PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN
TERHADAP KINERJA KARAYAWAN PADA
PT ZETA EKA TUNAS ADIKA
JAKARTA SELATAN
PROPOSAL SKRIPSI
Ditulis Oleh
BRIANIQHA SHABRINA
NIM. 181010505673
PROGRAM STUDI SARJANA MANAJEMEN S1
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
2022
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
Proposal Skripsi ini. Proposal Skripsi ini dengan judul “PENGARUH
LIKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARAYWAN
PADA PT ZETA EKA TUNAS ANDIKA, JAKARTA SELATAN.” Penulisan
Skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai
gelar Sarjana Manajemen pada program studi sarjana manajemen di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.
Saya menyadari tanpa bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai
pihak, dari masa perkuliahan sampai penyusunan Skripsi ini, sangatlah sulit bagi
saya untuk menyelesaikan Skripsi ini. Pada kesempatan ini saya ingin
menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr. (H.C.). Drs. H. Darsono, selaku Ketua Yayasan Sasmita Jaya yang
telah mewujudkan mimpi-mimpi anak bangsa dengan mempelopori adanya
pendidikan dengan biaya terjangkau dan berkualitas.
2. Bapak Dr. E. Nurzaman, AM, M.M., [Link], selaku Rektor Universitas
Pamulang yang telah berupaya keras menjadikan Universitas Pamulang
semakin berkualitas.
3. Bapak Dr. H. Endang Ruhiyat, S.E., M.M., CSRA, CMA., selaku Dekan
Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang yang telah memajukan Fakultas
Ekonomi menjadi semakin baik.
4. Bapak Dr. Kasmad, S.E., M.M., selaku ketua program studi manajemen
Universitas Pamulang.
5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen
ii
Universitas Pamulang yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan selama
saya mengikuti pendidikan di Universitas Pamulang.
6. Orang tua tercinta mama dan papa yang selalu memberikan bantuan
kepercayaan, motivasi, materil maupun moril serta bimbingan dan kasih
sayangnya berupa cinta kasih sayangnya kepada penulis, dorongan semangat
sehingga penulis termotivasi dalam penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari yang
diharapkan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun. Penulis berharap Skripsi ini dapat berguna bagi para pembaca dan
dunia ilmu pengetahuan.
Pamulang, Penulis,
BRIANIQHA SHABRINA
NIM. 181010505673
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
1.1 Latar Belakang Penelitian.................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................5
1.3 Tujuan Penulisan...............................................................................6
1.4 Manfaat Penelitian.............................................................................8
1.5 Sistematika Penelitian.......................................................................9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................9
2.1 Landasan Teori.................................................................................9
2.1.1 Manajemen............................................................................9
2.1.2 Manajemen Sumber Daya Manusia......................................18
2.1.3 Lingkungan Kerja.................................................................25
2.1.4 Disiplin Kerja........................................................................31
2.1.5 Kinerja Karyawan.................................................................38
2.2 Penelitian Terdahulu........................................................................42
2.3 Kerangka Berfikir.............................................................................47
2.4 Hipotesis Penelitian..........................................................................51
BAB III METODE PENELITIAN................................................................52
3.1 Jenis Penelitian..................................................................................52
3.2 Tempat dan Waktu penelitian...........................................................52
3.3 Variabel dan Operasional Penelitian.................................................54
iv
3.4 Populasi dan Sampel.........................................................................58
3.5 Teknik Pengumpulan Data................................................................59
3.6 Teknik Analisis Data.........................................................................62
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................79
v
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Survey Lingkungan Kerja................................................................3
Tabel 1.2 Absensi Karyawan...........................................................................5
Tabel 1.2 Kinerja kariyawan............................................................................6
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu.......................................................................41
Tabel 3.1 Waktu Penelitian.............................................................................50
Tabel 3.2 Oprasional Variabel Penelitian.......................................................53
Tabel 3.3 Skala Likert.....................................................................................57
Tabel 3.4 Katagori Skala Interval...................................................................57
Tabel 3.5 Uji Autokorelasi.............................................................................65
Tabel 3.6 Interfensi Koefisien Korelasi..........................................................68
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Tingkatan Manajemen................................................................15
Gambar 2.2 Kerangka Berfikir.......................................................................47
vii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Dalam menghadapi persaingan pada era globalalisasi ini, perusahaan
dituntut untuk bekerja lebih efisien dan efektif. Persaingan yang semakin ketat
menyebabkan perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan daya saing dalam
rangka menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Perusahaan merupakan salah
satu organisasi yang menghimpun orang-orang yang biasa disebut dengan
karyawan atau pegawai untuk menjalankan kegiatan rumah tangga produksi
perusahaan. Hampir disemua perusahaan mempunyai tujuan yaitu
memaksimalkan keuntungan dan nilai bagi perusahaan, dan juga untuk
meningkatkan kesejahteraan pemilik dan karyawan.
Menurut Andri Feriyanto dan Endang Shyta (2016:4) Manajemen
merupakan inti dari administrasi karena manajemen merupakan alat pelaksana
utama administrasi. Sedangkan menurut Hasibuan (2017:1) “Manajemen
merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik
akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat”.
Dan menurut Simamora (2018:4) “Manajemen merupakan proses pendayagunaan
bahan baku dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang ditetapkan”.
Pada intinya manajemen adalah proses penggunaan sumber daya organisasi
atau perusahaan, dengan menggunakan orang lain atau pekerja untuk mencapai
tujuan organisasi atau perusahaan secara efisien dan efektif sesuai dengan apa
yang direncanakan oleh organisasi atau perusahaan.
1
Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya
manusia dan yang membuat sumber daya manusia tersebut akan baik kualitas dan
kinerjanya jika sumber daya tersebut dipimpin dan dikelola dengan baik. Setiap
pimpinan dan manajer serta bagian yang menangani sumber daya manusia harus
mengerti dan menghayati permasalahan yang ada dalam manajemen sumber daya
manusia dengan baik pula.
Berbicara masalah sumber daya manusia, sebenar nya dapat dilihat dari dua
aspek yakni kuantitas dan kualitas. Kuantitas menyangkut jumlah sumber daya
manusia atau penduduknya yang kurang penting kontribusinya dalam
pembangunan, dibandingkan dengan aspek kualitas sumber daya manusia.
Kuantitas sumber daya manusia tanpa disertai kualitas yang baik akan menjadi
beban pembangunan suatu bangsa. Sedangkan kualitas menyangkut mutu sumber
daya manusia tersebut, yang menyangkut kemampuan, baik kemampuan fisik
maupun non-fisik.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah faktor
lingkungan kerja, dimana lingkungan kerja merupakan faktor yang berhubungan
dengan kinerja karyawan terhadap perusahaan. Lingkungan kerja dalam suatu
instansi sangat penting untuk diperhatikan manajemen.
Menurut Sedarmayanti (2015:26) Lingkungan kerja adalah semua keadaan
yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan
maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan.
2
Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan
karyawan untuk dapat bekerja secara optimal. Jika karyawan menyukai
lingkungan
kerja dimana dia bekerja, maka karyawan tersebut akan nyaman menjalani
pekerjaannya dan menjalankan aktivitasnya sehingga waktu kerja digunakan
secara efektif. Sebaliknya, lingkungan kerja yang tidak memadai akan dapat
menurunkan kinerja karyawan.
Pada saat melakukan observasi ke lapangan, penulis membuat beberapa
kuesioner pra-survey kepada beberapa karyawan yang terkait dengan lingkungan
kerja. Berikut ini adalah tabel penjabarannya :
Tabel 1.1
Lingkungan Kerja pada PT. Zeka Eka Tunas Adika
Kategori Deskripsi Kondisi Keterangan
Beberapa ruangan memiliki
Pencahayaan untuk daerah Pencahayaan
Pencahayaan pencahayaan uang kurang
yang tidak terys menerus kurang baik
maksimal
Suhu udara yang kurang
Tidak berfungsi dingin atau sangat dingi
Suhu Udara Air Conditioner (AC)
dengan baik sering menimbulkan rasa
tidak nyaman dalam bekerja
Karena banyak suara
Pelayanan kendaraan maka terjadi
Kebisingan Banyak suara kendaraan
terganggu pelayanan yang kurang baik
dan tertanggu
Kenyamanan karyawan
sering tertanggu akibat bau
Bau-bauan Bau tak sedap Diruangan tertentu
tak sedap yang sering timbul
diruangan tertentu
Dikarenakan kurang petugas
Terbatasnya petugas
Keamanan Kurang petugas keamanan maka tidak efektif
keamanan
untuk menjaga kendaraan
Sumber:PT Zeka Eka Tunas Adika 2021
3
Faktor selanjutnya yang sangat berpengaruh dalam sumber daya manusia
adalah faktor Disiplin Kerja. Disiplin kerja merupakan fungsi manajemen sumber
daya manusia yang terpenting dan kunci terwujudnya tujuan, karena tanpa disiplin
yang baik sulit terwujud tujuan yang maksimal. Disiplin kerja dapat dilihat
sebagai suatu yang besar manfaatnya, baik bagi kepentingan perusahaan maupun
bagi karyawan. Menurut Malayu S.P Hasibuan (2016:193) “Disiplin kerja
merupakan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan
perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku”.
Disiplin Kerja berperan penting dalam pembentukan kinerja karyawan
karena dengan disiplin akan menciptakan perilaku karyawan yang diharapkan oleh
perusahaan yang dimana perilaku seorang karyawan yang tidak bertentangan
dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh suatu organisasi, lembaga, atau
peruasahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Oleh karena itu, setiap perusahaan mempunyai harapan agar perusahaan
dapat mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Namun demikian, karyawan
[Link] Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan belum sepenuhnya mentaati peraturan
yang telah ditetapkan oleh perusahaan, hal tersebut dapat dilihat dari data hasil
absensi karyawan yang kurang menyadari arti penting kedisplinan. Berikut adalah
rekapitulasi absensi karyawan pada [Link] Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan :
Tabel 1.2
Data Absensi Kehadiran Karyawan
[Link] Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan
Jumlah Cuti Izin Sakit Terlambat
Tahun
Karyawan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah (%)
2019 62 11 14 19 26 29 27 16 32
2020 62 21 31 19 26 29 41 8 22
2021 62 30 55 24 37 42 31 38 46
4
Sumber : PT. Zeta Eka Tunas Adika 2021
Berdasarkan data absensi karyawan pada PT. Zeta Eka Tunas Adika tahun
2019-2021, terlihat bahwa persentase jumlah absensi karyawan yang cuti, izin,
sakit dan terlambat mengalami kenaikan setiap tahunnya. Diketahui jumlah
karyawan yang terlambat lebih banyak dari tahun ke tahun yaitu pada tahun 2021
sebesar yang terlambat sebanyak 38 orang, 2019 sebanyak 16 orang, 2020
sebanyak 8 orang meskipun dari tahun ke tahun mengalami perubahan hal ini
menyebabkan kinerja karyawan menurun menimbulkan disiplin kerja yang
menurun.
Sehingga dapat dikatakan bahwa karyawan pada perusahaan ini memiliki
disiplin yang kurang baik yaitu menaiknya persentase keterlambatan tersebut di
akibatkan oleh beberapa karyawan yang tidak mentaati aturan yang sudah
ditetapkan seperti tidak datang tepat waktu yaitu seharusnya datang pukul 08.00
dan kembali melakukan absensi ulang ketika pulang kerja pukul 17.00.
Pada akhirnya karyawan yang mempunyai disiplin yang tinggi akan
menghasilkan kinerja yang baik karena waktu bekerja dimanfaatkan sebaik
mungkin untuk melaksanakan pekerjaannya sesuai yang telah ditetapkan masing-
masing perusahaan. Tetapi hal tersebut tidak terlihat di PT. Zeta Eka Tunas Adika
yang dilakukan sebagai karyawan, ada beberapa yang tidak disiplin mengenai
absensi dan produktivitas karyawan mulai menurun.
Dari hasil observasi yang dilakukan penulis dilokasi penelitian pada PT.
