PERKEMBANGAN FUTSAL BIG ONE 14 ULU LR.
GUMAY
PALEMBANG
DISUSUN OLEH
NAMA : M. Despriansyah
KELAS : XII.P2.3
NISN : 0066984106
KONSENTRASI : PJOK
GURU PEMBIMBING : Wahyu Eko Sulistiyanto, [Link]
YAYASAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (YPLP PGRI)
PROVINSI SUMATRA SELATAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS PGRI 2 PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2024/2025
HALAMAN PENGESAHAN
Karya Tulis Ini Berjudul PERKEMBANGAN FUTSAL BIG ONE 14 ULU
[Link] PALEMBANG
Telah Di Laksanakan Dan Di Setujui Pada
Hari :
Tanggal :
Mengetahui
[Link] Guru Pembimbing
Sri Herawati,[Link]. Wahyu Eko Sulistiyanto, [Link].
Mengetahui
Kepala sekolah
Herry,[Link]., M. Pd
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“HIDUPLAH SEAKAN KAMU MATI BESOK BELAJARLAH
SEAKAN KAMU MATI SELAMANYA”
1. ALLAH [Link] TELAH MEMBERIKAN KESEMPATAN
KESEHATAN JASMANI MAUPUN ROHANI, SEHINGGA SAYA
DAPAT MENYELESAIKAN KARYA TULIS ILMIAH PK
DENGAN BAIK..
2. Keluarga saya tercinta yang telah memberikan semangat dan
dorongan baik secara moral maupun spiritual.
3. Guru pembimbing saya bapak Wahyu Eko Sulistiyanto,[Link] yang
telah memberikan motivasi dan arahan dalam menyelesaikan karya
tulis ilmiah kepada saya.
4. Kepada SMA PGRI 2 Palembang bapak Herry,[Link] yang telah
memberikan kesempatan untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah
ini.
5. Dan keluarga besar SMA PGRI 2 Palembang.
UCAPAN TERIMA KASIH
Dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini saya selaku penulis banyak
mendapatkan bimbingan dan arahan yang pastinya bersifat membangun.
Maka dari itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini terutama kepada:
1. Allah SWT. sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta yang telah
memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat
menyusun karya tulis ilmiah ini.
2. Bapak Herry,[Link].,[Link] selaku kepala sekolah SMA PGRI 2
Palembang
3. Bapak Wahyu Eko Sulistiyanto,[Link] selaku guru pembimbing yang
telah memberikan motivasi dan bimbingannya dalam penyusunan
karya tulis ilmiah ini.
4. Serta semua pihak yang telah memberikan saran yang berguna dan
bermanfaat bagi penulis.
Tanpa mereka penulis mungkin akan kesulitan dalam menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah ini dan mungkin juga tanpa bimbingan dari guru
pembimbing akan diperoleh hasil Karya Tulis Ilmiah yang kurang
maksimal.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang
telah berkorban segalanya demi pendidikan penulis. Serta semua rekan-
rekan yang telah membantu mendoakan dan memotivasi penulis dalam
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
BIODATA PENULIS
I. IDENTITAS
Nama : [Link]
Tempat/Tanggal lahir : Palembang, 12 Desember 2006
Agama : Islam
Alamat : [Link] 4 [Link] 2 RT 15 8 ulu
Cita-Cita : PENGUSAHA SUKSES
Hobi : Sepak bola
Instagram : @muhammaddespriansyah
II. RIWAYAT PENDIDIKAN
SD NEGERI PENGANDONAN :2013-2019
SMPN 01 KISAM ILIR OKUS :2019-2022
SMA PGRI 2 PALEMBANG :2022-2025
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah saya pelaku penulis masih diberikan
nikmat berupa kesehatan sehingga dapat menyusun Karya Tulis Ilmiah yang
berjudul "Perkembangan Futsal Big One 14 Ulu [Link] Palembang” Tulisan ini
disusun sebagai tugas akhir dari proses pembelajaran di SMA PGRI 2 Palembang
Adanya penyempurnaan materi Karya Tulis Ilmiah ini dimaksudkan untuk
memenuhi tuntutan perubahan zaman yang meningkatkan mutu pendidikan secara
nasional. Hal ini untuk membekali peserta didik dalam menghadapi tantangan
hidupnya dikemudian hari secara mandiri, cerdas dan kreatif. Sehubungan dengan
perubahan tersebut, maka diperlukan sarana penunjang berupa belajar dalam
membuat Karya Tulis Ilmiah bagi para siswa, agar mereka dapat memahaminya.
Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini saya juga mendapat konstribusi
dari berbagai pihak, untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh
pihak yang terlibat dalam proses pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini. Kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa yang
akan datang
Palembang, 5 November 2024
Penulis
M. Despriansyah
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN ..............................................................................ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......................................................................iii
UCAPAN TERIMAKASI ....................................................................................iv
BIODATA PENULIS ............................................................................................v
KATA PENGANTAR ..........................................................................................vi
DAFTAR ISI.........................................................................................................vii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................2
1.4 Manfaat Penelitian.................................................................................3
BAB 2 LANDASAN TEORI..................................................................................
II.1Pengertian Jumputan .............................................................................4
II.2Sejarah Jumputan...................................................................................5
II.3Motif Jumputan ..................................................................................6,7
BAB 3 METODE PENELITIAN ..........................................................................
3.1 Tempat Penelitian..................................................................................8
3.2 Alat Dan Bahan Penelitian.....................................................................8
3.3 Metode Penelitian .................................................................................8
3.4 Objek Penelitian ....................................................................................8
3.5 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................8
3.5.1 Teknik Observasi.................................................................9
3.5.2 Teknik Dokumentasi ...........................................................9
3.5.3 Teknik Wawancara ............................................................9
3.6 Teknik Analisis Data.............................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
futsal adalah olahraga yang berasal dari sepak bola dan dimainkan di
lapangan yang lebih kecil dengan jumlah pemain yang terbatas. pertama kali
diperkenalkan di uruguay pada tahun 1930-an, futsal telah berkembang menjadi
salah satu cabang olahraga yang sangat populer di berbagai belahan dunia. dengan
format permainan yang cepat dan teknik tinggi, futsal menawarkan dinamika yang
berbeda dibandingkan dengan sepak bola tradisional, sehingga menarik minat
banyak orang, terutama kalangan muda. keberagaman strategi dan keterampilan
individu yang diperlukan dalam futsal menjadikannya sebagai sarana efektif untuk
mengembangkan kemampuan atlet.
futsal mulai dikenal pada akhir tahun 1990-an dan berkembang pesat pada
awal 2000-an. pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya minat masyarakat
terhadap olahraga, serta kemudahan akses ke berbagai fasilitas futsal yang
bermunculan di kota-kota besar. banyaknya arena futsal yang dibangun
memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam olahraga ini,
baik sebagai pemain maupun penonton. selain itu, berbagai kompetisi futsal baik
di tingkat lokal maupun nasional semakin memperkuat popularitas olahraga ini.
futsal telah menjadi salah satu olahraga yang paling diminati di indonesia.
liga-liga futsal lokal dan nasional bermunculan, menghadirkan banyak klub yang
berkompetisi dan menghasilkan pemain-pemain berbakat. prestasi tim nasional
futsal indonesia di kancah internasional menjadi salah satu indikator bahwa
olahraga ini telah berkembang dengan baik, serta menunjukkan potensi yang besar
untuk terus maju. dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah,
sponsor, dan komunitas olahraga, futsal di indonesia diharapkan dapat terus
tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
futsal telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, masih terdapat
tantangan yang dihadapi dalam pengembangannya. beberapa di antaranya adalah
kurangnya dukungan terhadap program pelatihan jangka panjang dan minimnya
promosi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat
olahraga ini. oleh karena itu, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan futsal di indonesia agar kedepannya dapat diambil
langkah-langkah strategis untuk menang.
