0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan13 halaman

Penyuluhan Asma untuk Pasien dan Keluarga

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang penyakit asma yang ditujukan untuk Ny. Y dan keluarganya, disusun oleh Putri Asysyifa sebagai tugas mata kuliah keperawatan keluarga. Penyuluhan mencakup definisi, penyebab, gejala, komplikasi, serta makanan yang dianjurkan dan dihindari bagi penderita asma. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, dengan tujuan agar peserta memahami penyakit asma secara menyeluruh.

Diunggah oleh

Viora Maisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan13 halaman

Penyuluhan Asma untuk Pasien dan Keluarga

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang penyakit asma yang ditujukan untuk Ny. Y dan keluarganya, disusun oleh Putri Asysyifa sebagai tugas mata kuliah keperawatan keluarga. Penyuluhan mencakup definisi, penyebab, gejala, komplikasi, serta makanan yang dianjurkan dan dihindari bagi penderita asma. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, dengan tujuan agar peserta memahami penyakit asma secara menyeluruh.

Diunggah oleh

Viora Maisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

ASMA PADA Ny. Y

SAP Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga TA 2024/2025
Kemenkes Poltekkes Padang

Disusun Oleh :

Putri Asysyifa

233311363

Dosen Pengampu :

Ns. Lola Felnanda Amri, [Link].

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN

JURUSAN KEPERAWATAN

KEMENKES POLTEKKES PADANG

2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Penyuluhan Pada Pasien Penyakit Asma

Tanggal : 27 Februari 2025

Waktu : 25 menit

Penyuluh : Putri Asysyifa

Sasaran : Ny. Y dan Keluarga

Jumlah : 2 orang

Metode : Ceramah dan tanya jawab

Media : Leaflet

Tujuan Umum : Setelah mengikuti pertemuan ini diharapkan pasien dan keluarga
mengetahui tentang penyakit Asma

Tujuan Khusus : Pada akhir pertemuan, peserta dapat :

1. Mengetahui apa itu penyakit Asma


2. Mengetahui penyebab penyakit Asma
3. Mengetahui tanda dan gejala penyakit Asma
4. Mengetahui komplikasi penyakit Asma
5. Mengetahui diit penyakit Asma
6. Mengetahui pengobatan tradisional asma
7. Mengetahui penatalaksanaan asma
Rancangan Kegiatan

No Tahap Kegiatan Waktu


1 Pembukaan  Salam perkenalan 5 menit
 Menjelaskan kontrak waktu dan tujuan
pertemuanMenjelaskan kontrak waktu dan tujuan
2 Pelaksanaan Menjelaskan tentang : 15
 Pengertian penyakit Asma menit
 Penyebab penyakit Asma
 Tanda dan gejala penyakit Asma
 Komplikasi penyakit asma
 Cara mengatasi dan mencegah penyakit Asma
 Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Asma
 Makanan Yang Perlu Dihindari
 Pengobatan Asma
 Penatalaksanaan asma
 Membuka sesi pertanyaan
 Diskusi dengan pasien dan keluarga
3 Penutupan  Mengajukan pertanyaan 5 menit
 Memberikan Reiforcemen Positif atas jawaban
yang diberikan
 Menutup penyuluhan dengan salam
LAMPIRAN MATERI

A. Definisi

Asma adalah salah satu masalah paru-paru yang membuat pengidapnya kesulitan.
bernapas akibat peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan. Tak hanya
kesulitan bernapas, asma juga menyebabkan gejala lain seperti mengi, batuk-batuk, dan
nyeri dada. Saluran pernapasan pada pengidap asma lebih sensitif dibandingkan dengan
orang lain tanpa asma. Ketika paru-paru teriritasi akibat zat pemicu (asap rokok, debu,
bulu binatang, dll.), maka otot-otot saluran pernapasan pada pengidapnya menjadi kaku
dan menyempit.

Asma adalah adalah suatu kelainan berupa peradangan kronik saluran napas yang
menyebabkan penyempitan saluran napas (hiperaktifitas bronkus)sehingga
menyebabkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat,
dan batuk terutama pada malam atau dini hari.

