Analisis Usability Testing Website Room
Dengan Menggunakan Metode System
Usability Scale
Judith Bryan Leonard Sie (52018022)
STMIK KHARISMA MAKASSAR
TEKNIK INFORMATIKA
2021
1. Latar Belakang
a. Room adalah sebuah website aplikasi yang bertujuan untuk
memudahkan kalian dalam membuat dan mengelolah event kalian
sendiri atau juga buku tamu. Sehingga dari proses pembuatan,
pendaftaran, dan pengelolahan akan menjadi lebih simple dan lebih
praktis dan tidak membuang – buang waktu
b. Perkembangan teknologi informasi dan komputer di masa era digital
seperti saat ini terus berkembang dengan pesat dan cepat, yang
mana perkembangan teknologi ini sangat membantu kita manusia
dalam menyelesaikan masalah kita sehari – hari, sehingga membuat
interaksi antara manusia dan komputer menjadi semakin dekat dan
penting untuk diperhatikan.
Salah satu jenis layanan yang sampai saat ini masih banyak
sekali digunakan adalah website. Hal ini disebabkan karena website
merupakan layanan yang paling mudah diakses menggunakan
jaringan internet dimana saja dan kapan saja dan melalui perangkat
apa saja. Oleh karena itu hampir semua perusahaan besar/digital
pasti menggunakan website untuk memperkenalkan dan
mempromosikan perusahaan ataupun produk/layanan yang mereka
tawarkan. Sehingga pastinya website tersebut harus didesain dengan
baik dan juga benar, untuk memastikan apakah website tersebut
sudah dibangun sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Oleh karena itu Room merupakan salah satu perusahaan yang
menyediakan layanan untuk membuat dan mengelolah event dan juga
buku tamu yang berbasis website. Sebagai salah satu cara untuk
mengetahui apakah website Room sudah dibagun dengan baik dan
juga sesuai dengan kebutuhan pengguna perlu dilakukan sebuah
evaluasi website.
Evaluasi ini merupakan Langkah pertama untuk mengetahui
apakah website Room sudah berhasil dalam implementasi dan
pembangunannya. Salah satu elemen yang akan dijadikan bahan
evaluasi yaitu Usability Testing, Evaluasi ini berfokus untuk mengukur
tingkat kegunaan website untuk para pengguna.
Usability Testing merupakan suatu cara untuk
mengukur/mengevaluasi user experience dalam menggunakan suatu
website/aplikasi. Mengukur apakah website/aplikasi sudah berjalan
dengan efisien dan juga efektif, mencari permasalahan dalam
penggunaan website, mengumpulkan data kualitatif & kuantitatif, serta
mengetahui apakah pengguna bisa menggunakan website dengan
mudah. Atau lebih jelasnya usability terdiri dari 5 komponen utama
yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction. [1]
Untuk mengukur Usability Testing ada beberapa metode yang
bisa dilakukan, untuk penelitian kali ini kita akan menggunakan
metode System Usability Scale (SUS). SUS merupakan metode yang
mengukur usability suatu sistem dari sudut pandang subjektif
pengguna. Secara singkat SUS merupakan teknik dimana kumpulan
dari 50 potensi list pertanyaan yang digabungkan, hingga menjadi 10
pertanyaan yang nantinya akan diberikan kepada para pengguna
yang akan memberikan respon penilaian dengan 5 macam tingkat
mulai dari sangat setuju hingga sangat tidak setuju, yang mana
berdasarkan dari nilai yang nantinya diperoleh kita dapat mengetahui
tingkat usability dari website kita. [2]
Sehingga penelitian mempunyai tujuan untuk melakukan analisis
usability testing terhadap website room dengan menggunakan metode
system usability scale (SUS), untuk mengetahui bagaimana tingkat
kepuasaan pengguna menggunakan website ini dan apakah
pengguna dapat memahami alur/cara kerja dari website sehingga kita
dapat mengetahui apakah pengguna sudah mendapatkan user
experience yang baik atau belum.
2. Perumusan Masalah
a. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi rumusan masalah
dari penilitian ini yaitu, bagaimana tingkat usability website dari
website room?
3. Tujuan Penilitian
Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan penilitian dari proposal ini
yaitu untuk menganalisis tingkat usability website room dengan
menggunakan metode system usability scale (SUS).
