JOB INTERVIEW
1. Q: Can you tell me a little bit about yourself?
(Memperkenalkan diri)
Can you tell me about yourself? (Bisakah ceritakan tentang dirimu?)
Give me an information about yourself! (Beri saya informasi tentang diri kamu!)
Hindari menjawab dengan hal-hal seperti latar belakang keluarga,
cukup dengan pengalaman dan hal yang relevan dengan
pekerjaan yang kamu lamar. Kalau kamu fresh graduate, kamu juga bisa
sampaikan education background atau asal universitas-mu.
A:“My name is Intan Aulia, and I am 25 years old. I graduated from the
University of California and I am currently living in Jakarta. I’ve been on
an internship as a social media officer for 5 months. My duties
included writing for instagram carousel posts, publishing digital content on
social media, and ensuring the campaign goes well. I have always been
interested in social media and new trends, so that’s why I chose to follow
this career path.”
(Nama saya Intan Aulia, dan saya berumur 25 tahun. Saya lulus dari University of
California dan saat ini tinggal di Jakarta. Saya pernah menjalani magang sebagai tim
sosial media selama 5 bulan. Tugas saya seperti menulis carousell Instagram,
mem-posting konten digital di sosial media, dan memastikan kampanye berjalan
dengan baik. Saya sangat tertarik dengan sosial media dan tren-tren baru, itulah
mengapa saya memilih jenjang karir ini).
2. A :How did you come across this job opportunity?
(Sumber informasi lowongan kerja)
B: “I learned about this job opening through the company’s career
website. I often search for job vacancies on various websites and
happened to come across this vacancy that matched my qualifications.”
(Saya mengetahui lowongan pekerjaan ini melalui situs karir di website
perusahaan ini. Saya sering mencari lowongan pekerjaan di berbagai
website dan kebetulan menemukan lowongan ini yang cocok dengan
kualifikasi saya.)
Jawaban jika kamu mengetahui lowongan kerja dari rekanmu:
A: “I received information about this job opening from a friend who works
at this company. They informed me that there was an open position that
matched my educational background and work experience. I am very
grateful for the information provided by my friend.”
(Saya mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan ini dari
seorang teman yang bekerja di perusahaan ini. Dia menginformasikan
bahwa ada posisi kosong yang sesuai dengan latar belakang pendidikan
dan pengalaman kerja saya. Saya sangat berterima kasih atas informasi
yang diberikan oleh teman saya tersebut.
3. Q: Can you share your understanding of the role you
are applying for? (Pengetahuan terkait posisi yang
dilamar)
Pertanyaan yang satu ini umumnya dilontarkan bagi para fresh
graduate yang belum beperngalaman. Perhatikan contoh pertanyaan
yang sering muncul:
What do you know about the position you are applying for? (Apa yang kamu
ketahui tentang posisi yang kamu lamar?)
How familiar are you with the job position you have applied for? (Seberapa
familier kamu dengan posisi pekerjaan yang telah kamu lamar?)
Contoh jawaban untuk posisi Social Media Specialist:
A: “Based on my research, a social media specialist is responsible for
creating and implementing social media strategies for a company’s brand
or products. They manage the company’s social media presence across
different platforms, engage with the audience, and create engaging
content to increase the brand’s visibility and awareness. I have
experience in creating and implementing social media campaigns for
different companies, and I believe my skills would be a good fit for this
role.“
(Berdasarkan penelitian saya, seorang spesialis media sosial bertanggung
jawab untuk membuat dan menerapkan strategi media sosial untuk merek
atau produk perusahaan. Mereka mengelola kehadiran media sosial
perusahaan di berbagai platform, berinteraksi dengan audiens, dan
membuat konten menarik untuk meningkatkan visibilitas dan kesadaran
merek. Saya memiliki pengalaman dalam membuat dan menerapkan
kampanye media sosial untuk berbagai perusahaan, dan saya yakin
keahlian saya akan cocok untuk peran ini.)
Contoh jawaban jika melamar sebagai SEO Specialist:
A: “As an SEO specialist, I know that the job requires an in-depth
understanding of how search engines work and the ability to optimize
website content to increase its visibility and ranking on search engine
results pages. I have experience in conducting keyword research, creating
SEO-friendly content, and implementing on-page and off-page
optimization strategies. I believe my skills would enable me to contribute
to the company’s SEO efforts.”
(Sebagai seorang spesialis SEO, saya tahu bahwa pekerjaan tersebut
memerlukan pemahaman mendalam tentang cara kerja mesin pencari
dan kemampuan untuk mengoptimalkan konten situs web untuk
meningkatkan visibilitas dan peringkatnya pada halaman hasil mesin
pencari. Saya memiliki pengalaman dalam melakukan riset kata kunci,
membuat konten ramah SEO, dan menerapkan strategi optimasi on-page
dan off-page. Saya yakin keahlian saya akan memungkinkan saya
berkontribusi pada upaya SEO perusahaan.)
4. Q: What do you know about our company?
(Pengetahuan tentang perusahaan tujuan)
Yakinkan HRD bahwa kamu memang ingin berprogres dengan
perusahaan atau pekerjaan yang dilamar. Berikut contoh pertanyaan
yang sering muncul:
What do you know about this company? (Apa yang kamu ketahui tentang
perusahaan ini?)
How familiar are you with our company’s products/services? (Seberapa akrab
kamu dengan produk/layanan perusahaan kami?
A: “This company is a fast-growing startup that focuses on edu-tech. This
startup has many products, such as English Academy, ruangbelajar, Brain
Academy, and so on. Since its establishment, this company has gained
several achievements, awards, and milestones.”
(Perusahaan ini adalah startup yang berkembang pesat yang berfokus
pada edu-tech. Startup ini memiliki banyak produk, seperti English
Academy, ruangbelajar, Brain Academy, dan lain sebagainya. Sejak
didirikan, perusahaan ini telah memperoleh beberapa prestasi,
penghargaan, dan tonggak sejarah.)
Contoh jawaban lain:
Q: “I am quite familiar with this company’s product line and their position
in the market. I know that the company has a strong commitment to
environmental sustainability, which is a value that aligns with my own
beliefs. From my research, I found that the company has been growing
rapidly in recent years and has established a solid reputation for quality
and innovation.”
(Saya cukup akrab dengan lini produk perusahaan ini dan posisinya di
pasar. Saya tahu bahwa perusahaan ini memiliki komitmen yang kuat
terhadap keberlanjutan lingkungan, yang merupakan nilai yang sejalan
dengan keyakinan saya sendiri. Dari penelitian saya, saya menemukan
bahwa perusahaan ini telah berkembang pesat dalam beberapa tahun
terakhir dan telah membangun reputasi yang solid untuk kualitas dan
inovasi.)
Salah satu tips untuk bisa menjawab pertanyaan ini adalah mengecek
website perusahaan terkait. Lalu membaca mengenai artikel teks yang
menjelaskan tentang perusahaan. Sejak kapan perusahaan dibangun,
apa saja fitur dan fasilitas yang ada dalam perusahaan tersebut.
Plus, sebutkan kelebihan perusahaan yang sejalan denganmu.
Buat kamu yang sedang berjuang untuk mendapat karier impian, jangan
lupa banyak berlatih speaking dalam bahasa Inggris ya. Kalau butuh
bantuan dari seorang tutor expert, kamu bisa belajar di kelas English
Academy, loh. Yuk, konsultasi gratis terlebih dahulu!
5. Q: Why do you want to work for our company? (Alasan
Melamar Pekerjaan)
Contoh job interview bahasa Inggris yang sering muncul:
Why do you want to join this company? (Mengapa kamu melamar kerja di
perusahaan ini?)
What motivated you to apply for this job? (Apa motivasi kamu melamar
pekerjaan ini?)
Pikirkan kembali, apakah karena visi misi (vision & mission) perusahaan
yang sesuai? Atau karena menganggap kualifikasi yang dibutuhkan cocok
dengan skill yang kamu miliki?
Apapun itu, sampaikan dengan jelas! Jangan lupa ketahui deskripsi
pekerjaan yang sedang kamu lamar, seperti tugas harian, cross division
communication, dan kultur perusahaan.
Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa lihat contoh berikut:
A:“I feel my skills are particularly well-suited to this position because I’m
detailed, personal and communicative. I like to write a to-do list every
morning and like to communicate with new people.”
(Saya rasa kemampuan saya sangat cocok di posisi ini karena saya orang
yang detail dan komunikatif. Saya suka menulis to-do list setiap pagi dan
berkomunikasi dengan orang baru.)
A: “I see this opportunity as a way to contribute to a fast-moving company
and I feel I can do it with my skill and knowledge.”
(Saya melihat kesempatan ini sebagai kontribusi untuk perusahaan yang
dinamis. Dan saya yakin, saya bisa beradaptasi dengan kemampuan dan
pengalaman saya.)
