0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan47 halaman

Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Hipertensi

Laporan studi kasus ini membahas asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan hipertensi kronik di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penanganan yang tepat bagi ibu hamil dengan riwayat hipertensi dan mencakup pengkajian, diagnosis, serta penatalaksanaan asuhan kebidanan. Data diambil dari kunjungan pasien selama periode tertentu dan menunjukkan pentingnya pengelolaan hipertensi dalam kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi.

Diunggah oleh

Ganapatih Manendra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan47 halaman

Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Hipertensi

Laporan studi kasus ini membahas asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan hipertensi kronik di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penanganan yang tepat bagi ibu hamil dengan riwayat hipertensi dan mencakup pengkajian, diagnosis, serta penatalaksanaan asuhan kebidanan. Data diambil dari kunjungan pasien selama periode tertentu dan menunjukkan pentingnya pengelolaan hipertensi dalam kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi.

Diunggah oleh

Ganapatih Manendra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN STUDI KASUS

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF

PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI KRONIK

DI PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR

TAHUN 2023

Disusun oleh:

Sepsasari

P3.[Link].033

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA III

JURUSAN KEBIDANAN

PROGRAM STUDI [Link] KEBIDANAN

TAHUN 2023
LAPORAN STUDI KASUS

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF

PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI KRONIK

DI PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR

TAHUN 2023

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Praktik Klinik Kebidanan II

Disusun oleh:

Sepsasari

P3.[Link].033

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA III

JURUSAN KEBIDANAN

PROGRAM STUDI [Link] KEBIDANAN

TAHUN 2023

ii
LEMBAR PERSETUJUAN

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF

PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI KRONIK

DI PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR

TAHUN 2023

Laporan studi kasus ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing

Bekasi, 06 Oktober 2023

PEMBIMBING

DR. Dewi Nirmalasari, Mbiomed

NIP 198110152006042018

iii
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA III

JURUSAN KEBIDANAN

PROGRAM STUDI [Link] KEBIDANAN

Nama penulis : Sepsasari

Judul : ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF

PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI KRONIK

DI PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR

TAHUN 2023

Jumlah BAB & Halaman : V BAB dan 46 Halaman

GAMBARAN KASUS
Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penting pada penyakit kardiovaskular,
penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah perifer, stroke dan penyakit ginjal yang
diupayakan untuk mencapai kategori tekanan darah normal dengan cara farmakologis maupun
nonfarmakologis. Hipertensi pada kehamilan digolongkan menjadi preeklampsia, eklampsia,
hipertensi kronis pada kehamilan, hipertensi kronis disertai preeklampsia, dan hipertensi
gestasional. Tujuannya adalah untuk dapat memberikan asuhan kebidanan hamil dengan
hipertensi kronik pada Ny. N di Puskesmas Kecamatan Makasar tahun 2023.

Kasus ini diambil di Puskesmas Kecamatan Makasar pada tanggal 20 September 2023 –
06 Oktober 2023. Ny. N umur 30 tahun G3P2A0 dengan perkiraan Hari Pertama Haid Terakhir
(HPHT) tanggal 05 April 2023, sehingga didapatkan taksiran persalinan adalah tanggal 12
Januari 2023 dan usia kehamilannya saat itu adalah 24 minggu. Pada tanggal 20 September
2023 Ny. N mengatakan tidak memiliki keluhan apapun. Hasil pemeriksaan Ny. N G3P2A0
hamil 24 minggu dengan riwayat hipertensi kronik. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada
Ny. N adalah asuhan normal pada umumnya dengan memerhatikan pengontrolan tekanan darah
dengan cara farmakologis yang diberikan oleh fasilitas kesehatan.

iv
KATA PENGANTAR

Puji syukur Allah SWT atas segala berkat, rahmat, dan karunia-Nya, sehingga penulis
dapat menyusun dan menyelesaikan Laporan Studi Kasus yang berjudul "Asuhan Kebidanan
Kehamilan Dengan Responsif Gender Pada Ibu Hamil Dengan Hipertensi Kronik di Puskesmas
Kecamatan Makasar Jakarta Timur 2023". Sebagai salah satu syarat menyelesaikan tugas mata
kuliah Praktik Klinik Kebidanan II pada Program Studi D-III Kebidanan Politeknik
Kememterian Kesehatan Jakarta III.

Dalam menyelesaikan laporan studi kasus ini penulis banyak sekali mendapatkan
bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:

1. Ibu Erika Yulita Ichwan, [Link], [Link] selaku ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes
Kemenkes Jakarta III
2. Ibu Hamidah, [Link], [Link] selaku ketua Program Studi D-III Kebidanan Poltekkes
Kemenkes Jakarta III
3. Ibu DR. Dewi Nirmalasari, Mbiomed selaku Pembimbing Laporan Studi Kasus yang
senantiasa membagikan ilmu yang sangat bermanfaat, membimbing dengan penuh
keikhlasan,memberi saran dan masukan yang mendukung untuk penyelesaian Laporan
Studi Kasus ini.
4. Kepala Ruangan dan kakak bidan di Puskesmas Kecamatan Makasar yang selalu
memberikan motivasi kepada penulis.
5. Ny. N dan Tn. R selaku pasien dan keluarga yang senantiasa memberikan dukungan kepada
penulis dan telah berkenan untuk bekerja sama menjadi pasien studi kasus selama
dilakukannya asuhan kebidanan ibu hamil.
6. Orang tua tercinta yang tidak henti-hentinya selalu memberikan doa dan dukungan kepada
penulis.
7. Rizal Arif Pujiyanto, Muhammad Dafa Ramadhan, Mohammad Noval, Fadya Amanda
Putri, Devi Indah Restiani, dan Humairoh Tazkiyatunnisa selaku sahabat yang senantiasa
memberikan dukungan dan doanya.
8. Putri Ayu Wulandari, Rachell Fatimah, Nurul Fathimah, Shafa Najla Sabrina, dan Siti
Mutmainnah selaku sahabat seperjuangan yang selalu bersama dalam suka maupun duka
saat penyusunan laporan studi kasus ini.

v
9. Salsabila Meyliza selaku sahabat seperjurusan yang senantiasa memberikan dukungan dan
pengalaman berharganya.
10. Kak Hilma selaku kakak asuh yang senantiasa memberikan motivasi dan saran atas
pengalamannya.
11. Nayla Hanan dan Aulia Chairunnisa selaku adik asuh yang senantiasa memberikan
dukungan dan doanya.
12. Serta Yogi Basuki selaku partner yang senantiasa menemani penulis dalam suka maupun
duka dan secara konsisten memberikan motivasi, dukungan, serta doanya di setiap proses
khususnya saat pembuatan studi kasus ini.

Penulis sadar sepenuhnya bahwa penyusunan laporan studi kasus ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, saran dan masukan dari semua pihak yang sifatnya membangun
sangat diharapkan.

Bekasi, 06 Oktober 2023

Penulis

vi
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................................. iii


GAMBARAN KASUS ............................................................................................................ iv
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... v
DAFTAR ISI ...........................................................................................................................vii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................ 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
B. Tujuan .......................................................................................................................... 2
1. Tujuan Umum .......................................................................................................... 2
2. Tujuan Khusus ......................................................................................................... 2
C. Waktu dan Tempat Pengambilan Kasus ...................................................................... 3
BAB II TINJAUAN TEORI .................................................................................................... 4
A. Definisi Kehamilan ..................................................................................................... 4
B. Perubahan Fisik Ibu Hamil .......................................................................................... 4
C. Pengertian Hipertensi Dalam Kehamilan .................................................................. 10
D. Klasifikasi Hipertensi Pada Kehamilan..................................................................... 11
E. Faktor Yang Mempengaruhi Hipertensi Pada Kehamilan ......................................... 13
F. Efek Hipertensi Pada Kehamilan .................................................................................. 15
BAB III PERKEMBANGAN KASUS ................................................................................. 17
A. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL KUNJUNGAN I ............................ 17
B. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL KUNJUNGAN II ........................... 22
C. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL KUNJUNGAN III .......................... 24
D. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL KUNJUNGAN IV ......................... 26
BAB IV PEMBAHASAN KASUS ........................................................................................ 28
BAB V PENUTUP.................................................................................................................. 32
A. KESIMPULAN ......................................................................................................... 32
B. SARAN ..................................................................................................................... 32
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 33
LAMPIRAN............................................................................................................................ 36

vii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut World Health Organization (WHO), Angka kematian ibu (AKI) masih
sangat tinggi yaitu sekitar 287.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan
dan persalinan pada tahun 2020, sedangkan rata-rata AKI global pada tahun 2020 adalah
223 per 100.000 kelahiran hidup.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Maternal Perinatal Death Notification


(MPDN) pada September 2021, tiga penyebab teratas kematian ibu adalah Eklamsi
(37,1%), Perdarahan (27,3%), Infeksi (10,4%) dengan tempat atau lokasi kematian
tertingginya adalah di Rumah Sakit (84%). (Kementerian Kesehatan, 2021)

