0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan45 halaman

RPP Pembelajaran Surah al-Falaq SD

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 31 Tanjung Aur, yang berfokus pada pembelajaran Surah al-Falaq. RPP ini mencakup tujuan pembelajaran, materi, kegiatan pembelajaran, dan penilaian untuk membaca, menghafal, dan menulis Surah al-Falaq. Metode yang digunakan meliputi pendekatan scientific dan melibatkan aktivitas interaktif antara guru dan siswa.

Diunggah oleh

cicipujiah93
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan45 halaman

RPP Pembelajaran Surah al-Falaq SD

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 31 Tanjung Aur, yang berfokus pada pembelajaran Surah al-Falaq. RPP ini mencakup tujuan pembelajaran, materi, kegiatan pembelajaran, dan penilaian untuk membaca, menghafal, dan menulis Surah al-Falaq. Metode yang digunakan meliputi pendekatan scientific dan melibatkan aktivitas interaktif antara guru dan siswa.

Diunggah oleh

cicipujiah93
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Mari Belajar Al-Quran Surah al-Falaq
Subpelajaran : Membaca Surah al-Falaq
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4jp (4 x 35 Menit)
Hari/Tanggal :

3.1 Memahami QS. al-Falaq dan al-Fiil dengan baik dan benar
4.1.1 Membaca QS. al-Falaq dan al-Fiil dengan tartīl.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa membaca Q.S. al-Falaq dengan tartil.
2. Dapat memahami QS. al-Falaq dan al-Ma‘un dengan baik dan benar
3. Mampu menunjukkan hafalan Q.S al Falaq dengan benar

B. MATERI PEMBELAJARAN

‫الفلق‬
‫َأ‬
‫)َوِمْن َش ِّر‬2(‫)ِمْن َش ِّر َما َخ َل َق‬1( ‫ُقْل ُعوُذ ِبَر ِّب اْلَفَلِق‬
)3( ‫َغاِس ٍق ِإَذا َوَقَب‬
‫)َوِمْن َش ِّر َح اِس ٍد ِإَذا‬4(‫َوِمْن َش ِّر الَّنَّفاَث اِت ِفي اْلُعَق ِد‬
)5(‫َح َس َد‬
C. Kegiatan pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
1. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru 15
mengucapkan salam dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menit
menyapa peserta didik, misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
4. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk
disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
6. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Guru memberi motivasi bagaimana kelebihan orang yang membaca al-Qur’an 110
2. Di dalam buku teks selalu diawali dengan kalimat “ Amati dan ceritakan menit
gambar berikut”. Di setiap akhir pelajaran ada hikmah, rangkuman, dan ayo
berlatih (Lihat buku teks).
3. Guru menanyakan arti Q.S. al-Falaq. (Lihat buku teks)
4. Guru menanyakan manfaat Q.S. al-Falaq. (Lihat buku teks)
5. Guru menanyakan cerita yang terkandung di dalam Q.S. al-Falaq.
6. Peserta didik diminta membaca Q.S. al-Falaq bersama-sama dengan guru.
7. Peserta didik mengamati penggalan Q.S. al-Falaq dan membacanya hingga
mahir.
8. Peserta didik membaca Q.S. al-Falaq ayat per ayat hingga mahir, dan
mencermati huruf/tanda baca, seperti membedakan sin dengan syin, tsa
dengan sin, tasydid, dan seterusnya.
9. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” guru membimbing peserta
didik untuk mendengarkan bacaan Q.S. al-Falaq yang benar dari guru, audio
atau radio. Kemudian peserta didik diminta menirukannya secara berulang.
3. Penutup
1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan 15
atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai Menit
bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku
bisa” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar
dan paraf.
3. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung
guru dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk
mengamati perkembangan kemampuan peserta didik dalam penguasaan
bacaan, hafalan, dan tulisan Q.S. al-Falaq di rumah.
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
5. Membaca do’a penutupan
6. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : menjawab pertanyaan atau soal tentang membaca q.s al falaq


(teknik : penilaian harian, penugasan, bentuk, menjodohkan ,
pilihan ganda uraian)

Keterampilan : Menunjukkan terampil membaca Q.S al Falaq ke depan kelas

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran :Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Mari Belajar al-Quran Surah al-Falaq
Subpelajaran : Menghafal Surah al-Falaq
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4JP (4 x 35 Menit)
Hari/Tanggal :

3.1 Memahami Q.S. al-Falaq dan al-Ma‘μn dengan baik dan benar
4.1.3Menunjukkan hafalan Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Mā‘ūn dengan lancer

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa membaca al-Qur’an dengan tartīl.
2. Bisa menunjukkan sikap kerjasama dan peduli sebagai implementasi dari pemahaman makna
Q.S. al-Falaq
3. Dapat memahami Q.S. al-Falaq dengan baik dan benar.
4. Mampu menghafalkan Q.S. al-Falaq dengan lancar

B. Materi Pembelajaran

‫الفلق‬
‫َأ‬
‫)َوِمْن َش ِّر‬2(‫)ِمْن َش ِّر َما َخ َل َق‬1( ‫ُقْل ُعوُذ ِبَر ِّب اْلَفَلِق‬
)3( ‫َغاِس ٍق ِإَذا َوَقَب‬
‫)َوِمْن َش ِّر َح اِس ٍد ِإَذا‬4(‫َوِمْن َش ِّر الَّنَّفاَث اِت ِفي اْلُعَق ِد‬
)5(‫َح َس َد‬
C. Langkah-langkah Pembelajaran

No Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
1. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan 15
salam dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta menit
didik, misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
4. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
6. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Guru memberi motivasi bagaimana kelebihan orang yang membaca al-Qur’ān 110
2. Di dalam buku teks selalu diawali dengan kalimat “ Amati dan ceritakan gambar menit
berikut”. Di setiap akhir pelajaran ada hikmah, rangkuman, dan ayo berlatih
(Lihat buku teks).
3. Guru menanyakan arti Q.S. al-Falaq. (Lihat buku teks)
4. Guru menanyakan manfaat Q.S. al-Falaq. (Lihat buku teks)
5. Guru menanyakan cerita yang terkandung di dalam Q.S. al-Falaq.
6. Guru memberi motivasi berkaitan dengan hikmah menghafal Q.S. al-Falaq. Di
dalam buku teks selalu diawali dengan kalimat “ Amati dan ceritakan gambar
berikut”. Di setiap akhir pelajaran ada hikmah.
7. Peserta didik menjawab pertanyaan “Mengapa kita perlu menghafal Q.S. al-
Falaq? (Lihat buku teks).
8. Siapa di antara kalian yang sudah hafal Q.S. al-Falaq? Jika ada, mintalah untuk
memperdengarkan hafalan itu kepada teman-temannya. Jika tidak, ajaklah
peserta didik menghafalkannya.
9. Guru meminta peserta didik membaca ayat per ayat Q.S. al-Falaq hingga hafal.
[Link] didik dapat melakukannya secara berpasangan untuk saling mencermati
hafalan di antara mereka.
[Link] terus memberikan motivasi, agar peserta didik bersemangat untuk
menghafal Q.S. al-Falaq.
[Link] kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” guru membimbing peserta didik
untuk menghafal Q.S. al-Falaq yang benar. Secara individu peserta didik
menirukannya berulang sampai hafal. Kemudian peserta didik diminta untuk
mendemonstrasikan hafalannya baik secara individu, kelompok maupun klasikal.
3. Penutup
1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan Menit
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku
bisa” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan
paraf.
3. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru
dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati
perkembangan kemampuan peserta didik dalam penguasaan bacaan, hafalan, dan
tulisan Q.S. al-Falaq di rumah.
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
5. Membaca do’a penutupan majelis taklim, yaitu; Subhaanaka Allaahumma
wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik)
6. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)
Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang menghafal q.s al falaq
(teknik : penilaian harian, penugasan, bentuk, menjodohkan pilihan
ganda uraian)
Keterampilan : Menunjukkan terampil menghafal q.s al- Falaq ke depan kelas

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam
LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I
NIP. 197209042006042004

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Mari Belajar al-Quran Surah al-Falaq
Subpelajaran : Menulis Surah al-Falaq
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4jp (4 x 35 Menit)
Hari/Tanggal :

3.1.3 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. al-Falaq dan al- Fiil dengan benar.
4.1.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. al-Falaq dan al- Fiil dengan benar.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa membaca al-Qur’an dengan tartīl
2. Bisa menunjukkan sikap kerjasama dan peduli sebagai implementasi dari pemahaman makna
Q.S. al-Falaq
3. Dapat mampu memahami Q.S. al-Falaq dengan baik dan benar.
4. menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. al-Falaq dengan benar.