Zeta Eka Tunas Adika yaitu adanya rendahnya kinerja karyawan yang masih
5
belum optimal dan memenuhi harapan dari perusahaan. Berikut tabel kinerja
karyawan dapat disajikan pada tabel dibawah ini:
Sistem Manajemen Kinerja karyawan PT Zeta Eka Tunas Adika
Klasifikasi Rentang Nilai
A = Baik sekali >100
B+= Baik + >97,5 – 100
B = Baik - >92,5 – 97,5
B- = Baik- >85 – 92,5
>70 – 85
C = Cukup
D = Kurang >55 – 70
E = Nihil <55
Sumber : PT. Zeta Eka Tunas Adika 2021
Penulis menggunakan rekapitulasi penilaian kinerja pegawai yang berlaku
di perusahaan tersebut untuk mengetahui kinerja pegawai pada penilaian kinerja
berdasarkan hasil penilaian rata-rata pelaksanaan pekerjaan pegawai yang
berjumlah 62 orang dapat di lihat pada hasil rekap kinerja pegawai tahun 2019-
2021 periode triwulan 1 sampai dengan triwulan 4 sebagai berikut :
Tabel 1.4
Pencapaian Penilaian Pegawai pada PT. Zeta Eka Tunas Adika
Standa Kinerja
No Tahun Triwulan r yang Predikat Keterangan
Kinerja Dicapai
Triwulan 1 75 80 C Cukup
1 2019 Triwulan 2 75 79 C Cukup
Triwulan 3 75 85 B- Baik -
Triwulan 4 75 78 B- Baik-
Triwulan 1 75 87 C Cukup
2 2020 Triwulan 2 75 78 B- Baik-
Triwulan 3 75 90 B- Baik-
Triwulan 4 75 70 D Kurang
Triwulan 1 75 79 C Cukup
Triwulan 2 75 86 B Baik
3 2021 Triwulan 3 75 65 D Kurang
Triwulan 4 75 73 C Cukup
Sumber :PT
Pt Zeta Eka Tunas Adika 2021
Berdasarkan Tabel 1.4 di atas, data kinerja pegawai dari triwulan 1
sampai triwulan 4 tahun 2019 sampai tahun 2021 mengalami naik turun yang
6
artinya tanggung jawab tugas yang di berikan belum optimal yang mempengaruhi
faktor
kualitas kinerjanya. Karyawan harus lebih mengoptimalkan dalam
melaksanakaan pekerjaan yang di berikan agar fungsi tugas dan tanggung jawab
mampu mencapai tujuan yang telah di rencanakan dari awal.
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka penulis tertarik untuk
mengambil judul : “Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Displin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis mencoba untuk
dapat merumuskan permasalahan dalam penelitian ini yaitu :
1. Apakah terdapat Pengaruh Secara Parsial Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan ?
2. Apakah terdapat Pengaruh Secara Parsial Disiplin Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan ?
3. Apakah terdapat Pengaruh Lingkungan dan Disiplin Kerja Secara Simultan
Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan ?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian sebagai
berikut :
1. Untuk Mengetahui Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan
Pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan.
7
2. Untuk Mengetahui Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan.
3. Untuk Mengetahui Pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Secara
Simultan Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Zeta Eka Tunas Adika,
Jakarta Selatan.
1.4 Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang ada, maka
penelitian ini dilakukan dengan manfaat :
1. Manfaat Teoritis
a. Bagi Penulis, untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar
sarjana Strata Satu (S1) pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi,
Universitas Pamulang.
b. Bagi Pembaca, penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan
bagi kepustakaan yang merupakan informasi tambahan agar berguna bagi
pembaca dan dapat memberikan kajian pemikiran bagi pihak-pihak yang
mempunyai permasalahan yang sama atau ingin mengadakan penelitian
lebih lanjut.
c. Bagi Universitas, melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan
sumbangan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khusunya dalam
ilmu manajemen mengenai pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja
terhadap kinerja karyawan.
2. Manfaat Praktis
8
Bagi Manajemen PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan, hasil penelitian
ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk dapat menemukan dan
mempersiapkan cara yang paling tepat dalam rangka pengambilan keputusan
mengenai lingkungan kerja dan disiplin kerja yang dapat meningkatkan
performa [Link] PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jaka
9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Manajemen
1. Pengertian Manajemen
Dalam mempelajari manajemen sumber daya manusia, sebelumnya
harus mengerti dan memahami terlebih dahulu arti dari manajemen.
Manajemen memiliki arti yang sangat luas, dapat berarti ilmu, seni
ataupun sebuah proses. Dikatakan ilmu karena manajemen dapat dipelajari
dan dikaji kebenarannya, dikatakan seni karena manajemen merupakan
suatu cara atau alat untuk seorang manajer dalam mencapai tujuannya dan
dikatakan proses karena manajemen terdapat beberapa tahapan untuk
mencapai tujuan tertentu, yaitu melalui perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), ”Manajemen
adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran
atau pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan
organisasi”.
Menurut Drs. H. Malayu S.P Hasibuan (2017:2), “Manajemen
adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efesien untuk
mencapai suatu tujuan tertentu”.
10
Menurut Andi Feriyanto dan Endang Shyta (2016:4) “Manajemen
adalah suatu proses penyelanggaraan berbagai kegiatan dalam rangka
penerapan tujuan sebagai kemampuan atau keterampilan orang yang
menduduki jabatan manajerial untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka
pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain”.
Dan menurut Robbins dalam Wibowo (2016:2) “Manajemen adalah
koordinasi dan pengawasan aktivitas pekerjaan orang lain, sehingga
aktivitas mereka diselesaikan secara efektif dan efesien”.
Sedangkan menurut Suswanto dan Priansa (2016:16) “Manajemen
merupakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efesien untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
manajemen adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi
ataupun perusahaan yang didalamnya berisi kegiatan mengatur, mengelola
dan mengorganisir suatu sumber daya dengan cara yang efektif dan efesien
untuk mencapai suatu tujuan.
2. Unsur – Unsur Manajemen
Menurut George R. Terry dalam Hasibuan (2019) adapun unsur-
unsur sebagai sarana dalam manajemen dikenal 6M yaitu:
a. Sumber Daya Manusia (Man)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling utama dan
menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan, manusia juga yang
11
melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya manusia tidak
ada proses kerja, yang pada dasarnya manusia adalah makhluk pekerja.
Dalam suatu aktivitas selalu terkait dengan tenaga kerja manusia.
b. Uang (Money)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat [Link]
merupakan alat tukar dan digunakan sebagai alat mengukur nilai. Besar
kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar
dalam perusahaan, oleh karena itu uang adalah alat (tool) yang penting
untuk mencapai tujuan, karena segala sesuatu harus dipikirkan secara
rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus
disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang akan
dibutuhkan dan harus dibeli serta hasil yang akan dicapai dalam sebuah
perusahaan ataupun organisasi.
c. Bahan/Bahan baku (Materials)
Dalam manajemen, bahan-bahan yang dipergunakan untuk mencapai
tujuan. Materi yang terdiri dari bahan baku setengah jadi atau raw
material dan juga bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil
yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus
menggunakan bahan atau materi-materi sebagai salah satu sarana.
d. Mesin (Machines)
Dalam kegiatan perusahaan mesin sangat dibutuhkan. Pengguna mesin
akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih
besar serta menciptakan efesiensi kerja. Jadi dalam manajemen mesin-
12
mesin atau alat-alat yang digunakan atau diperlukan untuk mencapai
tujuan.
e. Metode (Methods)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata
kerja yang baik akan memperlancar pekerjaan. Sebuah metode saat
dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan suatu kerja suatu tugas
dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada
sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta
uang dan kegiatan usaha. Tetapi meskipun metode baik denga orang-
orang yang melaksanakan tidak mengerti atau tidak mempunyai
pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan.
f. Pasar (Market)
Penguasaan pasar memiliki peran penting untuk menyebarkan hasil
produksi yang tetap menjaga dan memperhatikan kualitas dan harga
barang. Memasarkan produk yang berupa barang ataupun jasa haruslah
menguasai pasar artinya menyebar luas kan hasil produksi atau
menginformasi kan barang atau jasa tersebut. Pasar adalah tempat
dimana menjual barang dan jasa-jasa.
3. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada
dan melekat didalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh
manajer dalam melaksanakan kegiatan dalam mencapai tujuannya.
13
Menurut Hendry Frayol (2018:180) “Manajer menjalankan fungsi
manajemen, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, mengordinasikan
dan mengendalikan”. Dalam artian lain bisa juga dengan perencanaan ,
pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian”.
Fungsi-fungsi Manajemen menurut Erni dan Kurniawan (2017:8)
sebagai berikut :
a. Fungsi Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan unsur yang sangat penting dan
merupakan fungsi fundamental manajemen karena organizing,
actuacting dan controling harus terlebih dahulu direncanakan adapun
pengertian perencanaan adalah kegiatan memilih dan menghubungkan
fakta-fakta dan membuat, serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai
masa yang akan datang dalam hal memvisualisasikan serta merumuskan
aktifitas-aktifitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai
hasil-hasil yang diinginkan.
b. Fungsi Pengorganisasian (Organization)
Pengertian pengorganisasian adalah membagi suatu kegiatan
besar menjadi suatu kegiatan-kegiatan kecil pengorganisasian
mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan
orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah
dibagi-bagi tersebut.
c. Fungsi Pengarahan (Directing)
14
Pengertian pengarahan adalah suatu tindakan yang mengusahakan
agar semua anggota kelompok berusaha mencapai tujuan sesuai dengan
perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Berarti
menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau
penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang
dikehendaki secara efektif.
d. Fungsi Pengendalian (Controlling)
Pengendalian yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan
seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan,
dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang
diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan
dunia bisnis yang dihadapi.
4. Tingkat Manajemen
Gambar 2.1
Level Of Managerial
Menurut Muizu dan Emie (2017:2) pada tingkat manajemen dalam
organisasi akan membagi manajer menjadi tiga golongan yang berbeda
manajer puncak, manjer tingkat menengah, dan manajer lini pertama :
15
a. Manajemen lini pertama (First-Line Management), dikenal dengan
istilah opersaional, merupakan manajemen tingkat paling rendah
yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial
yang terlibat dalam proses produksi serta bertanggung jawab untuk
menyelesaikan berbagai rencana yang telah ditentukan oleh tingkatan
manajemen yang lebih tinggi. Mereka sering disebut penyelia
(supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer
dapatermen, atau mandor (foreman).
b. Manajemen tingkat menengah (Middle Management) mencakup semua
manajemen yang berbeda diantara manajemen lini pertama dan
manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya.
Jabatan yang termasuk manajer menengah diantaranya kepala bagian,
pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi. Manajemen
level menengah dibutuhkan kemampuan diantaranya keahlian koseptual,
komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu dan tekhnikal.
c. Manajemen Puncak (Top Management), dikenal pula dengan istilah
executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi
perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan.
Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO
(Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Offier).
5 . Manfaat Manajemen
Fungsi manajemen yang dibentuk secara cermat dan sistematis dapat
memberikan manfaat sebagai berikut :
16
a. Membantu manajer dan para anggota untuk merancang strategi melalui
pendekatan yang lebih sistematis, rasional dan efektif.
b. Mendapatkan hasil yang maksimal melalui proses yang menyeluruh.
c. Manajemen akan memudahkan kita untuk menyajikan kerangka kerja
untuk jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga target akan lebih
mudah untuk ditentukan.
d. Membantu proses alokasi sumber daya yang efektif.
e. Mendorong tumbuhnya sikap profesionalisme dalam diri setiap anggota
organisasi yang diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugas.
6. Tujuan Manajemen
Manajemen merupakan hal vital dalam suatu organisasi. Tujuan dari
berlakunya proses manajemen didalam sebuah organisasi antara lain :
a. Menjalankan dan mengevaluasi strategi yang telah direncanakan agar
dapat berjalan secara efektif.
b. Melakukan peninjauan kembali terhadap implementasi fungsi
manajemen, serta kinerja para anggota dalam melaksanakan tugasnya.
c. Memperbaharui strategi pelaksanaan fungsi manajemen agar tetap dapat
mencapai target jika dalam pelaksanaannya ditemukan tantangan
tertentu.
d. Melakukan penjualan kembali terhadap kekuatan, kelemahan, serta
ancaman pada organisasi.
17
e. Merancang inovasi yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja para
anggota yang juga akan berimbas pada tercapainya tujuan dan sasaran
organisasi.
