90% menganggap dokumen ini bermanfaat (10 suara)
8K tayangan40 halaman

Program 7 Kebiasaan Anak Hebat 2045

Dokumen ini adalah program kegiatan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' yang disusun oleh UPTD SD Negeri 1 Mulyasari untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui kebiasaan positif dan melibatkan seluruh stakeholder sekolah dalam pelaksanaannya. Tim pengendali dibentuk untuk memastikan keberhasilan program dan memantau evaluasi serta tindak lanjut kegiatan.

Diunggah oleh

iman471
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
90% menganggap dokumen ini bermanfaat (10 suara)
8K tayangan40 halaman

Program 7 Kebiasaan Anak Hebat 2045

Dokumen ini adalah program kegiatan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' yang disusun oleh UPTD SD Negeri 1 Mulyasari untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui kebiasaan positif dan melibatkan seluruh stakeholder sekolah dalam pelaksanaannya. Tim pengendali dibentuk untuk memastikan keberhasilan program dan memantau evaluasi serta tindak lanjut kegiatan.

Diunggah oleh

iman471
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KEGIATAN

7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT

MENUJU INDONESIA EMAS 2045

UPTD SD NEGERI 1 MULYASARI

DISUSUN UNTUK

MEMENUHI SALAH SATU TUNTUTAN

PROGRAM DISDIKBUD KOTA BANJAR

TIM PENGEMBANG PROGRAM SEKOLAH

UPTD SEKOLAH DASAR NEGERI 1 MULYASARI


Jl. Langkaplancar No.119 [Link] Desa Mulyrsari Kec. Pataruman Kota Banjar
PROGRAM KEGIATAN

7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT

MENUNU INDONESIA EMAS 2045

UPT SD NEGERI 1 MULYASARI

Disusun dan disahkan oleh,

Kepala Sekolah, Ketua,

IIN HINDARSAH, S,Pd CARINAH, [Link].i


NIP. 196608171997032002 NIP. 196811102022212001

Mengetahui
Pendamping Satuan Pendidikan,

TOHA S,Pdi, [Link]


NIP. 196911142001121005
PEMERINTAH KOTA BANJAR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UPTD SEKOLAH DASAR NEGERI 1 MULYASARI
Jl. Langkaplancar No.119 [Link] Desa Mulyrsari Kec. Pataruman Kota Banjar

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA UPTD SEKOLAH DASAR NEGERI 1 MULYASARI
Nomor : B/400.3.5//005/UPTD SDN.047/II/2025
Tentang
TIM PENGENDALI PROGRAM KEGIATAN
TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT MENUJU INDONESIA EMAS TAHUN 2045
UPTD SEKOLAH DASAR NEGERI 1 MULYASARI

MENIMBANG : Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan Program


Kegiatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) Menuju
Indonesia Emas Tahun 2045 UPTD Sekolah Dasar Negeri 1
Mulyasari perlu dibentuk Tim Pengendali Program Kegiatan.
MENGINGAT 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah No.1 Tahun 2025, Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia No.800.2.1/225/SJ, dan Menteri Agama Republik
Indonesia, Nomor 1 Tahun 2025, Tanggal 16 Januari 2025,
tentang Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan di
satuan Pendidikan.
3. Surat Edaran Nomor 101 Tahun 2025 tentang Implementasi
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat jenjang Pendidikan
Dasar di Kota Banjar
MEMUTUSKAN
Menetapkan
Pertama : Tim Pengendali Program Kegiatan Tujuh Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 UPTD
Sekolah Dasar Negeri 1 Mulyasari (dengan susunan terlampir).
Kedua : Tim Pengendali Program Kegiatan 7KAIH bertanggung jawab
sepenuhnya terhadap penyelenggaraan 7KAIH di UPTD SD Negeri
1 MulyasarI .
Ketiga : Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan ditetapkan
dalam keputusan tersendiri.
Keempat : Segala biaya yang berhubungan dengan Surat Keputusan ini
dibebankan pada anggaran yang sesuai.
Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan
apabila ada kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan
perbaikan seperlunya.

Ditetapkan di : Pataruman
Pada Tanggal : 18 Pebruari 2025 Kepala
sekolah,

IIN HINDARSAH [Link]


NIP.196608171997032002
LAMPIRAN : Surat Keputusan Kepala UPTD SD Negeri 1 MULYASARI
Nomor : B/400.3.5//005/UPTD SDN.047/II/2025
Tanggal : 18 Pebruari 2025

TENTANG

SUSUNAN TIM PENGENDALI PROGRAM KEGIATAN


TUJUH KEBIASAAN ANAK INDINESIA HEBAT MENUJU INDONESIA EMAS TAHUN 2045
UPTD SD NEGERI 1 MULYASARI

NO. NAMA JABATAN JABATAN PADA TIM

1. TOHA S,Pdi M,Pdi Pendamping Satuan Pelindung


Pendidikan
2. [Link] Mulyadi Ketua Komite Pelindung
3. Iin Hindarsah [Link] Kepala Sekolah Penanggung Jawab
4. Carinah , [Link].I Guru PAI Ketua
5. Munasiroh, [Link] Guru PAI Sekretaris
6. Lusiana Tri Wahyuningsih Guru Bendahara
[Link].
7. Suharyanto, [Link] Guru Pembiasaan
Erni Utami, [Link] Guru
Diah [Link].I Guru
Ikah Atikah [Link] Guru
8. Imn [Link] Guru Pembimbing
Erni Rintiani, [Link] Guru
Mira [Link] Guru
Ina Herliana Agustina S,Pd Guru
9. Soleh Anwar [Link] Guru Penerima dan
Saripudin, [Link] Guru Pendistribusi Makanan
Triyani, [Link] Guru Sehat dan Bergizi
Iwan Irawan [Link] Guru
Guru
Guru

Ditetapkan di : Pataruman
Pada Tanggal : 18 Pebruari 2025

Kepala sekolah,

IIN HINDARSAH [Link]


NIP.1966081719970320002
KATA PENGANTAR

Puji beserta syukur dipanjatkan ke khadirat Alloh SWT, karena berkat rakhmat dan
karunia-Nya, allhamdulillah pogram kegiatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Menuju
Indonesia Emas 2045 UPTD SD Negeri 1 Mulyasari dapat tersusun.

Secara umum program ini disusun sebagai salah satu upaya turut menyuskseskan
program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang di lounchingkan pada
awal bulan Pebruari 2025.

Sedangkan secara khusus program ini disusun untuk dijadikan sebagai bukti
administratif sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, mengevaluasi, dan
melakukan tindak lanjut dari kegiatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dilaksanakan
di UPTD SD Negeri 1 Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Atas dasar uraian di atas maka disusunlah program kregiatan yang diberi judul
Program Kegiatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Menuju Indonesia Emas 2045 UPTD
SD Negeri 1 Mulyasari , yang pelaksanaannya dimulai pada semester awal semester genap
tahun pelajaran 2024/2025.

Akhirnya kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada semua pihak yang telah turut memberikan sumbang sarannya. Dan mudah-
mudahan program yang cukup sederhana ini bisa memenuhi tuntutan serta ada manfaatnya
bagi pencapaian visi UPTD SD Negeri 1 Mulyasari khususnya dan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan umumnya.

Pataruman, Januari 2025

Penulis,
DAFTAR ISI

halaman

LEMBAR PENETAPAN DAN PENGESAHAN .................................................. i


SK TIM PENGENDALI KEGIATAN ................................................................... ii
KATA PENGANTAR ............................................................................................ iv
DAFTAR ISI .......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................. 1
B. Maksud dan Tujuan...................................................................... 1
C. Ruang Lingkup Program Kegiatan……………………………… 2
D. Hasil Yang Diharapkan……………………………………….... 3
BAB II RANCANGAN PROGRAM KEGIATAN……………….. ........... 4
A. Nama Kegiatan……………........................................................ 4
B. Sasaran……… ............................................................................ 4
C. Rancangan Kegiatan…............................................................... 4
D. Tim Pengendali Kegiatan……………………………………….. 8
E. Monitoring Evaluasi dan Tindak Lanjut....................................... 12
BAB III PENUTUP........................... .............................................................. 14
A. Kesimpulan…………………………………………………….. 14
B. Saran-saran…………………………………………………....... 14
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Selaras dengan tujuan pendidikan nasional bahwa sumber daya manusia Indonsia di
masa depan diharapkan mempunyai delapan karakter utama bangsa yakni: religius, bemoral,
sehat, cerdas dan kreatif, keria keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat. Kondisi
demikian bisa terwujud di saat kemerdekaan bangsa Indonesia tepat seratus tahun ataupun
ada yang menyebutnya di saat Indonesia Emas tepatnya Pada tahun 2045

Untuk menuju ke arah tersebut maka ditanda tanganilah Surat Edaran Bersama Menteri
Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia, dan Menteri Agama Republik Indonesia, Nomor 1 Tahun 2025, Nomor
800.2.1/225/SJ, Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter Melalui
Pembiasaan di Satuan Pendidikan dan Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah Nomor: 657/sipers/A60/II/2024 tentang Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia
Hebat.

