Preferensi Nasabah KPR Syariah BTN
Preferensi Nasabah KPR Syariah BTN
(KPR) SYARIAH
(Studi Pada Bank BTN Syariah Cabang Bogor)
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Syari’ah dan Hukum
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (SE. Sy)
Oleh:
WASILATUL ALIAH
NIM : 206046103894
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan skripsi ini telah saya
3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya
atau merupakan hasil plagiasi dari karya orang lain, maka saya bersedia
Gelar Akademik.
Wasilatul Aliah
iii
ABSTRAK
iv
KATA PENGANTAR
syukur ke hadirat Ilahi Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat dan salam
semoga tercurah untuk Nabi Besar Muhammad saw, keluarga, dan sahabatnya
hasil usaha penulis sendiri, tetapi juga karena bantuan dan motivasi dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-
vi
4. Bapak Dr. Djawahier Hejazziey,S.H.,M.A, Koordinator Teknis Program Non
Reguler dan Bapak Drs. H. Ahmad Yani,[Link], Sekretaris Teknis Program
Non Reguler Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
5. Bapak Dr. H. Supriyadi Ahmad, M.A, dosen pembimbing skripsi penulis,
terima kasih atas dukungan, doa, waktu, dan motivasi bapak sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
6. Terima kasih kepada Direksi dan Staf Bank BTN Syariah Cabang Bogor yang
telah banyak membantu dan meluangkan memberikan informasi dan data
dalam menyelesaikan skripsi ini.
7. Staf perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum, terutama kepada bapak
Zuhri.S.I,P. dan Kak Farhan, terima kasih atas kemudahan, arahan, dan
bantuannya kepada penulis dalam memperoleh data-data kepustakaan dalam
penulisan skripsi ini.
8. Staf Kordinator Teknis Program Non Reguler, Kak Syafii S.E.I dan kak
Vida S. Ag, terima kasih atas semua informasi yang diberikan selama
penulisan skripsi ini berlangsung.
9. Orang tuaku tercinta. Ayahandaku H. Ahmad Maher dan Ibundaku Hj. Sri
Nurleli, terimakasih karena engkau aku bisa menjadi seperti sekarang,
makasih atas support dan doa yang tulus kepada penulis. Untuk ke empat
kakakku (Kak Yun, Yu Dida, Yu Melli dan Kak Wiwit), adikku tercinta
yang saat ini sangat penulis rindukan (alm Muhammad Fathoni) serta kakak
iparku dan ponakanku (Kak Ifa dan Naura) terima kasih atas curahan cinta
dan kasih sayangnya, yang tiada henti mendoakan, menyemangati baik moril
maupun materil kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
10. Untuk Haris Sunandar terimakasih karena doa dan semangat dari kamu
penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. Makasih tuk semuanya.
11. Untuk Kel besar PT Christalenta Pratama, terimakasih atas doa, bantuan dan
pengertiannya selama ini.
vii
12. Untuk Teman-teman seperjuanganku, PS.C, Semangat ya semoga kalian
semua secepatnya menyusul kita amien ya Rabb dan untuk sahabat-sahabatku,
Du, Mitra, Dita, Devi dan 5 Star, dan semua teman-teman yang tidak bisa
saya sebutkan satu persatu, terima kasih untuk dukungannya sehingga penulis
bisa menyelesaikan skripsi ini.
Semoga semua pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi ini
mendapat pahala yang melimpah dari Allah swt dan menjadi amal jariah bagi
mereka. Amien.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari
sempurna. Namun, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan
Penulis
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................................i
LEMBAR PERNYATAAN.....................................................................................iii
ABSTRAK................................................................................................................iv
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................v
KATA PENGANTAR.............................................................................................vi
DAFTAR ISI...........................................................................................................ix
DAFTAR LAMPIRAN...........................................................................................xii
DAFTAR TABEL...................................................................................................xiii
BAB I PENDAHULUAN
E. Kerangka Teori......................................................................................11
F. Pengajuan Hipotesis...............................................................................12
G. Metode Penelitian...................................................................................14
H. Sistematika Penulisan............................................................................19
A. Preferensi Nasabah...................................................................................21
ix
B. KPR Syariah.............................................................................................22
Syariah....................................................................................................66
D. Pengujian Hipotesis................................................................................84
E. Analisis Data.........................................................................................87
ix
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................89
B. Saran........................................................................................................91
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................93
LAMPIRAN..............................................................................................................95
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 4 Surat Keterangan Dari Pihak Bank Bahwa Penulis Sudah Melakukan
Lampiran 5 Data Hasil Wawancara Oleh Salah Satu Staf Marketing Bank BTN
Syariah...............................................................................................100
Lampiran 8 Syarat Pembiayaan KPR BTN iB Pada Bank BTN Syariah Cabang
Bogor.................................................................................................106
Lampiran 9 Lembar Formulir Pembiayaan KPR Syariah Pada Bank BTN Syariah
Cabang Bogor....................................................................................107
xii
DAFTAR TABEL
xiii
Tabel 4.2 Data Nasabah Berdasarkan Usia.............................................................54
Tabel 4.10 Data Nasabah Berdasarkan Seberapa Sering Nasabah Mendengar Tentang
KPR Syariah.............................................................................................64
Tabel 4.11 Data Berdasarkan Sumber Informasi yang Didapatkan Oleh Nasabah
Syariah......................................................................................................67
xiv
Tabel 4.13 Pendapat Nasabah Tentang Prosedur KPR Syariah................................68
Tabel 4.15 Preferensi Nasabah Terhadap Sarana dan Prasarana yang Terdapat Di
Tabel 4.16 Preferensi Nasabah Terhadap Pelayanan yang Di Berikan Oleh Bank
BTN Syariah............................................................................................72
Tabel 4.17 Pendapat Nasabah Mengenai Apakah Mekanisme Di Bank BTN Syariah
KPR Syariah............................................................................................74
Tabel 4.19 Pendapat Nasabah Mengenai Kedudukan KPR Syariah Dengan Lembaga
Lainnya/Konvensional.............................................................................75
Tabel 4.20 Pendapat Nasabah Mengenai Prospek KPR Syariah Pada Masa yang
Akan Datang............................................................................................76
Tabel 4.23 Pendapat Nasabah Mengenai Apakah Nasabah Akan Menggunakan KPR
xv
Tabel 4.24 Pendapat Nasabah Apakah yang Di Dapatkan Oleh Nasabah Pada Saat
Tabel 4.25 Pendapat Nasabah Apakah Nasabah Menggunakan KPR Lain Selain KPR
Syariah......................................................................................................83
xvi
PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi yang berjudul Preferensi Nasabah Terhadap KPR Syariah (Studi Pada
Bank BTN Syariah Cabang Bogor), telah diujikan dalam sidang munaqasyah
Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal
September 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Program Strata 1 (S1) pada Program Studi Muamalat
(Ekonomi Islam)
v
DEPARTEMENT KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
SURAT PERNYATAAN
benarnya.
Melli Hayati
BAB 1
PENDAHULUAN
Dalam dunia perbankan di Indonesia saat ini, Perbankan Syariah sudah tidak
lagi dianggap sebagai tamu asing. Hal ini disebabkan kinerja dan kontribusi
selama 10 tahun terakhir. Kinerja ini semakin nyata ketika badai krisis ekonomi
data menunjukkan bahwa pada akhir 1996, jumlah keseluruhan kantor pusat,
kantor cabang, kantor capem, maupun kantor kas, yaitu 41 kantor. Bulan januari
dan dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat (kurang lebih 225 juta
pertumbuhan penduduk yang semakin pesat namun lahan yang tersedia semakin
1
Imam Hilman dkk, Perbankan Syariah Masa Depan,(Jakarta, Senayan Abadi Publishing,
2003), h. 3-4
2
Artikel diakses pada 15 Juni 2010 dari [Link]
2
terbatas dapat mengakibatkan tingginya harga tanah dan rumah, hal ini dapat
menjadikan beban bagi mereka yang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal.