7. Prinsip Manajemen
Menurut Henry Frayol (2016:14), prinsip-prinsip manajemen terdiri dari :
a. Pembagian kerja (division of work)
b. Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
c. Disiplin (discipline)
d. Kesatuan perintah (unity of command)
e. Kesatuan pengarahan (unity of direction)
f. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
g. Pembayaran upah yang adil (renumeration)
h. Pemusatan (centralisation)
i. Hierarki (hierarchy)
j. Tata tertib (order)
k. Keadilan (equity)
l. Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
m. Inisiatif (inisiative)
n. Semangat kesatuan (esprits de corps)
2.1.2 Manajemen Sumber Daya Manusia
1. Pengertian Sumber Daya Manusia
Menurut Sedarmayanti (2017:6) “Manajemen Sumber Daya Manusia
adalah seni untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan,
18
mengawasi kegiatan sumber daya manusia atau pegawai, dalam rangka
mencapai tujuan organisasi, pertukaran dengan tujuan menghasilkan
kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait”.
Menurut Samsudin (2017:22) “Manajemen sumber daya manusia
adalah suatu kegiatan pengelolaan yang meliputi pendayagunaan,
pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa bagi manusia sebagai
individu organisasi atau perusahaan bisnis”.
Menurut Malayu Hasibuan (2017:10) “manajemen sumber daya
manusia adalah seni untuk mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja
agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan,
karyawan dan masyarakat”.
Sementara menurut Irham Fahmi (2016:1) “manajemen sumber daya
manusia (Human Resources Management) adalah rangkaian aktivitas
organisasi yang diarahkan untuk menarik, mengembangkan, dan
mempertahankan tenaga kerja yang efektif.
Sedangkan menurut Simamora dalam Edy Sutrisno (2019:5)
“manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan,
penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota
organisasi atau kelompok pekerja”.
Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa Manajemen sumber
daya manusia adalah ilmu seni yang mempelajari tentang seluk beluk
mengenai sumber daya manusia didalam menetapkan fungsi manajemen.
Setiap individu sumber daya manusia harus mampu dalam mengembangkan
19
atau mengelola setiap fungsi manajemen berupa perencanaan, pelaksanaan,
pengorganisasian dan pengendalian untuk mencapai tujuan perusahaan
secara efektif dan efisien.
2. Fungsi – Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen MSDM adalah elemen-elemen dasar yang akan
selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen SDM yang akan
dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai
tujuan. Menurut Malayu Hasibuan (2017:21) fungsi manajemen sumber
daya manusia terdiri dari :
a. Perencanaan
Perencanaan (human resources planning) adalah merencanakan tenaga
kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan
perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan.
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian (organizing) adalah kegiatan untuk mengorganiasi
semua karyawan dengan menetapkan bagian kerja, hubungan kerja,
delegasi wewenang, integerasi, dan koordinasi dalam bagian organisasi.
c. Pengarahan
Pengarahan (directing) adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan
agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dan efisien dalam membantu
tercapainya tujuan peruahaan, karyawan dan masyarakat.
d. Pengendalian
20
Pengendalian (controling) adalah kegiatan mengendalikan semua
karyawan agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja
sesuai dengan rencana. Apabila terdapat penyimpangan atau kesalahan,
diadakan perbaikan dan penyempurnaan rencana.
e. Pengadaan
Pengadaan (procurement) adalah proses penarikan, seleksi, penempatan,
orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan
kebutuhan perusahaan.
f. Pengembangan
Pengembangan (development) adalah proses peningkatan keterampilan
teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan dan
pelatihan.
g. Kompensasi
Kompensasi (compensastion) adalah pemberian balas jasa langsung
(direct) dan tidak langsung (inderect), uang atau barang kepada
karyawan sebagai imbalan balas jasa yang diberikan kepada perusahaan
prinsip kompensasi adalah adil dan layak. Adil dikatakan sesuai dengan
prestasi kerjanya, layak diartikan memenuhi kebutuhan primernya serta
berpedoman pada batas upah mimimum pemerintah dan berdasarkan
internal dan eksternal konsistensi.
h. Pengintegrasian
21
Pengitegrasian (integragtion) adalah kegiatan untuk mempersatukan
kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan agar tercipta kerja
sama yang serasi dan saling menguntungkan.
i. Pemeliharaan
Pemeliharaan (maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara atau
menigkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar mereka
tetap mau bekerja sama sampai pensiun.
j. Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan fungsi MSDM yang terpenting dan kunci
terwujudnya tujuan karena tanpa disiplin yang baik sulit terwujud tujuan
yang maksimal.
k. Pemberhentian
Pemberhentian (separation) adalah putusnya hubungan kerja seseorang
dari suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan
karyawan, keinginan peruasahaan, kontak kerja berakhir, pensiun dan
sebab-sebab lainnya.
3. Peranan Sumber Daya Manusia
Menurut Hasibuan (2016:14) MSDM mengatur dan menetapkan
program kepegawaian yang mencakup masalah-masalah sebagai berikut :
a. Menetapkan jumlah, kualitas dan penempatan tenaga kerja yang efektif
sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan job description, job
specification, job requiretmen, dan job evaluation.
22
b. Menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berdasarkan
asas the right man in the right place and the right man in the right job.
c. Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan, promosi dan
pemberhentian.
d. Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia di masa
yang akan datang.
e. Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan
perkembangan perusahaan pada khususnya.
f. Memonitor dengan cermat undang-undang perburuhan dan kebijaksanaan
pemberian balas jasa perusahaan-perusahaan sejenis.
g. Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan serikat buruh.
h. Melaksanakan pendidikan, latihan, dan penilian prestasi karyawan.
i. Mengatur mutasi karyawan baik vertikal maupun horizontal.
j. Mengatur pensiun, pemberhentian dan pesangonnya.
Peranan MSDM diakui sangat menentukan bagi terwujudnya tujuan,
tetapi untuk memimpin unsur manusia sangat sulit dan rumit. Tenaga kerja
manusia selain mampu, cakap dan terampil, juga tidak kalah pentingnya
kemauan dan kesungguhan mereka untuk bekerja secara efektif dan efisien.
Kemampuan dan kecakapan kurang berarti jika tidak diikuti moral kerja dan
kedisiplinan karyawan dalam mewujudkan tujuan.
4. Tujuan Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia diperlukan untuk meningkatkan
daya guna dan hasil guna sumber daya manusia dalam organisasi, dengan
23
tujuan untuk memberi kepada organisasi suatu satuan kerja yang efektif.
Tujuan manajemen sumber daya manusia secara tepat sangatlah sulit untuk
dirumuskan karena sifatnya bervariasi dan tergantung tahap perkembangan
yang terjadi pada masing-masing organisasi
Menurut Sadili (2019:30) adalah memperbaiki kontribusi produktif
tenaga kerja terhadap organisasi dengan cara yang bertanggung jawab
secara strategis, etis dan sosial. 4 tujuan MSDM adalah :
a. Tujuan Sosial
Agar organisasi atau perusahaan bertanggung jawab secara sosial dan etis
terhadap kebutuhan dan tantangan masyarakat dengan meminimalkan
dampak negatifnya.
b. Tujuan Organisasional
Sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai
tujuannya.
c. Tujuan Fungsional
Mempertahankan kontribusi departemen manajemen sumber daya
manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
d. Tujuan Fungsional
Mempertahankan kontribusi departemen manajemen sumber daya
manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
e. Tujuan Pribadi
Tujuan pribadi dari setiap anggota dicapai melalui aktivitasnya dalam
organsiasi atau perusahaan
24
5. Manfaat Sumber Daya Manusia
Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia akan memberikan
manfaat yang baik pada organisasi. Berikut adalah manfaat manajemen
sumber daya manusia menurut Nawawi dalam Yani (2018:5) :
a. Organisasi atau perusahaan akan memiliki sistem infromasi SDM.
b. Organisasi atau perusahaan akan memiliki hasil analisis pekerjaan atau
jabatan.
c. Organisasi atau perusahaan akan memiliki kemampuan dalam menyusun
dan menetapkan perencanaan SDM.
d. Organisasi atau perusahaan akan mampu meningkatkan efisiensi dan
efektifitas rekrutmen dan seleksi tenaga kerja.
e. Organisasi atau perusahaan akan dapat melaksanakan pelatihan secara
efektif dan efisien.
f. Organisasi atau perusahaan akan dapat melakukan penilian kerja secara
efektif dan efisien.
g. Organisasi atau perusahaan akan dapat melaksanakan program dan
pembinaan karier secara efisien dan efektif.
h. Organisasi atau perusahaan akan dapat menyusun skala upah dan
mengatur kegiatan berbagi keuntungan atu manfaat lainnya dalam
mewujudkan sistem balas jasa bagi para pekerja.
2.1.3 Lingkungan Kerja
1. Pengertian Lingkungan Kerja
25
Menurut Sedarmayanti (2015:26) “Lingkungan kerja adalah semua
keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan
dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan
dengan bawahan”.
Menurut Siagian (2016:59) mendifinisikan lingkungan kerja adalah
“semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dan
mempengaruhi karyawan”.
Menurut Nitisemito Gardjito (2014:3) Lingkungan kerja adalah
“segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan dapat mempengaruhi
dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan”.
Menurut Sunyoto (2017:43) lingkungan kerja adalah “segala sesuatu
yang ada disekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya
dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan misalnya kebersihan,
penerangan, suara bising dan lain-lain”.
Menurut Noah dan Steve (2019:37) lingkungan kerja adalah
“keseluruhan hubungan yang terjadi dengan karyawan di tempat kerja”.
Dari beberapa teori ahli datas, penulis menyimpulkan bahwa
lingkungan kerja adalah segala sesuatu hal atau unsur-unsur yang dapat
mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan
yang akan memberikan dampak baik atau buruk terhadap kinerja ataupun
kepuasan kerja karyawan.
2. Jenis – jenis Lingkungan Kerja
26
Lingkungan kerja dalam perusahaan atau instansi sangat penting
diperhartikan oleh pimpinan karena lingkungan kerja yang baik mempunyai
pengaruh terhadap efektivitas yang bekerja dalam perusahaan. Di dalam
usaha untuk membuat perencanaan lingkungan kerja maka perlu mengkaji
aspek-aspek pembentuk lingkungan kerja itu sendiri.
Menurut Siagian (2019:57) menyatakan bahwa secara garis besar
lingkungan kerja terdapat dua jenis yaitu :
a. Lingkungan Kerja Fisik
Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang
terdapat disekitar tempat kerja dan dapat mempengaruhi karyawan. Ada
beberapa kondisi fisik dari tempat kerja yang baik, yaitu :
1. Bangunan tempat kerja disamping menarik untuk dipandang, juga
dibangun dengan pertimbangan keselamatan kerja.
2. Tersedianya peralatan kerja yang memadai.
3. Tersedianya tempat istirahat untuk melepas lelah, seperti kafetaria
baik dalam lingkungan perusahaan maupun disekitarnya yang mudah
dicapai karyawan.
4. Tersedianya tempat ibadah keagamaan, seperti masjid dan musholla
untuk karyawan.
5. Tersedianya sarana angkutan, baik yang diperuntukan karyawan
maupun angkutan umum yang nyaman, murah dan mudah diperoleh.
b. Lingkungan Kerja Non Fisik
27
Lingkungan kerja non fisik adalah lingkungan kerja yang
menyenangkan, dalam arti terciptanya hubungan kerja yang harmonis
antara karyawan dan atasan, karena pada hakekatnya manusia dalam
bekerja tidak hanya mencari uang saja, akan tetapi bekerja merupakan
bentuk aktivitas yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan.
3. Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja
Menurut Sri Widodo (2016:95) manusia akan mampu melaksanakan
kegiatannya dengan baik sehingga di faktai suatu hasil yang optimal, apabila
diantaranya ditunjang oleh kondisi lingkungan kerja yang sesuai.
Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan merupakan semua keadaan yang
terdapat di tempat kerja, yang akan mempengaruhi karyawan baik secara
langsung atau tidak lansgung kerja itu sendiri mencangkup beberapa faktor.
Selanjutnya Sri Widodo (2016:96) menyatakan ada beberapa faktor
yang mempengaruhi terbentuknya suatu lingkungan kerja fisik dikaitkan
dengan karyawan yaitu :
a. Penerangan cahaya ditempat
Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi para karyawan
guna mendapatkan keselamatan dan kelancaran kerja. Pada dasarnya
dibebankan menjadi dua, yaitu cahaya matahari dan cahaya buatan
berupa lampu oleh karena itu perlu diperhatikan adanya penerangan
cahaya terang tetapi tidak menyilaukan. Dengan penerangan yang baik
28
para karyawan akan dapat bekerja dengan cermat dan teliti sehingga hasil
kerjanya mempunyai kualitas yang memuaskan.
b. Temperatur ditempat kerja
Dalam keadaan normal tiap anggota tubuh manusia mempunyai
temperatur yang berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha untuk
mempertahankan yang berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha untuk
mempertahankan keadaan normal. Bekerja pada suhu tubuh panas atau
dingin dapat menimbulkan penurunan kinerja. Secara umum kondisi
panas dan lembab cenderung meingkat penggunaan tenaga fisik yang
lebih berat sehingga pekerja merasakan letih dan kinerja menurun.
c. Kelembapan ditempat kerja
Kelembapan adalah banyaknya air yang terkandung dalam udara.
