0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan17 halaman

Pancasila: Sejarah dan Identitas Bangsa

Makalah ini membahas Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia, serta peranannya dalam sejarah pra kemerdekaan. Penulis menjelaskan proses pengusulan, perumusan, dan pengesahan Pancasila, serta urgensinya sebagai identitas dan jiwa bangsa. Tujuan makalah ini adalah untuk memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai Pancasila dan manfaatnya bagi berbagai pihak.

Diunggah oleh

Erfina Wardaniyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan17 halaman

Pancasila: Sejarah dan Identitas Bangsa

Makalah ini membahas Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia, serta peranannya dalam sejarah pra kemerdekaan. Penulis menjelaskan proses pengusulan, perumusan, dan pengesahan Pancasila, serta urgensinya sebagai identitas dan jiwa bangsa. Tujuan makalah ini adalah untuk memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai Pancasila dan manfaatnya bagi berbagai pihak.

Diunggah oleh

Erfina Wardaniyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PANCASILA

“Pancasila dalam arus sejarah pra kemerdekaan, Pancasila sebagai identitas,


perjanjian luhur, dan jiwa bangsa”

Disusun Oleh :

Kelompok 1

[Link] fitria 182411031

[Link] larassati 182411032

[Link] Alfariza 182411033

[Link] ananda putri 182411034

Dosen Pembimbing:

Cian Ibnu sina [Link]., [Link]

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH

TANJUNGPINANG

T.A 2024/2025
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
“Pancasila dalam arus sejarah pra kemerdekaan, Pancasila sebagai identitas,
perjanjian luhur, dan jiwa bangsa.” Makalah ini disusun dengan maksud agar
mahasiswa/i dapat memperluas ilmu dan pengetahuan mengenai Pancasila.

Selama proses penyusunan makalah ini, kelompok mengalami berbagai


kendala, namun berkat bantuan dari beberapa pihak, maka makalah ini dapat
diselesaikan. Oleh karena itu, kelompok akan mengucapkan terimakasih kepada :

1. Ibu Wiwiek Liestyaningrum, [Link]., [Link], selaku Ketua Stikes Hang Tuah
Tanjung pinang.
2. Ibu Linda Widiastuti, [Link]., Ns., [Link], selaku Wakil Ketua I
3. Ibu Liza Wati, [Link]., Ns., [Link], selaku Ka. Prodi, dan
4. Bapak Cian Ibnu sina [Link]., [Link], selaku dosen pembimbing.
Kelompok menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh Karena itu, . kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir.

Tanjungpinang, 22 Februari 2025

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

1.1 Latar belakang .......................................................................................... 1

1.2 Rumusan masalah ..................................................................................... 2

1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2

1.3.1 Tujuan Umum ................................................................................... 2

1.3.2 Tujuan Khusus .................................................................................. 2

1.4 Manfaat ..................................................................................................... 2

1.4.1 Manfaat Bagi Pelayanan kesehatan ................................................... 2

1.4.2 Manfaat Bagi Institusi ....................................................................... 2

1.4.3 Manfaat Bagi Penulis ........................................................................ 2

BAB II TINJAUAN TEORI ................................................................................... 3

2.1 Menelusuri konsep dan urgensi Pancasila dalam arus sejarah bangsa
Indonesia ............................................................................................................. 3

2.1.1 Periode Pengusulan Pancasila ........................................................... 3

2.1.2 Periode Perumusan Pancasila ............................................................ 4

2.1.3 Periode Pengesahan Pancasila........................................................... 5

2.2 Alasan diperlukannya Pancasila dalam kajian sejarah bangsa Indonesia 7

2.2.1 Pancasila sebagai Identitas Bangsa Indonesia .................................. 7

2.2.2 Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia............................. 7

2.2.3 Pancasila sebagai pandagan hidup bangsa Indonesia........................ 7

2.2.4 Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia .......................................... 7

ii
2.2.5 Pancasila sebagai perjanjian luhur .................................................... 8

2.3 Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politis Pendidikan Pancasila ...... 8