B. Maksud dan Tujuan


Maksud dari program kegiatan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat UPTD SD Negeri
1 Mulyasari adalah seluruh narasi dari mulai rencana, kegiatan, pemantauan, evaluasi dan
tindak lanjut yang telah disusun untuk dijadikan pedoman kegiatan oleh seluruh stakeholder
sekolah dalam upaya mencapai tujuan yang telah disepakati dan akan diwujudkan bermas-
sama pada saat tertentu.

Sedangkan yang menjadi tujuan dari pembuatan program kegiatan ini yaitu :

a. Untuk dijadikan pedoman operasional kegiatan oleh semua stakeholder sekolah agar
seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan tujuan yang diharapkan dapat
tercapai sesuai dengan yang telah ditetapkan.
b. Untuk dijadikan bukti fisik dokumen administratif tertulis dari seluruh kegiatan
sehingga dapat memudahkan semua yang berkepentingan apabila suatu waktu
memerlukannya
C. Ruang Lingkup Program Kegiatan

Ruang lingkup dari program kegiatan ini adalah semua hal yang terkait dengan

perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut dari implementasi tujuh

kebiasaan anak Indonesia hebat yang hendak dilaksanakan di UPTD SD Negeri 1 Mulyasari

Sedangkan aktifitas yang diharapkan dan dilakukan peserta didik tiap hari bisa

dinarasikan sebagai berikut :

Setiap hari baik waktu hari sekolah maupun hari libur semua peserta didik belajar

bangun tidur (bangun pagi) pada rentang waktu/sebelum tiba waktunya solat subuh. Setelah

membereskan tempat tidurnya segera mengondisikan diri untuk (beribadat). Pada pagi hari

sebelum berangkat ke sekolah melakukan (olahraga) pagi sesuai dengan kondisi dan

kemampuannya. Setelah mandi dan berpakaian rapi segera sarapan/makan pagi dengan menu

(bergizi dan sehat). Sebelum berangkat ke sekolah atau ke kegiatan lain tidak lupa untuk

permisi dan minta restu dari orang tua. Setibanya di sekolah langsung menyiapkan diri

mengikuti pembiasaan sepuluh menit tahfiz qur’an/semesta lengkap dengan seluruh

rangkaian kegiatannya. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan diteruskan dengan

senam pagi yang dilakukan bersama-sama. Berbaris dengan rapi dipimpin ketua murid

sebelum masuk kelas mengikuti kegiatan belajar mengajar. Mengikuti kegiatan pembelajaran

dengan semangat antusias sesuai dengan bimbingan guru. Tidak lupa untuk mengerjakan

tugas dengan baik dan tanggungjawab terhadap apa-apa yang ditugaskan oleh guru baik di

sekolah maupun rumah (belajar yang rajin). Semua peserta didik harus berupaya untuk

dapat bergaul dengan masyarakat di lingkungan sekitar (bermasyrakat), terutama pada saat

ada kegiatan misalnya kerja bakti, hari peringatan tertentu, dan kegiatan sosial lainnya.

Semua peserta didik harus belajar membiasakan diri (tidur cepat) yang waktunya setelah

melakukan ibadah solat isya, dengan maksud penting untuk kesehatan dan tidak susah untuk

bangun pagi karena telah tidur/istirahat yang cukup.


Catatan : pada kegiatan ibadat untuk peserta didik yang non muslim bisa menyesuaikan diri

baik dalam pelaksanaan maupun dalam mengisi buku jurnal yang telah disediakan.

D. Hasil Yang Diharapkan

Adapun hasil yang diharapkan sebagai dampak dari terselenggaranya program Tujuh

Kebiasaan Anak Indonseia Hebat (yang selanjutnya di sebut Tujuh KAIH) di UPTD SD

Negeri 1 Mulyasari I antara lain :

a. Pelaksanaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat berlangsung efektif dan

menggunakan pendekatan pembiasaan yang penuh kesadaran, bermakna, dan

rnenggembirakan.

b. Pelaksanaan Tujuh KAIH terinegrasikan dengan pembiasaan yang sudah ada di

sekolah dan/atau pembiasaan yang menjadi Program Dinas Pendidikan, dan

Kebudayaan Kota Banjar (Solat Duha, Semesfa, dll.).

c. Peserta didik belajar membiasakan diri berperilaku dan menerapkan tujuh kebiasaan

anak Indonesia hebat (a. bangun pagi, b. beribadah, c. berolah raga, d. makan sehat

dan bergizi, e. gemar belajar, f. bermasyarakat, dan g. Tidur cepat)

d. Terciptanya lingkungan budaya sekolah yang lebih tertib, disiplin, kondusif, aman dan

nyaman bagi seluruh warga sekolah.

e. Terbentuknya habbyt dan karakter generasi muda yang tangguh, sehat, kuat, dan

disiplin menuju Indonesia Emas Tahun 2045.


BAB II

RANCANGAN PROGRAM KEGIATAN

A. Nama Kegiatan

Nama kegiatan yang akan dilaksanakan diberi judul Program Tujuh Kebiasaan Anak

Indonesia Hebat Menuju Indonesia Emas tahun 2045 UPTD Sekolah Dasar Negeri 1

Mulyasari .

B. Sasaran

Yang menjadi sasaran utama dari terlaksananya program kegiatan ini yaitu seluruh

peserta didik UPTD SD Negeri 1 Mulyasari dari kelas I hingga kelas VI yang pada saat

dibuat program ini berjumlah 334 orang.

Sedangkan sasaran imbas dari program kegiatan ini antara lain:

a. Anggota tim pengendali kegiatan agar mereka solid dan memiliki rasa

tanggungjawab terhadap kelancaran dan kesuksesan seluruh program kegiatan.

b. Orang tua peserta didik yang berkewajiban untuk turut memantau aktifitas kegiatan

putra putrinya yang bukti kegiannya dinyatakan pada buku Jurnal Tujuh KAIH

sehingga oleh anakdapat diisi secara jujur, transparan dan penuh tangungjawab.

c. Warga masyarakat sekitar sebagai informasi bahwa mulai bulan Januari tahun 2025

ada program Tujuh KAIH yang merupakan proram unggulan kementrian pendidikan

dasar dan menengah yang harus dilakukan oleh seluruh anak Indonesia

C. Rancangan Kegiatan

Kegiatan Tujuh KAIH merupakan seluruh kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh

anak–anak Indonesia setiap hari dari mulai sejak bangun tidur hingga mau tidur kembali.

Adapun urutan dan ketentuan kegiatan terdiri dari :


a. Bangun Pagi

Manfaat dari kebiasaan bangun pagi, antara lain :

1. Meningkatkan produktifitas, otak menjadi lebih segar, dan jadi lebih siap untuk

menjalankan aktifitas belajar, bekerja, dll.

2. Menjaga kesehatan, karena turut menjaga dan mengatur ritme tidur yang baik

3. Terbiasa bangun pagi untuk melatih dan meningkatkan disiplin.

Di UPTD SD Negeri 1 Mulyasari disepakati bersama untuk dilatihkan kepada anak

dan seluruh warga sekolah untuk dibiasakan bangun tidur yang waktunya sebelum sholat

subuh.

b. Beribadah

Kebiasaan beribadah tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bertujuan

untuk menanamkan kebiasaan yang bisa berdampak positif terhadap spiritual dan mental

manusia, antara lain :

1. Menumbuhkan ahlak mulia misalnya membiasakan untuk melakukan nilai-

nilai kebaikan, kejujuran, dan toleransi.

