JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 6, NO.
2, NOVEMBER 2021
Pengenalan Suara Crack Kopi Roasting Menggunakan
Metode FFT
Crack Voice Recognition in The Coffe Roasting Process Using FFT Method
Aneke Rintiasti Rieke Yuliastuti
Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya
Jalan Jagir wonokromo No. 360 Jalan Jagir wonokromo No. 360
Surabaya Surabaya
anekerintiasti@[Link]
Aan Anto S Handaru Bowo C
Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya
Jalan Jagir wonokromo No. 360 Jalan Jagir wonokromo No. 360
Surabaya Surabaya
Mustofa Sunaryo
Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya
Jalan Jagir wonokromo No. 360
Surabaya
without monitoring temperature and grain cracking, many
Abtsrak home roasters cannot provide roasting consistency. In addition,
using an analytical methodology will only increase the time for
Mesin Sangrai kopi rumahan adalah konsep baru yang dilakukan the coffee roasting procedure. Based on the above background,
masyarakat untuk menghasilkan cita rasa kopi yang disukai.
Sayangnya, tanpa pemantauan suhu dan retakan biji kopi, banyak
this research developed a crack voice recognition method from
roaster rumahan tidak dapat memberikan konsistensi the coffee roasting process using the Fast Fourier Transform
pemanggangan. Selain itu jika menggunakan metodologi analitik (FFT) method using a crack voice recognition device and
hanya akan menambah waktu untuk prosedur sangrai kopi. Behmor 1600 as an actuator. A sound sensor with the GY-4466
Berdasarkan latar belakang diatas pada Penelitian ini type is used and placed in the exhaust because it is the closest
dikembangkan metode pengenalan mendeteksi suara crack dari place to the chamber and is used for the roasting process that
proses roasting kopi menggunakan metode Fast Fourier is safe from high temperatures. Because the sound data read
Transform (FFT) dengan menggunakan alat pengenalan suara from the sensor cannot be directly used to determine the
crack dan Behmor 1600 sebagai aktuator. Sensor suara dengan occurrence of a crack, Fast Fourier Transform (FFT) is used to
tipe GY-4466 digunakan dan diletakkan dibagian exhaust karena
merupakan tempat yang paling dekat dengan chamber dan
analyze the read signal. The two main controls in the Behmor
digunakan untuk proses roasting yang aman dari suhu tinggi. integration are temperature control to control the heating
Karena data suara yang terbaca dari sensor tidak bisa secara element so that the heating is obtained according to needs.
langsung digunakan untuk menentukan terjadinya sebuah crack, Roller control motor is used to even out the level of maturity of
maka digunakan Fast Fourier Transform (FFT) untuk the coffee beans. The design has been tested and shows that
menganalisis sinyal yang terbaca. Dua kontrol utama pada crack will occur at frequencies between 82 – 92 hertz with an
integrasi Behmor yaitu Kontrol temperature untuk mengontrol amplitude of 17<Amplitude<34
elemen pemanas sehingga diperoleh pemanasan yang sesuai Keywords: behmor, crack, roasting, coffee, FFT
dengan kebutuhan. Kontrol Roller motor digunakan untuk
meratakan tingkat kematangan pada biji kopi. Desain telah diuji
coba dan menunjukkan crack akan terjadi pada frekuensi antara
I. Pendahuluan
82 – 92 hertz dengan amplitude 17<Amplitudo<34
Kata Kunci : behmor, crack, roasting, kopi, FFT Mesin Sangrai kopi rumahan adalah konsep baru yang
dilakukan masyarakat untuk menghasilkan cita rasa kopi yang
Abstract disukai. Sayangnya, tanpa pemantauan suhu dan retakan biji
The home coffee roaster is a new concept that is done by the kopi, banyak roaster rumahan tidak dapat memberikan
community to produce the preferred coffee taste. Unfortunately, konsistensi pemanggangan [6]. Selain itu jika menggunakan
56
JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 6, NO. 2, NOVEMBER 2021
metodologi analitik menambah waktu untuk prosedur sangrai menghitung FT dengan cepat dan efisien. Transformasi fourier
kopi. Karena waktu proses pemanggangan industri pendek sendiri didefinisikan dengan
∞
(kurang dari 12 menit), metodologi ini tidak dapat digunakan
tepat waktu untuk mengambil tindakan terkait penghentian 𝑆(𝑓) = ∫ 𝑠(𝑡)𝑒 −𝑗2𝜋𝑓𝑡 𝑑𝑡
−∞
proses sangrai. Oleh karena itu, metodologi ilmiah yang cepat
harus dirancang sebagai alat kontrol untuk proses Dimana S(f) adalah sinyal dalam domain frekuensi, s(t) adalah
pemanggangan [3]. Aroma kopi yang diinginkan yang sinyal dalam domain waktu, dan 𝑒 −𝑗2𝜋𝑓𝑡 adalah konstanta dari
digunakan untuk minuman dihasilkan dari proses nilai sebuah sinyal. f adalah frekuensi dan t adalah waktu.
