Pengenalan
BANTUAN HIDUP DASAR
dr. Hafiz Idul Fitranul, [Link], FIHA
Webinar Series ASN Adaptif #20 “Health Investment”
BPSDM Sulawesi Selatan
SERANGAN JANTUNG
HENTI JANTUNG
Masalah Listrik Masalah Aliran Darah
Henti Jantung Serangan Jantung
Why?? For What??
• Kejadian henti jantung mendadak penyebab kematian
nomor satu di dunia.
• Di Indonesia, kematian akibat henti jantung
mendadak sebanyak 251 per 100.000 penduduk pada
tahun 2023.
• Kejadian henti jantung dapat terjadi dimana saja,
kapan saja, dan pada siapa saja.
• Bantuan hidup dasar yang baik dapat meningkatkan
harapan hidup pada penderita henti jantung.
Apa itu Bantuan Hidup Dasar ??
Tindakan pertolongan pertama yang dilakukan untuk
mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi pada
korban yang mengalami henti napas atau jantung.
Tujuan Bantuan Hidup Dasar :
• Mempertahankan dan mengembalikan fungsi oksigenasi organ vital
• Mempertahankan hidup dan mencegah kematian
Bantuan Hidup Dasar
=
Step by Step !!!
Langkah Bantuan Hidup Dasar
3A Cek Respon
Amankan diri Minta bantuan untuk
Perkenalan Diri
Amankan korban menghubungi tenaga
Amankan lingkungan medis
Cek Pernafasan Cek Jalan Nafas Cek Sirkulasi
RJP Evaluasi RJP
Perkenalan Diri
• Perkenalan diri bertujuan agar bantuan hidup dasar
lebih terkordinir dan mendapat kepercayaan dari
masyarakat sekitar
“Permisi pak/bu, perkenalkan saya …. ASN Di BPSDM Sulsel ….
Telah mendapatkan pelatihan tentang bantuan hidup dasar,
untuk kasus seperti ini. Apakah boleh sy memberikan
pertolongan?”
Persiapan 3A
• Amankan diri : Pastikan anda siap untuk memberikan pertolongan,
gunakan alat pelindung diri yg tersedia.
• Amankan pasien : Pastikan pasien berada di tempat yang aman, dan
stabil untuk dilakukan pertolongan.
• Amankan lingkungan : Pastikan lingkungan untuk menolong aman
untuk penolong dan korban.
Cek Respon
• Gunakan metode AVPU : “Alert, Voice, Pain, Unresposive”
• Jika korban tidak sadar, segera minta bantuan tenaga medis (Aktifkan
Emergency Medical Service)
Cek Sirkulasi
• Periksa dan cek denyut Artery Radial atau Karotis.
• Pemeriksaan harus dilakukan <10 detik.
• Jika teraba, lanjutkan ke pemeriksaan jalan nafas.
• Jika tidak teraba, segera mulai RJP.
Cek Jalan Nafas
• Snooring
Chin Lift - Head Tilt – Jaw Thrust
• Gargling • Stridor
Finger Swab Manual – Back Blow & Abdominal Thrust
Cek Pernafasan
• Dilakukan dengan teknik “Look Listen Feel” secara simultan
• Jika tidak ada nafas spontan, segera beri bantuan nafas dengan
teknik “Mouth to Mouth” atau “Mouth to Nose”, sebanyak 12kali
permenit dengan durasi hembusan 1-1,5 detik.
LOOK :
LISTEN :
• Tanda-tanda trauma
• Bicara normal : tidak ada hambatan
• Gerak nafas
• Jenis Hambatan :
• Debris 1. Snooring (dengkuran) : pangkal lidah
• Tanda-tanda distress 2. Gargling (berkumur) : cairan, darah, sekret
• Warna mukosa dan kulit 3. Stridor (crowing) : benda padat
FEEL :
• Hembusan nafas
• Ada tidaknya getaran di leher saat bernafas
• Ada tanda trauma maksilofasial ?
Resusitasi Jantung Paru
Resusitasi Jantung Paru merupakan usaha / tindakan yang dilakukan
untuk mengembalikan fungsi paru dan jantung akibat henti jantung
dan atau henti paru. AHA, 2015
Prinsip Kompresi Dada
• Push Fast
• Push Hard
• Complete Recoil
• Minimal Interuption
Evaluasi
• Setelah melakukan RJP sebanyak 5 siklus (1 Siklus = 30 kompresi, 2 ventilasi) lakukan
evaluasi.
• Jika nadi tidak teraba, lanjutkan RJP, jika teraba periksa pernafasan.
• Jika nafas tidak ada, lakukan bantuan nafas 10-12 kali permenit.
• Jika nadi dan nafas ada, posisikan korban dengan teknik “Recovery Position”
• Lakukan pemeriksaan primer tiap 2 menit, sambil menunggu bantuan medis datang.
Indikasi dihentikan BHD??
• Pasien telah dipastikan meninggal
• Pasien telah hidup kembali
• Bantuan datang
• Penolong kelelahan
• Penolong dalam keadaan bahaya
Terima Kasih