Istilah Penting dalam Pertambangan Batubara
Istilah Penting dalam Pertambangan Batubara
1. AMD
Singkatan dari Acid Mine Drainage. Maksudnya adalah pengaliran atau pengaturan aliran air asam
tambang.
2. Backfill
Merupakan kata yang dipakai untuk mengungkapkan bebatuan atau tanah yang dipakai untuk
menutup/mengisi lubang bekas galian tambang. Backfill juga dipakai untuk kata kerja ‘mengisi bekas
galian tambang’.
3. BCM
Singkatan dari Bank Cubic Meter. Yaitu volume insitu atau volume di tempat.
4. Bench
Merupakan teras atau jenjang penggalian pada tambang terbuka maupun tambang lainnya.
5. Bund Wall
Dipakai untuk istilah tanggul pengaman.
6. Coal Inventory
Bahan coal yang masih ada dalam tambang untuk kemudian siap dibawa keluar.
7. Coal Expose
Bahan coal yang sudah dibuang OB nya.
8. Contour
Garis penghubung titik-titik yang sama tingginya.
9. Cross Fall
Bentuk normal dari kemiringan jalan satu arah maupun dua arah.
10. Cycle Time
Waktu edar suatu alat pada suatu aktivitas
11. Disposal
Tempat pembuangan material yang sudah tak terpakai.
12. End Wall
Dinding yang menunjukkan batas akhir dari wilayah pertambangan.
13. Free Face
Bidang yang merupakan batas diantara material bebas dan material yang sudah diambil.
14. Grade
Kemiringan pada suatu jalan yang menggunakan satuan persen (%)
15. High Wall
Dinding tambang yang memiliki sisi kemiringan paling dalam, biasanya terdiri atas slope dan bench.
16. Interburden
Disebut juga dengan lapisan antara. Yakni zona lapisan tanah diantara dua ataupun lebih lapisan
batubara yang antara satu sama lain jarak tegaknya tidak jauh.
17. Low Wall
Dinding pada tambang yang merupakan sisi paling dangkal atau singkapan.
18. Match Factor
Merupakan istilah angka yang menunjukkan perbandingan diantara alat angkut yang dilayani dengan
produksi alat muat. Jika seimbang maka nilainya 1
19. OB
merupakan singkatan dari Over Burden. Yakni lapisan tanah yang menutupi lapisan dari batubara.
20. Overall Slope
Kemiringan total pada beberapa slope.
21. Rip Rap
Tempat aliran air untuk mengalirkan air ke jalan pada sisi kanan dan kirinya
22. Road Maintanance
Merupakan istilah untuk perawatan jalan; hal ini meliputi compacting, grading, water spraying, re-
seating, bund wall dan lain sebagainya.
23. ROM
Merupakan singkatan dari Run Off Mine
24. Sight Distance
Merupakan kata lain dari jarak pandang.
25. Slope
Lereng atau bisa disebut juga dengan permukaan yang miring pada tambang terbuka.
26. Top Soil
Puncak tanah yang biasanya mengandung zat yang menyuburkan tanah.
Istilah – istilah yang sering digunakan dan Definisi:
1. OB ( Over burden )
Overburden adalah lapisan tanah penutup ( lapisan yg menutupi bahan galian ) yang biasanya terdiri
dari :
- Top Soil
- Sub Soil
- Lapisan tanah inti ( sand Stone, Clay, dan lain – lain )
Top Soil adalah lapisan tanah paling atas (pucuk atau humus) Adalah bagian atas tanah (humus) dengan
ketebalan 1-1.5 m dari permukaan yang mengandung unsur-unsur hara yang diperlukan untuk
pertumbuhan vegetasi.
Sub Soil adalah lapisan tanah antara top soil dan overburden (lapisan tanah inti).
Clay adalah tanah lempung.
Sand stone adalah batu pasir.
Mud adalah Lumpur.
IB (Inter burden) adalah lapisan tanah penutup yang terletak diantara dua lapisan batubara/bahan
galian.
BCM ( Bank Cubic Meter ) adalah meter kubik tanah insitu/asli.
LCM ( Loose Cubic Meter ) adalah meter kubik tanah gembur.
PIT adalah lokasi penambangan.
Ripping adalah penggaruan/Pemberian/Loosening material dengan mengunakan Alat Berat, biasanya
yang digaru OB.
Loading adalah pemuatan, biasanya yang di muat OB atau Coal.
Hauling adalah pengangkutan, biasanya ang diangkut OB atau Coal.
Digging adalah pengalian.
Direct Digging adalah penggalian secara langsung tanpa di ripping.
Front Loading Adalah titik lokasi pengambilan OB/batubara yang sudah siap dimuat ke Dump Truck/alat
haluing.
Disposal Adalah tempat/lokasi yang dirancang/direncanakan untuk menampung material buangan
overburden dari tambang.
Frame Disposal Adalah bagian luar dari tiap level disposal yang berfungsi sebagai counter bagian tengah
disposal.
Seleksi Material Adalah proses memilah material yang akan di buang di disposal.
Land Clearing adalah pembersihan areal menggunakan A2B dari semak belukar atau pohon – pohon
yang berdiameter kecil sampai besar untuk persiapan penambangan.
Produksi adalah jumlah produksi atau hasil kerja unit persatuan waktu ( per shift/perhari/perbulan ).
Productivity adalah kapasitas produksi unit per jam.
Hauling Road adalah jalan angkut OB dan Batubara, OB ke disposal dan batubara ke port site.
Cycle Time adalah waktu edar yang diperlukan oleh unit untuk melakukan satu siklus/perputaran kerja.
SR (Strpping Ratio ) adalah ratio atau perbandingan antara overburden yang dikupas dengan bahan
galian (coal, dll ) yang didapat.
Daily Production Report Adalah laporan harian yang dikerjakan secara manual, berisi pencapaian hasil
kerja harian (weather condition, production, equipment performance, dan problem- problem).
2. COAL ( Batubara )
Expose Adalah lapisan batubara fresh (segar/baru) yang terbuka oleh karena adanya pengupasan
overburden di atas atau di samping lapisan batubara tersebut.
Fines Coal Adalah batubara berukuran sangat kecil (halus), terjadi akibat adanya penghancuran oleh unit
yang bekerja di atas lapisan batubara.
Dirty Coal Adalah batubara yang telah tercampur dengan material overburden atau sisipan.
Cleaning Coal Adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan lapisan batubara dari material
overburden, sisipan, dirty coal, fines coal dan material lain non batubara.
Coal Getting adalah pengambilan batubara yang siap untuk di loading.
Crusher adalah mesin penghancur batubara sehingga menjadi butir – butiran kecil sesuai dengan
permintaan pasar.