Kelembapan ini berhubungan atau dipengaruhi oleh temperatur udara dan
secara bersama-sama antar temperatur, kelembapan, kecepatan udara
bergerak dan radiasi panas dari udara tersebut akan mempengaruhi
keadaan tubuh manusia pada saat menerima atau melepaskan panas dan
kelembapan tinggi, akan menimbulkan pengurangan panas secara besar-
besaran karena sistem penguapan.
d. Sirkulasi udara ditempat kerja
Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk
menjaga kelangsungan hidup, yaitu proses metabolisme. Udara sekitar
dikatakan kotor apabila kadar oksigen dalam udara tersebut telah
berkurang dan bercampur dengan gas atau bau-bauan yang berbahaya
29
bagi kesehatan tubuh. Udara yang kotor mengakibatkan sesak nafas, hal
ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terlalu lama, karena akan
mempengaruhi kesehatan tubuh akan mempercepat proses kelelahan.
e. Kebisingan ditempat kerja
Bunyi yang tidak dikehendaki telinga karena dapat mengganggu
ketenangan bekerja, merusak pendengaran dan menimbulkan kesalahan
komunikasi. Bahkan menurut suatu peneliti kebisingan yang serius bisa
menyebabkan kematian, karena pekerjaan membutuhkan konsentrasi
suara bising hendaknya dihindarkan agar pelaksanaan pekerja dapat
dilakukan dengan efesien sehingga produktivitas kerja meningkat
f. Getaran mekanis ditempat kerja
Getaran mekanis artinya getaran yang ditimbulkan oleh alat mekanis.
Besarnya getaran ditimbulkan oleh intensitas dan frekuensi. Getaran
mekanis pada umumnya sangat mengganggu tubuh karena
ketidakteraturannya, baik dalam intensitas maupun frekuensi.
g. Bau-bauan di tempat kerja
Bau-bauan disekitar tempat kerja dianggap sebagai pencemaran karena
dapat menganggu konsentrasi bekerja. Bau-bauan yang terjadi terus
menerus dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Pemakaian AC yang
tepat merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk
menghilangkan bau-bauan yang menganggu disekitar tempat kerja.
h. Tata warna ditempat kerja
30
Menata warna ditempat kerja merupakan direncanakan karena pewarnaan
yang serasi dalam suatu ruangan akan senang dan memberikan arti yang
sangat penting bagi semangat kerja karyawan.
i. Dekorasi ditempat kerja
Dekorasi di tempat kerja ada hubunganntya dengan tata warna yang baik,
karena itu dekorasi tidak hanya berkaitan dengan lapangan kerja saja
tetapi dengan cara mengatur tata letak, tata warna dan perlengkapan.
j. Keamanan ditempat kerja
Supaya menjaga kondisi dan tempat kerja dalam keadaan aman perlu
diperhatikan pemanfaatan tenaga satuan petugas keamanan
4. Indikator Lingkungan Kerja
Yang menjadi indikator lingkungan kerja pada penelitian ini adalah
lingkungan kerja non fisik, dan Menurut Sedarmayanti (2015:27) adalah :
a. Perhatian dan dukungan pemimpin yaitu sejauh mana karyawan
merasakan bahwa pimpinan sering memberikan pengarahan dan
perhatian serta mengahrgai mereka.
b. Kerjasama antar kelompok yaitu sejauh mana karyawan merasakan ada
kerjasama yang baik antar kelompok.
c. Kelancaran komunikasi yaitu sejauh mana karyawan merasakan adanya
komunikasi yang baik, terbuka dan lancar baik antara rekan kerja
maupun dengan pemimpin.
2.1.4 Disiplin Kerja
31
1. Pengertian Disiplin Kerja
Menurut Suryadi Prawirosentono (2019:31) Disiplin adalah ketaatan
karyawan yang bersangkutan dalam menghormati perjanjian kerja dengan
perusahaan dimana dia bekerja. Menurut Edy Sutrisno (2014:85) Disiplin
adalah sikap kesediaan dan kerelaaan seseorang untuk mematuhi dan
mentaati norma-norma peraturan yang berlaku disektarnya.
Sedangkan menurut Handoko dalam Arif Yusuf Hamali (2016:213)
Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar-standar
organisasional. Dan Menurut Arif Yusuf Hamali (2016:214) Disiplin adalah
suatu kekuatan yang berkembang didalam tubuh karyawan dan
menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada
keputusan, peraturan dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan
bahwa disiplin kerja merupakan sikap atau perilaku ketaatan seseorang atau
sekelompok orang yang sesuai dengan prosedur serta terhadap peraturan,
baik secara tertulis maupun tidak tertulis yang tercermin dalam bentuk
tingkah laku dan perbuatan. Dengan ditetapkannya peraturan tertulis
maupun tidak tertulis diharapkan agar para karyawan memiliki sikap
disiplin tinggi dalam bekerja, sehingga produktivitas atau kinerja dapat
meningkat.
2. Aspek – Aspek Disiplin Kerja
Menurut Amriany et al dalam Dewi Anggraeni (2017:19)
menyebutkan aspek-aspek disiplin kerja yaitu :
32
a. Kehadiran
Seseorang dijadwalkan untuk bekerja harus hadir tepat waktunya tanpa
alasan apapun.
b. Waktu Kerja
Waktu kerja merupakan jangka waktu saat pekerja yang bersangkutan
harus hadir untuk memulai pekerjaan, waktu istirahat dan akhir pekerjaan
Mencetak jam kerja pada kartu hadir merupakan sumber data untuk
mengetahui tingkat disiplin waktu karyawan.
c. Kepatuhan Terhadap Perintah
Kepatuhan yaitu jika seseorang melakukan apa yang dikatakan
kepadanya.
d. Kepatuhan Terhadap Aturan
Serangkaian aturan yang dimiliki perusahaan merupakan tuntutan bagi
karyawan agar patuh, sehingga dapat membentuk perilaku yang
memenuhi standar perusahaan.
e. Produktivitas Kerja
Produktivitas kerja yaitu menghasilkan lebih banyak dan berkualitas
lebih baik, dengan usaha yang sama.
f. Pemakaian Seragam
Sikap karyawan terutama lingkungan organisasi menerima seragam kerja
setiap beberapa waktu sekali.
3. Tujuan Disiplin
33
Secara umum dapat disebutkan bahwa tujuan utama disiplin kerja
adalah untuk dapat menjaga kelangsungan dari organisasi atau instansi
tertentu, baik hari ini ataupun dimasa yang akan datang.
Menurut Melayu S.P Hasibuan (2017:193) tujuan dari adanya disiplin
kerja adalah sebagai berikut :
a. Disiplin Manajerial, dimana segala sesuatu tergantung pada pemimpin
dari permulaan hingga akhir.
b. Disiplin Tim, dimana kesempurnaan kinerja bermuara dari
ketergantungan satu sama lain, dan ketergantungan ini berkecambah dari
suatu komitmen setiap anggota terhadap organisasi.
c. Disiplin Diri, dimana pelaksanaan tunggal sepenuhnya tergantung pada
pelatihan, ketangkasan, dan kendali diri.
4. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin
Menurut Sutrisno (2016:89-92) beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi disiplin kerja karyawan adalah :
a. Besar Kecilnya Pemberian Kompensasi.
Besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi tegaknya disiplin. Para
karyawan akan mematuhi segala peraturan yang berlaku, jika karyawan
merasa mendapat jaminan balas jasa yang setimpal dengan jerih
payahnya yang telah dikontribusikan bagi perusahaan.
b. Ada Tidaknya Keteladanan Pimpinan Dalam Perusahaan.
Keteladanan pimpinan sangat penting sekali, karena didalam lingkungan
perusahanan, semua karyawan akan selalu memerhatikan bagaimana
34
pimpinan dapat menegakkan disiplin dirinya dan bagaimana pimpinan
dapat mengendalikan dirinya dari ucapan, perbuatan dan sikap yang
dapat merugikan aturan disiplin yang ditetapkan.
c. Ada Tidaknya Aturan Pasti Yang Dapat Dijadikan Pegangan.
Pembinaan disiplin tidak akan terlaksana dalam perusahaan, jika tidak
ada aturan tertulis yang pasti untuk dapat dijadikan pegangan bersama.
Disiplin tidak akan dapat ditegakkan jika peraturan yang dibuat hanya
berdasarkan instruksi lisan yang dapat berubah-ubah sesuai kondisi dan
situasi.
d. Keberanian Pimpinan Dalam Mengambil Tindakan.
Keberanian pimpinan untuk mengambil tindakan sangat diperlukan
ketika ada seorang karyawan yang melanggar disiplin, yang sesuai
dengan tingkat pelanggaran yang dibuatnya.
e. Ada Tidaknya Pengawasan Pimpinan.
Seorang pemimpin bertanggung jawab melaksanakan pengawasan pada
tingkat apapun, sehingga tugas-tugas yang dibebankan kepada bawahan
tidak menyimpang dari apa yang telah ditetapkan.
f. Ada Tidaknya Perhatian Kepada Para Karyawan.
Pimpinan yang berhasil memberikan perhatian yang besar kepada para
karyawan akan dapat menciptakan disiplin kerja yang baik. Pimpinan
yang mau memberikan perhatian kepada karyawan akan selalu dihormati
35
dan dihargai oleh para karyawan, sehingga akan berpengaruh besar
kepada prestasi, semangat kerja dan moral kerja karyawan.
g. Menciptakan Kebiasaan-Kebiasaan Yang Mendukung Tegaknya
Disiplin. Kebiasaan-kebiasaan yang dapat mendukung tegaknya disiplin
kerja yaitu:
1. Saling menghormati bila bertemu di lingkungan kerja.
2. Melontarkan pujian sesuai dengan tempat dan waktunya, sehingga para
karyawan akan turut merasa bangga dengan pujian tersebut
3. Sering mengikutsertakan karyawan dalam pertemuan-pertemuan,
apalagi pertemuan yang berkaitan dengan nasib dan pekerjaan
karyawan.
4. Memberi tahu bila ingin meninggalkan tempat kepada rekan kerja,
dengan menginformasikan kemana dan untuk urusan apa, walaupun
kepada bawahan sekalipun.
5. Jenis – Jenis Disiplin Kerja
Menurut Handoko dalam Arif Yusuf Hamali (2016:216-218) jenis-
jenis disiplin kerja terdiri dari :
a. Disiplin Preventif
Disiplin preventif adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong
karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga
penyelewengan-penyelewengan dapat dicegah. Sasaran pokoknya.
b. Disiplin Korektif
36
Disiplin korektif adalah kegiatan yang diambil untuk menangani
pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari
pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut. Kegiatan korektif sering berupa
suatu bentuk hukuman dan disebut tindakan pendisiplinan (Disciplinary
Action), contohnya adalah surat peringatan atau skorsing.
c. Disiplin Progresif
Perusahaan bisa menerapkan suatu kebijaksanaan disiplin progresif,
artinya memberikan hukuman-hukuman yang lebih berat terhadap
pelanggaran-pelanggaran yang berulang. Sistem disiplin progresif secara
ringkas dapat ditunjukan sebagai berikut :
1) Teguran secara lisan oleh penyelia.
2) Teguran tertulis, dengan catatan dalam file personalia.
3) Skorsing dari pekerjaan satu sampai tiga hari.
4) Skorsing satu minggu atau lebih lama.
5) Diturunkan pangkatnya (Demosi).
6) Dipecat.
6. Indikator Disiplin Kerja
Menurut Rivai (2016:356) Pada dasarnya banyak indikator yang
mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan suatu organisasi, di antaranya:
a. Frekuensi Kehadiran
Frekuensi kehadiran merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui
tingkat kedisiplinan pegawai. Semakin tinggi frekuensi kehadirannya
37
atau rendahnya tingkat kemangkiran maka pegawai tersebut telah
memiliki disiplin kerja yang tinggi.
b. Tingkat Kewaspadaan
Pegawai yang dalam melaksanakan pekerjaannya selalu penuh
perhitungan dan ketelitian memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi
baik terhadap dirinya maupun terhadap pekerjaannya.
c. Ketaatan Pada Standar Kerja
Dalam melaksanakan pekerjaannya, seorang pegawai diharuskan
mentaati semua standar kerja yang telah ditetapkan sesuai dengan
aturan dan pedoman kerja agar kecelakaan kerja tidak terjadi atau dapat
dihindari.
d. Ketaatan Pada Peraturan Kerja
Hal ini dimaksud untuk kenyamanan dan kelancaran dalam bekerja.
e. Etika Kerja
Etika kerja diperlukan oleh setiap pegawai dalam melaksanakn
pekerjaanya agar tercipta suasan harmonis, saling menghargai antar
sesama pegawai.