1.2 Rumusan Masalah
Sehubung dengan latar belakang yang telah penulis kemukakan ,maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Futsal Big One 14 Ulu [Link] Palembang?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengidentifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Futsal:
Untuk menganalisis aspek-aspek yang berkontribusi terhadap pertumbuhan futsal
di Indonesia, termasuk faktor sosial, ekonomi, dan budaya.
2. Mengevaluasi Dampak Futsal terhadap Masyarakat : Untuk menilai pengaruh
positif dari olahraga futsal terhadap kesehatan, hubungan sosial, dan
perekonomian masyarakat.
3. Menganalisis Tantangan dalam Pengembangan Futsal : Untuk mengidentifikasi
kendala yang dihadapi dalam pengembangan futsal, serta mencari solusi untuk
mengatasi masalah tersebut.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Memberikan Pemahaman yang Lebih Baik tentang Futsal : Penelitian ini dapat
meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya futsal sebagai
olahraga yang dapat meningkatkan keterampilan individu dan kerjasama tim
2. Menjadi Rujukan bagi Pengambil Kebijakan : Hasil penelitian dapat digunakan
sebagai dasar bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan
kebijakan yang mendukung pengembangan futsal di Indonesia.
3. Mendorong Partisipasi Masyarakat dalam Futsal: Dengan mengetahui dampak
positif dari futsal, diharapkan masyarakat lebih termotivasi untuk berpartisipasi
dalam olahraga ini, sehingga meningkatkan kesehatan dan interaksi sosial.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Futsal
Futsal adalah cabang olahraga yang merupakan versi mini dari sepak bola,
dimainkan di lapangan yang lebih kecil dan biasanya di dalam ruangan. Olahraga
ini dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari lima pemain,
termasuk satu penjaga gawang. Futsal memiliki aturan yang sedikit berbeda dari
sepak bola tradisional, dengan fokus pada penguasaan bola, keterampilan
individu, dan kerjasama tim yang tinggi. Lapangan futsal berukuran sekitar 25-42
meter panjangnya dan 16-25 meter lebarnya, dengan permukaan yang biasanya
terbuat dari kayu atau material sintetis, memberikan kenyamanan bagi pemain saat
bergerak.
Salah satu ciri khas futsal adalah penggunaan bola yang lebih kecil dan berat
dibandingkan bola sepak biasa. Bola futsal dirancang untuk memiliki lebih sedikit
pantulan, sehingga memudahkan pemain dalam mengontrol dan mengoper bola.
Ini mendorong pemain untuk mengembangkan keterampilan dribbling, passing,
dan teknik penguasaan bola yang lebih baik. Selain itu, futsal juga dimainkan
dalam tempo yang lebih cepat, dengan peraturan yang mendorong permainan yang
dinamis dan agresif, sehingga menciptakan pengalaman yang menarik bagi
pemain dan penonton.
Futsal pertama kali muncul di Uruguay pada tahun 1930-an dan dengan cepat
menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia, terutama di Amerika Selatan dan
Eropa. Pada tahun 1989, FIFA (Fédération Internationale de Football Association)
mengakui futsal sebagai cabang resmi, dan sejak saat itu, kejuaraan dunia futsal
diadakan untuk meningkatkan popularitas olahraga ini di tingkat internasional.
Melalui kompetisi ini, futsal mendapatkan perhatian lebih luas, dan banyak negara
mulai mengembangkan liga dan program pelatihan untuk mendorong
pertumbuhan olahraga ini.
