PROPOSAL USAHA MAKANAN
MANGO STICKY RICE
OLEH KELOMPOK 3:
AHMAD FAIRUZ RADITYA R (02)
CLAREZHA PUTRI SYIFA (05)
DEBY MAULIYA KAMIL (07)
PANJI PRABU ALASTAIR (24)
RAKA RENDRA LIAN P (27)
TSANAYA ASTIFA IZA (35)
PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN
SMA NEGERI 3 KEDIRI
2025
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sebab berkat
rahmat serta hidayah- Nya lah aku bisa menuntaskan proposal Usaha Makanan
Mango Sticky Rice ini. Saya berterima kasih kepada pengajar kami, Ibu Wiratna
Sari [Link] yang telah memberikan tugas kepada kami dengannya kami dapat
belajar banyak dari hambatan hambatan, kesulitan, kerjasama, dan kepuasan
pada diri kami sendiri setelah menyelesaikan tugas kami.
Saya sangat berharap proposal ini bisa bermanfaat serta berguna. Saya
menyadari bahwa di dalam proposal ini masih ada kekurangan-kekurangan serta
jauh dari apa yang di harapkan. Maka untuk itu, saya berharap terdapatnya
kritik atau saran serta usulan demi memperbaiki kekurangan tersebut di masa
yang akan datang.
Akhir kata saya berikan ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak-pihak
terkait yang telah membantu saya dalam penyusunan proposal ini sehingga saya
bisa menuntaskan proposal Usaha Makanan Mango Sticky Rice ini dengan
tepat sesuai waktunya.
Kediri, 10 Februari 25
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................2
DAFTAR ISI.........................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………….4
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………….4
BAB II ISI RENCANA USAHA………………………………………………..5
2.1 Analisis SWOT……………………………………………………………5
2.2 Rencana Produksi…………………………………………………………6
2.3 Perhitungan BEP…………………………………………………………..8
BAB III PENUTUP……………………………………………………………..9
3.1
Kesimpulan.........................................................................................................10
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mango Sticky Rice merupakan salah satu makanan popular Thailand.
Makanan ini dikenal dengan cita rasa asam, manis, dan gurih yang
berasal dari perpaduan asam dan manis dari mangga dan gurih dari ketan.
Mango Sticky Rice adalah hidangan pencuci mulut khas Thailand yang
populer, memiliki makna budaya dan sering disajikan diperayaan.
Hidangan ini mencerminkan kombinasi rasa dan tekstur yang khas dalam
masakan Thailand.
Hidangan ini tidak hanya sekedar makanan penutup, tetapi juga bagian
dari tradisi kuliner Thailand. Mango Sticky Rice sering dikaitkan dengan
musim panen mangga, yang menjadi waktu terbaik untuk menikmatinya.
Selain itu, hidangan ini melambangkan kemakmuran dan kebersamaan
dalam budaya setempat, dan restoran Thailand di seluruh dunia
menyajikan Nasi Ketan Mangga. Hid angan ini semakin populer berkat
kepopuleran makanan Thailand secara global, sehingga banyak yang
menjadikan Mango Sticky Rice sebagai kuliner wajib coba.
Melihat potensi besar Mango Sticky Rice sebagai dessert yang banyak
disukai, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan popularitas dan daya
saingnya di pasar yang lebih luas. Dengan inovasi baik dari segi rasa,
bentuk, maupun cara pemasaran, Mango Sticky Rice berpotensi tidak
hanya menjadi favorit di Thailand tetapi juga memperkenalkan citarasa di
Indonesia di.
Oleh karena itu, dalam proposal ini akan dibahas strategi untuk
mengembangkan dan mempromosikan Mango Sticky Rice agar menjadi
pilihan kuliner yang menarik dan relevan di tengah tren makanan dan
gaya hidup modern.
4
BAB II
ISI RENCANA USAHA
2.1 Analisis SWOT
1. Strength (Kekuatan):
Rasa Manis & Gurih yang Seimbang – Kombinasi ketan yang gurih
dengan mangga manis sangat disukai banyak orang.
Bahan Alami & Sehat – Terbuat dari bahan alami seperti beras ketan,
santan, dan mangga tanpa bahan pengawet.
Makanan Tradisional Populer – Salah satu dessert khas Thailand yang
sudah dikenal di banyak negara.
Cocok untuk Berbagai Usia – Disukai anak-anak hingga orang dewasa
karena rasanya yang lembut dan manis alami..
2. Weakness (Kelemahan):
Ketergantungan pada Musim Mangga – Rasa Mango Sticky Rice sangat
bergantung pada kualitas mangga, yang bisa berubah tergantung musim.
Kurang Tahan Lama – Karena berbasis santan dan buah segar, makanan
ini cepat basi jika tidak disimpan dengan benar.
Tinggi Kalori – Kombinasi ketan, santan, dan gula membuatnya cukup
tinggi kalori, kurang cocok untuk diet rendah gula.
Persiapan Butuh Waktu – Memasak ketan hingga teksturnya pas dan
menyiapkan santan yang gurih membutuhkan ketelitian.
3. Opportunity (Peluang):
Tren Dessert Asia yang Populer – Makanan khas Asia semakin diminati,
terutama di kalangan pecinta kuliner internasional.
Potensi Kreasi Baru – Bisa dikombinasikan dengan varian topping seperti
es krim, kacang, atau saus karamel untuk inovasi menu.
Peluang Bisnis Online & Franchise – Bisa dijual secara online atau
dikembangkan dalam konsep waralaba (franchise).