Dalam hal ini bank memegang peranan penting dalam memperlancar proses
kebutuhan akan perumahan, selain itu bank juga melayani kebutuhan pembiayaan
perekonomian.
sempat mengalami goncangan ketika terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997.
depresi hebat dan bahkan tidak sedikit bank konvensional tutup akibat
dilikuiditasi hingga mencapai 55 bank pada bulan juli 1997 sampai dengan 13
3
Zainul Arifin, Memahami Bank Syariah Lingkup, Peluang, Tantangan, dan Prospek,
(Jakarta: Al Fabet, 1999), Edisi Pertama, [Link]-1, h. Vii
3
Keadaan ekonomi yang belum pulih akibat krisis ekonomi hingga saat ini
berdamapak pada tingkat kestabilan ekonomi yang lamban dan penurunan tingkat
hajiat yang semakin hari semakin terjadi peningkatan harga. Kebutuhan sandang,
pangan, dan papan harus terus terpenuhi. Oleh karena itu bank syariah
kebutuhan yang amat penting dan merupakan salah satu tujuan pembangunan
Selama ini penyediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu
penyelenggaraan KPR ini terlibat unit-unit usaha lain, seperi Perseroan Terbatas
(PT), yang menyediakan lokasi tanah pembangunan rumah. Hal yang ditetapkan
dalam KPR antara lain harga jual kontan, uang muka, suku bunga, angsuran
bulanan dan benda-benda lain yang harus dibayar oleh pembeli (debitur).
4
Chuzaimah T Yanggo dan Haifiz Anshary AZ, Problematika Hukum Islam Kontemporer
cet. III, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1997), h. 51
4
produk dan jasa keuangan syariah dengan menggunakan akad yang bervariasi
juga. Produk dan jasa tersebut meliputi produk dan jasa untuk pendanaan,
Produk dan jasa tersebut sangat mirip dengan produk dan jasa yang
belakangnya yang menunjukan bahwa produk atau jasa tersebut adalah produk
atau jasa yang menggunakan prinsip syariah (Islamic), misalnya tabungan atau
savings account diberi nama savings account-I, pembiayaan proyek atau project
pendapatan bukan hanya jumlah pembiayaan yang diberikan, tetapi pada dasarnya
adalah berapa cepat turn over pembiayaan tersebut dilakukan. Yang paling utama
yaitu apabila bank syariah menyalurkan dananya dalam piutang yang timbul dari
5
Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta, ([Link] Persada, 2001), h. 145-
146
5
transaksi jual-beli seperti murabahah, salam, istishna dan juga transaksi sewa-
menyewa (ijaroh).6
Alasan utama masyarakat untuk menjadi nasabah bank syariah adalah alasan
memilih bank secara umum. Jenis produk perbankan syariah yang banyak
dan dukungan kebijakan yang kuat. Oleh karena, itu penulis menulis skripsi
permasalahan yang harus diuji kembali secara luas. Untuk itu penulis
6
Hasbi Ramli, Analisa Pembiayaan dan Income Statement pada Lembaga Keuangan Syariah
(Jakarta, Fakultas Syariah dan Hukum UIN, 2004), h. 1
6
yaitu:
2. “Nasabah” dalam skripsi ini dibatasi pada orang yang menggunakan jasa KPR
sebagai berikut:
Agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi Bank BTN Syariah
2. Bagi Pembaca:
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumbangan yang berguna
lapangan .
1. Dian Lestari, Analisa Pembiayaan KPR BTN Syariah (Studi kasus: Bank BTN
Skripsi ini disusun oleh Dian Lestari. Skripsi ini membahas tentang
BTN Syariah dan menganalisis dengan persentasi (pendekatan base lending rate),
selama komponen dan data-data perhitungan yang dipergunakan dan proses untuk
menghasilkan persentasi tersebut tidak mengandung unsur riba dan sesuai syariah
maka penetapan margin dengan persentasi ini tidaklah salah, dan perlakuan
akuntansi pembiayaan KPR BTN Syariah mengacu pada akuntansi syariah PAP
Skripsi ini disusun oleh Muhammad Khusnul Hakim, ini membahas tentang
dari responden ibu RT, responden bisnis, dan responden pegawai swasta. Hasil
dari responden ini adalah bahwa nasabah potensial dari bank syariah adalah masa
terhadap KPR dengan system syariah (y). dan hasil penelitian menunjukan bahwa
KPR Syariah (studi kasus pada unit usaha syariah [Link] Permata TBK),
2003
Skripsi ini disusun oleh Mahfuddin, skripsi ini membahas tentang kesesuaian
(Studi Kasus Bank Syariah Mandiri dan Bank Muammalat Indonesia Cabang
Jakarta, 2001
Tesis ini disusun oleh Nurul Hasana, tesis ini membahas tentang bagaimana
Dimana dalam tesis ini menyebutkan bahwa ditinjau dari sudut pandang nilai-
nilai Islam, teori akad pembiayaan murabhah baik dalam bentuk yang telah
dijabarkan oleh para ulama klasik dan kontemporer maupun dalam bentuk
10
perundang-undangan atau keputusan atau fatwa, sudah sangat sesuai dengan nilai-
nilai Islam. Metode yang digunakan oleh penulis yaitu menggunakan metode
kuantitatif.
Tesis ini disusun oleh Sofyan Abas, tesis ini membahas bagaimana konsep
transaksi pembiayaan murabahah di BMI Tbk cabang Ternate, pihak bank telah
yaitu melalui analisis yang mendalam terhadap prisip 5C yaitu: watak, modal,
kemampuan dalam hal pelunasan pembiayaan, kondisi ekonomi dari usaha yang
digunakan sebagai sumber pelunasan, dan terakhir adalah jaminan yang diberikan
yang digunakan penulis dalam menulis tesis ini yaitu metode kualitatif.
Namun dari semua skripsi atau tesis yang saya gunakan sebagai acuan pokok
bahasannya masih terlalu umum sehingga penulis membatasi penulisan skripsi ini
syariah.
11
E. Kerangka Teori
pemukiman atau tempat tinggal, apa yang dimaksud dengan KPR Syariah, dan
bab 1 bahwa yang dimaksud rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai
perumahan adalah tempat yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau
Yang dimaksud dengan KPR Syariah yaitu menurut Undang Undang Perpres
membiayai pembelian rumah yang siap huni yang sesuai dengan syariat Islam.8
Akad yang digunakan dalam mekanisme pemberian KPR Syariah yaitu akad
Murabahah. Murabahah adalah istilah dalam Fikih Islam yang berarti suatu
bentuk jual beli tertentu ketika penjual menyatakan biaya perolehan barang,
7
UUNo4tahun1994PerumahandanPemukiman://[Link]/ditjen_mukim/peraturan/perumah
an dan pemukiman/4 1992a pdf
8
Artikel diakses pada 15 Juni 2010 dari [Link] [Link]
12
meliputi harga barang dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk memperoleh
F. Pengajuan Hipotesis
Hipotesis tidak lain adalah jawaban sementara yang digunakan penulis dalam
penelitian yang sebenarnya masih harus duji kebenarannya. Hipotesis bisa saja
benar dan bisa juga salah. Ini akan diuji oleh penulis dengan seniri sehingga akan
didapat suatu kesimpulan, apakah hipotesa dapat diterima atau ditolak. Untuk
Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel
rxy = N XY ( X )( Y )
{N X 2 ( X ) 2 }{N Y 2 ( Y
)2}
Keterangan:
9
Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta, ([Link] Persada, 2001) hal:81-
82.
13
N : Jumlah responden
ΣX : Nasabah
operasional)
Langkah 2 : Menentukan tingkat signifikan dan nilai krisi (df). Dimana tingkat
G. Metode Penelitian
penelitian yang informasinya atau datanya diolah dengan data statistic. Didalam
data-data yang ada kemudian dianalisis lebih lanjut untuk kemudian ditarik
a. Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari nasabah berupa
10
Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta, Vi Press 1984), cet ke 3, hal:
262.
15
b. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari laporan-laporan atau data-
skripsi ini.
