0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan15 halaman

Tinjauan Karya Podcast dan Produksi Siaran

Dokumen ini membahas kerangka konsep pembuatan program podcast, termasuk tinjauan karya sejenis dan teknik produksi program. Penulis menekankan pentingnya pendekatan santai dalam penyampaian konten untuk menarik pendengar usia produktif. Selain itu, dijelaskan juga tentang sistem penyiaran dan strategi program yang akan digunakan dalam pembuatan podcast 'Digitalk'.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan15 halaman

Tinjauan Karya Podcast dan Produksi Siaran

Dokumen ini membahas kerangka konsep pembuatan program podcast, termasuk tinjauan karya sejenis dan teknik produksi program. Penulis menekankan pentingnya pendekatan santai dalam penyampaian konten untuk menarik pendengar usia produktif. Selain itu, dijelaskan juga tentang sistem penyiaran dan strategi program yang akan digunakan dalam pembuatan podcast 'Digitalk'.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KERANGKA KONSEP

2.1 Tinjauan Karya Sejenis

Tinjauan karya ini digunakan untuk menjadi acuan pembuatan program di

chanel podcast ini. Dari karya yang sudah ada ini, penulis dapat menggali informasi

lebih banyak lagi. Di bawah ini penulis memaparkan lima karya yang bisa menjadi

inspirasi penulis dalam membuat program siaran.

Tabel 2.1 Tinjauan Karya Sejenis

Judul Pembuat Tahun Bentuk Fokus Pembahasan Eleme


Publikasi Pengemasan dan Analisis n
Program Multi
media
Live Talk Sonora 2020 Live Talk show ini Audio
show " IT Palembang Talkshow merupakan dan
CORNER " (Youtube) perbincangan antara Video
Tema : " penyiar sonora dan
MEDIA juga seorang dosen
SOSIAL yang merupakan
SEBAGAI sarjana komunikasi.
MEDIA Talk show ini
PROMOSI DI membahas mengenai
ERA bisnis yang terjadi di
DIGITAL " media sosial dilihat
dari berbagai macam
sisi. Bagaimana
media sosial dapat

8
menguntungkan bagi
pembisnis.
Pembicaraan ini agak
sedikit serius
lantaran mereka
menggunakan bahasa
yang sopan.
Menggunakan Maukerja 2020 Podcast dan Podcast ini berisikan Audio
Media Sosial Indonesia Video perbincangan 1 orang dan
untuk (Youtube) host dan satu Video
Keperluan narasumber yang
Profesional | membicarakan
Rekam Kerja mengenai media
Podcast sosial. Bagaimana
kita menggunakan
media sosial sebagai
keperluan
professional.
Seorang HR
terkadang membuka
media sosial orang
yang melamar
pekerjaan untuk
mengetahui cara
pandang dan juga
kepribadian pelamar
tersebut. Dan hal-hal
lain terkait dengan
pekerjaan.
Perbincangan ini
terbilang santai
karena dibawakan
dengan canda tawa
dan juga biasa sehari-
hari
Setelah 3PODSHOW 2020 Podcast Podcast ini Audio
Sekian Lama (Spotify) merupakan podcast

9
Akhirnya milik soleh solihun
Adit & Surya dan di podcast ini, ia
Insomnia mengundang mantan
Rujuk Juga! VJ MTV yaitu adit
dan surya insomnia.
Mereka
membincangkan
mengenai obrolan
ringan sehari hari.
Mereka
membicarakan
mengenai kejadian-
kejadian masa lalu
yang pernah mereka
alami. Percakapan ini
adalah percakapan
santai dan juga
menggunakan bahasa
santai sehari-hari.
Cara Digital 2020 Podcast Podcast ini adalah Audio
Menemukan Marketing (Spotify) podcast singkat yang
Peluang with Denny dibawakan oleh satu
Bisnis Online Santoso orang. Di dalam
– 3 Steps podcast ini orang
Profit tersebut membagikan
Framework sebuah tips mengenai
cara menemukan
peluang bisnis
online. Dia
menunjukkan cara-
cara menggunakan
sebuah contoh di
kehidupan sehari-
hari. Pembawaanya
santai namum
disampaikan secara
tegas.