Sustainable Development Goals (SDG's) memiliki beberapa target, khususnya pada


target 3.1 yaitu mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi kurang dari 70 kematian
per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

Secara nasional Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia telah menurun dari 305
kematian per 100.000 Kelahiran Hidup (Survei Penduduk Antar Sensus, 2015) menjadi
189 kematian per 100.000 Kelahiran Hidup (Sensus Penduduk, 2020). Sedangkan melalui
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024,
pemerintah Indonesia memiliki target percepatan penurunan AKI sebagai bagian dari
prioritas strategis (Major Project) dalam pembangunan nasional untuk tahun 2024 yaitu
menurunkan kembali angka kematian menjadi 183 Kematian per 100.000 Kelahiran
Hidup, sehingga pencapaian yang terjadi pada tahun 2020 ini harus dipertahankan dan
ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi untuk mencapai target. (Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional, 2022)

Dari 8.341 kasus ibu hamil di Indonesia dengan rentang usia 15-54 tahun, prevelensi
hipertensi pada ibu hamil sebesar 1.062 kasus (12,7%) dan dari 1.062 kasus ibu hamil
dengan hipertensi tersebut ditemukan sebanyak 125 kasus (11,8%) pada ibu hamil yang
sebelumnya pernah didiagnosis hipertensi oleh petugas kesehatan atau hipertensi kronik
(Masriadi, Idrus, & Baharuddin, 2022).

1
Kasus hipertensi meningkat atas beberapa pengaruh atau risiko, diantaranya yaitu
memiliki keluarga dengan riwayat tekanan darah tinggi, kurangnya aktivitas, asupan
garam yang berlebihan, stres, dan kebiasaan gaya hidup seperti merokok dan konsumsi
alkohol (Arikah, Rahardjo, & Widodo, 2020). Preeklampsia dan eklampsia merupakan
bagian dari komplikasi akibat adanya hipertensi gestasional atau hipertensi kronik hingga
10% kehamilan dan merupakan penyebab penting terjadinya morbiditas dan mortalitas ibu
dan perinatal (Braunthal & Brateanu, 2019)

Berdasarkan hasil studi kasus yang didapatkan di Puskesmas Kecamatan Makasar


pada tanggal 20 September 2023 terdapat ibu hamil dengan hipertensi kronik dan penulis
tertarik untuk mengangkat studi kasus Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ibu Hamil
dengan Hipertensi Kronik di Puskesmas Kecamatan Makasar Tahun 2022 sebagai tempat
penerapan teori yang sudah didapat selama pembelajaran di institusi Pendidikan dan
praktik di lahan. Selain itu penulis menyusun laporan studi kasus ini untuk memenuhi salah
satu tugas mata kuliah Praktik Klinik Kebidanan II sebagai syarat kelulusan.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mampu melakukan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan riwayat hipertensi
kronik di Puskesmas Kecamatan Makasar.

2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian terhadap Ny. N dengan hipertensi kronik.
b. Mampu membuat diagnosa masalah terhadap Ny. N.
c. Mampu merencanakan dan melakukan penatalaksanaan asuhan kebidanan
kehamilan pada Ny. N dengan riwayat hipertensi kronik.
d. Mampu melakukan pendokumentasian SOAP.

2
C. Waktu dan Tempat Pengambilan Kasus
Pengambilan kasus dilakukan di Puskesmas kecamatan Makasar, Jakarta Timur yang
mulai dilakukan pada tanggal :

1. Kunjungan pertama dilakukan pada 20 September 2023


2. Kunjungan kedua dilakukan pada 26 September 2023
3. Kunjungan ketiga dilakukan pada 3 Oktober 2023
4. Kunjungan keempat dilakukan pada 3 November 2023

3
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Definisi Kehamilan
Kehamilan adalah sesuatu yang berkesinambungan yang dimulai dari saat terjadinya
ovulasi (pematangan sel) lalu pertemuan ovum (sel telur) dan spermatozoa (sperma)
sehingga terjadi pembuahan dan pertumbuhan zigot yang kemudian terjadi penanaman
zigot pada uterus dan pembentukan plasenta, kemudian diikuti sampai tahap akhir tumbuh
kembang hasil konsepsi sampai usia kehamilan aterm (Mardiana, Musa, & Lestari, 2022).

Menurut Federasi Obstettri Ginekologi Internasional, kehamilan merupakan proses


menyatunya spermatozoa dan ovum melalu nidasi atau implantasi (Chaurullisa &
Kurmalasari, 2022).

Bila dihitung dari saat terjadinya fertilisasi hingga lahir bayi, kehamilan normal akan
berlangsung selama 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional.
Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir, lamanya adalah 280 hari (atau sekitar
40 minggu atau 9 bulan 7 hari) yang dihitung mulai dari hari pertama haid terakhir (HPHT)
(Ningsih, 2018).

B. Perubahan Fisik Ibu Hamil


a. Perubahan Pada Sistem Reproduksi
1. Uterus
Ibu hamil uterusnya tumbuh membesar akibat pertumbuhan isi konsepsi
intrauterin. Hormon Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, hormon
progesteron berperan untuk elastisitas/kelenturan uterus.
2. Vagina / vulva
Pada ibu hamil vagina terjadi hipervaskularisasi yang menimbulkan warna
merah ungu kebiruan yang disebut tanda Chadwick. Vagina ibu hamil berubah
menjadi lebih asam, keasaman (pH) berubah dari 4 menjadi 6.5 sehingga
menyebabkan wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi vagina terutama infeksi
jamur. Hypervaskularisasi pada vagina dapat menyebabkan hypersensitivitas

4
sehingga dapat meningkatkan libido atau keinginan atau bangkitan seksual terutama
pada kehamilan trimester dua.
3. Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi
produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/ beristirahat.
Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak
terjadi siklus hormonal menstruasi.
4. Payudara
Menurut (Cholifah & Rinata, 2022) Penampakan payudara pada ibu hamil adalah
sebagai berikut:
1) Mammae bertambah besar
2) Hiperpigmentasi areola mammae
3) Semakin tampak kelenjar Montgomery
4) Semakin menonjolnya puting susu
5) Hormon prolaktin belum dapat berfungsi sehingga ASI belum bisa keluar
karena dihambat oleh prolaktin inhibitng hormon
6) Pembuatan ASI dapat berlangsung setelah persalinan karena hambatan
prolaktin sudah tidak ada

Perubahan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester II

1) Payudara membesar dan mengeluarkan kolostrum


2) Puting dan sekitarnya akan semakin berwarna gelap dan besar serta bintik-
bintik kecil akan timbal disekitar putting.

Perubahan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III

1) Keluarnya kolostrum yang banyak mengandung protein

b. Perubahan Pada System Endokrin.


Menurut (Tyastuti & Wahyuningsih, 2016) perubahan pada sistem endokrin meliputi:
1. Hormon Progesteron
Pada awal kehamilan hormon progesteron dihasilkan oleh corpus luteum dan
setelah itu secara bertahap dihasilkan oleh plasenta. Kadar hormon ini meningkat
selama hamil dan menjelang persalinan mengalami penurunan. Produksi
maksimum diperkirakan 250 mg/hari.

5
2. Hormon Estrogen
Pada awal kehamilan sumber utama estrogen adalah Ovarium. Selanjutnya
estrone dan estradiol dihasilkan oleh plasenta dan kadarnya meningkat beratus kali
lipat, out put estrogen maksimum 30 – 40 mg/hari. Kadar terus meningkat
menjelang aterm.
3. Hormon Kortisol
Pada awal kehamilan sumber utama adalah adreanal maternal dan pada
kehamilan lanjut sumber utamanya adalah plasenta. Produksi harian 25mg/hari.
Sebagian besar diantaranya berikatan dengan protein sehingga tidak bersifat aktif.
Kortisol secara simultan dapat merangsang peningkatan produksi insulin dan
meningkatkan resistensi perifer ibu pada insulin, misalnya jaringan tidak bisa
menggunakan insulin, hal ini mengakibatkan tubuh ibu hamil membutuhkan lebih
banyak insulin.
4. Hormon Human Chorionic gonadotropin (HCG)
Hormon HCG ini diproduksi selama kehamilan. Pada hamil muda hormon ini
diproduksi oleh trofoblas dan selanjutnya dihasilkan oleh plasenta.
5. Hormon Human Placental Lactogen
Kadar HPL atau Chorionic somatotropin ini terus meningkat seiring dengan
pertumbuhan plasenta selama kehamilan. Hormon ini mempunyai efek laktogenik
dan antagonis insulin yang juga bersifat diabetogenik sehingga menyebabkan
kebutuhan insulin pada wanita hamil dapat meningkat.
6. Hormom Relaxin
Dihasilkan oleh corpus luteum, dapat dideteksi selama kehamilan, kadar
tertinggi dicapai pada trimester pertama. Peran fisiologis belum jelas, diduga
berperan penting dalam maturasi servik.
7. Hormon Hipofisis
Terjadi penekanan kadar FSH dan LH maternal selama kehamilan, namun
kadar prolaktin meningkat yang berfungsi untuk menghasilkan kholostrum. Pada
saat persalinan setelah plasenta lahir maka kadar prolaktin menurun, penurunan ini
berlangsung terus sampai pada saat ibu menyusui. Pada saat ibu menyusui prolaktin
dapat dihasilkan dengan rangsangan pada puting pada saat bayi mengisap puting
susu ibu untuk memproduksi ASI.

c. Perubahan Pada Kekebalan.