2. Memberikan ketenangan hati dan ketenangan jiwa, misalnya merasa lebih

dekat dengan Tuhan.

3. Menanamkam kedisiplinan yaitu membiasakan diri untuk taat pada aturan dan

waktu.

Hal-hal yang ditanamkan pada peserta didik dan seluruh warga sekolah berkaitan

dengan beribadah antara lain :

- Di biasakan untuk melaksanakan ibadat wajib dengan tepat waktu

- Melaksanakan ibadat atas dasar kesadaran sendiri

- Membiasakan untuk belajar melaksanakan ibadat-ibadat sunat lainnya.

c. Makan Makanan Bergizi

Dengan dibiasakannya memakan makanan sehat/higienis,dan bergizi dengan harapan :


1. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat terhindar dari

berbagai penyakit.

2. Nutrisi makanan sehat dan bergizi bisa membantu perkembangan otak untuk

bekerja dan belajar lebih optimal.

3. Mendukung pertumbuhan tubuh agar dapat berkembang dengan wajar dan

normal.

Berkaitan dengan makan makanan bergizi di UPTD SDN 1 Mulyasari akan

ditanamkan kebiasaan pada seluruh warga sekolah untuk selalu memperhatikan asupan

makanan “empat sehat lima sempurna” dan gerakan untuk menyukai semua jenis makanan.

Mebiasakan membawa air minum pada tumbler masing-masing dan menghindari jenis

minuman yang mebahayakan bagi kesehatan.

d. Berolahraga

Melakukan olahraga yang rutin dan teratur penting untuk meningkatkan kesehatan

tubuh, sehinga banyak manfaatnya, misalnya :

1. Dapat meningkatkan kesahatan fisik, seperti melatih dan memperkuat otot, tulang,

dan jantung.

2. Mengurangi stress sehingga membuat perasaan jadi lebih baik dan lebih percaya

diri.

3. Dengan melakukan olahraga akan merangsang pertumbuhan sel-sel otak sehingga

bisa meningkatkan kecerdasan,

Berkaitan dengan berolahraga UPTD SD Negeri 1 Mulyasari mewajibkan kepada

seluruh peserta didik dan warga sekolah untuk melakukan gerak badan yang rutin dan teratur

baik dimasa sekolah maupun di saat libur sekolah. Menghindari dari olahraga yang bersifat

ekstrim, berbahaya bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.


e. Belajar yang rajin

Kegiatan belajar bagi manusia merupakan investasi untuk masa depan. Manfaat dari

kegiatan rajin belajar antara lain :

1. Meningkatkan pengetahuan, memperkaya wawasan, dan meingkatkan kemampuan

berpikir kritis.

2. Menjadi pribadi yang mandiri, belajar untuk mampu menyelesaikan masalah

ataupun menemukan solusi

3. Mengenyam pendidikan dan ketrampilan yang baik dapat membuka banyak pintu

kesempatan dan peluang untuk menjadi peraih dalam persaingan.

Sehubungan dengan kegiatan rajin belajar, pihak sekolah senantiasa akan melayani

peserta didik untuk supaya mau belajar dan melatih mengembangkan kompetensi fisik dan

psikhis yang dimilikinnya secara optimal. Menanamkan kebiasaan belajar sebagai kebutuhan

sehingga dapat dilakukan dengan penuh kesadaran dan penting untuk masa depan. Semangat

meraih prestasi yang dilakukan secara sportif dan kujujuran, tidak mudah puas dengan

prestasi yang diperoleh, dan tidak mudah menyerah dengan kendala yang dihadapi.

f. Bermasyarakat

Sebagai mahluk sosial anak sangat perlu untuk melatih diri agar bisa berinteraksi

sosial dengan orang lain. Kemajuan teknologi yang terjadi jangan sampai mengubah tatanan

kehidupan manusia sehingga memiliki sikap kurang peduli dengan orang lain. Manfaat dari

bermasyarakat antara lain :

1. Memiliki rasa empati ataupun memahami perasaan orang lain dan peduli antar

sesama.

2. Membentuk karakter sosial, belajar bekerja sama dan berkolaborasi dengan orang

lain.

3. Menjadi warga negara yang baik, turut berkiprah dalam membangun masyarakat

yang lebih baik.


UPTD SD Negeri 1 Mulyasari sangat terbuka dan terbiasa untuk turut melakukan

kegiatan kerja sama ataupun kolaborasi dengan warga lingkungan, kepedulian sosial,

termasuk pula turut berupaya menciptakan ekosistem lingkungan yang nyaman, aman, bersih

dan sehat.

g. Tidur Cepat

Istirahat yang paling baik adalah tidur. Waktu istirahat yang cukup sangat penting

bagi kesehatan, pertumbuhan, dan pikiran seseorang. Dengan tidur yang cukup akan

bermanfaat untuk :

1. Memperbaiki sel-sel tubuh

2. Meningkatkan daya ingat

3. Membantu mengurangi stress dan meningkatkan mood.

Khusus dengan program tidur cepat pihak sekolah melakukan kerja sama dengan

orang tua agar turut memantau, mengawasi, dan mewajibkan anak-anaknya untuk segera

tidur apabila telah waktu solat isya. Membatasi anak bermain handphone di malam hari, serta

membatasi anak bermain ataupun keluyuran dan melakukan hal-hal yang tidak ada

manfaatnya di malam hari

D. Tim Pengendali Kegiatan

a. Tim Pengendali Kegiatan Program Tujuh KAIH

Atas dasar hasil musyawarah yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 Pebuari

2025, tersusunlah Tim Pengendali Kegiatan Program Tujuh KAIH UPTD SD Negeri 1

Mulyasari sebagai berikut :

Pelindung : Ketua Komite Sekolah dan Pendamping Satuan Pendidikan


Penanggungjawab : Kepala Sekolah
Ketua : Carinah [Link].I (Guru PAIBP)

Sekretaris : Munasiroh, [Link] (Guru PAI kelas I-III


Bendahara : Lusiana Tri Wahyuningsih, [Link]. (Guru Kelas )

1. Pembiasaan :
Suharyanto, [Link]
Erni Utami, [Link]
Diah [Link].I
Ikah Atikah [Link]
2. Pembimbing :
Iman [Link]
Erni Rintiani, [Link]
Mira [Link]
Ina Herliana Agustina S,Pd
3. Penerima dan Pendistribusi Makan Sehat dan Bergizi:
Soleh Anwar [Link]
Saripudin, [Link]
Triyani, [Link]
Iwan Irawan [Link]

Job Description

Job description Tim Pengendali Kegiatan Program Tujuh KAIH UPTD


SDN 1 Mulyasari :
1. Pelindung :

1.1 Turut memberikan dorongan motivasi kepada seluruh elemen agar roda organisasi
dapat berjalan dengan lancar dan seluruh tim bisa bekerja dengan maksimal serta
penuh rasa tanggungjawab.
1.2 Turut memfasilitasi setiap kebutuhan yang diperlukan selama kegiatan
berlangsung.
2. Penanggung Jawab IIN HINDARSAH [Link] (Kepala Sekolah)

2.1 Memimpin rapat pembentukan dan menetapkan susunan Tim Pengendali Kegiatan
Program Tujuh KAIH
2.2 Mensosialisasikan dasar hukum/regulasi yang menjadi payung hukum dari
kegiatan, maksud dan tujuan program kegiatan
2.3 Bertanggungjawab secara penuh terhadap seluruh pelaksanaan Kegiatan Program
Tujuh KAIH
2.4 Mengawasi dan memantau pelaksanaan kegiatan Tim Pengendali Kegiatan
Program Tujuh KAIH sehingga berjalan lancar sesuai dengan perencanaan dan
jadwal yang telah ditetapkan.
2.5 Melaporkan hasil kegiatan dan pengeloaan dana yang digunakan dalam kegiatan
kepada yang berwenang.
3. Ketua (Carinah, [Link].I Guru PAI)
Pada kegiatan Perencanaan :
3.1 Membuat rencana dan menyusun jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan;
3.2 Mempresentasikan / mensosialisasikan rencana kegiatan yang hendak
dilaksanakan kepada unsur sekolah, komite, dan masyarakat lingkungan
sekitar
3.3 Merumuskan rencana anggaran biaya kegiatan Tim Pengendali Kegiatan Program
Tujuh KAIH
3.4 Menyusun rencana kebutuhan pengadaan bahan-bahan dan alat kegiatan Pada
kegiatan Pelaksanaan, meliputi ;
Pada saat pelaksanaan :
3.5 Menjamin kelancaran (ketersediaan bahan, dan alat) selama kegiatan Tim
Pengendali Kegiatan Tujuh KAIH berlangsung;
3.6 Menjamin kesesuaian rencana dan pelaksanaan kegiatan selama Tim Pengendali
Kegiatan Program Tujuh KAIH bekerja.
3.7 Menyusun dan menyampaikan daftar keperluan alat dan bahan kepada
penangungjawab;
Pada saat Pelaporan, meliputi :
3.8 Melakukan pencatatan mengenai kelancaran kegiatan sesuai jadwal;
3.9 Melakukan pencatatan mengenai kendala dan upaya pemecahannya selama
kegiatan Tim Pengendali Kegiatan Program Tujuh KAIH berlangsung.
3.10 Membuat laporan dari awal sampai akhir kegiatan Tim Pengendali Kegiatan
Program Tujuh KAIH .
3.11 Mengarsipkan setiap informasi yang dilaporkan secara tertib dan akuntabel