6.Q: What are your greatest strengths? (Menyebutkan
kualitas diri)
Selain pertanyaan “What are your strengths?” (Apa kekuatan kamu?),
beberapa pertanyaan lain juga sering dipakai seperti:
Why do you think we should hire you?
(Apa alasan kami harus merekrutmu?)
Why should we hire you?
(Kenapa kami harus merekrut kamu?)
Why do you think you’re the best person for this job?
(Apa yang membuatmu berpikir jika kamu-lah orang yang paling tepat?)
What makes you a good fit for our company?
(Mengapa kamu berpikir sangat cocok untuk pekerjaan ini)
What’s your experience and achievement in this role?
(Apa pengalaman dan pencapaian yang kamu miliki di posisi ini?)
A:“I’m trying to be a punctual person. I always arrive early and complete
my work on time. My previous job had a lot of deadlines and I made sure
that I organized all my jobs.”
(Saya ini orang yang tepat waktu. Saya selalu datang lebih awal dan
menyelesaikan pekerjaan saya tepat waktu. Pekerjaan saya sebelumnya
memiliki banyak deadline, jadi saya memastikan semua pekerjaan
terorganisasi dengan baik.)
Atau, bisa juga menjawab seperti ini.
A: “When I wоrk, I always take initiative. If I see something that needs
doing, I don’t wait for instruction. When I think about things, I do them. I
believe that to be get anywhere in life, you need this quality both to work
alone and in a team.”
(Ketika saya bekerja, saya selalu berinisiatif. Jika saya melihat sesuatu
harus diambil tindakan segera, saya tidak menunggu instruksi, tapi
langsung dilakukan. Saya yakin, kualitas ini dibutuhkan di manapun kamu
berada, baik bekerja sendiri maupun dalam sebuah tim.)
7. Q: Can you tell us about your hobbies or interests
outside of work? (Aktivitas di luar pekerjaan)
Selain mengenal secara profesional, tak jarang rekruter juga ingin
mengetahui sisi personal dari seorang kandidat yang nantinya bisa
berpengaruh terhadap kinerja saat bergabung di perusahaan tujuan. Hal
ini biasanya dicari tahu melalui pertanyaan tentang hobi atau aktivitas di
luar pekerjaan. Contoh pertanyaannya:
Besides work, what other activities are you currently involved in? (Selain
bekerja, apa aktivitas lain yang sedang kamu lakukan?)
What do you like to do in your free time outside of work? (Apa yang biasanya
kamu lakukan di waktu luang di luar pekerjaan?)
A: “In my free time, I enjoy taking a break from the world by just lounging
on my bed and watching Netflix. It’s a great way for me to unwind and
recharge after a long day or week. I usually watch a mix of different
genres, from comedy to drama to documentaries.“
(Di waktu luang saya, saya menikmati waktu untuk beristirahat dari
segala aktivitas dengan hanya bersantai di atas tempat tidur sambil
menonton Netflix. Ini merupakan cara yang baik untuk saya untuk
bersantai dan mengisi kembali energi setelah hari atau minggu yang
melelahkan. Saya biasanya menonton berbagai macam genre, mulai dari
komedi, drama, hingga dokumenter.)
Senang traveling, hiking, atau olahraga lainnya?
Gunakan template berikut:
A: “Outside of work, I enjoy hiking and exploring new trails. It’s a great
way to stay active and disconnect from technology for a bit. I also enjoy
reading books and attending book clubs to discuss the themes and ideas
in the books.”
(Di luar pekerjaan, saya menikmati hiking dan menjelajahi jalur-jalur baru.
Ini merupakan cara yang baik untuk tetap aktif dan terputus dari teknologi
untuk beberapa saat. Saya juga menikmati membaca buku dan
menghadiri kelompok baca buku untuk membahas tema dan ide-ide
dalam buku tersebut.)
8. Q: What makes you feel satisfied at work? (Hal yang
membuat puas saat bekerja)
Selain bisa mencapai target atau KPI, tentu banyak faktor lain yang dapat
membuat seorang karyawan puas dan senang dengan kinerjanya. Melalui
pertanyaan ini, rekruter akan melihat apakah perusahaannya bisa
mendukungmu untuk mencapai kepuasan kerja tersebut.
Contoh pertanyaan:
Can you describe a time when you felt fulfilled at work? (Bisakah kamu
menggambarkan sebuah momen ketika kamu merasa puas dalam bekerja?)
In your opinion, what contributes to job satisfaction? (Menurutmu, faktor apa
yang menyebabkan seseorang merasa puas saat bekerja?)
Jawaban yang bisa diberikan:
A: “I feel the most satisfied at work when I am able to complete a
challenging task or project that I have been working on for a long time. It’s
a great feeling of accomplishment to see my hard work come to fruition.
Additionally, when my work contributes to the overall success of the
company, I feel a sense of pride and satisfaction.”
(Saya merasa paling puas saat bekerja ketika saya dapat menyelesaikan
tugas atau proyek yang menantang dan telah saya kerjakan untuk waktu
yang lama. Ini merupakan rasa pencapaian yang luar biasa untuk melihat
hasil kerja keras saya menjadi kenyataan. Selain itu, ketika pekerjaan
saya berkontribusi pada kesuksesan keseluruhan perusahaan, saya
merasa bangga dan puas.)
Kalau kamu merasa puas dengan sistem kerja yang balance, sampaikan
jawaban ini:
A: “I feel satisfied at work when I have a good work-life balance. Being
able to maintain a healthy balance between my personal and professional
life is important to me. When I can manage my workload effectively and
still have time to pursue my interests outside of work, it makes me feel
more fulfilled and motivated to do my job well.”
(Saya merasa puas saat bekerja ketika saya memiliki keseimbangan
antara kehidupan kerja dan pribadi yang baik. Menjaga keseimbangan
yang sehat antara kehidupan pribadi dan profesional sangat penting bagi
saya. Ketika saya dapat mengelola beban kerja dengan efektif dan masih
memiliki waktu untuk mengejar minat saya di luar pekerjaan, saya merasa
lebih puas dan termotivasi untuk melakukan pekerjaan saya dengan baik.)
9. Q: What are some of your proudest accomplishments?
(Pencapaian terbesar selama hidup)
Ingat! Pencapaian di sini konteksnya tidak selalu prestasi. Ini bisa
tentang bermanfaat untuk lingkungan sekitar, atau hal lain yang
memang kamu banggakan. Pertanyaannya:
What is your greatest achievement in life? (Apa pencapaian terbesarmu dalam
hidup?)
In your life so far, what are you most proud of achieving? (Dalam hidupmu
sampai sekarang, apa yang membuatmu paling bangga dari pencapaianmu?)
Contoh jawaban:
A: “My greatest achievement in life so far has been completing my
master’s degree while working full-time. It was a challenging journey, but I
was able to balance my work and studies and graduate with distinction. I
am proud of my accomplishment and believe it has opened up new
opportunities for me in my career.”
(Pencapaian terbesar saya dalam hidup sampai saat ini adalah
menyelesaikan gelar master saya sambil bekerja penuh waktu. Itu
merupakan perjalanan yang menantang, tetapi saya dapat menjaga
keseimbangan antara pekerjaan dan studi serta lulus dengan predikat
cum laude. Saya bangga dengan pencapaian saya dan percaya bahwa ini
telah membuka peluang baru bagi saya dalam karier.)
Punya bisnis kecil-kecilan? Kamu bisa menjadikannya sebagai pencapaian
terbaik juga, loh. Contohnya:
A: “My biggest accomplishment in life has been starting my own business.
It was a dream of mine for many years, and I finally took the leap and
started my own company. It was a challenging process, but I am proud of
what I have accomplished. My business has grown over the years, and it
has been a rewarding experience to see it succeed and make a positive
impact in the community.”
(Pencapaian terbesar saya dalam hidup adalah memulai bisnis saya
sendiri. Itu adalah impian saya selama bertahun-tahun, dan akhirnya saya
melangkah maju dan memulai perusahaan saya sendiri. Itu adalah proses
yang menantang, tetapi saya bangga dengan apa yang telah saya capai.
Bisnis saya telah berkembang selama bertahun-tahun, dan menjadi
pengalaman yang memuaskan untuk melihat keberhasilannya dan
memberikan dampak positif bagi masyarakat.)
10. Q: What skills do you think are most important for
success in this role? (Keahlian yang dimiliki sesuai
posisi tujuan)
Soal skill memang sudah dicantumkan di CV atau resume. Namun,
melalui interview, rekruter ingin tahu lebih lanjut seberapa dalam keahlian
yang dimiliki oleh seorang kandidat. Kamu akan menemukan pertanyaan
seperti ini:
What specific skills do you think are necessary to excel in this position?