pemanggangan, di mana biji kopi mengalami reaksi yang Untuk memudahkan proses perhitungan dari FFT maka perlu
kompleks sehingga terjadi perubahan yang diinginkan pada dilakukan diskritisasi atau yang dikenal dengan Discreate
beberapa parameter [1]. Komposisi kopi sangrai tergantung Fourier Transform (DFT). Dengan menggunakan DFT, sinyal
pada derajat sangrai yang dinilai dalam industri penyangraian suara yang dibaca menggunakan sebuah sensor akan direkam
dengan pengukuran pantulan cahaya biji giling, atau hanya dan disimpan dalam bentuk digital pada sebuah array,
dengan inspeksi visual warna biji [4]. kemudian data pada array tersebut diubah ke dalam bentuk
Penelitian sebelumnya mengolah proses roasting kopi domain frekuensi. Pada sistem pendeteksi crack ini dibuat array
menggunakan fuzzy mamdani [5]. Pada [6] menggunakan dengan Panjang 512 data dengan periode sampling sebesar 1
Behmor 1600, Temperatur, bean crack dan karbon monosida ms.
dimana operator mengontrol dari jarak jauh Pada penelitian ini Proses penyelesaian DFT dapat dirumuskan sebagai berikut
bean crack dianalisa menggunakan metode probabilitas. 𝑁−1
𝑗2𝜋𝑘𝑛
Sedangkan [2] menganalisa suara dan gas menggunakan
𝐴𝑘 = ∑ 𝑎𝑛 𝑒 − 𝑁
metode logika fuzzy.
Berdasarkan latar belakang diatas pada Penelitian ini 𝑛=0
dikembangkan metode pengenalan mendeteksi suara crack dari
proses roasting kopi menggunakan metode Fast Fourier Dimana, 𝐴𝑘 adalah amplitude untuk komponen frekuensi
Transform (FFT) dengan menggunakanalat pengenalan suara indeks ke-k, 𝑎𝑛 adalah nilai sinyal pada indeks ke-n, k indeks
crack dan Behmor 1600 sebagai aktuator. frekuensi, N adalah jumlah sampel data.
Sensor suara dengan tipe GY-4466 digunakan dan
diletakkan dibagian exhaust karena merupakan tempat yang II. Metode Perancangan Alat
paling dekat dengan chamber dan digunakan untuk proses
roasting yang aman dari suhu tinggi. Karena data suara yang Gambar 1 menunjukkan diagram blok perancangan hidung
terbaca dari sensor tidak bisa secara langsung digunakan untuk elektronik.
menentukan terjadinya sebuah crack, maka digunakan Fast
Fourier Transform (FFT) untuk menganalisis sinyal yang
terbaca.
Fast Fourier Transform (FFT) merupakan sebuah Teknik
yang digunakan untuk merubah sinyal dari domain waktu ke
domain frekuensi. Secara umum bentuk dari sebuah sinyal
dinyatakan dalam bentuk domain waktu. Domain waktu
merupakan domain yang menyatakan waktu dari suatu sinyal
atau gelombang untuk mencapai dari satu titik ke titik yang
lain, sehingga dapat diketahui nilai dari periodenya. Sedangkan
domain frekuensi adalah domain yang menyatakan jumlah
gelombang yang terjadi dalam satu detik. Pada suatu kasus,
diperlukan analisis suatu gelombang atau sinyal berdasarkan
pada domain frekuensinya, termasuk untuk menganalisis
Gambar 1 Desain Block Diagram Hidung Elektronik
sebuah sinyal atau gelombang suara, sehingga kita tahu
komponenn frekuensi penyusun suara [Link] satu teknik Menggunakan Behmor 1600 sebagai aktuator . Sumber energi
yang dapat mengubah sebuah sinyal dari doman waktu ke menggunakan listrik yang dihubungkan dengan pengatur suhu.
domain frekuensi adalah menggunakan FFT. FFT sendiri Behmor 1600 merupakan roaster kopi yang tersedia di pasaran
ditemukan pada tahun 1965 yang merupakan pengembangan dengan pengoperasian semi manual. Kemampuan menyangrai
dari Fourier Transform (FT) yang ditemukan oleh J. Fourier hingga 400 gram kopi per batch-nya. Tersedia 5 pilihan
pada tahun 1822. program penyangraian otomatis (P1, P2, P3, P4, P5).
