0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan7 halaman

Jigsaw Kooperatif Tingkatkan Hasil Belajar

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar pengetahuan bahan makanan siswa SMK. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan model Jigsaw memiliki rata-rata nilai 76,60, lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata 60,30 pada kelas kontrol yang menggunakan model ekspositori. Uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari model Jigsaw terhadap hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

failanarizkiu393
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan7 halaman

Jigsaw Kooperatif Tingkatkan Hasil Belajar

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar pengetahuan bahan makanan siswa SMK. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan model Jigsaw memiliki rata-rata nilai 76,60, lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata 60,30 pada kelas kontrol yang menggunakan model ekspositori. Uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari model Jigsaw terhadap hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

failanarizkiu393
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SSN: 2614-6754 (print) Halaman 1717-1723

ISSN: 2614-3097(online) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2019

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap


Hasil Belajar Pengetahuan Bahan Makanan Siswa SMK
Erli Mutiara1, Marnala Tobing2, Rasita Purba3, Hotmaria Tampubolon4, Armaini
Rambe5, Fitria Ningsih Panjaitan6
1
Prodi Pendidikan Tata Boga, Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Univeritas Negeri Medan,
Indonesia
2
Prodi Prodi Pendidikan Tata Rias, Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Univeritas Negeri Medan,
Indonesia
3,4,5
Prodi Pendidikan Tata Busana, Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Univeritas Negeri Medan,
Indonesia
6
Alumni Prodi Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Univeritas Negeri Medan,
Indonesia
Email: erli@[Link]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan ;
(2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan model Pembelajaran
Ekspository pada mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan; (3) Pengaruh penggunaan
model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap hasil belajar Pengetahuan Bahan
Makanan. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Putra Anda Binjai yang berjumlah 60 siswa.
Sampel penelitan diambil dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes untuk hasil belajar pengetahuan bahan Makanan. Teknik analisis yang
digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw diperoleh rata-rata sebesar 76,60
dan standar deviasi 7,27 dengan tingkat kecenderungan termasuk kategori tinggi sebesar
56,7 %, sedangkan dikelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran Ekspositori
diperoleh nilai rata-rata 60,30 dengan standar deviasi 10,65 dengan tingkat kecenderungan
hasil belajar pengetahuan bahan makanan cenderung cukup sebesar 70,0%. Berdasarkan
hasil uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel (6,989 > 1,671). Terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar
Pengetahuan Bahan Makanan siswa SMK. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan.

Kata Kunci : Kooperatif Tipe Jigsaw , Hasil Belajar, Pengetahuan Bahan Makanan

Abstract

This study aims: (1) to determine student learning outcomes using the Jigsaw Type
Cooperative Learning model in the subject of Food Materials Knowledge; (2) To find out
student learning outcomes using the Expository Learning model in the subject of Food
Ingredients Knowledge; (3) The effect of the use of the Jigsaw Cooperative learning model on
the learning outcomes of Foodstuff Knowledge. The research design used is quasi-
experimental. The population in this study were all students of class X SMK Putra Anda Binjai
totaling 60 students. The research sample was taken by total sampling technique. Data
collection techniques using tests for learning outcomes of food knowledge. The analysis
technique used is normality test, homogeneity test and hypothesis testing. Based on the
results of the study showed that student learning outcomes in the experimental class using

Jurnal Pendidikan Tambusai 1717


SSN: 2614-6754 (print) Halaman 1717-1723
ISSN: 2614-3097(online) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2019

the Jigsaw type cooperative learning model obtained an average of 76.60 and a standard
deviation of 7.27 with a tendency level including the high category of 56.7%, while in the control
class using the model Expository learning obtained an average value of 60.30 with a standard
deviation of 10.65 with a tendency for food knowledge learning outcomes to be sufficient at
70.0%. Based on the results of hypothesis testing, it was obtained that t count > t table (6,989
> 1,671). There is a positive and significant effect on the Jigsaw cooperative learning model
on the learning outcomes of Vocational High School Food Ingredients Knowledge. This means
that the Jigsaw type cooperative learning model can improve student learning outcomes in
Food Materials Knowledge lessons.