B. Penyebab
Asma adalah jenis penyakit yang dapat menimpa segala usia. Kondisi ini paling
sering disebabkan oleh debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik,
infeksi virus sampai paparan zat kimia. Namun, hingga kini penyebab utama asma
belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, pengidap asma terbukti memiliki
saluran pernapasan yang lebih sensitif.
Ada dua hal yang perlu dilakukan dalam pengobatan asma, yakni meredakan gejala
dan mencegah gejala kambuh. Oleh karena itu, pengidap asma perlu disiplin menjalani
pengobatan dengan dokter agar asma tetap terkendali. Disamping melakukan, pengidap
asma juga harus menghindari dari hal-hal yang memicu kekambuhan.
Biasanya dokter merekomedasikan inhaler sebagai pengobatan saat gejala asma
muncul. Namun, penggunaan inhaler juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi
pengguna. Apabila terjadi serangan asma dengan gejala yang semakin parah, meskipun
sudah melakukan penanganan dengan inhaler maupun obat, maka perlu tindakan medis
di rumah sakit. Pasalnya, asma juga dapat membahayakan nyawa pengidapnya
Penyebab pasti dari penyakit asma belum diketahui. Para peneliti berpikir beberapa
interaksi faktor genetik dan lingkungan bisa menyebabkan asma, paling sering
terjadi pada awal kehidupan. Apa saja faktor penyebab tersebut?
1. Kecenderungan untuk mengembangkan alergi, yang disebut atopi
2. Orang tua yang memiliki asma
3. Infeksi saluran pernapasan tertentu selama masa kanak-kanak
4. Kontak dengan beberapa alergen udara atau paparan ke beberapa infeksi virus
pada masa bayi atau pada anak-anak usia dini ketika sistem kekebalan tubuh
berkembang
C. Jenis-jenis Asma Mengenal jenis asma
1. Asma alergi

Disebut juga asma atopik, ini adalah asma yang dipicu alergen seperti
benang sari, bulu hewan peliharaan, debu, atau tungau. Sekitar 80% orang yang
menderita asma alergi juga memiliki kondisi serupa seperti alergi makanan atau
eksim.

Dokter biasanya akan meresepkan preventer inhaler untuk digunakan setiap


hari. Selain itu, ada juga reliever inhaler untuk kondisi ketika gejala asma
kambuh.

Sebisa mungkin, orang dengan asma jenis ini menghindari pemicunya.


Contohnya dengan mengatur waktu kapan keluar rumah saat alergen tidak
sedang tinggi-tingginya.

2. Asma non-alergi

Jenis asma non-atopik ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan


asma alergi. Pemicunya pun tidak dipahami betul. Namun, lebih sering terjadi
ketika seseorang sudah berusia lanjut.

3. Asma musiman

Jika asma hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu saja sepanjang tahun,
mungkin itu adalah asma musiman. Artinya ketika tidak ada pemicu di sekitar,
maka asma pun tidak akan kambuh.

Untuk penanganannya, bisa dengan mengonsumsi obat dari dokter pada saat
musim asma kambuh. Biasanya, pemicunya berkaitan dengan cuaca atau partikel
tertentu di udara.
4. Asma okupas ional

Sesuai namanya yang berasal dari kata occupation dalam bahasa Inggris,
jenis asma ini terjadi karena pekerjaan. Ciri-cirinya adalah asma baru muncul
ketika sudah dewasa dan gejalanya membaik saat sedang tidak bekerja.

Jenis asma ini mirip dengan asma alergi. Contohnya, seorang baker yang
alergi dengan bubuk tepung atau tenaga medis yang alergi dengan lateks.
Berinteraksi dengan benda- benda itu di lingkungan pekerjaan bisa menyebabkan
asma kambuh.

Diskusikan bersama dokter untuk tahu bagaimana pencegahan sekaligus


penanganan yang tepat untuk asma okupasional. Faktor lain seperti lingkungan
kerja dan stres juga bisa berperan dalam penyakit ini.

5. Difficult asthma

Ada juga orang yang menderita difficult asthma. Istilah ini merujuk
pada kesulitan menanganinya karena ada kondisi medis lain yang diderita,
seperti alergi. Selain itu, kesulitan mengingat untuk mengonsumsi obat pencegah
asma juga berkaitan erat dengan kondisi ini.

Tanda-tanda difficult asthma di antaranya:

a. Gejala asma tidak mereda meski telah diberikan obat atau penanganan
b. Perlu menggunakan reliever inhaler lebih dari tiga kali sepekan,
salah satunya dengan gejala serangan asma cukup parah
c. Kerap mengalami serangan asma
d. Untuk menanganinya, perlu ada kombinasi pengobatan yang benar-
benar efektif.

Bahkan, mungkin harus mencoba penanganan satu lalu beralih ke


metode lain apabila dirasa kurang efektif.