10
The Power of Ngomongin 2020 Podcast Podcast ini Audio
Copywriting Bisnis (Spotify) dibawakan oleh satu
ft. Olivia orang yang
Elena mengundang seorang
Pemimpin narasumber. Di
Redaksi dalam podcast ini
Majalah pendengan diajarkan
Sunday tentang bagaimana
cara dan tips
membuat
copywriting.
Bagaimana pesan
seseorang dapat
disampaikan secara
menarik melalui
sebuah konten.
Bagaimana orang
bisa tertarik dengan
konten yang dibuat.

Berdasarkan tabel di atas, persamaan terdapat pada bagaimana cara menggarap

suatu konten yaitu melalui podcast. Program yang di sajikan oleh media yang terdapat

dalam tabel adalah mengenai media sosial dan juga bisnis. Pembawaan yang

dibawakan oleh ke-lima produk tersebut tergolong santai dan merupakan obrolan

sehari-hari. Dari yang telah dianalisa oleh penulis, didapatkan bahwa program talk

show melalui podcast akan lebih baik jika dibawakan dengan santai karena menurut

penulis, podcast yang dibawakan dengan santai dan juga menggunakan bahasa sehari-

hari lebih enak untuk di dengar. Terlebih lagi target pendengar yang di bidik oleh

penulis adalah usia produktif antara 15-35 tahun.

11
2.2 Konsep-Konsep yang Digunakan

2.2.1 Podcast sebagai Medium

Merurut jurnal yang ditulis oleh Rafianti,dkk yang mengutip Bonini,T (2015,

p.25) Podcast dapat diartikan sebagai sebuah teknologi yang dapat digunakan sebagai

alat untuk mendistribusikan, menerima, dan juga mendengarkan konten secara on-

demand, dan dapat diproduksi oleh professional maupun amatir. Biasanya, podcast

berwujud audio dan juga video yang merupakan rekaman asli. Podcast juga merupakan

audio non streaming yang sangat berbeda dengan radio. Podcast mulai muncul pada

tahun 2005, namun baru popular pada tahun 2007. Istilah podcast ini berasal dari kata

“iPod” dan “Broadcasting”. Podcast pertama kali dikenalkan oleh produk yang banyak

dikenal oleh masyarakat yaitu Apple (Nugroho, 2020, Mei 31, p.3).

Terdapat beberapa jenis podcast, diantaranya adalah Podcast Interview,

Podcast Solo, dan Podcast multi-host (Nugroho, 2020, Mei 31, p.3). Dalam pembuatan

program ini, podcast yang akan digarap oleh penulis adalah Podcast Interview.

Dalam survey Daily Sosial 2018 disebutkan bahwa alasan utama pendengar

mengonsumsi podcast yaitu salah satunya adalah karena adanya variasi konten dan

playform yang memberikan fleksibilitas saat menikmati konten. Menurut Fadilah,dkk

(2017, p.96), podcast memiliki cara kerjanya sendiri. Adapun cara kerja dan juga

distribusi podcast. Terdapat 3 elemen dalam podcast yaitu :

1. Materi Podcast

12
2. Penyedia RSS (Really Simple Syndication)

3. Penangkap (podcatcher)

2.2.2 Sistem Penyiaran

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran Pasal 1 Ayat 19

mengatakan bahwa, sistem penyiaran nasional dan tatanan penyelenggaraan

penyaiaran nasional diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang

berlaku demi tercapainya asa,tujuan,fungsi, dan arah penyiaran nasional sebagai upaya

mewujudkan cita-cita nasional, sebagaimana digariskan di dalam Pancasila dan UUD

1945 (KPI Pusat, 2013, p.3). Dalam menghadapi perkembangan digital, strategi yang

akan dilakukan oleh media adalah berlomba-lomba menyajikan konten siaran yang

berkualitas, terutama yang akan memberikan nilai tambah untuk pemirsanya (KPI

Pusat, 2013, p.24).

