0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Model Pembelajaran Discovery Learning

Makalah ini membahas tentang model pembelajaran Discovery Learning yang menekankan pada peran aktif siswa dalam menemukan dan menyelidiki konsep pembelajaran. Tujuan dari metode ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman langsung dan mengembangkan keterampilan berpikir analitis. Selain itu, makalah ini juga mencakup karakteristik, jenis, kelebihan, dan kekurangan dari model pembelajaran Discovery Learning.

Diunggah oleh

Ardiansyah Dian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Model Pembelajaran Discovery Learning

Makalah ini membahas tentang model pembelajaran Discovery Learning yang menekankan pada peran aktif siswa dalam menemukan dan menyelidiki konsep pembelajaran. Tujuan dari metode ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman langsung dan mengembangkan keterampilan berpikir analitis. Selain itu, makalah ini juga mencakup karakteristik, jenis, kelebihan, dan kekurangan dari model pembelajaran Discovery Learning.

Diunggah oleh

Ardiansyah Dian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODEL PEMBELAJARAN

(Model Pembelajaran Discovery Learning)


Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Model Pembelajaran”

Disusun oleh:
Ardiansyah (2205020039)
Fatimah Zuhra (2205020050)
Muhammad Habib (2205020204)
Risma Meilina (2205020036)
Nasiatul Delvi Yanti (2205020167)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK


INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
KEGURUAN STKIP AL MAKSUM
STABAT
TAHUN 2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan karunia-Nya. Makalah ini telah dapat diselesaikan penyusun. Makalah ini
disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Model Pembelajaran, dengan harapan
agar penyusun mengerti dan memahami tentang kajian “Model Pembelajaran
Discovery Learning”.
Makalah ini diharapkan dapat dipelajari secara mandiri oleh mahasiswa di
dalam maupun di luar kegiatan perkuliahan karena makalah ini memuat macam-
macam kajian didalamnya. Tujuannya agar mahasiswa dapat mengadakan refleksi
sejauh mana mereka merasa tuntas pada mata kuliah yang telah diikutinya dalam hal
ini adalah Strategi Pembelajaran.
Kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam proses penyusunan
makalah ini, kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pembaca,
kami berharap makalah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan demi perbaikan,
kami mengharapkan adanya masukan untuk penyempurnaan makalah ini dimasa
mendatang.
Namun tidak lepas dari semua itu, penyusun menyadari masih banyak
kesalahan baik dari segi pembahasan maupun segi penulisannya. Oleh sebab itu, kami
sebagai penyusun mengharapkan Bu Ade Evi Fatimah, [Link].,[Link]. selaku Dosen
Pengampu matakuliah Metode Pembelaran, untuk memberi kritik maupun saran
kepada penulis demi kesempurnaan makalah ini.

Stabat,12 Juli 2023

Tim Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................ii
DAFTAR ISI..............................................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang..........................................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................................2
C. Tujuan Masalah........................................................................................................2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Discovery Learning ...............................................................................4
B. Karakteristik Model Pembelajaran Discovery Learning..........................................4
C. Tujuan Pengunaan Discovery Learning........................................................................5
D. Jenis-Jenis Model Pembelajaran Discovery Learning.............................................6
E. Kelebihan dan Kekurangan Discovery Learning.....................................................7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................................8
B. Saran.........................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................9

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Discovery Learning adalah salah satu metode dalam pengajaran teori
kognitif dengan mengutamakan peran guru dalam menciptakan situasi belajar
yang melibatkan siswa belajar secara aktif dan mandiri. Metode pembelajaran
discovery (penemuan) adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran
sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum
diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya
ditemukan sendiri.

Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai


komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Maka posisi discovery
di sini sangat penting dan harus diperhatikan oleh guru dalam menjalankan
pembelajarannya ke peserta didik untuk menjadikan suatu pembelajaran yang
efektif. Melalui konsep belajar penemuan (discovery learning) pada dasarnya
menjelaskan mengenai proses pembentukan belajar dengan jalan menggali dan
mencari sendiri pengetahuan, pemahaman, pengertian dan konsep-konsep secara
mandiri. Konsep belajar penemuan (discovery learning) pada penerapannya dapat
diterapkan pada pembelajaran.