ROM (Run of Mine ) adalah tempat penyetokan batubara yang belum dimasukkan ke tempat crusher
/mesin penghancur batubara
Spontaneous Combustion adalah terbakarnya batubara baik dalam kondisi insitu maupun dalam stock
ROM dikarenakan karena kondisi yang lembab atau panas.
Fine Coal Trap adalah tempat untuk menampung dan memisahkan antara batubara yang halus dengan
air.
ROM Stockpiling Adalah proses penumpukan batubara yang diatur menurut aturan tertentu dan
dilakukan di tempat tertentu.
Dilusi batubara adalah batubara yang tercampur overburden atau kotoran benda asing.
Inspeksi Kontaminasi Adalah proses terencana untuk memeriksa alat produksi yang beraktivitas di
batubara untuk memastikan bahwa unit tersebut bebas dari kontaminan (material non batubara yang
terangkut bersama batubara).
Kontaminasi Adalah terbawanya material-material non batubara ke Crushing Plant
Inspeksi Awal Adalah inspeksi kontaminasi sebelum melakukan aktivitas yaitu pada awal shift atau unit
yang selesai perbaikan.
Istilah-Istilah di Pertambangan Batubara
Analisis ultimat
analisa laboratorium untuk menentukan kandungan abu, karbon, hidrogen, ogsigen dan belerangdalam
batubara dengan metoda tertentu. Kandungan itu dinyatakan dalam persen pada basis contoh
dikeringkan pada suhu 105ºC dalam keadan bebas kelembaban dan abu.
Antiklin
lapisan yang membentuk dua sisi kemiringan berlawanan arah(seakan-akan mempunyai kemiringan
yang berlawanan) sama seperti atap rumah.
Antrasit
batubara keras dengan peringkat teretinggi , berwarna hitam dengan kilap tinggi , mengandung
persentasi tinggi karbon tertambat (karbon tetap) biasanya antara 92% – 98% (dalam basis kering ,
bebas bahan mineral/DMMF). Antrasit sukar terbakar dan bila terbakar menimbulkan nyala pendek
berwarna biru tanpa asap. Dari segi tingkat pengkarbonan (carbonization) hanya grafit (yang tidak
termasuk batubara) yang berada pada tingkat yang lebih tinggi. Di Indonesia satu-satunya tambang
penghasil antrasit adalah tambang batubara Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan dengan
tonase yang sangat kecil dibandingkan dengan batubara sub-bitumen (steaming coal) sebagai produk
utama. Antrasit Indonesia dipasarkan dengan spesifikasi umum ; nilai kalori 7400Kkal/Kg – 8300Kkal/Kg
(ADB) , kelembaban total 2%- 8% (ARB) , abu 6% – 20% ( ADB) dan belerang total 0.57% -1.79%.
AQ
simbol ukuran garis tengah (diameter) contoh inti pemboran dan juga ukuran lubang bor yaitu 27.0 mm
dan 48.0.
ARB
singkatan dari as- received basis ( lihat as- received basis)
Ash fusibility
ukuran dalam derajat suhu dari abu batubara melunak dengan cara uji karbon contoh batubara (di
laboratoroum dengan cara dan keadaan baku.
As-received basis
disingkat ARB atau arb, yang berarti conto yang dianalisa sesuai keadaan pada waktu diterima
dilaboratorium.
As-sampled
disingkat AS atau as, sama dengan as-rerceived. Hasil analisa conto ketika diambil dilapangan termasuk
kadar kelembaban total (total moisture content).
Assess
menganalisa secara kritis dan mem berikan penilaian yang tegas dari segi geologi atau potensi ekonomi,
nilai, status, kualitas, kuantitas, potensi penggunaan dan segi-segi lainnya terhadap cadangan serta
sumber-sumber batubara.
ASTM
singkatan dari American Society for Testing and Materials, suatu lembaga di Amerika Serikat yang
menguji conto bahan dan hasilnya secara luas diakui sebagai hasil analisis yang baku.
Briket
keping-keping batubara yang dihasilkan dengan pencetakan batubara halus atau debu batubara dengan
bahan pengikat tertentu (misalnya perekat sintetis atau gula tebu dengan pengolahan khusus). Ukuran
bentuk briket bermacam-macam dengan diameter 2 cm – 3 cm.
Breakers (Rotary)
Batubara mentah ditambang dengan metode tambang terbuka seringkali turun di rotary screens yang
besar di mana batu-batu besar yang tidak diinginkan bercampur dengan batubara selama proses
ekstraksi dihilangkan sebelum batubara yang dikirim ke pabrik pengolahan.
Bed
pelapisan atau lapisan batubara yang merupakan endapan yang besar yang terdapat pada formasi
geologi. Bed juga berarti lapisan batubara yang biasanya berkualitas rendah atau batubara kotor yang
sengaja dihamparkan dan dipadatkan dipermukaan (tanah yang diperkeras atau lapisan kerikil padat)
sebagai alas batubara bersih. Istilah Bed juga berarti lapisan batubara sebagai bahan bakar pada sistem
pembakaran fluidized bed.
Bedding
sama dengan bed (lihat bed) atau kegiatan pembuatan bed. Tetapi dapat pula berarti penyimpanan atau
pencampuran jenis-jenis batubara atau bahan galian lainnya dalam bentuk pelapisan-pelapisan tipis
untuk memperoleh kualitasyang seragam nantinya padas saat diambil untuk dijual.
Beds moisture
Kadar air (kelembaban) tertambat dalam prosentase air atau kelembaban batubara pada lapisan atau
pada conto sebelum lapisan ditambang
Bench
teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang lainnya ataupun pada
pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh
lapisan pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan batubara yang sudah terkupas,
terbagi-bagi karena proses penambahannya.
Bench sample
dapat diterjemahkan sebagai conto teras atau jenjang yang berarti conto yang diambil dari bagian dan
atau lapisan batubara yang terpisah dari bagian-bagian endapan batubara lainnya oleh pelapisan batuan
yang tipis (parting).
BENDS
singkatan dari both ends, yaitu istilah perkapalan dimana cara dan alat pemuatan serta pembongkaran
muatan kapal sama, terdapat dibagian depan dan belakang tempat kargo kapal.
Berm
semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami. Lereng yang sengaja dibuat untuk
penahan longsor pada tambang terbuka atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula
disamakan dengan teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka. Berm
dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan sementara untuk dipakai sebagai landasan
kerja untuk pengupasan lapisan penutup disebelahnya.
Bulk sample
conto meruah, yakni conto dalam jumlah besar yang diambil secara sistematik dalam interval tertentu.