4. Tinjauan Pustaka
a. Penelitian Terkait
1) Measuring the Usability of Safety Signs: A Use of System
Usability Scale (SUS). [3]
Penelitian ini menjelaskan bagaimana system usability scale
ingin digunakan untuk mengukur usability dari papan keselamatan.
Karena papan keselamatan merupakan salah satu cara dalam
Tindakan pencegahan keselamatan yang dapat digunakan untuk
mengurangi insiden dan cedera pada suatu tempat kerja. Oleh
karena itu ingin dilakukan evaluasi mengenai usability dari papan
keselamatan.
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa SUS dapat
digunakan tidak hanya untuk mengevaluasi usability dari suatu
website tetapi SUS juga dapat digunakan untuk mengevaluasi
usability dari papan keselamatan. Dengan adanya sedikit modifikasi
dari pertanyaan SUS tetapi tetap bisa memberikan hasil yang valid
dalam pengukuran usability.
2) Analisis Usability Pada Sistem Informasi FILKOM Apps
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. [4]
Penelitian ini membahas mengenai aplikasi Filkom App yang
merupakan layanan berbasi website yang digunakan untuk
mendukung kegiatan seluruh stakeholder fakultas ilmu komputer
universitas brawijaya yaitu pimpinan, karyawan, dan mahasiswa.
Yang mana didapatnya ada beberapa permasalahan yang terjadi
pada website dan juga adanya beberapa pengguna yang tidak
mengetahui fitur penting dari website terkait, sehingga ingin
dijalankan usability testing untuk mengetahui dimana kelemahan
website.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, didapatkan hasil,
bahwa aspek efficiency, effectiveness, learnability dan memorability
berada diatas standar nilai rata-rata usability yang telah ditentukan.
Sedangkan hanya nilai aspek satisfaction yang berada dibawah
standar nilai rata-rata.
3) Pengujian Usability website Menggunakan System Usability
Scale. [5]
Penelitian ini membahas mengenai website pemerintah kota
tegal menduduki peringkat 5 dari situs pemerintah kabupaten/kota
yang paling banyak dikunjungi, tetapi masuk dalam 10 besar
website berkualitas. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa
Sebagian besar situs pemerintah daerah memiliki nilai kualitas
rendah dan kurang menarik bagi para pengguna. Yang menjadi
salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu website
pemerintah yaitu usability, usability yang rendah menyebabkan
jarang digunakannya website pemerintah.
Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan skor SUS
website pemerintah kota tegal menggambarkan penilaian subjektif
pengguna bahwa website masih kurang efektif, efisien dan
memuaskan bagi pengguna.
4) Evaluasi Usability pada website E-commerce XYZ Dengan
Menggunakan Metode Cognitive Walkthrough dan System
Usability Scale (SUS). [6]
Penelitian ini membahas mengenai salah satu e-commerce
terkenal yaitu XYZ, yang mana popularitas XYZ ini semakin
meningkat seiring berjalannya waktu, tetapi perkembangan tersebut
dikhawatirkan dapat terganggu karena berdasarkan survey awal,
menunjukan bahwa pengguna masih mengalami berbagai kesulitan
pada saat menggunakan website e-commerce XYZ, permasalahan
itu muncul pada pengguna yang baru pertama kali menggunakan
website XYZ yang sebelumnya sudah pernah menggunakan
aplikasi XYZ. Dan sering terjadinya kesalahan ketika menggunakan
website XYZ dibandingkan saat menggunakan aplikasinya.
Berdasarkan hasil tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh
terhadap tingkat usability website e-commerce XYZ, sehingga
dirasa ingin melakukan evaluasi terhadap website XYZ.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dijalankan pada aspek
satisfaction mendapatkan grade scale F masuk ke dalam kategori
“Low Acceptance”, untuk aspek effectiveness, nilainya masih
berada diatas rata – rata, begitu juga dengan aspek learnability dan
untuk Efficiency dengan menggunakan perhitungan time based
efficiency diperoleh hasil nilai 0,02. Hal ini menunjukan bahwa rata
– rata setiap detik responden dapat menyelesaikan sebanyak 2%
dari setiap tugas yang diberikan atau membutuhkan waktu rata –
rata 50 detik untuk menyelesaikan suatu tugas.