Dengan mengaplikasikan metode discovery learning secara berulang-


ulang dapat meningkatkan kemampuan penemuan dari indifidu yang
bersangkutan. Penggunaan metode discovery learning, ingin merubah kondisi
belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif. Mengubah pembelajaran yang teacher
oriented ke student oriented. Merubah modus Ekspository siswa hanya menerima
informasi secara keseluruhan dari guru ke modus Discovery siswa menemukan
informasi sendiri.

Discovery Learning mempunyai peranan atau arti penting dalam


pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas yaitu kegiatan atau pembelajaran
yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan konsep-konsep
dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri. Dalam menemukan konsep,

1
siswa melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan,
menarik kesimpulan dan sebagainya untuk menemukan beberapa konsep atau
prinsip. Pada discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam
masalah yang direkayasa oleh guru, sehingga siswa harus mengerahkan seluruh
pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan di dalam
masalah itu (Budiningsih, 2005:39).

Maka metode pembelajaran dengan discovery learning penting dibahas


karena akan menjelaskan makna kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh guru
selama pembelajaran berlangsung. Setiap guru atau pendidik mempunyai alasan-
alasan mengapa ia melakukan kegiatan dalam pembelajaran dengan menentukan
sikap tertentu. Maka dalam menggunakan metode discovery learning guru
berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa
untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing
dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan (Sardiman,
2005:145). Dengan demikian seorang guru dalam aplikasi metode discovery
learning harus dapat menempatkan siswa pada kesempatan-kesempatan dalam
belajar lebih mandiri. Bruner mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan
dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh
yang ia jumpai dalam kehidupannya (Budiningsih, 2005:41).

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka didapat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa definisi discovery learning?


2. Bagaimana karakteristik metode discovery learning?
3. Bagaimana tujuan penggunaan discovery learning?
4. Apa saja model-model discovery learning?
5. Apa saja Kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan metode discovery
learning?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui definisi discovery learning.
2. Untuk mengetahui karakteristik metode discovery learning.

2
3. Untuk mengetahui tujuan penggunaan discovery learning.
4. Untuk mengetahui model-model discovery learning.
5. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan metode
discovery learning.
1.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Discovery Learning


Menurut Susanti et al., (Dalam Ardyansyah & Fitriani, 2020:233)
Discovery Learning adalah suatu model pembelajaran yang membimbing peserta
didik terhadap suatu aktivitas yang bisa mengembangkan kecakapan peserta didik
melalui penemuan dan penyelidikan terhadap suatu konsep materi pembelajaran,
sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan dengan hasil temuan mereka
sendiri bukan dengan cara menghafal atau mengenali sekumpulan fakta.
Menurut (Fajri, 2019) Discovery learning merupakan model pembelajaran
yang cenderung meminta siswa untuk melakukan observasi, eksperimen, atau
tindakan ilmiah hingga mendapatkan kesimpulan dari hasil tindakan ilmiah
tersebut. Maka dengan adanya discovery learning, peserta didik dapat belajar
dengan baik dan lancar, sehingga dapat meningkatkan prestasi/ hasil belajar siswa.

Menurut Hosnan (Dalam Putri et al., 2017:92) Discovery Learning adalah


salah satu model untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif menemukan
sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama
dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan oleh siswa. Anak juga bisa belajar
berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran


discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar siswa
aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh
akan setia dan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa.
Dengan belajar penemuan, anak juga bisa belajar berfikir analisis dan mencoba
memecahkan sendiri problem yang dihadapi. Kebiasaan ini akan ditransfer dalam
kehidupan bermasyarakat.