Untuk batubara, bulk sample pada awalnya adalah conto sebanyak satu lori (gerobak ) pada interval
tertentu sepanjang lapisan batubara untuk analisa ukuran dan kotoran (abu). Tetapi pengertian ini
semakin meluas. Tambang-tambang batubara di Indonesia dapat mengambil lebih dari 100.000 ton
batubara sebagai conto meruah terutama untuk uji bakar pada PLTU, termasuk uji penambangan, uji
pengangkutan, uji pengapalan dan uji pemasaran. Conto meruah ini sering disebut produksi awal atau
produksi permulaan (initial production) yang bebas bagi hasil.
Burnt
batuan terbakar yang berarti serpih atau lempung yang menempel ketat pada batubara dan sangat sulit
untuk disingkirkan.
Cabin
kabin yaitu ruangan operator dan tempat pengendalian alat-alat berat.
Capesise
istilah ukuran kapal pengangkutan batubara dan material lain berukuran sekitar 100 000 – 200 000 DWT.
Disebut demikian karena kapal tersebut terlalu besar melewati terusan Panama sehingga harus melalui
Cape of Good Hope (semenanjung Harapan dari Lautan Pasifik ke Lautan Atlantic dan sebaliknya).
Carbonaceous
batuan karbonan yakkni batuan yang yang kaya karbon. Serupa pengertiannya denganbatubaraan
(coaly).
Carbon-enrriched solid
padatan diperkaya karbon yakni hasil pemanasan batubara sampai beberapa ratus derajat celcius
biasanya antara 300º – 900º C. (proses karbonasi) dalam bejana bebas oksigen. Kokas dan char termasuk
padatan tersebut.
CBM
singkatan dari coal-bed methane yaitu gas metan yang terbentuk dan terperangkap dalam lapisan
batubara. Gas ini dapat disedot dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar. CBM biasanya ditemukan
didalam lapisan-lapisan batubara yang sangat dalam tetapi gas yang terdapat pada kedalaman kurang
dari sekitar 760 meter dianggap ekonomis untuk dimanfaatkan.
CCS
singkatan dari carbon dioxide capture and sequestration yakni teknologi untuk menangkap dan
mengisolasi gas CO2 yang ditujukan untuk menurunkan secara drastis emisi gas tersebut yang timbul
dari pembakaran batubara. CCS yang sering disebut CC#S merupakan salah satu teknologi batubara
bersih.
CCT
singkatan dari clean coal technologi atau cleaner coal tecnologies yaitu teknologi batubara bersih ( lihat
clean coal technology ).
CF
singkatan dari cost and freight, istilah harga batubara atau kargo lainnya termasuk biaya
angkutan/pengapalan. CF sering ditulis dengan C/F atau C#F.
Canopy
canopy yaitu bagian penutup atas (payung) dari kabin atau tempat kerja operator alat-alat berat yang
pada umumnya tahan beban berat atau jatuhan batuan. Kanopi adalah istilah yang dipakai untuk atap
(alat penahan) alat penyangga hidrolik untuk operasi lubang muka mekanis penuh dalam tambang
dalam batubara. Rangkaian daun-daun dari pohon-pohon hutan juga disebut kanopi.
Channel sample
conto yang diambil dari lapisan batubara dengan membuat torehan memanjang menurut ketebalan
batubara atau endapan bahan galian lainnya. Conto ini biasanya diambil sekitar singkapan. Sebelum
melakukan pencontoan sumuran atau parit memanjang dibuat untuk membuka satu sisi batubara yang
segar.
Char
resisidu karbonan yang padat yang tersisa dari hasil pembakaran tidak sempurna dari bahan organik.
Char dapat dibakar (sebagai bahan bakar) dan diproses untuk menghasilkan bahan karbon yang segar.
CHB
singkatan dari constant humidity basis., istilah yang menyatakan basis analisa kualitas batubara di
laboratorium dalam keadaan kadar kelengasan ( kelembaban ) tetap.
Chip sample
conto kepingan, yakni conto-conto batubara yang diambil secara teratur dengan memahat atau memalu
kepingan batubara atau kepingan batubara atau batuan ataupun bahan galian lainnya. Pengambilan
conto dapat mengikuti pelapisan batubara atau pada titik-titik dengan jarak yang sama.
CIF
singkatan dari carriage, insurance and freight, istilah kontrak jual beli batubara atau kargo lainnya
dimana penjual menyerahkan kargo ketempat yang tentukan oleh pembeli atas biaya pembeli termasuk
asuransi.
Circular coal
batubara dengan struktur cakram berbentuk cakram berbentuk bulat atau lonjong sejajar atau tegak.
Clean-coal technologi
teknologi penanganan batubara secara lebih efisien dan biaya optimal serta ramah lingkungan
( teknologi batubara bersih ). Istilah ini disebut juga dengan cleaner coal technologi atau cleaner coal
tecnologies.
Clearing
pembersihan permukaan tanah dengan cara membuang tumbuhan atau bangunan-bangunan sebagai
langkah permulaan sebelum pengupasan lapisan penutup batubara atau bahan galian lain.
Cleat
kekar yakni retakan atau rangkaian hasil gerakan yang merupakan garis atau sisi pemecahan batubara
akibat oksidasi atau pelapukan. Biasanya dimanfaatkan menentukan arah penambangan batubara
sehingga mudah pemecahannya atau penggaliannya langsung oleh alat muat.
Cleating
istilah lain untuk keadaan berkekar yakni keadaan batubara yang retak-retak atau terlihat adanya garis
belahan-belahan yang belum lepas.
COA
singkatan dari contrac of affreightment yakni kontrak pengapalan untuk lebih dari sekali pelayaran.
Coalified
sisa-sisa tumbuhan pembentuk bahan-bahan batubara dan lapisan-lapisan berbeda yang telah menjadi
batubara, bahan-bahan tersebut berasal dari bermacam bagian tumbuh- tumbuhan yang telah ada pada
waktu pembentukan gambut. Setelah proses pembentukan batubara selesai ( coalified ) bahan-bahan
itu kemudian dikenal dengan nama macaral.
Coal industry
istilah umum untuk segala kegiatan yang berkenaan dengan batubara mulai dari penyelidikan
( eksplorasi ), penambangan, pengolahan, pengangkutan, pemasaran dan pemanfaatan.
Coaling
kegiatan pengambilan batubara ( setelah lapisan penutup dibuang ) termasuk pemboran, peledakan,
pemuatan,pengangkutan dari tambang ketempat penumpukan atau pengolahan.
Coaling station
stasiun atau depot pengisian bqatubara khususnya kereta api uap. Sekarang coaling station hanya ada
ditaman hiburan atau museum.
Coal inspector
inspektur batubara yaitu inspektur yang tugasnya melakukan pengawasan atas pematuhan perundang-
undangan khusus pada tambang batubara, termasuk tindakan-tindakan dan keadaan-keadaan tidak
aman. Petugas khusus ini belum dikenal di Indonesia, tetapi tugas-tugas inspeksi dilaksanakan oleh
pelaksana inspeksi tambang ( umum ) dan pembantu pelaksanaan inspeksi tambang ( umum ). Tambang
umum adalah tambang non minyak dan gas bumi.