5) Evaluasi Usability website UNRIYO Menggunakan System
Usability Scale (Studi Kasus: website UNRIYO). [7]
Penelitian ini membahas sebuah website UNRIYO sebagai
objek penelitiannya yang merupakan salah satu institusi perguruan
tinggi di daerah istimewa Yogyakarta. Dengan menjadikannya
UNRIYO sebagai objek penelitian diharapkan dapat ditemukan
kelemahan ataupun kekurangan dari website UNRIYO terutama
dalam aspek kegunaan atau usability, karena tidak pernah
dilakukan evaluasi secara internal maupun eksternal sebelumnya.
Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dijalankan diperoleh
nilai 51,25 yang menunjukan bahwa website UNRIYO tidak dapat
diterima oleh pengguna dalam aspek usability-nya, sehingga dapat
disimpulkan bahwa website UNRIYO masih harus ditingkatkan
usability-nya sehingga dapat diterima oleh para pengguna.
6) Implementasi Metode Usability Testing Dengan System
Usability Scale Dalam Penilaian website RS Siloam Palembang.
[8]
Penelitian ini membahas mengenai website RS Siloam
Palembang, yang merupakan website sendiri dengan beberapa fitur
informasi dan juga bantuan untuk masyarakat, dan juga sebagai
sumber informasi yang sangat penting menunjang proses
pelayanan lembaga Kesehatan khususnya rumah sakit. Selama ini
website RS Siloam Palembang belum pernah melakukan penilaian
terhadap tingkat efektif dan efisiennya dalam penggunaan website
tersebut. Oleh karena itu akan dilakukan Usability testing dengan
System Usability Scale.
Berdasarkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan
didapatkan nilai rata – rata responden sebesar 75. Sehingga
kesimpulan akhir dari Analisa ini website RS Siloam Palembang
telah termasuk ke dalam penilain baik dan dapat digunakan oleh
seluruh pengguna.
7) Pengukuran Perspektif Pengguna
Terhadap Website
Conference Menggunakan System Usability Scale. [9]
Penelitian ini membahas mengenai website dari Universitas
Bina Darma, Universitas ini memiliki website sebagai wadah
penunjang berbagai kegiatan organisasi. yang dimana penggunaan
website seminar atau conference di Universitas Bina Darma ini
terdapat beberapa kendala yang dialami oleh pengguna. Selain itu
juga terdapat isu lain pada penggunaan website Bina Darma
Conference on Computer science khususnya yaitu rendahnya
partisipasi pengguna. Rendahnya partisipasi pengguna dalam
menggunakan website yang ada di Universitas Bina Darma
terutama di Fakultas Ilmu Komputer tentunya menjadi isu penting.
Kondisi tersebut terjadi mengingat website conference menjadi
tulang punggung dalam pengelolaan conference. Untuk itu perlu
diketahui bagaimana pandangan pengguna terhadap website
conference agar terjadinya perbaikan. Untuk mengetahui
bagaimana pandangan pengguna cara yang dapat dilakukan
adalah dengan melakukan pengujian atau evaluasi. Salah satu
teknik yang dapat digunakan adalah pengujian usability. dengan
metode system usability scale (SUS).
berdasarkan hasil penelitian yang diberikan terhadap
website Bina Darma Conference on Computer Science maka dapat
disimpulkan bahwa: (1) Adjective Rating digunakan untuk melihat
sejauh mana perspective pengguna terhadap Website Conference
Universitas Bina Darma Untuk menentukan Acceptability, scale,
adjective rating maka dilakukan perbandingan hasil, penilaian rata-
rata responden mendapatkan hasil akhir sebesar 85 yang berada
pada grade A dengan ketentuan seperti gambar penilaian sesuai
dengan Gambar 1. (2) Website Conference Universitas Bina Darma
dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna untuk
mendapatkan layanan informasi yang dibuktikan dengan nilai yang
diberikan responden mayoritas lebih dari 80. (3) System Usability
Scale yang digunakan sebagai bahan evaluasi website conference
mendapatkan hasil yang memberi dampak baik terhadap website
Bina Darma Conference on Computer Science.
8) Pengukuran Tingkat Ketergunaan (Usability) Sistem Informasi
Keuangan. [10]
Penelitian ini membahas mengenai website dari Universitas
Kristen Dua Wacana (UKDW). Universitas ini memiliki berbagai
macam sistem informasi yang dibangun berbasis web. salah satu
sistem informasi yang akan diteliti adalah sistem informasi duta
wacana internal transaction (DUWIT). DUWIT ini sangat membantu
seluruh pimpinan di UKDW dalam mengelola dan monitoring
penggunaan dana yang ada di tiap unit, tetapi ada beberapa user
yang mendapat kesulitan ataupun membuat kesalahan dalam
mengoperasikan sistemnya. oleh karena itu ingin dilakukan test
usability.