2.2 Sejarah Futsal Di Indonesia
futsal mulai dikenal pada akhir 1990-an dan mengalami perkembangan pesat
pada awal 2000-an. Dengan semakin banyaknya arena futsal yang dibangun,
masyarakat semakin mudah mengakses olahraga ini. Kompetisi futsal, baik di
tingkat lokal maupun nasional, semakin marak, menarik minat banyak pemain dan
penonton. Futsal menjadi alternatif yang menarik bagi sepak bola tradisional,
terutama di kalangan anak muda, karena format permainannya yang lebih cepat
dan lebih mudah diakses.
Pada awal 2000-an, futsal mulai mendapatkan perhatian lebih serius dari
berbagai pihak, termasuk pemerintah dan asosiasi olahraga. Pada tahun 2002,
Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) didirikan untuk mengatur dan mengembangkan
olahraga futsal di tanah air. Sejak saat itu, AFI mulai mengadakan liga-liga futsal
di berbagai daerah, serta kompetisi tingkat nasional yang menarik banyak tim dan
pemain dari berbagai latar belakang. Langkah ini berkontribusi pada pertumbuhan
komunitas futsal di Indonesia.
futsal juga mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah dan universitas sebagai
bagian dari program olahraga. Banyak institusi pendidikan mulai membangun
fasilitas futsal dan mengadakan turnamen untuk mendorong siswa dan mahasiswa
berpartisipasi dalam olahraga ini. Dengan cara ini, futsal tidak hanya menjadi
olahraga populer, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang
positif bagi generasi muda..
Seiring dengan perkembangan media sosial dan teknologi, futsal semakin
mudah diakses dan dipromosikan. Banyak klub futsal dan pemain yang
memanfaatkan platform digital untuk berbagi konten, seperti video latihan,
pertandingan, dan tips bermain. Dengan demikian, futsal di Indonesia terus
mengalami pertumbuhan yang pesat, dan semakin banyak pemain muda yang
bercita-cita untuk berkarir di dunia futsal, baik di tingkat nasional maupun
internasional.
2.3 Perkembangan Futsal Di Palembang
Perkembangan futsal di Palembang dimulai pada awal 2000-an, seiring
dengan meningkatnya popularitas olahraga ini di Indonesia. Dengan adanya
dukungan dari komunitas lokal, futsal mulai dikenal sebagai alternatif bagi
masyarakat yang ingin berolahraga sepak bola namun terbatas oleh ruang dan
waktu. Banyak lapangan futsal dibangun di berbagai lokasi strategis, baik di pusat
kota maupun di daerah pinggiran, sehingga memudahkan akses bagi semua
kalangan masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, Palembang mulai menyelenggarakan berbagai
kompetisi futsal, baik di tingkat lokal maupun antar sekolah. Turnamen futsal
menjadi ajang yang dinanti-nanti oleh para pemain muda dan klub-klub futsal.
Keberadaan turnamen ini tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi
juga mendorong sportivitas serta kerjasama antar tim. Selain itu, banyaknya klub
futsal yang bermunculan di Palembang menunjukkan antusiasme masyarakat
terhadap olahraga ini.
Pemerintah daerah juga mulai memberikan perhatian lebih terhadap
perkembangan futsal dengan membangun fasilitas olahraga yang memadai.
Beberapa kompleks olahraga di Palembang dilengkapi dengan lapangan futsal
yang memenuhi standar untuk penyelenggaraan kompetisi. Dukungan ini
bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan atlet
futsal muda di kota ini, serta mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif
dalam olahraga.
beberapa pemain lokal juga mulai meraih prestasi di tingkat nasional.
Beberapa klub futsal asal Palembang berhasil berkompetisi di liga-liga futsal
nasional, dan beberapa pemain bahkan terpilih untuk bergabung dalam tim
nasional futsal Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Palembang memiliki
potensi yang besar dalam menghasilkan atlet futsal berkualitas, serta memperkuat
posisi kota ini sebagai salah satu pusat futsal di Indonesia.