3.12 Menyampaikan pertanggungjawaban kepada pihak penanggungjawab.

4. Sekretaris (Munasiroh, [Link])


Pada saat Persiapan, meliputi :

4.1 Membantu Ketua dalam menyiapkan bahan-bahan untuk penyusunan rencana


kegiatan;
4.2 Menyiapkan bahan untuk presentasi (sosialisasi) rencana kegiatan Tim Pengendali
Kegiatan Program Tujuh KAIH kepada seluruh stakeholder sekolah;
Pada saat Pelaksanaan, meliputi :
4.3 Menyiapkan berbagai perangkat administrasi untuk menjamin kelancaran
pelaksanaan kegiatan;
4.4 Mengumpulkan dan mencatat informasi tentang pelaksanaan kegiatan sebagai
bahan laporan;
4.5 Mencatat berbagai permasalahan kegiatan untuk ditindaklanjuti oleh tim
pengendali kegiatan.
Pada saat Pelaporan,meliputi:
4.6 Membuat konsep laporan hasil kegiatan secara keseluruhan;
4.7 Mengarsipkan laporan hasil kegiatan;
4.8 Menyampaikan pertanggungjawaban pekerjaan kepada Ketua Panitia
4.9 Sekretaris dapat bertindak sebagai Ketua bila ketua sedang berhalangan

5. Bendahara (Lusiana Tri Wahyuningsih, [Link].)


Pada saat perencanan, meliputi :
5.1 Membantu Ketua dalam hal menyusun rencana pembiayaan kegiatan Tim
Pengendali Kegiatan Program Tujuh KAIH.
5.2 Melakukan penyimpanan keuangan sehingga menjamin keamanan dan kelancaran
kegiatan yang dilaksanakan;
Pada saat pelaksanaan, meliputi :
5.3 Menerima dan memeriksa usulan pembayaran dari Ketua Tim Pengendali;

5.4 Menyiapkan surat persetujuan pembayaran kepada Ketua Ketua Tim Pengendali;

5.5 Melakukan pembayaran terhadap segala transaksi kegiatan;

5.6 Melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran keuangan kegiatan secara


tertib;
5.7 Menyiapkan informasi kondisi keuangan kepada Ketua Tim Pengendali;
5.8 Memungut dan menyetorkan pajak(kalaau ada) sesuai dengan peraturan yang
berlaku;
Pada saat Pelaporan, meliputi:
5.9 Melakukan pembukuan harian dari awal hingga akhir kegiatan Tujuh KAIH
5.10 Membuat konsep laporan keuangan kegiatan secara keseluruhan;
5.11 Mengarsipkan laporan keuangan kegiatan secara baik dan aman;
5.12 Menyampaikan pertanggungjawaban kegiatan kepada Ketua Tim Pengendali
6. Prenerima dan Pendistribusi Makanan Sehat Bergizi Gratis
6.1 Menerima dan mengecek jumlah saat makan datang
6.2 Memeriksa dan menguji kelaikan makanan sebelum dibagikan keoada peserta
didik
6.3 Mendistribusikan makanan ke peserta didik melalui pembimbing kelasnya.
6.4 Mengumpulkan dan mengecek nampan tempat makanan
7. Pendamping
7.1 Membantu tim penerima dan membagikan makanan kepada peserta didik
7.2 Membantu mengumpulkan dan mengecek nampan tempat makanan

E. Monitoring Evaluasi dan Tindak Lanjut


Kegiatan monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut dilakukan oleh :
a. Semua guru selalu memperhatikan dan ikut membimbing di saat aktifitas peserta didik
di sekolah.
b. Orang tua selalu turut memperhatikan putra putrinya ketika melakukan aktifitas di
rumah masing-masing, dan membimbingnya untuk supaya buku jurnal diisi dengan
jujur.
c. Tiap akhir bulan semua guru kelas memeriksa, memberikan apresiasi/saran/dsb berupa
pernyataan kualitatif (A=Sudah membudaya, B=Belum membudaya,) dan
menandatangani sebagai tanda bukti telah diperiksa.
d. Brifing ataupun rapat berkala untuk mengevaluasi bersama-sama terhadap program
kegiatan yang telah terjadwalkan.
e. Brifing atapun rapat insiden bila dianggap perlu atau emergency.
f. Mencatat, mengumpulkan, dan merencanakan tindak lanjut yang dianggap perlu.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Demikian Program Kegiatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Untuk Menuju

Indonesia Emas Tahun 2045 UPTD Sekolah Dasar Negeri 1 Mulyasari . Program ini kami

buat untuk dijadikan pedoman kegiatan dan bukti pisik administratif kegiatan temasuk

pertanggungjawaban sejumlah dana yang akan dipergunakan.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan pengalaman nyata terhadap seluruh peserta

didik UPTD SD Negeri 1 Mulyasari khususnya, serta berdampak positif terhadap

kemajuan pendidikan pada umumnya.

B. Saran-saran

Karena yang menjadi tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk mewujudkan budaya

sekolah yang lebih baik, bersih, aman, dan menyenangkan, maka semua yang terlibat

diharapkan mampu menjaga kekompakkan dan keserasian komunikasi yang harmonis baik

pada saat kegiatan ataupun pada saat membimbing peserta didik dalam setiap kegiatan.

Khususnya bagi orang tua siswa sangat diharapkan partisipasi aktifnya sehingga

mampu menciptakan suasana yang mendukung kepada putra-putrinya sehingga mau mengisi

buku jurnal kegiatan dengan secara jujur, berperan aktif mengikuti kegiatan dengan rajin,

tekun dan penuh rasa tanggung jawab.

Untuk para guru yang telah ditunjuk dan ditetapkan sebagai tim pelaksana semoga

bisa melaksanakan tugas dengan baik, karena sukses tidaknya suatu program sangat

tergantung kepada komitmen dan kerja sama dari semua stakeholders. Semoga semua pihak

bisa bekerja sama dengan kompak sehingga dapat mendukung kepada kelancaran kegiatan

ini.
Daftar Lampiran

1. Lampiran 2 Formulir A (Pemantuan dan Evaluasi Peran Satuan Pendidikan)

2. Lampiran 3 Formulir B (Pemantauan Peran Pendidik/Guru/Wali Kelas)

3. Lampiran 3 Formulir C (Pemantauan Peserta Didik)


Lampiran 2 Formulir A

FORMULIR PEMANTAUAN DAN EVALUASI PERAN SATUAN PENDIDIKAN


PENERAPAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT
Nama Sekolah : ........................................................................
Alamat Sekolah : ........................................................................
Nama Kepala Sekolah : ........................................................................
Jenjang : SD SMP
Bulan : Januari Mei September
Februari Juni Oktober
Maret Juli November
April Agustus Desember

