1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Periode usia sekolah merupakan masa pembentukan dan pembinaan nilai nilai
agama. Kualitas keagamaan anak akan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan
atau pendidikan yang diterimanya. Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan agama
di sekolah dasar mempunyai peranan yang sangat penting. Oleh karena itu, pendidikan
agama (pengajaran, pembiasaan, dan penanaman nilai-nilai) di sekolah dasar haruslah
menjadi perhatian semua pihak yang terlibat dalam pendidikan di sekolah dasar, bukan
hanya guru agama tetapi kepala sekolah dan guru-guru lainnya. Apabila semua pihak
yang terlibat tersebut telah memberikan contoh (suri tauladan) dalam melaksanakan
nilai-nilai agama yang baik, maka pada diri peserta didik akan berkembang sikap
positif terhadap agama dan pada gilirannya akan Seperti yang dikemukakan Zakiah
Drajat sebagaimana dikutip oleh Syamsu Yusuf (2000:183), bahwa pendidikan agama
di sekolah dasar, merupakan dasar bagi pembinaan sikap positif terhadap agama dan
berhasil membentuk pribadi dan akhlak anak, maka untuk mengembangkan sikap itu
pada masa remaja akan mudah dan anak telah mempunyai pegangan atau bekal dalam
menghadapi berbagai kegoncangan yang biasa terjadi pada masa remaja.
Pendidikan tidak hanya mendidik para peserta didiknya untuk menjadi
manusia yang cerdas, tetapi juga membangun dan membina kepribadiannya agar
berakhlak mulia. Seperti yang sedang gencar dicanangkan oleh Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan, pendidikan karakter dijadikan sebagai upaya
2
memperbaiki karakter anak bangsa yang semakin hari semakin mengalami degradasi.
Ada masalah yang sangat penting yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia.
Barangkali alasan mendasar didengungkannya kembali wacana pendidikan
karakter adalah kenyataan sosial-pendidikan yang semakin hari semakin
memprihatinkan banyak kalangan. Sekalipun, secara legal formal karakter building
menjadi tujuan pendidikan nasional, namun realitas sosial-kependidikan menunjukan
rapuhnya karakter output maupun outcame dari sistem pendidikan di Indonesia.
Pendidikan karakter hadir sebagai solusi bagi masalah degradasi akhlak dan
moralitas tersebut. Pendidikan karakter yang banyak dicanangkan para pendidik
bukanlah sebuah proses menghafal materi soal ujian dan teknik-teknik menjawabnya,
namun suatu pembiasaan untuk berbuat baik yang dilakukan secara serius dan
proporsional agar mencapai bentuk dan kekuatan yang ideal1.
Pada dasarnya pendidikan karakter memiliki esensi yang sama dengan
pendidikan moral dan pendidikan akhlak yaitu memiliki tujuan untuk membentuk
anak yang memiliki sifat dan perilaku yang luhur. Karakter luhur perlu dibentuk
melalui proses pendidikan karakter mulai dari rumah yang dibentuk oleh keluarga dan
lingkungan hingga pendidikan yang diajarkan di sekolah.
Salah satu pendidikan karakter disekolah yang dibina dan diarahkan yakni
karakter religius. Karakter religius merupakan sangat penting bagi para siswa, karena
karakter religius akan menjadi dasar bagi seseorang dalam bersikap dan berprilaku
yang sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
1
Masnur Muslich, Pendidikan Karakter (Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional),
(Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm 27
3
Membayangkan apabila setiap sekolah mampu membina karakter religious
pada setiap siswanya tentunya akan menciptakan siswa yang taat terhadap segala
aturan agama serta memiliki kepribadian yang baik ketika berada dilingkungan luar
sekolah. Selain itu dengan ditanamkannya dan pembinaan karakter religius siswa
diharapkan mampu memicu sikap dan perilaku siswa yang patuh dalam melaksanakan
ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap ibadah agama lain, dan hidup rukun
dengan pemeluk agama lain. Sehingga setiap para siswa memiliki karakter religius
pada dalam dirinya saat melakukan kegiatan sehari-harinya.
Berdasarkan hasil pengamatan selama penulis bertugas kepala sekolah di
SMPN 2 Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir ditemukan fenomena atau gejala-
gejala terhadap rendahnya karakter religius siswa yaitu sebagai berikut:
1) Masih ada sebagian siswa ketika membeli di kantin sekolah tidak jujur
dalam membayarnya.