B. Karakteristik Model Pembelajaran Discovery Learning


Ciri utama model pembelajar yaitu: (1) mengeksplorasi dan memecahkan
masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan;
(2) berpusat pada siswa; (3) kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru

4
dan pengetahuan yang sudah ada. Ada sejumlah ciri-ciri proses pembelajaran yang
sangat ditekankan oleh teori konstruktivisme, yaitu :

1. Menekankan pada proses belajar, bukan proses mengajar


2. Mendorong terjadinya kemandirian dan inisiatif belajar pada siswa.
3. Memandang siswa sebagai pencipta kemauan dan tujuan yang ingin
dicapai.
4. Berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses, bukan menekan
pada hasil.
5. Mendorong siswa untuk mampu melakukan penyelidikan.
6. Menghargai peranan pengalaman kritis dalam belajar.
7. Mendorong berkembangnya rasa ingin tahu secara alami pada siswa.
8. Penilaian belajar lebih menekankan pada kinerja dan pemahaman siswa.
9. Mendasarkan proses belajarnya pada prinsip-prinsip kognitif.
10. Banyak menggunakan terminilogi kognitif untuk menjelaskan proses
pembelajaran; seperti predeksi, inferensi, kreasi dan analisis.
C. Tujuan Pengunaan Discovery Learning
Salah satu metode belajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di
sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery. Hal ini disebabkan
karena metode ini:

(1) merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif; (2)
dengan menemukan dan menyelidiki sendiri konsep yang dipelajari, maka hasil
yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan dan tidak mudah dilupakan siswa;
(3) pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul
dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain; (4) dengan
menggunakan strategi discovery anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah
yang akan dapat dikembangkan sendiri; (5) siswa belajar berpikir analisis dan
mencoba memecahkan problema yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan
ditransfer dalam kehidupan nyata.

Menurut Bell (Dalam Munir et al., 2021:69) beberapa tujuan spesifik dari
pembelajaran model discovery learning ini, yakni sebagai berikut: 1) Dalam
proses belajar mengajar siswa memiIiki kesempatan untuk terlibat secara aktif

5
dalam pembelajaran. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak siswa yang
berpartisipasi dalam pembelajaran meningkat ketika penemuan digunakan 2)
Melalui pembelajaran dengan model tersebut, siswa belajar menemukan pola
dalam situasi konkret maupun abstrak, dan juga siswa banyak meramalkan
(extrapolate) informasi tambahan yang diberikan 3) Pembelajaran dengan
penemuan tersebut membantu siswa untuk membentuk cara kerja bersama yang
efektif, saling membagi informasi, serta mendengar dan menggunakan ide-ide
orang lain.

D. Jenis-Jenis Model Pembelajaran Discovery Learning


Secara umum, discovery learning terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

 Free Discovery Learning


Proses pembelajaran yang tidak disertai petunjuk atau arahan. Artinya,
peserta didik harus memiliki kepekaan terhadap materi yang sedang dipelajari.
 Guided Discovery Learning

Pembelajaran yang melibatkan peran guru sebagai fasilitator untuk


menunjang terlaksananya pembelajaran.

Menurut Jerome Bruner Model penemuan atau pengajaran penemuan


dibagi 3 jenis:

1. Penemuan Murni
Pada pembelajaran dengan penemuan murni pembelajaran terpusat pada
siswa dan tidak terpusat pada guru. Siswalah yang menentukan tujuan dan
pengalaman belajar yang diinginkan, guru hanya memberi masalah dan situasi
belajar kepada siswa. Siswa mengkaji fakta atau relasi yang terdapat pada masalah
itu dan menarik kesimpulan (generalisasi) dari apa yang siswa temukan.
Kegiatan penemuan ini hampir tidak mendapatkan bimbingan guru.
Penemuan murni biasanya dilakukan pada kelas yang pandai.

2. Penemuan Terbimbing
Pada pengajaran dengan penemuan terbimbing guru mengarahkan tentang
materi pelajaran. Bentuk bimbingan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk,
arahan, pertanyaan atau dialog, sehingga diharapkan siswa dapat menyimpulkan
(menggeneralisasikan) sesuai dengan rancangan guru.

6
Generalisasi atau kesimpulan yang harus ditemukan oleh siswa harus
dirancang secara jelas oleh guru. Pada pengajaran dengan metode penemuan,
siswa harus benar-benar aktif belajar menemukan sendiri bahan yang
dipelajarinya.

