LABORATORIUM PERENCANAAN DAN
SIMULASI TAMBANG
PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN
NO. TUGAS :
05B
TUTORIAL
PEMODELAN QUALITY
Nama : Erghiza Tribiani
NPM : [Link]
Shift / Waktu : II (Dua ) / 07.00 – 10.00 WIB
Hari/Tanggal Praktikum : Selasa / 15 Oktober 2019
Hari/Tanggal Laporan : Jum’at / 18 Oktober 2019
Asisten : 1. Ir. Yuliadi, M.T.
2. Wahyu Hidayat, [Link].
3. Juni Rahmad Hasibuan, S.T.
4. Rana Antariksa Dwisetiani
5. Dewi Luckyta Kusuma Negara
6. Fachrul Rozy Elba Ansofa
7. Guntur Indra Prahasta
8. Moch. Aprillianto Wicaksono
9. Nelly Nur Yuanita
PRODI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM
BANDUNG 1441 H / 2019 M
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Puji serta syukur mari kita panjatkan kehadirat illahi robbi yang telah
memberikan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga tutorial ini telah selesai
dibuat.
Terimakasih kepada segala pihak yang telah memberikan dorongan agar
bersemangat dalam mengerjakan tutorial ini. Tutorial ini masih jauh dari kata
sempurna, oleh sebab itu mohon kritik serta saran yang bersifat membangun
untuk memperbaiki tugas dan tutorial lainnya. Semoga dengan adanya tutorial ini
dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis serta umumnya bagi semua
mahasiswa atau mahasiswi Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Bandung, Oktober 2019
Penyusun
Erghiza Tribiani
[Link]
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………….. i
DAFTAR ISI …………………………………………………………….... ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………….. 1
1.1 Latar Belakang ……………………………………………. 1
1.2 Maksud dan Tujuan ……………………………………….. 1
1.2.1 Maksud …………………………………………… 1
1.2.2 Tujuan …………………………………………….. 2
BAB II TUTORIAL ……………………………………………………. 3
2.1 Composite …..…………………………………… 3
2.1.1 Pembuatan Database Composite 3
……………..
2.1.2 Command Composite 11
…………………………..
2.1.3 Cek Data Composite 11
……………………………
2.2 Implicit …..…………..…...………………………………… 13
2.2.1 Implicit Modelling Editor ….. 13
…………………….
2.2.2 Command Grade Estimate 16
……………………..
2.2.3 Load Triangulasi Model Implicit 17
………………..
2.3 Database Block Construction …..……………………… 18
2.3.1 New Definition Block Construction 18
…………….
2.3.2 Command Block Construction 22
…………………
2.3.3 Report Block Definition ………………………… 23
BAB III PEMBAHASAN .......................……………………………... 25
BAB IV KESIMPULAN .........................……………………………... 26
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahan galian ialah material yang memiliki nilai ekonomis dengan
keberadaan di dalam permukaan bumi, yang mana keterdapatan di Indonesia
sangatlah melimpah. Bahan galian berdasarkan UU No. 4 tahun 2009 terbagi
menjadi dua yakni mineral dan batubara, yang dimana bahan galian digolongkan
kembali menjadi empat yakni mineral logam, mineral non logam, mineral batuan
dan mineral radioaktif. Guna mengelola bahan galian tersebut dilaksanakannya
kegiatan pertambangan yang bertujuan untuk mengelola dan mengusahakannya.
Kegiatan pertambangan merupakan serangkain kegiatan guna mengelola
dan mengusahakan bahan galian, baik itu mineral ataupun batubara secara
efisien, aman dan ekonomis. Dalam tahapan awal kegiatan pertambangan
dilakukannya tahapan perencanaan tambang, yang dilakukan agar berjalan
dengan terencana dan lancar. Umumnya perencanaan tambang dilakukan pada
awal tahapan pertambangan setelah kegiatan eksplorasi dan selanjutnya
beriringan dengan kegiatan produksi hingga pasca tambang.
Dalam perencanaan tambang terdapat tahapan pemodelan geologi serta
kualitas, yang mana berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 tahun 2018
menjelaskan bahwasanya terdapat beberapa komponen dalam perencanaan
tambang yang berkaitan dengan kualitas. Pemodelan kualitas ini sangatlah
berguna dalam penentuan cadangan serta batas Cut Off Grade dalam bijih atau
dalam penentuan kualitas batubara, yang mana pada penentuan kualitasnya
menggunakan komposit dan implisit. Oleh sebab itu, pemahaman tentang
pemodelan kualitas khususnya komposit dan implisit dapat sangat berguna bagi
seorang ahli tambang dalam kegiatan pertambangan.
1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud
1
Maksud dari praktikum ini yaitu untuk memahami tentang konsep dasar
dari pemodelan kualitas khususnya data komposit dan implisit secara digital.
2
2
1.2.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini yaitu:
1. Agar dapat memahami prinsip dan membuat model kualitas endapan
bahan galian secara digital.
2. Agar dapat mengetahui bentuk model kualitas endapan bahan galian
secara digital.