2.3.1 Sumber Historis Pancasila................................................................. 8

2.3.2 Sumber Sosiologis Pancasila ............................................................ 9

2.3.3 Sumber Politis Pancasila ................................................................... 9

2.4 Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Pancasila dalam Kajian Sejarah


Bangsa Indonesia untuk Masa Depan ............................................................... 10

2.4.1 Essensi Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa. ........................... 10

2.4.2 Urgensi Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa ............................ 10

BAB III PENUTUP .............................................................................................. 12

3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 12

3.2 Saran ....................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 13

iii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Indonesia merupakan Negara yang memiliki bentuk Negara
kepulauan dan bentuk pemerintahan republik sehingga disebut dengan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan masyarakatnya tidak
asing lagi dengan pancasila. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
masyarakat Indonesia mengenal pancasila sebagai dasar Negara, pedoman,
dan pandangan hidup,yang nilainya diangkat dari kehidupan masyarakat
sendiri.

Pancasila merupakan dasar Negara, dan juga menjadi falsafah hidup


bangsa Indonesia sejak dahulu. Pancasila juga diperuntukkan kepada
Negara, masyarakat, dan pribadi bangsa Indonesia. Sila-sila pancasila itu
tidak terlepas satu sama lain melainkan satu kesatuan yang bulat, baik dalam
fungsi dan kedudukannya sebagai dasar Negara maupun sebagai falsafah
hidup bangsa. Pengertian dari kata “kesatuan bulat” dari pancasila ini ialah
berarti bahwa sila yang satu meliputi dan menjiwai sila-sila yang lain.
Lantas perumusan pancasila juga dapat dijadikan sebagai pandangan hidup
bangsa yang selalu berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seperti yang telah diketahui bahwa pancasila itu juga merupakan


dasar Negara Indonesia, yang berarti dasar dari hukum tertinggi di Indonesia
atau sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Hal ini terdapat pada
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang merupakan Naskah
Proklamasi Indonesia.

Untuk itu sebagai warga Negara yang baik dan bertanggung jawab
seharusnya masyarakat mengikuti dan mematuhi pancasila, karena seperti
pemaparan di atas telah disebutkan bahwa pancasila adalah sumber dari
segala sumber hukum atau dasar Negara yang harus dipatuhi. Karena dalam
sila-sila pancasila tidak memihak kepada satu orang saja melainkan
keseluruh warga Negara Indonesia.

1
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas penulis dapat menyimpulkan
bahwa bagaimana Pancasila dalam arus sejarah pra kemerdekaan,
Pancasila sebagai identitas, perjanjian luhur, dan jiwa bangsa?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum

Dapat mengetahui dan menambah ilmu serta wawasan


mengenai Pancasila dalam arus sejarah pra kemerdekaan, Pancasila
sebagai identitas, perjanjian luhur, dan jiwa bangsa.

1.3.2 Tujuan Khusus


Mampu mengetahui mengenai Pancasila dalam arus sejarah
pra kemerdekaan, Pancasila sebagai identitas, perjanjian luhur, dan
jiwa bangsa.

1.4 Manfaat
1.4.1 Manfaat Bagi Pelayanan kesehatan
Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
dan masukkan bagi tenaga kerja kesehatan dalam mengetahui
mengenai Pancasila dalam arus sejarah pra kemerdekaan, Pancasila
sebagai identitas, perjanjian luhur, dan jiwa bangsa.

1.4.2 Manfaat Bagi Institusi

Sebagai masukan bahan bacaan dipustaka dan dapat


bermanfaat bagi mahasiswa/i Stikes Hang Tuah Tanjung pinang.

1.4.3 Manfaat Bagi Penulis

Dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan mengenai

Pancasila dalam arus sejarah pra kemerdekaan, Pancasila sebagai

identitas, perjanjian luhur, dan jiwa bangsa.