6. Asma parah
Berbeda dengan difficult asthma, sever asthma bisa terjadi pada 4%
penderitanya. Diagnosis ini hanya bisa diberikan oleh dokter. Tanda-tanda severe
asthma adalah:
a. Mengalami lebih dari dua kali serangan asma sepanjang tahun
b. Meski sudah mengonsumsi obat dengan dosis lebih tinggi, gejala tetap
muncul
c. Menggunakan reliever inhaler lebih dari tiga kali sepekan

Penderita asma jenis ini biasanya perlu diberikan obat dari kelas berbeda
yaitu obat produk biologi. Selain itu, bisa juga dengan pemberian tablet
steroid jangka panjang untuk mereduksi peradangan di saluran pernapasan.

7. Asma “brittle”

Dokter juga bisa mendeskripsikan kondisi seseorang dengan sebutan


asma “brittle”. Namun, istilah medis ini tidak lagi digunakan dan
kerap digantikan dengan sebutan severe asthma seperti penjelasan poin
sebelumnya. Terkadang, ada dokter yang masih menggunakan istilah ini untuk
menjelaskan kambuhnya asma secara tiba-tiba.

8. Asma akibat olahraga

Orang-orang yang tidak terdiagnosis asma sekalipun bisa merasakan


gejala serupa penyakit asma saat berolahraga. Dalam dunia medis, ini
disebut exercise-induced bronchoconstriction. Berbeda dengan asma, sebab
menyempitnya saluran napas tidak terjadi karena penyakit asma.

Umumnya, asma jenis ini terjadi pada orang yang sedang berolahraga
intensitas tinggi pada cuaca dingin. Gejalanya adalah dada terasa sesak, batuk,
lemah, dan kehabisan napas saat atau setelah berolahraga.

Konsultasikan dengan dokter untuk tahu persis diagnosisnya. Dokter akan


melakukan tes fungsi paru, exercise challenge, dan memberikan obat
pereda asma yang perlu dikonsumsi sebelum berolahraga.

9. Adult onset asthma


Biasanya, asma mulai muncul sejak masa kanak-kanak. Namun,
tak menutup kemungkinan seseorang terdiagnosis menderita asma saat sudah
dewasa. Ini disebut adult onset asthma atau late onset asthma.

Beberapa penyebab terjadinya hal ini bisa karena asma okupasional, merokok
atau kerap terpapar asap rokok, obesitas, hormon perempuan yang tidak stabil,
hingga kejadian hidup yang memicu stres luar biasa.

10. Childhood asthma

Jutaan anak di dunia menderita asma sejak kecil. beberapa dari


mereka merasakan gejalanya jauh membaik atau bahkan menghilang sepenuhnya
saat tumbuh besar. Namun perlu diingat bahwa asma ini bisa kembali kambuh,
terutama jika kondisi sebelumnya cukup parah.

D. Tanda dan gejala


Seseorang yang mengidap asma bisa mengalami beragam gejala, seperti:
a. Sesak dada
b. Batuk, terutama pada malam atau dini hari
c. Sesak napas
d. Mengi, yang menyebabkan suara siulan saat mengeluarkan napas.

Pola gejala pada setiap pengidap asma pun bisa berbeda. Meski begitu, pola
gejala yang paling umum yaitu:

a. Datang dan pergi seiring waktu atau dalam hari yang sama
b. Mulai atau memburuk dengan infeksi virus, seperti pilek
c. Dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin, atau hiperventilasi karena
tertawa atau menangis
d. Lebih buruk di malam hari atau di pagi hari.
E. Komplikasi

Status asmatikus dapat menimbulkan sejumlah komplikasi pada penderita asma,


yaitu:

a. Gagal napas, akibat saluran pernapasan melebar dan penuh lendir


b. Henti jantung, yang terjadi akibat kekurangan oksigen
c. Hipoksemia, yaitu kerusakan atau kematian otak akibat darah tidak
mengandung cukup oksigen dalam waktu yang lama
d. Alkalosis respiratorik, yang terjadi ketika tubuh kekurangan
karbondioksida akibat bernapas terlalu cepat
e. Hiperkarbia, terutama pada pengguna ventilator, akibat ketidakmampuan
paru-paru dalam membuang karbondioksia sehingga menumpuk di dalam
tubuh
f. Pneumotoraks, yaitu ketika paru-paru kolaps atau rusak sehingga udara bocor
ke ruang di antara paru-paru dan dinding dada
g. Pneumonediastinum, yang terjadi ketika udara bocor dari paru-paru ke rongga
dada