Coal isopach
isopach batubara yakni garis-garis yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketebalan lapisan
batubara yang sama.
Coal lost
sebagian kecil batubara yang terbang dalam proses pecucian batubara.
Coal measures
pelapisan batubara yang luas yang mengandung satu atau lebih lapisan batubara. dapat pula berarti
suatu kelompok lapisan-lapisan batubara atau serangkaian pelapisan berbagai jenis-jenis batuan
sedimen dengan ketebalan sampai beberapa ribu meter dan diantara pelapisan batuan-batuan tersebut
terdapat satu atau lebih lapisan batubara .
Coal ply
bagian dari lapisan batubara yang terpisah dengan bagian lainnya diatas atau dibawahnya karena
adanya lapisan batuan ( parting atau band ).
Coal seat
lempung dibawah lapisan batubara; juga berarti lapisan tanah yang mengandung banyak sekali akar-
akar tumbuhan terdapat dibawah lapisan batubara.
Coal series
seri-seri batubara yakni urutan dari beberapa tahapan proses pembentukan batubara dengan
peringkatyang semakin tinggi akibat naiknya metamorfosa. Juga dapat berarti urutan terjadinya
batubara mulai dari gambut ( yang bukan batubara ) menjadi lignit, batubara bitumen, antrasit dan
grafit ( yang bukan batubara tetapi karbon murni ).
Coal smut
lapisan batubara yang remuk akibat pelapukan dan oksidasi karena muncul dekat permukaan, jadi sama
dengan coal blossom dan singkapan batubara.
Coaly shale
batubara kotor dengan kandungan abu lebih dari 40% – 50% terutama dengan pengotor serpih sehingga
sebenarnya merupakan serpih yang mengandung batubara ( serpih arangan ). Coaly shale sama dengan
carbonaceous shale ( serpih karbonan).
Columnar coal
batubara yang mempunyai pecahan atau ( hancuran ) berbentuk kolom-kolom yang biasanya akibat
metamorfosa, disebabkan adanya intrusi batuan beku.
COM
singkatan dari Coal Oil Mixture, yakni campuran antara batubara yang di gerus halus dengan minyak
dengan komposisi campuran tertentu membentuk bahan bakar “ buatan “ yang stabil dandigunakan
sebagai pengganti minyak.
Combustibility
ukuran atau penilaian kecepatan pembakaranbatubara dengan cara dan syarat-syarat tertentu.
Compressions
fosil-fosil tumbuhan berbentuk film ( lapisan sangat tipis ) karbon dalam batuan-batuan, sering
mengawetkan bahan-bahan secara sangat rinci seperti rambut-rambut daun, urat/tulang daun dan
bahkan stomata dedaunan.
Continuity
“kontinyuitas”, (keseimbangan), yaitu istilah yang digunakan untuk menunjukkan penyebaranbatubara
yang konsisten sepanjang jarak yang jauh.
Continous miners
mesin-mesin pemotong batubara modern khususnya untuk tambang batubara dalam dengan sistem
room and pillar,mesin ini mampu memotong batubara dengan cepat dan terus menerus tanpa tanpa
menggunakan bahan peledak. Kepala pemotong mesin bermacam-macam di sesuaikan dengan arah,
tebal, kekerasan dan tingkat produksi yang diinginkan ( ripper head, boring head and auger head ).
Continous mining
penambangan kontinyu dengan menggunakan mesin pemotong batubara modern ( continous miner )
yang dilengkapi dengan tangan-tangan pengumpul dan ban rantai yang mengangkut batubara dan
menumpahkan muatannya ke dalam gerobak shuttle ( shuttle car ) atau keatas ban berjalan untuk
selanjutnya dibawa kepermukaan.
Continous sampling
percontoan kontinyu ( berkesinambungan ), yaitu pengambilan conto dari setiap titk-titik yang
berurutan dan pada jarak yang sama sepanjang jalur pengolahan dan pemuatan batubara kedalam
gerbong atau keatas kapal.
Declining
“penurunan” yakni istilah yang dipakai pada lapangan batubara yang kegiatan penambangannya
menurun.
Depormation temperature
suhu perubahan bentuk yakni suhu saat abu batubara (yang dibentuk/dicetak berbentuk kubus atau
piramida kecil) mulai membulat akibat pelumasan. Hal ini terlihatpada percobaan untuk menentukan
suhu pelelehan abu batubara yang merupakan salah satu ukuran penilaian mutu batubara yang
digunakan pada PLTU. Percobaan laboratorium ini dilakukan dalam dapur khusus dengan suhu dari
1000ºC – 1600ºC.
Demurrage
denda atau kompensasi yang dibayarkan kepada pemilik kapal akibat keterlambatan muat atau bongkar
muatan. Despatch : semacam bonus yang dibayarkan pihak pembeli kepada pihak penjual dan pemuat
kargo karena waktu pemuatan kapal selesai lebih awal.
Development
secara umumberarti kegiatan pembukaan tambang batubara (khususnya) tambang dalam dengan
penggalian sumuran, lubang-lubang utama, lubang-lubang peranginan dan lubang persiapan blok
[Link] khusus (misalnya ditambang dalam) development berarti pekerjaan persiapan
panel/blok produksi.
Development drilling
pemboran-pemboran untuk menentukan ukuran-ukuran kandungan dan gangguan-gangguan geologi
endapan batubara atau bahan-bahan galian lainnya.
Development plan
rencana pengembangan, yakni gambar dan keterangan yang memperlihatkan rencana yang
diusulkan/diajukan atas pekerjaan-pekerjaan tambang. Rencana seperti itu biasanya ditinjau/diubah
disesuaikan dengan kemajuan tambang dikemudian hari.
Development sampling
pengambilan conto-conto sepanjang lubang-lubang persiapan untuk lebih memastikan arah dan bentuk
penambangan dan khususnya untuk meyakinkan besar dan bentuk cadangan.
Development work
pekerjaan penambangan/pembangunan yakni pkerjaanyang dilaksanakan untuk membuka endapan
bahan galian sebagai persiapan untuk lokasi kegiatan produksi berikut dari permukaan kerja produksi
yang sedang berlangsung pada tambang yang sama atau dari tempat yang berbeda. Juga berarti
pekerjaan persiapan produksi sebagai lanjutan dari eksplorasi.
Devolatilization
kehilangan zat-zat terbang secara cepat dari senyawa-senyawa yang sedang mengalami perubahan
menjadi batubara (coalification). Bila istilah tersebut dipakai untuk batubara berarti kehilangan bahan-
bahan terbang (menjadi gas-gas) yang mengakibatkan meningginya kandungan karbon. Proses ini
merupakan metamorfosa yang menyebabkan peringkat batubara semakin tinggi sejalan dengan tingkat
kehilangan zat-zat terbang.