2) Masih ada sebagian siswa ketika berbicara dengan yang lebih tua masih
kurang santun dan ramah
3) Masih ada siswa ketika ada kegiatan keagamaan tidak mau ikut serta
bahkan terkadang ikut hanya untuk bermain-main saja dengan teman yang
lain
4) Program-program kegiatan religius siswa disekolah masih minim, yakni
hanya kegiatan baca yasin dihari Jum’at saja.
Berdasarkan fenomena dan gejala-gejala tersebut di atas terlihat bahwa
karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam tergolong rendah. Oleh karena
itu penulis tertarik ingin mengetahui secara mendalam mengenai upaya meningkatkan
pembinaan karakter religius siswa tersebut dalam suatu penelitian ilmiah dengan judul
4
“upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam tahun
ajaran 2018/2019.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diungkapkan dalam hal permasalahan karakter
religius siswa, maka rumusan dalam penulisan makalah ini yakni, “Bagaimana upaya
meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam tahun ajaran
2018/2019?
C. Tujuan Penulisan
Sesuai dengan perumusan masalah maka tujuan dalam penulisan ini adalah
Untuk mengetahui upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu
Babussalam tahun ajaran 2018/2019.
D. Manfaat Penulisan
Setelah penelitian dilaksanakan, diharapkan dapat memberikan kegunaan atau
manfaat sebagai berikut:
1) Penulisan karya ilmiah ini merupakan salah satu usaha untuk
memperdalam dan memperluas ilmu pengetahuan penulis.
2) Melalui karya ilmiah ini diharapkan dapat membantu dan
mempermudah pengambilan tindakan perbaikan untuk selanjutnya,
terutama bagi peningkatan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu
Babussalam
5
3) Sebagai masukan kepada guru untuk lebih kreatif dalam upaya
meningkatkan karakter religius siswa dengan memanfaatkan segala
kecanggihan perkembangan teknologi dan informasi dengan program-
programnnya.
6
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Karakter
Berbicara mengenai karakter, maka perlu diperhatikan UU Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3, yang menyebutkan:
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan karakter serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa 2. ”
Dalam UU ini jelas terdapat kata “Karakter” meskipun tidak ada penjelasan lebih
lanjut mengenai engertian karakter, sehingga menimbulkan berbagai tafsiran
mengenai maksud dari kata tersebut
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu
untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan
negara.3 Karakter bias dilihat darfi dua dimensi pertama ia menunjukan bagaimana
bertingkah laku, apabila berprilaku tidak jujur, rakus maka menunjukan perilaku
buruk, sebaliknyha jika perilakunya jujur, suka menolong terntunya berkarakter mulia,
kedua karakter erat kaitannya dengan personality artinya seseorang bias disebut
berkarakter apabila bertingkah lakunya sesuai kaidah moral.4
2
Undang-Undang No. 20 Tahn 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Semarang: Aneka
Ilmu:2006) hal. 9
3
Suyanto, Model Pembinaan Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah, (Jakarta: Depdikbud,
2010) hal 34
4
Ibid, hal 35
7
Karakter terdiri dari tiga unjuk perilaku yang saling berkaitan yaitu tahu arti
kebaikan, mau berbuat baik, dan nyata berperilaku. Ketiga subtansi danproses
psikologis tersebut bermuara pada kehidupan moral dan kemtangan moral individu.5
Dari pemaparan pengertian karakter diatas dapat disimpulkan bahwa karakter adalah
sifat alami yang dimiliki setiap individu dalam kehidupan yang dibentuk sesuai
dengan lingkungan sekitar. Adapun karakter yang baik adalah karakter yang akan
membentuk individu menjadi individu yang lebih baik.
B. Karakter Religius
Pendidikan karakter religius adalah proses pembentukan sikap dan perilaku yang
patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap
pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Proses
mengikat kembali atau bisa dikatakan dengan tradisi, sistem yang mengatur tata
keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata
kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta
lingkungannya6
Nilai-nilai religius merupakan pilar yang paling penting dan menjadi dasar dalam
pendidikan karakter. Nilai ini dijadikan sebagai pangkal tolak bagi penanaman nilai-
nilai lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Luqman: 12-19 sebagai berikut:
5
Depdikbud, Pendidikan Karakter Kumpulan Pengalaman Inspiratif, (Jakarta: Depdibud,
2010) hal 14
6
Retno Listyarti, Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif, dan Kreatif( Jakarta:
Bumi Aksara, 2011) hal 5
8
7
Artinya : 12) Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu:
"Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada
Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan
barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya
lagi Maha Terpuji". 13). Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada
anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah
kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar".14). Dan kami perintahkan
kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya
Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan
menyapihnya dalam dua tahunbersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang
ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.15). Dan jika keduanya
memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan
pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang
kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka
Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan. 16). (Luqman
berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat
biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya
Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha
Halus lagi Maha Mengetahui.17). Hai anakku, Dirikanlah shalat dan
suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari
perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa
kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan
(oleh Allah). 18). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri. 19). Dan sederhanalah kamu dalam berjalandan
lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara
keledai.8
7
Depertemen Agama RI. 2018. Alqur’an dan Terjemahan, Semarang: Toha, hal 176
8
Ibid.