Asma juga dapat menyebabkan penderitanya sering masuk IGD atau menjalani
perawatan di rumah sakit akibat serangan asma. Selain itu, penderita juga dapat
mengalami komplikasi lain yang memengaruhi kualitas hidup, berupa:

a. Gangguan pada aktivitas sehari-hari, seperti tidur, bekerja, dan bersekolah


b. Penyempitan saluran pernapasan secara permanen sehingga memengaruhi
kemampuan bernapas
c. Efek samping akibat penggunaan obat asma dalam jangka panjang
d. Gangguan pertumbuhan dan gangguan belajar pada anak-anak
e. Risiko stres, cemas, dan depresi yang lebih tinggi pada orang dewasa
F. Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Asma :
1. Sayur-sayuran hijau kecuali daun singkong, daun melinjo dan melinjonya
2. Buah-buahan keculi buah durian
3. Ikan laut tidak asin terutama ikan laut air dalam seperti kakap dan tuna
4. Telur boleh dikonsumsi maksimal 2 butir dalam 1 minggu dan diutamakan
putih telurnya saja
5. Daging ayam (kecuali kulit, jerohan dan otak karena banyak mengandung
lemak)
G. Makanan Yang Perlu Dihindari

Berikut beberapa makanan yang harus dihindari penderita asma:

1. Telur
Biduran adalah reaksi kulit yang paling sering terlihat pada orang dengan
alergi telur. Alergi telur inilah yang menjadi alasan telur termasuk ke dalam
makanan penyebab asma. Umumnya, alergi telur terjadi pada anak-anak. Namun,
tak menutup kemungkinan orang dewasa juga mengalaminya.
Jika Anda alergi terhadap bahan makanan yang satu ini, alih-alih
mengurangi, sebaiknya hindari konsumsinya sama sekali.
2. Susu
Susu memang baik untuk kesehatan. Namun, bagi beberapa orang, konsumsi
susu dapat memicu terjadinya serangan asma, seperti mengi, batuk, atau gejala
gangguan pernapasan lainnya.
Jika punya alergi susu, sebaiknya Anda juga menghindari produk olahan
susu seperti keju dan yoghurt. Beberapa produk olahan susu tersebut juga
termasuk ke dalam makanan yang dapat memperparah asma.
3. Kacang
Siapa sangka, ternyata kacang juga termasuk makanan penyebab asma.
Meskipun dapat mencetuskan serangan asma, konsumsi kacang tidak serta-
merta memicu asma pada sebagian orang.
Kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang alergi terhadap kacang.
Biasanya individu yang alergi kacang juga alergi terhadap bulu binatang, debu,
dan serbuk sari tumbuhan.
4. Kerang
Makanan penyebab asma kambuh berikutnya adalah kerang
Makanan laut atau seafood ini berpotensi menyebabkan alergi. Perlu diketahui,
alergi dapat menjadi salah satu penyebab asma.
Alergi kerang sering terjadi pada anak-anak. Namun, orang dewasa
tentu juga bisa mengalami alergi jenis makanan laut yang satu ini. Jika Anda
alergi kerang, sebaiknya hindari juga kepiting, udang, lobster dan tiram yang
dapat memicu timbulnya asma.
5. Makanan Instan
Makanan instan juga termasuk ke dalam jenis makanan yang memperparah
asma pada orang hipersensitif. Serangan asma dapat terjadi akibat beberapa
kandungan pengawet di dalam makanan instan.
Sup dan buah atau sayuran yang dikeringkan biasanya mengandung
pengawet sodium bisulfite, potassium bisulfite, sodium metabisulfite, potassium
metabisulfite, dan sodium sulfite.

