RPP Agribisnis: Kandang Ternak SMK
RPP Agribisnis: Kandang Ternak SMK
(RPP)
SMK : SMK
Mata Pelajaran : Agribisnis Aneka Ternak
Kelas /Semester : XI/ Genap
Materi Pokok : Peralatan Kandang Aneka Ternak
Pertemuan Ke : 1 (satu)
Alokasi Waktu : 4 JP
Tahun Pelajaran : 2024/2025
A. Kompetensi inti
1 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kerja Agribisnis Ternak Unggas pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional
2 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan
bidang kerja Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
B. Kompetensi Dasar
3.6. Menerapkan persiapan kandang dan alat untuk usaha aneka ternak
4.6. Melakukan persiapan kandang dan alat untuk usaha aneka ternak
3.6.1. Menjelaskan defenisi, tujuan, manfaat dan syarat utama kandang aneka ternak
3.6.2. Menjelaskan jenis, macam dan tipe kandang
3.6.3. Menentukan kandang yang baik untuk aneka ternak
3.6.4. Menjelaskan alat untuk usaha aneka ternak ( kuda, kelinci, babi, lebah, rusa, anjing,
kucing, dan reptile)
4.6.1. Mengulangi defenisi, tujuan, manfaat dan syarat utama kandang
4.6.2. Meningkatkan pengetahuan tentang jenis, macam dan tipe kandang
4.6.3. Menyimpulkan kandang yang baik untuk aneka ternak
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan literasi, penayangan gambar dan video, diskusi dan praktikum yang
menjunjung sikap peduli, jujur, tanggungjawab, kerjasama dan responsive, diharapkan
peserta didik dapat:
3.6.1. Menjelaskan defenisi, tujuan, manfaat dan syarat utama kandang aneka ternak
3.6.2. Menjelaskan jenis, macam dan tipe kandang
3.6.3. Menentukan kandang yang baik untuk aneka ternak
3.6.4. Menjelaskan alat untuk usaha aneka ternak ( kuda, kelinci, babi, lebah, rusa, anjing,
kucing, dan reptile)
4.6.1. Mengulangi defenisi, tujuan, manfaat dan syarat utama kandang
4.6.2. Meningkatkan pengetahuan tentang jenis, macam dan tipe kandang
4.6.3. Menyimpulkan kandang yang baik untuk aneka ternak
D. Materi Pembelajaran
1. Kandang ternak
2. Kebutuhan kandang dan peralatan
3. Lokasi kandang
4. Kontruksi kandang
E. Metode Pembelajaran
1. Model : Project Based Learning
2. Pendekatan : Saintifik Learning
3. Metode : Ceramah, diskusi, presentasi
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I
Alokasi
Kegiatan Sintaks Deskripsi
Waktu
Pendahuluan Orientasi 1. Guru melakukan pembukaan 15 menit
dengan salam pembuka
2. Guru menunjuk salah satu peserta
didik untuk memimpin doa
sebelum pembelajaran
3. Guru memeriksa kehadiran
peserta didik sebagai sikap
disiplin
4. Guru menyiapkan fisik dan psikis
peserta didik dalam mengawali
kegiatan pembelajaran.
5. Guru memberikan motivasi
pembelajaran kepada peserta
didik
Mengamati
4. Guru mengarahkan peserta didik
untuk membentuk kelompok
sebanyak 2 kelompok dengan 5
orang anggota.
5. Guru membagikan lembar kerja
peserta didik (LKPD) pada masing-
masing kelompok
6. Guru menunjukan video program
pencegahan penyakit melalui
sanitasi ternak
7. Kelompok peserta didik mengamati
tayangan video
Menyusun Menanya
perencanaan 1. Setelah mengamati tayangan video,
project guru menginstruksikan kelompok
peserta didik
2. Setiap kelompok berdiskusi untuk
tentang hal-hal yang berkaitan hal-
hal yang perlu dilakukan
membangun kandang yang baik bagi
aneka ternak
Mengumpulkan Data/Informasi
3. Peserta didik mencari informasi
mengenai kandang aneka ternak
dibuat masing-masing kelompok
melalui buku, modul dan browsing
melalui internet.