2.4 Big One Lr. Gumay Sebagai Venue Futsal
Big One Lr. Gumay merupakan salah satu venue futsal yang cukup terkenal
di Palembang dan telah berkontribusi signifikan terhadap perkembangan olahraga
futsal di daerah ini. Didirikan dengan fasilitas yang modern dan lengkap, Big One
Lr. Gumay menawarkan lapangan futsal berkualitas tinggi yang memenuhi
standar nasional. Ketersediaan fasilitas yang memadai tidak hanya menarik minat
pemain amatir, tetapi juga menjadi pilihan utama bagi klub-klub futsal profesional
yang ingin menggelar latihan dan pertandingan. Dengan begitu, Big One Lr.
Gumay menjadi pusat aktivitas futsal yang penting di Palembang.
Selain menjadi tempat berlatih dan bertanding, Big One Lr. Gumay juga aktif
menyelenggarakan berbagai turnamen futsal, baik di tingkat lokal maupun
regional. Dengan adanya turnamen yang rutin diadakan, venue ini mampu
mengumpulkan banyak tim dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga klub
profesional. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetisi di kalangan
pemain, tetapi juga memperkuat komunitas futsal di Palembang. Para pemain
mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dan bersaing
dengan tim-tim lain, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keterampilan dan
pengalaman mereka di dunia futsal.
Lebih dari sekadar tempat bermain, Big One Lr. Gumay juga berperan dalam
mempromosikan futsal sebagai olahraga yang menyenangkan dan bermanfaat bagi
masyarakat. Melalui berbagai program pelatihan dan kegiatan sosial, venue ini
mendorong partisipasi masyarakat dalam olahraga futsal. Inisiatif seperti kelas
pelatihan untuk anak-anak dan pemuda tidak hanya membantu mengembangkan
bakat mereka, tetapi juga memberikan wadah bagi mereka untuk belajar tentang
kerja tim, disiplin, dan sportivitas. Dengan demikian, Big One Lr. Gumay tidak
hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan
karakter generasi muda di Palembang melalui futsal.
BAB III
TUJUAN PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif.
Metode Deskriptif adalah untuk menggambarkan fenomena secara sistematis fakta
dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat. Fenomena itu bisa
berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan hubungan kesamaan dan
perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena yang lainnya. Penelitian
deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan
menginterprestasikan suatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat
yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi,
atau tentang kecendrungan yang telah berlangsung. Metode deskriptif juga adalah
suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat
gambaran atau deskriptif juga digunakan untuk memecah atau menjawab
pemasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang.
3.2 Alat Dan Bahan Penelitian
Alat dan bahan yang di gunakan dalam penelitian karya tulis ini adalah media
elektronik, seperti media rekam suara atau kamera. Serta alat tulis seperti pena
dan buku untuk hal hal yang perlu di catat.
3.3 Tempat Penelitian
Penelitian Berlokasi Di Futsal Big One 14 Ulu [Link] Kota Palembang.
3.4 Objek Penelitian
Objek Yang Di Gunakan Dalam Penelitian Karya Tulis Ini Adalah
Bagaimana Perkembanagn Futsal Big One 14 Ulu [Link] Kota Palembang.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
3.5.1 Teknik Observasi
Teknik observasi adalah teknik pengumpulan data yang di lakukan melalui
pengamatan dengan di sertai pencatatan-pencatatan terhadap fenomena yang di
teliti.
3.5.2 Teknik Dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah metode pengumpulan data mengenai hal-hal yang
berupa foto foto kegiatan, untuk melengkapi hasil data.
3.6 Teknik Analisis data
Adapun teknik analisis data dalam karya tulis ilmiah ini sebagai berikut :
1. Membuat data dalam bentuk tabel
2. Mengubah data dalam bentuk lisan tersebut menjadi data tertulis
3. Menghubungkan data yang telah terkumpul dengan study Pustaka yaitu
teori-teori yang di analisis
4. Membahas data yang telah di baca
5. Membuat kesimpulan