3. Jenis Penelitian
langsung ke tempat objek penelitian, yaitu bank BTN Syariah dan meneliti
a. Wawancara
16
diteliti.
c. Angket
Yaitu penulis mengambil data atau informasi yang diinginkan dengan cara
ini nasabah KPR BTN Syariah setiap pertanyaannya pada angket tersebut
d. Studi Dokumenter
data histories.11
5. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang diteliti yaitu bank BTN Syariah cabang Bogor
11
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: ALFABETA, 2005)
17
a. Populasi
nasabah KPR Syariah Cabang Bogor Yaitu nasabah yang aktif selama 6
bulan terakhir yaitu dari tahun 2004 – 2009 sebanyak 500 nasabah.
10% dari populasi 500 nasabah yaitu sebanyak 50 nasabah. Hal ini
subjek kurang dari 100 nasabah, maka lebih baik diambil semua sehingga
subjeknya lebih dari 100 nasabah, maka dapat diambil antara 10%-15%
dan 20%-25%12.
12
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta, PT Renika
Cipta, 2002), cet ke 13, h. 112
18
7. Penentuan Variabel
diperoleh suatu kesimpulan. Dari hasil penelitian dibuat table frekuensi relatif
dengan rumus13:
F
P= X 100%
N
Dimana:
P : Persentase
Adapun pedoman yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah merujuk
pada pedoman penulisan skripsi, tesis dan disertasi Fakultas Syariah dan Hukum
13
Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta, Vi Press 1984), cet ke 3, h. 264
19
H. Sistematika Penulisan
sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
sistematika penulisan.
Syariah.
20
Dalam bab ini penulis akan menganalisis data yang didapat dari hasil
BAB V : PENUTUP
dilakukan.
21
BAB II
A. Preferensi Nasabah
Schiffman dan Kanuk menyatakan sikap adalah ekspresi perasaan (Inner Feeling)
yang mencerminkan apakah seseorang senang atau tidak senang dan setuju atau
tidak setuju terhadap suatu objek.14 Dalam konsep perilaku konsumen, persepsi
dari suatu objek yang sama dapat diartikan berbeda-beda karena pada dasarnya
14
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, (Jakarta, Prehalindo : 2000) ed.10 h.154.
22
produk, harga dan lainnya dapat disajikan dalam bentuk titik dalam suatu peta atau
ruang multidimensi.15
menggunakan sebuah produk barang atau jasa dengan sumber daya terbatas, maka
ia harus memilih alternative sehingga nilai guna atau utilitas yang diperoleh
mencapai optimal.16
Jadi preferensi adalah proses seseorang dalam memilih suatu informasi yang
lebih disukai. Preferensi konsumen dapat diartikan sebagai kesukaan, pilihan atau
suatu yang lebih disukai oleh konsumen. Yang dalam hal ini adalah nasabah KPR
Syariah.
B. KPR Syariah
Salah satu skim fiqih yang paling popular digunakan oleh perbankan syariah
adalah skim jual-beli murabahah. Transaksi murabahah ini lazim dilakukan oleh
Rasulullah SAW. Dan para sahabatnya. Secara sederhana, murabahah berarti suatu
15
Titis Shinta Dhewi, Analisis Penentuan Posisi Merek Mobil Jenis Cry Car Berdasarkan
Persepsi Dan Preferensi Konsumen Di Kota Malang, (Jakarta, Jurnal Ekonomi Dan Manajemen :
2005).
16
Sri Hartoyo, Persepsi, Preferensi Dan Perilaku Masyarakat Dan Lembaga Penyedia Jasa
Terhadap Pembayaran Non Tunai, (Jakarta, Jurnal Ekonomi Bank Indonesia : 2006)
23
nominal rupiah tertentu atau dalam bentuk persentase dari harga pembeliannya,
Dalam mekanisme KPR Syariah tidak menggunakan sistem kredit yang biasa
Jadi singkatnya, murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan
harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan
pembeli. Akad ini merupakan salah satu bentuk natural certainty contracts, karena
ingin diperoleh).
pada biaya tersebut.18 Misalnya, si Fulan membeli unta 30 dinar, biaya-biaya yang
17
Ibnu Abidin, Rad al‐Mukhtar ‘al Ardh al‐Mukhtar, VI, h. 19‐50; al‐Kurtubi,
Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, II, h. 211.
18
Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, II, h. 293.
24
Dalam daftar istilah Buku Himpunan Fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional)
membayarnya dengan harga yang lebih sebagai laba. Sedangkan dalam PSAK 59
adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan
Murabahah merupakan bagian terpenting dari jual beli dan prinsip akad ini
mendominasi pendapatan bank dari produk-produk yang ada di semua bank Islam.
Dalam Islam, jual beli sebagai sarana tolong menolong antara sesama umat
sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku
dengan suka sama suka diantara kamu ….” (QS An-Nisa [4]:29)
19
(DSN, 2003:311)
25
nilai moral, sehingga semua transaksi bisnis yang bertentangan dengan kebajikan
tidaklah bersifat Islami. Sebagai contoh, setiap perdagangan atau penjual harus
menyatakan kepada pembeli bahwa barang atau benda tersebut layak dipakai dan
tidak cacat, atau seandainya ada cacat maka itu pun harus diungkapkan dengan
jelas.
mereka tidak terpisah. Apabila mereka itu berbicara benar dan menjalankannya,
maka transaksi itu akan diberkahi, tetapi bila mereka saling menyembunyikannya
dan berdusta, maka berkah atas transaksi mereka itu akan pupus”(HR Bukhari).
ﱠ َأ
َﺣ ﱠﺪَﺛﻨَﺎ ُﺑﻮ َﺳ َﻠَﻤ َﺔ َﻳْﺤَﻴ ﻰ ْﺑُﻦ َﺧَﻠٍﻒ َﺣ ﱠﺪَﺛﻨَﺎ ِﺑْﺸ ُﺮ ْﺑُﻦ اْﻟُﻤ ﻔَﻀ ِﻞ َﻋ ْﻦ َﻋْﺒِﺪ ِﻪﱠﻠﻟا ْﺑِﻦ ُﻋْﺜَﻤﺎَن ْﺑِﻦ ُﺧ َﺜْﻴٍﻢ َﻋْﻦ
ِإ ْﺳ َﻤ ِﻌﻴَﻞ ْﺑِﻦ ُﻋَﺒْﻴِﺪ ْﺑِﻦ
ﻲ َﺻﱠ ﻰﻠ ُﻪﱠﻠﻟا َﻋ َﻠْﻴِﻪ َو َﺳﱠ ﻠَﻢ ِإ ﻰَﻟ اْﻟُﻤ َﺼﱠ ﻰﻠ َأ
َﻳﺎ َﻣْﻌَﺸ َﺮ اﻟﺘﺠﺎِر
َﻓ ﺎْﺳ َﺘَﺠﺎُﺑﻮا
َﻳَﺘَﺒﺎَﻳُﻌﻮَن ﻧﱠُﻪ َأَﺧَﺮَج َﻣ َﻊ اﻟ ﱠﻨِﺒ ﱢ
ﻓَﻘَﺎَل َﻓ َﺮ ى اﻟﱠﻨﺎَس
َﻳْﻮَم اْﻟﻘَِﻴﺎَﻣِﺔ ُﻓﺠﺎًر ا ِإﺎﻟ َﻣْﻦ ِﻟَﺮ ُﺳ ﻮِل اﻟﻠِﻪ َﺻﻠﻰ ُﻪﱠﻠﻟا َﻋَﻠْﻴِﻪ َوَﺳ ﻠَﻢ َوَرﻓَُﻌ ﻮا ْﻋَﻨﺎَﻗُﻬْﻢ ِإَﻟْﻴِﻪ ﻓَﻘَﺎَل ِإنﱠ اﻟﺘﺠﺎَر
َأ
ُﻳْﺒَﻌُﺜﻮَن َو َأْﺑَﺼ ﺎَرُه ْﻢ
َﺎ َأ اﱠﺗَﻘ ﻰ
َﻪﱠﻠﻟا َو َﺑﺮﱠ َوَﺻ َﺪﻗَﻘ َل ُﺑﻮ ﻋِﻴﺴَﻰ َه َﺬ ا َﺣِﺪﻳٌﺚ َﺣ َﺴ ٌﻦ َﺻ ِﺤ ﻴٌﺢ َو ُﻳَﻘ ﺎُل ِإْﺳَﻤِﻌﻴُﻞ ْﺑُﻦ ُﻋَﺒْﻴِﺪ ِﻪﻠﱠﻟا ْﺑِﻦ
ﻓَﺎَﻋَﺔ َأ
ْﻳًﺾ ِر
20
Mohammad Rifai, dkk, Terjemahan Khulashah Kifayatul Akhyar, ( Semarang: CV. Toha
Putra Semarang, 1978), hal: 192.