Penerapan Tujuh Kebiasaan (Beri Tanda


No. Kebiasaan Peran
Ceklis “√” Pada Kolom yang dipilih)
Belum Terbiasa Sudah Terbiasa
1. Bangun Pagi 1) Satuan pendidikan perlu
menetapkan kebijakan
kehadiran para pendidik
dan tenaga
kependidikannya untuk
datang lebih awal di pagi
hari untuk menyambut
kedatangan peserta didik
2) Satuan pendidikan dapat
mengundang narasumber
dari unsur pendidik, orang
tua, atau pakar untuk
memberikan pemahaman
tentang manfaat dan cara
menerapkan kebiasaan
bangun pagi kepada orang
tua, peserta didik, dan
warga sekolah
3) Satuan pendidikan perlu
menetapkan kebijakan
jadwal masuk yang
konsisten setiap hari agar
peserta didik terbiasa
bangun pagi
4) Satuan pendidikan perlu
membuat dan memasang
poster atau media
publikasi lainnya tentang
manfaat kebiasaan bangun
pagi agar peserta didik
terpapar dan sering
melihat dan membacanya
setiap hari

5) Satuan pendidikan dapat


menerapkan sistem
penghargaan bagi peserta
didik yang datang tepat
waktu dan menunjukkan
kedisiplinan dalam
mengikuti kegiatan pagi

6) Satuan pendidikan perlu


bekerja sama dengan
orang tua untuk
membimbing dan
memantau kebiasaan anak
bangun pagi
2. Beribadah 1) Warga satuan pendidikan
perlu memberikan contoh
dan perilaku yang
mendukung kebiasaan
beribadah, sesuai dengan
agama dan kepercayaan
agar menjadi teladan
bagi peserta didik
2) Satuan pendidikan perlu
memfasilitasi kegiatan
keagamaan peserta didik
sesuai dengan agama dan
kepercayaannya
3) Satuan pendidikan perlu
menerapkan pembiasaan
baik yang dilakukan
secara rutin dan konsisten
sehingga menjadi budaya,
seperti berdoa bersama
sebelum dan sesudah
pembelajaran dipimpin
seorang peserta didik
secara bergantian di
bawah bimbingan peserta
didik
4) Satuan pendidikan dapat
mengundang narasumber
dari unsur pendidik, orang
tua, atau pakar untuk
memberikan pemahaman
tentang manfaat dan cara
menerapkan kebiasaan
beribadah kepada orang
tua, peserta didik, dan
warga sekolah
5) Satuan pendidikan perlu
membuat dan memasang
poster atau media
publikasi lainnya tentang
manfaat kebiasaan
beribadah agar peserta
didik terpapar dan sering
melihat dan membacanya
setiap hari
6) Satuan pendidikan dapat
membuat kegiatan
keagamaan yang menarik
agar memotivasi peserta
didik untuk mulai
mengenal berbagai bentuk
ibadah dengan cara yang
menyenangkan, seperti
lomba hafalan doa, ayat-
ayat pendek, atau lomba
bercerita atau perayaan
hari besar keagamaan
7) Satuan pendidikan dapat
mengadakan kegiatan
spiritual di luar sekolah
untuk memberikan
suasana baru bagi peserta
didik agar lebih
memahami makna ibadah,
seperti retret, pesantren
kilat, atau kegiatan
keagamaan di luar
ruangan lainnya yang
menyenangkan.
8) Satuan pendidikan dapat
melibatkan peserta didik
dalam kegiatan sosial
yang terkait dengan nilai
agama agar peserta didik
memahami nilai berbagi
dan empati, seperti bakti
sosial atau kunjungan ke
panti asuhan.
9) Satuan pendidikan dapat
menerapkan sistem
penghargaan bagi peserta
didik yang taat beribadah
secara konsisten
10) Satuan pendidikan perlu
bekerja sama dengan
orang tua untuk
memantau kebiasaan
anak beribadah
3. Berolahraga 1) Seluruh warga satuan
pendidikan (pendidik,
tenaga kependidikan, dan
peserta didik) pada hari
tertentu (sekurang-
kurangnya 1 kali dalam
seminggu) melakukan
kegiatan olah fisik, seperti
senam kesegaran jasmani
2) Satuan pendidikan dapat
mengundang narasumber
dari unsur pendidik, orang
tua, atau pakar untuk
memberikan pemahaman
tentang manfaat dan cara
menerapkan kebiasaan
berolahraga kepada orang
tua, peserta didik, dan
warga sekolah
3) Satuan pendidikan perlu
membuat dan memasang
poster atau media
publikasi lainnya tentang
manfaat kebiasaan
berolahraga agar peserta
didik terpapar dan sering
melihat dan membacanya
setiap hari
4) Satuan pendidikan perlu
menerapkan pembiasaan
baik yang dilakukan
secara rutin dan konsisten
sehingga menjadi budaya,
seperti senam berirama
atau gerakan peregangan
ringan sebelum memulai
pembelajaran
5) Satuan pendidikan dapat
mengadakan kompetisi
olahraga antar kelas atau
antar sekolah untuk
memotivasi peserta didik
agar giat berlatih dan
mengembangkan rasa
percaya diri serta
semangat kerja sama
dalam berolahraga
6) Satuan pendidikan dapat
menyediakan fasilitas
berolahraga yang mudah
diakses dan dapat
digunakan setelah jam
pelajaran atau saat
istirahat.
7) Satuan pendidikan perlu
bekerja sama dengan
orang tua untuk
membimbing dan
memantau kebiasaan anak
berolahraga
4. Makan Sehat 1) Satuan pendidikan dapat
dan Bergizi mengundang narasumber
dari unsur pendidik, orang
tua, atau pakar untuk
memberikan pemahaman
tentang manfaat dan cara
menerapkan kebiasaan
makan sehat dan bergizi
kepada orang tua, peserta
didik, dan warga sekolah.
2) Satuan pendidikan perlu
membuat dan memasang
poster atau media
publikasi lainnya tentang
manfaat kebiasaan makan
sehat dan bergizi agar
peserta didik terpapar dan
sering melihat dan
membacanya setiap hari.
3) Satuan pendidikan perlu
menerapkan pembiasaan
baik yang dilakukan
secara rutin dan konsisten
sehingga menjadi budaya,
seperti sarapan pagi
makanan sehat dan bergizi
sebelum memulai
pembelajaran
4) Satuan pendidikan bekerja
sama pengelola kantin
dapat menyediakan
makanan sehat dan bergizi
dan memberi label atau
stiker khusus pada
makanan sehat di kantin
untuk memudahkan
peserta didik mengenali
pilihan makanan yang
bergizi, seperti buah-
buahan, jus segar tanpa
gula tambahan, salad, dan
camilan rendah gula dan
garam
5) Satuan pendidikan dapat
mengadakan hari
makanan sehat dan bergizi
secara berkala, misalnya
setiap hari Kamis pada
setiap minggu menjadi
“Hari Bekal Sehat,” di
mana peserta didik
diminta membawa
makanan sehat dari rumah
6) Satuan pendidikan dapat
memberikan saran atau
tips kepada orang tua
tentang bekal sehat yang
dapat disiapkan untuk
peserta didik melalui
kegiatan kelas orang tua
(parenting class) dengan
mengundang narasumber
yang berasal dari unsur
pendidik, orang tua, tokoh
masyarakat, atau pakar
gizi
7) Satuan pendidikan perlu
bekerja sama dengan
orang tua untuk
membimbing dan
memantau kebiasaan anak
makan makanan sehat dan
bergizi.
5. Gemar 1) Satuan pendidikan dapat
Belajar mengundang narasumber
dari unsur pendidik, orang
tua, tokoh masyarakat,
atau pakar untuk
memberikan pemahaman
tentang manfaat dan cara
menerapkan kebiasaan
gemar belajar kepada
orang tua, peserta didik,
dan warga sekolah
2) Satuan pendidikan perlu
membuat dan memasang
poster atau media
publikasi lainnya tentang
manfaat kebiasaan gemar
belajar agar peserta didik
terpapar dan sering
melihat dan membacanya
setiap hari
3) Satuan pendidikan perlu
menerapkan pembiasaan
baik yang dilakukan
secara rutin dan konsisten
sehingga menjadi budaya,
seperti membaca buku
selain buku mata pelajaran
selama 15 menit sebelum
memulai pembelajaran
yang dilakukan setiap hari
4) Satuan pendidikan dapat
mengadakan Kelas
Inspirasi untuk
memberikan gambaran
profesi yang ada dan
memotivasi peserta didik
untuk gemar belajar untuk
mencapai cita-citanya
5) Satuan pendidikan dapat
mengadakan lomba untuk
mengasah pengetahuan
dan keterampilan peserta
didik
6) Satuan pendidikan perlu
bekerja sama dengan
orang tua untuk
membimbing dan
memantau kebiasaan
gemar belajar anak
6. Bermasyara- 1) Satuan pendidikan dapat
kat mengundang narasumber
dari unsur pendidik, orang
tua, alumni, tokoh
masyarakat, atau pakar
untuk memberikan
pemahaman tentang
manfaat dan cara
menerapkan kebiasaan
bermasyarakat kepada
orang tua, peserta didik,
dan warga sekolah
2) Satuan pendidikan perlu
membuat dan memasang
poster atau media
publikasi lainnya tentang
manfaat kebiasaan
bermasyarakat agar
peserta didik terpapar dan
sering melihat dan
membacanya setiap hari
3) Satuan pendidikan perlu
menerapkan pembiasaan
baik yang dilakukan
secara rutin dan konsisten
sehingga menjadi budaya,
seperti melakukan kerja
bakti membersihkan
lingkungan sekolah
dengan membentuk
kelompok lintas kelas dan
berbagi tugas sesuai usia
dan kemampuan siswa.
4) Satuan pendidikan dapat
mengadakan kelas
inspirasi untuk
memberikan pemahaman
awal kepada peserta didik
tentang berbagai peran
dalam masyarakat dengan
mengundang orang tua
atau alumni atau warga
setempat atau tokoh
masyarakat untuk
bercerita tentang profesi
atau kegiatannya.
5) Satuan pendidik dapat
mengadakan pameran
tentang proyek sosial yang
dilakukan oleh peserta
didik, baik itu tentang
kegiatan sosial yang
dilakukan di sekolah atau
kontribusinya di luar
sekolah.
6) Satuan pendidikan perlu
bekerja sama dengan
orang tua untuk
membimbing dan
memantau kebiasaan
bermasyarakat yang
dilakukan anak.
7. Tidur Cepat 1) Satuan pendidikan dapat
mengundang narasumber
dari unsur pendidik, orang
tua, alumni, tokoh
masyarakat, atau pakar
untuk memberikan
pemahaman tentang
manfaat dan cara
menerapkan kebiasaan
tidur cepat kepada orang
tua, peserta didik dan
warga sekolah.
2) Satuan pendidikan perlu
membuat dan memasang
poster atau media
publikasi lainnya tentang
manfaat kebiasaan tidur
cepat agar peserta didik
terpapar dan sering
melihat dan membacanya
setiap hari
3) Satuan pendidikan perlu
bekerja sama dengan
orang tua untuk
membimbing dan
memantau kebiasaan tidur
cepat yang dilakukan anak

