PAPER OBJEK BUDAYA SUMBAWA
TRADISI NYORONG PERKAWINAN ADAT SUMBAWA DAN SEPAT MAKANAN
KHAS SUMBAWA
Dosen Pengampu : Prof. Dr. H. Nuriadi, S.S.,[Link]
Disusun Oleh :
Ginda Ayu Saptari (E1B022061)
Kelas : 5C
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN
KEWARGANEGARAAN JURUSAN PENDIDIKAN ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN UNIVERSITAS MATARAM 2024
PENDAHULUAN
Budaya di Indonesia terbilang cukup beragam hal ini terlihat jelas di provinsi Nusa Tenggara Barat
memiliki tiga suku yang dikenal dengan istilah SASAMBO (Sasak, Samawa, Mbojo) tiga suku
besar ini tentunya memiliki kebudayaan tersendiri dan menciri khas. Kereagaman budaya
Indonesia merupakan salah satu bentuk kenyataan hidup (living reality) yang harus di banggakan.
Adanya budaya yang beragam merupakan manifestasi gagasan dan nilai sehingga saling
menguatkan (Faisal Ismail, 2012:53) "walaupun berbeda-beda tetep satu jua" Bhineka Tunggal
Ika. Hal tersebut juga menunjukkan arti penting bahwa budaya dari satu daerah dengan daerah lain
sebagai bentuk perwujudan budaya lokal memiliki penafsiran dan manivestasi yang luas dan
berbeda-beda serta sebagai sumber identitas khas mereka. Suku Sumawa misalkan, banyak sekali
simbol-simbol dalam berbagai upcara adat, baik simbol berupa benda, mantra, maupun tingkah
laku yang masing-masing memiliki makna yang bernilai budaya di dalamnya serta secara tidak
langsung dapat mencerminkan pola pikir masyarakat tersebut pada umumnya.
Objek budaya adalah hasil kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat di suatu daerah, yang
tidak hanya mencakup produk fisik seperti pakaian adat, seni, dan bangunan, tetapi juga mencakup
tradisi lisan, adat istiadat, dan permainan rakyat. Objek ini menjadi identitas dan warisan nenek
moyang yang dipelajari dan dipraktikkan oleh masyarakat setempat. Dari sabang sampai marauke
banyak sekali objek budaya yang kita kenal, salah satunya di sumbawa. Banyak sekali obyek
budaya yang ada di sumbawa sampai saat ini masih dipertahankan. Salah satunya itu Nyorong
dalam Perkawinan adat Sumbawa dan makanan khas daerah sumbawa yaitu sepat.
Masyarakat Suku samawa merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur yang
dibawa atau dilestarikan secara turun-temurun. Termaktub dalam falsafah hidup masyarakat Tau
Samawa yakni Adat Berenti Ko Syara', Syara' Berenti Ko Kitabullah" artinya bahwa setiap
aktivitas (adat-istiadat) harus berpegang teguh kepada syariat, dan syariat harus berpedoman
kepada kitab-kitab Allah. Falsafah yang telah dirumuskan oleh para leluhur ini, telah
menghantarkan masyarakat Sumbawa untuk selalu berpikir dan bersikap dalam satu frame yang
senantiasa dilandasi nilai-nilai adat istiadat (Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) 2016). Tradisi
yang berkembang dalam masyarakat suku samawa bersumber dari syara' dan kitabullah Salah
satunya dapat kita jumpai tradisi Nyorong dalam prosesi pernikahan masyarakat suku samawa.
Pernikahan bukan hanya sekedar menjodohkan seseorang dengan lawan jenisnya akan tetapi
tersirat makna memperlus hubungan silaturrahim antar keluarga.
Pelestarikan objek budaya Sumbawa sangat penting untuk menjaga identitas dan keberagaman
budaya Indonesia. Selain itu, pelestarian budaya juga dapat memberikan manfaat ekonomi melalui
pengembangan pariwisata.