26
Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Yahya bin Khalaf telah
menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadhdhal dari Abdullah bin Utsman bin
Khutsaim dari Isma'il bin Ubaid bin Rifa'ah dari ayahnya dari kakeknya bahwa ia
pernah keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menuju tempat shalat,
lalu beliau melihat orang-orang melakukan transaksi jual beli, beliau pun
shallallahu 'alaihi wasallam dan mengangkat leher dan pandangan mereka kepada
pada hari kiamat sebagai orang-orang yang berdosa kecuali yang bertakwa kepada
Allah, berbuat baik serta jujur." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih. Isma'il
bin Ubaid bin Rifa'ah dipanggil juga dengan Isma'il bin Ubaidullah bin Rifa'ah.
َﺣ ﱠﺪَﺛﻨَﺎ َهﱠﻨﺎ ٌد َﺣ ﱠﺪَﺛﻨَﺎ َﻗ ِﺒﻴَﺼ ُﺔ َﻋْﻦ ُﺳ ْﻔَﻴﺎَن َﻋْﻦ ِﺑﻲ َﺣْﻤ َﺰَة َﻋْﻦ اْﻟَﺤَﺴ ِﻦ َﻋْﻦ ِﺑﻲ َﺳ ِﻌﻴٍﺪ
َأ َأ
ﻟﺸَﻬ ﺪَاِء
اﻟﺼﺪﱢﻳِﻘ ﻴَﻦ وَا ﱡ
اﻟﺼُﺪوُق اَﺄْﻟِﻣ ﻴُﻦ َﻣَﻊ اﻟﱠﻨِﺒﱢﻴﻴَﻦ َو ﱢ
ﻲ ﱠَﺻ ﻰﻠ ُﻪﱠﻠﻟا َﻋَﻠْﻴِﻪ َوَﺳ ﻠَﻢ ﻗَﺎَل اﻟﱠﺘﺎِﺟ ُﺮ ﱠ
َﻋْﻦ اﻟ ﱠﻨِﺒ ﱢ
ﻗَﺎَل َأُﺑﻮ ِﻋ ﻴَﺴ ﻰ َهَﺬا َﺣِﺪﻳٌﺚ َﺣ َﺴ ٌﻦ ﺎَﻟ َﻧْﻌِﺮﻓُُﻪ ِإﺎﻟ ِﻣْﻦ َهَﺬا اْﻟَﻮْﺟِﻪ ِﻣْﻦ َﺣِﺪﻳِﺚ اﻟﺜﱠْﻮِريﱢ َﻋْﻦ َأِﺑﻲ
َأ
َﺣ ْﻤَﺰ َة َو ُﺑﻮ َﺣ ْﻤَﺰ َة اْﺳَﻤُﻪ َﻋْﺒُﺪ
ْﻟ
َﺑْﺼ ِﺮيﱞ َﺣ ﺪَﺛﻨَﺎ ُﺳ َﻮْﻳُﺪ َﻧْﺼٍﺮَأ ْﺧ َﺒَﺮ َﻧﺎ َﻋْﺒُﺪ ِﻪﱠﻠﻟا ْﺑُﻦ ا ُﻤ َﺒﺎَرِك َﻋْﻦ ُﺳ ْﻔَﻴﺎَن اﻟ ﱠﺜْﻮ ِر ﱢ
ي َأ
ِﻪﱠﻠﻟا ْﺑُﻦ َﺟﺎِﺑٍﺮ َوُهَﻮ
َﻋْﻦ ِﺑﻲ ْﺑُﻦ َﺷ ْﻴٌﺦ
“Pedagang yang jujur lagi terpercaya, kelak akan bersama-sama para Nabi dan
Dalam jual beli juga sangat diharapkan adanya unsur suka sama suka, seperti
“Se ungguhnya jual beli itu harus dilakukan secara suka sama suka” (HR Al-
baihaqi dan Ibnu Majah). Apabila pembeli tidak menyukai barang yang akan
dibeli, dan pembeli menyatakan batal sebelum akad diijabkan, maka jual beli itu
tidak sah dan harus diterima dengan lapang dada oleh masing-masing pihak.21
21
Wiroso, Jual Beli Murabahah, (Yogyakarta, UII Press : 2005), h. 13‐15
28
Jual beli hukumnya jaiz (boleh) berdasarkan dalil dari Al-Quran, sunnah dan
ijma’. Seluruh kaum muslimin sepakat atas diperbolehkannya jual beli. Hukum
asal jual beli adalah boleh. Imam Syafi’I berkata: “ asal jual beli semuanya boleh
apabila dengan ridho kedua belah pihak, yaitu perkara yang boleh ketika keduanya
saling berjual beli, kecuali yang telah dilarang oleh Rasulullah SAW. Apa-apa
yang termasuk dalam arti dilarang oleh Rasulullah SAW maka ia haram dengan
izin beliau dan masuk ke dalam perkara yang beliau larang. Dan apa-apa yang
Murabahah adalah salah satu jenis jual beli yang dibenarkan oleh syariah dan
22
Wiroso, Jual Beli Murabahah, Ibid, hal. 16.
23
Abd al‐Hamid Mahmud al‐Ba’li, al‐Istitsmar wa al‐Riqabah al‐Syar’iyyah, (al‐Qahirah:
Maktabah Wahbah, 1991), h. 102‐109.
29
Artinya:
“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. (QS Al-
Baqarah[2]:275)
yaitu hadits riwayat Aisyah r,a. Bahwa ketika Rasulullah SAW ingin hijrah, Abu
Bakar ra membeli dua ekor unta, kemudian Rasulullah SAW berkata “serahkan
salah satunya untukku (dengan harga yang sepadan / tauliyah)? Abu Bakar
mangatakan “Kalau tanpa harga jual (tsaman), maka tidak jadi saya ambil”
Rukum jual beli menurut mazhab Hanafi adalah ijab dan qabul yang
kedudukan ijab dan qabul itu. Rukun ini dengan ungkapan lain merupakan
pekerjaan yang menunjukkan keridhaan dengan adanya pertukaran dua harta milik,
Menurut jumhur ulama ada 4 rukun dalam jual beli, yaitu: orang yang
menjual, orang yang membeli, sighat, dan barang atau sesuatu yang diakadkan.
Keempat rukun ini mereka sepakati dalam setiap jenis akad. Rukun jual beli
menurut jumhur ulama, selain mazhab Hanafi, ada 3 atau 4, yaitu: orang yang
berakad (penjual dan pembeli), yang diakadkan (harga dan barang yang dihargai),
5. Syarat Murabahah
24
Abd al‐Hamid Mahmud al‐Ba’li, al‐Istitsmar wa al‐Riqabah al‐Syar’iyyah, (al‐Qahirah:
Maktabah Wahbah, 1991),h. 3766
25
Wiroso, Jual Beli Murabahah, Ibid, hal. 19
31
adalah syarat sahnya transaksi jual beli. Jika diketahui hingga keduanya
dengan cara murabahah atau tauliyah oleh pihak yang tidak memiliki
barang dagangan. Hal ini karena murabahah atau tauliyah adalah jual beli
dengan harga yang sama dengan harga pertama, dengan adanya tambahan
sejenis dengan takarn yang sama, maka tidak boleh menjualnya dengan
bukan keuntungan.