9
Ayat diatas menerangkan bahwa pendidikan karakter yang terkandung dalam
Q.S. Luqman:12-19 secara garis besar mengandung nilai pendidikan karakter: syukur,
bijaksana, amal salih, sikap hormat, ramah, sabar, rendah hati dan pengendalian diri.
Selain itu, Luqman diberi hikmah oleh Allah yaitu sikap bijak (hikmah). Luqman
menerapkan pendidikan anak dari hikmah yang diberikan Allah kepadanya. Sikap
bijak luqman bertujuan sebagai upaya pembentukan anak menjadi insan kamil yaitu
berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.
Nilai –nilai karakter relilgius pada siswa biasanya ditandai dengan beberapa
hal yang menjadi acuannya seperti:
1. Cinta tuhan dan segenap ciptaanya
2. Kemandirian dan tanggung jawab
3. Kejujuran/amanah
4. Hormat dan santun
5. Dermawan, suka tolong menolong, dan kerja sama
6. Percaya diri dan pekerja keras
7. Kepemimpinan dan keadilan
8. Baik dan rendah hati
9. Toleransi dan kedamaian9
C. Pemecahan Masalah Meningkatkan Karakter Religius Siswa
Masalah pada karakter relilgius siswa memang sudah perlu menjadi perhatian
khusus bagi guru-guru untuk melakukan suatu upaya dalam meningkatkan karakter
9
Ibid
10
religious siswa, sebab dengan adanya siswa yang berkarakter religious dalam dirinya
setiap siswa sudah tentunya setiap tindakan dan perilaku siswa akan mencerminkan
kepribadian yang baik sesuai dengan anjuran agama, sehingga tidak akan ada muncul
perilaku yang menyimpang dari setiap siswa.
Dalam hal ini upaya-uapaya yang perlu dilakukan oleh pihak guru dan sekolah
harus selalau memfasilitasi segala bentuk kegiatan yanag dijalankan oleh guru dalam
upaya peningkatan karakter religious siswa, dengan segala fasilitas yang tersedia dan
program-program yang mampu mengarahkan kepada praktek langsung yang
membentuk karkater religius siswa.
Adapun beberapa wacana yang bisa di asumsikan dalam menangani permasalahan
sebagai upaya meningkatkan karakter religious siswa, dalam hal ini hal yang pertama
dilakukan dalam upaya meningkatkan karakter religius siswa yakni :
1) Adanya sosialisasi terhadap kegiatan yang tersusun pada suatu program upaya
meningkatkan karakter religius siswa
2) Mengadakan program pembinaan karakter religious siswa di sekolah baik
dalam bentuk kegiatan belajar maupun kegiatan diluar belajar
3) Mempersiapkan segala program kegiatan diluar kegiatan belajar di kelas
4) Melakukan pengawasan untuk senantiasa rutin dilakukan setiap program yang
meningkatkan karakter religious siswa serta membuat suatu wadah karakter
siswa yang dikomandoi oleh siswa itu sendiri.
Gambaran wacana ini perlu juga nantinya ada suatu program dari guru yang tepat
agar senantiasa setiap program dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan hasil
yang di inginkan. Adapun program tersebut adalah:
1) Program membaca Al-Qur’an yang dilakukan beberapa kali
11
2) Membuat kantin kejujuran disekolah yang dikomandoi oleh siswa dan
bimbingan guru
3) Menyediakan kegiatan ektrakurikuler yang mengarah kepada karakter
religious siswa
4) Memotivasi siswa untuk dapat berkarakter religious dengan menyediakan
wadah beberapa perlombaan tentang kegiatan islami
Program-program ini yang nantinya akan dijalankan oleh guru dalam upaya
meningkatkan karakter religius siswa, sebagaimana dari program ini dapat di
asumsikan bahwa karakter religius siswa nantinya akan meningkat setelah melakukan
setiap kegiatan yang di buat oleh guru.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Metode dan Pelaksanaan
Metode dan pelaksanaan pada setiap program yang di buat dalam upaya
meningkatkan karakter religius siswa nantinya akan ada tim pemandu atau guru yang
12
selalu mengawasi dalam setiap kegiatan yang dijalankan, maka dalam hal ini tidak
hanya satu guru saja namun beberapa guru akan bekerja sama untuk dapat menjalan
setiap tugas dan tanggung jawabnya dalam kegiatan program meningkatkan karakter
religious siswa.