Menyetujui Banjar, Prebuari 2025


Pendamping Satuan Pendidikan Kepala Sekolah

[Link], [Link] IIN HINDARSAH [Link]


NIP 196608171997032002

Mengetahui,

H. DEDI MULYADI
Komite Sekolah

Keterangan:
 Belum Terbiasa, jika satuan pendidikan belum melakukan tujuh kebiasaan setiap
hari
 Sudah Terbiasa, jika satuan pendidikan sudah melakukan tujuh kebiasaan setiap
hari
 Silakan beri tanda ceklis (V) sesuai pilihan
Lampiran 3 Formulir B

FORMULIR PEMANTAUAN DAN EVALUASI PERAN PENDIDIK/GURU/WALI


KELAS
PENERAPAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT

Nama Sekolah : UPTD SD NEGERI 1 MULYASARI


Alamat Sekolah : Jl. Langkaplancar 119 Sukaamaju Mulyasari Pataruman Kota
Banjar
Nama Kepala Sekolah : IIN HINDARSAH [Link]
Jenjang : SD SMP
Bulan : Januari Mei September
Februari Juni Oktober
Maret Juli November
April Agustus Desember

Penerapan Tujuh Kebiasaan


No. Kebiasaan Peran (Beri Tanda Ceklis “√” Pada
Kolom yang dipilih)
Belum Terbiasa Sudah
Terbiasa
1. Bangun Pagi 1) Pendidik memberikan contoh datang lebih
awal setiap pagi dari peserta didik dan
menyambutnya di gerbang sekolah atau
pintu kelas dengan semangat dan penuh
kasih sayang
2) Pendidik dapat menjelaskan tentang
pentingnya bangun pagi untuk kesehatan
tubuh dan keberhasilan akademis, karena
ketika bangun pagi, kita mempunyai
waktu lebih untuk mempersiapkan diri,
belajar, dan merasa lebih fokus di sekolah
3) Pendidik dapat memulai pelajaran dengan
kegiatan ringan atau menyenangkan,
seperti diskusi yang menggugah minat
peserta didik, bertanya tentang bagaimana
perasaannya di hari ini, menggali sedikit
cerita pagi, permainan edukatif, ice
breaking atau sesi olahraga ringan
4) Pendidik dapat mengajak peserta didik
berdiskusi tentang pentingnya mengatur
waktu, seperti waktu belajar, bermain,
menyelesaikan tugas belajar, membantu
pekerjaan di rumah, dan istirahat termasuk
waktu tidur malam serta menghindari
begadang untuk mengerjakan pekerjaan
rumah yang dapat diselesaikan lebih awal