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, dapat
dikatakan bahwa Sistem memiliki tingkat ketergunaan (usability)
baik (diatas rata-2 sekitar 72%) sehingga dapat dikatakan sistem
DUWIT sudah cukup user friendly, Dari lima kriteria Neilson, 3
kriteria yaitu Learnability, Efficiency, dan Satisfaction
mengindikasikan bahwa sistem mudah dipelajari, efisien dalam
operasinya, dan pengguna cukup puas dalam menggunakan
sistem, ) Kriteria memorability dan Error berada dibawah rata-rata
nilai keseluruhan. Disebabkan oleh dua alasan yaitu banyak
pejabat baru sehingga belum terbiasa menggunakan sistem. Dan
kedua sistem aplikasi DUWIT hanya dipakai minimal satu kali
dalam setahun yaitu pada saat pembuatan anggaran walaupun
seharusnya sistem ini dapat diakses setiap saat untuk tindakan
pemantauan penggunaan anggaran.
9) Pengujian Usability Lokamedia Website Menggunakan System
Usability Scale. [11]
Penelitian ini membahas mengenai website Lokamedia yang
merupakan website pencarian bisnis berbasis lokal yang dapat
memberikan informasi paling lengkap dan paling update dengan
memasukkan kata kunci dan menampilkan info terbaru dari semua
penyedia produk dan jasa berbasis lokasi. Untuk memastikan
website Lokamedia memiliki tampilan dan kinerja yang baik perlu
dilakukan pengujian oleh pengguna akhir. Hasil dari pengujian
dapat dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan yang akan
dilakukan
Penelitian ini menunjukkan hasil evaluasi tampilan dan
kinerja website Lokamedia yang dilakukan dengan menggunakan
System Usability Scale. Dari hasil evaluasi didapatkan skor 74.5
yang menunjukkan website Lokamedia dinyatakan Acceptable dan
masuk ke dalam grade C dengan rating Good. Dapat disimpulkan
bahwa website Lokamedia dapat dijadikan alat bantu dalam
mencari informasi mengenai produk dan jasa, namun perlu adanya
perbaikan dalam hal tampilan dan kinerja website agar rating
website masuk ke dalam Excellent dengan skor bi atas 80.
10) Analisis Pada Sistem Informasi
Akademik Mahasiswa
Menggunakan Metode System Usability Scale. [12]
Penelitian ini membahas mengenai website Universitas
Muhammadiyah Riau, universitas ini memiliki sistem informasi
akademik yang bernama Sistem Informasi Akademik Mahasiswa
(SIAM). SIAM merupakan sistem informasi yang berkaitan dengan
pengolahan data-data akademik dan dapat mempermudah proses
kegiatan akademik mahasiswa seperti mengisi kartu rencana studi
(KRS), melihat jadwal perkuliahan, melihat kartu hasil studi dan
transkrip nilai, melihat data pembayaran uang kuliah, dan mencetak
kartu ujian. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran usability
terhadap SIAM Universitas Muhammadiyah Riau menggunakan
metode SUS dengan tujuan untuk mengetahui tingkat usability,
mengidentifikasi permasalahan, dan memberi rekomendasi
perbaikan SIAM.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil
bahwa nilai usability yang diperoleh dari perhitungan skor system
usability scale adalah 72,27. Artinya, bahwa SIAM sudah
“acceptable” atau dapat diterima oleh penggunanya dan memiliki
skala nilai C+ dan memiliki rating “good” atau baik serta nilai
percentile rank berada pada nilai 63,34.
b. Kerangka Teori
1) Website
website adalah kumpulan halaman – halaman yang digunakan
untuk menampilkan informasi berupa teks, gambar diam atau
gerak, animasi, suara dan atau gabungan dari semuanya, baik
yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk suatu
rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing – masing
dihubungkan dengan jaringan – jaringan halman. [13] Dalam
website juga dikenal dengan sebutan website dinamis dan website
statis. website statis adalah website yang mempunyai halaman
konten yang tidak berubah – ubah. Sedangkan website dinamis
adalah website yang secara struktur ditujukan untuk melakukan
update sesering mungkin. [14]
2) User Experience
User experience adalah pengalaman yang diberikan oleh
sebuah produk untuk orang – orang yang menggunakannya di
dunia nyata. [15] Ketika suatu produk dikembangkan biasanya
orang – orang akan memperhatikan apa yang produk itu lakukan,
tetapi pada user experience yang diperhatikan adalah bagaimana
produk itu bekerja, yang membuat perbedaan apakah produk
tersebut sukses atau tidak.
