0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan32 halaman

Road Map Zero Accident Vision K3 2024

Dokumen ini membahas tentang Road Map Zero Accident Vision (ZAV) di PT Bukit Asam, dengan fokus pada pentingnya implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) untuk mencapai keselamatan kerja dan keberlangsungan usaha. ZAV bertujuan untuk membentuk budaya keselamatan yang melibatkan seluruh karyawan dan memastikan bahwa setiap kecelakaan dapat diprediksi dan dicegah. Terdapat empat pilar utama dalam ZAV yaitu Komitmen, Komunikasi, Budaya, dan Pembelajaran yang menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

arinouse Achange
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan32 halaman

Road Map Zero Accident Vision K3 2024

Dokumen ini membahas tentang Road Map Zero Accident Vision (ZAV) di PT Bukit Asam, dengan fokus pada pentingnya implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) untuk mencapai keselamatan kerja dan keberlangsungan usaha. ZAV bertujuan untuk membentuk budaya keselamatan yang melibatkan seluruh karyawan dan memastikan bahwa setiap kecelakaan dapat diprediksi dan dicegah. Terdapat empat pilar utama dalam ZAV yaitu Komitmen, Komunikasi, Budaya, dan Pembelajaran yang menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

arinouse Achange
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

“ROAD MAP

ZERO ACCIDENT VISION


(ZAV)”

Bulan K3 PT Bukit Asam, 18 Januari 2024


LATAR BELAKANG

Tema dari Panitia  Pentingnya Implementasi SMKP Dalam Kegiatan Pertambangan

Tema BK3 Nasional  Budayakan K3, Sehat Dan Selamat Dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha

Kok Jadi

“Road Map
Zero Accident Vision (ZAV)” ???
LATAR BELAKANG

a. Lagging Indicator (Data Jumlah Kecelakaan Tambang dari Tahun 2015-2023)

Sumber : [Link]/ Kecelakaan Tambang


LATAR BELAKANG

a. Lagging Indicator

Sumber : [Link]/ Kecelakaan Tambang


LATAR BELAKANG

b. Bagaimanakah dengan Leading Indicator di PT Bukit Asam Dan Mitra Kerjanya??

Bonus :
Award GMP (5 Aspek)
Award-Award Lainnya
(Naker, KLHK, Kesehatan dsb)

Dimanakah Posisi Penilaian Kinerja


Keselamatan Pertambangan ??
(Safety Maturity Level)

Hasil Internal Audit SMKP ??


Audit ISO dsb ??
LATAR BELAKANG
c. Salah Satu dampak Jika terjadi Kecelakaan Tambang berakibat Mati ..

Sumber: SE dirjen Minerba No. 06.E /37.04/DJB/2019


APAKAH YANG BISA KITA LAKUKAN????
PENDAHULUAN
• Zero Accident Vision (ZAV) adalah sebuah Pandangan yang ingin dibangun Perusahaan,
yakni sudah seharusnya setiap di operasional :
Pekerja haruslah Selamat dan Sehat (terhindar dari kecelakaan kerja dan Penyakit
Akibat Kerja) serta
Lingkungan Selamat (terhindar dari Pencemaran Lingkungan)

• Zero Accident Vision (ZAV) bukanlah sekedar untuk mencapai tujuan statistik Zero Accident
KPLH semata, namun suatu keyakinan bahwa secara moral setiap orang/karyawan haruslah
bertanggung-jawab atas keselamatan dan kesehatan dirinya dan orang lain serta
lingkungannya saat bekerja.  catatan Penting Zero Accident dpt dicapai dengan adanya
Keterlibatan dan Kesadaran seluruh anggota Organisasi

• Zero Accident Vision (ZAV) KPLH didasari pada kesadaran & keyakinan umum bahwa
semua kecelakaan pada dasarnya:
> 100% dapat diprediksi
> 100% dapat dicegah
> 100% secara moral tidak boleh direncanakan terjadi
PENDAHULUAN
• Sudah banyak perusahaan-perusahaan di dunia menerapkan kebijakan dan berhasil mencapai
dan mempertahankan kinerja “zero accident”. Perusahaan-perusahaan tersebut membentuk
kelompok perusahaan yang menerapkan “Zero Accident Vision” (Contohnya di Finlandia – 532
perusahaan tergabung dalam Zero Accident Forum)*