Keywords: Jigsaw Cooperative Type, Learning Outcomes, Knowledge of Foodstuffs

PENDAHULUAN
Mata pelajaran pengetahuan bahan makanan dengan kompetensi dasar pengetahuan
bumbu dan rempah merupakan salah satu pembelajaran yang harus diikuti oleh siswa kels X
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Materi yang bersifat teoritis ini membuat siswa sulit
memahami pelajaran yang diberikan oleh guru karena siswa hanya terbiasa mendengar, dan
mencatat kemudian menghapal tanpa motivasi untuk memahaminya akan mengalami
kebosanan serta cenderung pasif. Masalah lain yang ditemukan dalam pelajaran
pengetahuan bumbu dan rempah adalah mengenai daya serap dan daya ingat siswa terutama
dalam teori Pengetahuan bumbu dan rempah. Siswa kesulitan untuk menangkap dan
menghapal materi yang telah disampaikan oleh guru, itu disebabkan karena kurang fokusnya
siswa dalam belajar, yang dimaksud kurang fokus adalah siswa tidak memperhatikan guru
karena pembelajaran yang tidak bervariasi dan pembelajaran yang berlangsung masih
berpusat pada guru saja.
Berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan, maka diperoleh informasi bahwa
hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pengetahuan bahan makanan tergolong rendah.
Berdasarkan daftar nilai ulangan harian siswa kelas X Jasa Boga1 sebanyak 37persen siswa
termasuk kategori tuntas lebih dari 75, sedangkan siswa yang tindak tuntas sebanyak
63persen. Bagi siswa yang nilainya belum tuntas akan diadakan ujian remedial untuk
memperbaiki nilai siswa yang belum mencapai nilai KKM.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru bidang studi Pengetahuan
bahan makanan, model pembelajaran yang sering digunakan di Sekolah adalah model
pembelajaran ekspositori dengan metode ceramah. Model pembelajaran ekspository
menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada
sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pembelajaaran.
Dengan demikian salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik untuk
meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran pengetahuan bahan
makanan yaitu dengan cara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model
pembelajaran kooperatif mengajarkan kepada siswa untuk menerapkan kerja sama dan
koloborasi. Pada pelaksanaannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, memungkinkan
guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang dapat membuat proses
pembelajaran semakin menarik minat peserta didik (Rusman, 2011). Berdasarkan hal
tersebut naka perlu dilakukan penelitian ini dengan judul : “Pengaruh Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Pengetahuan Bahan Makanan Siswa SMK’’.
Tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang
menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada mata pelajaran
Pengetahuan Bahan Makanan ; (2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan
model Pembelajaran Ekspository pada mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan; (3)
Pengaruh penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap hasil belajar
Pengetahuan Bahan Makanan.

Jurnal Pendidikan Tambusai 1718


SSN: 2614-6754 (print) Halaman 1717-1723
ISSN: 2614-3097(online) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2019

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yaitu penelitian untuk
mengetahui ada tidaknya pengaruh dari suatu perlakuan yang dikerahkan kepada penelitian
yaitu siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Putra Anda yang terletak di Jln. W.R
Mongonsidi No 22 Binjai dan waktu penelitian dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2016/2017
Pada bulan Maret- Mei 2017. Menurut Arikunto (2010) Populasi adalah keseluruhan objek
dalam penelitian. Dengan demikian populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
X Jasa Boga SMK Putra Anda Binjai sebanyak 60 siswa yang terdiri dari 2 kelas. Menurut
Arikunto (2010) “Sampel adalah sebahagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik secara Total (Total
Sampling), dimana ada dua kelas di SMK Putra Anda Binjai yakni X Jasa Boga1 sebanyak 30
orang dan kelas X Jasa Boga2 sebanyak 30 orang. Satu kelas dijadikan sebagai kelas
eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Penelitian


Distribusi Frekuensi Pre Tes Hasil Belajar Pada Kelas Eksperimen
Berdasarkan hasil penelitian ini, pre tes hasil belajar siswa pada pengetahuan bahan
makanan kelas X Boga 1 diperoleh nilai rata-rata (M) = 42,80 dan standar deviasi 9,53 dengan
nilai tertinggi 68 dan nilai terendah 26. Pada Tabel 1 dapat dilihat distribusi frekuensi skor pre
test Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen yang menggunakan Model pembelajaran
Kooperatif tipe Jigsaw kelas interval tertinggi berada pada interval 40-46 sebesar 33,3 persen
dan terendah berada pada interval 54-61 sebesar 3,3 persen.

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Skor Pre Test Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen

Distribusi Frekuensi PreTest Hasil Belajar Pada Kelas Kontrol


Berdasarkan hasil penelitian ini, pre tes hasil belajar siswa pada materi pengetahuan
bahan makanan yang menggunakan model Pembelajaran Ekspository diperoleh nilai rata-
rata (M) = 41,56 dan standar deviasi 7,36 dengan nilai tertinggi 59 dan nilai terendah 24.
Berdasarkan Tabel 2 distribusi frekuensi pretes hasil belajar siswa pada pengetahuan bahan
makanan kelas kontrol yang menggunakan model Pembelajaran Ekspository berada pada
interval 36-41 sebanyak 40,0 persen, sedangkan hasil belajar siswa pada pengetahuan bahan
makanan terendah berada pada interval 54-59, interval 48-53, interval 30-35 dan interval 24-
29 masing-masing sebanyak 6,7 persen.