5) Pendidik dapat menggunakan teknologi


dengan cara yang kreatif untuk peserta
didik yang mungkin kesulitan bangun
pagi, seperti mengingatkan melalui grup
kelas di aplikasi pesan atau memberi
pengingat secara pribadi.
6) Pendidik perlu memberi kesempatan
peserta didik untuk berinteraksi dengan
temannya, seperti bermain atau berbicara
dengan teman setelah tiba di sekolah.
7) Pendidik perlu memastikan suasana di
kelas terasa nyaman dan menggembirakan
untuk peserta didik
8) Pendidik perlu memberikan penghargaan
atau apresiasi kepada peserta didik yang
datang tepat waktu atau mengikuti
kegiatan pagi dengan semangat untuk
memperkuat kebiasaan bangun pagi,
seperti memberikan pujian, memberikan
poin dalam sistem penghargaan, atau
memberi kesempatan untuk memimpin
kegiatan di kelas.
2. Beribadah 1) Pendidik harus menjadi contoh yang baik
dan konsisten dalam hal beribadah
sehingga peserta didik akan terinspirasi
untuk meniru.
2) Pendidik perlu memberikan penjelasan
yang lebih mendalam mengenai
pentingnya ibadah dalam kehidupan
sehari-hari
3) Pendidik dapat mengajak peserta didik
untuk berdiskusi tentang manfaat
beribadah
4) Pendidik dapat menerapkan pembiasaan di
awal kegiatan pembelajaran seperti pada
pembelajaran pendidikan agama Islam
melakukan Shalat dhuha dan membaca
surat pendek terlebih dulu, atau adanya
pembiasaan jumat religi yang dilakukan
secara bersama-sama seperti kegiatan
yang di pandu oleh peserta didik, diawali
dari pembacaan tadarus, memberikan
tausiah singkat dan pesan moral, hikmah
dari tausia. Sedangkan untuk yang non
muslim melakukan ibadah sesuai
keyakinannya di area yang berbeda di
lingkungan sekolah.
5) Pendidik dapat menjelaskan hubungan
antara ibadah dan prestasi atau
menjelaskan bahwa ibadah yang
dilakukan dengan ikhlas dan penuh rasa
syukur di sekolah
6) Pendidik dapat mengintegrasikan nilai-
nilai agama dalam mata pelajaran yang
diajarkan
7) Pendidik memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk merefleksikan
kebiasaan beribadah melalui sesi berbagi
di kelas
8) Pendidik dapat mengajarkan nilai-nilai
ibadah dalam konteks kegiatan sehari-hari
agar peserta didik merasa lebih terhubung
dengan Tuhan dalam keseharian
9) Pendidik perlu memberikan pujian dan
apresiasi ketika peserta didik terlibat
dalam kegiatan beribadah agar semakin
termotivasi untuk terus melakukan ibadah
3. Berolahraga 1) Pendidik perlu berperan aktif dalam
kegiatan olahraga untuk menjadi teladan
bagi peserta didik
2) Pendidik dapat melibatkan peserta didik
memilih olahraga yang disukai melalui
survei minat, sehingga peserta didik akan
bersemangat untuk melakukan olahraga
secaraberkesinambungan
3) Pendidik dapat menjelaskan manfaat
olahraga secara ilmiah dan relevan, seperti
menjaga berat badan ideal, meningkatkan
energi, memperbaiki suasana hati, dan
meningkatkan daya konsentrasi. Kaitkan
aktivitas fisik dengan pengembangan
karakter, seperti disiplin, kerja tim, dan
ketekunan.
4) Pendidik dapat mengajak peserta didik
untuk melakukan kegiatan jalan atau lari
santai bersama di lingkungan sekolah atau
taman terdekat untuk memberikan
pengalaman olahraga ringan dan
Menyenangkan
5) Pendidik dapat mengajak peserta didik
memulai kegiatan rutin setiap pagi di
kelas untuk menggerakkan tubuh atau
peregangan singkat atau latihan ringan
selama beberapa menit sebelum memulai
pelajaran,sehingga tubuh lebih siap dan
segar untuk belajar.
6) Pendidik dapat menggunakan media sosial
sekolah untuk mengadakan kampanye
atau tantangan olahraga, misalnya lari
“Tantangan Lari 5 KM”
7) Pendidik dapat mengadakan program
olahraga di luar sekolah atau kegiatan
alam, seperti hiking, susur sungai atau
mendaki bukit
8) Pendidik dapat mengajak peserta didik
untuk membuat catatan kebugaran pribadi
atau jurnal olahraga yang berisi aktivitas
yang dilakukan, pencapaian, dan perasaan
peserta didik setelah berolahraga
9) Bagi peserta didik yang kurang percaya
diri dalam olahraga, pendidik dapat
memberi pilihan olahraga non-kompetitif
seperti yoga atau latihan kekuatan ringan
10) Pendidik dapat menetapkan hari tertentu
setiap minggu untuk kegiatan olahraga
rutin dan beragam, seperti bermain
sepakbola, lari estafet, bola basket, voli,
bulu tangkis, lari, jalan sehat atau
bahkan yoga
11) Pendidik perlu memberikan penghargaan
atau apresiasi kepada peserta didik yang
rutin berolahraga atau mencapai target
tertentu untuk memotivasi peserta didik
agar terus
Berolahraga
4. Makan Sehat 1) Pendidik dapat memberikan contoh baik
dan Bergizi makan makanan sehat dan bergizi dalam
kesehariannya di sekolah, sehingga
dapat ditiru oleh
peserta didik
2) Pendidik dapat mengajarkan secara lebih
mendalam tentang nutrisi, metabolisme,
cara tubuh memproses makanan sehat dan
kebutuhan nutrisi, dampak konsumsi gula
berlebih, makanan cepat saji, dan
makanan olahan pada kesehatan, seperti
obesitas, diabetes, dan dampak pada
konsentrasi belajar
3) Pendidik dapat mengajarkan cara
membaca label nutrisi pada kemasan
makanan sehingga peserta didik dapat
lebih cerdas dalam memilih makanan yang
rendah lemak jenuh, dan kaya serat atau
protein
4) Pendidik dapat mengadakan kegiatan
memasak sederhana, seperti membuat
salad atau makanan ringan sehat yang
mudah diikuti peserta didik. Keterlibatan
langsung dapat membuat lebih tertarik
pada makanan sehat
5) Pendidik dapat membuat kompetisi
memasak sehat antar peserta didik dan
diminta untuk berkreasi dengan bahan-
bahan sehat. Kegiatan ini dapat
menumbuhkan kreativitas dan ketertarikan
pada makanan bergizi
6) Pendidik dapat menjelaskan bahwa
makanan sehat dapat meningkatkan
konsentrasi, energi, dan daya ingat, yang
berpengaruh positif pada prestasi
akademik. Selain itu, dibahas tentang
hubungan antara makanan dan kesehatan
mental, seperti pengaruh gula berlebih
pada mood dan tingkat kecemasan
7) Pendidik dapat mengajak peserta didik
untuk mengikuti kampanye makan sehat
melalui media sosial, dengan konten
seperti fakta nutrisi, resep sederhana, atau
tantangan mengunggah foto bekal sehat
8) Pendidik dapat memberikan panduan
kepada orang tua tentang cara
menyediakan makanan sehat di rumah dan
pentingnya dukungan dari rumah,
menghimbau kepada orang tua untuk
mendukung gerakan makan sehat dan
bergizi dengan memberikan sarapan pagi
dan membawakan bekal makanan ke
sekolah
9) Pendidik dapat meminta peserta didik
membuat proyek kelompok tentang menu
makanan sehat atau rencana makanan
selama seminggu
10) Pendidik perlu memberikan penghargaan
untuk kebiasaan makan sehat dan bergizi
yang dilakukan peserta didik, seperti
memberi penghargaan berupa stiker atau
pujian ketika peserta didik membawa
bekal sehat atau makan makanan sehat
dan bergizi di kelas
5. Gemar 1) Pendidik perlu menjadi teladan yang baik
Belajar dengan menun jukkan sikap gemar belajar
sehingga menginspirasi peserta didik
untuk meniru
2) Pendidik perlu memastikan ruang kelas
memiliki suasana yang menyenangkan,
bebas tekanan, dan mendukung
pembelajaran
3) Pendidik perlu menghubung-
kan konsep-konsep pelajaran dengan hal-
hal yang dialami sehari-hari agar peserta
didik memahami manfaat belajar dalam
kehidupan nyata
4) Pendidik perlu menggunakan metode
pembelajaran yang beragam
5) Pendidik dapat mengajarkan peserta didik
cara belajar yang efektif, seperti teknik
mencatat dengan membuat peta pikiran
(mind map) atau berbentuk ringkasan
poin-poin penting
6) Pendidik dapat memberikan tugas yang
menantang dan bervariasi dimulai dengan
tugas sederhana, lalu tingkatkan
kesulitannya secara perlahan agar peserta
didik merasa tertantang
7) Pendidik harus berperan sebagai mentor
bukan hanya pengajar, sehingga perlu
menjadi seseorang yang membantu
peserta didik mengatasi kesulitan, bukan
hanya seseorang yang menilai hasil
belajarnya saja
8) Pendidik perlu meminta peserta didik
menuliskan apa yang telah dipelajari, apa
yang menarik, dan apa yang ingin
diketahui lebih lanjut, serta tunjukkan
bahwa usaha peserta didik berdampak
pada hasil belajar
9) Pendidik dapat membuat tantangan dan
kompetisi yang sehat, misalnya tantangan
membaca, peserta didik dapat memperoleh
poin atau penghargaan untuk setiap buku
yang dibaca
10) Pendidik dapat menggunakan alat bantu
visual dan teknologi untuk
mempermudah pemahaman dan menarik
perhatian peserta didik, seperti poster,
diagram, grafik, peta dunia, atau google
earth saat belajar tentang negara atau
materi pelajaran

11) Pendidik perlu memotivasi peserta didik


untuk bertanya, menganalisis, dan
memberikan pendapat tentang topik
yang dipelajari agar menumbuhkan rasa
penasaran, berpikir kritis, dan kemauan
untuk belajar lebih banyak

12) Pendidik dapat menceritakan kisah-kisah


inspiratif yang menunjukkan bahwa
pengetahuan dan pendidikan dapat
membuka kesempatan untuk memotivasi
peserta didik untuk terus belajar dan
mengembangkan diri

13) Pendidik dapat membuat sesi diskusi


yang memfasilitasi peserta didik untuk
berbagi pendapat, belajar dari satu sama
lain, dan memahami sudut pandang yang
berbeda

14) Pendidik perlu melibatkan orang tua


untuk berperan aktif mendukung
kebiasaan belajar peserta didik di rumah
dan memberikan laporan pemantauan
kepada pihak sekolah
15) Pendidik perlu memberikan apresiasi
berupa pujian atau penghargaan saat
menunjukkan kemajuan dalam belajar
atau mencapai target belajar agar peserta
didik merasa bangga dan semangat untuk
terus belajar