Dalam hal ini pelaksanaanya tentu pada siswa SMPN 2 Kubu Babussalam
Kabupaten Rokan Hilir, sebagaimana dalam pelaksanaan ini awal mulanya ada
beberapa guru yang terdiri dari 5 guru yang akan menjalankan setiap program
tersebut. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaanya nantinya sebagai berikut:
1) Program Membaca Al-Qur’an
Dalam pelaksanaanya nantinya 1 guru akan mendata beberapa siswa yang ikut
serta dalam kegiatan tersebut selanjutnya setiap anggota kegiatan nantinya dalam
beberapa kali akan bergantian membaca Al-Qur’an dengan benar. Pelaksanaanya
dalam kegiatan membaca Al-Qur’an ini dilakukan 15 menit sebelum memasuki
kelas, dimana setiap siswa akan dikumpulkan dan setiap hari ada beberapa kelas
yang bergantian, program ini dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis.
Sehingga dengan pembiasaan membaca Al-Qur’an dan terjemahannya para siswa
akan memahami setiap makna yang dibaca serta siswa akan terbiasa membaca Al-
Qur’an dengan benar .
2) Membuat Kantin Kejujuran Oleh Siswa Sendiri
Dalam pelaksanaanya 2 orang guru akan bekerja sama dalam bentuk pengawasan
dan penyediaan barang kantin kejujuran siswa, dimana pelaksanaanya disediakan
ruang kecil untuk keberadaan kantin, dimana barang-barang yang akan dijual
13
dikantin kejujuran nantinya ada beberapa sumbangan dari guru dan siswa,
sehingga ketika siswa berbelanja di kantin kejujuran harus senantiasa bersikap
jujur, selain itu karakter religious lainnya yakni keinginan bersedekah siswa yang
menyediakan barang untuk diletakan dan dijual di kantin kejujuran.
3) Mengadakan kegiatan ektrakurikuler berupa Rohis
Pelaksanaan program ini nantinya beberapa 2 orang guru akan bekerja sama
dalam menjalankan kegiatan ini, kegiatan rohis yang akan dijalankan nantinya
berupa, ceramah agama, membaca Al-Qur’an dengan Tajwid, Serta bedah buku
tentang ketauladanan Rasul. Pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler ini dilakukan
pada hari kamis sore setelah pulang sekolah yakni pukul 14.00 sampai 16.00.
4) Memotivasi siswa untuk dapat Berkarakter Religious dengan Menyediakan
Wadah beberapa Perlombaan tentang Kegiatan Islami
Program ini merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan nantinya siswa
termotivasi untuk senantiasa mengikuti setiap kegiatan program-program yang
telah ditetapkan sehingga ketika ada kegiatan perlombaan tentang kegiatan Islami
seperti baca Al-Qur’an secara tartil dan benar, mempraktekan shalat lima waktu
dengan benar, menulis kaligrafi serta berdakwah tentang ketauladanan nabi.
Pelaksanaannya kegiatan ini dilakukan menjelang akhir tahun pembelajaran,
sebagai bentuk motivasi kepada siswa di tahun berikutnya untuk senantiasa
mengikuti program serta dalam berkarakter religius
B. Hasil dan Pembahasan
14
Adapun hasil dari pelaksanaan program tersebut yakni :
1) Program Membaca Al-Qur’an
Adapun hasil dari program pertama ini dapat berjalan dengan baik dan tepat
sebagaimana di SMPN 2 Kubu Babussalam, hasil dari program kegiatan ini setiap
siswa sudah senantiasa bersipa setiap harinya untuk membaca Al-Qur’an, sehingga
beberapa siswa telah menunjukan lantunan bacaan ayat Al-Qur’an yang bisa dijadikan
perwakilan sekolah ketika ada event perlombaan nasional dalam qori bacaan Al-
Qur’an. Selain itu hasil dari kegiatan program ini secara rata-rata semua siswa dapat
membaca Al-Qur’an dengan benar, hal ini ditunjukan ketika tes baca Al-Qur’an yang
dijalankan di ujian sekolah para siswa dapat membacanya dengan benar. Bahkan ada
siswa yang menjadi qori untuk kegiatan MTQ dan sejenisnya.