6
Pada ibu hamil terjadi perubahan pH pada vagina, sekresi vagina berubah dari
asam menjadi lebih bersifat basa sehingga pada ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi
pada vagina. Mulai kehamilan 8 minggu sudah kelihatan gejala terjadinya kekebalan
dengan adanya limfosit–limfosit. Semakin bertambahnya umur kehamilan maka jumlah
limfosit juga semakin meningkat.

d. Perubahan Pada Sistem Pernapasan


Wanita hamil sering mengeluh sesak napas yang biasanya terjadi pada umur
kehamilan 32 minggu lebih, hal ini disebabkan oleh karena uterus yang semakin
membesar sehingga menekan usus dan mendorong keatas menyebabkan tinggi
diafragma bergeser 4 cm sehingga kurang leluasa bergerak. Kebutuhan oksigen wanita
hamil meningkat, wanita hamil bisa bernapas dalam.

e. Perubahan Pada Sistem Perkemihan


Hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan ureter membesar, tonus
otot-otot saluran kemih menurun. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi
glumerulus meningkat sampai 69%. Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh
pembesaran uterus yang terjadi pada trimester I dan III, menyebabkan hidroureter dan
mungkin hidronefrosis sementara. kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah
mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.
Wanita hamil trimester I dan III sering mengalami sering kencing (BAK/buang
air kecil) sehingga sangat dianjurkan untuk sering mengganti celana dalam agar tetap
kering.

f. Perubahan Pada Sistem Pencernaan


Estrogen dan HCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah,
Apabila mual muntah terjadi pada pagi hari disebut Morning Sickness. Selain itu terjadi
juga perubahan peristaltic dengan gejala sering kembung, dan konstipasi. Ibu hamil
trimester pertama sering mengalami nafsu makan menurun, hal ini dapat disebabkan
perasaan mual dan muntah yang sering terjadi pada kehamilan muda. Pada trimester
kedua mual muntah mulai berkurang sehingga nafsu makan semakin meningkat.

g. Perubahan Sistem Kardiovaskuler.

7
Menurut (Cholifah & Rinata, 2022) Pada sistem kardiovaskuler perubahan yang
terjadi akibat adanya pengaruh kadar hormon estrogen, progesterone, dan prostaglandin
yang meningkat. Dengan adanya perubahan secara fisiologis sistem kardiovaskuler ini
akan beradaptasi selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan sirkulasi janin dan
mempertahankan sirkulasi darah ibu sehingga terjadi perubahan hemodinamik. Fungsi
jantung mengalami perubahan menjadi lebih jelas terlihat pada usia kehamilan 8
minggu. Walaupun sistem kardiovaskuler mengalami perubahan yang tampak diawal
kehamilan atau pada trimester pertama dan berlanjut pada trimester ke II sampai
trimester ke III.
Beberapa perubahan yang terjadi meliputi:
1. Jantung: Pada masa kehamilan diafragma terdorong ke atas sehingga jantung akan
terangkat keatas, serta berotasi kedepan dan ke kiri.
2. Curah jantung: Perubahan curah jantung dimulai pada awal minggu ke 5
kehamilan.

Perubahan tersebut diantaranya berupa tekanan arteri dan resistensi pembuluh darah
mengalami penurunan, namun volume darah dan metabolisme basal mengalami
peningkatan. Curah jantung pada kehamilan lanjut lebih tinggi pada posisi berbaring
miring daripada terlentang akibat uterus yang besar dan berat menghambat aliran balik
vena ke jantung. Ciri khas pada ibu hamil terjadi peningkatan denyut nadi sekitar 10-
15x permenit pada saat istirahat.

h. Perubahan Sistem Integument.


Ibu hamil sering mengalami perubahan pada kulit yaitu terjadi hiperpigmentasi
atau warna kulit kelihatan lebih gelap. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan
Melanosit Stimulating Hormon (MSH). Hiperpigmentsi dapat terjadi pada bagian
muka, leher, payudara, perut, lipat paha, dan aksila.
Perubahan keseimbangan hormon pada ibu hamil dapat juga menimbulkan
perubahan berupa penebalan kulit, pertumbuhan rambut maupun kuku.

i. Perubahan Sistem Muskuloskeletal

8
Bentuk tubuh ibu hamil berubah secara bertahap menyesuaikan penambahan
berat ibu hamil dan semakin besarnya janin, menyebabkan postur dan cara berjalan ibu
hamil berubah.
Beberapa perubahan sistem muskuloskeletal yang dirasakan ibu hamil pada
Trimester II & III menurut (Cholifah & Rinata, 2022):
1. Pada trimester 1 tidak banyak perubahan pada muskuloskeletal. Akibat
peningkatan hormone estrogen dan progesterone terjadi relaksasi dari jaringan ikat,
kartilago, dan ligamen dalam tubuh yang menyebabkan peningkatn mobilitas dari
sambungan atau otot terutama otot pelvik.
2. Akibat membesarnya ukuran Rahim dapat menyebabkan perubahan drastis pada
kurva tulang belakang yang meningkatkan rasa ketidaknyamanan dan rasa sakit
pada bagian belakang bertambah seiring dengan penambahan umur kehamilannya.
3. Ligament rotundum yang terletak pada sisi uterus mengalami peningkatan dan
mendapatkan tekanan dari uterus yang mengakibatkan rasa nyeri pada ligament
tersebut.
4. Sebagai kompensasi adanya uterus yang semakin membesar sehingga postur tubuh
menjadi lordosis atau lebih condong ke bagian depan yang mengakibatkan
pergeseran pusat gravitasi ke belakang pada tungkai bawah, perubahan disebut
lordosis progresif.
5. Lordosis yang besar dengan fleksi anterorior pada leher dan menurunnya lingkar
bahu akan meyebabkan tarikan pada syaraf ulnalis dan medianus sehingga dapat
mengakibatkan rasa pegal, mati rasa dan lemah pada anggota badan bagian atas,
dan ini terjadi pada trimester akhir kehamilan.
6. Selain itu pada trimester akhir juga timbul ketidaknyamanan pada punggung bagian
bawah yang disebabkan oleh meningkatnya mobilitas sendi sakroiliaka,
sakrokoksigeal, dan sendi pubis.

j. Perubahan Berat Badan (Bb) Dan IMT


Ibu hamil diharapkan berat badannya bertambah, namun demikian seringkali
pada trimester I berat badan (BB) ibu hamil tetap dan bahkan justru turun disebabkan
adanya rasa mual, muntah dan nafsu makan berkurang sehingga asupan nutrisi kurang
mencukupi kebutuhan.
Pada kehamilan trimester ke II ibu hamil sudah merasa lebih nyaman dan nafsu
makan mulai bertambah, maka pada trimester II ini BB ibu hamil sudah mulai

9
bertambah sampai akhir kehamilan. Peningkatan BB selama hamil mempunyai
kontribusi penting dalam suksesnya kehamilan maka setiap ibu hamil periksa harus
ditimbang BB. Sebagian penambahan BB ibu hamil disimpan dalam bentuk lemak
untuk cadangan makanan janin pada trimester terakhir dan sebagai sumber energi pada
awal masa menyusui. Peningkatan BB pada trimester II dan III merupakan petunjuk
penting tentang perkembangan janin.

k. Perubahan Sistem Persarafan


Perubahan persarafan pada ibu hamil belum banyak diketahui. Gejala neurologis dan
neuromuskular yang timbul pada ibu hamil adalah:
1. Terjadi perubahan sensori tungkai bawah disebabkan oleh kompresi saraf panggul
dan stasis vaskular akibat pembesaran uterus.
2. Posisi ibu hamil menjadi lordosis akibat pembesaran uterus, terjadi tarikan saraf
atau kompresi akar saraf dapat menyebabkan perasaan nyeri.
3. Edema dapat melibatkan saraf perifer, dapat juga menekan saraf median di bawah
karpalis pergelangan tangan, sehingga menimbulkan rasa terbakar atau rasa gatal
dan nyeri pada tangan menjalar kesiku, paling sering terasa pada tangan yang
dominan.
4. Posisi ibu hamil yang membungkuk menyebabkan terjadinya tarikan pada segmen
pleksus brakhialis sehingga timbul akroestesia (rasa baal atau gatal di tangan).
5. Ibu hamil sering mengeluh mengalami kram otot hal ini dapat disebabkan oleh
suatu keadaan hipokalsemia.
6. Nyeri kepala pada ibu hamil dapat disebabkan oleh vasomotor yang tidak stabil,
hipotensi postural atau hipoglikemia.