3. Penemuan Laboratory
Penemuan laboratory adalah penemuan yang menggunakan objek
langsung (media konkrit) dengan cara mengkaji, menganalisis, dan menemukan
secara induktif, merumuskan dan membuat kesimpulan.
E. Kelebihan dan Kekurangan Discovery Learning
Menurut (Mukaramah & Kustina, 2020) kelebihan discovery learning yakni:
a) Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan
keterampilanketerampilan dan proses-proses kognitif.
b) Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh
karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer.
c) Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki
dan berhasil.
d) Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan sesuai
dengan kecepatannya sendiri.
e) Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan
melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.
Menrut Eka Yulia Asri (Dalam Eskris, 2021:45) Kekurangan
[Link] sebagai berikut:
a) Metode Discoveri Learning memakan cukup banyak waktu dan tidak
semua siswa mau berpikir sendiri.
b) Banyak siswa yang tidak dapat mengikuti langkalangkah pembelajaran
Discovery Learning.
c) Dalam penerapan model discovery Learning hanya pembelajaran tertentu
saja.

d) Tidak semua guru memiliki kemampuan dalam mengunakan model


pembelajaran Discovery Learning.

7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pembelajaran discovery learning adalah suatu metode untuk
mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki
sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan, tidak
akan mudah dilupakan siswa. Dengan belajar penemuan, anak juga bisa belajar
berfikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri problem yang dihadapi.
Kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat.
Tujuan penggunaan discovery learning ini adalah: (1) merupakan suatu
cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif; (2) dengan menemukan dan
menyelidiki sendiri konsep yang dipelajari, maka hasil yang diperoleh akan tahan
lama dalam ingatan dan tidak mudah dilupakan siswa; (3) pengertian yang
ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah
digunakan atau ditransfer dalam situasi lain; (4) dengan menggunakan strategi
discovery anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat
dikembangkan sendiri; (5) siswa belajar berpikir analisis dan mencoba
memecahkan problema yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam
kehidupan nyata

B. Saran
Karena model pembelajaran discovery learning hanya dapat dipakai untuk
materi materi tertentu, maka seorang guru atau seorang calon guru disarankan
agar mampu memilih dan memilah materi mana yang tepat dan cocok yang dapat
diterapkan dalam proses belajar agar tidak menyita waktunya juga tidak hanya
melibatkan beberapa siswa saja, karena model pembelajaran discovery diperlukan
keaktifan seluruh siswa.
Selain itu alat – alat bantu mengajar (audio visual, dll) haruslah
diusahakan oleh guru atau calon guru yang hendak menerapkan metode ini,
tujuannya untuk memberikan siswa pengalaman langsung.

8
DAFTAR PUSTAKA
Ardyansyah, A., & Fitriani, L. (2020). Efektivitas Penerapan Metode Discovery Learning

dalam Pembelajaran Imla’. Al-Ta’rib : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan

Bahasa Arab IAIN Palangka Raya, 8(2), 229–244.

[Link]

Eskris, Y. (2021). Meta Analisis Pengaruh Model Discovery Learning dan Problem

Based Learning terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Peserta didik Kelas V SD.

Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 43–52.

[Link]

Fajri, Z. (2019). MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD. Jurnal IKA PGSD

(Ikatan Alumni PGSD) UNARS, 7(2), 1.

[Link]

Mukaramah, M., & Kustina, R. (2020). MENGANALISIS KELEBIHAN DAN

KEKURANGAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS AUDIOVISUAL

DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA. 1.

Munir, A., Arief Nur Wahyudi, & Aba Sandi Prayoga. (2021). Pendekatan Model

Discovery Learning dalam Keterampilan Teknik Shooting Permainan Bola

Basket. Jurnal Pendidikan Modern, 6(2), 68–73.

[Link]

Putri, I. S., Juliani, R., & Lestari, I. N. (2017). PENGARUH MODEL

PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR

SISWA DAN AKTIVITAS SISWA. Jurnal Pendidikan Fisika.

Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

A.M. Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.

9
Bruner, J.S. (1961). “The Act of Discovery”. Romey, W.D. (1968). Inquiry
Techniques For Teaching Science. New Jersey: Prentice Hall, INC,
Englewood Cliffts.

10

Anda mungkin juga menyukai