2
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Menelusuri konsep dan urgensi Pancasila dalam arus sejarah bangsa
Indonesia

2.1.1 Periode Pengusulan Pancasila


Awal munculnya ideologi bangsa itu bermula dengan
lahirnya rasa nasionalisme kemerdekaan Indonesia. Dan adanya rasa
nasionalisme sudah mulai tertanam kuat dalam gerakan
Perhimpoenan indonesia. Perhimpoenan Indonesia bertujuan agar
bangsa indonesia bersatu teguh menghadapi tantangan dan
keterjajahan. Kemudian disusul lahirnya Soempah Pemoeda 28
Oktober 1928 merupakan momen perumusan diri bagi bangsa
Indonesia.

Lalu dibuatkan BPUPKI oleh Jepang pada 29 April 1945.


Tetapi dalam sidang tidak sedikitpun ada intervensi dari pihak
penjajah Jepang, dengan rasa nasionalisme sidang BPUPKI
berlangsung bertahap dan semangat untuk melengkapi goresan
sejarah hingga masa sekarang ini. Sidang pertama dilaksanakan
pada 29 Mei – 1 Juni 1945 dengan jumlah anggota 60 orang, dengan
struktur keanggotaan:

a. Ketua : Dr. Radjiman Wedyodiningrat

b. Ketua Muda : Raden Panji Soeroso

c. Ketua Muda : Ichibangase (Anggota Luar Biasa – Orang


Jepang)

d. Anggota : 60 Orang (tidak termasuk ketua dan ketua


muda)

3
BPUPKI dilantik oleh Letjen kumakici Harada seorang
panglima tentara ke-16 Jepang di Indonesia, pada tanggal 8 Mei
1945. Dalam sidang pertama 4 tokoh menyampaikan usulan isi dasar
negara yaitu [Link], Mr Muhammad Yamin, Ki Bagus
Hadikusumo dan Mr Supomo. Dari berbagai usulan hanya satu yang
diambil yakni usulan dari Ir. Soekarno yang berisi :

a. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia,

b. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan,

c. Mufakat dan Demokrasi,

d. Kesejahteraan Sosial,

e. Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Dari kelima gagasan itu diberi nama Pancasila, jika ada yang
tidak menyukai angka 5 Soekarno mengusulkan angka tiga yang
dinamakan Trisila terdiri atas Sosio nasionalisme, Sosio demokratis,
dan ketuhanan yang maha esa. Soekarno juga mengusulkan angka
satu yaitu ekasila berisi asas gotong royong. Kemudian dibentuk
panitia kecil yang beranggotakan 8 orang yakni Ki Bagus
Hadikusumo, KH Wahid Hasyim, Muh Yamin, Sutarjo, AA
Maramis, Otto Iskandardinata, dan Moh Hatta. Mereka bertugas
untuk menampung usul-usul calon dasar negara

2.1.2 Periode Perumusan Pancasila


Pada tanggal 22 juni 1945, diadakan rapat gabungan antara
panitia kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di
Jakarta yang berhasil merumuskan calon Hukum Dasar, yang
kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta atau
Djakarta Charter” Piagam Jakarta itu merupakan naskah awal
pernyataan kemerdekaan Indonesia. Pada alinea Ke- Empat Piagam
Jakarta Itulah terdapat rumusan Pancasila sebagai berikut.

4
a. Ketuhan, dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi
pemeluk – pemeluknya.
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
c. Persatuan Indonesia.
d. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat hadir dalam
permusyawaratan perwakilan.
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada tanggal 6 Agustus 1945 : Kota Hiroshima dibom


sekutu. Tanggal 7 Agustus 1945 Jepang mengeluarkan maklumat
yang berisi :

a. Pertengahan Agustus 1945 akan dibentuk panitia persiapan


kemerdekaan bagi Indonesia (PPKI).
b. Panitia itu rencananya akan dilantik 18 Agustus 1945 dan mulai
bersidang 19 Agustus 1945.
c. Direncanakan 24 Agustus 1945 Indonesia di merdekakan.

Dan pada waktu itu BPUPKI dibubarkan kemudian dibentuk


PPKI. Dilanjut pada tanggal 9 Agustus 1945 Kota Nagasaki dibom
sekutu. Sedangkan tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa
syarat kepada sekutu.