C. Pengertian Hipertensi Dalam Kehamilan


Hipertensi dalam kehamilan dibagi menjadi empat kelompok diantaranya: hipertensi
gestasional dengan keadaan tekanan darah pada ibu hamil yang mencapai 140/90 atau
terjadi pada kehamilan di atas 20 minggu, hipertensi kronik yaitu hipertensi yang sudah
ada atau sudah terjadi sebelum adanya kehamilan dan atau saat usia kehamilan di bawah
20 minggu, Preeklampsia yang merupakan kondisi peningkatan tekanan darah dengan
disertai adanya oedem dan proteinuria, dan preeklampsia yang disertai oleh hipertensi
kronik (Safitri & Djaiman, 2021).

10
Komplikasi akibat hipertensi dalam kehamilan yang sering dijumpai yaitu
preeklampsia dan eklampsia yang apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan
kegawatdaruratan pada ibu di mana ibu akan kehilangan kesadaran yang berlanjut pada
terjadinya kegagalan pada jantung, gagal ginjal, atau perdarahan otak yang akan
mengakibatkan kematian maternal (Suparji, Nugroho, Karwati, & Arna, 2020).

Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki tekanan darah


140/90 mmHg dengan peningkatan tekanan diastolik dan sistolik masing-masing minimal
15 mmHg dan 30 mmHg. Jika hipertensi terjadi pada kehamilan lebih dari 20 minggu,
disebut hipertensi dalam kehamilan, sedangkan hipertensi kurang dari 20 minggu disebut
hipertensi berat.

Menurut (Sinambela & Sari, 2018) Hipertensi dalam kehamilan yaitu hipertensi
yang terjadi pada saat seorang wanita sedang dalam kondisi hamil dan biasanya terjadi di
akhir kehamilan atau lebih tepatnya biasa terjadi di usia kehamilan di atas 20 minggu yang
sebelumnya memiliki tekanan darah normal lalu terjadi kenaikan mencapai nilai 140/90
mmHg yang menjadi salah satu penyulit dalam kehamilan yang bisa berakibat fatal
contohnya yaitu pertumbuhan janin di dalam rahim terganggu yang akan mengakibatkan
hal lain yaitu terganggunya berat badan lahir.

D. Klasifikasi Hipertensi Pada Kehamilan


Hipertensi pada kehamilan dapat digolongkan menjadi preeklampsia, eklampsia,
hipertensi kronis pada kehamilan, hipertensi kronis disertai preeklampsia, dan hipertensi
gestational (Alatas, 2019)

Dalam jurnal (Alatas, 2019) pun disebutkan hipertensi pada kehamilan apabila
tekanan darahnya ≥140/90 mmHg, h ipertensi bisa dikatakan ringan sampai dengan sedang
jika tekanan darah sistolik mencapat 140 sampai 159 dan diastolik mencapai 90 sampai
109 mmHg, lalu hipertensi bisa dikatakan berat jika tekanan darah sistorik mencapat lebih
dari 160/110 mmHg.

a. Preeklampsia dan Eklampsia


Preeklampsia adalah komplikasi pada kehamilan dengan usia di atas 20 minggu,
tekanan darah mencapai lebih dari 140/90 mmHg dan terdapat proteinuria positif di

11
dalam urin. Pre-eklampsia biasanya disertai gejala sakit kepala, perubahan kesan pada
wajah, nyeri pada bagian ulu hati dan sampai merasakan sesak.
Dalam penelitian (Alatas, 2019) Beberapa faktor telah diidentifikasi terkait
dengan peningkatan risiko pre-eklampsia seperti usia, paritas, preeklampsia
sebelumnya, riwayat keluarga, kehamilan ganda, kondisi medis yang sudah ada
sebelumnya (misalnya diabetes mellitus tipe I), obesitas dan resistensi insulin,
hipertensi kronis, penyakit ginjal, penyakit autoimun, sindrom antifosfolipid, penyakit
rematik, merokok, peningkatan indeks massa tubuh (BMI), peningkatan tekanan
darah, dan adanya proteinuria.
Sedangkan eklampsia adalah terjadinya tekanan darah tinggi sampai kejang
pada wanita dengan preeklampsia yang tidak dapat dikaitkan dengan penyebab
lainnya. Eklampsia merupakan keadaan darurat yang dapat mengancam jiwa.
Eklampsia dapat terjadi pada sebelum, saat, dan setelah persalinan (antepartum,
intrapartum, postpartum). Eklampsia didahului dengan gejala sakit kepala dan
perubahan penglihatan, kemudian kejang selama 60-90 detik.

b. Hipertensi kronis pada kehamilan


Hipertensi kronis pada kehamilan merupakan keadaan apabila tekanan darahnya
mencapai ≥140/90 mmHg dan terjadi sejak sebelum kehamilan atau ditemukan
sebelum 20 minggu kehamilan ataupun yang terdiagnosis untuk pertama kalinya
selama kehamilan dan berlanjut ke periode postpartum hingga sampai lebih dari 12
minggu pasca persalinan (Alatas, 2019).
Hipertensi kronis pada kehamilan umumnya berasal dari hipertensi yang terjadi
begitu saja yang terlihat dari riwayat keluarganya.
Riwayat penyakit hipertensi, obesitas, dan usia merupakan faktor risiko
terjadinya hipertensi kronis. Hipertensi kronis yang terjadi pada kehamilan
meningkatkan risiko lain yaitu preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat,
persalinan dini, dan kelahiran dengan operasi.

c. Hipertensi kronis yang disertai preeklampsia


Dalam penelitian (Alatas, 2019) Wanita dengan riwayat hipertensi dari sebelum
sebelum kehamilan memiliki risiko 4-5 kali terjadi preeklampsia pada kehamilannya.
Angka kejadian hipertensi kronis pada kehamilan yang disertai preeklampsia sebesar
25%. Sedangkan bila tanpa hipertensi kronis angka kejadian preeklampsia hanya 5%.

12
Hipertensi yang disertai preeklampsia biasanya muncul antara minggu 24-26
kehamilan berakibat kelahiran preterm atau kurang bulan dan bayi lahir lebih kecil
dari batas normal (IUGR).

d. Hipertensi gestasional
Hipertensi gestasional adalah hipertensi yang terjadi pada kehamilan usia 20
minggu ke atas tanpa disertai proteinuria dalam urin.
Angka kejadiannya sebesar 6%. Sebagian wanita (> 25%) berkembang menjadi
pre-eklampsia diagnosis hipertensi gestasional biasanya diketahui setelah melahirkan
(Alatas, 2019).
Hipertensi gestasional berat adalah kondisi ketika tekanan darah meningkat
sampai lebih dari 160/110 mmHg. Tekanan darah baru menjadi normal pada post
partum, biasanya dalam sepuluh hari. Gejalanya mungkin mengalami sakit kepala,
penglihatan kabur, dan sakit perut dan tes laboratorium abnormal, termasuk jumlah
trombosit rendah dan tes fungsi hati abnormal. Wanita hamil dengan tekanan darah
tinggu memiliki peluang melahirkan normal walaupun tekanan darahnya tinggi.
Penyebab hipertensi gestasional belum jelas, tetapi merupakan indikasi terbentuknya
hipertensi kronis di masa depan sehingga perlu diawasi dan dilakukan tindakan
pencegahan.

E. Faktor Yang Mempengaruhi Hipertensi Pada Kehamilan


a. Pengaruh Pendidikan Terhadap Hipertensi Pada Kehamilan

Ibu hamil yang berpendidikan tinggi akan memberikan respon yang lebih
rasional dibandingkan mereka yang tidak berpendidikan. Ibu hamil, bersalin, dan nifas
yang berpendidikan rendah akan mempengaruhi penerimaan informasi tentang
pencegahan terjadinya hipertensi dalam kehamilan, maka akan menjadi terbatas dan
berdampak terjadinya preeklamsia. Semakin tinggi pendidikan maka kemampuan
untuk memperoleh dan menyerap informasi akan semakin baik khususnya tentang
hipertensi dalam kehamilan sehingga dapat dicegah dan diminimalisir.

Pengetahuan ibu sangat mempengaruhi terjadinya hipertensi dalam kehamilan.


