0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan19 halaman

Upaya Tingkatkan Karakter Religius Siswa

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan agama dan karakter religius di sekolah dasar, serta tantangan yang dihadapi dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini berfokus pada upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam, dengan tujuan untuk mengembangkan sikap positif terhadap agama dan moralitas. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan manfaat bagi peningkatan karakter religius siswa melalui berbagai program pendidikan.

Diunggah oleh

Habib Ihsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan19 halaman

Upaya Tingkatkan Karakter Religius Siswa

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan agama dan karakter religius di sekolah dasar, serta tantangan yang dihadapi dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini berfokus pada upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam, dengan tujuan untuk mengembangkan sikap positif terhadap agama dan moralitas. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan manfaat bagi peningkatan karakter religius siswa melalui berbagai program pendidikan.

Diunggah oleh

Habib Ihsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Periode usia sekolah merupakan masa pembentukan dan pembinaan nilai nilai

agama. Kualitas keagamaan anak akan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan

atau pendidikan yang diterimanya. Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan agama

di sekolah dasar mempunyai peranan yang sangat penting. Oleh karena itu, pendidikan

agama (pengajaran, pembiasaan, dan penanaman nilai-nilai) di sekolah dasar haruslah

menjadi perhatian semua pihak yang terlibat dalam pendidikan di sekolah dasar, bukan

hanya guru agama tetapi kepala sekolah dan guru-guru lainnya. Apabila semua pihak

yang terlibat tersebut telah memberikan contoh (suri tauladan) dalam melaksanakan

nilai-nilai agama yang baik, maka pada diri peserta didik akan berkembang sikap

positif terhadap agama dan pada gilirannya akan Seperti yang dikemukakan Zakiah

Drajat sebagaimana dikutip oleh Syamsu Yusuf (2000:183), bahwa pendidikan agama

di sekolah dasar, merupakan dasar bagi pembinaan sikap positif terhadap agama dan

berhasil membentuk pribadi dan akhlak anak, maka untuk mengembangkan sikap itu

pada masa remaja akan mudah dan anak telah mempunyai pegangan atau bekal dalam

menghadapi berbagai kegoncangan yang biasa terjadi pada masa remaja.

Pendidikan tidak hanya mendidik para peserta didiknya untuk menjadi

manusia yang cerdas, tetapi juga membangun dan membina kepribadiannya agar

berakhlak mulia. Seperti yang sedang gencar dicanangkan oleh Kementrian

Pendidikan dan Kebudayaan, pendidikan karakter dijadikan sebagai upaya


2

memperbaiki karakter anak bangsa yang semakin hari semakin mengalami degradasi.

Ada masalah yang sangat penting yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia.

Barangkali alasan mendasar didengungkannya kembali wacana pendidikan

karakter adalah kenyataan sosial-pendidikan yang semakin hari semakin

memprihatinkan banyak kalangan. Sekalipun, secara legal formal karakter building

menjadi tujuan pendidikan nasional, namun realitas sosial-kependidikan menunjukan

rapuhnya karakter output maupun outcame dari sistem pendidikan di Indonesia.

Pendidikan karakter hadir sebagai solusi bagi masalah degradasi akhlak dan

moralitas tersebut. Pendidikan karakter yang banyak dicanangkan para pendidik

bukanlah sebuah proses menghafal materi soal ujian dan teknik-teknik menjawabnya,

namun suatu pembiasaan untuk berbuat baik yang dilakukan secara serius dan

proporsional agar mencapai bentuk dan kekuatan yang ideal1.

Pada dasarnya pendidikan karakter memiliki esensi yang sama dengan

pendidikan moral dan pendidikan akhlak yaitu memiliki tujuan untuk membentuk

anak yang memiliki sifat dan perilaku yang luhur. Karakter luhur perlu dibentuk

melalui proses pendidikan karakter mulai dari rumah yang dibentuk oleh keluarga dan

lingkungan hingga pendidikan yang diajarkan di sekolah.