Selain itu indonesia terdiri dari keanekaragaman masakannya mencerminkan beragamnya tradisi
dan budaya Indonesia. Masing-masing daerah memiliki makanan tradisional yang unik yang
dipengaruhi oleh selera lokal. Makanan tradisional atau warisan kuliner lokal merupakan hidangan
yang diasosiasikan khas dari suatu daerah yang diturunkan dari satu masa ke masa berikutnya
sebagai warisan turun-temurun merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap generasi.
Menurut informasi yang diberikan oleh Dinas Pariwisata NTB (2014), Pulau Sumbawa terletak di
provinsi Nusa Tenggara Barat. Karena Sebagian besar wilayah Sumbawa berada disepanjan
pesisir, mayoritas makanan diolah di Sumbawa berasal dari hasil laut. Sepat, salah satu hidangan
khas Sumbawa, merupakan hasil olah makanan yang berasal dari ikan segar dan langsung
dikonsumsi setelah disiapkan. Sepat adalah makanan khas sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang
terbuat dari ikan segar yang dibakar lalu dicampur dengan berbagai macam bumbu dan bahan
pelengkap.
METODE PENELITIAN
Penleitian ini merupakan penelitian bersifat deskriftif kualitatif, karena dalam pembahasannya
secara deskripsi dengan memaparkan hasil wawancara terkait tradisi nyorong perkawinan adat
sumbawa dan sepat makanan khas sumbawa sesuai dengan pendapat narasumber.
Lokasi penelitian yang menjadi pusat penelitian dilakukan di Musium Negeri Nusa Tenggara Barat
yang menjadi pusat sejarah di Nusa Tenggara Barat.
PEMBAHASAN
• SESI WAWANCARA
Nama : Dra. Pipit Gunarto
Tanggal wawancara : 17 Desember 2024
Gambar narasumber musium NTB (Dokumentasi, penulis)
TRADISI NYORONG PERKAWINAN ADAT SUMBAWA
Menurut ibu Dra. Pipit Gunarto selaku ketua Pameran Temporer, Perkawinan adat sumbawa
merupakan perkawinan yang memiliki tradisi yang unik, yang dimana setiap tahapan dalam prosesi
pernikahan mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Sumbawa. Setiap tahapan
dalam tradisi pernikahan adat Sumbawa tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga mengandung makna
simbolik yang mendalam Salah satunya Nyorong. Pada pernikahan adat Sumbawa, terdapat tradisi
yang disebut Nyorong, yaitu prosesi hantaran dari pihak laki-laki ke pihak perempuan yang
dilakukan setelah melalui beberapa proses rangkaian adat lainnya seperti bajajag, bakatoan,
basaputis, dan bada'. Menurut ibu Pipit nyorong dilakukan dengan cara mengantarkan barang
seserahan dari keluarga calon laki-laki ke calon perempuan. Barang-barang seserahan dalam tradisi
Nyorong meleputi kelengkapan seperti bahan pokok makanan, perlengkapan jajanan, pakaian,
ternak, kelengkapan rumah tangga seperti lemari, kasur, dan lain-lain, untuk acara pernikahan baik
untuk acara nikah ataupun resepsi atau disebut dengan (besai). Nyorong dilakukan secara beramai-
ramai beserta rombongan dan tokoh masyarakat yang secara bersamaan diiringi dengan kesenian
khas Sumbawa seperti Lawas dan Ratib Rabana ode.