4. Masing-masing kelompok
mencatatkan hasil diskusi.
5. Masing-masing kelompok
melaporkan hasil diskusi berupa hal-
hal yang berkaitan hal-hal yang
perlu dilakukan agar dapat membuat
kandang yang baik bagi aneka ternak
Penutup Peserta didik : 15 Menit
1. Membuat rangkuman/simpulan
[Link] point-point
penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan.
2. Melakukan refleksi terhadap
kegiatan yang sudah
dilaksanakan.
Guru :
3. Membimbing peserta didik
membuat rangkuman/skeimpulan
tentang kandang aneka ternak dan
Menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
4. Memberikan tugas kepada peserta
diidk untuk melakukan
wawancara dengan salah satu
pelaku usaha aneka ternak. Dan
hal-hal yang terkait dengan
pelaksanaan pembuatan kandang
aneka ternak
Pertemuan 2.
Mengamati
1. Guru mengarahkan peserta didik
untuk membentuk kelompok
sebanyak 2 kelompok dengan 5
orang anggota.
2. Guru membagikan lembar kerja
peserta didik (LKPD) pada
masing-masing kelompok
3. Guru menunjukan video
kandang aneka ternak
4. Kelompok peserta didik
mengamati tayangan video
Menyusun Menanya
perencanaan 1. Setelah mengamati tayangan
project video, guru menginstruksikan
kelompok peserta didik
2. Setiap kelompok berdiskusi
untuk tentang aspek-aspek
teknis yang diperhatikan dalam
membangun kandang
Mengumpulkan Data/Informasi
1. Peserta didik mencari informasi
mengenai kandang aneka ternak
dibuat masing-masing kelompok
melalui buku, modul dan
browsing melalui internet.
2. Masing-masing kelompok
mencatatkan hasil diskusi.
3. Masing-masing kelompok
melaporkan hasil diskusi berupa
hal-hal yang berkaitan hal-hal
yang perlu dilakukan agar dapat
membuat kandang yang baik
bagi aneka ternak
Penutup Peserta didik : 15 Menit
1. Membuat rangkuman/simpulan
[Link] point-point
penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang
baru dilakukan.
2. Melakukan refleksi terhadap
kegiatan yang sudah
dilaksanakan.
Guru :
3. Membimbing peserta didik
membuat
rangkuman/skeimpulan tentang
kandang aneka ternak dan
Menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
4. Memberikan tugas kepada
peserta didik untuk mengambar
denah kandang aneka ternak
Pertemuan 3.
Mengamati
1. Guru mengarahkan peserta didik
untuk membentuk kelompok
sebanyak 2 kelompok dengan 5
orang anggota.
2. Guru membagikan lembar kerja
peserta didik (LKPD) pada
masing-masing kelompok
3. Guru menunjukan video
kandang aneka ternak
4. Kelompok peserta didik
mengamati tayangan video
Menyusun Menanya
perencanaan 1. Setelah mengamati tayangan
project video, guru menginstruksikan
kelompok peserta didik
2. Setiap kelompok berdiskusi
untuk syarat lokasi kandang
yang baik bagi aneka ternak
Mengumpulkan Data/Informasi
1. Peserta didik mencari informasi
mengenai kandang aneka ternak
dibuat masing-masing kelompok
melalui buku, modul dan
browsing melalui internet.
2. Masing-masing kelompok
mencatatkan hasil diskusi.
3. Masing-masing kelompok
melaporkan hasil diskusi berupa
hal-hal yang berkaitan hal-hal
yang perlu dilakukan agar dapat
membuat kandang yang baik
bagi aneka ternak
Penutup Peserta didik : 15 Menit
1. Membuat rangkuman/simpulan
[Link] point-point
penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang
baru dilakukan.