(Keahlian spesifik apa yang menurutmu diperlukan untuk unggul dalam posisi
ini?)
From your experience, what skills do you believe are critical for success in this
role? (Berdasarkan pengalamanmu, keahlian apa yang menurutmu kritis
untuk sukses dalam posisi ini?)
Jika kamu belum punya pengalaman, kemungkinan akan mendapat
pertanyaan berikut:
What skills do you possess that are relevant to this position? (Keahlian apa
yang kamu miliki yang sesuai dengan posisi ini?)
Can you describe how your skills align with the requirements of this
position? (Bisakah kamu menjelaskan bagaimana keahlianmu sejalan dengan
persyaratan posisi ini?)
Contoh jawaban untuk experienced:
A: “As an experienced social media specialist, I possess strong skills in
content creation, community management, and analytics. I have
developed and implemented successful social media campaigns across
various platforms, utilizing engaging and creative content to build brand
awareness and increase engagement with followers. I am skilled in
managing and growing social media communities, responding to inquiries
and feedback in a timely and professional manner. Additionally, I am
experienced in analyzing social media data to measure the success of
campaigns and adjust strategies accordingly.”
(Sebagai seorang spesialis media sosial berpengalaman, saya memiliki
keahlian yang kuat dalam pembuatan konten, manajemen komunitas, dan
analisis. Saya telah mengembangkan dan mengimplementasikan
kampanye media sosial yang sukses di berbagai platform, menggunakan
konten yang menarik dan kreatif untuk membangun kesadaran merek dan
meningkatkan keterlibatan pengikut. Saya terampil dalam mengelola dan
memperluas komunitas media sosial, merespons pertanyaan dan umpan
balik dengan cara yang tepat waktu dan profesional. Selain itu, saya
berpengalaman dalam menganalisis data media sosial untuk mengukur
kesuksesan kampanye dan menyesuaikan strategi secara tepat.)
Jawaban yang cocok bagi lulusan baru:
A: “As a fresh graduate applying for the role of social media specialist, I
may not have direct experience in the field, but I possess strong skills in
content creation, social media management, and digital marketing. I have
completed courses in social media marketing and have developed and
implemented successful social media strategies for personal projects and
internships. Additionally, I am proficient in various social media platforms
and tools, and I am eager to learn and stay up-to-date with industry
trends and best practices. I am confident that my skills and passion for
social media will make me a valuable addition to the team.”
(Sebagai lulusan baru yang melamar untuk posisi spesialis media sosial,
mungkin saya tidak memiliki pengalaman langsung dalam bidang ini,
tetapi saya memiliki keahlian yang kuat dalam pembuatan konten,
manajemen media sosial, dan pemasaran digital. Saya telah
menyelesaikan kursus dalam pemasaran media sosial dan telah
mengembangkan dan mengimplementasikan strategi media sosial yang
sukses untuk proyek pribadi dan magang. Selain itu, saya mahir dalam
berbagai platform dan alat media sosial, dan saya bersemangat untuk
belajar dan tetap mengikuti tren dan praktik terbaik dalam industri. Saya
yakin bahwa keahlian dan minat saya dalam media sosial akan membuat
saya menjadi aset berharga bagi tim.)
11. Q: How do you envision yourself contributing to this
company? (Memberi kontribusi untuk perusahaan)
Selain melalui skill, sebetulnya perusahaan juga berharap bahwa para
karyawannya bisa memberikan impact positif lainnya. Ini contoh
pertanyaan yang akan kamu dapat:
What skills or experiences do you possess that would enable you to make a
positive impact on this company? (Keahlian atau pengalaman apa yang kamu
miliki yang akan memungkinkanmu membuat dampak positif pada
perusahaan ini?)
In what ways do you believe you can add value to this company? (Dalam hal
apa kamu percaya bahwa kamu dapat menambah nilai pada perusahaan ini?)
Contoh jawaban:
A: “As someone who is passionate about driving growth and creating
impactful campaigns, I believe that my skills in digital marketing and
branding can greatly contribute to this company’s success. I have a
proven track record of creating successful campaigns that have increased
engagement and driven revenue for my previous clients. I am confident
that my ability to think strategically, collaborate effectively with team
members, and stay up-to-date with the latest trends and technologies can
make a positive impact on this company.”
(Sebagai seseorang yang antusias dalam mendorong pertumbuhan dan
menciptakan kampanye yang berdampak, saya percaya bahwa keahlian
saya dalam pemasaran digital dan branding dapat memberikan kontribusi
yang besar untuk kesuksesan perusahaan ini. Saya memiliki rekam jejak
yang terbukti dalam menciptakan kampanye yang sukses yang telah
meningkatkan keterlibatan dan mendorong pendapatan bagi klien saya
sebelumnya. Saya yakin bahwa kemampuan saya dalam berpikir secara
strategis, bekerja sama secara efektif dengan anggota tim, dan tetap
mengikuti tren dan teknologi terbaru dapat memberikan dampak positif
pada perusahaan ini.)
12.Q: How do you handle conflict in the workplace?
(Cara menghadapi konflik di perusahaan)
Rekruter akan melihat apakah caramu me-manage konflik sejalan
dengan value perusahaan? Ini contoh pertanyaannya:
Can you provide an example of a time when you successfully resolved a
conflict with a coworker or team member? (Bisakah kamu memberikan contoh
ketika berhasil menyelesaikan konflik dengan seorang rekan kerja atau
anggota tim?)
How do you manage your emotions and communicate effectively when
conflicts arise in the workplace?(Bagaimana kamu mengelola emosi dan
berkomunikasi dengan efektif ketika terjadi konflik di tempat kerja?)
Contoh jawaban:
A: “When conflicts arise in the workplace, my approach is to address the
issue head-on and have an open and honest conversation with the person
involved. I believe in active listening and seeking to understand their
perspective before offering my own. I also try to remain calm and
composed, and avoid becoming defensive or confrontational. If needed, I
will bring in a mediator or HR representative to help facilitate the
conversation and reach a resolution. I believe that conflict can be an
opportunity for growth and learning, and I am committed to working
towards a solution that benefits all parties involved.”
(Ketika terjadi konflik di tempat kerja, pendekatan saya adalah mengatasi
masalah secara langsung dan memiliki percakapan yang terbuka dan jujur
dengan orang yang terlibat. Saya percaya dalam mendengarkan secara
aktif dan mencoba untuk memahami perspektif mereka sebelum
menawarkan pendapat saya sendiri. Saya juga berusaha untuk tetap
tenang dan tenang, dan menghindari menjadi defensif atau konfrontatif.
Jika diperlukan, saya akan membawa mediator atau perwakilan HR untuk
membantu memfasilitasi percakapan dan mencapai solusi. Saya percaya
bahwa konflik dapat menjadi peluang untuk pertumbuhan dan
pembelajaran, dan saya berkomitmen untuk bekerja menuju solusi yang
bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat.)
13. Q: What kind of work culture and environment do
you prefer? (Budaya dan lingkungan kerja yang disukai)
Lingkungan dan budaya kerja merupakan salah satu faktor pendukung
agar karyawan merasa betah untuk bekerja di sebuah perusahaan.
Rekruter ingin tahu bagaimana lingkungan kerja yang kandidat sukai,
supaya bisa jadi bahan evaluasi untuk tim human capital. Berikut
pertanyaan yang akan muncul:
Can you describe your preferred work culture and environment? (Dapatkah
kamu menjelaskan budaya dan lingkungan kerja yang kamu sukai?)
What is your ideal work culture and environment? (Bagaimana budaya dan
lingkungan kerja ideal menurutmu?)
Contoh jawaban:
A: “I prefer a work culture that values open communication, collaboration,
and creativity. I also enjoy working in an environment that is dynamic and
fast-paced, where I can constantly learn and be challenged.“
(Saya lebih suka budaya kerja yang menghargai komunikasi terbuka,
kolaborasi, dan kreativitas. Saya juga senang bekerja di lingkungan yang
dinamis dan cepat, di mana saya bisa terus belajar dan dihadapkan pada
tantangan.)
14. Q: How do you plan to achieve your career goals?
(Rencana mencapai tujuan karier)
Perusahaan lebih menyukai kandidat yang memiliki perencanaan karier,
sehingga tidak menimbulkan kesan “mengikuti arus”. Kamu akan
mendapat pertanyaan seperti ini saat wawancara kerja:
What steps are you taking to reach your career objectives? (Langkah apa yang
kamu ambil untuk mencapai tujuan kariermu?)
Can you explain your approach to achieving your career goals? (Dapatkah
kamu menjelaskan pendekatanmu dalam mencapai tujuan kariermu?)