Bisa Dibuat Versi Sehat – Menggunakan santan rendah lemak atau
pemanis alami bisa menarik konsumen yang peduli kesehatan..
4. Threat (Ancaman):
5
Banyak Kompetitor – Mango Sticky Rice sudah banyak dijual, baik di
restoran Thailand maupun UMKM lokal.
Fluktuasi Harga Bahan Baku – Harga mangga dan beras ketan bisa naik
turun, mempengaruhi harga jual.
Selera Konsumen Berubah – Tren dessert cepat berubah, Mango Sticky
Rice harus terus berinovasi agar tetap diminati.
Regulasi & Standar Kesehatan – Penggunaan santan dan penyimpanan
makanan harus memenuhi standar keamanan pangan agar tidak cepat basi
atau menyebabkan alergi.
2.2 Perencanaan Produksi
Perencanaan Produksi Sosis Solo
1. Lokasi Produksi Lokasi produksi Mango Sticky Rice akan bertempat di
lingkungan sekolah SMA Negeri 3 Kediri dan rumah anggota kelompok yang
bersedia dan berkenan untuk kegiatan, serta memenuhi kriteria tempat produksi.
Tempat produksi dipilih dengan mempertimbangkan standar kebersihan,
ketersediaan alat, dan kemudahan akses bagi seluruh anggota kelompok.
2. Alat dan Bahan
Bahan:
1. Ketan (beras ketan) 1 ½ cangkir
2. Santan 1 cangkir
3. Gula pasir ½ cangkir
4. Garam ¼ sendok teh
5. Mango matang 2-3 buah
6. Daun pandan
Alat:
1. Panci
2. Saringan
3. Wadah
4. Panci kukus
5. Sendok
6
6. Piring saji
3. Cara Pembuatan
1. Rendam beras ketan selama kurang lebih dua jam.
2. Masak kentan dengan santan, garam, gula, dan daun pandan selama
kurang lebih 20 menit, hingga menjadi aron. Setelah itu kukus sekitar 30
menit hingga matang dan lunak, atau gunakan rice cooker.
3. Selama ketan dikukus atau dimasak dengan rice cooker siapkan sausnya.
4. Untuk membuat saus, masak santan dengan api kecil, masukkan garam,
gula, dan maizena cair. Aduk perlahan hingga mengental dan mendidih.
Angkat, dinginkan.
5. Jika ketan sudah matang, angkat dan taruh di wadah datar, lalu ratakan.
Siramkan setengah dari saus santan yang sudah dibuat, lalu aduk-aduk
perlahan hingga tercampur rata.
6. Untuk menyajikan, wadahi tiga sampai empat sendok makan ketan di
piring kecil.
2.3 Perhitungan BEP
A. Daftar Biaya Peralatan
No Nama Barang Jumlah Harga/Unit Total
Unit
1 Panci Kukus 1 Rp. 45.000 Rp.
45.000
2 Panci 1 Rp. 15.000 Rp.
15.000
3 Saringan 1 Rp. 5.000 Rp.
5.000
4 Spatula 1 Rp. 5.000 Rp.
5.000
5 Sendok 1 Lusin Rp. 7.000 Rp.
7.000
6 Pisau 1set Rp. 18.000 Rp.
18.000
7 Talenan 1 Rp. 6.000 Rp.
6.000
Total Biaya Rp. 101.000
7
B. Daftar Biaya Variabel
No Nama Barang Jumlah Harga/Unit Total
Unit
1 Beras ketan ½ kg Rp. 18.000 Rp. 18.000
2 Gula pasir 125g Rp. 6.000 Rp. 6.000
3 Garam 1 Bks Rp. 3.000 Rp. 3.000
4 Mangga 1 kg Rp. 35.000 Rp. 35.000
5 Daun pandan 1 Ikat Rp. 1.000 Rp. 1.000
6 Santan 65ml Rp. 3.500 Rp. 3.500
Total Biaya Rp. 66.500
C. Menghitung BEP
biaya tetap = biaya sewa + biaya peralatan
= 0 + 101.000
=101.000
biaya variabel = 66.500
biaya variabel perunit= 66.500/10 = 6.650
harga jual perunit= Rp. 10.000
BEP= biaya tetap /harga jual perunit-harga variabel perunit
=101.000/10.000 – 6.650
=101.000/3.350
= 30
8
jadi, kamu harus menjual 30 porsi untuk mencapai BEP.
9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Produksi Mango Sticky Rice sebagai salah satu makanan khas
Thailand memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut,
terutama di kalangan generasi muda yang saat ini semakin tertarik pada
dessert. Melalui perencanaan produksi yang tepat, pemilihan bahan baku
yang berkualitas, serta optimalisasi biaya variabel, Mango Sticky Rice
dapat menjadi produk yang tidak hanya lezat tetapi juga ekonomis untuk
diproduksi.
Dengan lokasi produksi yang fleksibel di SMA Negeri 3 Kediri dan
rumah anggota kelompok, serta upaya untuk mengurangi biaya produksi
tanpa mengorbankan kualitas, produk ini diharapkan dapat mencapai titik
impas (BEP) dan menjadi salah satu produk yang diminati di pasar lokal.
Dalam jangka panjang, pengembangan produk ini juga dapat
berkontribusi pada pelestarian kuliner tradisional serta membuka peluang
ekonomi bagi para pelaku usaha kecil.
Melalui proposal ini, kami berharap dapat mengimplementasikan strategi
produksi dan pemasaran yang lebih efektif, sehingga Sosis Solo dapat
lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.
10