Salah satu pendidikan karakter disekolah yang dibina dan diarahkan yakni

karakter religius. Karakter religius merupakan sangat penting bagi para siswa, karena

karakter religius akan menjadi dasar bagi seseorang dalam bersikap dan berprilaku

yang sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

1
Masnur Muslich, Pendidikan Karakter (Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional),
(Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm 27
3

Membayangkan apabila setiap sekolah mampu membina karakter religious

pada setiap siswanya tentunya akan menciptakan siswa yang taat terhadap segala

aturan agama serta memiliki kepribadian yang baik ketika berada dilingkungan luar

sekolah. Selain itu dengan ditanamkannya dan pembinaan karakter religius siswa

diharapkan mampu memicu sikap dan perilaku siswa yang patuh dalam melaksanakan

ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap ibadah agama lain, dan hidup rukun

dengan pemeluk agama lain. Sehingga setiap para siswa memiliki karakter religius

pada dalam dirinya saat melakukan kegiatan sehari-harinya.

Berdasarkan hasil pengamatan selama penulis bertugas kepala sekolah di

SMPN 2 Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir ditemukan fenomena atau gejala-

gejala terhadap rendahnya karakter religius siswa yaitu sebagai berikut:

1) Masih ada sebagian siswa ketika membeli di kantin sekolah tidak jujur

dalam membayarnya.

2) Masih ada sebagian siswa ketika berbicara dengan yang lebih tua masih

kurang santun dan ramah

3) Masih ada siswa ketika ada kegiatan keagamaan tidak mau ikut serta

bahkan terkadang ikut hanya untuk bermain-main saja dengan teman yang

lain

4) Program-program kegiatan religius siswa disekolah masih minim, yakni

hanya kegiatan baca yasin dihari Jum’at saja.

Berdasarkan fenomena dan gejala-gejala tersebut di atas terlihat bahwa

karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam tergolong rendah. Oleh karena

itu penulis tertarik ingin mengetahui secara mendalam mengenai upaya meningkatkan

pembinaan karakter religius siswa tersebut dalam suatu penelitian ilmiah dengan judul
4

“upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam tahun

ajaran 2018/2019.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diungkapkan dalam hal permasalahan karakter

religius siswa, maka rumusan dalam penulisan makalah ini yakni, “Bagaimana upaya

meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam tahun ajaran

2018/2019?

C. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan perumusan masalah maka tujuan dalam penulisan ini adalah

Untuk mengetahui upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu

Babussalam tahun ajaran 2018/2019.

D. Manfaat Penulisan

Setelah penelitian dilaksanakan, diharapkan dapat memberikan kegunaan atau

manfaat sebagai berikut:

1) Penulisan karya ilmiah ini merupakan salah satu usaha untuk

memperdalam dan memperluas ilmu pengetahuan penulis.

2) Melalui karya ilmiah ini diharapkan dapat membantu dan

mempermudah pengambilan tindakan perbaikan untuk selanjutnya,

terutama bagi peningkatan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu

Babussalam
5

3) Sebagai masukan kepada guru untuk lebih kreatif dalam upaya

meningkatkan karakter religius siswa dengan memanfaatkan segala

kecanggihan perkembangan teknologi dan informasi dengan program-

programnnya.
6

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Karakter

Berbicara mengenai karakter, maka perlu diperhatikan UU Nomor 20 Tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3, yang menyebutkan:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan karakter serta

peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa 2. ”

Dalam UU ini jelas terdapat kata “Karakter” meskipun tidak ada penjelasan lebih

lanjut mengenai engertian karakter, sehingga menimbulkan berbagai tafsiran

mengenai maksud dari kata tersebut

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu

untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan

negara.3 Karakter bias dilihat darfi dua dimensi pertama ia menunjukan bagaimana

bertingkah laku, apabila berprilaku tidak jujur, rakus maka menunjukan perilaku

buruk, sebaliknyha jika perilakunya jujur, suka menolong terntunya berkarakter mulia,

kedua karakter erat kaitannya dengan personality artinya seseorang bias disebut

berkarakter apabila bertingkah lakunya sesuai kaidah moral.4

2
Undang-Undang No. 20 Tahn 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Semarang: Aneka
Ilmu:2006) hal. 9
3
Suyanto, Model Pembinaan Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah, (Jakarta: Depdikbud,
2010) hal 34
4
Ibid, hal 35
7