Dewatering
penirisan tambang atau pengeluaran air dari tambang baik tambang terbuka maupan tambang dalam
dengan cara pembuatan saluran/parit menuju keluar tambang dan pemompaan.
Dewatering coal
pengeringan batubara hasil pencucian dan penyaringan getar dan atau sentrifugal. Juga berarti
pengeringan batubara slurry setelah pengangkutan dengan pipa (coal slurry pipe line) dengan alat-alat
penyaring dan peralatan pemanas khusus. Dewatering untuk batubara slurry memakan biaya yang
cukup besar sehingga merupakan sehingga merupakan segi yang perlu dipertimbangkan secara teliti
sebelum pembangunan proyek pipa batubara slurry. Dip meter : alat untuk mengukur dan mencatat
jumlah dan arah kemiringan lapisan yang terdapat didalam/sisi lubang bor (lihat kemiringan/dip).
Discontinuity
ketidaksinambungan yakni gangguan-gangguan alami/geologi yang memutus kesatuan penyebaran
suatu lapisan batuan khususnya gangguan pada lapisan-lapisan batubara misalnya sesar, intrusi batuan
beku atau sedimen, pelenyapan (washout) dan sebagainya
Dryers
Pengering biasanya disulut oleh gas alam atau batubara umumnya komponen pabrik pengolahan
batubara kokas. Itu digunakan untuk menghilangkan kadar air produk batubara sebelum loading ke Unit
kereta untuk pengiriman dari terminal laut.
Elevasi
ketiggian suatu titik pengukuran pada pemetaan atau pada peta dari titik, atau Emlacement :
pembuangan limbah pencucian batubara dengan terencana guna mencegah pencemaran lingkungan.
End cleat
garis-garis atau bidang-bidang retakan/belahan pada lapisan batubara.
Enviro coal
batubara yang diperkenalkan dengan “nama/cap kualitas batubara lingkungan” yaitu batubara dengan
kadar belerang sangat rendah sehingga pada pembakaran untuk PLTU, tidak mengeluarkan atau sedikit
sekali mengeluarkan gas-gas belerang yang berbahaya/beracun seperti SO (oksida belerang). Enviro coal
diperkenalkan dan ditambang oleh Adaro I ndonesia di lapangan Paringin dan sekitarnya, Kalimantan
selatan. Batubara Paringin dan batubara tutupan termasuk dalam enviro coal (lihat batubara Paringin).
Environmental impact
dampak lingkungan yakni hasil atau akibat dari kegiatan atau proses tertentu. Dapat diartikan sebagai
perubahan lingkungan, yang bersifat menguntungkan (positif) atau merugikan (negatif).
Environtmental-impact ststement
sering disebutdan disingkat EIS. Pernyataan (tertulis) dampak lingkungan yaitu laporan yang berisi
penilaian dan penyelidikan dampak-dampak yang mungkin timbul dari sesuatu proyek yang dapat
mempengaruhi lingkungan hidup manusia (lihat AMDAL).
Equilibrium moisture of coal
sama dengan kelembaban setimbang batubara (lihat kelembaban setimbang batubara).
Estimation
penentuan (perkiraan) tonase batubara disuatu lapangan.
ETA
singkatan dari estimated time of arrival, yakni perkiraan waktu tiba (untuk kapal).
ETD
singkatan dari estimated time of departure, yaitu perkiraan waktu berangkat (untuk kapal).
ETR
singkatan dari estimated time of resdiness, yaitu perkiraan waktu siap muat (untuk kapal).
Explosive
bahan peledak yakni senyawa-senyawa kimia, campuran atau peralatan yang kegunaan utamanya
adalah untuk menimbulkan peledakan yakni rsaksi kimia yang menyebabkan pelepasan gas dalam
jumlah besar dan mendadak disertai panas atau api. Lihat bahan peledak peka detonator, bahan peledak
peka primer dan sebagainya.
Exposed
untuk endapan batubara berarti singkapan batubara yang mencuat/terbuka dipermukaan atau
singkapan sepanjang pinggiran cekungan batubara. isitlah exposed coal berbeda dengan exposed coal
field. Exposed coal field adalah batubara yang telah terkupas pada lereng penambangan siap untuk
pengambilan (ekstraksi).
Extraction
ekstraksi yakni proses pengambilan batubara dari endapan.
Extraneous
bahan asal luar/bahan asing. Biasanya abu batubara ( extraneous ash) yang terjadi dari bahan anorganik
yang masuk kedalam batubara ketika proses pembentukan batubara berlangsung. Bahan ini berupa
butiran-butiran atau bahan asing yang mengisi rekahan/retakan pada lapisan batubara terdiri dari
bahan-bahan lempung dan pasir waktu pembentukan batubara.
Face
permukaan kerja tambang batubara dimana batubara sedang diproduksikan. Dapat juga berarti
permukaan tegak dari batuan yang terbentuk akibat peledakan atau dinding yang sedang dikerjakan
(permukaan panel batubara) bila dipakai sebagai istilah lubang buka tambang batubara dalam (lihat juga
front).
Face cleat
belahan atau kekar dengan bentuk bidang yang sangat baik (jelas) pada lapisan batubara. juga berarti
susunan (sistem) belahan dan kekar pada lapisan batubara.
Face conveyor
rantai berjalan yang dipasang didepan permukaan kerja produksi batubara untuk menampung dan
mengangkut batubara yang telah dilepas/dihancurkan dalam proses akstraksi batubara secara manual
(dengan linggis), semi mekanis (dengan peledak) dan secra mekanis (dengan shearer) pada lubang buka
tambang batubara dalam.
Face of coal
permukaan kerja/front ekstraksi batubara.
Falls
daerah pada atap lubang atau atap batubara yang ambruk lebih dari 15 cm diatas permukaan normal.
Fermentasi bitumen
fermentasi bahan tumbuh-tumbuhan dalam keadaan tanpa udara pada kelembaban tinggi. Zat-zat
terbang tertahan menyebabkan terbentuknya senyawa bitumen seperti gambut dan batubara.
FHP
singkatan dari flash hydropylisis, yakni salah satu proses pengolahan batubara menjadi bahan bakar cair.
Dalam proses ini batubara dipanaskan dengan cepat pada suhu tinggi dalam tekanan hidrogen. Proses
ini menghasilkan gas alam sintetis, distilat aromatik (terutama benzene, toluena dan xylena disingkat
BTX), minyak bakar,belerang amonia dan char.