Ibu yang berpengetahuan rendah memiliki kemungkinan lebih besar mengalami
hipertensi dalam kehamilan dari pada ibu yang berpengetahuan tinggi karena ia tidak

13
mengetahui tanda gejala hipertensi dan manfaat pemeriksaan yang dilakukan oleh
tenaga kesehatan.

b. Pengaruh Umur Terhadap Hipertensi Pada Kehamilan

Usia ibu sangat berpengaruh terhadap proses reproduksi. Dalam kurun waktu
reproduksi sehat diketahui bahwa usia yang aman untuk kehamilan dan persalinan
adalah usia 20-35 tahun, dimana organ reproduksi sudah sempurna dalam menjalani
fungsinya. Ibu yang bersalin dengan partus lama yang disebabkan oleh kelainan his
biasanya disebabkan oleh faktor usia yang relatif tua, terutama jika ia berusia lebih
dari 35 tahun.

c. Pengaruh Paritas Terhadap Hipertensi Pada Kehamilan

Hal ini sama dengan penelitian (Walidah, 2012) ada hubungan signifikan antara
paritas dengan kejadian hipertensi (preeklamsia).

Wanita yang baru menjadi ibu atau dengan pasangan baru mempunyai resiko 6
sampai 8 kali lebih mudah terkena hipertensi (preeklamsia-eklamsi) dari pada
multigravida. Sekitar 85% hipertensi (preklamsi-eklamsi) terjadi pada kehamilan
pertama.

Paritas 2 – 3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian


maternal. Lebih tinggi paritas (lebih dari 3), lebih tinggi kematian maternal. Risiko
pada paritas tinggi dapat dikurangi atau dicegah dengan keluarga berencana. Sebagian
kehamilan pada paritas tinggi adalah tidak direncanakan.

d. Pengaruh Keturunan Terhadap Hipertensi Pada Kehamilan

Berdasarkan penelitian (Mannan, Wahiduddin, & Rismayanti, 2012)


menyatakan bahwa ada kaitan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi.
Hipertensi Pada Kehamilan Berdasarkan penelitian (Jufri, 2012) menyatakan bahwa
ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi.

e. Pengaruh Riwayat Penggunaan Alat Kontrasepsi Terhadap Hipertensi Pada


Kehamilan

Perempuan memiliki hormon estrogen yang berfungsi mencegah kekentalan


darah serta menjaga dinding pembuluh darah agar tetap baik apabila terdapat
ketidakseimbangan hormone estrogen dan progesteron akan mempengaruhi tingkat

14
tekanan darah dan konsisi pembuluh darah. Gangguan ketidakseimbangan hormon ini
didapatkan pada penggunaan kontrasepsi hormonal.

f. Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil

Kegemukan (obesitas) adalah persentase abnormalitas lemak yang dinyatakan


dengan Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index) yaitu perbandingan antara berat
badan dengan tinggi badan kuadrat dalam meter

Kelebihan berat badan dan hipertensi sering berjalan beriringan, karena


tambahan berupa kilogram membuat jantung bekerja lebih keras. Orang yang obesitas
berisiko menderita hipertensi pada saat hamil, disebabkan pada orang yang obesitas
terjadi peningkatan kerja pada jantung untuk memompa darah. Berat badan berlebihan
menyebabkan bertambahnya volume darah dan luas dan perluasan sistem sirkulasi.
Makin besar massa tubuh, makin banyak pula suplai darah yang dibutuhkan untuk
memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh Hal ini mengakibatkan volume darah
yang beredar melalui pembuluh darah akan meningkat sehingga tekanan pada dinding
arteri menjadi lebih besar.

g. Pengaruh Stres Terhadap Hipertensi Pada Kehamilan

Hasil penelitian Zakiah, Mato, dan Sjafaraenan (2012) membuktikan bahwa


terdapat pengaruh antara stres dengan terjadinya hipertensi pada ibu hamil karena
tidak mampu mengatasi masalah yang dihadapi yaitu mental, fisik, dan emosional.
Stres dapat meningkatkan tekanah darah sewaktu. Hormon adrenalin akan meningkat
sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat
sehingga tekanan darah pun meningkat.

F. Efek Hipertensi Pada Kehamilan


Efek yang ditimbulkan oleh hipertensi pada kehamilan:

a. Jangka pendek
1. Pada ibu hamil dengan hipertensi bisa meningkatkan risiko eklampsia,
hemoragik, isemik stroke, kerusakan hati (HELL sindrom), gagal hati, disfungsi
ginjal, persalinan cesar, persalinan dini, dan abruptio plasenta.

15
2. Pada janin meningkatkan risiko kelahiran preterm atau prematur, induksi
kelahiran, gangguan pertumbuhan janin, sindrom pernapasan, serta yang lebih
fatalnya yaitu kematian janin.
b. Jangka panjang

Wanita yang mengalami hipertensi saat hamil memiliki risiko mengalami


hipertensi kembali pada kehamilan berikutnya, juga dapat menimbulkan komplikasi
lain yaitu komplikasi kardiovaskular, penyakit ginjal dan timbulnya kanker.

Hipertensi pada kehamilan jika dibiarkan tanpa penanganan dapat berkembang


menjadi pre-eklampsia, eklampsia dan sindrom HELLP. Kemudian dapat bermanifesti
dengan kejadian serebral iskemik atau hemoragik pada pra, peri, dan postpartum
menjadi penyakit stroke (Alatas, 2019).

Gejala preeklampsia/eklampsia adalah umumnya sakit kepala, penglihatan


terganggu (kabur atau kebutaan), sampai kejang. Hal Tersebut bisa berakibat fatal
berupa kecatatan bahkan kematian bagi ibu dan janin jika tidak segera ditangani.

16
BAB III

PERKEMBANGAN KASUS

A. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL KUNJUNGAN I


Kunjungan Pertama : 20 September 2023

Tempat : Puskesmas Kecamatan Makasar

I. IDENTITAS

Istri Suami

Nama : Ny. N Nama : Tn. R

Umur : 30 tahun Umur : 35 tahun

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pekerjaan : Karyawan

Alamat : Jalan Asam Nirbaya, Pinang Ranti

II. DATA SUBJEKTIF

Alasan datang

Ibu datang ke Puskesmas Kecamatan pada tanggal 20 September 2023


mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya dan membawa surat rujukan dari
Puskesmas Kelurahan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium lengkap karena
belum pernah melakukannya.

Keluhan Tambahan

Ibu mengatakan saat ini sedang mengalami batuk pilek yang sudah terjadi
dalam 2 hari.

Riwayat Haid

17
HPHT 6 April 2023 Ibu mengatakan ia pertama kali menstruasi di usia 11
tahun dengan siklus haid 28-30 hari dan lamanya 7 hari. ibu mengatakan terkadang
merasakan sakit perut saat menstruasi tetapi tidak sampai mengganggu aktifitasnya.

Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu

1. Anak I : Lahir tahun 2014, lahir cukup bulan, spontan, ditolong oleh bidan,
tidak ada penyulit, jenis kelamin laki-laki, BB 3000 gram, PB 46 cm, keadaan
sehat, nifas baik
2. Anak II : Lahir tahun 2019, lahir cukup bulan, spontan, ditolong oleh bidan,
tidak ada penyulit, jenis kelamin perempuan, BB 3500 gram, PB 50 cm,
keadaan sehat, nifas baik
3. hamil ini

Riwayat Keluarga Berencana

Ibu mengatakan setelah melahirkan anak pertama dan kedua tidak pernah
menggunakan alat kontrasepsi dengan alasan tidak mau.

Riwayat Penyakit

Ibu mengatakan memiliki hipertensi kronik yang terjadi sejak kehamilan anak
keduanya dan berlangsung sampai saat ini tetapi ibu mengatakan sedang tidak
mendapatkan pengobatan jangka panjang apapun, tidak pernah memiliki riwayat
penyakit jantung, diabetes mellitus, penyakit menular seksual, dan asma.

Riwayat dan Kebiasaan Sehari-hari

Pola makan 2-3 kali dalam sehari dengan menu nasi 1 centong setiap kali
makan, terdapat lauk ikan atau ayam dan tahu atau tempe, dan sayur diselingi dengan
camilan siang sampai sore berupa kue dan terkadang mengonsumsi buah-buahan.
Ibu mengatakan jarang minum air putih, dalam sehari hanya 1 liter dan sesekali
minum teh atau kopi. Ibu mengatakan setiap BAK berwarna kuning jernih tetapi
terkadang kuning pekat dan tidak disertai nyeri ataupun perih, BAB 1 kali sehari
lebih sering saat pagi hari dengan konsistensi padat, warna kecoklatan, terkadang
mengalami sulit BAB atau konstipasi. Ibu mengatakan lebih sering tidur cukup 7-8
jam sehari tanpa tidur siang, atau terkadang tidur kurang jika memiliki acara di
rumah sanak saudaranya. Ibu memiliki aktifitas rutin melakukan pekerjaan rumah

18
yaitu mengurus anak, memasak, menyuci, menyapu, mengepel yang terkadang
dibantu oleh anak dan suaminya. Ibu tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol,
serta tidak meminum jamu apapun selama hamil.

