0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan5 halaman

Pengertian dan Jenis Conditional Sentence

Conditional sentence adalah kalimat pengandaian yang terdiri dari if-clause dan result clause, digunakan untuk menyatakan hubungan sebab-akibat berdasarkan kondisi tertentu. Terdapat empat tipe conditional sentences: zero, first, second, dan third, masing-masing dengan rumus dan contoh penggunaan yang berbeda. Fungsi utama dari conditional sentence adalah untuk menggambarkan situasi yang mungkin atau tidak mungkin terjadi, baik di masa kini, masa depan, maupun masa lalu.

Diunggah oleh

lewin461
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan5 halaman

Pengertian dan Jenis Conditional Sentence

Conditional sentence adalah kalimat pengandaian yang terdiri dari if-clause dan result clause, digunakan untuk menyatakan hubungan sebab-akibat berdasarkan kondisi tertentu. Terdapat empat tipe conditional sentences: zero, first, second, dan third, masing-masing dengan rumus dan contoh penggunaan yang berbeda. Fungsi utama dari conditional sentence adalah untuk menggambarkan situasi yang mungkin atau tidak mungkin terjadi, baik di masa kini, masa depan, maupun masa lalu.

Diunggah oleh

lewin461
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Conditional Sentence

Pengertian Conditional Sentence

Conditional artinya bergantung pada kondisi saat seseorang berbicara.


Definisi conditional sentence adalah kalimat pengandaian saat seseorang ingin mengungkapkan
suatu kondisi yang berbeda dengan kenyataan. Contoh, “If the weather is nice, we can have a picnic.”

Dalam hal ini, kondisi tersebut mungkin saja berupa sesuatu yang bisa terjadi, atau bahkan mustahil untuk
terwujud.

Conditional sentence terdiri dari dua bagian, yaitu

1. if-clause (klausa kondisi)


2. result clause (klausa hasil).

Klausa kondisi menggambarkan kondisi atau situasi yang harus terpenuhi untuk menghasilkan tindakan
yang dijelaskan dalam klausa hasil.

Kapan Kita Bisa Menggunakan Kalimat Conditional Sentence?

Kalimat conditional dapat dipakai saat menghadapi situasi seperti:

 Menyatakan peristiwa yang tidak nyata; hanya seperti yang kita bayangkan,
 Mengungkapkan peristiwa yang mungkin terjadi di masa depan,
 Menunjukkan peristiwa yang tidak mungkin terjadi,
 Memperlihatkan kebenaran umum; kebiasaan yang sering terjadi,
 Memberitahu peristiwa masa lalu yang kejadiannya tidak sesuai harapan, lalu terjadi penyesalan.

Umumnya, conditional sentence adalah kalimat yang dikenal juga sebagai if conditional.

Fungsi dari Conditional Sentence

fungsi conditional sentence adalah untuk menyatakan hubungan sebab-akibat antara suatu kondisi atau
situasi tertentu dengan tindakan atau hasil yang mungkin terjadi atau tidak terjadi.

Apa Perbedaan If clause dan If conditional?

Sebuah kalimat minimal terdiri dari satu klausa, yaitu klausa utama (main clause/independent clause)
yang dapat berdiri sendiri.

Istilah “If clause” biasanya mengacu pada frasa yang dimulai dengan “if” dalam conditional sentence,
sedangkan “If conditional” bisa merujuk secara umum pada jenis-jenis conditional sentence yang
menggunakan frasa “if” kemudian diikuti oleh klausa lain.

Tipe Conditional Sentences dan Contohnya (Conditional Sentences Types)

Types artinya tipe-tipe, conditional artinya pengandaian, dan sentence artinya kalimat. Exactly, pada poin
ini, yang akan kita bahas adalah tipe-tipe kalimat pengandaian yang biasa digunakan dalam bahasa
Inggris.

How many type of if clause? Kalau bertanya tentang berapa banyak jenis klausa if untuk mengungkapkan
khayalan dan pengandaian pada kondisi yang berbeda, jawaban secara umum ada 4 conditional
sentence types.

1. Zero conditional sentence (Conditional Sentences Type 0)

Conditional sentence type 0 adalah kalimat untuk mengungkapkan kondisi berupa tindakan yang bersifat
kebenaran umum, pernyataan yang sebenarnya (general truth), atau kejadian yang biasa terjadi.