Contoh jawabannya:
A: “I believe in setting specific, measurable, attainable, relevant, and
time-bound (SMART) goals and creating a plan to achieve them. I also
continuously seek feedback and take action on it to improve my
performance and progress towards my career goals.”
(Saya percaya dalam menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat
dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART) serta membuat rencana
untuk mencapainya. Saya juga terus mencari umpan balik dan bertindak
untuk meningkatkan kinerja dan kemajuan menuju tujuan karier saya.)
15.Q: Are you willing to travel for work? (Kesediaan
melakukan perjalanan dinas)
Ada beberapa divisi di perusahaan yang mengharuskan karyawannya
untuk melakukan perjalanan dinas ke luar kota, bahkan ke luar negeri.
Sebagai kandidat, tentu kamu akan ditanya perihal kesiapannya melalui
pertanyaan seperti ini:
Would you be open to business travel if required? (Apakah kamu siap
melakukan perjalanan dinas jika diperlukan?)
Can you accommodate travel requirements for the job? (Dapatkah kamu
memenuhi persyaratan perjalanan dinas untuk pekerjaan?)
Contoh jawaban jika bersedia:
A: “Yes, I am willing to travel for work as needed. I understand that
business trips may be required to meet with clients or attend important
meetings, and I am prepared to accommodate those needs.”
(Ya, saya bersedia melakukan perjalanan dinas jika diperlukan. Saya
mengerti bahwa perjalanan bisnis mungkin diperlukan untuk bertemu
dengan klien atau menghadiri pertemuan penting, dan saya siap untuk
memenuhi kebutuhan tersebut.)
Contoh jawaban jika tidak bisa melakukan perjalanan
dinas, sertakan alasan urgent dan masuk akal, lalu beri opsi lain
yang memungkinkan:
A: “While I am excited about the opportunity to work with this
organization, I have responsibilities at home that prevent me from
traveling for work at this time. However, I am open to discussing remote
work options or finding ways to contribute to the team from a distance.”
(Meskipun saya bersemangat dengan kesempatan untuk bekerja dengan
organisasi ini, saya memiliki tanggung jawab di rumah yang mencegah
saya untuk melakukan perjalanan dinas saat ini. Namun, saya terbuka
untuk membahas opsi kerja jarak jauh atau mencari cara untuk
berkontribusi pada tim dari jauh.)
A: “I am willing to travel for work, but I do have some personal
commitments that require me to be home at specific times. If there are
opportunities for me to work remotely or adjust my travel schedule, I
would be happy to explore those options.”
(Saya bersedia melakukan perjalanan dinas untuk pekerjaan, namun saya
memiliki beberapa komitmen pribadi yang mengharuskan saya berada di
rumah pada waktu-waktu tertentu. Jika ada kesempatan untuk bekerja
dari jarak jauh atau menyesuaikan jadwal perjalanan dinas saya, saya
senang untuk menjelajahi opsi tersebut.)
16. Q: Are you willing to be placed anywhere in
Indonesia? (Siap ditempatkan di seluruh Indonesia?)
Jika kamu melamar untuk BUMN atau korporat yang memiliki kantor
cabang di seluruh Indonesia, maka bersiaplah untuk mendapat
pertanyaan seperti:
Would you be open to working in different parts of Indonesia? (Apakah kamu
siap bekerja di berbagai bagian di Indonesia?)
Can you adapt to different work locations in Indonesia? (Dapatkah kamu
beradaptasi dengan lokasi kerja yang berbeda di Indonesia?)
Sampaikan jawaban ini jika bersedia:
A:“Absolutely, I am willing to be placed anywhere in Indonesia. I am
excited about the prospect of working in different parts of the country and
experiencing different cultures and ways of working.”
(Tentu saja, saya bersedia ditempatkan di mana saja di Indonesia. Saya
bersemangat dengan prospek bekerja di berbagai bagian di negara ini
dan mengalami budaya dan cara kerja yang berbeda.)
Apabila kamu terhambat oleh keluarga, cobalah untuk sampaikan
dulu rasa ketertarikanmu, dan coba bernegosiasi untuk
ditempatkan di cabang terdekat dengan tempat tinggalmu. Lihat
contoh berikut:
A: “While I am open to exploring opportunities to work in different parts of
Indonesia, I have family commitments that require me to be located in a
specific area. If there are openings available at a location near my current
residence, I would be very interested in discussing those opportunities
further.”
(Saya terbuka untuk menjelajahi kesempatan untuk bekerja di berbagai
bagian di Indonesia, namun saya memiliki komitmen keluarga yang
membutuhkan saya berada di lokasi tertentu. Jika ada lowongan yang
tersedia di lokasi dekat tempat tinggal saya saat ini, saya sangat tertarik
untuk membahas kesempatan tersebut lebih lanjut.)
17. Q: How do you adapt to new environments? (Cara
beradaptasi di tempat baru)
Beradaptasi di tempat baru bukanlah hal yang mudah, terlebih
jika culture atau jenis perusahaanmu yang baru sangat berbeda dengan
tempat kerja sebelumnya. Contoh pertanyaan tentang cara adaptasi:
Can you describe your approach to adjusting to new settings? (Dapatkah
kamu menjelaskan pendekatanmu dalam beradaptasi dengan lingkungan
baru?)
What strategies do you use to adapt to unfamiliar surroundings? (Apa strategi
yang kamu gunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang tidak
familiar?)
Contoh jawaban:
A: “When adapting to a new environment, I first try to learn as much as I
can about the culture and work style of the organization. I also seek
feedback and guidance from my colleagues to ensure that I am meeting
expectations and integrating well into the team.”
(Saat beradaptasi dengan lingkungan baru, saya pertama-tama mencoba
untuk belajar sebanyak mungkin tentang budaya dan gaya kerja
organisasi. Saya juga mencari umpan balik dan bimbingan dari rekan
kerja saya untuk memastikan bahwa saya memenuhi harapan dan
terintegrasi dengan baik ke dalam tim.)
18. Q: What is your availability to start working? (Kapan
bisa mulai bekerja?)
Pertanyaan ini sebagian besar muncul dari perusahaan yang memang
sedang membutuhkan seorang talent untuk mengisi posisi yang kosong
dan urgent. Untuk mengefisienkan waktu, kamu akan diberi pertanyaan:
When would you be able to commence work? (Kapan kamu dapat memulai
pekerjaan?)
Can you let me know your earliest possible start date? (Dapatkah kamu
memberi tahu tanggal mulai kerjamu yang paling awal?)
Contoh jawaban kalau bisa start secepatnya:
A: “I am available to start working immediately and am eager to
contribute my skills and experience to this organization. I have already
wrapped up my previous commitments and am ready to hit the ground
running.”
(Saya siap untuk memulai bekerja segera dan bersemangat untuk
berkontribusi dengan keterampilan dan pengalaman saya pada organisasi
ini. Saya sudah menyelesaikan komitmen saya sebelumnya dan siap
untuk bekerja keras kembali.)
Jawaban jika kamu masih mengurus resignation di tempat
sebelumnya:
A: “I am currently in the process of resigning from my previous job and
am completing the necessary steps to ensure a smooth transition. I will be
able to start work in two weeks’ time and am excited about the
opportunity to join this organization and contribute my skills and
experience to the team.”
(Saya saat ini sedang dalam proses mengundurkan diri dari pekerjaan
sebelumnya dan menyelesaikan langkah-langkah yang diperlukan untuk
memastikan transisi yang lancar. Saya akan bisa memulai bekerja dalam
waktu dua minggu dan bersemangat dengan kesempatan untuk
bergabung dengan organisasi ini dan berkontribusi dengan keterampilan
dan pengalaman saya pada tim.)
19.Q: What is your current salary? (Berapa gaji saat
ini?)
Memang, salary atau gaji sifatnya itu confidential. Namun, pertanyaan
mengenai gaji biasa diajukan recruiter untuk mengukur kisaran gaji yang
akan mereka tawarkan padamu.
Tips, kamu tidak perlu menyebutkan angka gaji dengan besaran
pasti, cukup sampaikan kisarannya. Lihat contoh pertanyaan dan
jawabannya, yuk!
Can you tell me about your current compensation package? (Dapatkah kamu
menceritakan tentang paket kompensasi yang sedang kamu terima?)
How much are you earning in your current role? (Berapa jumlah gaji yang
kamu terima di peran saat ini?)
Contoh jawaban:
A: “Currently, I am working as a Digital Marketer at my current company,
and I believe that my compensation package is in the range of six to eight
million rupiah per month. Although I cannot provide you with the exact
figure, I am interested in exploring job opportunities with a fair and
competitive salary package that reflects my skills and experience.”