Cara kerja FT adalah membagi sebbuah sinyal menjadi Menggunakan roaster Behmor 1600 agar memudahkan peneliti
frekuensi yang berbeda-beda dalam fungsi eksponensial yang dalam memperoleh sistem actuator yang sudah realible
kompleks. FFT merupakan sebuah algoritma yang dapat
57
JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 6, NO. 2, NOVEMBER 2021
Gambar 3 menunjukkan sisi Behmor 1600 yang akan
ditempatkan rangkaian modifikasi dengan pertimbangan
memperoleh posisi yang terdekat dengan actuator dan posisi ini
memiliki temperature yang paling dingin dibandingkan dengan
sisi-sisi lainnya.
Gambar 2 Behmor 1600 Sebelum Dimodifikasi
Dengan demikian penelitian ini lebih mudah dan mengurangi
resiko kegagalan akibat kesalahan desain sistem pemanas Gambar 3 Modifikasi Behmor 1600
maupun desain roller kopi [6]. Modifikasi dilakukan untuk
memperoleh formulasi dan metode roasting yang sesuai Pengembangan Alat Pengenalan Suara CrackSetelah mengenali
Dengan demikian setiap orang dapat melakukan roasting kopi sistem desain pada Behmor 1600, maka selanjutnya dilakukan
dengan baik menggunakan alat bantu ini. desain rangkaian komponen. Berikut ini adalah desain-desain
rangkaian komponen untuk modifikasi kerja Behmor 1600.
Mengembangkan alat pengenalan suara Crack
Rencana penggunaan alat ini nantinya perlu ditekan tombol
start roast untuk memulai proses roasting. Selanjutnya alat akan
bekerja secara otomatis dengan menaikkan temperature
sekaligus memutar roller agar kematangan biji kopi merata.
Ketika menekan tombol start maka controller juga mulai
menghitung waktu proses roasting, sampai terdeteksinya crack
pertama biji kopi.
Integrasi alat pengenalan suara yang dibuat pada Behmor
1600
Rencana alat Roaster memiliki 2 proses kontrol : Kontrol
temperature untuk mengontrol elemen pemanas sehingga Gambar 4 Rangkaian Voltage Regulator
diperoleh pemanasan yang sesuai dengan kebutuhan. Kontrol
Roller motor digunakan untuk meratakan tingkat kematangan Pada Gambar 4 menunjukkan Rangkaian voltage
pada biji kopi. Sedangkan actuator dari roaster ini antara lain regulator
heater utama, heater tambahan, kipas pendingin, motor untuk
memutar roller, lampu untuk menerangi biji kopi. Sedangkan
sensor yang digunakan adalah sensor temperature 2 buah yang
dipasang pada exhaust dan chamber. Serta sensor suara GY-
4466 untuk mendeteksi terjadinya suara crack pada biji kopi.
Pembuatan User Interface alat pengenalan suara
LCD TFT 3.5 inch dilengkapi sebagai user interface yaitu
display untuk memudahkan pengguna dalam memonitoring
kondisi roaster
Melakukan uji coba menggunakan biji kopi robusta dan arabika
Sampel dikumpulkan setiap 40 detik selama 21 menit.
Crack biji kopi dideteksi dengan sensor tersebut dengan
diolah menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) sehingga
suara-suara yang bukan merupakan sumber suara dari crack biji
kopi dapat difilter.
IV. Hasil dan Pembahasan
Menggunakan behmor sebagai aktuator
58
JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 6, NO. 2, NOVEMBER 2021
Gambar 5 Minimum Sistem STM32F4 Discovery Board
Gambar 7 Rangkaian Driver Motor Roller
Gambar 5 menunjukkan desain Controller menggunakan
STM32F4 Discovery Board Terdapat pin digital input dan Gambar 7 Driver motor roller menggunakan MOSFET dengan
digital output yang dapat digunakan sebagai actuator untuk tipe IRF3704.
mengontrol motor untuk menggerakkan roller dan mengontrol
elemen pemanas.