2.1.3 Periode Pengesahan Pancasila


Pancasila Dasar Negara dan Pembukaan UUD 1945 tidak
dapat terpisahkan baik dalam proses perumusan dan pengesahan.
Sejarah perumusan dan pengesahan Pancasila Dasar Negara dan
Pembukaan UUD 1945 secara kronologis :

a. Tanggal 15 Agustus 1945

[Link], Moh Hatta, Dr. Radjiman widyodiningrat


kembali ke Indonesia, setelah dari Vietnam pada tanggal 12
Agustus 1945 karena dipanggil penguasa militer Jepang di Dalat
(Vietnam) untuk membahas hari kemerdekaan Indonesia
sebagaimana yang telah dijanjikan.

5
Terjadi peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta ke
Rengasdengklok oleh para pemuda karena mereka para pemuda
tanggap akan situasi politik dunia pada saat itu Mak mendesak
agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan secepatnya.

b. Tanggal 16 Agustus 1945

Teks kemerdekaan didektekan oleh Moh Hatta dan


ditulis oleh Ir. Soekarno, lalu hasil akhir diketik oleh Sayuti
Melik.

c. Tanggal 17 Agustus 1945

Dicetuskan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Ir.


Soekarno.

d. Tanggal 18 Agustus 1945

Diadakan sidang PPKI, putusan-putusan yang dihasilkan


sebagai berikut :

1) Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara (UUD 1945),


yang terdiri atas pembukaan dan batang tubuh. Naskah
pembukaan berasal dari Piagam Jakarta dengan sejumlah
perubahan. Batang tubuh juga berasal dari rancangan
BPUPKI dengan sejumlah perubahan pula.
2) Memilih presiden dan wakil presiden yang pertama.
3) Membentuk KNIP yang anggota intinya adalah mantan
anggota PPKI ditambah tokoh-tokoh masyarakat dari banyak
golongan, komite ini dilantik 29 Agustus 1945 dengan ketua
Mr. Kasman Singodimedjo.

Selain itu momen pancasila resmi disahkan oleh PPKI


dengan berbagai perubahan.

6
2.2 Alasan diperlukannya Pancasila dalam kajian sejarah bangsa
Indonesia

2.2.1 Pancasila sebagai Identitas Bangsa Indonesia


Pancasila sebagai kepribadian bangsa harus mampu
mendorong bangsa Indonesia secara keseluruhan agar tetap berjalan
dalam koridornya yang bukan berarti menentang arus globalisasi,
akan tetapi lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi
tantangan dan peluang yang tercipta.

2.2.2 Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia


Yang artinya nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam sikap
mental dan tingkah laku serta amal [Link] itu
mengacu pada sesuatu yang unik dan khas. Dan Setiap pribadi
mencerminkan keadaan atau halnya sendiri, demikian pula halnya
dengan ideologi bangsa (Bakry, 1994: 157).

2.2.3 Pancasila sebagai pandagan hidup bangsa Indonesia


Pancasila dikatakan sebagai pandangan hidup bangsa,
artinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan,
dan keadilan diyakini kebenarannya, kebaikannya, keindahannya,
dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia yang dijadikan sebagai
pedoman kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dan
menimbulkan tekad yang kuat untuk mengamalkannya dalam
kehidupan nyata (Bakry, 1994: 158). Pancasila sebagai pandangan
hidup berarti nilai-nilai Pancasila melekat dalam kehidupan
masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap dan bertindak.

2.2.4 Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia


Perumusan Pancasila tidak muncul dari sekedar pikiran
logis-rasional, tetapi digali dari akar budaya masyarakat bangsa
Indonesia sendiri. Dalam hal ini Bung Karno hanya mengaku diri
sebagai penggali Pancasila, nilai-nilai yang dirumuskan dalam
Pancasila itu diambil dari nilai-nilai yang sejak lama hadir dalam
masyarakat Nusantara. Oleh karena itulah Pancasila disebut

7
mengandung nilai-nilai dasar filsafat (philosophische grondslag),
merupakan jiwa bangsa (volksgeist) atau jati diri bangsa (innerself
of nation), dan menjadi cara hidup (way of life) bangsa Indonesia
yang sesungguhnya.