B. Materi Pembelajaran

‫الفلق‬
‫َش‬ )2 ( ‫َل‬ ‫َخ‬ ‫ا‬ ‫َش‬ )1 ( ‫َل‬ ‫َف‬‫ْل‬ ‫ا‬ ‫وُذ‬‫ُع‬‫ُقْل َأ‬
‫ِّر‬ ‫ِم‬
‫َو ْن‬ ‫َق‬ ‫َم‬ ‫ْن ِّر‬ ‫ِم‬ ‫ِق‬ ‫ِّب‬ ‫َر‬‫ِب‬
)3( ‫َغاِس ٍق ِإَذا َوَقَب‬
‫)َوِمْن َش ِّر َح اِس ٍد ِإَذا‬4(‫َوِمْن َش ِّر الَّنَّفاَث اِت ِفي اْلُعَق ِد‬
)5(‫َح َس َد‬
C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1 Pendahuluan
7. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan 15
salam dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta menit
didik, misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
8. Memperbaiki cara berdoa siswa
9. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
10. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
11. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
12. Appersepsi
2 Kegiatan Inti
1. Guru memberi motivasi bagaimana kelebihan orang yang membaca al-Qur’ān 110
2. Di dalam buku teks selalu diawali dengan kalimat “ Amati dan ceritakan gambar menit
berikut”. Di setiap akhir pelajaran ada hikmah, rangkuman, dan ayo berlatih
(Lihat buku teks).
3. Guru menanyakan arti Q.S. al-Falaq. (Lihat buku teks)
4. Guru menanyakan manfaat Q.S. al-Falaq. (Lihat buku teks)
5. Guru menanyakan cerita yang terkandung di dalam Q.S. al-Falaq.
6. Guru meminta peserta didik mencermati gambar dan mengajukan pertanyaan
“Siapa di antara kalian yang bisa menulis satu ayat Q.S. al-Falaq? Jika ada,
mintalah ia menuliskan di papan tulis sebagai motivasi bagi teman-temannya.
7. Selanjutnya, guru meminta peserta didik untuk mencermati bentuk huruf dan cara
menyambung huruf yang ada pada Q.S. al-Falaq.
8. Peserta didik untuk mencermati bentuk huruf dan cara menyambung huruf yang
ada pada Q.S. al-Falaq.
9. Guru mencontohkan cara menulis huruf arab dengan benar. Terlebih dahulu
membuat garis buku. Jelaskan letak huruf pada garis, misalnya antara huruf
ra/wau dengan ba/dal, dan seterusnya.
10. Peserta didik menyempurnakan tulisannya dengan bimbingan guru.
11. Guru mencontohkan cara menulis huruf arab dengan benar. Terlebih dahulu
membuat garis buku. Jelaskan letak huruf pada garis, misalnya antara huruf
ra/wau dengan ba/dal, dan seterusnya.
12. Peserta didik menyempurnakan tulisannya dengan bimbingan guru
13. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” peserta didik diminta untuk
menyalin Q.S. al-Falaq dalam huruf Arab pada buku tulis masing-masing.
14. Setiap akhir pembelajaran, setiap kompetensi (membaca, menghafal, menulis)
Guru selalu memberikan penguatan, terutama bagi peserta didik yang tergolong
lambat. Jangan lupa, senantiasa memberikan motivasi belajar.
15. Pada kolom “Hikmah,” sebagai motivasi, guru memberikan penjelasan singkat
bahwa hadis nabi tersebut menceritakan sya'faat keuntungan bagi orang yang
membaca al-Qur'an, yaitu mendapat kebaikan yang berlipat ganda.
16. Pada kolom “Rangkuman,” guru menyampaikan poin-poin penting dalam
pembelajaran Q.S. al-Falaq.
3 Penutup
17. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan menit
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
18. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku
bisa” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan
paraf.
19. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung
guru dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati
perkembangan kemampuan peserta didik dalam penguasaan bacaan, hafalan, dan
tulisan Q.S. al-Falaq di rumah.
20. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
21. Membaca do’a penutupan
22. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)
Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang menulis Q.S al Falaq
(teknik : Penilaian harian, penugasan, bentuk, menjodohk pilihan
ganda uraian)
Keterampilan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang menulis Q.S al Falaq
(teknik : Penilaian harian, penugasan, bentuk, menjodohkan pilihan
ganda uraian)
Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Beriman Kepada Allah Dan Rosul-Nya
Subpelajaran : Beriman Kepada Allah Swt
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 jp(4 x 35 Menit)
Hari/Tanggal :

3.2 Memahami Allah itu ada melalui pengamatan terhadap makhluk ciptaan-Nya di sekitar
rumah dan sekolah.
4.2 Melakukan pengamatan terhadap makhluk ciptaan Allah di sekitar rumah dan sekolah
sebagai upaya mengenal Allah itu ada.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Menyakini Allah itu ada melalui pengamatan terhadap makhluk ciptaan-Nya di sekitar
rumah dan sekolah.
2. Menunjukkan sikap percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman Allah itu ada.
3. Mampu memahami Allah itu ada melalui pengamatan terhadap makhluk ciptaan-Nya
di sekitar rumah dan sekolah.
4. Dapat melakukan pengamatan terhadap makhluk ciptaan Allah di sekitar rumah dan
sekolah sebagai upaya mengenal Allah itu ada.

B. MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Iman Kepada Allah
Menurut bahasa, iman berasal dari bahasa Arab yang berarti percaya. Sedangkan menurut
istilah, Iman berarti membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan diamalkan
dengan perbuatan. Jadi, pengertian Iman Kepada Allah adalah Meyakini dalam hati,
mengakui dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan bahwa Allah ada dengan
segala sifat keagungan dan kesempurnaan nya.

Fungsi Beriman Kepada Allah


1. Menambah Keyakinan
Kita tahu bahwa Allah SWT yang menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
Jadi kita harus semakin yakin dan bersyukur kepada Allah SWT, yang masih memberikan
kita hidup.

2. Menambah Ketaatan
Dengan beriman kepada Allah dapat menjadikan motivasi untuk selalu taat kepada
perintah-perintah dan larangan-larangan Allah SWT.

3. Mendamaikan Hati
Dalam surah Ar-Ra’ad ayat 28 dijelaskan bahwa orang-orang beriman selalu mengingat
Allah SWT, dan membuat hati mereka damai karenanya
4. Menyelamatkan Hidup Manusia di Dunia Maupun Akhirat
Dalam Quran Surat Al-Mukminin, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami
menyelamatkan Rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman ke pada Allah SWT dalam
kehidupan dunia.

Cara Beriman dan Bertaqwa Kepada Allah SWT


1. Mempercayai dengan yakin akan ”ada-Nya Allah SWT

2. Mempercayai dengan yakin akan ke-”Esaan-Nya Allah SWT”, baik dalam perbuatan-
Nya, menjadikan alam semesta dan makhluk hidup semuanya, maupun dalam menerima
ibadah (penyembahan) segenap makhluk (hamba Allah).
3. mengimani dengan yakin, bahwa Allah SWT kekal dalam segala sifat kesempurnaan.

Ciri Ciri Beriman Kepada Allah dengan Sungguh-Sungguh


 Terdapatnya Rasa Takut Kepada Allah
Orang yang beriman tentu mempunyai rasa Takut di dalam hatinya kala mendengar nama
Allah. Rasa takut terhadap Allah tersebut timbul bagaikan wujud rasa cinta serta
pengagungan terhadap- Nya.

Allah Ta’ ala berfirman

sebenarnya orang- orang yang beriman yakni mereka yang apabila diucap nama Allah
gemetarlah hati mereka( QS. Al- Anfal: 2)

Khasiat beriman kepada Allah swt dari munculnya rasa khawatir tersebut yakni bebas dari
perbuatan maksiat yang menimbulkan dosa. Bagaikan contoh, seorang yang hendak
melaksanakan kemaksiatan, setelah itu mendengar nama Allah disebutkan oleh seorang
dengan mengatakan,“ ingatlah Allah kalau yang hendak engkau jalani ini ialah perihal yang
dilarang- Nya.”. Setelah itu mencuat rasa khawatir serta ia juga mengurungkan hasrat
buruknya buat bermaksiat.

 Terenyuh Dikala Mendengar AL Qur’ an


Angkatan laut(AL) Qur’ an merupakan firman Allah subhanahu wa ta’ ala yang diturunkan
lewat Nabi Muhammad shalallahu‘ alaihi wasallam. Kalimat- kalimat yang dirangkai dalam
Angkatan laut(AL) Qur’ an ialah kalimat indah yang tidak terdapat duanya di dunia ini.
Cerita terdahulu serta pesan dari Allah di dalamnya merupakan petunjuk terbaik yang Allah
turunkan buat umat- Nya.

Karakteristik orang yang beriman kepada Allah yakni dia hendak merasa terenyuh dikala
mendengar teks Angkatan laut(AL) Qur’ an di dekatnya. Terenyuh di mari yakni tersentuh,
mencuat pemahaman serta bertambahlah keimanannya terhadap Allah. Sebagaimana firman
Allah di dasar ini.

“ serta apabila dibacakan ayat- ayat- Nya bertambahlah iman mereka( karenanya)”( QS.
Al- Anfal: 2)

 Bertakwa Cuma Kepada Allah


Takwa merupakan keyakinan penuh kepada Allah, membenarkan- Nya serta khawatir cuma
kepada- Nya. Hukum bertakwa kepada Allah swt yakni harus. Orang yang beriman pasti
bertakwa cuma kepada Allah subhanahu wa ta’ ala.

“ serta cuma kepada Rabbnya mereka bertawakkal”( QS. Al- Anfal: 2)


 Tetap Melindungi Shalat
Shalat ialah ibadah istimewa yang diharuskan kepada tiap umat muslim di segala penjuru
dunia. Orang yang beriman kepada Allah tentu hendak tetap melindungi shalat serta tidak
meninggalkannya walaupun bagaimanapun keadaannya.

Allah Ta’ ala berfirman,

“ Sangat, shalat itu merupakan kewajiban yang didetetapkan waktunya atas orang- orang
yang beriman.”( QS. An- Nisa: 103)

Lebih baik lagi bila sehabis sholat mengamalkan teks doa serta dzikir sehabis sholat
bagaikan wujud rasa syukur serta keimanan kepada Allah.

Seperti itu sebagian karakteristik karakteristik orang yang beriman kepada Allah subhanahu
wa ta’ ala. Mudah- mudahan sanggup membagikan khasiat yang baik kepada para pembaca
sekaligus. Aamiin.

Contoh Iman Kepada Allah


[Link] Sholat
[Link] sebagian rezeki
[Link] Kepada Kita Allah SWT
[Link] dan memahami ayat suci AL-Quran
[Link] melakukan kebaikan
[Link] menjaga nafsu amarah
[Link] memberikan maaf kepada yang berbuat salah dengan ikhlas
[Link] perintah Allah SWT
[Link] bertaubat di jalan Allah
10.,eyakini dengan sesungguhnya iman, islam dan ihsan

Hikmah Beriman Kepada Allah SWT


1. Hati kita menjadi damai dan tenram, hidup menjadi bahagia
2. Mendapat petunjuk dan perlindungan Allah SWT
3. selalu senantiasa mematuhi semua larangn Allah SWT
4. Menjadi sosok yang berguna di lingkungan sekitar.
5. Senantiasa melakukan perbuatan baik dan tidak berbuat kebatilan

Dalil Naqli Iman Kepada Allah


“Dan Tuhan itu, Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Pemurah
dan Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah : 163).