Saat ini, sudah banyak aplikasi yang menyediakan platform podcast di

dalamnya. Beberapa diantaranya adalah Souncloud, Anchor, CastBox, dan juga

Spotify. Untuk program siaran podcast yang akan dibuat oleh penulis akan disiarkan

melalui Spotify. Penulis memilih Spotify sebagai alat media untuk menyiarkan program

yang akan dibuat karena, banyak khalayak yang menggunakan aplikasi Spotify sebagai

media hiburannya. Penulis menganggap dengan menggunakan Spotify, siaran podcast

yang dibuat oleh penulis berpotensi dilirik oleh khalayak. Serta penulis dan rekan

13
kelompok juga akan menyiarkan program memberikan nilai positif bagi khalayak yang

mendengarkan.

2.2.3 Teknik Produksi Program

Teknik siaran adalah segala proses yang harus dilakukan sebelum disiarkannya

program tersebut (Sartono, 2008, p.161). Siaran yang buat dalam bentuk talk show ini

merupakan siaran tidak langsung sehingga, perlu diperhatikan beberapa hal yang akan

dilakukan oleh penulis sebelum proses produksi dijalankan diantaranya adalah sebagai

berikut :

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan ini merupakan tahapan awal dari terbentuknya suatu program

(Darmanto,dkk,2014, p.7-8) Pada perencanaan terdapat tiga hal pokok yang

harus diperhatikan, yaitu :

a. Segi isi. Rumusan-rumusan yang mencakup kebijakan umum, program

kerja, serta rencana operasional atau pelaksanaan.

b. Segi waktu. Rumusan-rumusannya mencakup waktu pelaksanaan kegiatan

dan juga rentang waktu pelaksanaan kegiatan.

c. Segi tujuan. Dalam hal ini pelaksanaan suatu program harus

memperhitungkan banyak hal. Apakah tujuan program ini untuk satu kali

kepentingan atau untuk jangka panjang.

14
2. Penulisan Naskah

Naskah Siaran merupakan materi yang akan disampaikan oleh penyiar dengan

menggunakan teknik siaran berupa “membaca naskah”. Selain berfungsi

sebagai materi siaran, naskah juga berfungsi sebagai pengendali siaran agar

tetap sesuai dengan visi dan misi program, penyerahaman tata bahasa, tepat

waktu, serta pembentuk citra sebuah radio di telinga pendengar. (Romli, 2017,

p.73-74)

Menurut Darmanto,dkk (2014, p. 44-45) urutan penayangan acara talk show

yang dibawakan di radio adalah sebagai berikut :

a. Pembukaan. Berisikan mengenai perkenalan topik, latar belakang,

pengenalan narasumber, dan interaksi dengan pendengar yang harus bisa

dilakukan oleh pemandu acara.

b. Diskusi utama. Berupa penjelasan mengenai topik yang diangkat,

pertanyaan awal pemandu, serta tanggapan dari narasumber.

c. Penutup. Bagian penutup merupakan kesimpulan, ucapan terima kasih,

serta pemberitahuan topik talk show berikutnya.

3. Proses Perekaman

a. Vocal recording. Berarti merekam suara pemandu yang membacakan

kalimat-kalimat yang sudah tercantum di dalam naskah (Masduki,2004,

p.47). Vocal recording umumnya digunakan untuk program seperti

olehraga, hiburan, dan program informatif. Sedangkan untuk program

15
interaktif layaknya talk show dilakukan secara langsung di lapangan

ataupun studio.

b. Mixing. Adalah penggabungan dari hasil perekaman suara (vocal

recording) dan ditambahkan dengan musik atau lagu pendukung (Masduki,

2004, p.47). Mixing biasanya dilakukan dengan menggunakan perangkat

digital ataupun analog.

