Tabel 2.
6 Standar Kebutuhan Prasarana Persampahan
Prasarana Keterangan
Lingkup
Prasarana Sarana Dimens
Status
Pelengkap i
Rumah (5 jiwa) Tong Sampah Pribadi -
Gerobak
TPS 2 m3 Gerobak
Sampah
RW (2500 jiwa) mengangkut 3x
Bak sampah
6 m3 seminggu
kecil
Gerobak Jarak bebas TPS dengan
TPS 2 m3 Gerobak
Kelurahan sampah lingkungan hunian
mengangguk 3x
(30.000 jiwa) Bak sampah minimal 30 m
12 m3 seminggu
besar
Mobil sampah TPS/TPA
Kecamatan Mobil mengangkut
Lokal
(120.000 jiwa) bak sampah 3x seminggu
25 m3
besar
Kota (>480.000 Bak sampah
-
jiwa) akhir TPA -
Tempat daur
-
ulang sampah
Sumber : SNI 19-2454-2002 mengenai Tata cara teknik operasional pengolahan sampah perkotaan.
Tabel 2.7 Standar Timbulan Sampah Berdasarkan Sumber
N Volume
Komponen Sumber Sampah Satuan Berat (Kg)
o (l)
1 Rumah Permanen /orang/hari 2.25-2.5 0.350-0.400
2 Rumah Semi Permanen /orang/hari 2-2.25 0.300-0.350
3 Rumah Non Permanen /orang/hari 1.75-2 0.250-0.300
4 Kantor /pegawai/hari 0.5-0.75 0.025-0.100
5 Toko/Ruko /pegawai/hari 2.5-3 0.150-0.350
6 Sekolah /murid/hari 0.1-0.15 0.10-0.020
7 Jalan Arteri Sekunder /m/hari 0.1-0.15 0.020-0.100
8 Jalan Kolektor Sekunder /m/hari 0.1-0.15 0.010-0.050
9 Jalan Lokal /m/hari 0.05-0.1 0.005-0.025
10 Pasar /m2/hari 0.2-0.6 0.100-0.300
Sumber : SNI 03-1733-2004 mengenai Tata cara teknik operasional pengolahan sampah perkotaan.
1. Prasarana Drainase
Jaringan drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan air
permukaan ke badan penerima air dan/atau ke bangunan resapan buatan,
yang harus disediakan pada lingkungan perumahan di perkotaan. Bagian dari
jaringan drainase dijelaskan dalam tabel berikut :
Tabel 2.8 Bagian Drainase
Sarana Prasarana
Sumber air di permukaan tanah (laut,sungai,danau)
Badan Penerima Air
Sumber air di permukaan tanah (air tanah akifer)
Bangunan Pelengkap Gorong-gorong
Pertemuan Saluran
Bangunan Terjunan
Jembatan
Street inlet
Pompa
Pintu Air
Sumber : SNI 02-2406-1991, Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan.
2. Prasarana Jaringan Air Bersih
Secara umum, setiap rumah harus dapat dilayani air bersih yang
memenuhi persyaratan untuk keperluan rumah tangga. Untuk itu, lingkungan
perumahan harus dilengkapi jaringan air limbah sesuai ketentuan dan
persyaratan teknis yang diatur dalam peraturan/perundangan yang telah
berlaku, terutama mengenai tata cara perencanaan umum jaringan air bersih
lingkungan perumahan di perkotaan.