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Skor Pre test Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol

Jurnal Pendidikan Tambusai 1719


SSN: 2614-6754 (print) Halaman 1717-1723
ISSN: 2614-3097(online) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2019

Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Pada Kelas Eksperimen


Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil belajar siswa pada pengetahuan bahan
makanan kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan nilai
rata-rata (M) =76,60 dan standar deviasi 7,27 dengan nilai tertinggi 88 dan nilai terendah 56.

Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Pada Kelas Kontrol


Berdasarkan hasil penelitian ini, hasil belajar siswa pada pengetahuan bahan makanan
yang menggunakan model pembelajaran Ekspository diperoleh nilai rata-rata (M) =60,30 dan
standar deviasi 10,65 dengan nilai tertinggi 79 dan nilai terendah 41. Berdasarkan Tabel 3
distribusi frekuensi hasil belajar siswa pada pengetahuan bahan makanan kelas kontrol yang
menggunakan Model pembelajaran Ekspository kelas interval tertinggi berada pada interval
62-68 sebanyak (26,7%), sedangkan hasil belajar pengetahuan bahan makanan terendah
berada pada interval 69-7, dan inerval 76-82 masing-masing sebanyak (10,0%).

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Kelas Kontrol

Tingkat Kecenderungan Hasil Belajar


Berdasarkan hasil penelitian ini nilai pre tes hasil belajar pengetahuan bahan makanan
pada kelas eksperimen diperoleh sebanyak (16,7%) termasuk kategori cenderung cukup dan
(83,3%) termasuk cenderung kurang. Sedangkan nilai pre test siswa pada kelas kontrol
diperoleh sebanyak (13,3%) termasuk kategori cenderung cukup dan (86,7%) temasuk
kategori cenderung kurang.
Berdasarkan hasil penelitian ini, hasil belajar siswa pada pelajaran pengetahuan
bahan makanan kelas eksperimen diperoleh sebanyak (56,7 %) termasuk kategori cenderung
tinggi dan (43,3%) termasuk kategori cenderung cukup. Sedangkan hasil belajar siswa pada
kelas kontrol diperoleh (6,7%) termasuk kategori cenderung tinggi dan (70,0 %) termasuk
kategori cenderung cukup. Berdasarkan hasil belajar tersebut menunjukkan bahwa hasil
belajar siswa pada pengetahuan bahan makanan pada kelas eksperimen dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan
hasil belajar siswa pada kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori.

Uji Persyaratan Analisis


Uji Normalitas
Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji liliefors pada kelompok sampel. Berdasarkan
Tabel 4, pada kelas eksperimen diperoleh harga LHitung pada nilai pre tes sebesar 0,152 dan
harga LHitung pada nilai post tes sebesar 0,098 lebih kecil dibandingkan Ltabel pada taraf
signifikan 5% dengan n = 30 sebesar 0,161. Maka dapat diprediksi bahwa data pre tes dan
post tes pada kelas eksperimen berdistribusi normal. Sedangkan pada kelas kontrol harga
Lhitung pada pre tes sebesar 0,101 dan harga Lhitung pada post tes sebesar 0,073 lebih kecil
dibandingkan Ltabel pada taraf signifikan 5% dengan n = 30 yaitu sebesar 0,161. Maka dapat
diprediksi bahwa data pretes dan post tes pada kelas kontrol berdistribusi normal.

Jurnal Pendidikan Tambusai 1720


SSN: 2614-6754 (print) Halaman 1717-1723
ISSN: 2614-3097(online) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2019

Tabel 4. Uji Normalitas Data

Uji Homogenitas
Berdasarkan data hasil penelitianini, pada Tabel 5 menunjukkan harga Fhitung pada
data pre tes sebesar 1,67 dan post tes sebesar 0,46 dan harga Ftabel(30:30) dengan taraf
signifikansi 5% yaitu sebesar 1,76. Oleh karena Fhitung < Ftabel maka kedua kelas dinyatakan
homogen.
Tabel 5. Uji Homogenitas

Pengujian Hipotesis
Uji Hipotesis Penelitian untuk Pretes
Perhitungan uji kesamaan nilai rata-rata pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk
α = 0,05, thitung< ttabel yaitu 0,568 < 1,671, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan
awal siswa pada kelas eksperimen sama dengan kemampuan awal siswa pada kelas kontrol.
Setelah diperoleh data-data pretes kedua kelas normal, dan homogen dan tidak ada
perbedaan secara signifikan, maka kedua kelas sampel diberikan perlakuan yang berbeda,
pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran
Ekspositori.

Uji Hipotesis Penelitian


Untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t satu pihak dengan tujuan untuk
mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar siswa
pada Pengetahuan Bahan Makanan. Berdasarkan hasil penelitian ini pada kelas eksperimen
yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memperoleh nilai rata-rata
hasil belajar sebesar 76,60 dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran
Ekspositori memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,30. Data tersebut menunjukkan bahwa
thitung> ttabel yaitu (6,989 > 1,671) artinya bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima, sehingga
dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pada model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar Pengetahuan Bahan Makanan
Siswa.

Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian ini, tingkat kecenderungan hasil belajar Pengetahuan
Bahan Makanan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berada pada
kategori cenderung tinggi sebesar 56,7 persen. Tingkat kecenderungan data hasil belajar
Pengetahuan bahan makanan yang menggunakan model pembelajaran Ekspositori berada
pada kategori cenderung Cukup, sebanyak 70,0 persen. Hasil penelitian ini secara
keseluruhan membuktikan bahwa hasil belajar pengetahuan bahan makanan yang
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik dari pada hasil belajar
pengetahuan bahan makanan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori.

Jurnal Pendidikan Tambusai 1721


SSN: 2614-6754 (print) Halaman 1717-1723
ISSN: 2614-3097(online) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2019

Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh harga thitung = 6,989. Jika dibandingkan
ttabel dengan dk = 58, yaitu sebesar 1,671. Maka nilai thitung > ttabel atau 6.989>1,671, terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw pada hasil belajar Pengetahuan Bahan Makanan. Hasil penelitian ini sesuai dengan
penelitian Anandayu Widdy Dewanti (2012), dengan judul pengaruh penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Swasta Mulia
Pratama Medan, dengan nilai thitung sebesar 2,445 α (= 0,019 < 0,05), ttabel (df: 73: 0,05) α =
2,000. Oleh karena thitung > ttabel maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa yang menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigaw.

SIMPULAN
Tingkat kecenderungan hasil belajar Pengetahuan Bahan Makanan yang
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berada pada kategori cenderung
tinggi sebesar 56,7persen. Tingkat kecenderungan hasil belajar Pengetahuan bahan
makanan yang menggunakan model pembelajaran Ekspositori berada pada kategori
cenderung cukup, sebanyak 70,0 persen. Hasil analisis uji t, terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil
belajar Pengetahuan Bahan Makanan dengan nilai thitung 6,989 dan ttabel 1,671, yaitu thitung >
ttabel ; (6,989 > 1,671). Artinya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw dapat mempengaruhi hasil belajar siswa pada pelajaran pengetahuan Bahan
Makanan.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S (2010) . Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik . Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
Afrisanti, Lusita (2011). Buku Pintar Menjadi Guru Kreatif Inspirasi Dan Inovatif. Yogyakarta:
Araska.
Afina.(2012). Model Pembelajaran Jigsaw _ Kajian [Link]. Diakses tanggal 13
Agustus 2016.
Djamrah dan Zain. (2008). Psikologi Hasil Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamrah. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Ekaningsihwati , dkk (2010). Restoran Jilid I . Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Balai
Pustaka.
Fridiarti lelly. (2012). Pengetahuan Bahan Makanan. Diktat Yang Tidak Dipublikasikan.
Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik Unimed.
Hamalik.( 2009). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara I.
Joice. (2010). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Lie anita. (2010). Cooperative learning . jakarta: Gramedia Sarana Indonesia.
Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Rose Colin Dan Nicholl. (2011). Model-Model [Link].
Rusman. (2011). Modul Pendekatan Dan Model Pembelajaran. Bandung: Universitas
Pendidikan Indonesia.
Rina, Ningsih. (2010). Bumbu Dan Rempah Indonesia. [Link]
Diakses tanggal 20 februari 2016.
Roaijaker. (2003). Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru.
Sanjaya. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana.
Slameto.(2003). Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana,Nana.(2005). Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru .
Sagala ,Syaiful. (2009). Konsep Dan Makna Pembelajaran. Jakarta : Alfabeta.
Sugiyono, (2010). Statistika Untuk Penelitian . Bandung: CV. Alfabeta.

Jurnal Pendidikan Tambusai 1722


SSN: 2614-6754 (print) Halaman 1717-1723
ISSN: 2614-3097(online) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2019

Sugiyono, (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bndung Cv. Alfabeta.


Slavin, Robert E. (2005). Cooperative Learning (cara efektif dan menyenangkan pacu prestasi
seluruh peserta didik). Bandung: Nusa Media.
Sudrajat, Akhmad. (2008). Cooperative Learning-teknik Jigsaw.
[Link]
Wina. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta :
Kencana.
Tien Muchtadi (2010). Restoran Jilid II. Departemen Pendidikan Nasional.
Trianto. (2009). Model- Model Pembelajaran Inovatif- Progresif. Jakarata: Kencana.
Pakpahan, J.(1996). Pengetahuan Bahan Makanan. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional Balai Pustaka.
Wena. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi pada Proses [Link]; Kencana.

Jurnal Pendidikan Tambusai 1723

Anda mungkin juga menyukai