3. Agar dapat menghitung volume dari model kualitas endapan bahan galian
secara digital.
BAB II
TUTORIAL
2.1 Composite
Langkah dalam pembuatan composite yaitu sebagai berikut:
2.1.1 Pembuatan Database Composite
1. Buka perangkat lunak Maptek Vulcan.
Gambar 2.1
Buka Maptek Vulcan
2. Membuka design file sebelumnya – OK.
Gambar 2.2
Membuka Design File
3
4
3. Klik Geology – Compositing – Compositing.
Gambar 2.3
Klik Compositing
4. Isikan nama file dan pilih Run Length – Pilih file Isis.
Gambar 2.4
Pilih File Isis
5
5. Centang Exclude assay value dan Range of value.
Gambar 2.5
Centang Exclude dan Range Value
6. Pilih Bottom interval To dan Thicknessf field From.
Gambar 2.6
Pilih To dan From
6
7. Isikan semua data assay.
Gambar 2.7
Isikan Data Assay
8. Centang Enable Breakdown dan pilih Geo – Klik ikon tiga titik.
Gambar 2.8
Pilih Geo dan Klik Ikon
7
9. Pilih Litho, To, From – OK.
Gambar 2.9
Pilih Litho, To dan From
10. Pada menu Method, masukan 2,0.
Gambar 2.10
Masukkan Panjang 2
8
11. Centang Enable boundary definition dan masukkan layer topo full.
Gambar 2.11
Masukkan Layer Topo Full
12. Masukkan juga layer append LIM, SAP dan BRK.
Gambar 2.12
Masukkan Layer Append Lithology
9
13. Isikan Priority berdasarkan urutan baris.
Gambar 2.13
Isikan Priority
14. Pilih Inversion untuk topo menggunakan Complete.
Gambar 2.14
Pilih Complete untuk Topo
10
15. Isikan kolom Value.
Gambar 2.15
Isikan Kolom Value
16. Isikan informasi composite – Apply and Run.
Gambar 2.16
Isikan Informasi dan Klik Apply and Run
11
2.1.2 Command Composite
1. Tampilan Command Composite.
Gambar 2.17
Tampilan Command Composite
2.1.3 Cek Data Composite
1. Klik Start – Isis.
Gambar 2.18
Klik Isis
12
2. Pilih file Isis composite.
Gambar 2.19
Pilih Isis Composite
3. Pada sheet Entry akan tertampil data composite.
Gambar 2.20
Tampilan Data Composite
13
2.2 Implicit
Langkah dalam pembuatan implicit yaitu sebagai berikut:
2.2.1 Implicit Modelling Editor
1. Klik Geology – Implicit Modelling – Implicit Modelling Editor.
Gambar 2.21
Klik Implicit Modelling Editor
2. Isikan nama implisit, data drillhole dan data geology.
Gambar 2.22
Isikan Nama, Data Drillhole dan Geology
14
3. Centang As Source dan masukkan topografi full.
Gambar 2.23
Masukkan Topografi Full
4. Isikan nama block model dan isikan ukuran blok – Klik Digitise Extents.
Gambar 2.24
Isikan Ukuran Blok
15
5. Buat kotak dengan semua titik masuk – Pilih Accept.
Gambar 2.25
Blok Titik Bor dan Pilih Accept
6. Masukkan elevasi minimum dan maksimum.
Gambar 2.26
Masukkan Elevasi Minimum Maksimum
16
7. Isikan semua lithologi, ukuran dan warna – Klik Apply and Run.
Gambar 2.27
Isikan Litologi dan Ukuran Blok
2.2.2 Command Grade Estimate
1. Tampilan Command Grade Estimate.
Gambar 2.28
Tampilan Command Grade Estimate
17
2.2.3 Load Triangulasi Model Implicit
1. Pilih semua data prefix – Klik Load.
Gambar 2.29
Klik Load
2. Tampilan Triangulasi Model Implicit.
Gambar 2.30
Tampilan Triangulasi Model Implicit
18
2.3 Database Block Construction
Langkah dalam pembuatan database block construction yaitu
sebagai berikut:
2.3.1 New Definition Block Construction
1. Klik Block – Construction – New Definition.
Gambar 2.31
Klik New Definition
2. Pada menu Shemes, isikan koordinat X, Y, Z dan ukuran blok.
Gambar 2.32
Isikan Semua Kolom Schemes
19
3. Isikan variable, data type, default value dan description.
Gambar 2.33
Isikan Semua Kolom Variables
4. Isikan triangulations, variable, value, priority, inversion dan projection.
Gambar 2.34
Isikan Semua Kolom Boundaries
20
5. Isikan variable, value dan ukuran maksimum blok.
Gambar 2.35
Isikan Semua Kolom Limits
6. Klik Create block model from definition.
Gambar 2.36
Klik Ikon Create Block Model
21
7. Klik Yes.
Gambar 2.37
Klik Yes
8. Isikan nama dan tempat penyimpanan – Save.
Gambar 2.38
Simpan Block Model
22
9. Klik OK.
Gambar 2.39
Klik OK
2.3.2 Command Block Construction
1. Tampilan Command Block Construction.
Gambar 2.40
Tampilan Command Block Construction
23
2.3.3 Report Block Definition
1. Pada menu block model, klik file BM tadi – Load.
Gambar 2.41
Klik Load
2. Klik Header.
Gambar 2.42
Klik Header
24
3. Tampilan Report Block Definition.
Gambar 2.43
Tampilan Report Block Definition
BAB III
PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum serta penggunaan perangkat lunak Maptek
Vulcan, maka dapat dibahas bahwasanya pemodelan quality dapat
menggambarkan keadaan kualitas atau kadar dari setiap bagian litologi endapan
bahan galian. Dalam data masukkan yang dibutuhkan dalam pemodelan quality
ialah data pengeboran seperti collar, assay dan geologi beserta topografi surface
pula. Pada hal ini data sebelumnya telah dimasukkan dalam data Isis, oleh sebab
itu bilamana dalam pembuatan data Isis memiliki kesalahan ataupun kekurangan
data maka akan berdampak pada pemodelan quality. Dapat saja bilamana data
Isis tidak benar, maka pemodelan quality tidak dapat dilakukan ataupun hasil dari
pemodelan tidak akan representatif.
Dalam pemodelan quality ini hal yang terpenting ialah ukuran dari setiap
blok. Semakin kecil ukuran blok pemodelan, maka akan semakin representatif
serta menggambarkan kadar dari endapan bahan galian, begitu pula sebaliknya.
Oleh sebab itu, diperlukan pemahaman tentang data kadar terlebih dahulu,
sehingga dapat menentukkan ukuran blok berdasarkan data kadar atau
mineralisasi pada wilayah tersebut. Pemodelan quality ini dapat memperlihatkan
kadar yang termasuk dalam bagian litologi endapan bahan galian. Hal ini dapat
terlihat dari model geologi endapan nikel di atas, bahwasanya model quality
dengan model geologi memiliki perbedaan bentuk dan volume. Dimana model
geologi lebih dibentuk dari hasil triangulasi, sementara model quality dibentuk
dari hasil block model.
Bentuk dari Limonit memiliki bentuk yang teratur dan merata pada bagian
atas berdasarkan kadarnya, tapi terdapat pula yang berada di bagian bawah.
Bentuk dari Saprolit tidak beraturan dan terdapat bagian dari bawah yang
menerobos bagian bedrock berdasarkan kadar yang termasuk bagian saprolit.
Dan bentuk dari bedrock berdasarkan kadarnya memiliki bentuk berukuran
besar. Volume dari masing-masing model berurutan dari limonit, saprolit dan
bedrock ialah 1.240.762,542 m3, 427.840,540 m3 dan 5.896.334,645 m3. Hal ini
25
dapat membantu pada proses penambangan guna memilih kadar yang akan
ditambang.
26
BAB IV
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Pemodelan quality endapan bahan galian memiliki prinsip guna
memodelkan endapan bahan galian berdasarkan kualitas atau kadar dari
masing-masing bagian atau litologi endapan. Data input dari pemodelan
ini berupa data pengeboran seperti collar, assay dan geology serta data
topografi. Tahapan dalam pembuatannya ialah pembuatan database
composite, mengedit pemodelan implisit, memunculkan model implisit
dan membuat database block construction.
2. Bentuk dari bagian atau litologi limonit berdasarkan kadar ialah berbentuk
secara merata dan beraturan, namun terdapat bagian yang di bawah
endapan. Bentuk dari bagian atau litologi saprolit berdasarkan kadar ialah
berbentuk tidak beraturan dengan terdapat bagian yang menerobos dari
bawah melewati bagian bedrock. Dan bentuk dari bagian atau litologi
bedrock berdasarkan kadar ialah berukuran besar.
3. Bentuk serta volume ini dapat membantu dalam proses penambangan
nantinya, dimana dapat menentukan bagian atau litologi mana yang
sesuai dengan kadar yang ingin ditambang. Volume dari bagian limonit
ialah 1.240.762,542 m3, volume dari bagian saprolit ialah 427.840,540 m 3
dan volume dari bagian bedrock ialah 5.896.334,645 m3.
26
DAFTAR PUSTAKA
1. Guntoro, Dono, S.T.,M.T. 2018. “Teknik Pemercontoan”. Bandung:
Universitas Islam Bandung.
2. Maryanto. 2019. “Bahan Kuliah Perencanaan Tambang”. Bandung:
Universitas Islam Bandung.
3. Nurhakim. 2008. “Draft Bahan Kuliah Perencanaan dan Permodelan
Tambang”. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat.
4. Kementerian ESDM. 2018. “KEPMEN No. 1827 K / 30 / MEM / 2018
Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan
yang Baik”. Jakarta: Kementerian ESDM Republik Indonesia.
5. P, Partanto. 2004. “Pengantar Perencanaan Tambang”. Bandung:
Universitas Islam Bandung.
6. Megawati, Elsa. 2012. “Perhitungan Sumberdaya Bauksit Dengan Block
Model Menggunakan Estimasi Inverse Distance Weighting”.
Pontianak: Universitas Tanjungpura.