FIFO
singkatan dari first in first out, cara yang digunakan untuk penyimpanan dan pengeluaran bahan peledak
kedalam atau keluar gudang penyimpanan untuk keselamatan dan keamanan yang berarti bahan yang
terlebih dulu masuk gudang akan menjadi pertama digunakan.
Fill bench
lereng urug, yakni bagian lereng yang dibentuk oleh buangan tanah kupasan utau tanah urug diatas
lereng asli (alami). Hal ini terjadi antara lain tambang terbuka sistem penambangan kontur.
Fines
batubara halus berupa butiran kecil berukuran –2 mm (lebih kecil dari 2 mm).dapat pula berarti butiran-
butiran lempung atau batu lanan tanah.
Finger coal
“batubara jari”, yakni kokas alam yang terbentuk sebagai batangan kecil persegi enam (hexagonal) yang
terjadi akibat pengaruh intrusi batuan beku.
Fire damp
gas tambang batubara yang dapat meledak terutama terdiri dari metan.
Fixed ash
abu bawaan yaitu abu batubara yang berasal dari bahan anorganik yang secara struktur adalah bagian
dari tumbuhan asal batubara tersebut. Secara mekanis abu bawaan tidak dapat dipisahkan dari batubara
dan biasanya jumlah tidak lebih dari 1%.
Flame proof
dinding yang dibuat dari beton, susunan karung atau lempung tahan api untuk menahan ranbatan api
bila terjadi kebakaran tambang batubara bawah tanah.
Float coal
“batubara apung”, yaitu batubara terpisah di dalam batu pasir atau serpih yang diduga berasal dari
lapisan gambut yang tererosi dan terbawa dari tempat asalnya ketempat lain.
Floor roll
lapisan atau bahan pengganggu pada lapisan batubara. floor roll terdiri dari bahan batuan berbentuk
panjang dan sempit (kecil) menonjol kearah atas menembus lapisan batubara dari batuan lantai
sehingga mengurangi ketebalan batubara yang dapat ditambang. Batuan pengganggu ini dapat
berukuran 3m x 25m x 600m, berbentuk kerucut datar sampai berbentuk lensa.
Fly bar
batang melintang yang kedua ujungnya dihubungkan dengan rantai penggerak pada rantai berjalan
pengangkut batubara yang dipasang sepanjang permuka produksi batubara tambang dalam atau
ditempat penumpukan batubara dipermukaan. Batang tersebut berfungsi sebagai pendorong batubara.
Fly rock
“batuan terbang” akibat peledakan lapisan penutup pada tambang terbuka atau pada peledakan batuan
lainnya termasuk pada kuari.
FOB
singkatan dari free on board, istilah dalam kontrak jual-beli dimana harga batubara atau jenis kargo
lainnya adalah harga diatas tongkang atau kapal tidak termasuk biaya pengapalan, pemindahan dan
asuransi.
FOBT
singkatan dari free on board trimmed, istilah dalam kontrak jual-beli dimana harga batubara atau kargo
jenis lainnya adalah harga diatas tongkang atau kapal tidak termasuk biaya pengapalan, pemindahan
dan asuransi.
Foot wall
“dinding bawah” atau dinding bidang sebelah bawah dari bidang sesar miring berlawanan dengan
hanging wall.
Formasi
kelompok batuan-batuan yang memiliki ciri tertentu yang diberi nama khusus sebagai unt untuk
keperluan pemetaan, penjelasan atau untuk bahan acuan.
Formasi batubara
unit stratigrafi mengandung batubara pada daerah pengendapan batubara.
Fouling
sifat penempelan bahan-bahan penyekat panas (yang mengganggu) pada pipa ketel uap akibat
pembakaran batubara berkadar belerang dan abu tinggi.
Free ash
abu bebas, yakni butiran-butiran serpih dari lapisan pengotor dalam lapisan batubara dan juga dari
batuan atap, batuan lantai, urat pirit, mineral pengotor pada lapisan pemisah batubara (parting) dan
sebagainya.
Free pertique
dokumen tentang kelayakan dan kesehatan untuk kapal dan awak kapal.
FSI
singkatan dari free swelling index (lihat free swelling index).
Fugitive dust
bahan-bahan halus yang tidak dapat terbang bersama gas melalui cerobong asap dan menjadi bahan
yang mengambang bersama udara akibat tekanan angin. Juga debu yang berasal dari tambang batubara
terbuka atau dari kegiatan reklamasi.
Fusain
berasal dari bahasa latin fusus yang berarti gelundung, bahan batubara dengan kenampakan dan
struktur seperti arang kayu, rapuh, berjelaga dan umumnya mengandung abu tinggi. Fusain terdiri
terutama dari fusite dan merupakan salah satu dari empat bahan pembentuk maceral batubara. ia
terdapat dalam bentuk lapisan lebar dan lensa dalam batubara humik (humik coal), terssebar luas tetapi
dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Geotechnical Testing
Studi Geoteknik yang dilakukan selama perencanaan dan operasi tambang batubara open-pit. Beberapa
mata pelajaran yang lebih umum untuk tes geoteknik adalah: stabilitas tanah, stabilitas batuan dan
kekuatan, air tanah, pengendalian sedimentasi.
Highwall
Bagian terdalam dari perimeter tambang terbuka.
In Situ Coal
Batubara yang ditemukan dalam keadaan alami sebelum di lakukannya penambangan.
Load Outs
Fasilitas terdiri dari penyimpanan silo, meter berat dan konveyor yang digunakan untuk memuat
batubara ke unit kereta.
Longwall mining
Bentuk otomatis penambangan batubara bawah tanah ditandai dengan recovery tinggi dan tingkat
ekstraksi, layak dilakukan hanya dalam relatif datar, tebal, dan seragam coalbeds. Sebuah mesin
pemotong bertenaga tinggi melewati seluruh permukaan mengenai batubara, mengeser menjauhi
batubara yang hancur, yang secara terus menerus diseret oleh sistem conveyor tingkat lantai.
PCI Coal
Pulverized Coal Injection.
Product Coal Specifications
Negosiasi nilai maksimum dan minimum untuk ASH, VOLATILE, KARBON TETAP, BELERANG, TOTAL
MOISTURE dan FREE SWELLING INDEX biasanya didefinisikan pada kontrak penjualan batubara kokas.
Coking coal biasanya dijual dengan "Free on Board" berdasarkan artinya pada penjual terminal
pelabuhan di mana ia sering diuji oleh laboratorium independen untuk spesifikasi di atas. Varian
melampaui spesifikasi kontrak dapat mengakibatkan denda atau dalam kasus yang ekstrim yaitu
penolakan pembelian oleh pembeli.