Jenis-jenis elemen perencanaan pada jaringan air bersih yang harus
disediakan pada lingkungan perumahan di perkotaan adalah:
a. Kebutuhan air bersih
b. Jaringan air bersih
c. Kran umum
d. Hidran kebakaran
Tabel 2.9 Standar Kebutuhan Air Bersih Berdasarkan Lokasi Wilayah
No Wilayah Kebutuhan
1 Pedesaan 60 liter/kapita/hari
2 Kota Kecil 90 liter/kapita/hari
3 Kota Sedang 110 liter/kapita/hari
4 Kota Besar 130 liter/kapita/hari
5 Kota 150 liter/kapita/hari
Metropolitan
Sumber : PU Cipta Karya
Tabel 2.10 Standar Pemakaian Air Bersih
N Deskripsi Satuan Nilai Standar
o
Domestik Perpipaan
Sambungan Rumah l/org/hr 120-150
Hidran Umum l/org/hr 30
I
Domestik Non Perpipaan
Terminal Air m unit/hari
3/
2-4
PAH m unit/hari
3/
10
II Fasilitas Sosial
Tempat Ibadah m unit/hari
3/
1,5-2
Kantor l/karyawan/ 10-15
hari
Sekolah l/murid/hari 10-15
Mesjid m unit/hari
3/
2-4
Surau m unit/hari
3/
1-1,5
Rumah Sakit l/bed/hari 200-400
Puskesmas m unit/hari
3/
0,5-1
Rumah Bersalin/BKIA m unit/hari
3/
0,1-0,25
Praktek Dokter m unit/hari
3/
0,1-0,25
Komersial
III Bioskop l/[Link]/hari 5
Hotel l/bed/hari 0,1-0,3
Niaga
IV Niaga Besar m unit/hari
3/
1,5
Niaga Kecil m unit/hari
3/
1
Industrii
V Industri Besar m unit/hari
3/
2-5
Industri Kecil m unit/hari
3/
1-2
VI Pelabuhan m unit/hari
3/
1-2
Sumber: PU Cipta Karya
4. Prasarana Jaringan Listrik
Listrik merupakan hal yang penting dewasa ini, maka prasarana listrik harus
diperhatikan dengan baik agar dapat terdistribusi ke setiap rumah. Jenis-jenis elemen
perencanaan pada jaringan listrik yang harus disediakan pada lingkungan perumahan
di perkotaan adalah:
a) Kebutuhan daya listrik
b) Jaringan listrik.
Beberapa persyaratan, kriteria, dan kebutuhan yang harus dipenuhi adalah:
a) Penyediaan kebutuhan daya listrik
1) Setiap lingkungan perumahan harus mendapatkan daya listrik dari PLN atau
dari sumber lain
2) Setiap unit rumah tangga harus dapat dilayani daya listrik minimum 450 VA
per jiwa dan untuk sarana lingkungan sebesar 40% dari total kebutuhan
rumah tangga.
b) Penyediaan jaringan listrik
1) Disediakan jaringan listrik lingkungan dengan mengikuti hierarki pelayanan,
dimana besar pasokannya telah diprediksikan berdasarkan jumlah unit
hunian yang mengisi blok siap bangun.
2) Disediakan tiang listrik sebagai penerangan jalan yang ditempatkan pada
area damija (daerah milik jalan) pada sisi jalur hijau yang tidak
menghalangi sirkulasi pejalan kaki di trotoar (lihat Gambar 1 mengenai
bagian-bagian pada jalan).
3) Disediakan gardu listrik untuk setiap 200 KVA daya listrik yang ditempatkan
pada lahan yang bebas dari kegiatan umum.
4) Adapun penerangan jalan dengan memiliki kuat penerangan 500 lux
dengan tinggi > 5 meter dari muka tanah.
5) Sedangkan untuk daerah di bawah tegangan tinggi sebaiknya tidak
dimanfaatkan untuk tempat tinggal atau kegiatan lain yang bersifat
permanen karena akan membahayakan keselamatan.
c) Sistem Pembayaran :
1. Pascabayar
2. Prabayar (token)
Tabel 2.11 Standar Kebutuhan Prasarana Listrik
Jenis Ukuran Ukuran Rata- Luas Bangunan Kebutuhan Listrik Jumlah Rumah Yang
Rumah Rata (m2) Rata-Rata (m2) (Watt) Dilayani Oleh Gardu (Unit)
Kecil 100 70 900 1400
Sedang 200 240 900 420
Besar 400 600 1300 100
Sumber: Data SNI 03-1733-2004