• Zero accident dapat kita wujudkan. Kunci dalam mewujudkannya adalah membentuk
pandangan dan berpikir selamat melalui:
1. Komitmen  Komitmen dan dukungan aktif dari Senior Managemen, Pemilik bisnis dan
direktur (Walton, 1985) dan memberikan Kewenangan sepenuhnya untuk KTT
/ PJO dan Bagian Keselamatan Pertambangan untuk mengelola Keselamatan
Pertambangan
2. Communication (komunikasi)  Komunikasi yang efektif dan media program keselamatan
yang berkelanjtuan (Allen & Guzley, 1992)
3. Culture (budaya) dan
4. Learning (pembelajaran keselamatan).

* Data Maret 2023 9


TUJUAN

• Membentuk pendangan Seluruh karyawan / terlibat untuk berperilaku selamat dan ber budaya
keselamatan di Seluruh Wilayah Operasional.

• Mewujudkan Zero Accident KPLH (Keselamatan Pertambangan dan Lingkungan Hidup)


di Operasional secara berkelanjutan

• Meningkatkan level Kinerja Keselamatan Pertambangan Perusahaan

• Memiliki Tujuan Sasaran Program yang jelas untuk menuju Zero Accident

10
KONDISI SAAT INI DIMANAKAH BUDAYA KITA ???

]esilient

Proaktif

Terencana

Reaktif

Dasar
4 (EMPAT) PILAR ZAV

Zero Accident Vision (ZAV)

Communication
Commitment

Learning
Culture
PEOPLE
4 (EMPAT) PILAR ZAV
1. Komitmen dukungan dan strategi Lagging Indikator yang ingin dicapai dari BOD
kepada KTT/PJO, Penguatan Organisasi Bagian Keselamatan Pertambangan (Contoh :
Bagian Keselamatan Operasi mandiri dan tidak terikat di bagian-bagian masing-
masing, pembentukan bagian Internal Audit SMKP,, Section Campaign / CMS / ERT
Tersendiri dan Tim Pelatihan K3LH)
2. Komunikasi melalui berbagai media (Peningkatan Kualitas induksi, kampanye,
pertemuan, pendekatan religious/ psikologis, digitalisasi program Keselamatan
pertambangan)
3. Peningkatan Pencapaian Budaya ZAV melalui SMKP misal minimal 70 % Kepada Owner
dan Seluruh Mitra kerja serta Kenaikan Penilaian Kinerja KP (Safety Maturity Level)
Secara bertahap baik SMKP + SML
4. Learning ZAV Konsistensi melalui praktek terbaik (Best Practice) pengelolaan
Keselamatan Pertambangan dan Lingkungan Hidup (KPLH)
PILAR I : KOMITMEN

What is the commitment ? Level of commitment

“commitment is what DO

transforms a PROMISE “action”


PROMISE

into REALITY” COMMIT

WILL; INTEND; SHALL


Abraham Lincoln “willingness” MAY; CAN; COULD

HAVE TO; NEED TO; MUST

“dream” HOPE; WISH; TRY

(Yagnes Sondarva, Organizational Commitment, 2015)


WHO IS RESPONSIBLE DECLARE & IMPLEMENT THE
COMMITMENT?

BOARD OF
DIRECTORS
consultation; review.
communication;

KTT/PM/PJO

management Supervisor (PO/PT) staff


Who is responsible declare & implement the
commitment?
CTH : PERAN DAN TANGGUNG JAWAB