2.2.4 Tahapan Produksi Program

Menurut Romli (2017, p.51) tahapan produksi di dalam program radio memiliki

tiga tahapan, yaitu pra produksi,produksi dan pasca produksi dan dijabarkan oleh

penulis sebagai berikut:

1. Pra Produksi

Tahapan pra produksi adalah tahapan pencarian ide, penetapan topik,

penyusunan rencana aksi, penetapan format program (misal: talk show, diskusi,

drama, dokumenter, dll), persiapan naskah, pemilihan musik, dan latihan

pengisi suara, serta penyusunan anggaran (jika diperlukan). Persiapan yang

dilakukan oleh penulis bersama dengan tim pada tahap ini adalah menyusun ide

pokok atau topik utama yang akan digarap. Setelah kami menemukan topik

utama untuk program ini, kami membaginya ke dalam tiga segmen/episode

dimana satu orang bertanggung jawab atas satu episode. Setelah itu kami

16
memikirkan mengenai teknis siaran, siapa narasumber yang akan diundang,

lama waktu penyiaran podcast, serta hal-hal teknis lain yang harus di

persiapkan dalam pembuatan podcast ini.

2. Produksi

Tahap produksi merupakan tahap pelaksanaan konsep baik secara

langsung maupun rekaman. Dalam tahap ini, podcast mulai dibuat/direkam. Hal

yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah kelengkapan bahan untuk

pembuatan podcast, hal teknis dalam pembuatan podcast, dan juga

pembicaraan yang dilontarkan dalam podcast.

3. Pasca Produksi

Tahapan pasca produksi adalah penayangan atau penyiaran hasil

prosuksi dan evaluasi. Pada tahap ini, ketiga episode podcast sudah direkam

dan juga di publikasikan. Hal selanjutnya yang akan dilakukan oleh penulis dan

tim ialah melakukan evaluasi terhadap konten yang sudah dipublikasikan.

2.2.5 Prinsip Program

Menurut Romli (2017, p.61-63) programming adalah faktor terpenting dalam

menentukan kesuksesan sebuah program radio. Program yang baik dan juga menarik

17
akan menghasilkan banyak pendengar. Dengan banyaknya jumlah pendengar, akan

mendatangkan iklan yang bisa menguntungkan suatu program radio.

Adapun prinsip progamming dijabarkan sebagai berikut :

1. Regularity. Progammer harus membuat pola progam teratur agak dapat

membangun pendengar reguler. Isi, gaya, juga format siaran harus mengikuti

pola yang sudah dibuat.

2. Repetition. Pengulangan diperlukan untuk “pembelajaran oral” (oral learning)

sehingga tema kunsi, frasa, dan juga slogan yang sudah di tetapkan di program

tersebut harus diulang-ulang

3. Suitability. Program radio harus sesuai dengan rasa dan juga kebutuhan

pendengarnya. Pola gaya dan format program harus merupakan pola-pola yang

terbiasa bagi pendengar.

4. Exploration of censorship. Harus terdapat sensor bagi materi siaran agar tetap

sesuai dengan visi dan misi radio, kebutuhan pendengar, juga kode etik dalam

melakukan siaran.

5. Voice. Progammer harus memilik penyiar/pemandu yang mampu menampilkan

suara yang atraktif demi keberhasilan suatu program radio. Nada emosional

yang dikeluarkan oleh suara lebih berpengaruh bagi para pendengar.

18
2.2.6 Strategi Program

Berdasarkan Salusu (2006, p.65) yang mengutip Shirley (1978) yang

menyimpulkan definisi strategi dari berbagai macam artian bahwa statregi adalah “

keputusan-keputusan bertindak yang diarahkan dan yang keseluruhannya diperlukan

untuk mencapai tujuan organisasi.”

Peter Pringle dalam Morissan (2009, p.232) yang dikutip oleh Juditha (2016)

dalam jurnalnya menjelaskan bahwa strategi program merupakan aspek dari

manajemen strategi yang di dalamnya terbagi menjadi perencanaan program, produksi

dan pembelian program, eksekusi program, dan pengawasan serta evaluasi program.