6. Anggur atau Bir


Tidak hanya makanan yang menjadi pantangan, beberapa jenis minuman pun
harus Anda hindari agar tidak terjadi serangan asma.
Anggur dan bir menjadi pantangan karena kebanyakan jenis anggur dan bir
mengandung zat sulfit yang mengganggu. Beberapa penelitian menunjukkan
bahwa kandungan histamin dalam anggur dapat menyebabkan gejala, seperti mata
berair, bersin, dan mengi.
7. Udang
Udang beku atau udang olahan menjadi pantangan makanan bagi penderita
asma. Apabila Anda mencurigai bahwa kandungan sulfit adalah penyebab asma,
dugaan Anda benar. Sama halnya dengan anggur atau bir, udang beku dan
makanan laut lainnya sering kali mengandung sulfit untuk mencegah tumbuhnya
bintik hitam yang dapat menurunkan selera makan Anda. Jika makan di luar,
pastikan Anda tidak memakan sesuatu yang dimasak dalam kaldu yang dibuat
dengan udang atau kerang.
8. Acar
Anda mungkin menambahkan acar ke dalam sajian nasi goreng.
Padahal acar juga termasuk makanan yang memperparah asma. Acar
cenderung mengandung sulfit yang berfungsi sebagai pengawet, seperti halnya
makanan fermentasi, sauerkraut.
Oleh karena itu, acar termasuk makanan penyebab asma yang perlu
Anda hindari. Hidangan, saus lobak, dan bahkan campuran saus salad memiliki
tingkat alergi yang tinggi sehingga Anda perlu waspadai ketika
mengonsumsinya.
9. Makanan Berlemak
Hidangan penutup, daging merah, dan makanan berlemak lainnya merupakan
makanan yang dapat memperparah asma Anda. Makanan tersebut dapat
memperburuk peradangan dan fungsi paru-paru serta memperburuk gejala asma.
Kendati demikian, tidak semua makanan berlemak perlu dihindari, ya.
Makanan dengan lemak baik, seperti alpukat, ikan, atau minyak zaitun tetap
baik dikonsumsi dan juga sehat untuk penderita asma.

10. Minuman dengan Pemanis Buatan


Minuman dengan pemanis buatan, seperti minuman bersoda juga bisa memicu
terjadinya asma pada beberapa orang. Bahkan, dalam satu studi yang
dipublikasikan British Medical Journal mengatakan orang dewasa dan anak-anak
yang sering mengonsumsi minuman bersoda lebih mungkin terkena asma.
Studi ini juga mencatat bahwa anak-anak yang lahir dari orang yang
sering minum minuman ringan selama kehamilan lebih mungkin untuk menderita
asma. Cukup banyak deretan makanan dan minuman yang dapat memperparah
asma. Meski demikian, pemicu kambuhnya asma pada tiap orang bisa berbeda-
beda.
Oleh karena itu, selalu perhatikan apa yang hendak dikonsumsi, apalagi jika
Anda adalah seorang penderita asma. Salah makan bisa memicu kekambuhan,
bahkan parahnya lagi, hal ini juga dapat berpotensi menyebabkan kematian.
H. Pengobatan tradisional
Berikut beberapa pilihan obat asma tradisional dari bahan alami yang mungkin
berguna untuk anda.
1. Jahe
2. Bawang putih
3. Bawang merah
4. Kafein
5. Madu
6. Menghirup aromaterapi
7. Daun basil

Ada banyak cara mengolah jahe sebagai obat herbal asma atau alami, di
antaranya membuat jus dari campuran buah delima, satu ruas jahe ukuran kecil, dan
satu sendok makan madu. Minum 1 sendok makan campuran ini sebanyak 2 sampai 3
kali dalam sehari.
I. Penatalaksanaan Asma
Penatalaksanaan asma dilakukan dengan kombinasi terapi farmakologis dan non
farmakologis. Tujuannya adalah mengontrol gejala, mencegah komplikasi, dan
meningkatkan kualitas hidup penderita.

Terapi farmakologis

 Obat pelega, diberikan saat serangan asma


 Obat pengontrol, diberikan dalam jangka panjang untuk mencegah serangan asma
 Kortikosteroid inhalasi (ICS), diminum menggunakan inhaler, pompa, atau
nebulizer
 Antimuskarinik, bekerja dengan menimbulkan efek bronkodilator jalan napas
 Omalizumab, diberikan melalui suntikan subkutan setiap 2-4 minggu
Terapi non farmakologis

 Edukasi tentang faktor risiko penyakit, pola makan, dan aktivitas fisik
 Anjuran berhenti merokok
 Hindari paparan bahan iritan atau alergen
 Hindari konsumsi obat-obatan yang berpotensi memperberat gejala asma, seperti
aspirin
 Konsumsi buah dan sayuran secara rutin
 Hindari paparan alergen dalam rumah, seperti tungau debu rumah
 Terapi akupunktur
Pertolongan pertama pada asma

 Duduk dan ambil napas pelan-pelan dengan stabil


 Cobalah untuk tetap tenang
 Semprotkan obat inhaler untuk asma setiap 30–60 detik, maksimal 10 semprotan

Anda mungkin juga menyukai