Commitment and Top


Strategic Thinking Management

Create/Evaluate
Middle Middle
Accountable Safety
Program Management Management

Implement
All All All
Accountable Safety
Program Employee Employee Employee
KEY PERFORMANCE INDICATORS
Lagging Indicator Leading Indicator
ZERO ACCIDENT SMKP Owner dan Mitra Kerja Minimal 70% --> 75 % --> 80 %
Peningkatan Penilaian Kinerja KP Secara Bertahap (Reaktif -->
Zero Kecelakaan Lingkungan
Terencana --> Pro Aktif)
Zero Penyakit Akibat Kerja/Penyakit
Penilaian Aspek Good Mining Practise (GMP) dari ESDM :
Tenaga Kerja
a. Aspek Keselamatan Pertambangan : Pratama --> Utama --> Aditama
b. Aspek Perlindungan Lingkungan : Pratama --> Utama --> Aditama
c. Aspek Teknis Pertambangan : Pratama --> Utama --> Aditama
d. Aspek Konservasi Pertambangan :Pratama --> Utama --> Aditama
e. Aspek Usaha Jasa dan Standarisasi : Pratama --> Utama --> Aditama
Keterlibatan Award Zero LTI dan Perusahaan Peduli Pencegahan
HIV/AIDS dari Naker : 3 Mitra Kerja --> 8 Mitra Kerja dst…
K3 Perkantoran dari Kemenkes : 1 Perushaan --> 3 dst
Proper Lingkungan dari KLHK : Biru --> Hijau --> Emas

ZAV ( Zero Accident Vision) Aman, Sehat, Selamat, Efisien dan Produktif
PILAR II : COMMUNICATION

Penelitian Membuktikan : Menggabungkan visual dengan informasi berbasis teks


(Infografis) dapat meningkatkan kemampuan menyimpan informasi yang disajikan,
bahkan dapat menambah tingkat Pemahaman hingga 323%.

Syarat Infografis yang baik :


1. Memahami Siapa Target dan Tujuan
2. Buatlah Sesederhana Mungkin
3. Menampilkan Bukan Menceritakan
4. Penggunaan Teks Secara Minimal dan
5. Membuat Judul Yang Menaarik
6. Penggunaan Warna yang sesuai
7. Membuat Info yang Mengalir
8. Data/Sumber Menjadi yang utama
9. Perhatikan Durasi / Intensitas Informasi
PILAR III : CULTURE

Konsep Budaya Keselamatan :

KELOMPOK
PRIBADI - INDIVIDU
TANGGUNGJAWAB DAN PERILAKU DAN
KESADARAN PENGENDALIAN KOMPETENSI

KEPEMIMPINAN DAN PENGUAT DAN DUKUNGAN


DUKUNGAN PROSES SISTEM MANAJEMEN

ORGANISASI
EKSTERNAL

A System Model of Safety Culture (Cox et al., 1997)


PILAR III : CULTURE

Konsep Penalaahan Awal di SMKP:

Identifikasi dan Pemenuhan Peraturan


Tujuan, Sasaran dan Rencana Kerja dan
Penelaahan Awal Manajemen Risiko Perundangan dan Persyaratan Lainnya
Program Anggaran KP
yang Relevan

 Perusahaan telah melakukan penelaahan awal dalam perencanaan


 Telah menentukan tingkat pencapaian kinerja Keselamatan Pertambangan yang telah sesuai
dengan kondisi
 Telah sinkron dengan program keselamatan pertambangan yang ditetapkan
Sumber: Kepdirjen Minerba ESDM No. 185/2019
ITEM PENGUKURAN TINGKAT KINERJA
KESELAMATAN PERTAMBANGAN

4 Indikator 24 Parameter 194 Item Pengukuran

Rubrik
Partisipasi pekerja 2 Parameter 29 Item Pengukuran Penilaian
Tinjauan
Dokumentasi

Tanggung jawab pimpinan Rubrik Kuesioner


8 Parameter 98 Item Pengukuran
unit kerja Penilaian

Wawancara

Analisis dan statistik kecelakaan


kerja, penyakit akibat kerja, Rubrik
4 Parameter 18 Item Pengukuran Penilaian Observasi
kejadian akibat penyakit tenaga
kerja, dan kejadian berbahaya
Focus Group
Discussion
Upaya-upaya pengendalian Rubrik
10 Parameter 49 Item Pengukuran Penilaian
yang telah dilakukan