Room-and-pillar mining
Metode yang paling umum terutama dari penambangan bawah tanah di mana atap tambang didukung
oleh pilar batubara yang tersisa secara berkala. Rooms adalah tempat di mana batubara tersebut
ditambang, pilar adalah area batubara yang tersisa antara rooms. Pertambangan Room-and-pillar
mining ini dilakukan baik dengan penambangan konvensional atau kontinu.
Sedimentation Ponds
Ini adalah buatan manusia kolam dibangun untuk menangkap dan mempertahankan drainase
permukaan agar sedimen di drainase dapat mengendap di dasar kolam dan tidak dibuang ke kali atau
sungai. Mereka biasanya ditempatkan di lokasi strategis di sekitar tambang open-pit pembuangan
limbah untuk menjaga dari terhadap peningkatan sedimentasi sekitar jalur air.
Strip Ratio
Stripping rasio adalah faktor ekonomi yang paling berpengaruh dalam evaluasi dan perencanaan
tambang batubara open-pit. Ini merupakan volume batuan baik di atas dan di dalam (parting) lapisan
batubara yang dinyatakan dalam Bank Cubic Metres (BCMS) yang harus ditambang untuk mendapatkan
1 ton batubara mentah atau bersih. Stripping Ratio batubara bersih lebih menunjukkan kinerja tambang
karena mencakup kinerja yang diharapkan dari pengolahan pabrik tambang.
Sulfur
Belerang batubara terjadi dalam tiga bentuk: organik, sulfat, dan piritik. Sulfur organik merupakan
bagian integral dari matriks batubara dan tidak dapat dihapus oleh pemisahan fisik konvensional.
Belerang sulfat biasanya diabaikan. Sulfur piritik terjadi sebagai mineral pirit dan marcasite, ukuran lebih
besar umumnya dapat dihilangkan dengan membersihkan batubara.
Swell Factors
Peledakan dari volume limbah, diukur dalam bank cubic meters, dilakukan untuk menghasilkan bahan
yang mampu dimuat ke dalam truk angkut. Swell Factors diterapkan ke peledakan batu untuk
menyesuaikan peningkatan volume saat meledak.
Tailings
Partikel batuan yang tidak diinginkan dihilangkan selama pengolahan batubara.
Tailings Ponds
Struktur buatan manusia yang mengandung limbah tailing serta air dan dirancang untuk memungkinkan
partikel tailing yang mengendap pada dasar kolam.
Underground Mining
Pertambangan batubara bawah tanah melibatkan peralatan khusus yang biasanya terbatas pada
penggalian dalam atap serta lantai lapisan batubara yang ditambang meninggalkan daerah batubara
atau pilar untuk mendukung operasi pertambangan dari dalam caving.
Waste
Batuan yang ditemukan di atas maupun di antara lapisan batubara yang ditambang dalam sebuah batas
tambang open pit
Waste Dumps
Lokasi yang dipilih sedekat mungkin dengan batas-batas tambang open-pit di mana batuan sisa yang
ditempatkan oleh truk angkut.
MOISTURE BATUBARA
Pada dasarnya air yang terdapat di dalam batubara maupun yang terurai dari batubara apabila
dipanaskan sampai kondisi tertentu, terbagi dalam bentuk-bentuk yang menggambarkan ikatan serta
Ada dua bentuk/wujud moisture pada batubara yakni air yang terdapat di dalam batubara dalam
bentuk H2O dan air hasil penguraian zat organik yang ada dalam batubara karena adanya oksidasi
Air yang terdapat dalam batubara dalam bentuk H2O dibagi dalam 3 bentuk yakni.
1. Inherent moisture ialah air yang secara fisik terikat di dalam rongga-rongga kapiler serta pori2
batubara yang relatif kecil, serta mempunyai tekan uap air yang lebih kecil jika dibandingkan dengan
2. Adherent moisture ialah air yang terdapat permukaan batubaraatau di dalam pori2 batubara yang
relatif besar. Air dalam bentuk ini mudah menguap pada suhu ruangan.
3. Air kristal ialah air yang terikat secara kimia pada mineral-mineral dalam batubara. Bentuk ini
menguap pada suhu yang cukup tinggi, tergantung dari jenis mineral yang mengikatnya, penguapan
pada umumnya mulai terjadi pada suhu diatas 450 derajat celcius. Beberapa badan standarisasi
international membuat metode untuk penetapan air kristal ini, namun jarang orang
mempergunakannya, amerika menetapkan bahwa air kristal yang terdapat di dalam batubara ialah 8%
dari kadar abu batubara, sedangkan negara-negara eropa menetapkan sebesar 9% dari kadar abu
batubara.
Moisture pada batubara bukanlah seluruh air yang terdapat dalam pori-pori batubara baik besar
maupun kecil dan yang terbentuk dari penguraian batubara selama pemanasan.
Moisture batubara ialah air yang menguap dari batubara apabila dipanaskan sampai pada suhu 105 –
Berdasarkan pengertian diatas, serta melihat kembali kepada bentuk2 air yang terdapat di dalam
batubara, maka hanya air dalam bentuk inherent dan bentuk adherent sajalah yang dapat
dikategorikan sebagai moisture batubara, sedangkan 2 bentuk lainnya, yaitu air kristal mineral dan air
hasil penguaraian zat organik karena oksidasi, tidak termasuk sebagai air batubara.
Berdasarkan bentuk-bentuk air yang dianggap sebagai air batubara, kemudian muncullah bermacam
Kondisi 1 : Inherent moisture (moisture holding capacity : bed moisture, equilibrium moisture) dan
Kondisi 2 : Total moisture terdiri dari 2 yakni Free moisture (air dry loss, extraneous moisture) dan
Residual moisture.
Kondisi 3 : Free moisture dan moisture (air dried moisture, moisture in the analysis sample)
selain istilah-istilah tersebut masih banyak istilah lainnya yang dipergunakan orang, seperti natural
moisture, internal moisture, critical moisture, chemically combined moisture, as received moisture dan
lain sebagainya.
PEMBAHASAN ISTILAH
Kondisi 1
1. Inherent moisture
Inherent moisture ialah moisture yang dianggap terdapat di dalam rongga-rongga kapiler dan pori-pori
batubara yang relatif kecil, pada kedalaman aslinya yang secara teori dinyatakan bahwa kondisi
tersebut ialah kondisi dengan tingkat kelembapan 100% serta suhu 30 derajat celcius.
Karena sulitnya mengsimulasi kondisi batubara di kedalaman aslinya, maka badan-badan standarisasi
menetapkan kondisi pendekatan untuk dipergunakan pada metode standar pengujian di laboratorium.