2.2.5 Pancasila sebagai perjanjian luhur


Perjanjian luhur, artinya nilai-nilai Pancasila sebagai jiwa
bangsa dan kepribadian bangsa disepakati oleh para pendiri negara
(political consensus) sebagai dasar negara Indonesia (Bakry, 1994:
161). Kesepakatan para pendiri negara tentang Pancasila sebagai
dasar negara merupakan bukti bahwa pilihan yang diambil pada
waktu itu merupakan sesuatu yang tepat.

2.3 Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politis Pendidikan Pancasila

2.3.1 Sumber Historis Pancasila


Perumusan Pancasila diawali ketika dalam sidang BPUPKI.
Pada siding ini masalah tersebut adalah tentang suatu rumusan dasr
negara Indonesia yang akan di bentuk. Dan di bentuk lah Pancasila
yang di peringati sebagai hari lahir Pancasila yakni pada tanggal 1
Juni 1945. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia
melaksanakan proklamasi kemerdekaan . kemudian esuoknya
tanggal 18 Agustus 1945 disahkan Undang-Undang Dasar 1945,
yang berisi lima prinsip dasar negara yang di beri nama Pancasila.

Namun Pancasila juga di gunakan sebagai filsafat atau


(kebijaksanaan hidup) agar memberikan suatu pandangan hidup
yang menyeluruh. Karena Pancasila memilki objek tersendiri yang
sangat luas maka dalam ilmu psikologi mempelajari tingkah laku
kehiduoan manusia, tapi dalam ilmu filsafat tidak terbatas pada salah
satu bidang kehidupan saja, melaainkan memberi pandangan hidup
pada hasil pemikaran yang tersusun dalam sistematis.

8
2.3.2 Sumber Sosiologis Pancasila
Sosiologi di pahami sebagai ilmu tentang kehiduoaan antar
manusia. Tersusun dalam pola kehidupan sosial dari
berbagaigolongan kelompokmasyarakat, dan juga dapat mengkaji
masalah sosial. Dalam prespektif sosiologi, suatu masyarakat pada
suatu waktu dan Tempat memiliki nilai tertentu agar dapat mengkaji
struktur sosial, proses sosial, dan termasuk perubahan sosial.

Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, yang


meliputi nilai ketuhanan,kemanusaan,persatuan,kerakyatan,dan
keadilan. Dan sosiologi Pancasila ini sebagai dasar pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Sehingga peradaban
manusia mengalami perubahan yang luar biasa.

Sejak pertama kali didirikan telah menetapkan Pancasila di


posisi yang luhur dan mulia namun bukan berarti menuhankannya.
Dan sejak lahirnya Pancasila, dari naskah kuno zaman majapahit
memuat istilah Pancasila yang berarti lima prinsip dasar. Naskah
tersebut di tulis sekitar abad 14.

Peran manusia sebagai makhkluk individu dan petan


manusia sebagai makhluk sosial, juga sebagai pemenuhan hak
sipil,politik dengan hak ekonomi,sosial dan budaya. Pandangan
tersebut berlandaskan pada pemikiran Bierensnde Haan Soeprapto.

2.3.3 Sumber Politis Pancasila


Pancasila sebagai politis sebagai sumber pengayaan
pendidikan berasal dari fenomena kehidupan politik bangsa
Indonesia. Bertujuan agar mampu mendiagnosia saran tentang
mewujudkan kehidupan politik yang sesuai nilai-nilai Pancasila.
Dalam tatanan tertentu mengandung nilai-nilai kaidah yang
mewujudkan tata tertib sosial politik. Secara spesifik, focus kajian
melalkui pendekatan politik tersebut, yakni menemukan niali ideal
menjadi pedopan dalam konsep pokok politik yang meliputi

9
kekuasaan, pengambilan keputusan,kebijakan,dan pembagian
sumber daya negara.