C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1 Pendahuluan
13. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam 15
dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, meni
misalnya “Apa kabar anak-anak?”. t
14. Memperbaiki cara berdoa siswa
15. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
16. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
17. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
18. Appersepsi
2 Kegiatan Inti
Guru mengajak peserta didik mencermati dan membaca Q.S. al-Fatiḥah ayat ke 2 berikut! 115
Peserta didik mengamati dan membaca Q.S. al-Fatiḥah ayat ke 2, sebagai berikut: meni
t

Artinya: “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.


Ayat ini ditampilkan sebagai pembuka pikiran bagi peserta didik untuk mengenal Tuhan
melalui alam semesta.

1. Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab tentang beriman kepada Allah. Misalnya:
“Siapa yang tahu arti iman?”. “Siapa yang hafal rukun iman?”. Dan seterusnya, lihat
pelajaran ini pada buku teks!
2. Guru meminta peserta didik membaca percakapan antara sahabat dengan Rasulullah saw,
dan menceritakan kembali isi percakapan itu.
3. Apa pengertian iman di dalam cerita itu? Jelaskan!
4. Allah Swt sudah pasti ada. Bagaimana membuktikan Allah itu ada? Jelaskan!
5. Menurut ilmu pengetahuan, Allah Swt menciptakan alam ini terdiri dari banyak ragam.
Coba jelaskan ragam ciptaan Allah itu!
6. Guru meminta peserta didik membaca percakapan antara Ahmad dengan ibunya, lalu
menceritakan kembali isi percakapan, lihat buku teks!
7. Dari percakapan tersebut, apakah betul Ahmad ragu tentang penciptaan alam? namun
akhirnya dia meyakini. Coba ceritakan kisahnya!
8. Pada kolom kegiatan “Insya Allah kamu bisa,” untuk penguatan pemahaman, peserta
didik secara berpasangan menjelaskan kembali tentang mengenal Allah Swt. melalui
alam semesta.
3 Penutup
1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan meni
untuk perbaikan langkah selanjutnya; t
2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa” dalam
buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
3. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan
orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku peserta
didik.
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
5. Membaca do’a penutupan
6. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam
diskusi kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang Iman krpada Allah


Swt melalui alam semesta (teknik : Penilaian harian,
penugasan, bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)
Keterampilan : Menunjukkan terampil melakukan pengamatan terhadap
makhluk ciptaan Allah di sekitar rumah dan sekolah sebagai
upaya mengenal Allah itu ada.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam
LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I
NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Beriman Kepada Allah Dan Rasul-Nya
Subpelajaran : Mengenal Allah Swt. Melalui Asmaul Husna
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.3 Memahami makna al-Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.


4.2 Membaca al-Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa menerima adanya Rasul-rasul Allah Swt dengan benar
2. Bisa meyakini bahwa Allah itu ada berupanya mengenal Allah dengan benar
3. Dapat mengerti akan makna asmaul husna : al-Basir, al-‘Adil, al-‘Azim dengan benar
4. Mampu membaca al-Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim dengan benar

B. Materi Pembelajaran
Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna
Untuk bisa mengenal sesuatu biasanya melalui namanya. Demikian juga mengenal Allah.
Allah Swt. memiliki nama-nama yang baik atau dikenal dengan asmaul husna. Nama Allah
banyak, tetapi yang diperkenalkan oleh Allah kepada manusia hanya 99 nama melalui
perantara wahyu, yaitu al-Qur’an.
Kita akan mempelajari tiga di antaranya, yaitu:

a. Al-Ba¡³r ( )
Anak-anak, tahukah kamu bahwa semua perbuatan baik atau buruk, pasti dilihat oleh Allah
dengan sifat al-Ba¡³r-Nya. Al-Ba¡³r berarti Allah Maha Melihat. Allah Swt. mampu melihat
apa saja, sampai hal sekecil-kecilnya. Tidak ada yang luput sedikit pun dari pandangan-Nya.

b. Al-‘Adl ( )
Anak-anak, tahukah kalian arti al-‘Adl? Al-‘Adl berarti Allah Yang
Mahaadil. Allah Swt. menempatkan semua manusia sama di hadapan-Nya.
Tidak ada yang ditinggikan hanya karena keturunan, kekayaan, atau
jabatannya. Allah Swt. memuliakan seseorang hanya karena ketakwaannya.
Takwa artinya mengerjakan yang diperintahkan Allah, dan menjauhi yang
dilarang-Nya.

c. Al-‘Azim
Manusia pasti membutuhkan orang lain, sedangkan Allah tidak
membutuhkan makhluk lain. Oleh karena itu, Allah disebut al-‘Azim.
Al-‘Azim artinya Allah Maha Agung. Hanya Allah Yang Maha Agung
yang tidak membutuhkan pertolongan. Dia yang memenuhi semua
kebutuhan makhluk-Nya. Manusia membutuhkan pertolongan-Nya dan
membutuhkan pertolongan orang lain. Manusia tidak bisa hidup sendirian.

Dengan memahami sifat Allah, al-‘Azim, maka kita akan selalu


mengagungkan tanda-tanda kebesaran-Nya dengan cara melaksanakan
perintah dan menjauhi larangan-Nya.

C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
1. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan 15
salam dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta menit
didik, misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
4. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
6. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
Guru mengajak peserta didik mencermati dan membaca Q.S. al-Fatiḥah ayat ke 2 115
berikut! menit
Peserta didik mengamati dan membaca Q.S. al-Fatiḥah ayat ke 2, sebagai berikut:

Artinya: “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.


Ayat ini ditampilkan sebagai pembuka pikiran bagi peserta didik untuk mengenal
Tuhan melalui alam semesta.
1. Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab tentang beriman kepada Allah.
Misalnya: “Siapa yang tahu arti iman?”. “Siapa yang hafal rukun iman?”. Dan
seterusnya, lihat pelajaran ini pada buku teks!
2. Peserta didik mencermati gambar dan menjelaskan isi gambar!
3. Tanya jawab tentang asmaul husna. Misalnya: “Apakah kalian pernah mendengar
asmaul husna yang jumlahnya 99?”. Jika ya. Coba kamu lafalkan yang kalian
sudah hafal!
4. Guru menyampaikan pelajaran asmaul husna, hanya al-Basir, al-‘Adl dan
al-‘Azim. Secara berpasangan, guru meminta peserta didik membaca asmaul
husna tersebut.
5. Peserta didik mendiskusikan asmaul husna al-Basir, al-'Adl dan al-‘Azim secara
berpasangan/kelompok kecil. Agar pembelajarannya fokus, guru diperkenankan
membuat rambu-rambu. Misalnya, carilah arti dari ketiga asma itu, apa beda
melihat Allah dengan melihat manusia. Apa makna adil di depan Tuhan? Mengapa
Allah itu disebut ‘Azimm, dan seterusnya. (tugas kelompok, guru harus
mengamati sikap peserta didik di dalam kelompok. Misalnya, kerja samanya,
keaktifannya, kontribusinya).
6. Peserta didik diminta menuliskan ciri-ciri orang Islam yang mengagungkan Allah
Swt.
Pada kolom kegiatan “Insya Allah kamu bisa,” untuk penguatan pemahaman,
peserta didik secara berpasangan menjelaskan kembali tentang mengenal Allah
Swt. Melalui asmaul husna.
3. Penutup
7. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan menit
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
8. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku
bisa” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan
paraf.
9. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru
dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati
perilaku peseta didik.
10. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
11. Membaca do’a penutupan
12. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)
Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang makna al-Asmau al-
Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.(teknik : Penilaian harian,
penugasan, bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)
Keterampilan : Menunjukkan terampil Membaca al-Asmau al-Husna: Al-Basir,
Al ‘Adil, dan Al-‘Azim.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Beriman Kepada Allah Dan Rosul-Nya
Subpelajaran : Beriman Kepada Rosul Allah
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4jp 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.5 Memahami makna iman kepada Rasul Allah.


4.5 Mencontohkan makna iman kepada Rasul Allah.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
2. Bisa menyakini adanya Rosul-rosul Allah Swt.
3. Bisamenunjukkan sikap yang dipengaruhi oleh keimanan kepada para Rasul Allah
Swt. yang tercermin dari perilaku kehidupan sehari-hari.
4. Dapat memahami makna iman kepada Rasul Allah.
5. Mampu mencontohkan makna iman kepada Rasul Allah.

B. Materi Pembelajaran
Beriman Kepada Rasul Allah

Di antara manusia ada yang Allah jadikan sebagai utusan-Nya di bumi ini. Itulah rasul,
pembawa ajaran Allah untuk disampaikan kepada manusia yang disebut wahyu. Manusia,
harus percaya atau beriman kepada rasul-rasul-Nya. Mereka, rasul-rasul, itu tedaga dari
kesalahan, seperti, Nabi Muhanunad saw. yang diberi gelar al-Amin artinya terpercaya. Oleh
karena itu, manusia diwajibkan beriman kepada rasul Allah.”

C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1 Pendahuluan
1. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan 15
salam dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta menit
didik, misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
4. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
6. Appersepsi
2 Kegiatan Inti
Beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya 110
Guru mengajak peserta didik mencermati dan membaca Q.S. al-Fatiḥah ayat ke 2 menit
berikut!
Peserta didik mengamati dan membaca Q.S. al-Fatiḥah ayat ke 2, sebagai berikut:
Artinya: “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.
Ayat ini ditampilkan sebagai pembuka pikiran bagi peserta didik untuk mengenal
Tuhan melalui alam semesta.