2.1.5. Kinerja Karyawan
1. Pengertian Kinerja Karyawan
Seorang karyawan atau pegawai dalam melaksanakan tugas yang
dibebankan kepadanya diharapkan untuk dapat menunjukkan suatu
performance atau kinerja yang terbaik yang bisa ditunjukkan oleh karyawan
tersebut. Selain itu perfomance yang ditunjukkan oleh seorang pegawai
38
tentu saja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang paling penting bagi hasil
kerja yang menjadi tujuan dari organisasi atau inisiasi dimana karyawan
tersebut bekerja.
Menurut Moehirno (2017:11) mengemukakan bahwa “kinerja
karyawan sebagai hasil yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok
dalam suatu organisasi baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.
Sesuai dengan kewenangan, tugas dan tanggung jawab masing-masing
dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak
melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika”.
Kemudian menurut Mangkunegara (2015:9) ”kinerja karyawan adalah
hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh sesorang
karyawan dalam melaksanakan tugasnya” .
Sedangkan menurut Gibson (2017:374) mengemukakan bahwa
”kinerja adalah hasil dari pekerjaan yang berkaitan dengan tujuan organisasi
seperti kualitas, efisiensi dan kriteria lain dari efektivitas”.
Dan menurut Arif Yusuf Hamali (2016:98) Kinerja adalah keluaran
yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan
atau suatu profesi dalam waktu tertentu.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja
karyawan adalah hasil kerja yang dicapai seseorang karyawan sesuai dengan
wewenang atau tanggung jawab masing-masing karyawan selama periode
tertentu.
2. Tujuan Dan Manfaat Kinerja Karyawan
39
Menurut Wilson Bangun (2012:232) tujuan dan manfaat kinerja
karyawan diantaranya sebagai berikut :
a. Evaluasi Antar Individu Dalam Organisasi
Penlitian kinerja dapat bertujuan untuk menilai kinerja setiap individu
dalam organisasi. Tujuan ini dapat memberi manfaat dalam menentukan
jumlah dan jenis kompensasi yang merupakan hak bagi setiap individu
dalam organisasi.
b. Pengembangan Diri Setiap Individu Dalam Organisasi
Penilaian kinerja dalam organisasi ini bermanfaat untuk pengembangan
karyawan. Setiap individu dalam organisasi dinilai kinerja nya, bagi
karyawan yang memiliki kinerja rendah perlu dilakukan pengembangan
baik melalui pendidikan maupun pelatihan.
c. Pemeliharaan Sistem
Berbagai sistem yang ada dalam organisasi, setiap subsistem yang ada
saling berkaitan antara satu subsistem lainnya. Salah satu subsistem yang
tidak berfungsi dengan baik akan mengganggu jalannya subsistem yang
lain. Oleh karena itu, sistem dalam organisasi perlu dipelihara dengan
baik.
d. Dokumentasi penilaian kinerja
Memberi manfaat sebagai dasar tindak lanjut dalam posisi pekerjaan
karyawan di masa yang akan datang. Manfaat penilaian kierja disini
berkaitan dengan keputusan-keputusan manajemen sumber daya
manusia.
40
3. Indikator Kinerja Karyawan
Menurut Mangkunegara (2015:75) menyatakan bahwa indikator
kinerja sebagai berikut:
a. Kualitas kerja
Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa
yang seharusnya dikerjakan.
b. Kuantitas kerja
Kuantitas kerja adalah seberapa lama seorang pegawai dalam satu hari
nya. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap pegawai
itu masing-masing.
c. Pelaksanaan Tugas
Pelaksanaan Tugas adalah seberapa jauh karyawan mampu melakukan
pekerjaannya dengan akurat atau tidak ada kesalahan
d. Tanggung Jawab.
Tanggung jawab terhadap pekerjaan adalah kesadaran akan kewajiban
karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan.
Perusahaan harus benar-benar melakukan evaluasi dan pengkajian
kembali terhadap setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan
kepada karyawan nya.
e. Inisatif
Merupakan adanya dari dalam diri anggota organisasi untuk melakukan
pekerjaan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu
perintah.
41
2.2 Penelitian Terdahulu
Pembahasan dari penelitian terdahulu dilakukan sebagai upaya memperjelas
tentang variabel-variabel dalam penelitian ini dan sekaligus untuk membedakan
penelitian ini dengan penelitian dari sebelumnya. Umumnya kajian yang
dilakukan oleh peneliti-peneliti dari kalangan akademis dan telah dipublikasikan.
Adapun penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini dapat dilihat pada
tabel 2.1:
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
No Nama Judul Metode Hasil
1 Lukman Pengaruh Menggunakan Lingkungan kerja
Anthoni, Jurnal Lingkungan metode sebagai variabel x1
Manajemen & Kerja dan asosiatif. dan budaya
Kuantitatif
Akutansi Vol. Budaya Kerja organisasi x2
5 No. 1 (Tahun Islam Terhadap berpengaruh positif
2020, ISSN: Kinerja dan siginifikan
2614-3291 Karyawan PT terhdap kinerja
AJS Amanah karaywan.
Jiwa Giri Artha
2 Anding Pengaruh Menggunakan Segala variabel
Sunarto, Derita Kompetensi, metode indepanden dalam
Qurbani disiplin kerja asosiatif. riset ini secara
Shelby, Jurnal dan Lingkungan Kuantitatif parsial serta
Ilmiah Kerja terhadap simultan
Manajemen kinerja mempengaruhi
Forkamma, karaywan pada terhadap kinerja.
Vol.4 No.1, PT Anugrah Perihal ini
November Bersama dibuktikan dengan
2020, Sejahtera Depok hasil uji yang sudah
ISSN:2598- dicoba dalam riset
9545 ini.
3 Yan Kristian Pengaruh Menggunakan Lingkungan Kerja
Halomoan, Lingkungan metode dan motivasi
Agus Kerja dan asosiatif. berpengaruh
Suhartono, Motivasi Kuantitatif signifikan terhadap
Jurnal Terhadap kinerja karyawan
42
No Nama Judul Metode Hasil
Ekonomi Kinerja dengan kontribusi
Ekonomi Karyawan Pada pengaruh
Efektif, Vol. PT. Bangkit sebesar 71,0%
2 No.3, Maju Bersama sisanya sebesar
Juni 2020, E- 29,0%
ISSN: 2622- dipengaruhi faktor
9935 lain. Uji hipotesis
diperoleh nilai F
hitung > F tabel
atau (69,731 >
2,770.
4 I Nyoman Pengaruh Menggunakan Motivasi dan
Marayasa, Motivasi Dan metode Disiplin kerja secara
Anggi Faradila, Disiplin Kerja asosiatif. bersama-sama
Jurnal Terhadap Kuantitatif berpengaruh positif
Ekonomi Kinerja dan signifikan
Efektif, Vol.2, Karyawan Pt. terhadap kinerja
No 1, Oktober Bank Dinar karyawan PT. Bank
2019, ISSN: Indonesia Dinar Indonesia
2622-8882, E-
ISSN: 2622-
9935
5 Dede Andi, Pengaruh Menggunakan Kepemimpinan,
Jurnal Kreatif, Kepemimpinan metode kedisiplinan dan
Vol 7, No 1, Dan Disiplin asosiatif. motivasi secara
juni 2019 (93- Kerja Terhadap Kuantitatif bersama-sama
102), ISSN : Motivasi Serta berpengaruh positif
2339-0689, E- Dampaknya dan signifikan
ISSN : 2406- Terhadap terhadap variabel
8616 Kinerja kinerja
Karyawan Studi
Pada Pt Atlas
Resources Tbk
Jakarta Selatan
6 Ida Nurlina, Analisis Menggunakan Remunerasi,motivas
Jurnal Disrupsi Pengaruh metode i kerja dan disiplin
Bisnis, Vol.1, Remunerasi, asosiatif. kerja Sangat
No 3, Motivasi Kerja Kuantitatif berpengaruh
November Dan Disiplin signifikan terhadap
2018 Kerja Terhadap kinerja karyawan
43
No Nama Judul Metode Hasil
ISSN : 2621- Kinerja Pegawai PPPPTK bisnis dan
797 Pppptk Bisnis pariwisata.
Dan Pariwisata,
Kemendikbud-
Depok
7 Andrew M.C. Pengaruh Menggunakan Hasil penelitian ini
Mamesah dan Lingkungan, metode hipotesis
Victor P.K. Disiplin Kerja asosiatif. menunjukan bahwa
ISSN 2303- dan Loyalitas Kuantitatif lingkungan kerja,
1174 Kerja Terhadap disiplin kerja dan
Jurnal EMBA, Kinerja loyalitas kerja
Vol.4 No.3 Karyawan Pada secara simultan dan
(2016) LPP RRI parsial berpengaruh
Hal.600-611 Manado. secara signifikan
terhadap kinerja
karaywan pada LPP
RRI Manado.
8 Yuli Yantika, Pengaruh Menggunakan Hasil Penelitian Uji
dan Toni Lingkungan metode t Menyatakan
Herlambang, Kerja, Etos Kerja, asosiatif. bahwa Lingkungan
Jurnal dan Disiplin Kuantitatif kerja Mempunyai
Manajemen Kerja Terhadap pengaruh terhadap
dan Bisnis Kinerja Kinerja Karyawan
Indonesia, Karaywan Pada begitupun Disiplin
Vol.4 No.2 PEMKAB Kerja berpangaruh
Desember Bondowoso. signifikan Terhadap
(2018) Hal. Kinerja Karaywan.
174-188
9 Dwi Agung Pengaruh Menggunakan Hasil Penelitian ini
Nugroho Kedisiplinan, metode Menunjukan bahwa
Arianto, Jurnal Lingkungan asosiatif. kedisiplinan kerja
Economia, Kerja dan Budaya Kuantitatif tidak berpengaruh
Vol.9 No.2 Kerja Terhadap terhadap kinerja
Oktober (2017) Kinerja karyawan,
Karyawan pada Lingkungan Kerja
Tenaga Pengajar tidak berpengaruh
Yaspenlub pada kinerja
Demak. karyawan, Budaya
Kerja Berpengaruh
positif terhadap
kinerja tenaga
pengajar pada
Yaspenlub Demak.
Sumber : Literatur Jurnal (2021)
44
2.3 Kerangka Berfikir
Menurut Sugiyono (2019:60) “Kerangka berpikir merupakan model
konseptual tentang bagaimana teori hubungan dengan berbagai faktor yang telah
di identifikasi sebagai hal yang penting jadi dengan demikian maka kerangka
berpikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang
lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi
setiap pemikiran atau suatu bentuk proses dari keseluruhan dari penelitian yang
akan dilakukan”. Dalam penelitian ini kerangka berpikirnya adalah sebagai
berikut :
Yang menjadi indikator lingkungan kerja pada penelitian ini adalah
lingkungan kerja Menurut Sedarmayanti (2017:21) adalah :
1. Penerangan / Cahaya
Penerangan dan pencahayaan sangat besar manfaat nya bagi peagwai guna
mendapatkan kenyamanan dan kelancaran dalam bekerja.
2. Suhu Udara
Dalam keadaan normal, setiap anggota tubuh manusia mempunyai tempratur
yang berbeda.
3. Suara Bising
Kebisingan di tempat kerja adalah salah satu polusi yang cukup menyibukan
para pekerja untuk mengatasinya adalah kebisingan, yaitu bunyi yang tidak di
kehendaki oleh telinga.
4. Tata warna
45
Warna memiliki efek pada keadaan psikologis seorang pekerja yakni dapat
memotivasi.
5. Keamanan Kerja
Keamanan ditemmpat kerja guna menjaga lingkungan kerja tetap dalam
keadaan aman maka perlu di perhatikan adanya petugas keamanan.