2.4 Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Pancasila dalam Kajian Sejarah


Bangsa Indonesia untuk Masa Depan
2.4.1 Essensi Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa.
Pancasila dikatakan sebagai dasar filsafat negara
(Philosofische Grondslag) karena mengandung unsur-unsur sebagai
berikut :

Alasan filosofis berdirinya suatu negara

Alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang


dibentuk mempertimbangkan pandangan hidup, kesadaran, dan cita
hukum yang meliputi suasana kebatinan serta falsafah bangsa
Indonesia yang bersumber dari Pancasila dan Pembukaan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

1. Setiap produk hukum di Indonesia harus berdasarkan nilai


Pancasila.
2. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Weltanschauung)
mengandung unsur nilai-nilai agama, budaya, dan adat istiadat.

2.4.2 Urgensi Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa


1. Hasil Survei yang dilakukan KOMPAS yang dirilis pada 1 Juni
2008:
a. 48, 4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu
menyebutkan silai- sila Pancasila secara benar dan lengkap.
b. 42, 7% salah menyebut sila-sila Pancasila.
c. 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan
sila-sila Pancasila.
2. Pentingnya Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia
dikarenakan hal-hal berikut:
a. Pengidentikan Pancasila dengan ideologi lain.
b. Penyalahgunaan Pancasila sebagai alat justifikasi kekuasaan
rezim tertentu.

10
c. Melemahnya pemahaman dan pelaksanaan nilai Pancasila
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan
tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia
dewasa ini:
a. Banyak generasi muda yang menerapkan budaya barat
b. Kurangnya pengajaran karakter bangsa berlandaskan
Pancasila
c. Adanya sikap apatisme
d. Adanya kesenjangan sosial.

11
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pancasila merupakan dasar Negara, dan juga menjadi falsafah hidup
bangsa Indonesia sejak dahulu. Pancasila juga diperuntukkan kepada
Negara, masyarakat, dan pribadi bangsa Indonesia. Sila-sila pancasila itu
tidak terlepas satu sama lain melainkan satu kesatuan yang bulat, baik dalam
fungsi dan kedudukannya sebagai dasar Negara maupun sebagai falsafah
hidup bangsa. Pengertian dari kata “kesatuan bulat” dari pancasila ini ialah
berarti bahwa sila yang satu meliputi dan menjiwai sila-sila yang lain.

Sila-sila pancasila itu tidak statis, akan tetapi dinamis, dengan


gerakan- gerakannya yang positif dan serasi, karena ketatanegaraan akan
selalu berkaitan dengan tata negara. Karena tata begara merupakan pengatur
kehidupan bernegara yang mennyangkut sifat, bentuk, tugas negara,dan
pemerintahannya. Karena banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi
yaitu seperti krisis-krisis yang menimpa bangsa bangsa dan negara, sebagai
reaksi terhadap gejolak kehidupan bangsa tampak menonjol satu atau
beberapa sila saja. Dari kalimat diatas telah diketahui bahwa pancasila
sangat berperan untuk keutuhan negara. Dengan kelima sila tersebut
kehidupan masyarakat akan lebih terarah.

3.2 Saran
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang
menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan
kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau
referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini. Penulis
banyak berharap kepada para pembaca memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca.

12
DAFTAR PUSTAKA
Laurensius Arliman S, Problematika Dan Solusi Pemenuhan Perlindungan Hak
Anak Sebagai Tersangka Tindak Pidana Di Satlantas Polresta Pariaman, Justicia
Islamica, Volume 13, Nomor 2, 2020.

Laurensius Arliman S, Participation Non-Governmental Organization In Protecting


Child Rights In The Area Of Social Conflict, The 1st Ushuluddin and Islamic
Thought International Conference (Usicon), Volume 1, 2019.

Prawirohardjo, Soeroso, dkk. 1987. Pancasila sebagai Orientasi Pengembangan


[Link]: Badan Penerbit Kedaulatan Rakyat.

Ristek (Ed.). 2019, Sains dan Teknologi: Berbagi Ide untuk Menjawab Tantangan
dan Kebutuhan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

D. kompasiana. 2020. Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan


Pendidikan Pancasila. Diakses pada 4 september 2021.

Maria Farida. 2017. Ilmu perundang-undangan proses dan teknik pembentukannya.


Yogyakarta: Kanisius

13

Anda mungkin juga menyukai