1. Guru bersama peserta didik terlebih dahulu melakukan tanya jawab tentang
beriman kepada Rasul Allah. Misal: “Siapa yang tahu arti rasul?”, “Siapa yang
dapat menyebutkan nama-nama rasul?”, dan seterusnya, lihat pelajaran ini pada
buku teks!
2. Untuk mengingatkan pada pelajaran sebelumnya, guru sebaiknya mengawali
pelajaran ini dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. Misal: “Siapa di
antara kalian yang masih ingat dengan rukun iman?” Jika ada, beri kesempatan
untuk menyebutkannya, dan berikan pujian kepada anak yang sudah dapat
menyebutkannya dengan baik, misal: “bagus, pintar, hebat”.
3. Untuk mengingatkan pada pelajaran sebelumnya, guru sebaiknya mengawali
pelajaran ini dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. Misal: “Siapa di
antara kalian yang masih ingat dengan rukun iman?” Jika ada, beri kesempatan
untuk menyebutkannya, dan berikan pujian kepada anak yang sudah dapat
menyebutkannya dengan baik, misal: “bagus, pintar, hebat”.
4. Guru mengajukan pertanyaan, misal: “Berapa jumlah nabi dan rasul yang harus kita
ketahui?” Siapa di antara kalian yang bisa menyebutkannya?.
5. Guru mengelompokkan peserta didik. Mereka diminta menjawab beberapa
pertanyaan, antara lain:
6. “Apakah kalian beriman kepada Rasul Allah? Jika ya, sebutkan alasan/bukti kalian
beriman kepada Rasul Allah secara tertulis!
7. Muhammad saw. adalah Rasul Allah, “Apa saja mu'jizat yang diterimanya dari
Allah”. “mengapa Nabi Muhammad saw. itu disebut sebagai Nabi Terakhir?” Guru
dapat mengembangkan pertanyaan, selama tidak keluar dari materi pokok.
8. Pertanyaan berikutnya: “Apa tugas nabi dan rasul itu?”
9. Pada akhir pembelajaran, guru harus membuat kesimpulan dan penguatan yang
dapat diingat oleh peserta didik. Misal: Allah Swt. ada, tetapi tidak terlihat. Bukti
Allah Swt. ada ialah terciptanya alam semesta.
10. Pada kolom kegiatan “Insya Allah kamu bisa,” untuk penguatan pemahaman,
peserta didik secara berpasangan menjelaskan kembali tentang beriman kepada
Rasul Allah.
3 Penutup
1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan menit
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa”
dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
3. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru
dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati
perilaku peserta didik.
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
5. Membaca do’a penutupan
6. Menyanyikan lagu daerah
Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran
Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang makna iman kepada


Rasul Allah. (teknik : Penilaian harian ,penugasan,
bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian) : Menjawab pertanyaan
atau soal tentang makna iman kepada Rasul Allah. (teknik :
Penilaian harian ,penugasan, bentuk,menjodohkan pilihan ganda
uraian)

Keterampilan : Menunjukkan terampil membaca al-Asmau al-Husna: Al-Basir,


Al‘Adil, dan Al-‘Azim.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Aku Anak Shalih
Subpelajaran : Orang Jujur Disayang Allah
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4jp (4 x 35 Menit)
Hari/Tanggal :

3.9 Memahami makna perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.


4.9 Mencontohkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa meyakini bahwa perilaku jujur sebagai cerminan dari iman.
2. Bisa menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
3. Dapat memahami makna perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari
4. Mampu mencontohkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

B. Materi Pembelajaran
ORANG JUJUR DISAYANG ALLAH SWT
Apakah kamu ingin disayang Allah Swt.? Jawabannya, tentu saja “ya”.

Berikut merupakan macam-macam perilaku jujur :

1. Jujur Kepada Allah swt


Jujur kepada Allah Swt. Ciri-cirinya selalu mentaati perintah Allah Swt. di mana pun dan
kapan pun.

2. Jujur Kepada Diri Sendiri


Jujur kepada diri sendiri. Sikap jujur harus dibiasakan, karena kejujuran dapat meningkatkan
prestasi dan percaya diri. Bagaimana dengan ketidakjujuran? Perilaku tidak jujur dapat
mendatangkan petaka. Contoh, bagi siswa yang menyontek ketika ujian, mereka akan
dinyatakan tidak lulus. Karena dengan kejujuran dapat meningkatkan prestasi dan percaya
diri.

3. Jujur Kepada Orang Lain


Jujur kepada orang lain. Semua orang pasti pernah berjanji. Misalnya, seorang siswa berjanji
kepada bapak/ibu gurunya akan menyerahkan tugas PR pada hari dan tanggal tertentu. Bila
siswa tersebut memenuhi janjinya, maka gurunya akan senang dan memberikan pujian. Apa
yang terjadi jika siswa tersebut tidak menepati janjinya? Maka siswa tersebut akan
kehilangan kepercayaan dari orang lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1 Pendahuluan
1. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan 15
salam dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta menit
didik, misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
3. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
5. Appersepsi
2 Kegiatan Inti
1. Peserta didik melakukan pengamatan terhadap gambar yang ada pada buku teks. 110
2. Peserta didik menceritakan hasil pengamatannya (lisan/tertulis). menit
3. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan secara
singkat makna dan contoh jujur, dan mengapa disayang Allah.
4. Peserta didik membaca kisah tentang “Anak Gadis yang Jujur”. Lihat buku teks.
5. Peserta didik membaca kisah tentang “Anak Gadis yang Jujur”. Lihat buku teks.
6. Peserta didik menceritakan tentang “Anak Gadis yang Jujur”.
7. Belajar kelompok, peserta didik mendiskusikan cerita “Anak Gadis yang Jujur”.
8. Guru memberi rambu-rambu, antara lain: Sebutkan tokoh yang ada di dalam cerita,
apa isi dialognya, ungkapkan sikap baik atau buruk yang ada pada cerita itu.
9. Sikap apa yang harus dicontoh dari cerita itu? Jelaskan alasanmu!
10. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa ”, peserta didik diminta membaca
kembali cerita “Anak Gadis yang Jujur” dan mendiskusikan tentang: Apa hikmah
dari kisah itu?
3 Penutup
1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan menit
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa”
dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan
[Link] ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung
guru dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati
perilaku peserta didik dalam keluarganya.
3. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
4. Membaca do’a penutupan
5. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang makna perilaku jujur


dalam kehidupan sehari-hari. (teknik : Penilaian harian ,penugasan,
bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)

Keterampilan : Mencontohkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Aku Anak Shalih
Subpelajaran : Amanah
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4jp (4 x 35 Menit)
Hari/Tanggal :

3.10 Memahami makna perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari.


4.10 Mencontohkan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa meyakini bahwa perilaku amanah sebagai cerminan dari iman.
2. Bisabersikap dan berperilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari.
3. Dapat memahami makna perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Mampu mencontohkan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari.

B. Materi Pembelajaran
AMANAH
Amanah berasal dari kata amuna-ya’munu-amanan-amanatan yang berati jujur atau dapat
dipercaya. Amanah juga dapat diartikan sesuatu yang dipercayakan atau titipan.

Allah berfirman:

“sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung,
maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan
menghianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat
zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab:72)

Maksud amanah dalam ayat di atas adalah seluruh apa yang dipercayakan Allah kepada
manusia mencakup seluruh perintah dan larangan-Nya juga seluruh karunia yang diberikan
kepada manusia.
Dalam QS. An-Nisa Ayat 59 Allah menjelaskan bahwa amanat itu segala sesuatu yang
dipercayakan kepada manusia dan diperintahkan untuk dikerjakan. Dalam ayat ini Allah
memrintahkan hamba-Nya untuk menyampaikan amanat secara sempyrna, utuh, tidak
menulur-ulur waktu/ menunda kepad yang berhak. Amanat itu dapat berupa perwalian, harta
benda, rahasia dan perintah yang yang hanya diketahui oleh Allah.

Dari ayat-ayat di atas, terlihat adanya indikasi bahwa menunaikan amanah merupakan salah
satu sifat orang mukmin (orang beriman). Menunaikan amanah adalah hukumnya wajib.
Sedangkan berhianat merupakan suatu larangan, hukumnya adalah haram.

Rasulullah telah memberikan teladan sifat amanah. Salah satunya adalah ketika Beliau masih
berusia 12 tahun, mulai berdagang ke Negeri Syam bersama dengan Pamannya. Dalam
berdagang Beliau selalu bersikap amanah (terpercaya). Barang dagangan yang dititipkan
kepadanya dijaga dengan baik. Karena sikap kejujurannya Beliau mendapat gelar Al-Amin
artinya orang yang dapat dipercaya.
Rasulullah menonjol di tengah kaumnya karena perkataannya yang lemah lembut., ahlaknya
yang utama, sifat-sifatnya yang mulia. Beliau adalah orang yang paling utama
kepribadiannya. Sebagai umatnya, sebagai seorang siswa kita harus senantiasa meneladani
perilaku Rasulullah, seperti :
Rajin belajar
Mengerjakan tugas dari sekolah
Menjaga nama baik orang tua, guru dan sekolah.
Macam-macam Amanah:
Amanah manusia terhadap Tuhan, yaitu semua ketentuan Tuhan yang harus dipelihara,
meaksanakan semua perintah Allah dan menajauhi semua yang di larang. Termasuk
menggunakan seluruh karunia yang diberikan untuk berbuat kebaikan. Berbuat dosa dan
maksiat termasuk perbuatan berkhianat kepada Allah SWT.
Amanah manusia kepada orang lain, contohnya adalah mengembalikan titipan kepada yang
berhak, tidak menipu dan berlaku curang, menjaga aib orang lain.
Amanah manusia terhadap diri sendiri, yaitu berbuat sesuatu yang terbaik dan bermanfaat
baik bagi diri sendiri maupun orang lain, baik urusan dunia maupun urusan akherat.