Berdasarkan penjelasan mengenai strategi program di atas, program yang akan

dibuat oleh penulis dengan judul “Digitalk” ini akan dilakukan sebuah perencanaan

dengan matang dan dengan orang-orang yang ahli di bidang tersebut. Seperti episode

yang digarap oleh penulis yaitu mengenai berbisnis dan menghasilkan keuntungan

melalui media sosial, penulis akan mengundang narasumber yang mempunyai

pengetahuan lebih di bidang tersebut, narasumber yang akan dipilih juga merupakan

narasumber dengan pembawaan yang sesuai dengan target umur yang di patok oleh

penulis. Setelah itu program ini akan dieksekusi dengan beberapa bantuan professional

di bidang desain dan juga hosting.

19
2.2.7 Talk show

Talk show adalah program siaran berupa bincang-bincang atau mengobrol santai

namun serius antara penyiar dengan satu atau lebih narasumber. (Romli, 2017, p. 143)

Sejatinya acara talk show merupakan tempat ajang curah gagasan mengenai kondisi

yang terjadi di lingkungan sekitar pendengar. (Darmanto, dkk, 2014, p.43)

Daya Tarik program talk show ada pada topik pembicaraan atau permasalahan yang

dibahas. Dalam hal ini, terdapat tiga kategori untuk mengetahui seberapa jauh

permasalahan yang dibahas dianggap menarik. Pertama, permasalahan tersebut

merupakan permasalahan yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat. Kedua,

masalah tersebut mengandung kontriversi dan konflik antar masyarakat. Ketiga,

masalah tersebut bersangkutan dengan kepentingan orang banyak. (Fred Wibowo,

2009, p.83)

Adapun komponen program talk show menurut Darmanto,Masduki,dan Kurniawan

(2014, p.44) dijabarkan sebagai berikut :

1. Topik. Topik dalam talk show baiknya dirumuskan dalam bentuk daftar

pertanyaan.

2. Narasumber. Akan lebih baik jika ada lebih dari satu orang yang diundang

ke dalam acara talk show.

3. Pemandu. Satu orang pengelola yang dibantu oleh operator. Namun,

keberadaan operator tidak wajib hukumnya ditambah lagi sekarang sudah

20
era komputer dimana penyiar dapat dengan sendirinya membuat playlist

lagu yang akan diputar sebelum talk show dimulai.

4. Musik dan Lagu. Musik dan lagu digunakan sebagai selingan dan juga suara

latar dalam program yang akan ditampilkan.

5. Rekaman Suasana Lokasi. Suasana lokasi direkam ketika talk show

diadakan di luar lapangan maka, dapat disertakan lokasi tersebut pada saat,

sebelum, dan sesudah acara berlangsung.

2.2.8 Media Sosial Sebagai Wadah Bisnis

Pada dasarnya, semua iklan merupakan konten yang dikemas dalam bentuk

tweet, status facebook, gambar, audio, dan juga video yang kemudian disebarkan

melalui media sosial. (Sulianta, 2014, p. 18)

Namun tidak semua konten memiliki daya magnetic yang dapat menarik dan juga

mengikat calon konsumen. Adapun komposisi racikan “mauatn iklan” menurut

Sulianta (2014, p.19) terdapat tiga elemen utama, yaitu :

1. Entertaint (Menghibur)

2. Inform (Informatif)

3. Educate (Mendidik)

Salah satu cara yang banyak digunakan pembisnis di era modern ini ialah dengan

menggunakan jasa para influencer atau orang yang terkenal dan juga aktif di media

21
sosial, dimana mereka diminta untuk mempromosikan produk yang dihasilkan oleh

pembisnis tersebut. Produk tersebut kemudian mereka promosikan melalui ketiga cara

yang telah disebutkan penulis diatas yaitu secara menghibur, informatif, dan juga

mendidik.

22

Anda mungkin juga menyukai