PROPOSAL PEMBANGUNAN
RUANG KELAS BARU (RKB)
TAHUN ANGGARAN 2024
SMP MADANI BSC
DESA CELAK KEC. GUNUNGHALU KAB. BANDUNG BARAT
PROVINSI JAWA BARAT
“Terakreditasi A”
Alamat : Jl. Raya Majlis KM 39.6 RT 3/13 Desa Celak Kec. Gununghalu Kab. Bandung Barat
- 40565
PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BARAT
DINAS PENDIDIKAN
SMP MADANI BOARDING SCHOOL
NPSN : 69819341 Terakreditasi “A”
Jl. Raya Majlis KM 39.6 RT 03/13 Desa Celak Kec. Gununghalu Kab. Bandung Barat
Nomor : 012/[Link]-BSC/IV/2024 Gununghalu, April
2024 Lampiran : 1 (Satu) Berkas
Perihal : Permohonan Bantuan Ruang Kelas Baru
Yth. Direktur Sekolah Dasar
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kompleks Kemendikbud Gedung E Lantai 5
Jln. Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta - 10270
Dalam rangka untuk memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan di SMP Madani Boarding School
Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, kami mohon bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Madani
Boarding School ( 4 ruang) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan SMP Tahun 2024, dan sebagai
bahan pertimbangan, kami lampirkan :
1. Proposal
2. Foto copy sertifikat tanah/kepemilikan tanah
3. Foto copy Ijin Pendirian Sekolah
4. Background Sekolah / Foto depan sekolah
5. Foto copy rekening BPD
6. Rencana Anggaran Biaya
7. FC KTP Ketua dan Bendahara
8. Ijin Memimpin
9. SK Kemenkumham
Demikian permohonan ini kami buat, atas kebijaksanaan dari Bapak dan kerjasama yang baik kami ucapkan
terima kasih.
Menhetahui,
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah
Aje Sombali Heri Hilmansyah, [Link]
NIP.
PENGESAHAN
DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN
SMP MADANI BOARDING SCHOOL
Disetujui dan disahkan pada :
Pada tanggal : April 2024
Di : Gununghalu
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah
Aje Sombali Heri Hilmansyah, [Link]
NIP.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Animo masyarakat terhadap mutu pendidikan di Sekolah
pada saat ini sangatlah meningkat, hal ini dapat dilihat dari jumlah
masyarakat yang mendaftar ke Sekolah terus bertambah. Setiap
awal tahun mata ajaran para orang tua ada kecenderungan
menyekolahkan putra-putrinya di Sekolah. Ada nilai tambah dalam
kurikulum pembelajaran di Sekolah yang langsung dapat dirasakan
oleh masyarakat yaitu nilai-nilai agama selalu ditanamkan kepada
siswa/i di Sekolah sehingga para lulusannya memiliki akhlak yang
baik disamping siswa/i di Sekolah tersebut dapat bersaing dalam
mata pelajaran umum terhadap sekolah umum lainnya.
Ketersediaan prasarana pembelajaran berupa ruang kelas
yang semakin banyak sangat dibutuhkan oleh siswa/i dalam proses
belajar mengajar, untuk mengatasi bertambahnya jumlah pendaftar
yang semakin banyak. Sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat
selalu memberi dukungan berupa Bantuan Dana Pembangunan
Ruang Kelas Baru pada tahun 2024 untuk SMP Madani BSC.
Diharapkan Bantuan Hibah tersebut dapat mengatasi salah satu
kendala yaitu kurangnya ruang kelas belajar terhadap minat
masyarakat terhadap pendidikan di Sekolah yang dari tahun ke
tahunsemakin meningkat.
Bantuan pembangunan ruang kelas baru untuk SMP Madani
BSC merupakan Bantuan Hibah yang diberikan secara utuh dan
dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan unsur dari
masyarakat. Dengan bantuan tersebut diharapkan dapat
memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa/i dalam menjalan
proses belajar mengajar, disamping itu bantuan tersebut dapat
meningkatkan akses pendidikan di Sekolah.