C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1 Pendahuluan
1. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan 15
salam dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa menit
peserta didik, misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
4. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
6. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Peserta didik melakukan pengamatan terhadap gambar yang ada pada buku teks. 110
2. Peserta didik menceritakan hasil pengamatannya (lisan/tertulis). menit
3. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan
secara singkat makna dan contoh amanah, dan mengapa harus amanah.
4. Peserta didik mengamati gambar yang terdapat dalam buku teks.
5. Menceritakan isi pesan gambar yang diamati (lisan/tertulis)
6. Peserta didik membaca kisah singkat Nabi Muhammad saw, dan menceritakan isi
kisah tersebut!
7. Peserta didik menjelaskan mengapa kita harus bersikap amanah?
1) Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa ”, peserta didik diminta
mengamati gambar dan membaca pelajaran tentang amanah.
2) Menjawab pertanyaan uraian sebagai berikut:
8. Mengapa rajin belajar, menjaga nama baik Orang tua kita termasuk amanah?
Jelaskan!
9. Apa akibatnya jika tidak mengerjakan tugas, menjaga nama baik guru dan
sekolah? Jelaskan!
3. Penutup
[Link] melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan menit
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku
bisa” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan
paraf.
3. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru
dan orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati
perilaku peserta didik dalam keluarganya.
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
5. Membaca do’a penutupan
6. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap :Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang perilaku amanah


dalam kehidupan sehari-hari. (teknik : Penilaian
harian ,penugasan, bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)

Keterampilan Mencontohkan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Aku Anak Shalih
Subpelajaran : Hormat Dan Patuh Pada Orang Tua
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4jp (4 x 35 Menit)
Hari/Tanggal :

3.11 Memahami makna perilaku hormat dan patuh kepada orangtua


4.11 Mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
6. Bisa meyakini bahwa perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai cerminan
dari iman
7. Bisa bersikap hormat dan patuh kepada Orang tua dalam kehidupan sehari-hari
8. Dapat Memahami makna perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru
9. Mampu mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

B. Materi Pembelajaran
Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru
dan ibu telah berjasa mengasuh dan memelihara kita. Kita harus patuh kepada mereka
berdua. Hormat dan patuh kepada orang tua adalah perintah Allah.

Allah berfirman dalam al-Qur’an, yang artinya:


“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya.
Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan
menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua
orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (Q.S Luqman/31:14).

Beberapa contoh sikap anak menghormati dan patuh kepada orang tua adalah:
Patuh dan taat bila dinasihatinya;
Rajin salat dan belajar untuk memenuhi harapannya;
Sanggup membantu di rumah sesuai kemampuan;
Selalu ingat untuk mendoakannya, seperti doa berikut:

Kita juga diharuskan hormat kepada sesama anggota keluarga, misalnya: hormat kepada
kakak dan sayang kepada adik. Selain itu, kita juga wajib hormat dan patuh kepada guru.
Beliau telah berjasa mendidik dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Lalu, bagaimanakah
cara kita menghormati guru?

C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1. Pendahuluan
7. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam 15
dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, menit
misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
8. Memperbaiki cara berdoa siswa
9. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
10. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
11. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
12. Appersepsi
2 Kegiatan Inti
. 1. Peserta didik melakukan pengamatan terhadap gambar yang ada pada buku teks. 110
2. Peserta didik menceritakan hasil pengamatannya (lisan/tertulis). menit
3. Sebelum masuk pada inti pembelajaran guru terlebih dahulu menyampaikan secara
singkat makna dan contoh hormat dan patuh kepada orang tua dan mengapa harus
hormat dan patuh kepada Orang tua.
4. Peserta didik diminta mengamati gambar dan memberikan komentar secara tertulis.
5. Peserta didik diminta menceritakan, “Mengapa kita harus hormat dan patuh kepada
Orang tua". (dikerjakan secara berpasangan).
6. Tugas kelompok. Peserta didik mendiskusikan isi Q.S. Luqmān/31:14, dan memberikan
beberapa contoh sikap menghormati dan patuh kepada Orang tua.
7. Tugas pada poin 3 di atas, masing-masing kelompok memresentasikannya di depan
kelas, kelompok lain menanggapi dan turut menyempurnakan.
8. Peserta didik diminta menghafal doa untuk orang tua beserta artinya (individu).
9. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa ”, peserta didik diminta menceritakan
bagaimana sikap hormat dan patuh kepada orang tua.
3 Penutup
. [Link] ru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan menit
peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk
perbaikan
langkah selanjutnya;
[Link], guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa” dalam
buk
teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
6. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan
orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku
peserta didik dalam keluarganya.
7. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
8. Membaca do’a penutupan
9. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)
Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang makna perilaku hormat dan
patuh kepada (teknik : Penilaian
harian ,penugasan,bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)

Keterampilan :Mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Aku Anak Shalih
Subpelajaran : Santun Dan Menghargai Teman
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4Jp(4 x 35 Menit)
Hari/Tanggal :

3.6 Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di
masyarakat sekitar.
4.6 Mencontohkan sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di
masyarakat sekitar.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa meyakini bahwa sikap santun dan menghargai teman sebagai cerminan dari iman.
2. Bisa menunjukkan sikap santun dan menghargai teman
3. Dapat memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di
masyarakat sekitar.
4. mampu mencontohkan sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan
di masyarakat sekitar

B. Materi Pembelajaran
Santun dan Menghargai Teman
Santun berarti halus budi, baik bahasa dan sopan tingkah lakunya. Orang santun biasanya
sabar, tenang, sopan, penuh rasa belas kasihan dan suka menolong. Sedangkan, menghargai
berarti menghormati, mengindahkan, dan memandang penting kepada orang lain. Orang yang
tidak menghargai berarti orang yang meremehkan atau tidak peduli terhadap orang lain.
Adapun Allah adalah Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha Pemaaf, Maha Penyantun
kepada semua makhluk-Nya.

C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1 Pendahuluan
1. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam 15
dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, menit
misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
4. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
6. Appersepsi
2 Kegiatan Inti
1. Peserta didik melakukan pengamatan terhadap gambar yang ada pada buku teks. 110
2. Peserta didik menceritakan hasil pengamatannya (lisan/tertulis). menit
3. Sebelum masuk pada inti pembelajaran guru terlebih dahulu menyampaikan secara
singkat makna dan contoh santun dan menghargai teman, serta mengapa harus santun
dan menghargai teman. Kemudian mengamti dan menceritakan ilustrasi gambar.
4. Kerja kelompok. Peserta didik mendiskusikan sebuah judul yang berbunyi “Aku Harus
Santun kepada Teman”. Setiap kelompok beranggota maksimal 5 orang dan minimal 3
orang. Sistematika kerja a.l.:
1) Membaca naskah (Lihat buku teks).
2) Pahami isi naskah dan diskusikan bersama anggota kelompok, misal pengertian
santun, contoh santun, dan sebagainya. Menjelaskan makna hadis yang terdapat
dalam buku teks. Membuat kesimpulan, kemudian mempresentasikannya di depan
kelas dan hasilnya diserahkan kepada guru.
3) Di akhir diskusi guru memberikan penguatan. Misal tentang pentingnya berlaku
santun antar-sesama.
5. Peserta didik diajak berandai-andai. Contoh: Seandainya manusia sudah tidak ada yang
hormat kepada Orang tuanya, atau tidak ada yang santun lagi kepada sesame manusia,
Apa yang terjadi ya? Diskusikan dalam kelompok/pasangan.
6. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa ”, peserta didik diminta menceritakan
bagaimana sikap santun dan menghargai teman.
7. Adapun sikap jujur, amanah, hormat, menghargai, dan santun, semuanya mengandung
nilai-nilai ibadah, nilai sosial, nilai kemanusiaan, dan lain-lain. Sebagai guru tugas
utamanya ialah:
1) menjajaki jenis, ragam, dan tingkat kesadaran nilai-nilai yang ada dalam diri peserta
didik melalui berbagai indikator;
2) meluruskan nilai yang kurang baik/wajar dan menangkal masuknya nilai negatif/naif;
3) membina, mengembangkan, dan meningkatkan nilai-nilai baik yang ada pada diri
peserta didik secara kuantitatif maupun kualitatif;
4) menanamkan nilai-nilai baru yang positif
8. Pembelajaran nilai-nilai harus dimulai dari potret afektif anak dan kehidupannya menuju
target nilai yang diharapkan. Disadari bahwa, tidak setiap anak memiliki kehidupan
moral/nilai-nilai yang sama. Tugas dan peran guru untuk meningkatkan kualitas
kesadaran terhadap nilai-nilai tersebut menuju tahap yakin (belief). Oleh karena itu, agar
anak sampai pada tingkat yakin, maka pembelajaran nilai selalu dan lebih tepat
dilakukan melalui pembiasaan. Melalui cara ini diharapkan akan sampai pada kesadaran
yang didasari konsep yang ada dalam diri peserta didik [Link] nilai-nilai
jujur, hormat/patuh, santun, amanah dan lainnya harus dirancang dan dikondisikan
dengan kesadaran tinggi guru maupun peserta didik. Pengondisian dapat dimulai dari
tingkat kelas, karena dimungkinkan lebih mudah mengamati dan memantaunya. Banyak
cara yang bisa dilakukan untuk mengondisikan penanaman nilai. Di antaranya ialah
“penanaman nilai hormat kepada guru ketika belajar”. Ajaklah siswa merumuskan
indikator dari nilai hormat. Misal, tidak berbicara ketika guru menjelaskan pembelajaran,
mengerjakan tugas dari guru, menyerahkan tugas tepat waktu, minta izin jika hendak
keluar ruangan, angkat tangan bila hendak bertanya/memberi masukan, dan seterusnya.
Indikator tersebut disepakati bersama guru-siswa untuk ditaati bersama.
3 Penutup
1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan menit
untuk perbaikan langkah selanjutnya;
2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa”
dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
3. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan
orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku
kasih sayang anak dalam keluarganya. Misalnya, orang tua diminta untuk mengamati
perilaku kasih sayang peserta didik kepada adiknya
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
5. Membaca do’a penutupan
6. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang sikap santun dan menghargai
teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakatsekitar. (teknik :
Penilaian harian ,penugasan,bentuk,menjodohkan pilihan ganda
uraian)

Keterampilan : Mencontohkan sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah,


sekolah, dan di masyarakat sekitar

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Bersih Itu sehat
Subpelajaran : Mengenal Arti bersih Dan Sehat
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.14 Memahami tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.
4.14 Mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisamenerapkan ketentuan syariat Islam dalam bersuci dari hadas kecil.
2. Bisa menunjukkan perilaku bersih sebagai implementasi dari pemahaman tata cara bersuci dari
hadas kecil.
3. Dapat memahami tata cara bersuci dari hadas besar dan hadas kecil
4. Mampu menunjukkan tata cara bersuci dari hadas kecil.

