
memahamikarakteristik dan kebutuhan spesifik dari setiap siswa, serta
memberikan dukungan yang sesuai agar mereka dapat belajar secara
optimal. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah pendekatan
individual, di mana metode pembelajaran disesuaikan dengan
kemampuan dan kebutuhan siswa. Selain itu, guru juga perlu
menciptakan lingkungan yang inklusif dan tidak diskriminatif agar siswa
berkebutuhan khusus merasa diterima dan dihargai.
Pelanggaran disiplin dalam kelas merupakan tantangan yang sering dihadapi oleh pendidik.
Masalah-masalah yang muncul dapat berupa perilaku mengganggu, ketidakpatuhan terhadap
aturan, hingga tindakan agresif yang mengganggu proses belajar-mengajar. Faktor-faktor yang
mempengaruhi timbulnya masalah ini sangat beragam, mulai dari faktor internal siswa,
pengaruh lingkungan, hingga metode pengajaran yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu,
diperlukan strategi yang efektif untuk menanggulangi masalah ini, baik dalam bentuk tindakan
preventif maupun korektif. Selain itu, perhatian khusus juga perlu diberikan dalam mengelola
siswa berkebutuhan khusus agar mereka dapat memperoleh pendidikan yang setara dengan
siswa lainnya.
123-456-7890