Di sisi lain, pemerintah telah menetapkan Peraturan
Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, guna menjamin terjaminnya standar pendidikan
memadai. Salah satu aspek dari standar nasional pendidikan adalah
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007
tentang Standar Sarana Prasarana SD/MI, SLTP/MTs, SMA/MA. Dalam
peraturan tersebut disebutkan bahwa standar pada sebuah SMA/MA
sekurang-kurangnya memiliki 18 aspek prasarana: ruang kelas,
ruang perpustakaan, ruang laboratorium biologi, ruang laboratorium
fisika, ruang laboratorium kimia, ruang laboratorium komputer,
ruang laboratorium bahasa, ruang pimpinan, ruang guru, ruang tata
usaha, tempat beribadah, ruang konseling, ruang UKS, ruang
organisasi kesiswaan, jamban, gudang, ruang sirkulasi, tempat
bermain/berolahraga. Ruang kelas merupakan aspek yang pertama
dimana ruang kelas merupakan sebuah tempat proses pembelajaran
dan interaksi langsung antara tenaga pendidik dengan peserta didik.
Proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik apabila peserta
didik akan merasakan aman dan nyaman dalam mengikuti
pembelajaran, dan hal ini akan menghasilkan mutu pendidikan yang
lebih baik.
B. Dasar Hukum
Program Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru SMP
Madani BSC Tahun Anggaran 2024 ini berpedoman pada peraturan
perundang-undangan dan ketentuan dasar sebagai berikut :
1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana
Prasarana SD/MI, SLTP/MTs, dan SMA/MA;
4. Permenag No. 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Agama;
5. Permendagri No. 32 Tahun 2011 dan Permendagri No. 39 Tahun
2012 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial
yang Bersumber dari APBD
6. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan Maulana
Yusuf, Pasal 3 Ayat 1.
7. Hasil Rapat Pengurus Yayasan, Komite Sekolah dan Kepala
Sekolah dan Dewan Guru tentang Pembentukan Panitia
Pembangunan Ruang Kelas Baru, pada tanggal 12 Juli 2017.
C. Maksud dan Tujuan
Maksud dari bantuan ini adalah peningkatan akses/daya
tampung dalam pemenuhan ruang belajar Sekolah yang memenuhi
standar agar anak didik merasakan aman dan nyaman dalam
mengikuti pembelajaran sehingga menghasilkan lulusan yang
bermutu, taat beragama, cerdas, mandiri, beriman, bertaqwa
kepada Allah SWT. dan berakhlakul karimah.
Tujuan dari program bantuan tersebut di atas adalah:
a. Penyediaan terhadap kekurangan ruang kelas belajar di Sekolah;
b. Mendukung program pemerataan pendidikan pada Sekolah;
c. Mendukung tercapainya Standar Nasional Pendidikan (SNP);
d. Menambah ruang kelas belajar pada Sekolah yang memilik
jumlah siswa yang meningkat.
D. Rencana Penggunaan Bantuan Dana
Rencana Penggunaan Dana Hibah dari Pemerintah Prov.
Jawa Barat akan digunakan untuk pembangunan Ruang Kelas Baru
(RKB) SMP Madani BSC. Dana bantuan digunakan untuk
pembangunan ruang kelas baru. Besarnya dana Bantuan
Pembangunan Ruang Kelas Baru yang yang kami usulkan untuk SMP
Madani BSC sebesar Rp. [Link] ( Satu Milyar rupiah) untuk
Pembangunan 4 (Empat) Ruang Kelas Baru dan peralatan.
Dana digunakan sesuai dengan jenis program Bantuan
Pembangunan Ruang Kelas Baru yang diterima. Apabila terdapat
sisa anggaran dari anggaran pembangunan ruang kelas baru yang
diterima Sekolah, maka sisa anggaran dapat digunakan untuk
kegiatan dengan prioritas sebagai berikut :
a. Merehabilitasi ruang kelas;
b. Merehabilitasi jaringan air bersih, sanitasi, kamar mandi/wc;
c. Merehabilitasi ruang lainnya, seperti : ruang guru, ruang kepala
Sekolah dan ruang perpustakaan.
Apabila sudah tidak ada lagi kegiatan rehabilitasi
sebagaimana pada poin 2 a, b dan c yang dapat dilakukan maka
dana bantuan harus disetorkan kembali ke KementerianRI.