B. Materi Pembelajaran
Mengenal Arti Bersih dan Sehat
Bersih artinya bebas dari kotoran. Suci artinya bebas dari najis. Najis adalah yang menjadikan
terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah, seperti terkena jilatan anjing, darah,
kotoran/tinja, dan air seni/urin. Najis pasti kotor. Kotor belum tentu najis, misalnya: terkena tanah,
tinta, cat, dan ludah. Bersih atau suci dibagi menjadi dua, yaitu bersih dari hadas dan bersih dari najis.

Hadas ada dua, yaitu hadas besar dan hadas kecil. Contoh hadas besar, seperti mimpi basah bagi laki-
laki dan haid bagi perempuan. Cara menghilangkan hadas besar adalah dengan mandi atau tayamum
jika tidak ada air. Hadas kecil (buang air seni, buang air besar, buang angin) menyebabkan batal
wudu. Menghilangkannya dengan cara dicuci dengan air bersih, kemudian melakukan wudu.
C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1. Pendahuluan
[Link] didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam dan 15
dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, misalnya “Apa menit
kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
4. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan
kegiatan pembelajaran.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
6. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Peserta didik mengamati gambar yang ada di dalam buku teks. 110
2. Setelah melakukan pengamatan, guru memberikan waktu 5 s.d. 7 menit kepada peserta didik menit
untuk mendiskusikan secara berkelompok pesan yang terdapat dalam ilustrasi gambar tersebut.
3. Setiap kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain
menanyakan pertanyaan yang sudah dipersiapkan atau pernyataan yang relevan.
4. Guru memberikan penguatan berupa penjelasan singkat pesan yang terdapat dalam ilustrasi
gambar tersebut dan mengaitkannya dengan topik yang akan dipelajari.
5. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan secara singkat
makna bersih dan sehat, dan alasan mengapa kita harus bersih. Ahmad yang selalu bersih
6. Melalui motivasi dari guru, peserta didik mengajukan pertanyaan tentang arti atau makna
bersih dan sehat.
7. Peserta didik mengajukan pertanyaan terkait dengan tata cara tentang membersihkan hadas.
8. Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab tentang mengenal bersih dan suci. Guru
menggali pengalaman peserta didik dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Misal: “Siapa
yang bisa mencontohkan bersih dan kotor?”. Ayo tunjuk tangan! Jangan takut salah. Kalau
tidak ada respon maka guru mengajak siswa membaca buku teks. Peserta didik membaca buku
teks tentang mengenal arti bersih dan suci.
9. Setelah itu, guru mengajukan pertanyaan terkait materi yang ada pada buku teks. Misalnya:
“Apakah ada perbedaan bersih dan suci?”
10. Untuk pendalaman materi, peserta didik dikelompokkan untuk mempelajari tentang arti bersih
dan suci. Guru bersama peserta didik membuat panduan kerja. Misal:
1) Masing-masing kelompok peserta didik menjaga kebersihan dan ketertiban kelompoknya.
2) Menunjuk ketua kelompok, dan berbagi tugas.
3) Bacalah pelajaran tentang mengenal arti bersih dan suci (sebutkan halaman buku teksnya).
4) Diskusikan bersama teman dalam satu kelompok.
5) Semua aktivitas dalam kelompok dicatatkan, seperti pendapat teman, kesepakatan, dan
kesimpulan.
6) Bekerjalah dengan sungguh-sungguh.
11. Mempresentasikan hasil diskusi dengan bimbingan guru. Setiap peserta di masingmasing
kelompok mempunyai peran. Diatur oleh ketua kelompok.
12. Peserta didik membaca pelajaran tentang pembagian hadas (lihat buku teks). Setelah itu
menjelaskan hasil bacaannya di depan kelas.
13. Guru mengajak peserta didik menyimulasikan tentang membersihkan hadas. Guru dapat
menggunakan torso atau manusia buatan. Peserta didik harus paham secara benar.
14. Peserta didik membaca materi tentang bersih badan, pakaian, dan tempat dalam ibadah shalat.
Guru hendaklah memperluas makna kebersihan. Artinya, bersih badan, pakaian, dan tempat
memiliki nilai-nilai yang harus berkembang ke semua kehidupan. (Lihat buku teks).
15. Selanjutnya, guru meminta peserta didik membaca tentang cara membasuh najis.
16. Pembahasan najis ini harus teliti, karena najis dapat menjadi penghalang dalam melaksanakan
ibadah.
17. Praktik membasuh najis, ikuti petunjuk yang terdapat pada buku!
18. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” guru meminta peserta didik memeragakan cara
bersuci dan membersihkan najis.
3. Penutup
1 Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan 15
peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan Menit
langkah selanjutnya;

2. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan
peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan
langkah selanjutnya;
3. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa” dalam buku
teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
4. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan orang tua
atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku kasih sayang anak
dalam keluarganya. Misalnya, orang tua diminta untuk mengamati perilaku kasih sayang
peserta didik kepada adiknya
5. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
7. Membaca do’a penutupan
8. Menyanyikan lagu daerah
D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran
Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang tata cara bersuci dari
hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.(teknik :Penilaian harian
,penugasan,bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)

Keterampilan : Mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan
syari’at Islam.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Bersih Itu Sehat
Subpelajaran : Aku Senang Melakukan Wudlu
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.14 Memahami tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.
4.14 Mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa menerapkan ketentuan syariat Islam dalam bersuci dari hadas kecil.
2. Bisa menunjukkan perilaku bersih sebagai implementasi dari pemahaman tata cara bersuci dari
hadas kecil.
3. Dapat memahami tata cara berwuduk dengan benar
4. Mampu mempraktikkan tata cara berwuduk dengan tepat

B. Materi Pembelajaran
Aku Senang Berwudu
“Kalau kalian anak muslim yang baik, pasti senang berwudu,” kata Pak Guru. “Aku senang berwudu,
Pak,” kata Umi. “Aku juga senang, Pak,” timpal Fahmi. “Oya, kalian semua pasti senang,” puji Pak
Guru.
Kalian pasti masih ingat, sewaktu duduk di kelas 2 SD dua tahun yang lalu, ada pelajaran tentang
berwudu. Sekarang, pelajaran itu kita periksa kembali. Sudah benarkah wudu kita selama ini? Wudu
adalah ibadah yang sangat penting. Kalau melakukan wudu kita tidak benar, maka salatnya tidak sah.
Mari kita pelajari kembali tentang membasuh anggota wudu yang benar !
C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1. Pendahuluan
10. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam dan 15
dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, misalnya “Apa menit
kabar anak-anak?”.
11. Memperbaiki cara berdoa siswa
12. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
13. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan
kegiatan pembelajaran.
14. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
15. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
Pada pelajaran ini, guru membangkitkan emosi peserta didik tentang cinta dan senang melakukan 110
wudu. Misalnya, pada pelajaran membaca al-Quran agar peserta didik melakukan wudu terlebih menit
dahulu. Bahkan Rasulullah menganjurkan orang Islam agar tidak putus wudu-nya.
Penanaman nilai-nilai kebersihan dimulai dari pembiasaan sejak dini. Untuk pelajaran melakukan
wudu guru menyiapkan waktu yang cukup. Pelajaran melakukan wudu dan praktiknya harus jelas
dan teliti.
1. Peserta didik mengamati gambar yang ada di dalam buku teks.
2. Setelah melakukan pengamatan, guru memberikan waktu 5 s.d. 7 menit kepada peserta didik
untuk mendiskusikan secara berkelompok pesan yang terdapat dalam ilustrasi gambar tersebut.
3. Setiap kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanyakan
pertanyaan yang sudah dipersiapkan atau pernyataan yang relevan.
4. Guru memberikan penguatan berupa penjelasan singkat pesan yang terdapat dalam ilustrasi
gambar tersebut dan mengaitkannya dengan topik yang akan dipelajari.
5. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan secara singkat
makna bersih dan sehat, dan alasan mengapa kita harus bersih. Ahmad yang selalu bersih.
6. Guru meminta peserta didik untuk mengamati ilustrasi gambar yang ada di dalam buku teks.
7. Peserta didik membaca topik “Aku Senang Melakukan wudu” secara individu.
8. Melalui motivasi dari guru, peserta didik mengajukan pertanyaan tentang makna wudlu.
9. Peserta didik Mengajukan pertanyaan terkait tata cara berwudlu.
10. Dilanjutkan dengan melakukan identifikasi hal-hal yang tidak dipahami peserta didik baik
penjelasan maupun gambarnya.
11. Mengamati gambar dengan bimbingan guru. Setiap gambar harus dijelaskan secara teliti dan
dipahami semua peserta didik. Pertanyaan peserta didik harus terlayani dengan baik.
12. Khusus mengenai batas-batas basuhan anggota wudu sebaiknya diulang-ulang menjelaskannya
(ada penekanan). Batas wajah/muka, batas tangan hingga siku dan dilebihkan secukupnya, batas
kaki sampai mata kaki juga harus dilebihkan secukupnya.
13. Dalam melakukan wudu , peserta didik harus mampu membedakan antara membasuh dan
mengusap/sapu. Misal, membasuh muka dengan mengusap kepala atau sebagian kepala. Peserta
didik harus diberitahu dengan baik tentang makna membasuh dan mengusap, karena
pengertiannya berbeda. Menjelaskannya harus melalui praktik. (Lihat buku teks). Menyapu
sebagian atau seluruh kepala, tapi yang jelas bukan mengusap rambut.
14. Setelah membaca buku teks, peserta didik diminta menjelaskan hasil bacaannya di depan kelas.
Tampil beberapa peserta didik.
15. Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, misal: kapan tayammum digunakan?
Bagaimana cara melakukan tayammum. Peserta didik dengan bimbingan guru melakukan praktik
tayammum. Urutannya, lihat buku teks.
16. Sebagaimana wudu, tayammum juga dipraktikkan harus dengan cermat. Cara mengusapkan debu
harus benar, dan tidak boleh berulang-ulang.
17. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” guru meminta peserta didik memeragakan cara
melakukan tayammum (selain niat dan tertib).
18. Peserta didik dengan bimbingan guru melakukan praktik berwudlu. Urutannya, lihat buku teks.
19. Peserta didik didik memeragakan cara melakukan wudlu (selain niat dan tertib).
20. Menyampaikan hasil diskusi baik secara individu maupun perwakilan kelompok dan
menyampaikan kesimpulan.
3. Penutup
7. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta 15
didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah Meni
selanjutnya; t
8. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa” dalam buku
teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
9. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan orang tua
atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku peserta didik dalam
keluarganya.
10. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
11. Membaca do’a penutupan
12. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang tata cara tata cara
berwuduk (teknik :Penilaian
harian,penugasan,bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)