Standar internasional, British, Australia dan Amerika menetapkan bahwa kondisi pendekatan tersebut
ialah kondisi dengan tingkat kelembapan 96 – 97 % dengan suhu 30 derajat celcius. sedangkan
standar jepang menetapkan kondisi tersebut pada tingkat kelembapan 67 % dengan suhu 30 derajat
celcius. sehingga hasil yang diperoleh dengan standar jepang selalu lebih kecil dibandingkan dengan
tinggi rendahnya tingkat rank batubara tersebut. Semakin tinggi nilai inherent moisture suatu
Bed moisture ialah istilah lain inherent moisture yang banyak dipakai, sedangkan moisture holding
capacity (MHC) ialah istilah yang dipakai oleh international standard (ISO), British Standard (BS) dan
Australia Standard (AS), sedangkan American Standard (ASTM) mempergunakan istilah Equipment
moisture, Moisture Holding Capacity dan equilibrium moisture ialah istilah yang dipergunakan untuk
nama pengujian.
2. Adherent moisture
Adherent moisture ialah moisture yang dianggap terdapat pada permukaan batubara dan pori-pori
Surface moisture ialah istilah yang dipergunakan oleh international standard (ISO),BS,AS sedangkan
Nilai adherent moisture diperoleh dari pengurangan nilai total moisture oleh nilai inherent moisture
Keberadaan adherent moisture pada batubara dimungkinkan terjadi dalam beberapa situasi, antara
lain :
1. Bercampurnya air tanah dengan batubara pada waktu penambangan maupun pada kondisi
3. sisa-sisa air yang tertinggal pada permukaan batubara setelah proses pencucian.
Keberadaan adherent moisture ini dapat dikurangi jumlahnya dengan proses penirisan (drainage),
Oleh karena sebagian besar moisture ini terdapat pada permukaan batubara, maka semakin luas
permukaan suatu batubara, semakin besar pula jumlah surface moisture-nya, ini berarti bahwa
antara moisture pada permukaan partikel-partikelnya, yang disebut dengan “bridging” sehingga sulit
sekali untuk dikurangi, dan apabila mencapai jumlah yang cukup besar terlebih lagi kalau
mengandung mineral cukup besar pula, maka akan menimbulkan masalah yang serius pada
penanganan batubara tersebut (coal handling), oleh karena itulah pada waktu pembelian batubara
Kondisi 2
[Link] Moisture ialah seluruh jumlah air yang terdapat pada batubara dalam bentuk inherent dan
adherent pada kondisi saat batubara tersebut diambil contohnya (as sampled) atau pada pada kondisi
Nilai total moisture diperoleh dari hasil perhitungan niali free moisture dengan nilai residual
% TM = % FM + % RM x (1 – % FM/100)
Nilai-nilai free moisture dan residual moisture diperoleh dari hasil analisis penetapan total moisture
a. Free Moisture (FM) ialah jumlah air yang menguap apabila contoh batubara yang baru diterima atau
yang baru diambil, dikeringkan dalam ruangan terbuka pada kondisi tertentu sampai didapat berat
konstannya.
Berat konstan ialah berat penimbangan terakhir apabila pada dua penimbangan terakhir dicapai
Free moisture istilah yang dipakai ISO, BS dan AS sedangkan ASTM mempergunakan istilah air dry loss
(ADL) . Pada ASTM dikenal juga istilah free moisture akan tetapi istilah tersebut mempunyai pengertian
yang berbeda dengan istilah free moisture yang dipergunakan oleh ISO, BS, AS.
b. Residual Moisture ialah jumlah air yang menguap dari contoh batubara yang sudah kering (setelah
free moisturenya menguap) apabila dipanaskan kembali pada suhu 105 – 110 derajat celcius, proses
pengerjaan untuk mendapatkan nilai residual moisture merupakan tahap kedua dari penetapan total
Kondisi 3
1. Free Moisture (informatif) ialah istilah yang dipergunakan untuk mengambarkan persen jumlah air
yang menguap dari contoh batubara yang dikeringkan pada kondisi ruangan (suhu dan kelembapan
ruangan) yang kadang2 dibantu dengan hembusan kipas angin. Pengeringan tidak perlu dilakukan
sampai dicapai berat konstan. Pengeringan justru harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh
metode standar. Hal ini dilakukan agar pengeringan tidak terlalu berlebihan karena akan terjadi
Air dry loss ialah istilah yang dipergunakan dalam ASTM . Nilai free moisture ini sifatnya hanya
informatif dan nilainya dari satu laboratorium ke laboratorium lainnya tidak selalu harus sama.
2. Air dried moisture, ISO, BS dan AS mempergunakan ukuran partikel -212 um, sedangkan ASTM
mempergunakan partkel ukuran -250 um. Air dried moisture ialah air yang menguap dari contoh yang
halus apabila dipanaskan pada suhu 105 – 110 derajat celcius dan penetapannya merupakan bagian
dari analisis proximate, istilah lain yang banyak dipergunakan ialah moisture in the analysis sample
atau moisture saja. Nilai moisture ini hanya dipergunakan untuk menghitung hasil-hasil analisis
lainnya, yang ada hubungannya dengan moisture ke dalam basis yang diinginkan. Hal ini perlu
dilakukan apabila kita akan memperbandingkan dua hasil analisis dari contoh yang sama atau
Total moisture (TM) adalah moisture yang terkandung dalam contoh batubara yang diterima di
laboratorium, yang mana menggambarkan kandungan moisture sumber batubara yang diambil
contohnya tersebut. Salah satu penetapannya adalah dengan metode two-stage determination. Dalam
metode ini penetapan dilakukan dengan dua analisis yang berkaitan. Pertama dilakukan dengan analisis
free moisture kemudian dilanjutkan dengan analisis residual moisture. Dalam ISO, BS, dan AS : Free
moisture adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan persen jumlah air yang menguap dari
contoh batubara yang dikeringkan pada kondisi ruangan (suhu dan kelembaban ruangan) yang kadang-
kadang dibantu dengan hembusan kipas angin. Pengeringan dilakukan sampai mendapat berat konstan.
Air dry loss adalah istilah yang dipergunakan oleh ASTM untuk menyebutkan istilah free moisture ini,
sedangkan istilah free moisture dalam ASTM mempunyai pengertian yang berbeda sama sekali. Dalam
ASTM : Free moisture adalah istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan moisture yang terdapat
pada permukaan partikel batubara pada kondisi tertentu yang dalam ISO, BS dan AS dipergunakan istilah
surface moisture. Residual moisture adalah jumlah persen moisture yang terkandung pada contoh
batubara yang sebelumnya telah dikeringkan (air dried), baik itu contoh yang telah dihaluskan
sampai ukuran partikel 212/250 micron (untuk general analysis), maupun contoh yang telah digiling
sampai ukuran yang lebih kasar, seperti 0.250, 0.850, 2.36, dan 3.00mm. Hasil analisis free moisture dan
residual moisture kemudian dihitung untuk mendapatkan total moisturenya dengan rumus TM = FM
+ RM*(1-FM/100)