Jika transaksi pertama tidak sah, maka tidak boleh dilakukan jual beli
pertama disertai tambahan keuntungan dan hak milik jual beli yang tidak
sah ditetapkan dengan nilai barang atau dengan barang yang semisal
Jual beli secara murabahah dan tauliyah adalah jual beli secara aman
pertama tanpa ada bukti dan sumpah, sehingga harus terhindar dari khianat dan
26
Wiroso, Jual Beli Murabahah, Ibid, hal. 21
33
[8]:27)
Dengan demikian, apabila barang yang berada di tangan penjual atau pembeli
itu cacat, lalu ia hendak menjual secara murabahah maka ada beberapa hal yang
1. Jika cacat yang ada pada barang terjadi atas kehendak manusia maka ia
cacat.
2. Zufar dan sebagian besar ulama mengatakan bahwa barang yang cacat tidak
tersebut untuk mencegah adanya unsure khianat, karena maksud hati masing-
masing orang itu berbeda-beda, dank arena cacat yang ada akan mengurangi
Syariah
34
hanya ingin memiliki barang atau jasa, tetapi ada factor-faktor yang
b. Kelas sosial
1. Kekayaan
2. Kekuasan
3. Kehormatan
c. Kelompok Referensi 28
maupun tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang kelompok yang
memberikan pengaruh langsung terdiri dari dua yaitu primer dan skunder.
27
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran Di Indonesia : Analisa Perencanaa Implementasi Dan
Pengendalian, (Jakarta, Salemba Empat : 2000), h.224.
28
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran : Analisis Perencanaan Dan Pengendalian, (Jakarta,
Erlangga : 1996) ed.5 h.181.
35
kawan, tetangga dan rekan kerja. Kelompok sekunder adalah kelompok yang
d. Faktor Pribadi
hidupnya.
2. Pekerjaan
seseorang.
konsisten.
dipengaruhi juga oleh persepsi. Persepsi menurut Willian J. Stanton adalah mana
yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman lalu, stimulasi yang kita terima
36
melalui indra. Dalam kehidupan sehari-hari seseorang tertarik kepada sesuatu dan
Pengendalian
Pikiran
Mencoba
Terima Tolak
Ada sejumlah sumber informasi yang digunakan seseorang dalam mengakses
informasi. Menurut Kotler dan Amstrong ada empat sumber informasi yang
meliputi keluarga, teman, tetengga dan kenalan. Kedua sumber komersial yaitu
iklan. Ketiga sumber publik yaitu media masa, organisasi, penilai konsumen.
menimbang baik buruk, untung rugi dalam melakukan sesuatu atau memanfaatkan
produk. Dalam tahap ini biasanya seseorang akan melakukan informasi dan
29
TIM UIN Dan Bank Indonesia, Laporan Hasil Penelitian, Jakarta, 2003, h.48.
30
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran : Analisis Perencanaan Dan Pengendalian, Ibid, ed.5
h.182.
37
terhadap sesuatu mendorong seseorang untuk mencoba produk tersebut. Proses ini
sangat penting karena menentukan seseorang menerima atau menolak produk itu.
Dalam proses mencoba, biasanya seseorang merasakan langsung dampak dari apa
yang ia coba. Dari situlah seseorang akan menetapkan keputusan untuk menerima
menolaknya.31
Banyak orang yang menerima suatu produk dengan berbagai alasan. Mereka
puas karena telah mendapatkan yang sesuai dengan yang diharapkan. Kepuasaan
perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan
pelanggan terhadap yang akan diterimanya setelah memakai suatu produk barang
atau jasa. Sedangkan kinerja yang disampaikan adalah persepsi nasabah terhadap
yang diterimanya setelah ia memakai suatu barang atau jasa. Ada beberapa faktor
1 Produk. Pelanggan atau nasabah akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka
31
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran : Analisis Perencanaan Dan Pengendalian, [Link]
h.185.
32
Rambat Lupyoadi, Manajemen Pemasaran Jasa, (Jakarta, Salemba Empat : 2001) h.160.
38
BAB III
PROFIL KPR SYARIAH DI BTN SYARIAH CABANG BOGOR
33
“Republika”. Artikel diakses pada 8 Mei 2010 dari [Link]
39
KPR BTN iB adalah produk pembiayaan BTN Syariah yang ditujukan bagi
perorangan, untuk pembelian rumah,ruko, apartemen, baik baru ataupun lama.
Akad yang digunakan adalah akad Murabahah (jual beli), dimana nasabah bebas
memilih lokasi obyek KPR sesuai dengan kebutuhan dan pertimbangan nasabah
sendiri dari aspek lokasi maupun harga.
Keuntungan dan manfaat dari KPR BTN iB antara lain: Angsuran tetap
sampai pembiayaan lunas, maksimal pembiayaan sampai dengan 80%, jangka
waktu sampai dengan 15 Tahun, bebas menentukan lokasi, margin bersaing mulai
8,07%, persyaratan mudah dan fleksibel, tidak ada pinalti untuk pelunasan
dipercepat dan tidak ada biaya provisi Selain KPR BTN IB, produk BTN Syariah
yang mendukung pembiayaan untuk rumah adalah: KPR Indensya BTN iB untuk
pembelian rumah berdasarkan pesanan. Swagriya BTN iB untuk kebutuhan
renovasi ataupun pembangunan rumah anda.
34
“Artikel diakses pada 8 mei 2010 dari [Link]
35
Artikel diakses pada 8 Mei 2010 dari [Link]
41
a. Giro Batara iB
Giro Investa Batara iB adalah Giro yang bersifat investasi atau berjangka
pendidikan yang telah menjalin kerjasama dalam bidang pengelolaan dana dengan
bank btn guna membantu meningkatkan kelancaran aktivitas bisnis para nasabah
Tabel 3.1
d. Tabungan Batara iB
menggunakan akad sesuai syariah yaitu Wadi’ah, bank tidak menjanjikan bagi
hasil tetapi dapat memberikan bonus yang menguntungkan dan bersaing bagi
nasabah.
menjanjikan bagi hasil yang menguntungkan dan bersaing bagi nasabah atas
simpanannya
Tabel 3.2
Produk tabungan sebagai media penyimpanan dana dalam rupiah untuk Biaya
Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), dengan menggunakan akad sesuai syariah yaitu
Tabel 3.3
g. Deposito Batara iB
44
Tabel 3.4
h. Tabungan iB
kesejahteraan masyarakat.
2. Pembiayaan (Financing)
tertentu.
36
Artikel diakses 8 mei 2010 dari:///[Link] [Link]
47
prinsip akad Murabahah (Jual Beli) dan/atau Musyarakah (Bagi Hasil), dengan
prinsip akad Murabahah (Jual Beli) dan/atau Musyarakah (Bagi Hasil), dengan
g. Gadai BTN iB
Tabel 3.5
h. Swagriya BTN iB
(jual beli), yang diperuntukan bagi pemohon yang memenuhi persyaratan yang
ditentukan oleh bank untuk membiayai pembangunan atau renovasi rumah, ruko,
atau bangunan lain diatas tanah yang sudah dimiliki baik untuk dipakai sendiri
beli) untuk rumah yang sudah jadi, cicilan KPR Syariah yang fixed rate
(tetap),mampu memberikan ketenangan bagi masyarakat saat mengambil kredit,
kendati suku bunga perbankan saat ini gonjang-ganjing.
Ismi mencontohkan, ketika krisis moneter melanda Indonesia paruh kedua
tahun 1997 dan mencapai puncaknya pada 1998-1999, banyak orang kalang kabut
karena cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disalurkan bank
konvensional melonjak drastis. Kenaikannya mencapai lebih dari separuhnya. Tak
pelak, cicilan KPR Rp 500 ribu sebulan, misalnya, bisa melejit menjadi Rp 800
ribu.
Kondisi ini, kata Ismi, makin menyulitkan masyarakat yang mengambil kredit
KPR yang disalurkan bank-bank konvensional. Apalagi, besarnya cicilan tiap
bulan akan berubah setiap saat begitu terjadi kenaikan suku bunga. ”Disinilah
bedanya dengan KPR Syariah. Cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang
disalurkan bank syariah itu sifatnya tetap selama masa kontrak. Misalnya, cicilan
rumah Rp 1 juta sebulan, maka hingga habis masa kontrak besarnya angsuran
tetap. Apa pun yang terjadi, besar cicilan tidak berubah,” tegasnya.