Rumus conditional sentence type 0 adalah

If + Subject + Verb 1, Subject + Verb 1 + Complement

yang mengadopsi Rumus dari simple present tense.


Contoh kalimat:

“Jika kamu menghabiskan makanan bekal, Ibuku akan merasa senang.”


“Ibu menenangkanmu jika kamu merasa takut.”
“Kalau warna merah dicampur dengan putih, pasti berubah jadi warna pink.”

Contoh conditional sentence type 0:

 If you eat your lunch box, mother feels happy.


(Jika kamu memakan kotak makan siang-mu, Ibu merasa bahagia.)
 Mother comforts me if Ifeel scared.
(Ibu menghibur saya jika saya merasa takut.)
 If red mixes with white, it definitely turns out pink.
(Jika merah bercampur dengan putih, pasti hasilnya jadi warna merah muda.)

Baca Juga: Simple Present Tense Vs Simple Past Tense, Ketahui Perbedaannya!

2. First conditional sentence (Conditional Sentences type 1)

Pada conditional sentence type 1, kamu dapat mengungkapkan kondisi yang mungkin terjadi di masa
yang akan datang. Kalimat ini familiar juga dengan sebutan future conditional type 1 karena
menggunakan pola simple future tense. Rumus conditional sentence type 1 adalah If + Subject + Verb
1, Subject + Will + verb 1 + Complement.

Contoh kalimat:

“Jika kamu ada disini, aku akan mengatakan perasaanku.”


“Anto akan datang jika Putri mengundangnya ke pesta ulang tahun.”
“Kalau Desi dan Ratu telat makan malam, mereka akan masuk angin.”
Dari tiga kalimat di atas, langsung kita buat contoh conditional sentence type 1 dengan struktur yang
benar:

 If you are here, I will tell you my feelings.

Fakta: Kalau kamu ada di sini, mungkin aku berani mengungkapkan perasaanku. Kalau nggak ada? Yah,
nggak aku ungkapin.

 Anto will come if Putri invites him to her birthday party.

Fakta: Anto bakalan datang ke pesta Putri jika diundang. Kalau nggak? Anto mungkin nggak datang.

 If Desi and Ratu have their dinner late, they will catch a cold.

Fakta: Desi dan Ratu nggak akan masuk angin jika mereka makan malam tepat waktu.

Sebagai catatan, conditional sentence type 1 ini bisa menggunakan selain will untuk mengungkapkan
kondisi yang mungkin terjadi. Kamu bisa juga memakai can, may, atau shall. Jadi, rumus conditinal
sentence yang digunakan adalah subject + modal (will, can, may, shall) + verb 1.

3. Second conditional sentence (Conditional Sentence Type 2)

Dalam conditional sentences, type 2 ini mengacu kepada kondisi yang tidak mungkin terjadi (untuk saat
ini atau masa depan).

Dalam grammar, situasi yang sifatnya tak pasti (uncertainty) dinyatakan dengan simple past tense.
Sehingga, tipe second conditional pada kalimat kondisional diungkapkan dengan rumus verb 2 pada if
clause disertai would pada main clause.

Would adalah verb 2 dari kata “will”.

Jadi, rumus conditional sentence type 2 adalah If + Subject + Verb 2, Subject + Would + Verb 1 +
Complement.

Contoh:

“Jika dia (perempuan) kaya, dia (perempuan) akan keliling dunia.”


“Kalau kamu berolahraga, kamu akan memiliki bentuk tubuh yang ideal”
“Kami akan merasa grogi jika kami bertemu Presiden.”

Dari ketiga contoh di atas, yuk kita ubah ke dalam contoh conditional sentence type 2 (contoh kalimat
pengandaian tipe 2) dengan struktur yang benar!

 If she were rich, she would travel the world.


Fakta: Sekarang, dia (perempuan) belum kaya nih dan nggak mungkin untuk jalan-jalan keliling dunia.
Dia (perempuan) berandai-andai kalau dia adalah orang kaya, dia akan jalan-jalan keliling dunia.