2) Membuat Kantin Kejujuran Oleh Siswa Sendiri
Hasil dalam tindakan ini juga dapat dikatakan memuaskan, sebagaimana para
siswa yang tidak menjadi anggota kantin kejujuran dapat andil dalam berbelanja
dengan jujur serta dapat menyumbangkan sebagian uang jajannya untuk menyediakan
bahan kantin kejujuran dengan cara bersedekah, hasil seperti ini menunjukan para
siswa sudah menunjukan karakter religiusnya dalam kegiatan sehari-harinya nantinya.
Selain itu hasil dari kantin kejujuran menunjukan karakter religious siswa untuk
senantiasa bersikap jujur pada orang lain dan siswa terlihat lebih mandiri.
3) Mengadakan kegiatan ektrakurikuler berupa Rohis
Hasil dari tindakan ini juga dpat dikatakan berhasil sebagaimana dari hasil laporan
guru yang bertugas mencatat siswa yang hadir dan menjadi anggota kegiatan rohis
15
dalam beberapa bulan senantiasa bertambah, hal ini menunjukan antusias siswa untuk
berkarakter religious dalam dirinya, sebab ketika sudah menjadi anggota tentunya para
siswa akan dapat pengarahan dan pembinaan secara langsung untuk berkarakter
religious dalam sehari-harinya.
4) Memotivasi siswa untuk dapat Berkarakter Religious dengan Menyediakan
Wadah beberapa Perlombaan tentang Kegiatan Islami
Hasil ini menunjukan bahwa siswa semain termotivasi dalam sehari-harinya,
untuk mengikuti dalam setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah
terutama dalam lingkup keagamaan, hasil menunjukan para siswa yang mengikuti
setiap lomba tersebut hamper semua siswa mengikutinya, selain itu beberapa hadiah
yang disediakan oleh pihak guru juga banyak, sehingga akan memicu siswa untuk
senantiasa mengikuti program keagamaan siswa yang mampu membentuk karakter
religious siswa dalam kehidupan sehari-harinya, hasil dari program-program ini
terlihat siswa tidak ada lagi yang saling membuly, tidak ada lagi perkelahian antara
siswa serta tidak ada keributan dan keluhan ibu kantin ketika ada siswa yang tidak
jujur dalam membeli jajan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa upaya
meningkatkan karkater religius siswa di SMPN 2 Kubu Babussalam Kabupaten Rokan
Hilir yakni dengan memberikan beberapa program yang dijalankan dan berhasil yakni
16
1) Program membaca Al-Qur’an yang dilakukan beberapa kali, 2) Membuat kantin
kejujuran disekolah yang dikomandoi oleh siswa dan bimbingan guru, 3)
Menyediakan kegiatan ektrakurikuler yang mengarah kepada karakter religious siswa,
4) Memotivasi siswa untuk dapat berkarakter religious dengan menyediakan wadah
beberapa perlombaan tentang kegiatan islami. Program-program ini telah dijalankan
dengan baik dan dapat meningakatkan karakter religius siswa di SMPN 2 Kubu
Babussalam Kabupaten Rokan Hilir
B. Rekomendasi
1. Diharapkan siswa-siswa SMPN 2 Kubu Babussalam nantinya dapat menjalankan
setiap kegiatan program ini secara keseluruhan dalam hal meningkatkan karakter
religious siswa.
2. Diharapkan kepada guru untuk senantiasa menjalankan setiap program yang ada
dengan benar dan untuk lebih kreatif dalam mengadakan suatu program baru dalam
upaya meningkatkan karakter religious siswa siswa.
3. Disarankan kepada sekolah agar memberikan masukan baik kepada siswa maupun
guru dan ornag tua perihal pentingya karakter siswa terutama dalam hal religious
siswa.
17
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud, Pendidikan Karakter Kumpulan Pengalaman Inspiratif, (Jakarta:
Depdibud, 2010)
Depertemen Agama RI. 2018. Alqur’an dan Terjemahan, Semarang: Toha
Undang-Undang No. 20 Tahn 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional,
(Semarang: Aneka Ilmu:2006)
Retno Listyarti, Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif, dan
Kreatif( Jakarta: Bumi Aksara, 2011)
Suyanto, Model Pembinaan Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah, (Jakarta:
Depdikbud, 2010)
18
BEST PRACTICE
UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI
SMPN 2 KUBU BABUSSALAM TAHUN AJARAN 2018/2019
19
DISUSUN
OLEH
BAHARUDDIN, [Link]
NIP. 19660616 198907 1 009
SMP NEGERI 2 KUBU BABUSSALAM
ROKAN HILIR
2020