Keterampilan : Mampu mempraktikkan tata cara berwuduk dengan tepat

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Bersih Itu Sehat
Subpelajaran : Ayo Belajar Tayamum
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.14 Memahami tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.
4.14 Mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:

1. Bisa menerapkan ketentuan syariat Islam dalam bersuci dari hadas kecil.
2. Bisa menunjukkan perilaku bersih sebagai implementasi dari pemahaman tata cara bersuci dari
hadas kecil.
3. Dapat memahami tata cara bersuci dengan cara tayammum
4. Mampu mempraktikkan tata cara bertayammum dengan benar

B. Materi Pembelajaran
Ayo Bertayamum
Tayamum merupakan keringanan yang Allah berikan bagi orang yang kesulitan mendapatkan air atau
bagi orang yang tidak diperkenankan menggunakan air karena sakit. Tayamum dilakukan sebagai
pengganti dari wudu atau mandi wajib. Tayamun diperbolehkan apabila:
Tidak ada air; sudah berusaha mencari air, tetapi tidak mendapatkannya sedang waktu salat sudah
masuk.
Sedang sakit; apabila terkena air bagian anggota wudu-nya akan bertambah sakitnya menurut
keterangan dokter.
Dalam perjalanan/musafir dan sangat sulit mendapatkan air.
Bagaimana Cara Melakukan Tayamum?
Pertama : Berniat tayamum untuk melakukan salat fardu.
Kedua : Mengusap muka dengan debu yang bersih. Letakkan dua tangan pada debu dan usapkan ke
wajah.
Ketiga : Mengusap dua tangan sampai siku dengan debu yang bersih.
C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1. Pendahuluan
16. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam 15
dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, menit
misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
17. Memperbaiki cara berdoa siswa
18. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
19. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
20. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
21. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Peserta didik mengamati gambar yang ada di dalam buku teks. 110
2. Setelah melakukan pengamatan, guru memberikan waktu 5 s.d. 7 menit kepada peserta menit
didik untuk mendiskusikan secara berkelompok pesan yang terdapat dalam ilustrasi
gambar tersebut.
3. Setiap kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain
menanyakan pertanyaan yang sudah dipersiapkan atau pernyataan yang relevan.
4. Guru memberikan penguatan berupa penjelasan singkat pesan yang terdapat dalam
ilustrasi gambar tersebut dan mengaitkannya dengan topik yang akan dipelajari.
5. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan secara
singkat makna bersih dan sehat, dan alasan mengapa kita harus bersih. Ahmad yang selalu
bersih
6. Melalui motivasi dari guru, peserta didik mengajukan pertanyaan tentang mengapa perlu
tayamum.
7. Peserta didik Mengajukan pertanyaan terkait dengan tata cara tayamum.
8. Peserta didik mengamati gambar yang ada di dalam buku teks.
9. Guru dan peserta didik bertanya jawab tentang tayammum. Misal: “Apakah ada di antara
kalian yang pernah melakukan tayammum?”. Jika ada, maka ia diminta untuk
memeragakannya. Jika tidak ada, maka guru meminta peserta didik membaca topik ayo
belajar tayammum.
10. Setelah membaca buku teks, peserta didik diminta menjelaskan hasil bacaannya di depan
kelas. Tampil beberapa peserta didik.
11. Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, misal: kapan tayammum digunakan?
Bagaimana cara melakukan tayammum. Peserta didik dengan bimbingan guru
melakukan praktik tayammum. Urutannya, lihat buku teks.
12. Sebagaimana wudu, tayammum juga dipraktikkan harus dengan cermat. Cara
mengusapkan debu harus benar, dan tidak boleh berulang-ulang.
13. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” guru meminta peserta didik
memeragakan cara melakukan tayammum (selain niat dan tertib).
14. Peserta didik dengan bimbingan guru melakukan praktik tayammum. Urutannya, lihat
buku teks.
15. Peserta didik didik memeragakan cara melakukan tayammum (selain niat dan tertib).
16. Menyampaikan hasil diskusi baik secara individu maupun perwakilan kelompok dan
menyampaikan kesimpulan.
3. Penutup
13. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan menit
untuk perbaikan langkah selanjutnya;
14. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa”
dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
15. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan
orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilakun
peserta didik dalam keluarganya.
16. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
17. Membaca do’a penutupan
18. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang tata cara bersuci dengan
cara tayammum (teknik :Penilaian
harian,penugasan,bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)
Keterampilan : mempraktikkan tata cara bertayammum dengan benar

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Aku Cinta Nabi dan Rosul
Subpelajaran : Kisah Teladan Nabi Ayyub as.
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.16 Memahami kisah keteladanan Nabi Ayyub as.


4.15 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ayyub as.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa meyakini kebenaran kisah Nabi Ayyub as.
2. Bisa menunjukkan sikap sabar sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi
Ayyub as.
3. Dapat memahami kisah keteladanan Nabi Ayyub as.
4. Mampu menceritakan kisah keteladanan Nabi Ayyub as.

B. Materi Pembelajaran
Kisah Teladan Nabi Ayyub a.s.
Nabi Ayyub a.s. adalah keturunan Nabi Ishaq a.s. bin Ibrahim a.s. Beliau adalah seorang nabi
yang kaya raya. Binatang ternaknya banyak. Meski ladangnya luas, beliau tidak pernah
sombong.
Nabi Ayyub a.s. terkenal sabar dan dermawan. Suka menolong fakir miskin, yatim-piatu, dan
orang-orang yang membutuhkan.
Nabi Ayyub a.s. pemah mendapat ujian dari Allah. Hartanya yang banyak hari demi hari
berkurang sehingga ia jatuh miskin. Walaupun miskin, ia tidak mengemis, imannya tidak
goyah karena ia ingat bahwa ketika lahir ke dunia pun tidak mempunyai apa-apa. Harta
datang dari Allah dan kembalinya manusia pun karena Allah.
C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1. Pendahuluan
22. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam 10
dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, menit
misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
23. Memperbaiki cara berdoa siswa
24. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
25. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
26. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Peserta didik mengamati gambar yang ada di dalam buku teks. 120
2. Setelah melakukan pengamatan, guru memberikan waktu 5 s.d. 7 menit kepada peserta menit
didik untuk mendiskusikan secara berkelompok pesan yang terdapat dalam gambar
tersebut.
3. Setiap kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain
menanyakan pertanyaan yang sudah dipersiapkan atau pernyataan yang relevan.
4. Guru memberikan penguatan berupa penjelasan singkat pesan yang terdapat dalam
gambar tersebut dan mengaitkannya dengan topik yang akan dipelajari.
5. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu mengajak peserta didik
menyanyikan lagu “Ya Nabi Salam Alaika”. Kemudian menyampaikan secara singkat
makna cinta nabi dan rasul, serta alasan mengapa harus mencintai nabi dan rasul.
6. Peserta didik menyimak cerita/kisah keteladanan Nabi Ayyub as.
7. Peserta didik tanya jawab dengan guru tentang kisah keteladanan Nabi Ayyub as. Misal:
Siapakah Nabi Ayyub as. itu? Ia orang yang sabar, kaya-raya, dan dermawan. Apa
kesabaran dan kedermawanannya?
8. Peserta didik juga harus memahami bahwa Nabi Ayyub as. pernah mendapat ujian yang
sangat hebat dari Allah Swt. tapi tetap tabah dan sabar.
9. Peserta didik diajak memahami rahasia ketabahan Nabi Ayyub as. menghadapiberbagai
macam cobaan antara lain: pernah kaya raya, pernah juga miskin, ditimpa penyakit, dan
lainnya.
10. Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan “Bagaimana caranya meneladani sifat
Nabi Ayyub as. untuk diterapkan dalam kehidupan baik di sekolah maupun di rumah.
Menyusun kesepakatan.
11. Dengan bimbingan guru, peserta didik mencoba membuat cerita yang mirip dengan kisah
Nabi Ayyub as. Ada seseorang: kaya raya kemudian jatuh miskin, sakit, terusir dari
kampung, dihina orang, namun dia tetap sabar, baik dan taat beribadah kepada Allah Swt.
12. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” guru meminta agar peserta didik membuat
cerita seseorang yang berkarakter Nabi Ayyub as., yaitu seseorang yang taat beribadah
dan sabar menghadapi cobaan.
3. Penutup
19. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 10
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan menit
untuk perbaikan langkah selanjutnya;
20. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa”
dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
21. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan
orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku peserta
didik dalam keluarganya.
22. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
23. Membaca do’a penutupan
24. Menyanyikan lagu daerah

C. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang kisah keteladanan Nabi


Ayyub as.(teknik :Penilaian
harian,penugasan,bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)

Keterampilan : Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ayyub as.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Aku Cinta Nabi dan Rosul
Subpelajaran : Kisah Teladan Nabi Musa as.
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.19 Memahami kisah keteladanan Nabi Musa as.


4.19 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Musa as.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
1. Bisa meyakini kebenaran kisah Nabi Musa as.
2. Bisa menunjukkan sikap berani dan sikap pantang menyerah sebagai implementasi dari
pemahaman kisah keteladanan Nabi Musa as.
3. Dapat memahami kisah keteladanan Nabi Musa as.
4. Mampu menceritakan kisah keteladanan Nabi Musa as.