(Saat ini, saya bekerja sebagai Digital Marketer di perusahaan saya, dan
saya percaya bahwa paket kompensasi saya berkisar antara enam hingga
delapan juta rupiah per bulan. Meskipun saya tidak dapat memberikan
angka pasti, saya tertarik untuk menjelajahi kesempatan kerja dengan
paket gaji yang adil dan kompetitif yang mencerminkan keterampilan dan
pengalaman saya.)
20. Q: What salary range are you expecting for this
position? (Berapa gaji yang diinginkan?)
What are your salary expectations? (Berapa ekspektasi gaji kamu?)
What is the pay like? (Bagaimanakah gajimu?)
Salah satu cara agar kamu dapat memberikan jawaban yang tepat dari
pertanyaan yang satu ini adalah dengan melakukan riset terlebih dahulu
melalui internet. Cari tahu informasi kisaran gaji untuk posisi yang
kamu lamar, lalu sesuaikan dengan pengalamanmu.
Jika gaji sebelumnya mencapai angka dua digit, maka kamu bisa
memberi expected salary yang tidak jauh berbeda. Untuk menjawab
pertanyaan ini, kamu dapat melihat contoh berikut:
A: Based on my experience and portofolio, i have an expectation between
RpX – RpY, which is the average salary for this position in other
companies. However, i think we can discuss more about this.
(Berdasarkan pengalaman dan portofolio saya, ekspektasi gaji saya antara
RpX – RpY, yang merupakan gaji rata-rata untuk posisi ini di perusahaan
lain. Namun, saya pikir kita bisa mendiskusikan lebih banyak tentang ini.)
21. Q: Why did you decide to resign from your previous
company? (Alasan resign dari perusahaan sebelumnya)
Apapun alasanmu resign, pastikan untuk menyampaikannya secara baik,
profesional, dan tidak merendahkan perusahaan sebelumnya. Ini contoh
pertanyaannya:
Can you share with us the reason behind your resignation from your previous
job? (Bisakah kamu berbagi dengan kami alasan di balik pengunduran dirimu
dari pekerjaan sebelumnya?)
What led to your decision to leave your previous employer? (Apa yang
mendorongmu untuk meninggalkan perusahaan sebelumnya?)
Jawaban karena lingkungan dan budaya yang kurang cocok:
A: “I decided to resign from my previous company because the work
culture and environment didn’t align with my values and goals. It was a
high-pressure and competitive environment, and I found it difficult to
achieve a work-life balance. I want to work for a company that prioritizes
employee well-being and fosters a positive work culture.”
(Saya memutuskan untuk resign dari perusahaan sebelumnya karena
budaya kerja dan lingkungannya tidak sesuai dengan nilai dan tujuan
saya. Ini adalah lingkungan yang sangat kompetitif dan menuntut, dan
saya merasa sulit untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan
kehidupan. Saya ingin bekerja di perusahaan yang memprioritaskan
kesejahteraan karyawan dan membina budaya kerja yang positif.)
Jawaban karena ingin mencari peluang di perusahaan yang
lebih sustain:
A: “I resigned from my previous company because I wanted to explore
new opportunities and work for a company that is more aligned with my
personal values and goals. I am passionate about sustainability and
environmental stewardship, and I want to work for a company that shares
those values. I believe that by doing so, I can make a more significant
impact and contribute to a more sustainable future.”
(Saya resign dari perusahaan sebelumnya karena ingin menjelajahi
peluang baru dan bekerja di perusahaan yang lebih sejalan dengan nilai
dan tujuan pribadi saya. Saya sangat antusias dengan keberlanjutan dan
pengelolaan lingkungan, dan ingin bekerja di perusahaan yang berbagi
nilai-nilai tersebut. Saya percaya bahwa dengan melakukannya, saya
dapat memberikan dampak yang lebih besar dan berkontribusi pada masa
depan yang lebih berkelanjutan.)
22. Q: What are your weaknesses? (Menceritakan
kelemahan)
Setelah hal positif, tentunya perusahaan mau tahu juga apa kekurangan
kamu. Ingat, berbicara tentang kekurangan diri, kan nggak ada manusia
yang sempurna, jadi hindari jawaban “saya tidak punya kelemahan”.
Tipsnya, kamu harus menjadikan kelemahan itu terlihat sebagai
kualitas positif. Caranya? Tentu dengan menunjukkan bagaimana
cara kamu untuk solve the problem dari kekurangan yang kamu
miliki agar terlihat seperti seseorang yang tidak terpaku pada
kelemahan. Sehingga, jika diterima nanti, kamu bisa bekerja secara
profesional. Coba perhatikan contoh ini:
Interviewer: What are your weakness? (Apa kekuranganmu?)
Kamu bisa menjawab pertanyaan HRD seperti ini:
A: You: “Sometimes, I am a little bit slower in completing my tasks
compared to others. It is because I really want to get things right. I will
double or sometimes triple-check documents and files to make sure
everything is accurate.”
(Terkadang, saya lebih lamban dari yang lain ketika menyelesaikan
pekerjaan. Alasannya karena saya ingin hasil yang baik. Saya akan
memeriksa dokumen dua sampai tiga kali untuk memastikan semuanya
telah dikerjakan dengan benar.)
Kamu juga bisa menjawab pertanyaan seperti ini:
A: You: “It is a little bit too hard to arrange my time management,
because during this work from home, I have to do house chores. But, I
overcome that by making a daily to-do list so that I can do everything
well.”
(Agak terlalu sulit untuk mengatur manajemen waktu saya, karena selama
bekerja dari rumah, saya harus melakukan pekerjaan rumah. Tapi, saya
mengatasinya dengan membuat daftar tugas harian sehingga saya bisa
melakukan semuanya dengan baik.)
23. Q: What is your dream job? (Apa pekerjaan impianmu?)
Organisasi atau perusahaan yang baik tentunya ingin mengantarkanmu
untuk mencapai career goals. Begini pertanyaan yang akan kamu dapat:
Can you tell us what your ideal job would be? (Bisakah kamu ceritakan apa
pekerjaan yang ideal bagimu?
What would be your ultimate career goal? (Apa tujuan kariermu yang paling
akhir?)
Contoh jawaban:
A: “My dream job is to become a successful SEO specialist. I will start as
an SEO content writer to learn the basics of SEO and build my portfolio.
After that, I will continue to learn from different roles in the company,
such as SEO analyst or SEO strategist. I will also learn from external
sources, such as reading books or taking courses. I will also take the
opportunity to ask and learn from colleagues who are more senior in the
field of SEO.”
(Pekerjaan impian saya adalah menjadi seorang SEO specialist yang
sukses. Saya akan memulai sebagai seorang SEO content writer untuk
mempelajari dasar-dasar SEO dan membangun portofolio saya. Setelah
itu, saya akan terus belajar dari role-role yang berbeda di perusahaan,
seperti SEO analyst atau SEO strategist. Saya juga akan belajar dari
sumber eksternal, seperti membaca buku atau mengikuti kursus. Saya
juga akan memanfaatkan kesempatan untuk bertanya dan belajar dari
rekan-rekan yang sudah lebih senior di bidang SEO.)
24. Q: How do you envision your professional growth
over the next five years? (Pandangan lima tahun ke
depan)
Pertanyaan “Where do you see yourself 5 years from now?” sangat umum
ditanyakan, baik untuk university fresh graduate ataupun yang sudah
punya pengalaman.
Tujuannya, tentu saja perusahaan ingin melihat apa sih goal kamu,
dan apa saja langkah yang akan kamu ambil dalam lima tahun ke
depan.
Soalnya, yang nanti akan menjadi atasan kamu tentu ingin
mendapat team yang berprogres. Kamu boleh menjawabnya dengan
ambisi kamu, tapi tetap harus membatasi diri dan jangan sampai
dianggap sebagai “ancaman”.
Pada interview bahasa Inggris, jawaban yang bisa kamu pakai, antara lain:
A: “By then I will have improved my skills and become more independent
in what I do so that I can achieve a higher position.”
(Pada saat itu, saya akan meningkatkan skill dan menjadi lebih mandiri
sehingga saya bisa meraih posisi yang lebih tinggi)
25.Q: There is a gap in your CV where you were not
employed for a period of time, can you explain why and
what you did during that time? (Hal yang dilakukan
saat jobless)
Terkadang, banyak jobseeker yang melakukan career break atau memang
terpaksa jobless karena belum beruntung perihal karier mereka. Jika kamu
salah satunya, hati-hati dengan pertanyaan berikut:
I noticed that there is a period in your work history where you did not work,
can you talk about what happened during that time? (Saya melihat bahwa ada
periode di riwayat pekerjaanmu di mana kamu tidak bekerja, bisakah kamu
menceritakan apa yang terjadi selama waktu tersebut?)
Your CV shows a gap in employment, can you elaborate on why there was a
break and what you did during that time? (CV-mu menunjukkan kesenjangan
dalam pekerjaan, bisakah kamu menjelaskan mengapa ada jeda dan apa yang
kamu lakukan selama waktu tersebut?)