Gambar 8 Rangkaian Temperature Sensor
Pada Gambar 8, Rangkaian pengkondisian sensor temperature
menggunakan voltage devider
Setelah melakukan desain rangkain komponen maka dilakukan
desain PCB. Pada Gambar 9 dapat dilihat desain Control Board.
Gambar 6 Rangkaian Driver Triacs
Actuator elemen pemanas roaster ini menggunakan AC source,
sehingga untuk mengontrol actuator tersebut dapat
menggunakan Triacs Gambar 6
59
JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 6, NO. 2, NOVEMBER 2021
Gambar 12 Integrasi Alat pada Casing
Gambar 9 Desain PCB Control Board
Pada tampilan interface menampilkan parameter suhu pada
exhaust fan, suhu chamber wall, suhu saluran exhaust, dan juga
waktu saat proses roasting dan cooling. Perintah untuk memulai
dan mengakhiri proses roasting juga dapat dilakukan pada
interface tersebut. Pada halaman roasting akan ditanyakan
berat, jenis , dan tingkat kematangan kopi sebagai variable
acuan profil roasting yang akan digunakan.
Uji Coba
Pada Gambar 13, dilakukan percobaan menggunakan sekitar
100-300 gram Kopi Robusta disangrai sampai bunyi crack
pertama, waktu tergantung berat kopi. memastikan bahwa
tingkat pemanggangan yang optimal tercapai. Kopi Robusta
dan arabika digunakan dalam percobaan ini. Kopi dikumpulkan
dari Kopi Wak Karim Perkebunan Ledug Pandaan, kabupaten
Pasuruan Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Gambar 10 Desain PCB Gate Driver Roasting Kopi
Gambar 10 menunjukkan desain PCB Gate driver roasting kopi.
PCB gate driver didesain terpisah dengan module control agar
sinyal gate driver ini tidak mempengaruhi kinerja module
control. Module driver sebisa mungkin dibuat isolated.
Integrasi alat pengenalan suara yang dibuat dengan Behmor
1600 Pada Gambar 11 terlihat PCB yang telah dibuat dirangkai
menjadi alat yang kemudian mengontrol Behmor 1600 sebagai
aktuator.
Gambar 13 Integrasi Alat pada Casing
Mendeksi Crack menggunakan FFT
Gambar 11 Integrasi Alat pada Casing Selanjutnya untuk mendeteksi terjadi crack dipantau pada
komponen frekuensi tertentu yang memeiliki amplitude
User Interface tertinggi pada hasil FFT. Gambar 14 menunjukkan konversi
Gambar 12, User interface dibuat pada LCD TFT 3.5” dari domain waktu ke domain frekuensi menggunakan metode
touchscreen yang dikontrol dari mikrokontroller STM32 FFT.
60
JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 6, NO. 2, NOVEMBER 2021
CRACK 1
30
25
amplitude
20
15
10
5
0
158,203125
1,953125
33,203125
64,453125
95,703125
126,953125
189,453125
220,703125
251,953125
283,203125
314,453125
345,703125
376,953125
408,203125
439,453125
470,703125
frequency (hz)
Gambar 17 variasi terjadi crack1
Gambar 14 Simulasi pendeteksian crack pada mesin Gambar 17, Pada saat terjadinya crack 1 amplitudo tertinggi
roasting kopi Behmor dicapai pada Frekuensi 83, 984375 dengan amplitudo 24,1184
Dari hasil percobaan yang dilakukan didapatkan hasil sebagai
berikut.