Karakter terdiri dari tiga unjuk perilaku yang saling berkaitan yaitu tahu arti

kebaikan, mau berbuat baik, dan nyata berperilaku. Ketiga subtansi danproses

psikologis tersebut bermuara pada kehidupan moral dan kemtangan moral individu.5

Dari pemaparan pengertian karakter diatas dapat disimpulkan bahwa karakter adalah

sifat alami yang dimiliki setiap individu dalam kehidupan yang dibentuk sesuai

dengan lingkungan sekitar. Adapun karakter yang baik adalah karakter yang akan

membentuk individu menjadi individu yang lebih baik.

B. Karakter Religius

Pendidikan karakter religius adalah proses pembentukan sikap dan perilaku yang

patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap

pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Proses

mengikat kembali atau bisa dikatakan dengan tradisi, sistem yang mengatur tata

keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata

kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta

lingkungannya6

Nilai-nilai religius merupakan pilar yang paling penting dan menjadi dasar dalam

pendidikan karakter. Nilai ini dijadikan sebagai pangkal tolak bagi penanaman nilai-

nilai lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Luqman: 12-19 sebagai berikut:

         


          
          
       
5
Depdikbud, Pendidikan Karakter Kumpulan Pengalaman Inspiratif, (Jakarta: Depdibud,
2010) hal 14
6
Retno Listyarti, Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif, dan Kreatif( Jakarta:
Bumi Aksara, 2011) hal 5
8

         
         
          
          
        
          
            
       
           
            
          
7
    
Artinya : 12) Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu:
"Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada
Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan
barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya
lagi Maha Terpuji". 13). Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada
anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah
kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar".14). Dan kami perintahkan
kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya
Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan
menyapihnya dalam dua tahunbersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang
ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.15). Dan jika keduanya
memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan
pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang
kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka
Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan. 16). (Luqman
berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat
biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya
Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha
Halus lagi Maha Mengetahui.17). Hai anakku, Dirikanlah shalat dan
suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari
perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa
kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan
(oleh Allah). 18). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri. 19). Dan sederhanalah kamu dalam berjalandan
lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara
keledai.8

7
Depertemen Agama RI. 2018. Alqur’an dan Terjemahan, Semarang: Toha, hal 176
8
Ibid.
9

Ayat diatas menerangkan bahwa pendidikan karakter yang terkandung dalam

Q.S. Luqman:12-19 secara garis besar mengandung nilai pendidikan karakter: syukur,

bijaksana, amal salih, sikap hormat, ramah, sabar, rendah hati dan pengendalian diri.

Selain itu, Luqman diberi hikmah oleh Allah yaitu sikap bijak (hikmah). Luqman

menerapkan pendidikan anak dari hikmah yang diberikan Allah kepadanya. Sikap

bijak luqman bertujuan sebagai upaya pembentukan anak menjadi insan kamil yaitu

berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.

Nilai –nilai karakter relilgius pada siswa biasanya ditandai dengan beberapa

hal yang menjadi acuannya seperti:

1. Cinta tuhan dan segenap ciptaanya

2. Kemandirian dan tanggung jawab

3. Kejujuran/amanah

4. Hormat dan santun

5. Dermawan, suka tolong menolong, dan kerja sama

6. Percaya diri dan pekerja keras

7. Kepemimpinan dan keadilan

8. Baik dan rendah hati

9. Toleransi dan kedamaian9

C. Pemecahan Masalah Meningkatkan Karakter Religius Siswa

Masalah pada karakter relilgius siswa memang sudah perlu menjadi perhatian

khusus bagi guru-guru untuk melakukan suatu upaya dalam meningkatkan karakter

9
Ibid
10

religious siswa, sebab dengan adanya siswa yang berkarakter religious dalam dirinya

setiap siswa sudah tentunya setiap tindakan dan perilaku siswa akan mencerminkan

kepribadian yang baik sesuai dengan anjuran agama, sehingga tidak akan ada muncul

perilaku yang menyimpang dari setiap siswa.