B. Materi Pembelajaran
Kisah Teladan Nabi Musa a.s.
Nabi Musa a.s. lahir di zaman Raja Fir’aun. Di masa itu, Fir’aun meinerintahkan setiap bayi
laki-laki yang lahir harus dibunuh karena pengaruh mimpinya. Menurut ahli nujumnya,
mimpi Raja Fir’aun menandakan akan lahir seorang bayi laki-laki dari Bani Israil yang kelak
akan membinasaan kekuasaannya. Raja Fir’aun terkenal sombong dan mengaku dirinya.
sebagai Tuhan.
Kelak Nabi Musa a.s. yang penolong ini mampu mengalahkan Raja Fir’aun yang sombong
beserta para pengikutnya. Raja Fir’aun dan bala tentaranya pun akhirnya ditelan oleh laut
merah sebagai peringatan bagi siapa saja yang sombong.
C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1. Pendahuluan
27. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam 15
dan dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, menit
misalnya “Apa kabar anak-anak?”.
28. Memperbaiki cara berdoa siswa
29. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
30. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan
kegiatan pembelajaran.
31. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
32. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu mengajak peserta didik 110
menyanyikan lagu “Ya Nabi Salam Alaika”. Kemudian menyampaikan secara singkat makna menit
cinta nabi dan rasul, serta alasan mengapa harus mencintai nabi dan rasul.
2. Peserta didik menyimak cerita/kisah keteladanan Nabi Musa as.
3. Peserta didik tanya jawab dengan guru tentang kisah keteladanan Nabi Musa as. Misal:
orang yang penolong. Ketika menghadapi Fir'aun. Mu'jizat tongkat bisa menjadi ular, dan
lainnya.
4. Peserta didik setelah mengumpulkan informasi tentang Nabi Musa as. lalu membuat
kelompok kecil guna mengidentifikasi keteladanannya, kemudian diterapkan dalam
kehidupan di sekolah atau di rumah.
5. Peserta didik juga menyimak perilaku Fir'aun. Apa yang membuatnya menjadi sombong,
angkuh, dan mengaku dirinya hebat menandingi Tuhan. Walaupun di akhir hayatnya, ia mati
tragis ditelan Laut Merah. Peserta didik mengambil pelajaran, apakah sifat Fir'aun itu ada di
zaman sekarang?
6. Dengan bimbingan guru, peserta didik membuat drama singkat berdasarkan cerita Nabi
Musa as. di atas. Akan tetapi, sosok Nabi Musa as. tidak boleh diperankan, hanya cukup
perkataan-perkataannya saja yang dibacakan.
7. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” guru meminta agar peserta didik membuat
pentas drama berdasarkan cerita Nabi Musa as. yaitu ketika menghadapi Fir'aun.
3. Penutup
25. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau 15
tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk Menit
perbaikan langkah selanjutnya;
26. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa”
dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
27. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan
orang tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku peserta
didik dalam keluarganya.
28. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
29. Membaca do’a penutupan
30. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang kisah keteladanan Nabi


Musa as.(teknik :Penilaian harian,penugasan,bentuk,menjodohkan
pilihan ganda uraian)

Keterampilan : Menceritakan kisah keteladanan Nabi Musa as.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Aku Cinta Nabi dan Rasul
Subpelajaran : Kisah Teladan Nabi Harun as.
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.18 Memahami kisah keteladanan Nabi Harun as.


4.18 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Harun as.

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan scientific siswa diharapkan:
5. Bisa meyakini kebenaran kisah Nabi Harun as.
6. Bisa menunjukkan perilaku kasih sayang sebagai implementasi dari pemahaman kisah
keteladanan Nabi Harun as.
7. Dapat memahami kisah keteladanan Nabi Harun as.
8. Mampu menceritakan kisah keteladanan Nabi Harun as.

B. Materi Pembelajaran
Kisah Teladan Nabi Harun a.s.
Nabi Harun a.s. adalah kakak kandung Nabi Musa a.s.. Tutur katanya fasih, perilakunya
santun, dan kesetiaannya kepada Nabi Musa a.s. sangat besar. Nabi Harun a.s. selalu
mendampingi Musa a.s. ketika menemui Firaun.
Kesetiaan Harun a.s. diabadikan di dalam al-Qur’ “an. Ayat 47 surah Toha menceritakan
bagaimana Nabi Harun a.s. dan Nabi Musa a.s. diutus untuk melindungi Bani Israil dari
kejahatan Raja Fir’aun.
C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1. Pendahuluan
33. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam dan 10
dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, misalnya “Apa menit
kabar anak-anak?”.
34. Memperbaiki cara berdoa siswa
35. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
36. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan
kegiatan pembelajaran.
37. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
38. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu mengajak peserta didik menyanyikan 120
lagu “Ya Nabi Salam Alaika”. Kemudian menyampaikan secara singkat makna cinta nabi dan menit
rasul, serta alasan mengapa harus mencintai nabi dan rasul.
2. Peserta didik menyimak cerita/kisah keteladanan Nabi Harun [Link] kepada Musa as.
diabadikan di dalam al-Qur'an.
3. Peserta didik menceritakan kisah ketika Nabi Harun as. ditinggalkan Nabi Musa as. Apa yang
terjadi?
4. Peserta didik dapat mengambil pelajaran ketika Nabi Musa as. marah kepada Nabi Harun as. ,
lalu berucap “Wahai anak ibuku ...” Kalimat ini sangat mengandung makna bagi Nabi Musa as.
3. Penutup
31. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan 10
peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan Menit
langkah selanjutnya;
32. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa” dalam
buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
33. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan orang
tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku peserta didik dalam
keluarganya.
34. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
35. Membaca do’a penutupan
36. Menyanyikan lagu daerah

D. Asesmen (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang kisah keteladanan Nabi


Harun as.(teknik :Penilaian
harian,penugasan,bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)

Keterampilan : Menceritakan kisah keteladanan Nabi Harun as.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah :SD Negeri 31 Tanjung Aur


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Pelajaran : Aku Cinta Nabi dan Rosul
Subpelajaran : Kisah Teladan Nabi Zulkifli as.
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Hari/Tanggal :

3.17 Memahami kisah keteladanan Nabi Zulkifli as.


4.16 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Zulkifli as.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Bisa meyakini kebenaran kisah Nabi Zulkifli as.
2. Bisa menunjukkan sikap rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi
Zulkifli as.
3. Dapat memahami kisah keteladanan Nabi Zulkifli as.
4. Mampu menceritakan kisah keteladanan Nabi Zulkifli as.

B. Materi Pembelajaran
Kisah Teladan Nabi Zulkifli a.s.
Zulkifli a.s., nama aslinya adalah Basyar. Nama Zulkifli didapatkan ketika seorang raja
bernama Ilyasa’ (Nabi Ilyasa’) mengumpulkan rakyatnya. Raja itu bertanya, “Siapakah yang
sanggup berlaku sabar, jika siang berpuasa dan jika malam beribadah, maka ia akan diangkat
menjadi raja”
Tak seorang pun berani menyatakan kesanggupannya. Akhirnya anak muda bemama Basyar
mengacungkan tangan dan berkata, “Saya sanggup Tuanku.” Sejak saat itulah ia dipanggil
Zulkifli, yang artinya “sanggup”.
Nabi Zulkifli a.s. adalah putra Nabi Ayyub a.s.. Seperti ayahnya, ia juga mempunyai sifat
yang sabar dan teguh, serta taat beribadah.
Nabi Zulkifli a.s. kemudian diangkat menjadi raja. Pada masa kepemimpinannya, ia berjanji
kepada rakyatnya untuk menjadi hakim adil. Di waktu malam, ia beribadah dan di waktu
siang ia berpuasa. Ia melakukan salat seratus kali dalam sehari. Tidurnya di waktu malam
hanya sebentar.
C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan AW
1. Pendahuluan
1. Peserta didik harus dalam kondisi siap menerima pelajaran. Guru mengucapkan salam dan 15
dilanjutkan berdo’a bersama. Guru disarankan selalu menyapa peserta didik, misalnya menit
“Apa kabar anak-anak?”.
2. Memperbaiki cara berdoa siswa
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza (jika memungkinkan)
4. Memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan
kegiatan pembelajaran.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan penilaian
6. Appersepsi
2. Kegiatan Inti
1. Sebelum masuk pada inti pembelajaran, guru terlebih dahulu mengajak peserta didik 110
menyanyikan lagu “Ya Nabi Salam Alaika”. Kemudian menyampaikan secara singkat makna menit
cinta nabi dan rasul, serta alasan mengapa harus mencintai nabi dan rasul.
2. Peserta didik menyimak kisah keteladanan Nabi Żulkifli as.
3. Peserta didik setelah menyimak kisah Nabi Żulkifli as. Mengapa dia dinamakan Zulkifli as.?
Dia pernah menjadi raja. Apa tekadnya ketika menjadi raja?
4. Peserta didik mendiskusikan kebiasaan-kebiasaan Nabi Żulkifli as. Dan secara klasikal
menyepakati beberapa sifat terpuji Nabi untuk diamalkan bersama.
5. Pada kolom kegiatan “Insya Allah, kamu bisa,” guru meminta agar peserta didik membuat
cerita dengan karakter kesabaran Nabi Żulkifli as. yaitu “sabar dalambelajar”.
3. Penutup
1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan 15
peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk Menit
perbaikan langkah selanjutnya;
2. Tugas, guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “insya Allah aku bisa” dalam
buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf.
3. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan orang
tua atau komunikasi langsung dengan orang tua untuk mengamati perilaku peserta didik
dalam keluarganya.
4. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
5. Membaca do’a penutupan
6. Menyanyikan lagu daerah

[Link] (Penilaian) Hasil Pembelajaran


Sikap : Menunjukan sikap aktif dan dapat bekerjasama dalam diskusi
kelompok (teknik: observasi, bentuk jurnal)

Pengetahuan : Menjawab pertanyaan atau soal tentang kisah keteladanan Nabi


Zulkifli as.(teknik :Penilaian
harian,penugasan,bentuk,menjodohkan pilihan ganda uraian)

Keterampilan : Menceritakan kisah keteladanan Nabi Zulkifli as.

Mengetahui, Padang,
Kepala SDN 31 Tanjung Aur Guru Pendidikan Agama Islam

LELI SEPWITA, [Link] ADMIRAL WIRA DIHARGA, [Link].I


NIP. 197209042006042004

Anda mungkin juga menyukai