Menurut Rivai (2016:356) Pada dasarnya banyak indikator yang
mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan suatu organisasi, di antaranya:
1. Frekuensi Kehadiran
Frekuensi kehadiran merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui
tingkat kedisiplinan pegawai. Semakin tinggi frekuensi kehadirannya atau
rendahnya tingkat kemangkiran maka pegawai tersebut telah memiliki disiplin
kerja yang tinggi.
2. Tingkat Kewaspadaan
Pegawai yang dalam melaksanakan pekerjaannya selalu penuh
perhitungan dan ketelitian memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi baik
terhadap dirinya maupun terhadap pekerjaannya.
3. Ketaatan Pada Standar Kerja
Dalam melaksanakan pekerjaannya, seorang pegawai diharuskan mentaati
semua standar kerja yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan dan pedoman
kerja agar kecelakaan kerja tidak terjadi atau dapat dihindari.
4. Ketaatan Pada Peraturan Kerja
Hal ini dimaksud untuk kenyamanan dan kelancaran dalam bekerja.
5. Etika Kerja
46
Etika kerja diperlukan oleh setiap pegawai dalam melaksanakan pekerjaanya
agar tercipta suasan harmonis, saling menghargai antar sesama pegawai.
Menurut Mangkunegara (2015:75) menyatakan bahwa indikator kinerja
sebagai berikut:
1. Kualitas kerja
Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa
yang seharusnya dikerjakan.
2. Kuantitas kerja
Kuantitas kerja adalah seberapa lama seorang pegawai dalam satu hari
nya. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap pegawai
itu masing-masing.
3. Pelaksanaan Tugas
Pelaksanaan Tugas adalah seberapa jauh karyawan mampu melakukan
pekerjaannya dengan akurat atau tidak ada kesalahan.
4. Tanggung Jawab.
Tanggung jawab terhadap pekerjaan adalah kesadaran akan kewajiban
karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan.
Perusahaan harus benar-benar melakukan evaluasi dan pengkajian kembali
terhadap setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada
karyawan nya.
5. Inisatif
47
Merupakan adanya dari dalam diri anggota organisasi untuk melakukan
pekerjaan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu
perintah.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA
TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. ZETA EKA TUNAS ADIKA,
JAKARATA SELATAN
LINGKUNGAN KERJA
(X1)
Indikator :
1. Penerangan / Cahaya
2. Suhu Udara
3. Suara Bising
4. Keamanan Kerja H1
5. Tata Warna
Sumber :
Sedarmayanti (2017:21) KINERJA (Y)
Indikator :
48
H3 1. Kualitas.
2. Kuantitas.
3. Pelakasanaan Tugas.
Gambar 2.1
Kerangka Berfikir
2.4 Hipotesis Penelitian
Menurut Sugiyono (2018:64) Hipotesis adalah dugaan atau jawaban
sementara terhadap penelitian, karena baru berdasarkan teori-teori namun
berdasarkan empiris hasil penelitian. Dari pengertian tersebut, maka didapatkan
hipotesis dalam penelitian ini, yaitu :
H01: P1 = 0Tidak terdapat pengaruh secara parsial antara lingkungan kerja
terhadap kinerja karyawan pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan
Ha1 : P1 ≠ 0 Terdapat pengaruh antara secara parsial lingkungan kerja terhadap
kinerja karyawan pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan
49
H02 : P2 = 0 Tidak terdapat pengaruh secara parsial antara disiplin kerja
terhadap kinerja karyawan pada PT. Zeta Eka Tunas Adika,
Jakarta Selatan
Ha2 : P2 ≠ 0 Terdapat pengaruh secara parsial antara disiplin kerja terhadap
kinerja karyawan pada PT. Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta
Selatan
H03 : P3 = 0 Tidak terdapat pengaruh secara simultan antara lingkungan kerja
dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Zeta Eka
Tunas Adika, Jakarta Selatan
Ha3 : P3 ≠ 0 Terdapat pengaruh secara simultan antara lingkungan kerja dan
disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Zeta Eka
Tunas Adika, Jakarta Selatan
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Menurut
Sugiyono (2018:13) “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti
pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya
dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,
50
analis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis
yang telah ditetapkan”.
Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode
asosiatif, menurut Sugiyono (2018:44) yaitu “penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui pengaruh hubungan antara dua variabel lebih”. Penelitian asosiatif
mempunyai tingkatan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan deskriptif dan
komparatif.
3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian
3.2.1 Tempat Penelitian
Menurut Sugiyono (2016:13) tempat penelitian adalah “Sasaran ilmiah
untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal
yang objektif”. Penelitian ini dilaksanakan di Office Zeta, Kemang Square Lt.2 Jl.
Kemang Raya, Jakarta Selatan.
3.2.2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dimulai dari bulan Mei 2022. Penelitian ini dilakukan
secara bertahap dimulai dengan penyusunan proposal, pengajuan proposal,
seminar proposal, pengajuan surat izin penelitian, pengumpulan data. Sehingga
tercukupi kebutuhan data dan informasi.
Tabel 3.1
Tabel Waktu Penelitian
2022
Bentuk
no Mei Juni Juli Agustus
Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Penyusunan
51
Uji Proposal
2 Administrasi
Penelitian
Pengumpula
3 n
Data
4 Pengelolaan
data
5 Bimbingan
Skripsi
6 Sidang
Skripsi
Perbaikan
7 Hasil Sidang
Skripsi
Pengumpula
8 n
Skripsi
3.3 Variabel Dan Operasional Peneltian
3.3.1 Variabel
Variabel adalah suatu atribut dari sekelompok objek yang diteliti,
mempunyai variasi antara satu dan lainnya dalam kelompok tersebut. Menurut
Sugiyono (2017:39) Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut untuk kemudian ditarik kesimpulan.
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu variabel terikat
(Dependent Variable) atau variabel yang bergantung pada variabel lainnya, dan
selanjutnya adalah variabel bebas (Independent Variable) atau variabel yang tidak
bergantung pada variabel lainnya. Berkaitan dengan penelitian ini, variabel
penelitian yang terdiri dari variabel dependent dan variabel independent akan
penulis uraikan sebagai berikut :
52
1. Variabel Terkait ( Variabel Dependen)
Menurut Sugiyono (2017:39) variabel Dependent sering disebut variabel
Ouput, kriteria ataupun konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering juga disebut
dengan nama variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam
penelitian ini yang menjadi variabel Dependent adalah kinerja karyawan (Y).
Hal tersebut juga selaras dengan pendapat Mangkunegara (2015:9)
”Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai
oleh sesorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya”. Sedangkan indikator
kinerja karyawan menurut Hasibuan (2015:75) adalah Kualitas kerja, Kuantitas
kerja, Pelaksanaan Tugas, Tanggung Jawab dan Inisatif
2. Variabel Bebas ( Independent Variabel)
Menurut Sugiyono (2018:39) variabel bebas (Variable Independent)
merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan
atau timbulnya variabel terikat (Variable Dependent). Variabel yang
dilambangkan (X) ini memiliki pengaruh yang positif maupun negatif terhadap
variabel lainnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah :
a. Lingkungan Kerja (X1)
Menurut Sedarmayanti (2017:26) “Lingkungan kerja adalah semua
keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan
dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan
dengan bawahan”. Sedangkan indikator lingkungan kerja menurut
53
Sedarmayanti (2017:27) adalah perhatian dan dukungan pemimpin,
kerjasama antar kelompok dan kelancaran komunikasi.
b. Disiplin Kerja (X2)
Menurut Edy Sutrisno (2016:85) Disiplin adalah sikap kesediaan dan
kerelaaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan
yang berlaku disektarnya. Sedangkan indikator disiplin kerja menurut Rivai
(2016:356) adalah Frekuensi Kehadiran, Tingkat Kewaspadaan, Ketaatan
Pada Standar Kerja, Ketaatan Pada Peraturan Kerja dan Etika Kerja.
3.3.2 Oprasional Variabel
Menurut Sugiyono (2017:63) berpendapat “Operasional variabel
penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai orang, objek atau kegiatan
yang mempunyai variasi tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Operasional variabel
diperlukan dalam menentukan jenis, indikator, serta skala dari variabel-
variabel yang terkait dalam suatu penelitian, sehingga pengujian hipotesis
dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar.
Operasional variabel dimaksud untuk mengetahui pengaruh
pengukuran variabel. Dalam penelitian ini variabel yang dimaksud adalah
lingkungan kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) sebagai variabel bebas, serta
kinerja karyawan (Y) sebagai variabel terikat. Variabel bebas dan variabel
terikat tersebut mempunyai pengaruh dalam strategi pemasaran. Berikut
penulis tampilkan tabel operasional varibel dari penelitian ini :
Tabel 3.2
Operasional Variabel Penelitian
54
Skala
Item
No Variabel Definisi Operasional Indikator Pernyataan Likert
Menurut Sedarmayanti Perhatian dan
1,2,3
(2015:26) “Lingkungan Dukungan Pimpinan
kerja adalah semua Kerja Sama Antar
4,5,6
keadaan yang terjadi Kelompok
yang berkaitan dengan
Lingkung
hubungan kerja, baik
1 an Kerja
hubungan dengan
(X1)
atasan maupun Kelancaran
7,8,9,10
hubungan sesama rekan Komuikasi
kerja, ataupun
hubungan dengan
bawahan”
Menurut Edy Sutrisno Frekuensi Kehadiran
1,2
(2014:85) Disiplin Kerja.
adalah sikap kesediaan Tingkat
3,4
dan kerelaaan Kewaspadaan
Disiplin
2 seseorang untuk Ketaatan Pada
Kerja (X2) 5,6,
mematuhi dan mentaati Standar
norma-norma peraturan Ketaatan Pada
7,8,
yang berlaku Peraturan Kerja.
disektarnya. Etika Kerja. 9,10
3 Kinerja Menurut Mangkunegara Kualitas Kerja 1,2
Karyawan (2015:9) Kinerja
Kuantitas Kerja 3,4
(Y) karyawan adalah hasil
kerja secara kualitas Pelaksanaan Tugas 5,6
dan kuantitas yang Tanggung Jawab 7,8
dicapai oleh sesorang
Inisiatif 9,10
karyawan dalam
melaksanakan
55
Skala
Item
No Variabel Definisi Operasional Indikator Pernyataan Likert
tugasnya.
Sumber Data 2021
3.4 Populasi Dan Sampel
3.4.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2016:215) mendefinisikan “Populasi adalah jumlah
wilayah generalisasi yang terdiri atau obyek atau subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik
kesimpulannya”. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2010:173), “Populasi
adalah keseluruhan subjek penelitian”.
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan
keseluruhan karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek tersebut
yang dapat ditarik sebagai sampel. Dalam penelitian populasinya adalah karyawan
PT Zeta Eka Tunas Adika berjumlah 62 karyawan.
3.4.2 Sampel
Menurut Sugiyono (2017:81) Sampel jenuh adalah teknik penentuan
sampel dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dan hal ini
sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. Istilah lain sampel junuh
adalah sensus,
dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Sampel jenuh juga
sering diartikan sampel yang sudah maksimum, ditambah berapapun tidak akan
56
merubah keterwakilan. Sehingga peneliti ini menggunakan semua karyawan di PT
Zeta Eka Tunas Adika yang berjumlah sebanyak 62 karyawan.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Di dalam memperoleh data dan informasi yang penulis butuhkan, maka
tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
3.5.1 Data Primer
Definisi data primer menurut Sugiyono (2016:137) “data primer adalah data
yang langsung memberikan data kepada pengumpul data”. Data yang diperoleh
secara langsung dari objek penelitian melalui wawancara dan observasi dan
melalui penyebaran angket kepada responden.
3.5.2 Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan cara mempelajari dan
membaca buku-buku, literatur-literatur serta bahan-bahan buku bacaan lainnya
yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, untuk memperoleh data teoritis
yang relevan dengan pokok persoalan yang dibahas.
3.5.3 Penelitian Lapangan (field research)
Penelitian lapangan dilakukan dengan mengadakan penelitian langsung ke
di PT Zeta Eka Tunas Adika yang dijadikan objek penelitian untuk
mengumpulkan data yang diperlukan. Data tersebut dapat diperoleh melalui:
1. Observasi
57
Observasi adalah salah satu metode penelitian yang dilakukan dengan
cara melakukan pengamatan langsung pada objek penelitian.
2. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang mewakili
tiap variabel instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
berupa kuesioner.
3.5.4 Data Skunder
Definisi data sekunder menurut Sugiyono (2016:137) adalah “sumber yang
tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang
lain atau lewat dokumen”.