Dalam hal ini upaya-uapaya yang perlu dilakukan oleh pihak guru dan sekolah

harus selalau memfasilitasi segala bentuk kegiatan yanag dijalankan oleh guru dalam

upaya peningkatan karakter religious siswa, dengan segala fasilitas yang tersedia dan

program-program yang mampu mengarahkan kepada praktek langsung yang

membentuk karkater religius siswa.

Adapun beberapa wacana yang bisa di asumsikan dalam menangani permasalahan

sebagai upaya meningkatkan karakter religious siswa, dalam hal ini hal yang pertama

dilakukan dalam upaya meningkatkan karakter religius siswa yakni :

1) Adanya sosialisasi terhadap kegiatan yang tersusun pada suatu program upaya

meningkatkan karakter religius siswa

2) Mengadakan program pembinaan karakter religious siswa di sekolah baik

dalam bentuk kegiatan belajar maupun kegiatan diluar belajar

3) Mempersiapkan segala program kegiatan diluar kegiatan belajar di kelas

4) Melakukan pengawasan untuk senantiasa rutin dilakukan setiap program yang

meningkatkan karakter religious siswa serta membuat suatu wadah karakter

siswa yang dikomandoi oleh siswa itu sendiri.

Gambaran wacana ini perlu juga nantinya ada suatu program dari guru yang tepat

agar senantiasa setiap program dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan hasil

yang di inginkan. Adapun program tersebut adalah:

1) Program membaca Al-Qur’an yang dilakukan beberapa kali


11

2) Membuat kantin kejujuran disekolah yang dikomandoi oleh siswa dan

bimbingan guru

3) Menyediakan kegiatan ektrakurikuler yang mengarah kepada karakter

religious siswa

4) Memotivasi siswa untuk dapat berkarakter religious dengan menyediakan

wadah beberapa perlombaan tentang kegiatan islami

Program-program ini yang nantinya akan dijalankan oleh guru dalam upaya

meningkatkan karakter religius siswa, sebagaimana dari program ini dapat di

asumsikan bahwa karakter religius siswa nantinya akan meningkat setelah melakukan

setiap kegiatan yang di buat oleh guru.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Metode dan Pelaksanaan

Metode dan pelaksanaan pada setiap program yang di buat dalam upaya

meningkatkan karakter religius siswa nantinya akan ada tim pemandu atau guru yang
12

selalu mengawasi dalam setiap kegiatan yang dijalankan, maka dalam hal ini tidak

hanya satu guru saja namun beberapa guru akan bekerja sama untuk dapat menjalan

setiap tugas dan tanggung jawabnya dalam kegiatan program meningkatkan karakter

religious siswa.

Dalam hal ini pelaksanaanya tentu pada siswa SMPN 2 Kubu Babussalam

Kabupaten Rokan Hilir, sebagaimana dalam pelaksanaan ini awal mulanya ada

beberapa guru yang terdiri dari 5 guru yang akan menjalankan setiap program

tersebut. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaanya nantinya sebagai berikut:

1) Program Membaca Al-Qur’an

Dalam pelaksanaanya nantinya 1 guru akan mendata beberapa siswa yang ikut

serta dalam kegiatan tersebut selanjutnya setiap anggota kegiatan nantinya dalam

beberapa kali akan bergantian membaca Al-Qur’an dengan benar. Pelaksanaanya

dalam kegiatan membaca Al-Qur’an ini dilakukan 15 menit sebelum memasuki

kelas, dimana setiap siswa akan dikumpulkan dan setiap hari ada beberapa kelas

yang bergantian, program ini dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis.