CRACK 2
20
StartUp Amplitude
15
10
5
40 0
126,953…
158,203…
189,453…
220,703…
251,953…
283,203…
314,453…
345,703…
376,953…
408,203…
439,453…
470,703…
1,953125
33,203125
64,453125
95,703125
AMPLITUDE
30
20
10
0
439,453…
33,2031…
64,4531…
95,7031…
126,953…
158,203…
189,453…
220,703…
251,953…
283,203…
314,453…
345,703…
376,953…
408,203…
470,703…
1,953125
FFrequency (Hz)
FREQUENCY (HZ)
Gambar 18 variasi terjadi crack
Gambar 18, suara dengan amplitudo tertinggi memiliki
Gambar 15 Sinyal FFT pada saat mesin pertama kali frekuensi 83, 984375 dengan amplitudo 17, 1548
dihidupkan;
Cooling
Gambar 15, Pada saat start Up terdapat suara yang memiliki
frekuensi tertinggi yaitu 91,796875 dan amplitudo 33,4934 . 30
amplitude
20
Roasting 10
0
1,953125
388,671875
37,109375
72,265625
107,421875
142,578125
177,734375
212,890625
248,046875
283,203125
318,359375
353,515625
423,828125
458,984375
494,140625
20
AMPLITUDE
10
0
1,953…
33,20…
64,45…
95,70…
126,9…
158,2…
189,4…
220,7…
251,9…
283,2…
314,4…
345,7…
376,9…
408,2…
439,4…
470,7…
frequency (hz)
FREQUENCY (HZ)
Gambar 19 proses cooling
Gambar 16 Sinyal FFT pada saat proses roasting;
Pada proses cooling ini, Gambar 19, suara dengan amplitudo
Gambar 16, Pada saat Roasting terdapat suara yang memiliki
tertinggi memiliki frekuensi 82,03125 dan amplitudo 26,5447.
amplitudi tertinggi yaitu 83, 984375 dengan amplitudo 18,897
61
JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 6, NO. 2, NOVEMBER 2021
Hasil uji coba dpat dilihat pada tabel 1 dimana crack dicapai
pada frekeuensi 80-90 hetrz dan nilai amplitudo yang
17<Amplitudo<34
Tabel 1. Hasil Uji Coba dari sensor suara untuk tiap proses
sangrai kopi
No Nama Frekuensi Amplitudo
Proses
1 Start Up 91,796875 33,4934
2 Roasting 83, 984375 18,897
3 Crack 1 83, 984375 24,1184
4 Crack 2 83, 984375 17, 1548
5 Cooling 82,03125 26,5447
Berdasarkan hasil sinyal yang telah didapatkan, model sinyal
dari berbagai kondisi memiliki ciri khas yang berbeda.
Sehingga, dapat dengan mudah untuk dilakukan proses
klasifikasi kondisi pada mesin roasting.
V. Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil analisa dan pengamatan dari data pola crack,
dapat disimpulkan bahwa crack akan terjadi pada frekuensi
antara 82 – 92 hertz dengan amplitude 17<Amplitudo<34
Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya penelitian
dilakukan untuk pengenalan crack menggunakan parameter bau
(sensing terhadap gas tertentu), yang berpengaruh terhadap
proses crack.
Ucapan Terima Kasih
Terima Kasih kepada Bpk. Agus dari PT. Wiksa Daya Pratama
dan Bpk. Karim dari Kopi Wak Karim (KWK).
DAFTAR PUSTAKA
[1] Rahn E, Laderach P, Baca M, Cressy C, Schroth G, Malin D, van Rikxoort
H, Shriver J. Climate change adaptation, mitigation and livelihood benefits
in coffee production: where are the synergies? Mitigation and Adaptation
Strategies for Global Change 2014;19(8):1119–1137.
[2] Agus H.F, dkk. Implementation of Gas and Sound Sensors on Temperature
Control of Coffee Roaster Using Fuzzy Logic Method. International
Seminar on Intelligent Technology and Its Applications (ISITIA). 2019
[3] Federica V Rega and Pasquale Ferranti, University of Naples Federico II,
Portici, Italy, Life Cycle Assessment of Coffee Production in Time of
Global Change, 2019 Elsevier Inc
[4] Joko Nugroho W.K., Sri Rahayoe and Elia Andreas Meliala , Effect of
Time Temperature History on Coffee Aroma during Roasting with Heat
Conduction (IAEC Ref. No.193), International Agricultural Engineering
Conference, Bangkok, Thailand, 7 – 10 December, 2009
[5] S Nurhayati and D Pramanda 2018 IOP Conf. Ser.: Mater. Sci. Eng. 407
012122, The Coffee Roasting Process using Fuzzy Mamdani, IOP
Conference Series: Materials Science and Engineering
[6] Yao Xu, Jonathan Shaull, Travis Bavar, Lizhe Tan , Smart Coffee Roaster
Design with Connected Devices, 2018 IEEE International Conference on
Consumer Electronics (ICCE)
62