Penggunaan dana dilakukan seefisien mungkin dan digunakan
sesuai tingkat kebutuhan.
E. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Ruang Kelas
Baru (RAB) SMP Madani BSC, sebagaimana terlampir.
F. Sasaran Program Kegiatan
Sasaran program kegiatan ruang kelas baru adalah untuk
peningkatan akses/daya tampung dalam pemenuhan ruang belajar
Sekolah yang memenuhi standar agar anak didik merasakan aman
dan nyaman dalam mengikuti pembelajaran sehingga menghasilkan
lulusan yang bermutu, taat beragama, cerdas, mandiri, beriman,
bertaqwa kepada Allah SWT. dan berakhlakul karimah. Secara
spesifik sasaran program kegiatan diantaranya :
a. Terpenuhinya terhadap kekurangan ruang kelas belajar di Sekolah;
b. Terpenuhinya program pemerataan pendidikan pada Sekolah;
c. Tercapainya Standar Nasional Pendidikan (SNP);
d. Tertambahnya ruang kelas belajar pada Sekolah yang memilik
jumlah siswa yang meningkat.
BAB II
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
A. Tingkat Sekolah
Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru
dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan komite
[Link] panitia pembangunan ruang kelas baru
difasilitasi oleh Kepala Sekolah/Yayasan. Adapun susunan panitia
adalah sebagai berikut :
No. Jabatan Unit Kerja/Unsur Keterangan
1. Penanggung Jawab Ketua Yayasan
Kepala Sekolah
2. Ketua Wakil Kepala Disepakati
Sekolah, Dalam Rapat
Guru/Komite
3. Sekretaris Guru/Komite Disepakati
Dalam Rapat
4. Bendahara Bendahara Disepakati
Rutin/Guru Tetap Dalam Rapat
5. Administrasi Guru/Komite Disepakati
Keuangan Dalam Rapat
6. Kepala Bidang Komite Memiliki
Teknis Pengalaman dan
Kemampuan
dalam Bidang
Pembangunan Fisik
B. Sifat dan Tanggung Jawab Panitia
Dalam pemilihan Panitia diwajibkan memiliki persyaratan
dan memilih pada personel yang memiliki sifat : jujur, amanah,
tanggungjawab, dapat dipercaya, professional di bidangnya,
berdedikasi tinggi, integritas dan terbuka.
Panitia adalah warga Sekolah yang dipilih dan dibentuk
secara demokratis dalam forum rapat Sekolah yang dipimpin oleh
kepala Sekolah dan dihadiri oleh unsur yayasan, komite Sekolah,
para guru, wali murid dan unsur tokoh masyarakat setempat yang
memiliki kepedulian terhadap pembangunan pendidikan.
Adapun tugas dan tanggung jawab Panitia adalah sebagai berikut:
1. Menggalang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan
pembangunan ruang kelas baru untuk meningkatkan
kepedulian masyarakat dalam bidang pendidikan;
2. Melaksanakan pembangunan ruang kelas secara swakelola;
3. Memilih dan menetapkan perencanaan/pengawas di tingkat Sekolah;
4. Memberikan arahan kepada perencana dan secara
bersamasama menyusun rencana dan waktu pelaksanaan
pembangunan;
5. Memilih dan menetapkan pekerja sesuai dengan keahliannya;
6. Mencairkan dana bantuan pembangunan ruang kelas baru yang
masuk ke rekening Sekolah secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan dan menggunakan dana bantuan sesuai dengan
Rencana Anggaran Biaya (RAB);
7. Rencana Anggaran Biaya (RAB) disusun oleh panitia dan
diketahui oleh Dinas PU/Kimpraswil Kab. Bandung Barat;
8. Membuat Berita Acara Revisi Pekerjaan apabila dalam proses
pelaksanaan program membutuhkan perubahan;
9. Mengadministrasikan dan mendokumentasikan segala
kegiatan berkenaan dengan kegiatan pembangunan;
10. Menyusun dan membuat laporan pertanggungjawaban realisasi
penggunaan dana sesuai RAB.