Sumber: Kepdirjen Minerba ESDM No. 10.K/MB.01/DJB.T/2023


TIM PENILAI PENGUKURAN TINGKAT KINERJA
METODE PENGUMPULAN DATA

Tinjauan Focus Group


Kuesioner Wawancara Observasi
Dokumentasi Discussion

Sumber: Kepdirjen Minerba ESDM No. 10.K/MB.01/DJB.T/2023


SUDAH KAH KITA MENGUKUR TINGKAT KINERJA KESELAMATAN
PERTAMBANGAN ?? DAN DIMANAKAH POSISI KITA

Resilient

Proaktif • Seluruh pekerja baik


manajemen maupun
pelaksana telah
Terencana • Target & sasaran bekerja sesuai
keselamatan dengan peraturan
pertambangan telah dan budaya
Reaktif • Terdapat sistem ada di masing- keselamatan
yang terencana & masing pertambangan.
dikembangkan, departemen/bagian
Dasar • Sistem bekerja namun hanya dan menjadi poin
berdasarkan berfokus terhadap utama dalam
peurunan angka penyusunan Keterangan:
kejadian/insiden
• Sistem yang ada • Hanya fokus kecelakaan, rencana kegiatan
< 0.50 = Tingkat Dasar
hanya sekedar terhadap kejadian berbahaya, • Sistem dijalankan
pemenuhan regulasi masalah/ kejadian akibat untuk pemenuhan 0.50 ≤ × < 0.70 = Tingkat Reaktif
• Implementasi hanya kejadian penyakit tenaga kebutuhan
kerja, dan penyakit pekerjaan 0.70 ≤ × < 0.80 = Tingkat Terencana
dilakukan saat • Investigasi
dilakukan kegiatan hanya akibat kerja 0.80 ≤ × < 0.90 = Tingkat Proaktif
pengawasan. difokuskan • Fokus hanya pada
terhadap penerapan program 0.90 ≤ × ≤ 1 = Tingkat Resilient
kesalahan keselamatan
manusia pertambangan yang
telah direncanakan.

Sumber: Kepdirjen Minerba ESDM No. 10.K/MB.01/DJB.T/2023


PILAR IV : LEARNING

Konsistensi melalui praktek terbaik (Best Practice) pengelolaan Keselamatan


Pertambangan dan Lingkungan Hidup (KPLH)  Program – Program KPLH yang
Membumi

SMKP

GMP AWARD, Complly


SMK3,
Naker dsb Proper dll
CATATAN PENTING DALAM MEMBUAT PROGRAM
PASTIKAN  PASTIKAN DAN PASTIKAN

Spesifik
Target tidak boleh ambigu, harus S
jelas, dan dipaparkan dengan
Bahasa yang lugas Measureable
M Proses kemajuannya atau
pelaksanaannya dapat di ukur
Achievable
Target harus realistis dan A
dapat dicapai(attainable)
Relevan
R Target yang relevan, jika
tercapai, akan mendorong
Time Based tim, departemen, dan
Mempunyai target waktu T organisasi lebih maju
yang jelas
RENCANA PROGRAM KERJA STRATEGIS (SESUAI 4 PILAR ZAV)
Commitmen Communication Culture Learning
Review System Management yang diterapkan oleh
Pertemuan Komite Keselamatan
Menetapkan KPI 5 Tahunan terkait Perusahaan untuk terintegrasi dengan System Dibagi 2 Yaitu peningkatan Kompetensi karyawan dan
Pertambangan Yang Berkualiatas dan
Keselamatan Pertambangan management Keselamaatan pertambangan dan Implementasi praktek-Praktek terbaik
efektif
Lingkungan Managemen system yang diterapkan

1. Teknis :
a. Menerapkan penilaian Good Mining Practise di area
Tambang
Induksi Keselamatan Pertambangan
b. Menerapkan penilaian Road Condition Index di area
dan Lingkungan Hidup (KPLH) yang
Hauling
berkualitas untuk karyawan & tamu
Review Kebijakan dan Kewenangan PJO SMKP menjadi tools dalam hal Menilai kinerja Kontraktor c. Implementasi & Audit SMKP. Implementasi
dengan memasukkan Tujuan
dan Bagian Keselamatan Pertambangan (CSMS = Contractor Safety Management System) lapangan yang berkualitas tidak terbatas pada aspek
Perusahaan untuk mencapai Zero
dokumentasi/administratif
Accident
d. CSMS yang efektif, tidak hanya sebagai fungsi
administratif, namun kontrol & evaluasi kinerja KPLH
sbg pertimbangan kontrak * (Keterlibatan PIC Kontrak)

e. 5R terintegrasi & menyeluruh


f. HIRA yang terkini & implementasi yg konsisten
Memperkuat Struktur Organisasi yang i. Pengelolaan & Pemantauan IH dan OH
Kampanye KPLH yang terencana,
mendukung KTT contoh di Bagian Pengukuran secara kuantitatif budaya penilaian Kinerja
masif & berkualitas
Keselamatan Pertambangan dan Keselamatan pertambangan secara berkala (2 Tahun)
Operasional