6. Bermasyara- 1) Pendidik perlu melibatkan peserta didik


kat dalam kegiatan sosial, seperti
mengunjungi panti asuhan, rumah jompo,
korban bencana alam, melakukan
penggalangan dana melalui penjualan
barang atau acara amal di sekolah untuk
membantu yang membutuhkan
2) Pendidik perlu melibatkan peserta didik
dalam kegiatan pengelolaan lingkungan
agar memahami pentingnya menjaga
kebersihan dan kelestarian lingkungan,
seperti kebersihan sekolah, merawat
taman sekolah, kebun sekolah, menanam
pohon, atau memilah sampah untuk didaur
ulang dijadikan benda fungsional atau
benda kriya yang menarik
3) Pendidik perlu memotivasi peserta didik
untuk terlibat dalam organisasi atau
menjadi anggota kelompok kegiatan
sekolah lainnya untuk belajar memahami
peran kepemimpinan dan tanggung jawab
sosial di dalam organisasi
4) Pendidik dapat mengajak peserta didik
untuk berdiskusi tentang isu-isu sosial
yang sedang berkembang untuk
meningkatkan kesadaran peserta didik
tentang perannya dalam masyarakat,
menumbuhkan empati dan kepedulian
sosial, seperti diskusi tentang kesetaraan
gender, kemiskinan, atau hak asasi
manusia
5) Pendidik dapat melibatkan peserta didik
untuk melakukan kegiatan penggalangan
dukungan untuk sosial
6) Pendidik perlu memperkenalkan berbagai
profesi yang berkontribusi pada
masyarakat dengan mengajak peserta
didik mengunjungi berbagai tempat yang
memperlihatkan peran masyarakat, seperti
rumah sakit, panti asuhan, atau kantor
pemerintah
7) Pendidik dapat mengajak peserta didik
untuk belajar dalam kelompok dan berbagi
pengetahuan untuk mengajarkan nilai
kerja sama dan pentingnya membantu
teman-teman yang kesulitan dalam belajar
8) Pendidik dapat mengajarkan peserta didik
untuk menggunakan platform media sosial
secara positif untuk memanfaatkan
teknologi bagi kebaikan masyarakat

9) Pendidik dapat mengajarkan tata krama


dan etika bersosialisasi melalui permainan
peran sederhana di kelas agar peserta
didik dapat menghargai dan menghormati
hak orang lain di lingkungannya

10) Pendidik dapat memberikan


penghargaan kepada peserta didik yang
aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial
atau menunjukkan sikap peduli terhadap
masyarakat

7. Tidur Cepat 1) Pendidik perlu memberikan pengetahuan


tentang pentingnya tidur cepat dan cukup
untuk perkembangan fisik, mental, dan
emosional peserta didik

2) Pendidik dapat mengajak peserta didik


untuk berdiskusi mengenai bagaimana
cara mengatur waktu dengan bijak,
termasuk waktu untuk belajar, beristirahat,
tidur serta pembatasan waktu dalam
penggunaan gawai secara bijak agar tubuh
dapat istirahat secara optimal

3) Pendidik dapat mengingatkan peserta


didik tentang pentingnya memiliki
rutinitas tidur yang konsisten, seperti tidur
cepat pada waktu yang sama setiap malam
agar mendapatkan waktu tidur yang cukup
untuk menjalani hari esok dengan energi
penuh
4) Pendidik perlu memotivasi peserta didik
untuk tidak terlalu membebani diri dengan
tugas yang berlebihan dan mendorong
peserta didik untuk mengambil waktu
istirahat jika merasa stres atau lelah
5) Pendidik dapat bekerja sama dengan orang
tua untuk memastikan peserta didik
melakukan tidur cepat dan cukup di rumah
dengan melakukan pemantauan secara
periodik dengan memberikan panduan
bagi orang tua
Menyetujui Banjar, Prebuari 2025
endamping Satuan Pendidikan Kepala Sekolah

TOHA [Link], [Link] IIN HINDARSAH [Link]


NIP. 196911142001121005 NIP 196608171997032002

Keterangan:
 Belum Terbiasa, jika pendidik belum melakukan perannya terhadap tujuh
kebiasaan setiap hari
 Sudah Terbiasa, jika pendidik sudah melakukan perannya terhadap tujuh
kebiasaan setiap hari
 Silakan beri tanda ceklis (V) sesuai pilihan
Lampiran 4 Formulir C

FORMULIR PEMANTAUAN PESERTA DIDIK


PENERAPAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT

Nama Anak : ........................................................................


Nama Sekolah : ........................................................................
Kelas : 1 4 7
2 5 8
3 6 9
Bulan : Januari Mei September
Februari Juni Oktober
Maret Juli November
April Agustus Desember

Penerapan 7 Kebiasaan Kebiasaan (beri


No. Kebiasaan tanda”√” pada kolom yang dipilih)
Belum Terbiasa Sudah Terbiasa
01 Bangun Pagi
02 Beribadah
03 Berolahraga
04 Makan Sehat dan Bergizi
05 Gemar Belajar
06 Bermasyarakat
07 Tidur Cepat

Banjar, 2025

Menyetujui, Orang Tua Murid,

………………………………….. ……………………………………….
Pendidik Orang Tua Murid

Keterangan:
• Belum Terbiasa, jika anak belum melakukan tujuh kebiasaan setiap hari
• Sudah Terbiasa, jika anak sudah melakukan tujuh kebiasaan setiap hari
• Silakan beri tanda ceklis (V) sesuai pilihan

Common questions

Didukung oleh AI

The program plans to embed the seven habits into students' daily routines by using a structured approach involving school-based activities. Students are encouraged to adopt these habits through consistent practices such as waking up early before dawn prayers, participating in group exercises, eating nutritious meals provided by the school, engaging in community services, and adhering to a regular sleeping schedule . The school also uses posters and rewards systems to reinforce these habits .

The school environment plays a crucial role by creating a conducive atmosphere for the students to practice these habits consistently. The school integrates these habits into its culture by organizing activities like morning exercises, providing healthy meal options through the school canteen, and setting up visual reminders such as posters . Moreover, creating a disciplined and supportive environment encourages students to adhere to these habits effectively .

Integrating the program with existing curricular and extracurricular activities enhances students' overall educational experience by promoting comprehensive skills development. It ensures a well-rounded approach to education, balancing academic learning with essential life skills such as discipline and responsibility . The program's practical application fosters real-life connections to theoretical learning, further engaging students and encouraging active participation in school life .

Success is measured through regular monitoring and evaluation processes that assess the consistency and effectiveness of habit adoption. This includes recording progress in journals maintained by students, performance tracking through school evaluations, and qualitative feedback from teachers and parents . Structured assessments may also be carried out to determine improvements in students' discipline, health, and academic performance .

The main objectives of the 'Program Kegiatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Menuju Indonesia Emas 2045' are to integrate the habits of disciplined, morally upright, and healthy individuals who can contribute effectively to society . The program aims to create an educational environment where students develop key habits like waking up early, praying, exercising, eating healthily, learning actively, participating in community service, and sleeping on time .

The program addresses character building by instilling habits that promote moral and social values, such as responsibility, discipline, and empathy. It aims to improve students' spiritual and mental well-being through regular prayer sessions and social activities like community service . Furthermore, schools incorporate these values into daily routines, reinforcing positive behavior consistently among students .

The program maintains long-term engagement and effectiveness by incorporating regular feedback loops, adapting activities to remain relevant and challenging, and introducing varied motivational strategies such as rewards and recognitions . Continuous collaboration with parents and community stakeholders ensures sustained involvement, while periodic reviews and adaptations keep the program updated with emerging educational trends and needs .

Strategies include age-appropriate adjustments to activities, integrated habit-building exercises into daily routines, and developmentally suitable lessons for various grade levels. Additionally, the use of role models and peer influence is encouraged, with older students setting examples for younger ones . The program also utilizes visual aids and group activities to solidify these habits across different age groups .

The program collaborates with families by involving them in the monitoring and support of the children's adherence to the seven habits. Parents are encouraged to engage with their children's educational activities and help maintain a consistent routine at home, such as ensuring their children wake up early, eat breakfast, and complete reading activities . Schools also provide resources and conduct sessions with parents to reinforce the importance of these habits .

Potential challenges include resistance to change from both students and parents, logistical issues in maintaining consistent program execution, and the need for trained personnel to guide these initiatives. These challenges can be mitigated through continuous engagement with stakeholders, training teachers and staff, establishing clear communication channels, and using feedback mechanisms to adjust the program as needed . Collaborating with parents and involving them in routine activities can also help overcome resistance .

Anda mungkin juga menyukai