0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

15 Dosa Wanita dalam Islam

Dokumen ini menjelaskan 15 dosa yang dianggap berat bagi wanita dalam konteks Islam, termasuk tidak berhijab, menyambung rambut, dan bertabarruj. Setiap dosa disertai dengan referensi dari Al-Qur'an dan Hadis yang menunjukkan larangan serta konsekuensi dari tindakan tersebut. Penekanan pada pentingnya menjaga aurat dan mengikuti ajaran agama menjadi fokus utama dalam dokumen ini.

Diunggah oleh

ujetauhid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

15 Dosa Wanita dalam Islam

Dokumen ini menjelaskan 15 dosa yang dianggap berat bagi wanita dalam konteks Islam, termasuk tidak berhijab, menyambung rambut, dan bertabarruj. Setiap dosa disertai dengan referensi dari Al-Qur'an dan Hadis yang menunjukkan larangan serta konsekuensi dari tindakan tersebut. Penekanan pada pentingnya menjaga aurat dan mengikuti ajaran agama menjadi fokus utama dalam dokumen ini.

Diunggah oleh

ujetauhid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

15 DOSA DI KEPALA WANITA

1. Tidak berhijab (menutup aurat).Allah berfirman, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-
isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-
Ahzab: 59).

Allah Ta’ala juga berfirman, yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 24).

2. Menyambung rambut / memakai konde.

Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga
semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan
anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat
perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya
disambung” (HR Bukhari no 5591 dan Muslim no 2122).

3. Mewarnai / menyemir rambut dengan warna hitam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam
seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An
Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits
ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits
ini shahih).

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah
Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya
beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini
dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

4. Mencabut uban.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam
Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat
nanti.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir
mengatakan bahwa hadits ini shahih).

5. Memakai bulu mata palsu.


Fatwa: “…Menurut hemat saya, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada
kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika
Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu)
maka memasang bulu mata pun tidak boleh. Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena
alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah
menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu
melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak
dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah…”
(Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman al-Jibrin. Sumber : Fatwa-
Fatwa Terkini jilid 3, hal.80-81 cet, Darul Haq, Jakarta.)

6. Bertabarruj.

Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya: “Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj
(keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah
yang dahulu” [al-Ahzaab:33].

7. Merenggangkan / mengikir gigi.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali
karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).

Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Semoga Allah melaknat orang yang
mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan
gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari 4886).

8. Membuat tatto.

Lihat point ke-7.

9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits
yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum
yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk
manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-
lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-
punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau
wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (Hadits shahih.
Riwayat Muslim (no. 2128) dan Ahmad (no. 8673).

10. Memakai rambut palsu.


Memakai wig/rambut palsu hukumnya haram, karena termasuk al-washl yaitu menyambung
rambut yang diharamkan. (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah). Seandainya tidak
dianggap al-washl, maka wig itu menampakkan rambut si wanita lebih panjang daripada yang
sebenarnya sehingga menyerupai al-washl. Padahal wanita yang melakukannya dilaknat
sebagaimana disebutkan oleh hadits: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan
minta disambungkan rambutnya.” (HR. al-Bukhari no. 5941, 5926 dan Muslim no. 5530). (Fatwa
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah).
Perbuatan al-washl ini diharamkan, sama saja apakah si wanita melakukannya dengan izin suami
atau tidak, karena perbuatan haram tidak terkait dengan izin dan ridha.

11. Mencukur rambut menyerupai laki-laki atau wanita kafir.

a. Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau
mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai
wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (H.r. Bukhari)

b. Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena
tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar
radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (H.r. Abu
Daud, dan dishahihkan al-Albani)
(Sumber: [Link] Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur
Baits (Deman Pembina Konsultasi Syariah)

12. Mencukur / mencabut bulu alis.

Lihat point ke-7.