Sehingga dengan pembiasaan membaca Al-Qur’an dan terjemahannya para siswa

akan memahami setiap makna yang dibaca serta siswa akan terbiasa membaca Al-

Qur’an dengan benar .

2) Membuat Kantin Kejujuran Oleh Siswa Sendiri

Dalam pelaksanaanya 2 orang guru akan bekerja sama dalam bentuk pengawasan

dan penyediaan barang kantin kejujuran siswa, dimana pelaksanaanya disediakan

ruang kecil untuk keberadaan kantin, dimana barang-barang yang akan dijual
13

dikantin kejujuran nantinya ada beberapa sumbangan dari guru dan siswa,

sehingga ketika siswa berbelanja di kantin kejujuran harus senantiasa bersikap

jujur, selain itu karakter religious lainnya yakni keinginan bersedekah siswa yang

menyediakan barang untuk diletakan dan dijual di kantin kejujuran.

3) Mengadakan kegiatan ektrakurikuler berupa Rohis

Pelaksanaan program ini nantinya beberapa 2 orang guru akan bekerja sama

dalam menjalankan kegiatan ini, kegiatan rohis yang akan dijalankan nantinya

berupa, ceramah agama, membaca Al-Qur’an dengan Tajwid, Serta bedah buku

tentang ketauladanan Rasul. Pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler ini dilakukan

pada hari kamis sore setelah pulang sekolah yakni pukul 14.00 sampai 16.00.

4) Memotivasi siswa untuk dapat Berkarakter Religious dengan Menyediakan

Wadah beberapa Perlombaan tentang Kegiatan Islami

Program ini merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan nantinya siswa

termotivasi untuk senantiasa mengikuti setiap kegiatan program-program yang

telah ditetapkan sehingga ketika ada kegiatan perlombaan tentang kegiatan Islami

seperti baca Al-Qur’an secara tartil dan benar, mempraktekan shalat lima waktu

dengan benar, menulis kaligrafi serta berdakwah tentang ketauladanan nabi.

Pelaksanaannya kegiatan ini dilakukan menjelang akhir tahun pembelajaran,

sebagai bentuk motivasi kepada siswa di tahun berikutnya untuk senantiasa

mengikuti program serta dalam berkarakter religius

B. Hasil dan Pembahasan


14

Adapun hasil dari pelaksanaan program tersebut yakni :

1) Program Membaca Al-Qur’an

Adapun hasil dari program pertama ini dapat berjalan dengan baik dan tepat

sebagaimana di SMPN 2 Kubu Babussalam, hasil dari program kegiatan ini setiap

siswa sudah senantiasa bersipa setiap harinya untuk membaca Al-Qur’an, sehingga

beberapa siswa telah menunjukan lantunan bacaan ayat Al-Qur’an yang bisa dijadikan

perwakilan sekolah ketika ada event perlombaan nasional dalam qori bacaan Al-

Qur’an. Selain itu hasil dari kegiatan program ini secara rata-rata semua siswa dapat

membaca Al-Qur’an dengan benar, hal ini ditunjukan ketika tes baca Al-Qur’an yang

dijalankan di ujian sekolah para siswa dapat membacanya dengan benar. Bahkan ada

siswa yang menjadi qori untuk kegiatan MTQ dan sejenisnya.

2) Membuat Kantin Kejujuran Oleh Siswa Sendiri

Hasil dalam tindakan ini juga dapat dikatakan memuaskan, sebagaimana para

siswa yang tidak menjadi anggota kantin kejujuran dapat andil dalam berbelanja

dengan jujur serta dapat menyumbangkan sebagian uang jajannya untuk menyediakan

bahan kantin kejujuran dengan cara bersedekah, hasil seperti ini menunjukan para

siswa sudah menunjukan karakter religiusnya dalam kegiatan sehari-harinya nantinya.