C. Prosedur Pembentukan Panitia
Setelah Sekolah penerima bantuan menerima surat
pemberitahuan serta seluruh dokumen terkait, kepala Sekolah
bersama komite Sekolah dan yayasan segera menyelenggarakan
rapat umum dengan agenda yaitu untuk (i) mensosialisasikan
Program Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru, (ii) membentuk
panitia pembangunan dan (iii) mensosialisasikan tata kerja dan job
deskription panitia. Prosedur pemilihan personalia panitia
pembangunan dilakukan secara demokratis, dengan mengutamakan
asas musyawarah untuk mufakat.
BAB III
PENDANAA
A. Sumber Dana dan Besaran Alokasi Dana
Sumber dana berasal dari Provinsi Jawa Barat yang
diperuntukan untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP
Madani BSC. Dana bantuan digunakan untuk pembangunan ruang
kelas baru. Besarnya dana Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru
yang yang kami usulkan untuk SMP Madani BSC sebesar Rp.
[Link] ( Satu Milyar Rupiah ) untuk Pembangunan 4 (Empat)
Ruang Kelas Baru (RKB) dan Peralatan.
B. Ruang Lingkup dan Penggunaan Dana
1. Dana digunakan sesuai dengan jenis program Bantuan
Pembangunan Ruang Kelas Baru yang diterima;
2. Apabila terdapat sisa anggaran dari anggaran pembangunan
ruang kelas baru yang diterima Sekolah, maka sisa anggaran
dapat digunakan untuk kegiatan dengan prioritas sebagai
berikut :
a. Merehabilitasi ruang kelas;
b. Merehabilitasi jaringan air bersih, sanitasi, kamar mandi/wc;
c. Merehabilitasi ruang lainnya, seperti : ruang guru, ruang
kepala Sekolah dan ruang perpustakaan.
3. Apabila sudah tidak ada lagi kegiatan rehabilitasi sebagaimana
pada poin 2 a, b dan c yang dapat dilakukan maka dana bantuan
harus disetorkan kembali ke Pemerintah Daerah Prov. Jawa
Barat;
4. Penggunaan dana dilakukan seefisien mungkin dan digunakan
sesuai tingkat kebutuhan;
5. Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru tidak boleh digunakan untuk
:
a. Selain peruntukan yang sudah direncanakan melalui RAB;
b. Administrasi kegiatan;
c. Penyiapan kegiatan fisik;
d. Penelitian;
e. Pelatihan;
f. Perjalanan dinas;
BAB IV
PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan
Setelah menerima informasi sebagai penerima bantuan segera
membentuk Panitia dengan prosedur sebagaimana diuraikan di
[Link] Kepala Sekolah bersama Panitia mempersiapkan
dokumen yang terkait dengan pencairan yang dikoordinasikan dengan
Komite/Pengurus [Link] segera melakukan persiapan
pelaksanaan program dengan menyiapkan format-format administrasi,
keuangan dan teknis pelaksanaan serta pelaporan.
Dalam mempersiapkan yang terkait dengan pencairan perlu
disusun terlebih dahulu Rencana Anggaran Biaya dan Jadwal
Pelaksanaan Pekerjaan. Berikut dijelaskan bagaimana menyusun
kedua dokumen tersebut.
a. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya
Untuk menghitung perkiraan biaya konstruksi atau Rencana
Anggaran Biaya (RAB), Panitia Rehabilitasi Sekolah harus
mempunyai data-data sebagai berikut :
1. Berdasarkan perkiraan volume setiap item pekerjaan panitia bisa
membuat penyesuaian perhitungan berdasarkan kondisi maupun
bahan-bahan yang dipakai di masing-masing lokasi
pembangunan.
2. Merinci seluruh jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan
berdasarkan gambar dan spesifikasi teknis.
3. Mengelompokkan jenis pekerjaan berdasarkan kelompok
pekerjaan sejenis, dimulai dari pekerjaan persiapan, pekerjaan
tanah dan galian pondasi, pekerjaan struktur, pekerjaan finishing
(lantai, dinding, kusen, dan plafond), pekerjaan atap, pekerjaan
M/E dan lain-lain.
4. Memulai perhitungan jenis pekerjaan di atas dengan satuan m 1,
m2, m3, kg, buah, unit dan lumpsum yang didasarkan jenis
pekerjaan sesuai dengan gambar kerja.
5. Daftar harga bahan/material yang dipakai dalam setiap item
pekerjaan yang berlaku di sekitar wilayah dimana pekerjaan
dilaksanakan.