3.5.5 Sekala Pengukuran
Menurut Sugiyono (2014:84), Menyatakan bahwa “Skala pengukuran
merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menetukan panjang
pendeknya interval yang ada dalam alat ukur sehingga alat ukur tersebut bila
digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif”.
Menurut Sugiyono (2017:93), menyatakan bahwa “Skala likert adalah skala
yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
sekelompok orang tentang fenomena sosial”. Dengan skala likert, maka variabel
yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator
tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang
dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Tabel 3.3
Nilai Skala Likert
Kategori Jawaban Skor/Nilai Jawaban
Sangat Setuju (SS) 5
58
Setuju (S) 4
Kurang Setuju (KS) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Sumber : Diadaptasi dari Sugiyono (2014:94)
Selanjutnya dicari rata-rata dari setiap jawaban reponden. Untuk
memudahkan penilaian rata-rata tersebut maka digunakan interval, untuk
menentukan panjang kelas interval, maka digunakan rumus sebagai berikut :
rentang
P=
banyak kelas
Keterangan :
P : Panjang kelas interval
rentang : Data terbesar − Data terkecil
banyak kelas: 5
Dari rumus yang dijabarkan diatas, akan didapatkan suatu hasil sebagai
berikut :
5−1
P= =0 , 8
5
Tabel 3.4
Kategori Skala Interval
Skala Kategori
1,00 - 1,79 Sangat Tidak Setuju
1,80 - 2,59 Tidak Setuju
2,60 - 3,39 Cukup Setuju
3,40 - 4,19 Setuju
4,20 - 5,00 Sangat Setuju
Sumber : Diadaptasi dari Sugiyono (2016:47)
3.6 Teknik Analisis Data
Menurut Bogdan dalam Sugiyono (2016:244), mengatakan bahwa
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain
59
sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat di informasikan kepada
orang lain.
3.6.1 Uji Instrumen Data
Dalam suatu penelitian, data mempunyai kedudukan yang sangat
penting. Hal ini dikarenakan data merupakan penggambaran variabel yang
diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis.
Valid atau tidaknya data sangat menentukan kualitas dari data
tersebut. Hal ini tergantung instrumen yang digunakan apakah sudah
memenuhi asas validitas dan relibilitas. Adapun dalam pengujian instrumen
ini digunakan dua pengujian, yaitu :
1. Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2015:203), instrumen yang valid berarti alat
ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid,
dengan kata lain instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa
yang seharusnya diukur.
Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto dalam Selfian Hary Raharjo
(2018:65), mengatakan bahwa validitas adalah instrumen yang dicapai
apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai dengan data
atau informasi lain mengenai variabel penelitian yang dimaksud.
Rumusan korelasi yang dapat digunakan adalah yang dikemukakan
oleh person, yang dikenal dengan rumus korelasi product moment
sebagai berikut :
r =n ¿ ¿
60
Keterangan :
r = Nilai Koefisien Korelasi
n = Jumlah Responden
Xi = Skor setiap butir pernyataan
Xt = Skor total butir seluruh pernyataan
¿n¿¿
Keterangan :
r = Nilai Koefisien Korelasi
n = Jumlah Responden
Yi = Skor setiap butir pernyataan
Yt = Skor total butir seluruh pernyataan Ketentuan Validitas
Valid = rhitung > rtabel, taraf signifikan 5%
Tidak Valid = rhitung < rtabel, taraf signifikan 5%
Dalam penelitian ini, uji perhitungan validitas yang dilakukan
penulis menggunakan bantuan software SPSS Statistics 22.
2. Uji reabilitas
Menurut Sugiyono (2019:173), bahwa uji reliabilitas adalah sejauh
mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama akan
menghasilkan data yang sama. Sedangkan menurut Siregar (2013:87),
reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran
tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih
terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang
61
sama pula. Siregar (2013:89) menjelaskan bahwa metode alpha cronbach
digunakan untuk menghitung reliabilitas suatu tes yang mengukur sikap
atau prilaku. Metode alpha cronbach tidak memiliki pilihan benar atau
salah maupun ya atau tidak.
Dalam penelitian ini model analisis yang digunakan adalah alpha
cronbach yaitu sebuah ukuran reliabilitas, khususnya batas bawah
reliabilitas yang dapat diterima dalam survei. Kriteria instrumen
dikatakan reliabel bila koefisien reliabilitas > 0,600 atau dibandingkan
nilai ralpha (alpha cronbach) dengan r tabel yang sudah diketahui pada
uji validitas. Jika r alpha (positif) > r tabel maka instrumen tersebut
dikataka andal (reliabel). Sebaliknya jika ralpha (negatif) < r tabel maka
instrumen tersebut tidak andal (Not Reliable).
Pendapat diatas diperkuat oleh Supranto dan Lima Krisna
(2013:45), yang menjelaskan bahwa beberapa buku umumnya
menggunakan batas nilai reliabilitas diatas 0,600. Tetapi ada juga yang
menentukan nilai reliabilitas diatas 0,700. Batas keduanya diakui dan
bisa diterima. Formula yang digunakan untuk menguji reliabilitas
instrumen dalam penelitian ini adalah Alpha Cronbach :
1. Mencari realibilitas variabel Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja (X)
a. Mencari varian butir variabel Lingkungan Kerja (X1) Disiplin Kerja
2
(∑ Xi )
∑ Xi2−
(X2) n
Si=
n
62
b. Mencari total varian variabel Lingkungan Kerja (X 1) Disiplin Kerja
2
2(∑ Xt )
∑ Xt −
(X2) n
St =
n
c. Mencari reliabilitas variabel Lingkungan Kerja (X 1) Disiplin Kerja
(X2)
rea= ( k−1
k
)(1− ∑StSi )
Keterangan :
rea = Nilai reliabilitas
Si = Varian skor tiap butir pernyataan
St = Varian total
k = Banyaknya pertanyaan
Xi = Jumlah skor jawaban subjek untuk butir pernyataan
Xt = Total skor variabel pernyataan
n = Jumlah responden
2. Mencari realibilitas variabel Kinerja Karyawan (Y)
a. Mencari varian butir variabel Kinerja Karyawan (Y)
2
2(∑ Yi )
∑ Yi −
n
Si=
n
b. Mencari total varian variabel Kinerja Karyawan (Y)
2
2 (∑ Yt )
∑ Yt −
n
St =
n
c. Mencari reliabilitas variabel Kinerja Karyawan (Y)
63
rea= ( k−1
k
)(1− ∑StSi )
Keterangan :
rea = Nilai reliabilitas Si = Varian skor tiap butir pernyataan
St = Varian total k = Banyaknya pertanyaan
Yi = Jumlah skor jawaban subjek untuk butir pernyataan
Yt = Total skor variabel pernyataan
N = Jumlah responden
Kriteria uji reliabilitas dalam penelitian ini menurut Sugiyono (2013:184)
adalah 0,600 yang berarti :
1. jika rca ≤ 0,600 maka butir instrumen dinyatakan tidak reliable.
2. Jika rca ≥ 0,600 maka butir instrumen dinyatakan reliable.
3.6.2 Uji Asumsi Klasisk
Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui ketepatan sebuah data.
Menurut Singgih Santoso (2017:342) berpendapat bahwa “Sebuah model
regresi akan digunakan untuk melakukan peramalan sebuah model yang
baik adalah model dengan kesalahan peramalan yang seminimal mungkin”.
Pengujian persyaratan analisis ini digunakan sebagai persyaratan
dalam penggunaan model analisis regresi linier berganda. Suatu model
regresi harus dipenuhi syarat-syarat bahwa data berdistribusi normal, tidak
terjadi multikolineritas dan heterokedastisitas. Jika tidak ditemukan
permasalahan maka dilanjutkan dengan pengujian hipotesis dengan analisis
regresi.
64
Dalam regresi linier, untuk memastikan agar model tersebut BLUE
(Best Liner Unbiased Estimator) dilakukan pengujian sebagai berikut :
1. Uji Normaliitas
Menurut Arikunto (2017:357) “uji normalitas bertujuan untuk
menguji apakah dalam model regresi, dependent variabel dan
independent variabel keduanya mempunyai distribusi normal ataukah
tidak”. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal
atau mendekati normal. Mendeteksi dengan melihat penyebaran data
(titik) pada sumbu diagonal dari grafik normal probability plot (normal
P-P Plot). Jika grafik menunjukan bahwa titik-titik terlihat menyebar
disekitar garis diagonalnya maka menunjukan bahwa model regresi
memenuhi asumsi normalitas.
2. Uji Multikolenieritas
Uji multikolinearitas bertujuan menguji apakah pada model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Menurut Ghozali
(2017:105) berpendapat bahwa “Uji multikolinearitas bertujuan untuk
menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel
bebas (Independent)”. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
korelasi diantara variabel Independent. Jika variabel Independent saling
berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak otrogonal. Variabel
Ortogonal adalah variabel Independent yang nilai korelasi antar sesama
variabel Independent sama dengan nol.
65
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas dapat dilihat dari
besaran Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Pedoman suatu
model regresi yang bebas multikolinearitas adalah mempunyai angka
tolerance mendekati 1. Batas VIF adalah 10, jika nilai VIF dibawah 10,
maka tidak terjadi gejala mutikolinearitas (Gujarati, 2012:432). Menurut
Sanggih Santoso (2015:236) rumus yang digunakan adalah sebagai
berikut:
1
VIF= 2
1−R 1
Dalam pengujian ini terdapat cara untuk mendeteksi hal tersebut, dan
pedomannya adalah sebagai berikut :
a. Jika nilai tolerance lebih > dari 0,1 dan nilai Variance Inflation
Factor < dari 10, maka tidak terjadi multikolinearitas.
b. Jika nilai tolerance lebih < dari 0,1 dan nilai Variance Inflation
Factor > dari 10, maka terjadi multikolinearitas.
3. Uji Autokolerasi
c. Menurut Ghozali (2017:110) berpendapat bahwa “Uji Autokorelasi
bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi liniear ada
korelasi antara kesalahan pengganggu periode t dengan kesalahan
pengganggu pada periode t-1”. Model regresi yang baik adalah regresi
yang bebas dari autokorelasi. Cara yang dapat digunakan untuk
mendeteksi ada atau tidaknya auto korelasi adalah dengan uji Durbin
Watson dengan rumus :
n
d. d=∑t =2 ¿ ¿
66
e. Keterangan :
f. et= adalah residual tahun t
g. et-1 = adalah residual satu tahun sebelumnya
h. Menurut Algifari (2014:88) menyampaikan bahwa “Konsekuensi
dari adanya autokorelasi dalam suatu model regresi adalah varian
sampel tidak dapat menjelaskan varian populasinya”.
Tabel 3.5
Pedoman Uji Autokorelasi dengan Durbin Watson (DW-test)
Kriteria Keterangan
<1 Ada Autokoelasi
1,1 – 1,54 Tanpa Kesimpulan
1,55 – 2,46 Tidak Ada Autokoelasi
2,46 – 2,9 Tanpa Kesimpulan
> 2,9 Ada Autokorelasi
Sumber : Algifari (2016:88)
4. Uji Heterokadaktisitas
Menurut Ghozali (2017:139) uji heteroskedastisitas terjadi untuk
menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan
Variance dari Residual dalam satu pengamatan ke pengamatan yang lain,
jika Variance berbeda maka disebut heteroskedastisitas.
Cara lain dalam menguji heteroskesdastisitas juga dapat dilakukan
dengan grafik grafik scater plot dapat melihat grafik scatter plot (Ghozali,
2017:125-126), dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Jika data pada scatter plot tidak teratur dan tidak membentuk pola
tertentu (naik turun, mengelompok menjadi satu) maka dapat
disimpulkan tidak terjadi problem Heteroskesdastisitas.
2. Jika penyebaran data pada scatter plot teratur dan membentuk pola
67
tertentu (naik turun, mengelompok menjadi satu) maka dapat
disimpulkan terjadi problem Heteroskesdastisitas.
3.6.3 Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif adalah penelitian untuk menilai kondisi dari nilai
pengaruh, dan signifikansi pengaruh tersebut. Menurut Sugiyono (2017:55)
berpendapat bahwa “Metode kuantitatif merupakan penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.