Hal yang sama juga pernah dilontarkan Direktur BTN Kodradi. Menurutnya,
KPR Syariah memberikan nilai tambah berupa ketenangan bagi kreditur. ”Kalau
saya pilih KPR Syariah, jelas karena fixed rate walaupun jangka waktunya hingga
15 tahun,” ungkapnya. Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Dharma
Setiawan Bachir menyatakan hal senada.”KPR Syariah mampu menjadi solusi
untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan sistem yang dijalankannya,
KPR Syariah jelas lebih menenangkan,” tutur Iwan sapaan akrabnya kepada
Republika.37
Berdasarkan hasil wawancara dengan staff KPR Syariah Bank BTN Syariah
dapat dketahui bahwa perkembangan KPR Syariah pada Bank BTN Syariah
cabang Bogor mengalami perkembangan yang sangat bagus, ini dapat di lihat dari
semakin banyaknya cabang Bank BTN Syariah di kawasan Bogor.
37
“Republika” Artikel diakses pada 14 September 2010 dari http:// www. [Link]
38
Wawancara Pribadi dengan Muhammad Denni. Bogor, 27 September 2010.
50
51
BAB IV
Dalam sub bab ini akan dibahas hasil penelitian yang telah dilakukan.
umur, jenis kelamin, status perkawinan. Sisi ekonomi meliputi jenis pekerjaan
dan penghasilan perbulan, dan sisi sosial yaitu aksesibilitas. Berikut ini
Tabel 4.1
Data Nasabah
Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir39
N=50
Pendidikan Terakhi Frekuensi %
S1 34 68
S2 11 22
S3 1 2
D3 4 8
Jumlah 50 100
responden cukup bervariasi antara D3, S1, S2, samapai pada S3. Setengah
39
Data : Diolah dari data lapangan
53
Tabel 4.2
Data Nasabah
Berdasarkan Usia40
N = 50
Usia Frekuensi %
20-25th 2 4
26-30th 25 50
31-35th 11 22
36-40th 8 16
41-45th 4 8
Jumlah 50 100
kecil dari responden berusia 31-35 tahun yaitu sebanyak 11 responden (22%),
berumur 36-40 tahun sebanyak 8 responden (16%), dan berumur 41-45 tahun
40
Data : Diolah dari data lapangan
54
Tabel 4.3
Data Nasabah
Berdasarkan Karakteristik Agama41
N = 50
khususnya nasabah muslim dari segi agama dapat diketahui bahwa sebagian
besar responden memiliki pengetahuan agama yang cukup bagus. Hal ini
yang dimaksud dengan KPR Syariah dan tahu tentang KPR Syariah.
sebanyak 2 responden (4%). Dari sini dapat disimpulkan bahwa KPR Syariah
41
Data : Diolah dari data lapangan
55
tidak hanya untuk orang Islam saja, tetapi KPR Syariah diperuntukan pada
perbedaan yang nyata antara nasabah yang satu dengan lainnya. Walaupun
Tabel 4.4
Data Nasabah
Berdasarkan Jenis Kelamin42
N=50
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa, sebagian besar yang menjadi
42
Data : Diolah dari data lapangan
56
sini dapat disimpulkan bahwa pihak laki-laki lebih merespon dengan adanya
Tabel 4.5
Data Nasabah
Berdasarkan Status Pernikahan43
N = 50
Status Frekuensi %
Single 8 16
Nikah 41 82
Duda 1 2
Jumlah 50 100
kecil dari nasabah yang berstatus single yaitu sebanyak 8 responden (16%),
dan paling sedikit nasabah yang berstatus duda yaitu sebanyak 1 responden
(2%). Dari sini dapat di simpulkan bahwa nasabah yang telah menikah lebih
43
Data : Diolah dari data lapangan
57
Tabel 4.6
Data Nasabah
Berdasarkan Profesi Pekerjaan44
N =50
Pekerjaan Frekuensi %
Wiraswasta 10 20
Pegawai Negeri 6 12
Pegawai Swasta 34 68
Total 50 100
responden (20%) dan sedikit sekali nasabah yang beprofesi sebagai pegawai
negeri yaitu masing-masing sebanyak 6 responden (12%). Dari data di atas
dapat di simpulkan bahwa yang menjadi nasabah KPR Syariah ini memiliki
44
Data : Diolah dari data lapangan
58
profesi yang beraneka ragam mulai dari penghasilannya sedang sampai pada
Tabel 4.7
Data Nasabah
Berdasarkan Penghasilan Perbulan45
N = 50
Penghasilan Perbulan Frekuensi %
2-3jt 16 32
3-4jt 23 46
5-6jt 8 16
7-seterusnya 3 6
Total 50 100
45
Data : Diolah dari data lapangan
59
menengah keatas.
Uraian Frekuensi %
Sangat Tahu 3 6
B. Preferensi dan Perilaku Nasabah Terhadap KPR Syariah
Tahu 42 84
Pada sub bab ini akan dibahas mengenai preferensi nasabah terhadap KPR
Kurang Tahu 5 10
Syariah. Mengingat keberadaan KPR Syariah relatif baru, maka pembahasan
Tabel 4.8
Pengetahuan Nasabah Tentang KPR Syariah46
N = 50
46
Data : Diolah dari data lapangan
60
(84%), nasabah yang menjawab sangat tahu yaitu sebanyak 3 responden (6%),
(10%). Dari data di atas dapat dimpulkan bahwa KPR Syariah sudah mulai
Tabel 4.9
Pengertian KPR Syariah Menurut Nasabah47
N=50
Uraian Frekuensi %
Lembaga yang
3 6
prosedurnya mudah
Total 50 100
47
Data : Diolah dari data lapangan
61
yang menjawab bahwa KPR Syariah adalah KPR yang berlandaskan sistem
sedangkan yang menjawab KPR adalah KPR Khusus orang Islam sebanyak 2
responden (4%). Dari data di atas dapat kita buat kesimpulan bahwa para
syariah.
Tabel 4.10
Seberapa Sering Nasabah Mendengar KPR Syariah48
N = 50
Uraian Frekuensi %
Sering sekali 6 12
Pernah 38 76
Tidak pernah 3 6
Lupa 3 6
Total 50 100
48
Data : Diolah dari data lapangan
62
menjawab tidak pernah dan lupa, yaitu yang menjawab tidak pernah
menjawab lupa yaitu 3 responden (6%). Dari data di atas dapat disimpulkan
bahwa KPR Syariah sudah menyebar luas dan sudah Familiar dengan
Tabel 4.11
Sumber Informasi Tentang KPR Syariah Menurut Nasabah49
N = 50
Uraian Frekuensi %
Iklan 16 32
Internet 3 6
Pengembang 3 6
Total 50 100
49
Data : Diolah dari data lapangan
63
menjadi akses yang penting dalam sosialisasi KPR Syariah. Tabel di atas
yang melalui internet dan 3 responden (6%) untuk yang melalui pengembang.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa pengalaman dan kesan masyarakat lebih
masyarakat.
Dalam sub bab ini akan dibahas hasil penelitian yang telah dilakukan.
dalam memilih KPR Syariah Bank BTN Cabang Bogor. Berikut ini adalah
cabang Bogor, pendapat nasabah tentang prosedur KPR Syariah pada Bank
Tabel 4.12
Faktor Yang Mempengaruhi Nasabah Dalam Memilih KPR Syariah50
N = 50
Uraian Frekuensi %
Biaya Murah 21 42
Bebas Bunga 18 36
Mudah Dijangkau 7 14
Terdesak Waktu 1 2
Flat 2 4
Total 50 100
karena bebas dari bunga, sebagian kecil nasabah sebanyak 7 responden (14%)
50
Data : Diolah dari data lapangan
65
KPR Syariah karena Flat dan sedikit sekali nasabah yang memilih KPR
responden (2%) nasabah memilih KPR Syariah karena terdesak oleh waktu,
dan 1 responden (2%) nasabah memilih karena murah dan efektif. Dari sini
dapat disimpulkan bahwa faktor biaya yang ditetapkan oleh KPR Syariah jauh
konvensional.