2. Melakukan refleksi terhadap
kegiatan yang sudah
[Link] :
Guru :
3. Membimbing peserta didik
membuat
rangkuman/skeimpulan tentang
kandang aneka ternak dan
Menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
4. Memberikan tugas kepada
peserta didik untuk mengambar
denah kandang aneka ternak
G. Media/alat,Bahan, dan Sumber Belajar
1) Media/alat:
- Video kandang ternak
2) Bahan: Spidol
3) Sumber Belajar:
Modul/bahan ajar agribisnis aneka ternak
Situs Internet
Keterangan:
Skala
Nama Sikap Deskripsi Sikap
Penilaian
Berbicara sesuai fakta pada saat
4 diskusi, presentasi dan praktikum ( 3
kali)
Berbicara sesuai fakta pada saat
3 diskusi/ presentasi/praktikum ( 2
kali)
Jujur
Berbicara sesuai fakta pada saat
2 diskusi/ presentasi/praktikum ( 1
kali)
Tidak pernah berbicara sesuai fakta
1 pada saat
diskusi/presentasi/praktikum
Kerjasama Membantu oranglain yang mengalami
4 kesulitan pada saat diskusi, presentasi
dan praktikum (3 kali)
Membantu oranglain yang
mengalami kesulitan pada saat
3
diskusi/presentasi dan praktikum (2
kali)
Membantu oranglain yang
mengalami kesulitan pada saat
2
diskusi/ presentasi /praktikum (1
kali)
1 Tidak pernah membantu orang lain
yang mengalami kesulitan pada saat
diskusi/ presentasi/praktikum
Mengemukakan pendapat pada saat
4
diskusi/presentasi/praktikum (3 kali)
Mengemukakan pendapat pada saat
3 pada saat diskusi/
Responsif presentasi/praktikum ( 2 kali)
Mengemukakan pendapat pada saat
2
diskusi/presentasi/praktikum (1 kali)
Tidak pernah mengemukakan
1
pendapat
Datang ke kelas tepat pada waktu
4
yang semestinya (07.00)
Datang ke kelas lebih lima menit
3
dari waktu yang semestinya (07.05)
Disiplin Datang ke kelas lebih sepuluh menit
2
dari waktu yang semestinya (07.10)
Datang ke kelas lebih lima belas
1 menit dari waktu yang semestinya
(07.15)
Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan
Penilaian kompetensi keterampilan (praktikum)
Aspek Penilaian
1 2 3 4 5 6 7 8
Menggunakan Melakukan Menghitung/ Membuat Membersihkan
Nama bahan sesuai pengamatan mengolah laporan hasil lingkungan
Melaksanakan
Siswa / Menyiapkan alat dengan yang saat Melakukan data hasil praktikum praktikum
langkah kerja
Kelompok dan bahan dibutuhkan praktikum pencatatan data pengamatan
sesuai prosedur
dalam berlangsung
praktikum
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
Penilaian Keterampilan (Portofolio)
Skor
Aspek
1 2 3 4
Sistematika Kepenulisan
Langkah Proses
Analisa Data
Keterangan:
1. Sistematika Kepenulisan
Skor4: jika laporan ditulis dalam sistematika yang benar dan rapi.
Skor3: jika laporan ditulis dalam sistematika yang cukup benar dan rapi.
Skor2: jika laporan ditulis dalam sistematika yang salah tetapi rapi.
Skor1: jika laporan ditulis dalam sistematika yang salah dan tidak rapi.
2. Langkah proses
Skor4: jika langkah proses ditulis dengan benar dan sesuai.
Skor3: jika langkah proses ditulis dengan benar dan kurang sesuai.
Skor2: jika langkah proses ditulis kurang benar dan sesuai.
Skor1: jika langkah proses ditulis kurang benar dan kurang sesuai.