Dengan demikian daei hasil analisis ini akan memberikan jawaban awal dan
rumusan masalah mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen. Adapun tahapan analisis yang dilakukan adalah :
1. Uji Regresi Linier Sederhana
Menurut Sugiyono (2017:77) berpendapat bahwa “Regresi linier
sederhana digunakan untuk mengestimasi besarnya koefesien yang
dihasilkan dari persamaan yang bersifat linear dari variabel bebas untuk
digunakan sebagai alat prediksi besarnya variabel tergantung”. Adapun
persamaan regresi linear sederhana dapat dirumuskan sebagai beriku :
Y = a + bx
Keterangan :
Y = Variabel terikat (variabel yang diduga) X = Variabel bebas
a = Intersep (konstan) nilai Y bila X = 0 disebut titik Intercept
b = Koefesien arah regresi linier untuk mengukur besarnya pengaruh Y
Sedangkan untuk mengetahui besarnya nilai konstanta a dan
konstanta b dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
68
( ∑Y.∑ X2 ) - ( ∑X.∑XY ) n ∑ XY - ∑X∑Y
a= 2 2
Dan b = 2
n∑ X -(∑X ) n∑ X −¿ ¿
2. Uji Regresi Linier Berganda
Menerut Sugiyono (2017:77) berpendapat bahwa “Analisis regresi
digunakan untuk melakukan prediksi bagaiaman perubahan nilai variabel
dependen bila nilai variabel independen dinaikkan atau diturunkan”.
Model hubungan ini disusun dalam fungsi atau persamaan regresi ganda
sebagai berikut :
Y = a ̇+b1X1+b2X2+↋
Keterangan :
Y = Variabel dependen
a = Bilangan konstanta
b1b2 = Koefisien regresi masing-masing variabel
X1X2 = Variabel independen
↋ = Disturbance’s error atau variabel pengganggu
3.6.4 Uji Koefisien Kolerasi
Menurut Sugiyono (2014:24) dalam analisis korelasi product moment
yang dicari adalah koefisien korelasi yaitu angka yang menyatakan derajat
hubungan antara variabel independen dan variabel dependen atau untuk
mengetahui kuat atau lemahnya hubungan antara variabel independen
dengan variabel dependen, hubungan yang dimaksud bukanlah hubungan
sebab akibat yang berlaku pada metode regresi.
69
Besarnya koefisien korelasi (r) antara dua variabel adalah untuk
memberi interprestasi terhadap kuat atau lemahnya pengaruh maka
digunakan pedoman sebagai berikut :
Tabel 3.6
Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi
No Interval Koefisien Tingkat Hubungan
1 0,00 s/d 0,199 Sangat Rendah
2 0,20 s/d 0,339 Rendah
3 0,40 s/d 0,599 Sedang
4 0,60 s/d 0,799 Kuat
5 0,80 s/d 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono (2018:242)
3.6.5 Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan
model yang dibentuk dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai
koefisien determinasi (R2) yaitu antara nol dan satu. Nilai (R2) yang kecil
mengindikasikan variabel independen memberikan hampir semua informasi
yang dibutuhkan untuk dilakukannya prediksi terhadap variabel dependen
(Imam Ghozali, 2011:97). Menurut Supangat (2011:350) Koefesien
determinasi menunjukan besaran tingkat kekuatan hubungan antara dua
variabel atau lebih dalam bentuk persen (menunjukkan seberapa besar
persentase variabel X dapat memberikan kontribusi terhadap variabel Y).
Berdasarkan pengertian diatas, maka koefisien determinasi merupakan
analisis untuk mengetahui seberapa besar persentase kontribusi variabel
bebas terhadap variabel terikatnya. Menurut Sugiyono (2016:350) besarnya
kontribusi dari variabel X terhadap nilai Y dapat dihitung dengan rumus
sebagai berikut :
70
2
KD=r ×100 %
Keterangan :
Kd = Koefisien determinasi
r = Koefisien korelasi antara X dan Y (yang dikuadratkan)
100% = Pengalian yang dipresentasikan
3.6.6 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk menentukan apakah suatu
hipotesis sebaiknya diterima atau ditolak. Menurut Sugiyono (2017:213)
berpendapat “Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
masalah penellitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya
disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan”. Dengan demikian hipotesis
penelitian ini dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat sementara
terhadap masalah penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul
dan harus diuji secara empiris. Adapun pengujian yang dapat dipergunakan
untuk melakukan pengujian hipotesis, yaitu :
1. Uji t (Parsial)
Uji t berarti melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara
parsial. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran
secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen
dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lain dianggap
konstan. Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut (Ghozali,
2013:98) :
a. Menentukan Formula Hipotesis
71
Rancangan pengujian hipotesis penelitian ini untuk menguji ada
tidaknya pengaruh antara variabel independen (X) yaitu lingkungan
kerja (X1), disiplin kerja (X2), terhadap kinerja karyawan sebagai
variabel dependen (Y). Adapun yang menjadi hipotesis nol (H 0) dan
hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Lingkungan Kerja
Ho1 : ρ1 = 0 Tidak Terdapat pengaruh yang positive dan
signifkan antara lingkungan kerja terhadap kinerja
karyawan pada PT Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta
Selatan.
Ha1 : ρ1 ≠ 0 Terdapat pengaruh yang positive dan signifikan
antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan
pada PT Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan.
2. Disiplin Kerja
Ho2 : ρ2 = 0 Tidak terdapat pengaruh positive dan signifikan
antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada
PT Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan.
Ha2 : ρ2 ≠ 0 Terdapat pengaruh pengaruh positive dan signifikan
antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada
PT Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta Selatan.
b. Menentukan derajat Probabilitas sebesar 95% atau toleransi kesalahan
5%,taraf signifikansi a = 0,05.
c. Menentukan signifikasi
72
Nilai signifikansi (p value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima
Nilai signifikansi (p value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak
d. Membuat kesimpulan
Dasar pengambilan keputusan (Ghozali, dalam Andi S. Rahmana,
2018:97) adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi,
yaitu:
1) Apabila angka probabilitas signifikasi > 0,05 dan t hitung < t tabel
maka Ho diterima dan Ha ditolak.
2) Apabila angka probabilitas signifikansi < 0,05 dan t hitung > t tabel
maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Adapun rumus yang dapat dipakai dalam pengujian hipotesis (uji t)
ini, menurut Sugiyono (2017:184) dapat menggunakan dengan mencari nilai
t hitung dengan rumus sebagai berikut :
r 1 √ n−2
t−
√ 1−r 1 2
Sumber : Sugiyono (2017:184)
Keterangan :
t = Probilitas
r = Koefesien korelasi parsial
n = Jumlah Sampel
2. Uji f (Silmutan)
Menurut Imam Ghozali (2013:98) Uji f adalah uji secara bersama-
sama seluruh variabel independennya terhadap variabel dependennya. Uji f
73
dalam penelitian ini digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh kualitas
pelayanan dan harga terhadap kepuasan pelanggan secara simultan.
Hasil perhitungan fhitung dibanding dengan ftabel yang diperoleh
dengan menggunakan tingkat resiko atau signifikan level 5% (0,05) atau
dengan degree freedom= n-k dengan dasar pengambilan keputusannya
adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi, yaitu (Ghozali,
2013:98):
1. Apabila probabilitas signifikansi > 0,05 dan fhitung < ftabel maka Ho
diterima dan Ha ditolak.
2. Apabila probabilitas signifikansi < 0,05 dan fhitung > ftabel maka Ho ditolak
dan Ha diterima.
Adapun yang menjadi hipotesis nol (H o) dan hipotesis alternatif (Ha)
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
HO3 : ρ3 = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang positive dan signifikan antara
lingkungan kerja dan disiplin kerja secara simultan terhadap
kinerja karyawan pada PT Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta
Selatan..
Ha3 : ρ3 = 0 : Terdapat pengaruh yang positive dan signifikan antara
lingkungan kerja dan disiplin kerja secara simultan terhadap
kinerja karyawan pada PT Zeta Eka Tunas Adika, Jakarta
Selatan.
74
DAFTAR PUSTAKA
BUKU :
Algifari, 2017. Analisis Regresi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE.
Arikunto, Suharsimi. 2019. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.
Erni dan Kurniawan. 2017. Pengantar Manajemen, Edisi Kesatu. Jakarta:
Kencana.
Feriyanto, Andri dan Shyta, Endang Triana. 2015. Pengantar Manajemen (3 in 1).
Kebumen: Mediatera.
Gujarati. 2017. Dasar-dasar Ekonometrika. Edisi Kelima, Mangunsong, R,C.
Penerjemah. Jakarta: Salemba Empat.
Ghozali, Imam. 2019. Aplikasi Analisis Multivariant dengan Program IBM
SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.
____________. 2019. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS
Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.
____________. 2019. Aplikasi Analisis Multivariant dengan Program IBM SPSS.
Edisi 7. Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang.
Hamali, Arif Yusuf. 2016. Pemahaman Manajemen Sumber Daya Manusia,
Strategi Mengelola Karyawan (Cetakan Pertama). Yogyakarta: CAPS
Hasibuan, Malayu S.P. 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
__________________. 2016. Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Akasara.
__________________. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara.
Frayol, H. (2010). Manajemen Public Relation. Jakarta: PT. Elex Media.
Mangkunergara, AA. Anwar Prabu. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Moeheriorno. 2016. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi, Edisi Revisi.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Serdamayanti. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja.
Jakarta: Mandar Maju.
Simamora, Henry. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
STIEY.
Singgih, Santoso. 2015. Menguasai Statistik Multivariat. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
Siregar. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Fajar Interpratama
Mandiri.
Sondang. P. Siagian. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
_________.(2017). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
75
_________.(2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
_________.(2019). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
_________.(2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitataif dan Kombinasi
(Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
_________.(2017). Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi Dengan Metode
R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutrisno, Edy. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia (Cetakan Pertama).
Jakarta: Kencana.
___________. 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia (Cetakan Keenam).
Jakarta: Prenada Media Group.
____________. 2019. Manajemen Sumber Daya Manusia (Cetakan Ketujuh).
Jakarta: Prenada Media Group.
____________. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia (Cetakan Kedelapan).
Jakarta: Prenada Media Group.
Supangat, Andi. 2018. Statistik Dalam Kajian Deskriptif, Inferens dan
Nonparametrik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Suwatno dan Priansa, Doni Juni. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia dalam
Organisasi Publik dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Veithzal, Rivai. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan,
Edisi Ketujuh. Depok: PT Raja Grafindo.
Wibowo. 2016. Manajemen Kinerja, Edisi Kesepuluh. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Wilson Bangun. 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.
JURNAL :
Ading Sunarto, Derita Qurbani, Shelby Virby, Jurnal Ilmiah Manajemen
Forkamma, Vol.4 No.1, November 2020, ISSN: 2598-9545
Aidil Amin Effendy & Juwita Ramadani Fitria, Jurnal Ilmiah Manajemen
Forkamma, Vol. 2 No.2, ISSN: 2598-9545, Tahun 2019
Dede Andi, Jurnal Kreatif, Vol 7, No 1, juni 2019 (93-102), ISSN : 2339-0689, E-
ISSN : 2406-8616
Nurlina Ida, Jurnal Disrupsi Bisnis, Vol.1, No 3, November 2018
ISSN: 2621-797 Marayasa, I., N & Anggi Faradila, Jurnal Ekonomi
Efektif, Vol.2, No 1, Oktober 2019, 2622-8882,
Marayasa., I., N. & Noryani, Jurnal Ekonomi Efektif, Vol. 2No. 3, Juni 2020, E-
ISSN: 2622-9935
Lukman Anthoni, Jurnal Manajemen & Akuntansi, Vol. 5 No. 1 Tahun 2020,
ISSN: 2614-3291
M. Tahir, Jurnal Riset Manajemen & Bisnis (JRMB) Vol. 3 No. 1 Tahun 2018,
ISSN: 2339-0506
76
Yan Kristian Halomoan, Agus Suhartono, Jurnal Ekonomi Ekonomi Efektif, Vol.
2 No.3, Juni 2020, E-ISSN: 2622-9935
Hasibuan, Malayu S.P. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
. 2016. Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Akasara.
. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara.
Frayol, H. (2010). Manajemen Public Relation. Jakarta: PT. Elex Media.
Mangkunergara, AA. Anwar Prabu. 2015. Manajemen Sumber Daya
Manusia.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Moeheriorno. 2014. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi, Edisi Revisi.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Serdamayanti. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia dan Produktivitas
[Link]: Mandar Maju.
Simamora, Henry. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
STIEY. Singgih, Santoso. 2015. Menguasai Statistik Multivariat. Jakarta:
PT Elex Media Komputindo.
Siregar. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Fajar Interpratama
Mandiri.
Sondang. P. Siagian. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara.
77
78
79