Contoh jawaban jobless selama berbulan-bulan sembari upgrade
skill:
A: “I decided not to immediately search for a job after graduating from
college. Instead, I chose to take a few months to upgrade my skills and
learn new things that could enhance my job performance. I took some
online courses and obtained certifications relevant to my field of work.”
(Saya memutuskan untuk tidak langsung mencari pekerjaan setelah lulus
kuliah. Sebaliknya, saya memilih untuk mengambil beberapa bulan untuk
upgrade skill dan belajar hal baru yang dapat meningkatkan kemampuan
kerja saya. Saya mengambil beberapa kursus online dan mendapatkan
sertifikasi yang relevan dengan bidang pekerjaan saya.)
Contoh jawaban karena ingin istirahat dan merefresh diri terlebih
dahulu:
A: “After working continuously for years, I decided to take a little break
and refresh myself. I spent a few months traveling and doing things I love,
such as exercising and reading books. I felt that this helped me to come
back to work with a greater sense of enthusiasm and better productivity.”
(Setelah bekerja secara terus-menerus selama bertahun-tahun, saya
memutuskan untuk mengambil sedikit waktu istirahat dan merefresh diri.
Saya menghabiskan beberapa bulan untuk melakukan traveling dan
melakukan kegiatan yang saya sukai, seperti berolahraga dan membaca
buku. Saya merasa bahwa hal ini membantu saya untuk kembali ke
pekerjaan dengan semangat yang lebih besar dan produktivitas yang
lebih baik.)
26.Q: What has been your biggest failure? (Apa
kegagalan terbesarmu?)
Can you talk about a time when you faced a significant failure in your career ?
(Bisakah kamu menceritakan tentang suatu waktu ketika kamu mengalami
kegagalan yang signifikan dalam kariermu?)
In your career, what would you consider to be your greatest setback or
failure? (Dalam kariermu, apa yang akan kamu anggap sebagai kerugian atau
kegagalan terbesarmu?)
Contoh jawaban:
A: “When working on a large project at my previous company, I made a
mistake in estimating the time needed to complete a certain task,
resulting in a delay in the project. This made me feel very ashamed and
incompetent. However, I learned from my mistake and made sure to do
more accurate time estimates on subsequent projects and to always
check the schedule with management to avoid delays.”
(Saat bekerja di proyek besar di perusahaan sebelumnya, saya melakukan
kesalahan dalam mengestimasi waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan tugas tertentu, sehingga mengakibatkan keterlambatan
pada proyek. Ini membuat saya merasa sangat malu dan tidak kompeten.
Namun, saya belajar dari kesalahan saya dan memastikan bahwa saya
melakukan estimasi waktu yang lebih akurat di proyek-proyek berikutnya
dan memastikan agar selalu memeriksa jadwal dengan manajemen untuk
menghindari keterlambatan.)
27.Q: Can you describe a time when you made a
mistake at work? (Cerita momen melakukan kesalahan
di tempat kerja)
Have you ever made an error on the job? If so, can you tell us about it ?
(Apakah kamu pernah melakukan kesalahan di tempat kerja? Jika iya, bisakah
kamu menceritakannya?)
How have you handled mistakes or missteps in the workplace? Can you give
an example? (Bagaimana kamu menangani kesalahan atau kesalahan langkah
di tempat kerja? Bisakah kamu memberikan contoh?)
Contoh jawaban:
A: “I once came late to a meeting because I entered the wrong schedule
in my calendar. I immediately informed my supervisor and apologized for
the delay. I made sure to set better meeting reminders so that it would
not happen again.”
(Saya pernah terlambat datang ke rapat karena salah memasukkan
jadwal rapat ke dalam kalender saya. Saya segera memberitahu atasan
saya dan meminta maaf atas keterlambatan tersebut. Saya memastikan
untuk selalu mengatur pengingat jadwal rapat yang lebih baik agar tidak
terulang kembali.)
28. Q: Why did you choose to work in a field that is not
directly related to your college major? (Alasan bekerja
di bidang yang tidak linier dengan jurusan kuliah)
Can you talk about what led you to pursue a career in a different field than
your degree? (Bisakah kamu menceritakan apa yang mendorongmu untuk
mengejar karier di bidang yang berbeda dari jurusan kuliahmu?)
What inspired you to pursue a career outside of your educational background?
(Apa yang menginspirasi kamu untuk mengejar karier di luar latar belakang
pendidikanmu?)
A: “Although I studied economics, I have a strong interest in technology
and creativity. Therefore, I decided to pursue a career in digital marketing
after graduating from college. I realized that my skills in data analysis and
business understanding from my economics major can be very helpful in
managing successful digital campaigns.“
(Meskipun saya belajar di jurusan ekonomi, saya memiliki minat yang kuat
dalam teknologi dan kreativitas. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk
mencari pekerjaan di bidang digital marketing setelah lulus kuliah. Saya
menyadari bahwa keahlian saya dalam analisis data dan pemahaman
bisnis dari jurusan ekonomi dapat sangat membantu dalam mengelola
kampanye digital yang sukses.)
29. Q: What is the reason for your frequent job changes?
(Mengapa sering pindah tempat kerja?)
Can you explain why you have had several job changes in your career ?
(Bisakah kamu menjelaskan mengapa kamu sudah beberapa kali pindah
tempat kerja dalam kariermu?)
What motivated you to switch jobs frequently throughout your career? (Apa
yang memotivasi kamu untuk sering berganti pekerjaan sepanjang kariermu?)
Tips, yakinkan HRD atau rekruter bahwa kamu berpindah tempat
kerja karena suatu alasan yang make sense dan tetap
profesional. Berikut contohnya:
A: “I often move from one job to another because I am looking for a
company with values and culture that align with my views. I believe that a
positive and supportive work environment is the key to success in my
career. If I feel that the company where I work does not have values and
culture that align with mine, then I feel uncomfortable and cannot give my
best in my work. Therefore, I look for a job that is more aligned with my
values and culture.”
(Saya sering pindah tempat kerja karena saya mencari nilai dan budaya
perusahaan yang sejalan dengan pandangan saya. Saya percaya bahwa
lingkungan kerja yang positif dan mendukung adalah kunci keberhasilan
dalam karier. Jika saya merasa bahwa perusahaan tempat saya bekerja
tidak memiliki nilai dan budaya yang sejalan dengan saya, maka saya
merasa tidak nyaman dan tidak bisa memberikan yang terbaik dalam
pekerjaan saya. Oleh karena itu, saya mencari pekerjaan yang lebih cocok
dengan nilai dan budaya saya.)
30. Q: Are you currently applying for jobs at other companies?
(Apakah sedang melamar di perusahaan lain?)
Sebetulnya, kandidat butuh pekerjaan, begitupun sebaliknya, perusahaan
pun membutuhkan talent. Makanya, terkadang rekruter akan bertanya
seperti ini untuk memastikan bahwa kamu tidak sedang “mengincar”
perusahaan lain, sehingga proses recruitment bisa lebih optimal:
Have you applied to any other companies recently? (Apakah kamu sudah
melamar pekerjaan di perusahaan lain baru-baru ini?)
Are you actively seeking job opportunities elsewhere? (Apakah kamu sedang
aktif mencari peluang pekerjaan di tempat lain?)
Jawaban jika sedang melamar di perusahaan lain:
A: “Yes, I am currently applying to several other companies. I feel that
trying out various opportunities in different companies is a good way to
broaden my work experience and improve my skills. I also hope to find a
company that is aligned with my career and long-term goals.”
(Ya, saat ini saya sedang melamar ke beberapa perusahaan lain. Saya
merasa bahwa mencoba berbagai peluang di berbagai perusahaan adalah
cara yang baik untuk memperluas pengalaman kerja saya dan
meningkatkan keterampilan saya. Saya juga berharap bisa menemukan
perusahaan yang sesuai dengan karier dan tujuan jangka panjang saya.
Jawaban jika hanya melamar di perusahaan tujuan:
A: “No, I am not currently applying to other companies. However, I am
very interested in joining this company because I believe that the
company’s vision and mission are very aligned with my career goals. I
have studied this company in depth and feel that this company is the right
place for me to grow and develop in my career.“
(Tidak, saat ini saya tidak melamar ke perusahaan lain. Namun, saya
sangat tertarik untuk bergabung dengan perusahaan ini karena saya
percaya bahwa visi dan misi perusahaan sangat sesuai dengan tujuan
karier saya. Saya telah mempelajari perusahaan ini secara mendalam dan
merasa bahwa perusahaan ini adalah tempat yang tepat bagi saya untuk
berkembang dan tumbuh dalam karier saya.)