3. Analisa Data
Skor4: jika data/hasil dianalisa berdasarkan bukti-bukti yang akurat.
Skor3: jika data/hasil dianalisa berdasarkan bukti-bukti yang kurang kuat.
Skor2: jika data/hasil dianalisa dan tidak berdasarkan bukti.
Skor1: jika data/hasil tidak dianalisa.
Mengetahui
Kepala SMK- PP PROMAL Guru Mata Pelajaran
Agribisnis Aneka Ternak
MODUL
AGRIBISNIS ANEKA TERNAK
Kegiatan Belajar 1 : Persiapan Peralatan Kandang usaha Aneka Ternak
MATERI
Penyakit ternak
a. Pengertian Sanitasi
Sanitasi adalah tindakan menjaga kebersihan kandang, peralatan dan lingkungan
sekitar kandang. Sanitasi kandang dan peralatan dilakukan selain untuk mencegah
terjangkitnya penyakit baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, protozoa dan juga
untuk mengurangi kemungkinan penularan penyakit. Sanitasi merupakan salah satu upaya
untuk menjaga kesehatan ternak. Sanitasi kandang dan lingkungan ternak dilakukan 194
sebelum memulai kegiatan pemeliharaan ternak baik itu ternak ruminansia, unggas maupun
aneka ternak. Kegiatan sanitasi kandang dan lingkungan dilakukan dengan cara:
membersihkan lingkungan di dalam kandang dan lingkungan di luar kandang. Sanitasi di luar
kandang dilakukan dengan membabat semak-semak, menyapu dan mengumpulkannya di
tempat yang aman, sehingga tidak mengganggu atau menimbulkan penyakit pada ternak,
yang sedang dipelihara. Setelah lingkungan dibersihkan selanjutnya dilakukan pencucian
kandang dengan air hingga bersih dan baru kemudian di semprot dengan desinfektan.
b. Prinsip Kegiatan
Sanitasi Prinsip dari kegiatan sanitasi kandang, peralatan dan lingkungan adalah :
bersih secara fisik, bersih secara kimiawi (tidak mengandung bahan kimia yang
membahayakan) dan bersih secara mikrobiologis.
Yang dimaksud dengan bersih secara fisik, dalam sanitasi kandang dan peralatan adalah
bahwa kandang dan peralatan tersebut setelah disanitasi benar-benar bersih dari kotoran dan
debu yang menempel. Sehingga kandang dan peralatan tersebut secara kasat mata memang
kelihatan bersih dan enak apabila dipandang mata. Disamping itu kandang dan peralatan
tersebut secara fisik bersih dan enak apabila dipandang mata juga tidak menimbulkan bau
yang tidak sedap ( tidak enak). Kalau kandang dan peralatan tidak di sanitasi kemungkinan
yang terjadi adalah kandang tersebut kotor dan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.
Kandang dan peralatan yang kotor dan bau merupakan sarangnya suatu penyakit.
Yang dimaksud bersih secara kimia adalah: bahwa kandang dan peralatan tersebut setelah
dilakukan sanitasi memang betul-betul bersih secara kimia. Yaitu tidak mengandung bahan
kimia yang membahayakan. Membahayakan disini adalah membahayakan bagi pekerja
kandang maupun bagi ternak yang akan dipelihara di dalam kandang tersebut. Bahan kimia
untuk sanitasi kandang kadang-kadang ada sebagian yang tertinggal atau menempel bagian
bagian dinding kandang, lantai kandang atau tempat pakan dan tempat minum.
Apabila bahan kimia yang untuk sanitasi kandang tersebut ada yang mengandung bahan
beracun dan berbahaya (B3) akan membawa dampak buruk terhadap ternak yang akan
dipelihara dan dapat pula bagi pekerja kandang atau yang melakukan sanitasi. Oleh karena itu
prinsip kegiatan sanitasi kandang peralatan diharapakan memang betulbetul bersih secara
kimia.