User experience bukan mengenai bagaimana hal itu bekerja
dari dalam, tetapi bagaimana hal itu bekerja dari sisi luar. Apakah
produk atau layanan itu susah untuk melakukan hal – hal yang
simple, apakah mudah dimengerti? Bagaimana perasaan setelah
berinteraksi dengan produk/layanan tersebut.
3) User Interface
User Interface dalam human-computer interaction (HCI) atau
Interaksi Manusia & computer (IMK) diartikan sebagai tampilan
grafik dan informasi audio yang ditampilkan oleh program ke
pengguna. [16] User interface pada dasarnya memiliki 2 komponen,
yaitu input dan output. Input tentang bagaimana orang dapat
mengkomunikasikan kebutuhannya ke komputer, sedangkan
output bagaimaan computer mengconvert hasil kompilasinya ke
pengguna. [17]
Ada beberapa tipe user interface, antara lain adalah, Command
Line Interface (CLI), dimana pengguna memberikan input dengan
cara memasukan perintah teks ke dalam komputer dan komputer
akan memberikan hasilnya dengan menampilkan teks ke layer
computer. Graphical User Interface (GUI), menggunakan tampilan
gambar daripada teks untuk merepresentasikan input dan juga
output dari sebuah program [16].
4) Usability
Usability adalah atribut kualitas yang menilai seberapa
gampang user interfaces digunakan. Kata usability ini juga merujuk
ke metode untuk meningkatkan kemudahan dalam penggunaan
dalam proses desain. Usability ini memiliki 5 komponen penting
yaitu:
● Learnability: seberapa gampang untuk pengguna
menyelesaikan tugas dasar ketika pertama kali
dihadapkan dengan desain?
● Efficiency: ketika pengguna sudah mempelajari
desainnya, seberapa cepat mereka bisa melakukan
suatu tugas?
● Memorability: ketika pengguna kembali menggunakan
desain setelah beberapa waktu tidak menggunakannya,
seberapa gampang mereka bisa mengetahuinya
kembali?
● Errors: seberapa banyak error yang dibuat oleh
pengguna, seberapa parah erros yang dibuat, dan
seberapa gampang pengguna bisa mengatasi error
tersebut
● Satisfaction: seberapa nyaman untuk menggunakan
desain tersebut?
Masih ada beberapa komponen penting lainnya, tetapi salah
satu kuncinya yaitu utility, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan
pengguna. Usability dan utility sama – sama penting dalam
menentukan apakah sesuatu itu berguna atau tidak. Walaupun jika
itu sesuatu yang gampang digunakan tetapi bukan hal yang kita
butuhkan, atau jika itu adalah sistem yang bisa melakukan apa
yang kita butuhkan tetapi desainnya terlalu sulit untuk digunakan,
oleh karena itu kedua aspek itu sama pentingnya.
Usability suatu website merupakan kondisi yang diperlukan
untuk bertahan, jika suatu website sulit untuk digunakan makan
orang akan pergi, jika halaman utamanya tidak dapat
menyampaikan pesan dengan baik tentang apa yang perusahaan
tawarkan dan apa yang pengguna bisa lakukan orang akan pergi,
jika pengguna kebingungan dalam website, orang akan pergi. Oleh
karena itu usability dari suatu website sangatlah penting untuk
mengetahui apakah website yang sudah dibangun sudah sesuai
dengan kebutuhan dan juga mudah digunakan. [1]
5) System Usability Scale (SUS)
System Usability Scale adalah alat/teknik yang dapat
digunakan untuk mengukur tingakat usability. SUS juga dikenal
dengan istilah “quick and dirty” tetapi hasilnya tetap dapat
diandalkan. [18]
SUS terdiri dari 10 list pertanyaan dengan 5 macam jenis
respon yang bisa diberikan oleh para responden mulai dari sangat
setuju sampai sangat tidak setuju. Teknik ini dibuat oleh John
Brooke pada tahun 1986, yang membuat kita dapat mengevaluasi
berbagai macam jenis produk dan juga layanan. [2]
Ada beberapa macam teknik untuk mengukur usability suatu
website diantaranya adalah Think Aloud Evaluation (TA), Cognitive
Walkthrough (CW), Heuristic Evaluation (HE), Use Questionnaire
dan lain – lain. Tetapi pada penelitian ini kita akan menggunakan
SUS. Karena SUS juga sudah menjadi standar industri. Dan juga
merupakan proses skala yang mudah untuk diberikan kepada para
responden, dapat menggunakan sampel yang kecil tetapi tetap
mendapatkan hasil yang dapat diandalkan, dan juga valid dapat
dengan efektif membedakan sistem yang bisa digunakan dengan
yang tidak bisa digunakan. Berikut adalah 10 list pertanyaan yang
digunakan dalam metode SUS yang sudah diterjemahkan: [19]
No Pertanyaan
1. Saya berpikir akan menggunakan sistem ini lagi
2. Saya merasa sistem ini rumit untuk digunakan
3. Saya merasa sistem ini mudah digunakan
Saya membutuhkan bantuan dari orang lain atau teknisi dalam
4.