31. Q: What led you to decide to switch careers?
(Alasan switch career)
Saat memutuskan untuk switch career, seorang profesional harus bersiap
untuk kembali menata perjalanan karier mulai dari 0. Jika kamu melamar
kerja di posisi baru yang berbeda dengan pengalaman sebelumnya, tentu
akan mendapat pertanyaan seperti ini:
Can you explain the reason behind your decision to change career paths?
(Bisakah kamu menjelaskan alasan di balik keputusanmu untuk beralih?)
What inspired you to make a career change? (Apa yang menginspirasi kamu
untuk membuat perubahan karier?)
Contoh jawaban:
A: “I decided to switch careers because I no longer found satisfaction in
my previous job. I wanted to find something more challenging and
meaningful in my life. After evaluating my skills and interests, I decided to
pursue a different career and I feel happy with my decision.”
(Saya memutuskan untuk beralih karier karena saya merasa tidak lagi
menemukan kepuasan dalam pekerjaan saya sebelumnya. Saya ingin
mencari sesuatu yang lebih menantang dan bermakna dalam hidup saya.
Setelah mengevaluasi keterampilan dan minat saya, saya memutuskan
untuk mengejar karier yang berbeda dan saya merasa senang dengan
keputusan saya.)
32.Q: Are you comfortable working with minimal
supervision? (Apakah bisa bekerja minim pengawasan?)
As we know, ada beberapa divisi perusahaan yang membuat
karyawannya harus bekerja minim atau bahkan tanpa pengawasan. Lalu,
rekruter ingin memastikan bagaimana kesiapanmu untuk menjaga
produktivitas dengan melontarkan pertanyaan seperti ini:
Can you work independently with minimal direction? (Bisakah kamu bekerja
secara mandiri dengan arahan yang minimal?)
Do you thrive in situations where you have autonomy and little supervision?
(Apakah kamu merasa senang dalam situasi di mana kamu memiliki otonomi
dan sedikit pengawasan?)
Contoh jawaban jika bisa:
A: “Yes, I can work with minimum supervision. I have learned to be
independent and pay attention to detail in my work. I can manage my own
time and ensure that tasks assigned to me are completed on time with
good quality. Of course, I am always open to feedback and input from my
supervisor to ensure that I am doing the job correctly.”
(Ya, saya bisa bekerja dengan minimum supervision. Saya telah belajar
untuk menjadi mandiri dan memperhatikan detail dalam pekerjaan saya.
Saya dapat mengatur waktu saya sendiri dan memastikan bahwa tugas
yang diberikan kepada saya diselesaikan tepat waktu dengan kualitas
yang baik. Tentu saja, saya selalu terbuka untuk masukan dan umpan
balik dari atasan saya untuk memastikan bahwa saya melakukan
pekerjaan dengan benar.)
Contoh jawaban jika tidak bisa:
A: “I prefer to work in an environment that provides guidance and
direction. I feel that with proper guidance and direction, I can work more
effectively and efficiently. However, I am also open to learning to become
more independent and developing skills to work with minimum
supervision.”
(Saya lebih suka bekerja dalam lingkungan yang memberikan arahan dan
bimbingan. Saya merasa bahwa dengan bimbingan dan arahan yang
tepat, saya dapat bekerja lebih efektif dan efisien. Namun, saya juga
terbuka untuk belajar menjadi lebih mandiri dan mengembangkan
keterampilan bekerja dengan minimum supervision.
Contoh Interview Kerja Bahasa Inggris tentang Kepribadian
Selain tentang pekerjaan, ini job interview tentang kepribadian yang
sering ditanyakan:
33. Q: What is the most common description of you
according to others? (Bagaimana orang lain akan
mendeskripsikan kamu?)
How do you think others would describe your personality? (Bagaimana kamu
berpikir orang lain akan mendeskripsikan kepribadianmu?)
If I asked your friends or colleagues, how would they describe you? (Jika saya
bertanya kepada teman atau rekan kerja kamu, bagaimana mereka akan
mendeskripsikan kamu?)
Contoh jawaban:
A: “Based on feedback from my previous supervisors and teammates,
they have described me as a creative and innovative problem-solver who
is always willing to think outside the box. They also noted that I have
strong communication skills and work well in a team environment.“
(Berdasarkan umpan balik dari atasan dan rekan tim saya sebelumnya,
mereka telah menggambarkan saya sebagai pemecah masalah yang
kreatif dan inovatif yang selalu bersedia berpikir di out of the box. Mereka
juga melihat bahwa saya memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dan
bisa bekerja dengan baik dalam sebuah tim)
34. Q: Name 3 words that are most commonly used to
describe you! (Sebutkan 3 kata atau 3 sifat yang akan
orang lain sebutkan tentang kamu!)
Lebih singkat dari pertanyaan sebelumnya, kamu akan dituntut untuk
menyebutkan tiga atau bahkan satu kata yang sangat menggambarkan
kepribadianmu. Contoh pertanyaan:
If I asked your friends or colleagues to describe your personality with 3 words,
what would they say? (Jika saya bertanya pada teman atau rekan kerja kamu
untuk mendeskripsikan kepribadianmu dengan 3 kata, apa yang mereka
katakan?
If I asked for 3 adjectives that could describe your personality, what would you
say? (Jika saya meminta 3 sifat yang dapat menggambarkan kepribadianmu,
apa yang akan kamu sebutkan?)
Contoh jawaban:
A: “Three words that people often use to describe me are dedicated,
adaptable, and empathetic. I believe that these qualities have helped me
succeed in both my personal and professional life.”
(Tiga kata yang sering digunakan orang untuk menggambarkan saya
adalah penuh dedikasi, mudah beradaptasi, dan empatik. Saya percaya
bahwa kualitas-kualitas ini telah membantu saya berhasil baik dalam
kehidupan pribadi maupun profesional.)
35. Q: How would you describe yourself as a leader or a
follower? (Kamu seorang pemimpin atau pengikut?)
Jiwa leadership atau kepemimpinan adalah salah satu soft skill yang
sangat disukai oleh rekruter. Selain itu, skill tersebut akan sangat berguna
saat bergabung di sebuah perusahaan.
Berikut pertanyaan yang akan muncul:
Do you feel more comfortable in a leadership or follower position? (Kamu lebih
nyaman berada dalam posisi memimpin atau mengikuti?)
Can you give an example of a situation where you have led and where you
have followed? (Bisakah kamu memberikan contoh situasi di mana kamu telah
memimpin dan di mana kamu telah mengikuti?)
Contoh jawaban sebagai pemimpin:
A: “I believe I have a natural ability to lead and inspire others. In my
previous role as a project manager, I was responsible for a team of five
people, and I always made sure to communicate clearly, set realistic
goals, and motivate everyone to achieve their best. I believe that my
ability to listen and understand the needs of my team was one of my
strengths as a leader.”
(Saya percaya bahwa saya memiliki kemampuan alami untuk memimpin
dan menginspirasi orang lain. Dalam peran saya sebelumnya sebagai
manajer proyek, saya bertanggung jawab atas tim lima orang, dan saya
selalu memastikan untuk berkomunikasi dengan jelas, menetapkan tujuan
yang realistis, dan memotivasi semua orang untuk mencapai yang
terbaik. Saya percaya bahwa kemampuan saya untuk mendengarkan dan
memahami kebutuhan tim saya adalah salah satu kekuatan saya sebagai
pemimpin.)
Jika lebih nyaman sebagai pengikut, tetap katakan dengan jujur.
Namun, sampaikan bahwa kamu juga tetap memiliki jiwa
kepemimpinan, setidaknya untuk dirimu sendiri. Contoh
jawabannya:
A: “While I am comfortable following the guidance of others, I also possess
strong leadership skills. I believe that being a good follower requires the
same skills as being a good leader – strong communication, problem-
solving, and adaptability.
I am constantly seeking out new challenges and opportunities to develop
my leadership skills, whether that’s by taking on new responsibilities or
volunteering for leadership roles in extracurricular activities. I believe that
even as a follower, I can be a positive influence on those around me and
inspire them to achieve their best.”
(Meskipun saya nyaman mengikuti bimbingan orang lain, saya juga
memiliki keterampilan kepemimpinan yang kuat. Saya percaya bahwa
menjadi pengikut yang baik membutuhkan keterampilan yang sama
dengan menjadi pemimpin yang baik – komunikasi yang kuat, pemecahan
masalah, dan adaptabilitas.
Saya terus mencari tantangan dan peluang baru untuk mengembangkan
keterampilan kepemimpinan saya, baik dengan mengambil tanggung
jawab baru atau dengan menjadi sukarelawan untuk peran kepemimpinan
dalam kegiatan ekstrakurikuler. Saya percaya bahwa bahkan sebagai
pengikut, saya dapat menjadi pengaruh positif bagi orang di sekitar saya
dan menginspirasi mereka untuk mencapai yang terbaik.)