Seperti apa yang pernah disinggung dibagian atas, bahwa kegiatan sanitasi adalah kegiatan
atau suatu tindakan untuk mencegah agar ternak yang akan dipelihara bebas dari serangan
berbagai jenis penyakit. Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan cara membersihkan
kandang dan peralatan dari semua kotoran/debu yang menempel baik yang ada di dalam
maupun diluar kandang, dan kemudian dilanjutan dengan cara mencuci dengan bahan
deterjen, mengapur dan melakukan menyemprotan dengan desinfekatan. Untuk itu dalam
pemilihan bahan kimia untuk kegiatan sanitasi harus dapat membersihkan atau membunuh
mikrobiologis yang dapat menyebabkan suatu penyakit pada ternak. Mikrobiologis atau
mikroorganisme merupakan agen atau sumber dari segala penyakit. Oleh karena itu perlu di
dibersihkan demi keberhasilan dalam proses pemeliharaan ternak.
Agar proses kegiatan sanitasi kandang, peralatan dan lingkungan dapat berhasil sesuai
dengan harapan, maka bahan untuk sanitasi harus dipilih yang mempunyai sifat efektif, murah
dan tidak mempunyai efek yang buruk. Efektif yang dimaksudadalah bahwa bahan sanitasi
tersebut harus benar-benar dipilih yang dapat membunuh mikroorganuisme atau sumber
penyakit yang tidak dikendaki. Jadi tidak asal menggunakan bahan sanitasi yang tidak jelas
sifat kegunaannya. Selain efektif harganya juga harus murah, karena kalau harganya mahal
akan menambahkan pengeluaran anggaran, sehingga nantinya dapat mengurangi keuntungan
yang didapat. Semua orang kalau ingin membeli sesuatu bahan apa saja, pasti akan memilih
bahan yang harganya murah tetapi mempunyai kualitas bagus, jadi tidak terbatas pada bahan-
bahan untuk sanitasi saja.
Disamping efektif dan harganya murah bahan sanitasi untuk kandang, peralatan dan
lingkungan harus tidak mempunyai efek yang buruk. Yang dimaksud dengan efek buruk disini
adalah apabila bahan sanitasi tersebut digunakan tidak mempunyai dampak negatif bagi
lingkungan sekitar. Yaitu tidak mencemari lingkungan baik itu tanah , air maupun udara, tidak
membahayakan bagi ternak yang akan dipemelihara, tidak membahayakan manusia, tidak
membahayakan ternak lainnya dan lain sebagainya.
Adapun sifat yang lain bahwa bahan sanitasi kandang, peralatan dan lingkungan
tersebut harus mempunyai sifat : membunuh mikroorganisme, mempunyai sifat membersihkan
yang baik, mudah digunakan, mudah didapat, bau yang ditimbulkan dapat diterima dan lain-
lain.
1) Membunuh mikroorganisme
Sifat bahan kimia yang digunakan untuk kegiatan sanitasi kandang, peralatan dan
lingkungan ternak seperti telah disinggung di atas , yaitu harus dapat membunuh
mikroorganisme sumber penyakit. Karena mikroorganisme sumber penyakit merupakan
musuh utama bagi semua peternak. Apabila mikroorganisme sumber penyakit tidak
dibunuh, maka ternak kemungkinan besar akan terserang penyakit, yang akhirnya peternak
mengalami kerugian.
2) Mempunyai sifat membersihakan yang baik
Selain mempunyai sifat membunuh mikroorganisme, bahan sanitasi harus mempunyai
sifat membersihkan yang baik. Sebagai contoh: tempat pakan dan tempat minum untuk
ternak kadang-kandang kelihatan licin, kotor dan berwarna hijau. Keadaan semacam itu,
apabila dipergunakan terus menerus dapat mengganggu kesehatan, karena mikroorganisme
sumber penyakit bersarang ditempat itu. Oleh karena itu bahan sanitasi tersebut
dipergunakan untuk membersihkannya.