menggunakan sistem ini
5. Saya merasa fitur – fitur sistem ini berjalan dengan semestinya
Saya merasa ada banyak hal yang tidak konsisten (tidak serasi
6.
pada sistem ini)
Saya merasa orang lain akan memahami cara menggunakan
7.
sistem ini dengan cepat
8. Saya merasa sistem ini membingungkan
9. Saya merasa tidak ada hambatan dalam menggunakan sistem
ini
Saya perlu membiasakan diri terlebih dahulu sebelum
10.
menggunakan sistem ini
Dan 5 jenis pilihan jawaban beserta skornya:
Jawaban Skor
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Tidak Setuju (TS) 2
Ragu – ragu (RG) 3
Setuju (S) 4
Sangat Setuju (SS) 5
Skor dari jawaban akan dihitung untuk mendapatkan skor dari
masing-masing responden. Setelah itu, skor dari masing-masing
responden tersebut akan digunakan untuk menghitung skor rata-rata SUS
yang nantinya akan menentukan apakah usability dapat diterima atau
tidak.
5. Metode Penilitian
a. Jenis data dan sumber data
● Jenis Data
Pada umumnya terdapat dua jenis macam data yaitu data
kuantitatif dan data kualitatif tetapi pada penelitian ini jenis datanya
yaitu jenis data kuantitatif.
Data kuantitatif merupakan data atau informasi yang disajikan
dalam bentuk berupa angka, sehingga dapat dihitung atau diukur
secara langsung. atau data kualitatif yang diangkakan seperti data
yang akan digunakan pada penelitian kali ini, karena metode SUS
menggunakan kuesioner dengan skala likert. dimana jenis data dari
skala likert ini termasuk jenis data ordinal, yaitu angka yang
berfungsi menunjukan adanya penjenjangan kualitatif atau secara
sederhana angka ini menunjukan sebuah peringkat. misalnya
skoring “Sangat tidak setuju” = 1, “tidak setuju” = 2, dst.
● Sumber Data
Pada umumnya pengumpulan data dalam penelitian ada dua
jenis, yaitu data primer dan data sekunder. pada penelitian ini
sumber data yang akan diambil yaitu sumber data primer.
Data Primer merupakan data yang dikumpulkan secara
langsung oleh peneliti nya sendiri atau dari sumber pertamanya,
perorangan maupun kelompok dan tidak melalui perantara. yang
menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah
user/pengguna website room, yang berjumlah 15 – 20 orang.
b. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data yaitu teknik atau cara yang akan
dilakukan dalam mengumpulkan data. metode yang akan digunakan
dalam penelitian ini adalah metode angket/kuesioner. metode
angket/kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan tertulis
kepada para responden. Jenis angket/kuesioner yang akan digunakan
dalam penilitian ini yaitu angket tertutup.