36. Q: How do you prioritize your tasks and manage
your time effectively? (Bagaimana caramu
mempriotitaskan pekerjaan?)
Kamu bekerja secara remote? Work from home? Work from anywhere?
Atau.. bekerja sebagai freelancer? Yap, kemungkinan pertanyaan ini akan
datang dari rekruter:
How do you set task priorities and manage your time? (Bagaimana kamu
menetapkan prioritas tugas dan mengelola waktu kamu?)
How do you handle situations when you have too many tasks in a limited time
frame? (Bagaimana kamu mengatasi situasi ketika kamu memiliki terlalu
banyak tugas dalam waktu yang terbatas?)
Contoh jawaban:
A: “I prioritize my tasks by creating a to-do list and categorizing them
based on their urgency and importance. Then, I allocate specific time slots
for each task, keeping in mind their deadlines and the amount of time
they require. I also try to eliminate any distractions that may hinder my
productivity, such as checking my phone or email frequently.”
(Saya memprioritaskan tugas saya dengan membuat daftar tugas dan
mengkategorikannya berdasarkan urgensi dan pentingnya. Selanjutnya,
saya mengalokasikan waktu tertentu untuk setiap tugas, dengan
mempertimbangkan batas waktu dan jumlah waktu yang dibutuhkan.
Saya juga berusaha untuk menghilangkan gangguan yang dapat
menghambat produktivitas, seperti sering memeriksa telepon atau email.)
37. Q: How do you handle high-pressure situations?
(Cara menangani situasi penuh tekanan)
Dalam pekerjaan apapun, ada kalanya kita harus siap menghadapi situasi
yang tidak diinginkan. That’s why, bisa jadi kamu akan menerima
pertanyaan ini:
How do you handle situations where you feel stressed and overwhelmed?
(Bagaimana kamu menangani situasi di mana kamu merasa tertekan dan
terbebani?)
How do you deal with situations where you have to make important decisions
in a short amount of time? (Bagaimana kamu menghadapi situasi di mana
kamu harus membuat keputusan penting dalam waktu singkat?)
Contoh jawaban ketika overwhelmed:
A: “When I feel stressed and overwhelmed, I take a step back and try to
identify the root cause of the issue. Then, I break down the problem into
smaller, more manageable pieces and prioritize them based on their
urgency and importance. I also practice deep breathing and other
relaxation techniques to help me calm down and focus on the task at
hand.”
(Ketika saya merasa stres dan kewalahan, saya mundur sejenak dan
mencoba mengidentifikasi penyebab utama masalah. Kemudian, saya
memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dapat
diatasi, serta memprioritaskan mereka berdasarkan urgensi dan
pentingnya. Saya juga berlatih teknik pernapasan dalam dan relaksasi
lainnya untuk membantu saya tenang dan fokus pada tugas yang sedang
dihadapi.)
Contoh jawaban saat harus mengambil keputusan dengan cepat:
A: “In situations where I have to make important decisions in a short
amount of time, I gather as much information as possible and weigh the
pros and cons of each option. I also consult with others who may have
more experience or knowledge on the subject. However, I ultimately trust
my instincts and make a decision based on the best available information
at the time.”
(Dalam situasi di mana saya harus membuat keputusan penting dalam
waktu singkat, saya mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan
menimbang pro dan kontra dari setiap opsi. Saya juga berkonsultasi
dengan orang lain yang mungkin memiliki lebih banyak pengalaman atau
pengetahuan tentang subjek tersebut. Namun, pada akhirnya saya
mempercayai insting saya dan membuat keputusan berdasarkan
informasi terbaik yang tersedia pada saat itu.)
38. Q: What are your favorite activities to do outside of
work to relieve stress? (Menghadapai stress di luar
waktu kerja)
Wah, ternyata pertanyaan interview kerja yang satu ini cukup unik, lo!
Soalnya, HRD akan mencari kandidat yang mempunyai penguasaan diri
dan manajemen stres yang kuat!
Sehingga, bila dihadapkan dengan situasi yang baru dan penuh
tantangan, kamu dapat mengatasinya dengan baik.
Interviewer: How do you handle stress? (Bagaimana kamu menghadapi
stres?)
Kamu bisa memberi jawaban dengan cara ini:
You: “Usually, I watch a movie and sing along to my favorite song, feeling
the emotion through the lyrics. This way I feel better, so I can work back.”
(Biasanya, saya menonton film dan bernyanyi lagu favorit, dan menyelami
emosi lewat lirik. Saya bisa merasa lebih baik dan bekerja kembali.)
Contoh Interview Bahasa Inggris Bagian Akhir
Sudah sampai sini, artinya wawancara kerja bahasa Inggris sudah hampir
rampung! Berikut pertanyaan lain yang sering muncul di akhir
sesi interview:
39. Q: Tell me something interesting about yourself that
is not on your CV! (Ceritakan hal menarik tentangmu
yang tidak ada di CV)
Interview kerja adalah proses pendekatan antara kandidat dengan
perusahaan melalui rekruter atau HRD. Saat mendapat pertanyaan, “Is
there anything unique or unusual about your background that you would
like to share with us? “, cobalah untuk bersikap terbuka dan relax, serta
tetap tonjolkan keunggulanmu.
Contoh jawabannya:
A: “Something interesting about myself that’s not on my CV is that I have
been practicing mindfulness and minimalism in my personal life for the
past few years. This has taught me to prioritize and simplify things, which
has carried over into my work as well. I believe it has made me a more
focused and efficient professional.”
(Hal menarik tentang diri saya yang tidak tercantum di CV adalah bahwa
saya telah berlatih mindfulness dan minimalisme dalam kehidupan pribadi
saya selama beberapa tahun terakhir. Hal ini telah mengajari saya untuk
memprioritaskan dan menyederhanakan hal-hal, yang juga berdampak
pada pekerjaan saya. Saya percaya ini membuat saya menjadi seorang
profesional yang lebih fokus dan efisien.)
40. Q: Do you have any questions? (Mengajukan
pertanyaan)
Jika sesi interview hampir usai, kamu pasti mendapat last
question seperti:
Do you have some questions about this position? (Apakah kamu memiliki
beberapa pertanyaan tentang posisi ini?)
Is there anything else you would like me to know about the company or the
position? (Apakah ada hal lain yang ingin kamu sampaikan mengenai
perusahaan atau posisi ini?)
Hayo, pasti kamu bingung kan kalau dapat pertanyaan kayak gini. Ini
adalah pertanyaan jebakan, guys.
Apakah kamu sadar kalau pertanyaan ini bukan sekadar basa-basi?
Soalnya, dari pertanyaan ini, pewawancara akan menilai kecakapan dan
antusiasme kamu terhadap pekerjaan dan posisi yang dilamar.
Oleh karena itu, ada baiknya kamu ajukan pertanyaan
yang related to your position, seperti pertanyaan
mengenai flow kerja, culture, etc. Berikut contohnya:
Can you tell me any examples of projects that I would be working on?
(Bisakah kamu memberitahu saya contoh proyek yang akan saya kerjakan
nanti?)
How does the overtime system here?
(Bagaimana sistem lembur di sini?)
Does the company offer in-house training to staff?
(Apakah perusahaan juga memberikan pelatihan kepada staf?)
What is the working culture of this company?
(Bagaimana budaya kerja di perusahaan ini?)
Gimana? Hmm, I know you must be nervous. Sebetulnya kamu tinggal
praktik di depan cermin atau mengajak teman
untuk berlatih interview bahasa Inggris biar persiapannya semakin
matang.
Oh ya, berbagai contoh pertanyaan wawancara kerja ini biasa muncul di
banyak metode, termasuk phone interview.
Tips! Kalau sedang merasa gugup, kamu bisa coba menggerakkan
tangan sebagai gesture, tapi jangan berlebihan ya, stay calm and
be confident!
Semoga HRD atau rekruter puas dengan jawabanmu dan bisa mengambil
keputusan yang tepat, sehingga kamu dapat menerima result sesuai
dengan harapan.
Perlu diingat, jangan sampai kamu di-ghosting sama HRD. Setelah
wawancara, jika tak ada kabar lanjutan, kamu bisa lo, mengirim follow
up hasil interview kerja.
Referensi:
Napitupulu, Sherly. 25 Pertanyaan Interview Kerja yang Paling Sering
Diajukan.
[Link]
w2w (diakses 10 Des. 2021)
Alan & Muzdalifah Muhlan. Jawaban Hebat untuk 8 Pertanyaan Wawancara
Kerja Bahasa Inggris Paling Umum. [Link]
indo/pertanyaan-wawancara-kerja-bahasa-inggris/ (diakses 8 Des. 2021)
Artikel ini diperbarui pada tanggal 28 April 2023.