6. Rumus perhitungan harga satuan item pekerjaan, disajikan pada
Tabel
“Analisa Harga Satuan Pekerjaan”.
Analisa harga satuan pekerjaan adalah perhitungan harga
satuan setiap jenis pekerjaan dalam satuan tertentu (m 1, m2, m3,
kg, buah).Analisa harga satuan ini terdiri dari analisis harga
bahanbangunan, harga upah dan harga alat bantu yang
disesuaikandengan banyaknya kebutuhan dalam satu satuan
pekerjaantersebut. Banyaknya keperluan bahan, upah, dan alat
dihitung berdasarkan pada formula SNI yaitu indeks atau faktor
pengali pada masing- masing jenis satuan pekerjaan.
Panitia bisa menambahkan item analisa disesuaikan dengan
kondisi dan bahan-bahan yang dipakai di masing-masing lokasi
[Link] anggaran biaya adalah hasil perkalian
antara volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan dari
masing-masing jenis pekerjaan. Untuk lebih jelas, pengertian di atas
dapat dijabarkan dalam rumus berikut :
Rencana Anggaran Biaya = Volume Pekerjaan X Harga Satuan
Pekerjaan
Dengan format yang disediakan, Panitia dapat menyusun
perkiraan biaya dalam format Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk
melaksanakan pekerjaan pembangunan.
B. Pelaksanaan Pekerjaan
Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh Panitia pada
saat pelaksanaan pekerjaan antara lain :
1. Mencairkan dana dari rekening Sekolah melalui Kepala Sekolah
sesuai dengan kebutuhan dengan melampirkan Rencana
Penggunaan Dana (RPD) dan jadwaal kerja yang telah dibuat;
2. Melaksanakan program sesuai dengan proposal sebagai Petunjuk
Teknis (Juknis) program;
3. Mencatat pengeluaran dan pemasukan dicatat dalam Buku Kas Umum
(BKU);
4. Membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program;
5. Panitia wajib membuat dokumentasi progres selama masa
pelaksanaan program berupa foto·foto pelaksanaan program,
minimal:
a. Foto kondisi sebelum pekerjaan dilakukan (0%);
b. Foto pada saat pencapaian progres pekerjaan fisik 25%, 50% & 75%;
c. Foto kondisi akhir setelah program selesai dikerjakan (100%).
C. Revisi Pekerjaan
Selama pelaksanaan pekerjaan, dimungkinkan terjadinya
perubahan dari yang telah direncanakan, dan perubahan tersebut
kemungkinan akan terkait dengan volume maupun biaya pekerjaan,
dengan demikian setiap perubahan yang terjadi harus disertai dengan
evaluasi dan dituangkan dalam Berita Acara Revisi. Hasil Revisi ini
harus dicatat dan ditandatangani oleh Ketua PRM dan Kepala
Sekolah dan dikordinasikan dengan Komite/Yayasan.
D. Pengendalian dan Pengawasan
Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan pembangunan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, maka perlu dilakukan
pembinaan dan [Link] dilakukan oleh instansi
resmi, diantaranya pihak Pemerintah Daerah Prov. Jawa Barat atau
instansi yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah Prov. Jawa Barat, pihak
Yayasan atau yang ditunjuk oleh Yayasan, dan Masyarakat. Oleh
karenanya Panitia harus melaksanakan program ini secara transparan
dan akuntabel.
BAB V
PENUTUP
Di dalam aspek peningkatan akses Sekolah salah satu programnya
adalah memberikan bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB)
kepada SMP Madani BSC. Program ini diberikan kepada SMP Madani BSC
yang memerlukan penambahan ruang kelas, dengan sistem swakelola dan
swadana, sebagai stimulan dari Pemerintah Daerah dengan memberi
kesempatan kepada masyarakat dapat ikut berpartisipasi membantu
mensukseskan penyelesain pembangunan Sekolah tersebut.
Dengan adanya bantuan ini diharapkan Sekolah dapat mencapai
tujuan akhir dengan menghasilkan lulusan yang bermutu, cerdas, taat
agama dan mandiri dalam IPTEK dan IMTAQ untuk menghadapi persaingan
dalam era globalisasi.