Angket tertutup adalah salah satu jenis angket yang pertanyaan
pada angket ini sudah disediakan beberapa pilihan jawaban, sehingga
responden hanya perlu memilih dari pilihan jawaban yang sudah
disediakan. Hal ini di tentukan berdasarkan angket/kuesioner pada
metode SUS yang jenisnya yaitu angket tertutup.
c. Metode pengolahan data dan penarikan kesimpulan
● Metode Pengolahan Data
Penelitian ini akan menggunakan metode analisis deskriptif
sebagai metode pengolahan datanya, Analisis Deskriptif
merupakan suatu analisis data penelitian untuk
pengujian
generalisasi hasil penelitian berdasarkan satu sampel. [20] atau
analisis deskriptif adalah sebuah metode dalam meneliti status
kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu pemikiran,
ataupun suatu kelas peristiwa masa sekarang. [21]
Dalam analisis deskriptif, data-data disajikan dalam bentuk
tabel, diagram, grafik, dan lain-lain. Hal ini ditujukan untuk
mempermudah memahami data-data yang disajikan. Dalam ilmu
perencanaan, penggunaan statistik deskriptif dapat dilakukan untuk
mempermudah penyampaian informasi agar mudah diterima dan
dipahami. Analisis deskriptif terdiri dari mean, median, modus,
simpangan baku dan varian. Terdapat empat juga data yang
digunakan dalam analisis deskriptif yaitu data nominal, data ordinal,
data interval dan data rasio. Dan pada penelitian kali ini yang
digunakan yaitu mean untuk mencari nilai rata – rata dari skor SUS,
dengan jenis data ordinal.
● Penarikan Kesimpulan
Dalam penarikan kesimpulan penelitian ini akan
menggunakan penarikan kesimpulan mengikuti aturan dari skoring
metode SUS. Dalam melakukan perhitungan skor SUS ada
beberapa aturan yang perlu diperhatikan. Berikut ini aturan – aturan
dalam perhitungan skor pada kuesioner SUS:
● Setiap pertanyaan bernomor ganjil, skor setiap pertanyaan
yang didapatkan dari skor pengguna akan dikurangi 1, Cth
(1,3,5,7)
● Setiap pertanyaan bernomor genap, skor akhir didapat dari nilai
5 dikurangi skor pertanyaan yang didapat dari pengguna, Cth
(2,4,6,8,10)
● Skor SUS didapatkan dari hasil penjumlahan skor setiap
pertanyaan yang kemudian dikali 2,5. Untuk mengconvert jarak
nilai skor dari 0 – 40 menjadi 0 – 100.
Rumus Perhitungan Skor SUS
Skor SUS = ((R1 – 1) + (5 – R2) + (R3 – 1) + (5 – R4) + (R5 – 1) +
(5 – R6) + (R7 - 1) + (5 – R8) + (R9 – 1) + (5 – R10)) x 2.5)
Setelah kita mendapatkan data dan melakukan perhitungan
sesuai dengan metode SUS, kita akan mendapatkan hasil skor rata
– rata SUS dari semua responden, skor tersebut kita akan
sesuaikan dengan penilaian SUS, termasuk dalam kategori apakah
nilai skor tersebut. Skor rata – rata dari 500 penelitian adalah 68,
sehingga skor SUS diatas skor tersebut bisa dikatakan diatas rata –
rata dan jika di bawahnya maka dibawah rata – rata.
Gambar 1 [22]
Berdasarkan tabel diatas terdapat 3 penilaian yaitu:
● Acceptability Range
o Not Acceptable: 0 – 50
o Marginal: 50 – 70
o Acceptable: 70 – 100
● Grade Scale
o A: 80.3 – 100
o B: 68 – 80.3
o C: 68
o D: 51 – 68
o F: 0 – 51
● Adjective Ratings
o Best Imaginable: 85 – 100
o Excellent: 74 – 85
o Good: 53 – 74
o Ok: 39 – 53
o Poor: 25 – 39
o Worst Imaginable: 0 - 25
d. Jadwal rencana penelitian
Kegiatan Waktu Penelitian (Bulan)
12 1 2 3 4 5 6 7
Pemilihan Topik dan Studi
Literatur
Pengajuan Judul dan
Pembimbing
Pelaksanaan Penelitian
a. Pengumpulan Data
b. Analisis Data
Seminar Hasil
Penulisan Publikasi Ilmiah
a. Submit Naskah
b. Perbaikan Naskah
Seminar Akhir
Publikasi
Daftar Pustaka
[1] J. Nielsen, Usability 101: Introduction to Usability. 2012.
[2] J. Booke, SUS – A Quick and Dirty Usability Scale. 1995.
[3] A. W. Y. Ng, H. W. C. Lo, and A. H. S. Chan, “Measuring the Usability of Safety
Signs: A Use of System Usability Scale (SUS),” Measuring the Usability of
Safety Signs: A Use of System Usability Scale (SUS), vol. ll, 2011.