Catatan: Dalam conditional sentence, subjek yang bersifat singular seperti he, she, it menggunakan to-
be were, bukan was.

 If you worked out, you would have an ideal body shape.

Fakta: Kamu nggak rajin olahraga ditambah dengan pola makan yang sehat, jadinya kamu nggak
mungkin punya bentuk tubuh yang ideal. Jadi, kamu ngayal dulu nih kalau kamu rajin olahraga.

 We would feel nervous if we met the President.

Fakta: Kita tidak mungkin bertemu dengan Presiden. Jika bertemu secara langsung, kita akan merasa
sangat gugup!

4. Third conditional sentence (Conditional Sentence Type 3)

Conditional sentence type 3 adalah bentuk kalimat untuk mengungkapkan bahwa seharusnya ada kondisi
yang bisa terjadi di masa lalu, atau bisa juga untuk menyatakan situasi yang seharusnya bisa saja tidak
terjadi di masa lalu, tapi malah kejadian.

Maka dari itu, simple past perfect yang menggunakan verb 3 ditempatkan sebagai if clause, dan would
have yang dikenal juga sebagai rumus past future perfect tense digunakan pada main clause sebagai
keterangan ungkapan.

Jadi, rumus conditional sentence type 3 yaitu If + Subject + Had + Verb 3, Subject + Would Have +
Verb 3 + Complement.

Contoh kalimat:

“Jika kamu lebih hati-hati, kamu pasti tidak akan mengalami kecelakaan.”
“Sinta akan membantumu jika kamu memintanya.”
“Seandainya dia (laki-laki) tahu, dia tidak akan melakukannya.”

English Academy langsung menjabarkan fakta dari ketiga contoh kalimat di atas dalam
contoh conditional sentence type 3 bahasa Inggris ya!

 If you had been more careful, you wouldn’t have had an accident.

Fakta: Mengulang ke masa lalu, kalau kamu lebih hati-hati, nggak akan terjadi kecelakaan. Berarti,
waktu itu kamu ugal-ugalan sampai akhirnya terjadi kecelakaan.

Catatan: Kok sudah pakai have, ada had lagi? Kan artinya sama!
Hihihi, faktanya fungsi have dan had di sini berbeda, lo!

Have pada kalimat di atas merupakan bagian dari past future perfect tense. Semua bentuk
kalimat perfect menggunakan variasi have (has/have/had) yang diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga
(verb 3). Sementara itu, had pada kalimat di atas termasuk dalam verb 3 dari have, yang memiliki arti
memiliki/mendapatkan/mengalami.

 Sinta would have helped you if you had asked for it.

Fakta: Karena kamu nggak meminta pertolongan ke Sinta, Sinta akhirnya nggak membantu. Seandainya
waktu itu kamu langsung meminta pertolongan, Sinta akan membantu kamu, kok.

Catatan: Walaupun subjek bersifat singular (He, she, it, atau 1 orang), would tetap ditemani
oleh have. Would di sini berfungsi sebagai modal auxiliary.

Oh ya, modals meliputi can, could, may, might, will, would, must, shall, should, ought to, have to.

 If he had known, he wouldn’t have done that.

Fakta: Seandainya saja dia (laki-laki) tahu, dia seharusnya nggak melakukan hal tersebut. Nyatanya, dia
nggak tahu apa-apa dan melakukan hal tersebut.

5 Types of Conditional Sentences?


Kesimpulannya, berikut rumus dari 5 conditional sentences dan contoh kalimatnya:

1. Conditional Sentence Type 0

Rumus: If + Subject + Verb 1, Subject + Verb 1 + Complement


Contoh kalimat: If it rains, I stay at home.

2. Conditional Sentence Type 1

Rumus: If + Subject + Verb 1, Subject + Will + Verb 1 + Complement


Contoh kalimat: If I see her, I will say hello.

3. Conditional Sentence Type 2

Rumus: If + Subject + Verb 2, Subject + Would + Verb 1 + Complement.


Contoh kalimat: If I had money, I would buy a new car.

4. Conditional Sentence Type 3

Rumus: If + Subject + Had + Verb 3, Subject + Would Have + Verb 3 +


Complement.
Contoh kalimat: If you had told me earlier, I would have come to the party.

Anda mungkin juga menyukai