Tabel 4.13
Pendapat Nasabah Tentang Prosedur KPR Syariah51
N = 50
Uraian Frekuensi %
Sangat Mudah 7 14
Mudah 39 78
Sulit 3 6
Sangat Sulit 1 2
Total 50 100
prosedur KPR Syariah itu mudah. Hal ini terlihat lebih dari setengahnya yaitu
51
Data : Diolah dari data lapangan
66
reponden (6%) yang menjawab sulit, dan sedikit sekali responden yang
menyatakan sangat sulit yaitu hanya 1 responden (2%). Dari data di atas dapat
disimpulkan bahwa Prosedur KPR Syariah itu tidak rumit. Hal inilah yang
dipertimbangkan oleh nasabah dalam menggunakan jasa KPR Syariah, dan ini
dalam prosedur.
Tabel 4.14
Tenggang Waktu Nasabah Dalam Pelunasan Hutang52
N = 50
Uraian Frekuensi %
3th 3 6
4th 1 2
5th 8 16
10th 14 28
15th 12 24
20 12 24
Total 50 100
52
Data : Diolah dari data lapangan
67
sedikit sekali nasabah yang memilih akan melunasi hutangnya selama 3 tahun
melunasi hutangnya sampai 4 tahun. Dari data di atas dapat kita simpulkan
yaitu semakin besar pendapatan nasabah, maka akan semakin cepat juga
Tabel 4.15
Preferensi Nasabah Terhadap Sarana dan Prasarana53
N = 50
53
Data : Diolah dari data lapangan
68
responden (64%) berpendapat bahwa sarana dan prasarana di KPR Syariah itu
yang berpendapat bahwa sarana dan prasarana di KPR Syariah itu cukup
prasarana di KPR Syariah itu sangat bagus. Dari sini dapat disimpulkan
bahwa sarana dan prasarana di KPR Syariah ini sudah cukup bagus, tetapi ini
menjadi potensi bagi KPR Syariah sendiri untuk lebih meningkatkan lagi
Tabel 4.16
Preferensi Nasabah Terhadap Pelayanan54
N = 50
Uraian Frekuensi %
Sangat Puas 6 12
Puas 26 52
Cukup Puas 18 36
Total 50 100
54
Data : Diolah dari data lapangan
69
oleh KPR Syariah itu merasa puas sebanyak 26 responden (52%), sebagian
nasabah merasa sudah cukup puas yaitu sebanyak 18 responden (36%). Dan
sedikit sekali nasabah yang merasa sangat puas dengan pelayanan di KPR
memuaskan. Hal ini menjadi potensi bagi KPR Syariah untuk lebih
Tabel 4.17
Pendapat Nasabah Mengenai Mekanisme Yang Sesuai Dengan Syariah55
N = 50
Uraian Frekuensi %
Sudah Seluruhnya 16 32
Sudah Sebagian 16 32
Belum 3 6
Tidak Tahu 15 30
Total 50 100
55
Data : Diolah dari data lapangan
70
apakah KPR Syariah sudah sesuai dengan prinsip syariah. Dari data di atas
dapat disimpulkan bahwa sebagian nasabah KPR Syariah belum paham dan
Tabel 4.18
Pendapat Nasabah Tentang Margin/Keuntungan di KPR Syariah56
N=50
56
Data : Diolah dari data lapangan
71
Tabel 4.19
Pendapat Nasabah Terhadap Kedudukan KPR Syariah Dengan Bank/Lembaga
Keuangan Lainnya (Konvensional)57
N = 50
Uraian Frekuensi %
Sama Seluruhnya 1 2
Sama Sebagian 11 22
Hampir Sama 10 20
Tidak Sama 28 56
Total 50 100
57
Data : Diolah dari data lapangan
72
responden (2%).
Tabel 4.20
Pendapat Nasabah Tentang Prospek KPR Syariah Pada Masa Yang Akan
Datang58
N = 50
Uraian Frekuensi %
Sangat Bagus 20 40
Bagus 28 56
Tidak Tahu 2 4
Total 50 100
yang cukup tinggi dari masyarakat. Hal ini tercermin pada peluang
masyarakat untuk menggunakan KPR Syariah. Dari tabel di atas dapat
menyatakan prospek KPR Syariah pada masa yang akan datang yaitu bagus.
58
Data : Diolah dari data lapangan
73
yang tidak tau prospek KPR Syariah kedepannya yaitu sebanyak 2 responden
(4%).
Tabel 4.21
Pendapat Nasabah Tentang Kelebihan Dari KPR Syariah59
N = 50
Uraian Frekuensi %
Biaya Ringan 10 20
Prosedur Mudah 16 32
Proses Cepat 5 10
Ketiganya Benar 18 36
Total 50 100
kelebihan dari KPR Syariah. Ternyata setelah mereka menggunakan jasa KPR
Syariah, mereka dapat merasakan sendiri kelebihan dari KPR Syariah bila
59
Data : Diolah dari data lapangan
74
unggulan dari KPR Syariah adalah prosedur mudah, biaya ringan dan proses
Tabel 4.22
Pendapat Nasabah Mengenai Kelemahan Dari KPR Syariah60
N = 50
Uraian Frekuensi %
a,c,d benar 1 2
Total 50 100
kelebihan dari KPR Syariah tentu juga ada kelemhannya. Sebagian besar dari
60
Data : Diolah dari data lapangan
76
sarana dan prasaran masih kurang yaitu sebanyak 1 responden (2%), dan 1
berpihak pada bank artinya yaitu keuntungan terbesar masih berada di pihak
bank.
Tabel 4.23
Peluang Nasabah Untuk Tetap Memanfaatkan KPR Syariah61
N = 50
Uraian Frekuensi %
Ya 40 80
Ragu-ragu 10 20
Total 50 100
memiliki pengalaman selama menjadi nasabah KPR Syariah ini, maka hampir
61
Data : Diolah dari data lapangan
77
sebagian kecilUraian
yaitu sebanyak 10 responden (20%) mengatakan%ragu-ragu
Frekuensi
apakah mereka akan memanfaatkan jasa ini atau akan pindah ke lembaga lain
Hanya mendapatkan
10 20
seperti KPR konvensional,
rumah salah satu penyebab keragu-raguan itu bisa
dikarenakan letak/jarak KPR Syariah dengan kantor atau rumah mereka jauh
Terhindar dari bunga 18 36
Mendapatkan ketenangan
Tabel 4.24 19 38
Manfaat
batin KPR Syariah Bagi Nasabah62
N = 50
Lainnya, sebutkan 1 2
A,b,c benar 1 2
Total 50 100
62
Data : Diolah dari data lapangan
78
Beberapa manfaat yang dapat diambil yaitu sebagian besar nasabah yaitu
nasabah yang menjawab hanya mendapatkan rumah, terhindar dari bunga, dan
Tabel 4.25
Pendapat Apakah Nasabah Menggunakan KPR lain Selain KPR Syariah63
N = 50
Uraian Frekuensi %
Ya, sebutkan 10 20
Tidak 40 80
Total 50 100
Berdasarkan data diatas dapat kita ketahui bahwa sebagian besar nasabah
63
Data : Diolah dari data lapangan
79
menggunakan lembaga keuangan lain selain KPR Syariah. Dari data di atas
dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar nasabah KPR Syariah merasa puas
D. Pengujian Hipotesis
Ho: r < 0 : Tidak ada hubungan antara pelayanan dan sistem operasional KPR
Ha: r > 0 : Ada hubungan antara pelayanan dan sistem operasional KPR
Dimana:
X = Nasabah
= 1943150 – 1940110
= 3040
√14089 x √15600
= 3040
118697 x 124899
= 3040
14825
= 0,205
diperoleh bertanda positif (+) atau r > dari pada 0 maka hal ini menunjukan
81
pelayanan dan sistem operasional KPR Syariah Bank BTN Cabang Bogor,
artinya semakin bagus pelayanan dan sistem operasional yang diberikan KPR
Syariah.
sebagai berikut:
t = r √n-2
√1-r2
t = 0,205 √50-2
√1- 0.2052
t = 0.205 (6,928)
√1-0042
t = 142024
0,978
t = 1,45
1,303 pada taraf signifikansi 10% dengan df = 40. Ternyata dari hasil
artinya disini adalah bahwa ada hubungan yang signifikan antara preferensi
82
nasabah dengan pelayanan, serta sistem operasional yang diberikan oleh KPR
diberikan oleh KPR Syariah maka akan semakin tinggi pula tingkat preferensi
E. Analisis Data
Setelah tahap uji hipotesa selesai, tahap selanjutnya adalah analisis data.