Riwayat Kehamilan Ini

Ibu sudah melakukan kunjungan ANC 2 kali di trimester pertama tanpa


keluhan apapun dan sudah melakukan kunjungan ANC 1 kali di trimester kedua
tanpa keluhan, ibu melakukan kunjungan rutin setiap tanggalnya. Ibu belum pernah
melakukan pemeriksaan laboratorium.

III. DATA OBJEKTIF


1. Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Composmentis

Keadaan emosional : Stabil

2. Pemeriksaan Tanda-tanda Vital

Tekanan darah : 150/94 mmHg

Nadi : 85 x/menit

Pernapasan : 20 x/menit

Suhu : 36,2° C

3. Pemeriksaan Antropometri

Berat badan : 71 kg

Tinggi badan : 145 cm

Lila : 30 cm

IMT : 33,37 (gemuk)

4. Pemeriksaan Fisik

Mata : konjungtiva tidak pucat dan sklera tidak ikterik

19
Hidung : terdapat pengeluaran lender cair karena ibu sedang pilek

Mulut : bibir tidak pucat dan mulut bersih

Leher : tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid

Payudara : simetris, putting susu menonjol, areola bersih, dan tidak

ada nyeri tekan

Abdomen : tidak ada luka bekas operasi

5. Pemeriksaan Obstetri
TFU 22 cm, di fundus teraba bokong, di sebelah kiri perut ibu teraba punggung
dan di sebelah kanan perut ibu teraba ekstremitas, bagian terendah teraba
kepala dan belum masuk PAP
DJJ 142x/menit, teratur
Pada vulva tidak ada oedema, tidak ada varices, tidak ada kondiloma, tidak ada
pengeluaran pervaginam, tidak ada haemoroid

IV. ANALISA

Ny. N usia 30 tahun G3P2A0 hamil 24 minggu dengan hipertensi kronik

Bayi Tunggal hidup, presentasi kepala

V. PENATALAKSANAAN
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan dalam keadaan baik. Ibu mengerti
2. Menganjurkan ibu untuk tentap memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi. Ibu
mengerti
3. Menganjurkan ibu untuk menjaga pola makan dan menghindari pemicu
tekanan darah tinggi khususnya mengurangi garam. ibu mengerti
4. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktifitas
yang berat. Ibu mengerti
5. Memberitahu ibu tentang tanda bahaya kehamilan trimester 2. Ibu mengerti
6. Mengingatkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang pada tanggal 16
Oktober 2023. Ibu mengerti

20
7. Mengantarkan ibu ke laboratorium. Hasil hemaglobin 11, 8 gr/dl, protein
urine 1 +, leukosit 3+
8. Mengantarkan ibu ke poli ispa untuk dikonsultasikan ke dokter atas keluhan
batuk pilek. Sudah dilakukan
9. Melakukan pendokumentasian. Sudah dilakukan

21
B. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL KUNJUNGAN II
Kunjungan Kedua : 26 September 2023

I. DATA SUBJEKTIF
1. Ibu mengatakan tidak ada keluhan dalam kehamilannya sekarang
2. Ibu mengatakan sudah tidak batuk pilek
3. Ibu mengatakan tidak diberikan obat penurun tekanan darah tinggi

II. DATA OBJEKTIF


1. Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Composmentis

Keadaan emosional : Stabil

2. Pemeriksaan Tanda-tanda Vital

Tekanan darah : 150/94 mmHg

Nadi : 85 x/menit

Pernapasan : 20 x/menit

Suhu : 36,2° C

3. Pemeriksaan Antropometri

Berat badan : 71 kg

4. Pemeriksaan Fisik

Mata : konjungtiva tidak pucat dan sklera tidak ikterik

Mulut : bibir tidak pucat dan mulut bersih

Leher : tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid

Payudara : simetris, putting susu menonjol, areola bersih, dan tidak

ada nyeri tekan

22
Abdomen : tidak ada luka bekas operasi

III. ANALISA
Ny. N usia 30 tahun G3P2A0 hamil 25 minggu dengan hipertensi kronik

IV. PENATALAKSANAAN
1. Menganjurkan ibu untuk tentap memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi. Ibu
mengerti
2. Menganjurkan ibu untuk menjaga pola makan dan menghindari pemicu
tekanan darah tinggi khususnya mengurangi garam. ibu mengerti
3. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktifitas
yang berat. Ibu mengerti
4. Menganjurkan ibu untuk minum air putih dengan cukup atau sekitar 2 liter per
hari dan menghindari minum teh dan kopi. Ibu mengerti
5. Mengingatkan ibu untuk tetap mengonsumsi vitamin C 85 mg, tablet Fe 60
mg, kalsium 500 gr, dan asam folat 400 mcg 1x1 yang sebelumnya diberikan
oleh puskesmas dengan rutin. Ibu mengerti
6. Mengingatkan ibu kembali untuk melakukan kunjungan ulang pada waktu
yang sudah ditentukan yaitu 16 Oktober 2023. Ibu mengerti
7. Melakukan pendokumentasian. Sudah dilakukan

23
C. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL KUNJUNGAN III
Kunjungan Ketiga : 03 Oktober 2023

I. DATA SUBJEKTIF
1. Ibu mengatakan tidak ada keluhan dalam kehamilannya sekarang
2. Ibu mengatakan sebelumnya ia sempat sakit akibat kelelahan beraktifitas

II. DATA OBJEKTIF


1. Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Composmentis

Keadaan emosional : Stabil

2. Pemeriksaan Tanda-tanda Vital

Tekanan darah : 140/91 mmHg

Nadi : 82 x/menit

Pernapasan : 21 x/menit

Suhu : 36,5° C

3. Pemeriksaan Antropometri

Berat badan : 71 kg

4. Pemeriksaan Fisik

Mata : konjungtiva tidak pucat dan sklera tidak ikterik

Mulut : bibir tidak pucat dan mulut bersih

Leher : tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid

Payudara : simetris, putting susu menonjol, areola bersih, dan tidak

ada nyeri tekan

Abdomen : tidak ada luka bekas operasi

24
V. ANALISA
Ny. N usia 30 tahun G3P2A0 hamil 26 minggu dengan hipertensi kronik

V. PENATALAKSANAAN
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan dalam keadaan baik. Ibu mengerti
2. Menganjurkan ibu untuk tentap memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi. Ibu
mengerti
3. Menganjurkan ibu untuk menjaga pola makan untuk menghindari tekanan
darah tinggi khususnya mengurangi garam. ibu mengerti
4. Menganjurkan ibu untuk mengonsumsi buah-buahan yang baik untuk tekanan
darah seperti pisang dan buah kiwi. Ibu mengerti
5. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktifitas
yang berat. Ibu mengerti
6. Mengingatkan ibu untuk tetap vitamin C 85 mg, tablet Fe 60 mg, kalsium 500
gr, dan asam folat 400 mcg 1x1 dengan rutin. Ibu mengerti
7. Mengingatkan ibu untuk tetap mengonsumsi obat penurun tekanan darah
nifedipine 30 mg 1x1 sesuai waktunya dengan rutin. Ibu mengerti
8. Memberikan KIE tentang bahaya hipertensi dalam kehamilan. Ibu mengerti
9. Mengingatkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang sesuai tanggal yang
sudah ditentukan. Ibu mengerti
10. Melakukan pendokumentasian. Sudah dilakukan

25
D. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL KUNJUNGAN IV
Kunjungan Ketiga : Jumat, 3 November 2023

I. DATA SUBJEKTIF
1. Ibu mengatakan tidak ada keluhan dalam kehamilannya sekarang
2. Ibu mengatakan sebelumnya sempat sakit akibat kelelahan beraktifitas di
acara luar rumah
3. Ibu mengatakan ia sudah mengurangi konsumsi teh dan kopi
4. Ibu mengatakan ia diberikan obat penurun darah tinggi saat melakukan
kontrol ulang kehamilan pada 27 Oktober 2023

II. DATA OBJEKTIF


1. Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Composmentis

Keadaan emosional : Stabil

2. Pemeriksaan Tanda-tanda Vital

Tekanan darah : 132/78 mmHg

Nadi : 82 x/menit

Pernapasan : 21 x/menit

Suhu : 36,5° C

3. Pemeriksaan Antropometri

Berat badan : 72 kg

4. Pemeriksaan Fisik

Mata : konjungtiva tidak pucat dan sklera tidak ikterik

Mulut : bibir tidak pucat dan mulut bersih

Leher : tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid

26
Payudara : simetris, putting susu menonjol, areola bersih, dan tidak

ada nyeri tekan

Abdomen : tidak ada luka bekas operasi

III. ANALISA
Ny. N usia 30 tahun G3P2A0 hamil 29 minggu dengan hipertensi kronik

IV. PENATALAKSANAAN
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan dalam keadaan baik. Ibu mengerti
2. Menganjurkan ibu untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi
khususnya air putih. Ibu mengerti
3. Menganjurkan ibu untuk menjaga pola makan dan menghindari pemicu
tekanan darah tinggi khususnya mengurangi garam. ibu mengerti
4. Mengingatkan ibu untuk tetap vitamin C 85 mg, tablet Fe 60 mg, kalsium 500
gr, dan asam folat 400 mcg 1x1 dengan rutin. Ibu mengerti
5. Mengingatkan ibu untuk tetap mengonsumsi obat penurun tekanan darah
nifedipine 10 mg 1x1 sesuai waktunya dengan rutin. Ibu mengerti
6. Memberikan KIE tentang bahaya kehamilan trimester 3. Ibu mengerti
7. Memberikan KIE tentang olahraga ringan yang bisa dilakukan oleh ibu hamil
seperti yoga, jalan pagi atau jalan sore, melakukan peregangan, dan Latihan
jongkok-berdiri dengan tumpuan Kasur atau meja. Ibu sudah melakukannya
dan merasa senang atas aktifitas barunya
8. Mengingatkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang sesuai tanggal yang
sudah ditentukan yaitu tanggal 14 November 2023. Ibu mengerti
9. Melakukan pendokumentasian. Sudah dilakukan