Ibu Pipit juga memberitahu dalam perkawinan adat sumbawa, pengantin pria dan wanita akan
memakai pakaiat adat. Untuk pengantin laki-laki, akan memakai sigar (hiasan kepala), lamung
tutup rante abang, seluar belo rante abang, mayil tenra batung, tope (rok), perabat (stagen),
simbangan (selendang), selepe (ikat pinggang), ponto salaki (gelang tangan), Spekidasanging
(sapu tangan), Sapu kidasanging (sapu tangan) dan keris. Untuk pengantin perempuan hampir
sama dengan pengantin laki-laki, yaitu pengantin perempuan memakai, punyung (sanggul),
kemang goyangembang, sisa mahkota, ponto rica (gelang tangan), ponto ode (gelang tangan),
kalaru (gelang tangan), kembang sumping (sunting), saya (rok), tope (rok), Jalu pering, parabot
(stagen), lamung pene, selepe (ikat pinggang), pakalo (aksesoris), sapu kidasanging (sapu tangan),
bonje (aksesoris), tonang beranak (kalung), tonang mastora (kalung), bengker taroweh (anting-
anting), dan sarung kuku.
Gambar 1 Nyorong TikTok Gambar 2 Pengantin Sumbawa Musium NTB
MAKANAN DAERAH SUMBAWA (SEPAT)
Sepat adalah makanan khas sumbawa yang berkuah yang memiliki cita rasa asam segar. Sepat ini
biasanya menggunakan ikan bakar atau ikan goreng sebagai bahan utama, seperti ikan kakap atau
baronang serta udang. Kuah sepat terdiri dari berbagai bahan alami yang memberikan rasa unik
dan menyegarkan seperti, jeruk monte, cerme dan daun ketimus.
Menurut buk Dra. Pipit Gunarto sepat bukan sekadar makanan, tetapi juga mencerminkan tradisi
kuliner masyarakat Sumbawa. Sepat ini sering kali menjadi pilihan utama saat acara keluarga atau
perayaan tertentu, tetapi pada bulam ramadhan sepat menjadi menu utama yang dihidangkan,
seperti kata orang sumbawa “30 hari puasa 30 hari sepat”. Keberadaannya sebagai makanan khas
Sumbawa menunjukkan pentingnya sepat dalam budaya lokal dan daya tariknya bagi para
pengunjung yang ingin merasakan keaslian kuliner daerah.
Gambar Sepat Makanan Khas Sumbawa
KESIMPULAN
Suku Samawa merupakan orang-orang yang mendiami Pulau Sumbawa dan menggunakan bahasa
Samawa. Dimana obyek budaya merupakan identitas kompleks yang terdiri dari berbagai unsur
yang saling berinteraksi dan membentuk identitas suatu masyarakat. Salah satunya tradisi Nyorong
serta makanan khas sumbawa adalah Sepat. Tradisi nyorong adalah salah satu contoh kekayaan
budaya Sumbawa yang masih dilestarikan hingga kini. Prosesi ini tidak hanya memiliki makna
simbolis, tetapi juga menunjukkan kearifan lokal dalam mempersiapkan kehidupan berumah
tangga. Sepat adalah hidangan khas Sumbawa yang menggabungkan cita rasa unik, tradisi, dan
kearifan lokal.
DAFTAR PUSTAKA
Saputra, R. S. (2024). Field Research “Tradisi Nyorong” Dalam Adat Istiadat Pernikahan
Masyarakat Suku Samawa. Jurnal Dance and Art, 1(2), 59-62.
Nairfana, I., & Larate, S. M. A. (2023, August). PENGARUH SUHU DAN WAKTU
PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR PROTEIN DAN
KADAR LEMAK PADA MASAKAN SEPAT INSTAN KHAS SUMBAWA. In
Proceeding Of Student Conference (Vol. 1, No. 3, pp. 121-132).
Sukarddin, S., & Suryaningsih, L. (2022). Changes in the Perception of the Sumbawa Community
in the Nyorong Tradition Sumbawa Regency. Riwayat: Educational Journal of History and
Humanities, 5(2), 276-280.
Tampubolon, P. A., & Rahardjo, M. F. (2015). Komposisi Makanan Ikan Sepat Siam (Trichopodus
pectoralis Regan, 1910) Di Danau Taliwang, Sumbawa. BAWAL Widya Riset Perikanan
Tangkap, 6(1), 41-46.