Dalam analisis data ini penulis berpendapat sistem pelayanan dan sistem
operasional yang diberikan KPR Syariah Bank BTN Cabang Bogor memiliki
Syariah. Dimana dalam hasil uji hipotesanya nilai yang diperoleh bertanda
positif (+) yang berarti terdapat hubungan yang sempurna dan positif.
nasabah KPR Syariah, yang selama ini hanya mengenal KPR Konvensional
nasabah. Hal yang dapat dilakukan oleh KPR Syariah adalah dengan cara
Dimana dalam hal ini KPR Syariah harus bisa memberikan sistem operasional
83
yang mudah, tidak mempersulit nasabah, cepat, dan menetapkan biaya yang
ringan, sehingga dengan cara yang dilakukan oleh KPR Syariah di atas dapat
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
2. Karakteristik nasabah ditinjau dari segi demografi, ekonomi, dan social itu
Syariah tidak hanya diterima oleh masyarakat muslim saja tetapi juga oleh
dan menggunakan KPR Syariah itu berasal dari teman dan kerabat. Hal ini
keuntungan yang dipergunakan di KPR Syariah adalah halal. Hal ini yang
untuk memilih KPR Syariah pada Bank BTN Syariah Cabang Bogor
mudah, jangka waktu pelunasan lama, biaya tetap sampai akhir kontrak.
operasional KPR Syariah yang diberikan oleh pihak bank maka akan
Syariah dalam waktu yang akan datang. Keputusan ini didasarkan karena
mereka merasa puas akan pelayanan yang diberikan dan mendapatkan apa
yang mereka butuhkan, hal ini juga didasarkan pada kelebihan KPR
86
Syariah yaitu menetapkan biaya ringan, proses cepat dan prosedur yang
mudah.
bertanda (+) atau r > 0 maka hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan
Maka Hipotesa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada hubungan yang positif
B. Saran – Saran
pelayanan secara lebih maksimal, sarana dan prasarana pun harus lebih
lengkap dan lebih baik dari KPR Konvensional. Karena masih banyak
KPR Syariah.
87
2. Kantor Cabang KPR Syariah Bank BTN Syariah masih sedikit, sehingga
Bank BTN Syariah untuk membuka cabang lebih banyak lagi agar
Syariah, dan juga diharapkan agar kantor cabang untuk lebih diperluas
Arifin, Zainul, Memahami Bank Syariah Lingkup, Peluang, Tantangan, dan Prospek,
Jakarta, Al Fabet, Edisi Pertama, [Link]-1, 1999
Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta, [Link] Persada, 2001
Hilman, Imam dkk, Perbankan Syariah Masa Depan, Jakarta, Senayan Abadi Publishing,
2003
Muhammad, Sistem Dan Prosedur Operasional Bank Syariah, Yogyakarta, UII Press
Yogyakarta, 2000
Ramli, Hasbi, Analisa Pembiayaan dan Income Statement pada Lembaga Keuangan
Syariah, Jakarta, Fakultas Syariah dan Hukum UIN, 2004
Rifa’i, Mohammad, Terjemah Khulashah Kifayatul Akhyar, Semarang, CV. Toha Putra
Semarang, 1978
93
Yanggo, Chuzaimah T dan Haifiz Anshary AZ, Problematika Hukum Islam Kontemporer,
Jakarta, Pustaka Firdaus, Cet ke-3,1997
Zulkifli, Sunarto, Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah, Jakarta, Zikrul Hakim,
2003
[Link] [Link]
94
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Agama :
Pendidikan Terakhir :
Setatus Perkawinan :
Pekerjaan :
Pendapatan Per Bulan
: Alamat :
Berilah tanda silang (X) pertanyaan dibawah ini yang sesuai dengan pendapat
anda!!
1. Apakah Anda tahu tentang KPR Syariah?
a. Sangat tahu c. Kurang tahu
b. Tahu d. Tidak tahu
2. Menurut Anda apa yang dimaksud dengan KPR Syariah?
a. KPR khusus orang Islam c. Lembaga yang prosedurnya mudah
b. KPR berlandaskan sistem syariah d. Lainnya sebutkan....
3. Sebelum menjadi nasabah KPR Syariah, apakah Anda pernah mendengar
tentang KPR Syariah?
a. Sering sekali c. Tidak pernah
b. Pernah d. Lupa
4. Dari mana Anda mengetahui tentang KPR Syariah?
a. Teman & Kerabat c. Iklan
b. Buku & Koran d. Lainnya sebutkan....
5. Faktor apa yang menyebabkan Anda memilih KPR Syariah?
a. Biaya murah c. Mudah dijangkau
b. Bebas bunga d. Terdesak waktu
e. Lainnya sebutkan....
6. Menurut Anda bagaimana prosedur di KPR Syariah?
a. Sangat mudah c. Sulit
b. Mudah d. Sangat sulit
7. Berapa lama tenggang waktu Anda dalam pelunasan pembayaran KPR
Syariah?
a. 3 tahun c. 5 tahun
b. 4 tahun d. Lainnya sebutkan....
8. Menurut Anda bagaimana sarana dan prasarana di kantor BTN KPR Syariah?
a. Sangat bagus c. Cukup bagus
b. Bagus d. Kurang bagus
9. Menurut Anda bagaimana pelayanan di KPR Syariah?
a. Sangat bagus c. Cukup puas
b. Puas d. Kurang puas
10. Apakah mekanisme di KPR Syariah ini sudah sesuai dengan prinsip Syariah?
a. Sudah seluruhnya c. Belum
b. Sudah sebagian d. Tidak tahu
11. Bagaimana tanggapan Anda mengenai margin/keuntungan bank di KPR
Syariah?
a. Halal c. Makruh
b. Haram d. Mubah
12. Menurut Anda, apakah KPR Syariah sama dengan lembaga keuagan lainnya
(konvensional)?
a. Sama seluruhnya c. Hampir sama
b. Sama sebagian d. Tidak sama
13. Menurut Anda bagaimana masa depan KPR Syariah?
a. Sangat bagus c. Tidak bagus
b. Bagus d. Tidak tahu
14. Menurut Anda apakah kelebihan dari KPR Syariah?
a. Biaya ringan c. Proses cepat
b. Prosedur mudah d. Ketiganya benar
e. Lainnya….
15. Menurut Anda apakah kelemahan dari KPR Syariah?
a. Kantor cabang masih sedikit c. Media informasi kurang
b. Barang jaminan hanya sertifikat tanah d. Sarana&prasarana masih kurang
e. Lainnya….
16. Apakah Anda akan terus memiliki KPR Syariah di masa yang akan datang?
a. Ya c. Ragu-ragu
b. Tidak d. Sangat ragu
17. Apa manfaat yang Anda dapatkan setelah memilih KPR Syariah?
a. Hanya mendapatkan rumah c. Mendapat ketenangan batin
b. Terhindar dari bunga d. Lainnya sebutkan....
18. Berapa lama Anda menjadi nasabah di KPR Syariah?
a. 1 tahun c.3 tahun
b 2 tahun d. Lainnya sebutkan….
19. Selain menggunakan KPR Syariah apakah anda juga menggunakan
KPR konvensional?
a. Ya, Sebutkan…. b. Tidak
PERTANYAAN WAWANCARA