27
BAB IV

PEMBAHASAN KASUS

Penulis melakukan pengkajian pada tanggal 20 September 2023 sampai dengan 3


November 2023. Pengkajian pertama dilakukan di Puskesmas Kecamatan Makasar pada
tanggal 20 September 2023. Ny. N diperkirakan Hari Pertama Haid Terakhir di tanggal 6
April 2023 sehingga didapati taksiran persalinan tanggal 13 Januari 2024 dan usia
kehamilannya saat itu adalah 24 minggu, hal ini dihitung menggunakan rumus Neagle.
Saat melakukan pengkajian, didapati data Ny. N tidak sedag mengalami keluhan
dalam kehamilannya dan telah memenuhi kunjungan ANC diantaranya yaitu 2 kali
kunjungan pada trimester I, 1 kali kunjungan pada trimester II, dan diharapkan Ny. N dapat
memenuhi 3 kali kunjungan pada trimester III. Hal ini sesuai dengan (Kementerian
Kesehatan RI, 2020) Tahun 2020 kunjungan ANC diubah kembali oleh Kementerian
Kesehatan RI menjadi enam kali, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir
dan membantu menurunkan angka kem atian ibu dan bayi dengan mendeteksi adanya
tanda bahaya melalui kunjungan ANC.
Menurut (Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia 2018, 2018) Salah
satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI adalah dengan melakukan
pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas seperti kepatuhan kunjungan ANC di tiap
trimester.
Tingginya AKI dapat dipengaruhi oleh sikap ibu hamil yang didukung dengan
pengetahuan ibu terhadap kehamilannya yang merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi perubahan perilaku seseorang. Seseorang dengan pengetahuan yang baik,
maka akan memiliki motivasi diri untuk mengaplikasikannya dalam kehidupannya
(Prautami, 2019)
Pengetahuan mengenai kehamilan dapat diperoleh melalui penyuluhan tentang
kehamilan, pertumbuhan dan perkembangan janin, perawatan diri selama kehamilan, serta
tanda bahaya yang harus diwaspadai selama kehamilan (Wawan, 2017)
Berdasarkan pengkajian fisik yang dilakukan pada tangggal 20 September 2023,
berat badan Ny. N adalah 71 kg dan tinggi badannya adalah 145 cm. berdasarkan
perhitungan dengan rumus IMT, didaptkan hasil IMT Ny. I adalah 33,37 dengan kategori
gemuk. Hasil pengkuran LILA pada Ny. I didapatkan hasil 30 cm.

28
Penentuan status gizi pada ibu hamil menurut (Kementerian Kesehatan RI, 2015)
adalah normal jika lingkar lengan atas (LILA) ≥23,5 cm dan KEK jika LILA ≤23,5 cm
Menurut (Oktadianingsih, Irianto, Chandradewi, & Jaya, 2017) penambahan berat
badan ibu selama masa kehamilan terjadi karena adanya pertumbuhan janin, plasenta,
cairan amnion, dan perubahan metabolik ibu dan juga dipengaruhi oleh asupan zat gizi
ibu. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 menyatakan bahwa selama hamil,
ibu dianjurkan untuk mendapatkan asupan zat gizi dan energi yang cukup sesuai dengan
kebutuhannya selama masa kehamilan yang merupakan hal terpenting untuk proses
tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu.
Berdasarkan hasil pengkajian, didapati tekanan darah ibu yang selalu tinggi,
beberapa kali di atas 140/90 mmHg, sesuai dengan penelitian (Alatas, 2019) ibu hamil
dikatakan mengalami hipertensi ringan-sedang pada kehamilan apabila tekanan darahnya
≥140/90 mmHg. Dibagi menjadi ringan- sedang (140 – 159 / 90 – 109 mmHg) dan berat
(≥160/110 mmHg) dan Ny. N mengalami penurunan tekanan darah di akhir pengkajian
yaitu 132/78 mmHg setelah rutin mengonsumsi obat antihipertensi.
Ny. N mendapatkan terapi antihipertensi berupa nifedipine 10 yang diberikan oleh
Fasilitas Kesehatan untuk membantu menekan tekanan darah agar tidak terjadi
peningkatan yang membahayakan ibu serta janin.
Dalam penelitian (Alatas, 2019) pengobatan hipertensi dan kehamilan adalah
menggunakan obat nifedipine. Nifedipine digunakan secara luas pada hipertensi dalam
kehamilan, tetapi walaupun demikian pada brosur obat / SPC 2010 tidak dianjurkan pada
kehamilan sebelum 20 minggu dan pada ibu menyusui, di Indonesia obat nifedipin tersedia
di Formularium Nasional bentuk tablet 10 mg, tablet lepas lambat 20 mg dan tablet lepas
lambat 30 mg.
Preeklampsia merupakan suatu komplikasi dari hipertensi pada ibu hamil dan
merupakan keadaan timbulnya hipertensi yang disertai proteinuria yang terjadi setelah usia
kehamilan minggu ke-20 sampai minggu keenam setelah persalinan atau saat masa nifas.
Preeklampsia didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau
tekanan diastolik ≥ 90 mmHg sedangkan proteinuria didefinisikan sebagai ekskresi protein
dalam urin dengan kadar 300 mg/dl dalam urin tampung 24 jam atau dengan pemeriksaan
kualiatif ≥ 1+ pada pengambilan sampel urin secara acak. (Insani & Supriatun, 2020).
Hasil pengkajian lain yaitu ada pada abdomen, didapati TFU 22 cm, di fundus teraba
bokong, di sebelah kiri perut ibu teraba punggung dan di sebelah kanan perut ibu teraba

29
ekstremitas, bagian terendah teraba kepala, dan belum masuk PAP dan DJJ 142x/menit
frekuensi teratur.
Pengukuran tinggi fundus dilakukan pada setiap kali kunjungan antenatal bertujuan
untuk mendeteksi pertumbuhan janin yang sesuai atau tidak dengan usia kehamilan, jika
tinggi fundus tidak sesuai dengan usia kehamilan maka kemungkinan ada gangguan
pertumbuhan janin. Penilaian detak jantung janin (DJJ) dilakukan pada akhir trimester I
dan selanjutnya setiap kali melakukan kunjungan antenatal. DJJ terbilang lambat jika
kurang dari 120 kali/menit atau DJJ terbilang cepat jika lebih dari 160 kali/menit
menunjukkan adanya gawat janin (KEPMENKES NOMOR 91 TAHUN 2017).
Dari data yang telah didapatkan, sudah dilakukan cakupan kunjungan antenatal care
berupa 10 T dan diberikan tatalaksana sesuai dengan kondisi kehamilan ibu.
Ny. N melakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil kadar hemoglobin (Hb)
11,8gr dan sesuai dengan pendapat (WHO, 2017) di mana dikatakan aemia ibu hamil
mengalami anemia jika kadar haemoglobin dalam darah <11 gr% pada trimester I dan II,
sedangkan pada trimester III kadar haemoglobin ibu hamil <10.5 gr% dan anemia bisa
didefinisikan sebagai penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi Hb
dalam sirkulasi darah.
Anemia pada ibu hamil dapat dibantu atau diatasi dengan memberikan tablet tambah
darah pada kehamilan trimester II yang dikonsumsi sehari satu kali bagi ibu hamil dengan
kadar haemoglobin normal >11gr%, dan sehari dua kali bagi ibu hamil dengan kadar
haemoglobin rendah <10gr% (Achchadi, 2018).
Untuk hasil pemeriksaan urin terdapat leukosit positif 3 dan terdapat protein urine
positif [Link] penelitian (Santoso & Laila, 2019) Leukosit selama terjadi kehamilan
mengalami perubahan fungsi kemotaksis adheso polomurfonuklear akan menurun pada
awal trimester atau awal kehamilan dan dapat berlarut sepanjang masa kehamilan. Jumlah
leukosit dapat meningkat akibat stress fisiologis yang diinduksi oleh kehamilan,
sedangkan penyebab protein urine positif dikarenakan adanya konsumsi protein yang
berlebih, demam tinggi, aktifitas fisik yang berat atau bisa juga disebabkan akibat
gangguan ginjal dan infeksi pada saluran kemih.
Ny. N dirujuk dan diberikan obat antihipertensi untuk menekan peningkatan tekanan
darahnya.
Dalam penelitian (Yana, Brata, & Irawati, 2023) dikatakan European Society of
Cardiology (ESC) 2018 merekomendasikan pemberian terapi antihipertensi pada semua
wanita yan terjadi peningkatan tekanan darah persisten pada nilai >140/90 mmHg hingga