13. Memakai lensa kontak berwarna untuk tabarruj.

Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata: “…lensa kontak berwana untuk
perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk
berhias bagi suaminya maka tidak mengapa. Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya
tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan
alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya
menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan
harta (israaf) karena Allah melarangnya.” [Sumber: [Link]

14. Operasi plastik untuk kecantikan.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, “Bagaimana hukum melaksanakan operasi
kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?”
Jawaban beliau,”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam. Pertama, operasi kecantikan
untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh
dilakukan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan izin kepada seorang
lelaki–yang terpotong hidungnya dalam peperangan–untuk membuat hidung palsu dari emas.
Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk
menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh
dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan), ‘Rasulullah melaknat orang yang
menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan
orang yang minta dibuatkan tato.’ (H.R. Bukhari). (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hlm. 478–
479). Sumber: Majalah As-Sunnah, edisi 5, tahun IX, 1426 H/2005 M.

15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.

Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukumnya memperbaiki gigi?” Syaikh menjawab,
“Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:

Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi
shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang
merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika
(keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.

Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya.
Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain.
Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini
dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat
bukan termasuk menambah kecantikan. Dasar argumentasinya (dalil), Nabi shalallahu ‘alaihi wa
sallam memerintahkan seorang laki-laki yang hidungnya terpotong agar menggantinya dengan
hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan dimaksudkan
untuk mempercantik diri.” Allahu a’lam. (Dijawab oleh Tim Redaksi Konsultasi Syariah).

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid.

[Link]
fbid=3125256147678&set=a.1006164771718.685.1752889223&type=1&relevant_count=1

Recent Posts :

Bng hanya nei yng bisa aynk ungkapkan..


Aynk mank orng pengecut hnya bisa ngomong disini,,gak bisa ngomong secara lngsung sama abg ...
Duhai lelaki pilihan allah untukku...
Betapa bahagianya diriku ketika abg memilihku di antara sekian banyak bidadari yang jauh lebih indah
dan cantik diluar sana...
Ketika dari bibirmu abg sebut namaku dalam lantunan ijab kabul yang suci dan seakan-akan
membawaku ke awan yang hanya mampu kuekspresikan dengan air mata..dan ketika itu pula ku
abdikan diriku padamu dengan segala ketundukan yang kumiliki..dan abg tahu bahwa akan ku patuhi
inginmu selama tak bermaksiat pada sang maha kasih, rabbul izzati..
Duhai lelakiku,penghias mata dan hatiku..
Tak pernah ku lalui tiap hari,tiap detik kecuali kulalui hanya dengan jatuh cinta pada abg..
Cintaku,labuhan hatiku..
Jangan pernah segan menegurku ketika aku salah dan dalam tiap khilafku, aku adalah wanita biasa, ada
kalanya ku berbuat salah pada abg, maka bersabarlah padaku, jangan membentakku atau
membiarkanku..
Tatap mataku dengan cintamu, genggamlah tanganku dan nasehati aku dengan kelembutan...
Kasihku dunia akhirat..
Abg adalah nahkodaku, kemana abg mengarahkan haluan rumah tangga kita,disitu pula aku akan
mengikuti abg..
Maka jadilah imam yang baik untukku, ajarkan aku mencintaimu karna Nya..
Mudahkanlah jalanku ke jannahnya..
Sungguh, cintaiku padamu akan bertambah seiring ketakwaanmu padanya, dan akan berkurang dengan
kemaksiatanmu padanya..
Aku mencintaimu karna allah...

bismillaahirrahmaanirrohiim.... kita diciptakanNYA tidak secara sia-sia sayang abang,,, allah


adalah yang maha mensyukuri, maha bermanfaat, manusia diciptakanNYA pun ada tujuannya,,
untuk mengingat "kematian"... cintailah abang karena ingin mendapatkan
rahmatNYA(ridho/surga) tanpa disadari kita akan menjadi orang yang dimulyakanNYA...abang
memang tidak sempurna disegala aspek.... tapi apa salahnya kita tunduk kepadaNYA...
astaghfirullahal'adzim.... abang cinta ana karena allah.....
ingatkan abang untuk selalu mengingatkan sayang....maka itu akan timbul kegairahan yang
sejati..... keluarga yang ISLAM.

Anda mungkin juga menyukai