2. Peningkatan Pengawas berkelanjutan meliputi :


Meneptapkan KPI organisasi baik secara Membangun budaya KPLH yang [Link] training & sertifikasi KPLH kepada
struktural, fungsional maupun kepada dikemas dalam kegiatan kegiatan Membentuk panel reviewer untuk hasil investigasi karyawan sesuai ketentuan perundangan & kebutuhan
Individu karyawan (Contoh Terkait K3LH olahraga, keagamaan, sosial & kecelakaan organisasi
50 % prosentase penilaiannya sedangkan keluarga b. membuat tools assesmen pengawas untuk masing-
aspek teknis di 50 %) masing jabatan di area Kerja dan yang melakukan
assesmen adalah minimal level Dept Head/Section di
Zero tolerance pelanggaran KPLH dan perusahaan
Apresiasi kepada Pekerja yang Memasukkan kecenderungan perilaku safety sebagai c. Reward dan Punishment Pengawas (Kinerja baik dan
mengimplementasikan ZAV komponen pertimbangan rekrutmen Buruk)

Penggunaan Teknologi Informasi agar


Peningkatan kualitas Safety Accountability Program
informasi K3 & KO lebih mudah
(frekwensi, sasaran ke Resiko tinggi, fokus ke perilaku,
diakses, dibagikan & ditindak-lanjut 28
tindak lanjut)
(more accessible, shareable, and
actionable) --> ZAV Database
FORMULA JANGKA PENDEK

ZERO
ZERO
100% SAP VIOLATION/
ACCIDENT
TOLERANCE
Program-program Jangka Pendek :
1. Gunakan Momentum Bulan K3-2024 Mengisi Berbagai program dan keterlibatan Seluruh Pihak
2. Pendampingan dan Pembinaan dari instansi terkait
3. Peningkatan standar Mitra kerja dan Kualitas PJO (Re-Assesmen)- CMS
4. Peningkatan Bertahap Implementasi SMKP
FORMULA JANGKA PANJANG
2024 2025
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

PROGRAM KERJA SYSTEM


Review System Managemen
Perusahaan dan mengintegrasikan
dengan GMP- SMKP - Eniviro
management System (ZAV
Peningkatan awareness SMKP secara
masiv P dan Wajib kepada semua
Managemen
Audit Internal SMKP
Audit External SMKP menggunakan
Badan Independen yang ditunjuk Oleh
Pemerintah
Digitalisasi Database K3 -KO (Meliputi
ZAV Managemen System)
Keikutsertaan Penilaian GMP Award
dan award lainnya dari pemerintah
a. 5 Aspek GMP Award
b. Naker award (Zero LTI dan Peduli
Pencegahan HIV AIDS) mendorong
mitra kerja untuk kualitas dokumen dan
motivasi mendapatkan
Non Teknis : Meminta pendampingan
secara resmi kepada Instansi Terkait
untuk peningkatan /Pembinaan Aspek
Keselamatan Pertambangan,
standarisasi, usaha jasa dan lingkungan
hidup
Peningkatan Kompetensi Keselamatan
Pertambangan & Lingkungan Hidup
(KPLH)
RESULT : SUATU SAAT…CITA-CITA

COMMITMEN
+ COMMUNICATION + CULTURE + LEARNING

Zero Accident Vission


TERCAPAINYA KPI
(LAGGING INDICATOR =ZERO ACCIDENT)
Bonus :
Award GMP (5 Aspek)
Award-Award Lainnya
(Naker, KLHK, Kesehatan dsb)

SML Pro Aktif

SMKP > 70 %
TERIMA
KASIH

32

Anda mungkin juga menyukai