30
>150/95 mmHg, termasuk pada wanita hamil dengan hipertensi gestasional (dengan atau
tanpa proteinuria), hipertensi kronik superimposed hipertensi gestasional, dan hipertensi
dengan gejala atau kerusakan organ subklinis tanpa usia kehamilan yang dikecualikan dan
dalam penelitian yang sama, dikatakan American College of Obstetricians and
Gynecologist (ACOG) 2019 menyatakan pilihan terapi antihipertensi yang dapat diberikan
pada klien dengan preeklampsia adalah labetalol, hidralazin dan nifedipin.
Hal serupa juga dikatakan dalam penelitian (Alatas, 2019) yaitu obat yang umum
digunakan dalam pengobatan hipertensi pada kehamilan adalah labetalol, methyldopa,
nifedipine, clonidine, diuretik, dan hydralazine dan dalam penelitian dikatakan bahwa
menurut ACC/AHA 2017 dan ESC/ESH 2018 obat antihipertensi pada kehamilan yang
direkomendasikan hanya labetalol, methyldopa dan nifedipine, sedangkan yang dilarang
adalah ACE inhibitor, ARB dan direct renin inhibitors (Aliskiren) (Whelton, Carey,
Aronow, Casey, & et al., 2017).

31
BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dalam pelaksanaan studi kasus ini, penulis telah memberikan asuhan kebidanan
kehamilan secara partial. Kesimpulan yang diberikan adalah sebagai berikut:

1. Pengkajian data telah dilakukan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan Ny.
N
2. Analisa masalah dan diagnose kebidanan pada ibu hamil telah dilaksanakan
sehingga penatalaksanaan masalah dan kebutuhan Ny. N dapat teratasi
3. Diagnosa kebidanan potensial pada ibu hamil telah dilakukan berdasarkan
pengkajian
4. Perencanaan dan penatalaksanaan pada ibu hamil telah dilakukan berdasarkan
Analisa dan kebutuhan Ny. N
5. Evaluasi Tindakan pada ibu hamil berdasarkan perencanaan dan penatalaksanaan
telah dilakukan sesuai kebutuhan
6. Pendokumentasian dengan metode SOAP asuhan kebidanan pada kehamilan telah
dilakukan

B. SARAN
1. Untuk Penulis
a. Diharapkan penulis dapat menerapkan teori yang sudah didapatkan secara
benar dalam membantu klien metode untuk menghadapi kehamilan dengan
hipertensi kronik dengan berlandaskan pada teori yang kredibel.
b. Diharapkan penulis dapat menggunakan media tambahan dalam
mengajarkan kepada klien dalam menerapkan metode untuk mengurangi
risiko komplikasi pada kehamilan dengan hipertensi kronik
2. Untuk Puskesmas Kecamatan Makasar
Diharapkan untuk dapat memberikan promosi Kesehatan serta dapat mengajarkan
atau memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan oleh ibu hamil dengan
hipertensi kronik dalam mengantisipasi adanya risiko komplikasi.

32
DAFTAR PUSTAKA

Achchadi, E. (2018). Pedoman Pelatalaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah.

Alatas, H. (2019, Oktober). Hipertensi pada Kehamilan. Herb-Medicine Journal, 2(2), 27-51.

Arikah, T., Rahardjo, T., & Widodo, S. (2020). Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Ibu
Hamil di Puskesmas Kramat Jati Jakarta Timur. Jurnal Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(2), 115-124.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2022). Pedoman Perencanaan dan Penganggaran


Terintegrasi Kesehatan Reproduksi (PTT-Kespro) untuk Percepatan Penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI) vERSI 2.0.

Braunthal, S., & Brateanu, A. (2019). Hypertention in Pregnancy: Pathophysiology and


Treatment. SAGE Open Medicine, 2, 1-15.

Chaurullisa, G., & Kurmalasari, N. (2022). Pemberian Buah Naga Merah Pada Ibu Hamil
Trimester III Atas Indikasi Anemia Ringan di Puskesmas Geyer 1. TSJKeb_Jurnal,
7(1), 36-41.

Cholifah, S., & Rinata, E. (2022). Buku Ajar Kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan. Sidoarjo:
UMSIDA Press.

Insani, U., & Supriatun, E. (2020). Determinan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di
Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Dukuhwaru Slawi. Jurnal Ilmiah Kesehatan
Keperawatan, 16(2), 81-90.

Jufri, d. (2012). Gaya Hidup yang Berhubungan Dengan Terjadinya Hipertensi Pada Pasien
Rawat Jalan Puskesmas Ranaikang Kecamatan Sinjai Timur. Sinjai.

Kementerian Kesehatan. (2021, September). Maternal Perinatal Death Notification (MPDN).

Kementerian Kesehatan RI. (2015). Pedoman Gizi Seimbang.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2018. Indonesia Health Profile,
207.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, dan Bayi
Baru Lahir di Era Adaptasi Baru. 98.

33
KEPMENKES NOMOR 91 TAHUN 2017. (n.d.). Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 91 Tahun 2017 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran
Tata Laksana Komplikasi Kehamilan.

Mannan, H., Wahiduddin, & Rismayanti. (2012). Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Wilayah
Kerja Puskesmas Bangkala Kabupaten Jeneponto . Jeneponto.

Mardiana, E., Musa, S., & Lestari, M. (2022). Jurnal JKFT. Jurnal JKT: Universitas
Muhammadiyah Tangerang, 7(1), 54-58.

Masriadi, Idrus, H. H., & Baharuddin, A. (2022). Determinan Epidemiologi Kejadian


Hipertensi Kehamilan. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 5(2), 592-601.

Ningsih, E. (2018). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Hamil Trimester III dengan Keteraturan
Kunjungan ANC. Jurnal Midpro, 9(2), 2-5.

Oktadianingsih, D., Irianto, Chandradewi, A., & Jaya, I. K. (2017). Penambahan Berat Badan
Ibu Hamil Terhadap Berat Bayi Lahir di Kota Mataram. Jurnal Gizi Prima, 2(2), 76-
85.

Prautami, E. (2019). Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Dalam Kunjungan Antenatal Care di
Klinik Abi Ummi DW Sarmadi Palembang. Journal Midwifery Ners, 1(3), 7-12.

Safitri, A., & Djaiman, S. P. (2021). Hubungan Hipertensi Dalam Kehamilan dengan Kelahiran
Prematur: Metaanalisis. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 31(1), 27-
38.

Santoso, A. P., & Laila, M. (2019). Hubungan Leukosit Dengan Protein Urine Pada Ibu Hamil
Trimester III di Puskesmas Klampis Bangkalan Madura. MTPH Journal, 3(2), 101-106.

Sinambela, M., & Sari, N. M. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hipertensi Pada
Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu
Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), 1(1), 12-19.

Suparji, Nugroho, S. H., Karwati, & Arna, D. Y. (2020). Determinan Kejadian Hipertensi
Dalam Kehamilan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 13(2), 330-333.

Tyastuti, S., & Wahyuningsih, H. P. (2016). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta:


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

34
Walidah. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada Kehamilan di
Poli Klinik Obstetri Ginekologi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang.
Manado.

Wawan, D. (2017). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia.
Yogyakarta: Nuha Media.

Whelton, P., Carey, R., Aronow, W., Casey, D., & et al. (2017).
ACC/AHA/AAPA/ABC/ACPM/AGS/APhA/AS H/ASPC/NMA/PCNA Guideline for
the Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in
Adults: A Report of the American College of Cardiology /American Heart Association
Task Force on Clinical. Hypertension.

WHO. (2017). The Global Prevelenve of Anemia in 2011.

Yana, A. U., Brata, C., & Irawati, S. (2023). Study of the Use Antihypertentives in Outpatients
Preeclampsia at the Polyclinic RSIA Bantuan 05.08.05 Surabaya. Jurnal Kesehatan,
14(2), 1-10.

35
LAMPIRAN

1. Informed Consent

36
2. Leaflet

37
3. Lembar Konsultasi

38
39
4. Bukti kunjungan

Kunjungan 1: 20 September 2023 Kunjungan 2: 26 September 2023

Kunjungan 3: 3 Oktober 2023 Kunjungan 4: 3 November 2023

40

Anda mungkin juga menyukai