Selain itu hasil dari kantin kejujuran menunjukan karakter religious siswa untuk

senantiasa bersikap jujur pada orang lain dan siswa terlihat lebih mandiri.

3) Mengadakan kegiatan ektrakurikuler berupa Rohis

Hasil dari tindakan ini juga dpat dikatakan berhasil sebagaimana dari hasil laporan

guru yang bertugas mencatat siswa yang hadir dan menjadi anggota kegiatan rohis
15

dalam beberapa bulan senantiasa bertambah, hal ini menunjukan antusias siswa untuk

berkarakter religious dalam dirinya, sebab ketika sudah menjadi anggota tentunya para

siswa akan dapat pengarahan dan pembinaan secara langsung untuk berkarakter

religious dalam sehari-harinya.

4) Memotivasi siswa untuk dapat Berkarakter Religious dengan Menyediakan

Wadah beberapa Perlombaan tentang Kegiatan Islami

Hasil ini menunjukan bahwa siswa semain termotivasi dalam sehari-harinya,

untuk mengikuti dalam setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah

terutama dalam lingkup keagamaan, hasil menunjukan para siswa yang mengikuti

setiap lomba tersebut hamper semua siswa mengikutinya, selain itu beberapa hadiah

yang disediakan oleh pihak guru juga banyak, sehingga akan memicu siswa untuk

senantiasa mengikuti program keagamaan siswa yang mampu membentuk karakter

religious siswa dalam kehidupan sehari-harinya, hasil dari program-program ini

terlihat siswa tidak ada lagi yang saling membuly, tidak ada lagi perkelahian antara

siswa serta tidak ada keributan dan keluhan ibu kantin ketika ada siswa yang tidak

jujur dalam membeli jajan.

BAB IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa upaya

meningkatkan karkater religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam Kabupaten Rokan

Hilir yakni dengan memberikan beberapa program yang dijalankan dan berhasil yakni
16

1) Program membaca Al-Qur’an yang dilakukan beberapa kali, 2) Membuat kantin

kejujuran disekolah yang dikomandoi oleh siswa dan bimbingan guru, 3)

Menyediakan kegiatan ektrakurikuler yang mengarah kepada karakter religious siswa,

4) Memotivasi siswa untuk dapat berkarakter religious dengan menyediakan wadah

beberapa perlombaan tentang kegiatan islami. Program-program ini telah dijalankan

dengan baik dan dapat meningakatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu

Babussalam Kabupaten Rokan Hilir

B. Rekomendasi

1. Diharapkan siswa-siswa SMPN 2 Kubu Babussalam nantinya dapat menjalankan

setiap kegiatan program ini secara keseluruhan dalam hal meningkatkan karakter

religious siswa.

2. Diharapkan kepada guru untuk senantiasa menjalankan setiap program yang ada

dengan benar dan untuk lebih kreatif dalam mengadakan suatu program baru dalam

upaya meningkatkan karakter religious siswa siswa.

3. Disarankan kepada sekolah agar memberikan masukan baik kepada siswa maupun

guru dan ornag tua perihal pentingya karakter siswa terutama dalam hal religious

siswa.
17

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud, Pendidikan Karakter Kumpulan Pengalaman Inspiratif, (Jakarta:


Depdibud, 2010)

Depertemen Agama RI. 2018. Alqur’an dan Terjemahan, Semarang: Toha

Undang-Undang No. 20 Tahn 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional,


(Semarang: Aneka Ilmu:2006)

Retno Listyarti, Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif, dan


Kreatif( Jakarta: Bumi Aksara, 2011)

Suyanto, Model Pembinaan Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah, (Jakarta:


Depdikbud, 2010)
18

BEST PRACTICE

UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI

SMPN 2 KUBU BABUSSALAM TAHUN AJARAN 2018/2019


19

DISUSUN

OLEH

BAHARUDDIN, [Link]

NIP. 19660616 198907 1 009

SMP NEGERI 2 KUBU BABUSSALAM

ROKAN HILIR

2020

Anda mungkin juga menyukai