[4] M. Baharrudin, N. Hendrakusma Wardani, and A. D. Herlambang, “Analisis
Usability Pada Sistem Informasi FILKOM Apps Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Brawijaya,” Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu
Komputer, vol. 2, no. 10, pp. 4179–4183, 2018, [Online]. Available: [Link]
[Link]
[5] I. Aprilia et al., “Pengujian Usability Website Menggunakan System Usability
Scale Website Usability Testing using System Usability Scale,” IPTEK-KOM,
vol. 17, no. 1, pp. 31–38, Jun. 2015, [Online]. Available: [Link]
[6] M. Arroofi, A. Kusumah, R. I. Rokhmawati, and F. Amalia, “Evaluasi Usability
Pada Website E-commerce XYZ Dengan Menggunakan Metode Cognitive
Walkthrough dan System Usability Scale (SUS),” Jurnal Pengembangan
Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 5, pp. 4340–4348, 2019,
[Online]. Available: [Link]
[7] A. Wibowo Soejono, A. Setyanto, and A. Fatah Sofyan, “Evaluasi Usability
Website UNRIYO Menggunakan System Usability Scale (Studi Kasus: Website
UNRIYO),” Jurnal Teknologi Informasi, vol. XIII, no. 1, 2018, [Online].
Available: [Link]
[8] N. Huda, “Implementasi Metode Usability Testing Dengan System Usability
Scale Dalam Penilaian website RS Siloam Palembang,” Kumpulan Jurnal, Ilmu
Komputer (KLIK), vol. 06 No. 01, 2019, [Online]. Available:
[Link]
[9] N. Oktaviani, “Measuring User Perspectives on Website Conference Using
System Usability Scale Pengukuran Perspektif Pengguna Terhadap Website
Conference Menggunakan System Usability Scale,” Journal of Information
Systems and Informatics, vol. 2, no. 2, 2020, [Online]. Available: [Link]
[Link]/[Link]/isi
[10] W. Handiwidjojo and L. Ernawati, “Pengukuran Tingkat Ketergunaan (Usability)
Sistem Informasi Keuangan Studi Kasus: Duta Wacana Internal Transaction
(Duwit),” JUISI, vol. 02, no. 01, 2016.
[11] H. Rachmi and S. Nurwahyuni, “Pengujian Usability Lokamedia Website
Menggunakan System Usability Scale,” Al-khidmah, vol. 1, no. 2, p. 86, Dec.
2018, doi: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1155.
[12] W. Anggraini, Nofirza, R. M. Candra, and W. U. Sari, “ANALISIS PADA
SISTEM INFORMASI AKADEMIK MAHASISWA MENGGUNAKAN
METODE SYSTEM USABILITY SCALEMAHASISWA,” Jurnal Penelitian
Saintek, vol. 25, no. 2, 2020.
[13] H. B. Bekti, Mahir Membuat website dengan Adobe Dreamweaver CS6, CSS dan
JQuery. Yogyakarta: Andi, 2015.
[14] M. L. Rahmadi, Tips Membuat website tanpa Coding & Langsung Online.
Yogyakarta: Andi, 2013.
[15] J. Garret, The Element of User Experience: User-Centered Design for the Web
and Beyond, Second Edition, Second. Berkeley, CA 94710, New Riders1249
Eighth Street., 2011.
[16] R. Stopper, R. Sieber, S. Wiesmann, and O. Schnabel, Graphical User Interface –
Layout and Design. 2012.
[17] O. W. Galitz, The Essential Guide to User Interface Design: An Introduction to
GUI Design Principles and Techniques, Third Edition, Third. 10475 Crosspoint
Boulevard: Wiley Publishing, Inc., 2007.
[18] “System Usability Scale (SUS).”
[Link]
(accessed Dec. 15, 2021).
[19] Z. Sharfina and H. B. Santoso, “An Indonesian adaptation of the System Usability
Scale (SUS),” in 2016 International Conference on Advanced Computer Science
and Information Systems (ICACSIS), Oct. 2016, pp. 145–148. doi:
10.1109/ICACSIS.2016.7872776.
[20] I. Hasan, Analisa Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara,
2004.
[21] M. Nazir, Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003.
[22] J. Brooke, “SUS: A Retrospective,” Journal of usability studies, vol. 8, no. 2, pp.
29–40, Feb. 2013.