3) Mudah digunakan
Keberhasilan dalam kegiatan sanitasi kandang, peralatan dan lingkungan ternak
sangat ditentukan oleh mudah dan tidaknya bahan sanitasi tersebut digunakan. Pilihlah
bahan sanitasi yang mudah digunakan, jangan memilih bahan sanitasi yang susah
penggunnaannya.
4) Mudah didapat
Dimana untuk mendapatkan bahan sanitasi kandang dan peralatan tersebut, apakah di
sekitar lokasi peternakan ataukah harus memesan terlebih dahulu. Kalau harus memesan
berarti bahan sanitasi tersebut susah didapatkan. Oleh karena itu pilihlah bahan sanitasi
yang mudah didapat, harga juga murah , mudah penggunaannya dan lain sebagainya.
Pertemuan 2.
1) Tepat Cara.
Cara penggunaan bahan sanitasi ini penting, karena apabila salah dalam
penggunaannya akan tidak efektif. Ada beberapa cara penggunaan bahan sanitasi diantara:
ditabur, dioleskan, dilarutkan dalam air, disemprotkan dan lain sebainya.
2) Tepat Sasaran
Dalam menggunakan bahan sanitasi untuk kandang dan peralatan harus dipilih dan
harus tepat sasarannya. Yaitu untuk membunuh mikroorganisme atau membersihkan
mikroorganisme jenisnya apa? apakah bakteri, virus, protozoa ataukah jamur. Karena masing-
masing mikroorganisme mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda.
3) Tepat Dosis
Pada umumnya setiap bahan kimia yang digunakan untuk sanitasi , ada brosur yang
isinya tentang: komposisi bahan , indikasi, dosis dan cara pemakaian, apakah dicampur air
atau tidak, dioleskan, disemprotkan, ditaburkan atau melalui pengasapan (fumigasi).
4) Tepat Waktu
Agar bahan kimia untuk sanitasi kandang, peralatan dan lingkungan dapat efektif
dalam penggunaannya, maka pelaksanaan sanitasi harus tepat waktu juga. Kapan waktu yang
tepat untuk kegiatan sanitasi apakah pada saat mikroorganisme sumber penyakit sudah di
ambang batas ekonomi, ataukah pada waktu di bawah batas ambang ekonomi.
Contoh bahan desinfektan:
Neo Antisep (larutan pembasmi kuman) komposisi bahannya Iodium aktif 3 % dan
bahan pembantu di gunakan untuk membasmi virus, bakteri dan jamur. Adapun
penggunaannya dapat dengan cara dioleskan pada bagian yang luka, untuk mencuci
kandang, mesin tetas dan peralatan lainnya. Untuk pencegahan penularan penyakit
pada waktu ada wabah , neo antisep ini dapat digunakan dengan cara menyemprot
dan menyucihamakan peralatan kandang.
Primacide – 200 adalah bahan kimia untuk desinfeksi dan sanitasi, yaitu untuk
sanitasi kandang, peralatan dan lingkungan kandang. Baik itu sebelum maupun
setelah kandang, peralatan tersebut digunakan. Sedangkan dosis cara
penggunaannya sudah ada di dalam kemasan botolnya atau ada brosur
penggunaannya
Caprides adalah desinfektan untuk desinfeksi kandang dan lingkungan serta
peralatan peternakan lainnya dari kontaminasi baik 200 itu dari virus maupun dari
bakteri. Sedangkan dosisnya untuk desinfeksi kandang ( 40-50 m2 ) dan peralatan
peternakan (sapi, kerbau, kambing, domba, ayam dll) 40 ml/10 liter air. Komposisi
caprides terdiri dari ethanol dan benzalkonium chloride.
Beberapa contoh bahan desinfektan lainnya selain yang disebut diatas, dan cara
penggunaannya antara lain: