0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan104 halaman

Pengaruh Cisco Packet Tracer pada Siswa

Dokumen ini membahas penggunaan Cisco Packet Tracer sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tersebut terhadap hasil belajar siswa, dengan metodologi eksperimen dan analisis data statistik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Diunggah oleh

Futura Lombok
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan104 halaman

Pengaruh Cisco Packet Tracer pada Siswa

Dokumen ini membahas penggunaan Cisco Packet Tracer sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tersebut terhadap hasil belajar siswa, dengan metodologi eksperimen dan analisis data statistik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Diunggah oleh

Futura Lombok
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar dan

terencana untuk mewujudkan suatu pembelajaran agar peserta didik secara

aktif dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Melalui kegiatan

pembelajaran peserta didik juga dapat mengembangkan berbagai keterampilan

yang dapat dijadikan bekal dalam bermasyarakat.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memilik

dampak yang besar terhadap dunia pendidikan. Di sekolah guru dan peserta

didik diharuskan dapat memanfaatkan teknologi sebagai salah satu sarana

pembelajaran. Teknologi merupakan satu bidang ilmu pengetahuan yang

mempelajari tentang keterampilan dalam mempelajari alat Jaringan dan

lainnya. Teknologi juga sebagai salah satu sarana untuk membantu manusia

dalam menyelasaikan pekerjaannya.

Teknologi jika dikaitkan dengan pendidikan maka akan menjadi suatu

sistem yang dapat diambil manfaatnya yaitu sebagai sarana pembelajaran

maupun lainnya. Menurut Haryanto (2015:14) “Teknologi pendidikan itu

adalah sebuah bidang setudi, teori, sarana, bidang disiplin ilmu, dan praktik

etis untuk memfasilitasi dan mempermudah proses pendidikan dan juga

sebagai sebuah proses integral dalam menganalisis permasalahan, menemukan


2

solusi, melakukan evaluasi serta mengelola pemecahan masalah yang

berkaitan

2
2

dengan semua aspek belajar manusia dengan menggunakan berbagai

sumber belajar dan peralatan yang mendukung aspek pembelajaran

pendidikan”.

Disini diutamakan proses belajar itu sendiri di sampinng alat-alat yang

dapat membantu proses belajar itu. Jadi teknologi pendidikan itu mengenai

software dan hardware-nya. Software antara lain menganalisis dan mendesain

urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai

dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian ke-keberhasilannya.

Pengembangan teknologi berpengaruh terhadap bidang aspek kehidupan,

termasuk dalam bidang pendidikan. Dengan demikian berkembangnya

teknologi dalam dunia pendidikan maka berbagai media pembelajaran dapat

dilihat dan dipakai oleh guru dalam proses belajar sehingga guru dapat dengan

mudah dalam mempelajari materi yang diajarkan kepada peserta didik.

Media pembelajaran merupakan suatu alat bantu yang digunakan pada

proses pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan baik. Media juga dapat

diartikan sebagai alat transportasi antara pemberi dan penerima informasi.

Fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang

turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar, yang disusun dan

dibuat oleh pendidik.

Tujuan utama media pembelajaran adalah untuk memudahkan peserta

didik dalam memahami materi yang dipelajarinya. Salah satu media

pembelajaran yang dapat digunakan untuk peserta didik adalah Cisco Packet
3

Tracer yang menyediakan bagi siswa dan berlatih untuk dapat diterapkan

sebelum membuat jaringan yang benar-benar nyata.

Cisco Packet Tracer adalah sebuah media simulasi jaringan yang

digunakan untuk merancang topologi jaringan berbentuk software. Cisco

Paket Tracer adalah alat perangkat lunak jaringan komputer visualisasi dan

simulasi yang kuat dapat diakses secara gratis oleh siswa yang mendaftar di

Cisco Network Academy program. Di sisi lain, alat tersebut masih bisa

digunakan oleh orang-orang di luar akademi terbatas pada tujuan pendidikan

saja.

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitri Eka

Setia dan Putra Jaya (2019) meneliti tentang “Pengaruh Pengguanaan Media

Simulasi Jaringan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa” dengan

variabel bebas Cisco Packet Tracer dan variabel terikat Hasil Belajar.

Terdapat perbedaan dengan menggunakan media power point dan

menggunakan media Cisco Packet Tracer. Pada penggunaan media Cisco

Packet Tracer lebih effesien dipakai dibantingkan dengan media yang

menggunakan power point.

Lukman Hakim dan Rahmat Shofan Razqi (2019) meneliti tentang

“Pengaruh Penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer Terhadap Minat dan

Hasil Belajar siswa Kelas XTKJ Pada Mata Pembelajaran Komputer Jaringan

Dasar di SMK Negeri 1 Kendit Situbondo ” dengan variabel bebas Cisco

Packet Tracer dan variabel terikat Minat dan Hasil Belajar. Terdapat

perbedaan sebelum menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer dan setelah


4

menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer, hasil dari menggunakan

Aplikasi Cisco Packet Tracer dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Rahmad fauzi dan Januardi Rosyidi Lubis (2018) meneliti tentang

“Pengaruh Penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa

Kelas X Teknik Komputer Jaringan di SMK Swasta Mandiri Panyabungan”

dengan variabel bebas Cisco Packet Tracer dan variabel Hasil Belajar.

Terdapat perbedaan sebelum menggunakan Cisco Packet Tracer dan setelah

menggunakan Cisco Packet Tracer, dari hasil penelitian terlihat bahwa kelas

yang menggunakan media pembelajaran Cisco Packet Tracer memiliki rata-

rata 75.016 lebih tinggi jika dibantikan dengan siswa yang tidak menggunakan

media pembelajaran memiliki rata rata 66.45. Maka dengan menggunakan

media pembelajaran Cisco Packet Tracer dapat meningkatkan potensi yang

dimiliki siswa.

Berdasarkan dari penelitian diatas terdapat Perbedaan penelitian ini

dengan penelitan yang pertama yaitu pada variabel bebas dimana penelitian

ini menggunakan media Cisco Packet Tracer saja dan tidak ada perbandingan

media pembelajaran, sedangkan perbandingan penelitian yang kedua

perbedaanya penelitian ini menggunakan satu variabel terikat yaitu hasil

belajar saja dan tidak menggunakan minat belajar siswa, dan perbedaan

peneliti yang ketiga yaitu dari sabjek penelitian dimana penelitian ini

menggunakan satu kelas dan menggunakan perbadingan sebelum dan sesudah

menggunakan media pembelajaran.


5

Hasil data yang didapatkan di lapangan, peneliti menemukan bahwa

hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan

Telekomunikasi dengan menggunakan teknik pembelajaran konvesional

masih rendah, jika dilihat dari perolehan nilai akhir semester yaitu: 68.00,

nilai tersebut di bawah standar batas kriteria kelulusan maksimum (KKM)

yaitu: Dengan demikian berdasarkan hasil tersebut guru hendaknya mengubah

cara, media pembelajaran maupun metode yang digunakan dalam

pembelajaran.

Pemilihan media pembelajaran cisco packet tracer ini diharapkan

mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Tehnik Jaringan

Komputer dan Telekomunikasi karena media pembelajaran packet tracer tidak

hanya membuat siswa aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar, tetapi

media cisco packet tracer ini juga dapat memberikan pengalaman langsung

kepada siswa, meningkatkan inisiatif dan partisipasi siswa dalam proses

pembelajaran.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti terdorong untuk

melakukan penelitian tentang “Penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap

Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan

Komputer Dan Telekomunikasi di Smk Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran

2023/2024”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah : Apakah ada Pengaruh Penggunaan Cisco Packet


6

Tracer Terhadap Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar

Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMKNurul Islam

Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Penggunaan

Cisco Packet Tracer adanya Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran

Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam

Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang

berharga dalam menggunakan ilmu pengetahuan dalam pendidikan

melalui Aplikasi Cisco Packet Tracer sebagai media pembelajaran .

2. Manfaat Praktis

Halsil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :

a. Bagi kepala sekolah

Hasil penelitian ini bagi kepala sekolah dapat digunakan

sebagai bahan pertimbangan untuk menyempurnakan dalam

melakukan pembelajaran disekolah .

b. Bagi pendidik
7

Hasil penelitian ini diharapkan pendidik dapat

mengaplikasikan Aplikasi Cisco Packet Tracer sebagai media

pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Dasar Teknik Jaringan

Komputer Dan Telekomunikasi sebagai alat bantu pembelajaran.

c. Bagi Peserta Didik

Hasil penelitian ini diharapkan, dapat meningkatkan hasil

belajar peserta didik pada mata pelajaran Dasar Teknik Jaringan

Komputer Dan Telekomunikasi

d. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadikan motivasi bagi

penelitian selanjutnya

E. Asumsi Penelitian

Dalam buku pedoman dijelaskan bahwa “asumsi adalah anggapan dasar

tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dalam melaksanakan

penelitian” (IKIP Mataram, 2011:13) sedangkan ahli lain mengatakan bahwa

“asumsi merupakan pernyataan diterima kebenaran kebenaran tanpa

pembuktian ” (Sugiyono, 2013:54).

Asumsi merupakan pernyataan diterima kebenaran tanpa membuktikan

(sugiyono, 2013: 54). Adapun asumsi yang digunakan penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Asumsi Teoritis

Adapun asumsi teoritis dalam penelitian ini adalah pemanfaatan Cisco

Packet Tracer sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.


8

2. Asumsi Metodik

Ada pun metode-metode yang digunakan dalan penelitian ini adalah

sebagai berikut:

a. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

eksperimen dengan rancangan “One-Group-Pretest-Posttest” dan

yang menjadi subjek dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X TKJ di

SMK Nurul Islam Sekarbela yang berjumblah 26 siswa.

b. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah metode tes sebagai metode utama, observasi sebagai

pendukung dan dokumentasi serta sebagai metode pelengkapnya.

c. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik

dengan menggunakan rumus uji t (t-test).

3. Asumsi Pelaksanaan

a. Penelitian ini sesuai dengan kemanpuan, waktu dan fasilitas yang

tersedia di sekolah tempat penelitian.

b. Adanya ahli materi dan ahli media yang memberikan arahan dalam

merancang sebuah jaringan

c. Adanya dosen pembibing yang akan memberikan arahan dan

bimbingan dalam penelitian

d. Lokasi penelitian yang sangat mudah dijangkau oleh peneliti.

F. Ruang Lingkup Penelitian


9

Pembatasan ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk membatasi

unsur-unsur penelitian yang akan digunakan dan untuk mempelancar proses

penelitian. Adapun ruang lingkup penelitian ini sebagai berikut.

1. Lokasi Penelitian : SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.

2. Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas x di

SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.

3. Objek Penelitian : menguji tentang “Penggunaan Cisco Packet Tracer

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Dasar Teknik Jaringan

Komputer dan Telekomunikasi.

G. Definisi Oprasional Judul

Untuk menghindari kekeliruan penafsiran istilah-istilah yang ada

dalam judul ini dan dapat mempermudah pengaruh dalam setiap proses

penelitian, penelitimenganggap perlu memberikan batasan-batasan pada judul

skripsi ini yaitu sebagai berikut.

a. Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah alat perantara antara pendidik dan peserta

didik untuk mengujutkan suatu pembelajaran yg diinginkannya.

b. Cisco Packet Tracer

Cisco packet tracer adalah simulasi jaringan yang berbentuk software yg

bisa membatu siswa untuk mempermudah merancang suatu jaringan.

c. Hasil Belajar

Hasil belajar adalah “perubahan perilaku anak setelah melalui kegiatan

belajar”. Mengumumkan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah


10

laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup

bidang kognetif, afektif, dan psikomotorik.


BAB II
KAJIAN TEORITIS

A. Landasan Teori

1. Media pembelajaran

a. Definisi Media Pembelajaran

Ina, M, dan PGSD 4G (2021:9) Media pembelajaran secara

umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu

yang dapat digunakan untuk meransang [Link],

perhatian dan kemampuan atau keterampilan belajar sehingga

dapat mendorong terjadinya proses belajar. Menurut Bulkia R

(2020:19), “media pembelajaran adalah segala alat pengajar

yang digunakan untuk membantu menyampaikan materi

pelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan

pencapaian tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan”.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan

bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yg berbentuk

alat bantu yang dapat menyampaikan materi pelajaran dalam

proses belajar mengajar .

b. Manfaat Media Pembelajara

Menurut Rahmi M A dkk. (2022:15), Secara lebih rinci

manfaat penggunaan media pembelajaran adalah:

1. Memberikan feed back untuk penyempurnaan pembelajaran

yang telah berlangsung atau yang akan direncanakan.

11
12

2. Pokok bahasan bagi pebelajar yang lebih fungsional dan

terasa manfaatnya bagi mereka.

3. Memberikan pengalaman pengayaan (enrichment) secara

langsung kepada pebelajar terhadap apa yang telah

disampaikan oleh pembelajar.

4. Membiasakan pebelajar untuk lebih meyakinkan terhadap

pembelajaran yang diajarkan, sehingga akan menimbulkan

rasa hormat dan kagum terhadap pembelajar.

5. Perasaan pebelajar akan terasa mendalam dalam dirinya

dengan bertemunya konsep yang diajarkan pembelajar

dengan yang didapatnya di luar sekolah.

6. Secara tidak langsung pebelajar membiasakan mengadakan

studi komparasi terhadap materi yang diberikan guru

dengan yang diperolehnya dari media pembelajaran di luar

sekolah.

Menurut Sudjana & Rivai (2011: 33) 25

diantaranya:

1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga

akan menumbuhkan motivasi belajar.

2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga

dapat dipahami oleh siswa.

3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak hanya

komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru


13

sehingga siswa tidak mudah bosan dan guru tidak terkuras

tenaganya.

4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar karena tidak

hanya mendengarkan penjelasan dari guru tetapi melakukan

aktivitas pembelajaran lain seperti membaca, menceritakan,

dan lain sebagainya.

c. Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Rahmi M A dkk (2022:4) fungsi media

pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan media dapat mengembangkan metode

pengajaran yang lebih beragam, menyederhanakan

pengutaraan teori, prinsip, ataupun filosofi dalam kegiata

belajar mengajar.

2. Inpresi media pembelajaran menumbuhkan atensi dan

keikut sertaan peserta didik dalam aktivitas belajar.

3. Konsep-konsep dalam pembelajaran bisa lebih gampang

dijelaskan dengan penggunaan media pembelajaran.

Menurut Arsyad A (2010:23) mengatakan fungsi utama

media pembelajaran

1. Motivasi minat atau tindakan

2. Menyajikan informasi

3. Memberi intruksi

d. Jenis – Jenis Media Pembelajaran


14

Dalam penyampaian materi pembelajaran akan jauh lebih

efektif bila sisesuaikan dengan media pembelajaran yang sesua.

Berikut jenis-jenis media pembelajaran menurut Kustandi, dkk

(2013:103):

1. Media Audio

Media audio adalah media untuk menyampaikan pesan

dalam bentuk verbal (dalam kata-kata atau lisan) maupun

non berbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi). Contoh: radio,

telfon, lab bahasa, tape recorder.

2. Media Visual

Media visual adalajh media yang menampilkan materialnya

dengan visual seperti gambar dan dapat dibagi menjadi dua,

yaitu media visual gerak dan media visual diam. Contoh :

gambar, grafik, bagan, film frame, diagram, poster, peta.

3. Media Audio visual

Media audio visual adalah media yang menampilkan

gambar dan suara. Contoh : televisi, vidio.

4. Media Multimedia

Media yang menyajikan unsur media secara lengkap.

Contoh : animasi, vidio, film.

Sedangkan Arsyad A (2019: 29) mengungkapkan

bahwa berdasarkan perkembangan teknologi, media

pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu media

hasil teknologi cetakan, media hasil teknologi audio-visual,


15

media hasil teknologi komputer, media hasil gabungan

antara teknologi cetak dan komputer.

Menurut Arsyad A (2013:3)

1. Media cetak

2. Media yang dipamerkan (displayed media)

3. Overhed transparency (OHP)

4. Rekaman suara

5. Slide suara film strip

6. Prsentasi multi gambar

7. Video dan film

8. Pembelajaran berbasiskomputer (computer based

instruction )

e. Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran

Menurut Maesarah, dkk (2023:127), Kelebihan media

pembelajaran antara lain:

1. Dapat menarik minat dan motivasi belajar peserta didik.

2. Meningkatkan kualitas dan minat belajar peserta didik.

Menurut Jaka W K, dkk (2023:74 ) kelebihan media

pembelajaran adalah sebagai berikut :

1. Kemampuan fiksatif artinya dapat menangkap, menyimpan,

dan menampilkan kembal suatu objek atau pristiwa.

2. Kemampuan manipulatif artinya media dapat menampilkan

kembali objek atau peristiwa dengan berbagai macam

perubahan (manipulasi) sesuai kebutuhan.


16

3. Kemampuan distributif artinya media mampu mejangkau

audiens dalam jumblah besar dalam satu penyajian secara

bersamaan.

Sedangkan kekurangan Media Pembelajaran adalah

1. Memerlukan biaya yang relefan mahal.

2. Memerlukan jaringan yang stabil.

3. Kurangnya interaksi peserta didik.

2. Cisco Packet Tracer

a. Definisi Cisco Packet Tracer

Dian A dan Onno W P, (2016:3), Cisco Packet Tracer

adalah software simulasi yang diluncurkan oleh Cisco Sistem

yang di fungsikan sebagai media pembelajaran, pelatihan dan

penelitian simulasi jaringan komputer. Menurut ahli lain irwan

S, (2015:3), Cisco Packet Tracer adalah sebuah simulator

protocol jaringan yang dikembangkan oleh cisco system.

Tarmin abdulghani (2016:6) Cisco packet tracer

merupakan program simulasi networking kuat yang

memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan perilaku

jaringan & bertanya pertanyaan “bagaimana jika ”. sebagai

bagian integral dari akademi jaringan pengalaman belajar yang

lengkap, packet tracer memberikan simulasi, visualisasi,

authoring, penelian, & kolaborasi kemampuan & memfasilitasi

mengajar & belajar dari konsep teknologi yang kompleks.


17

Menurut luqman H (2019:2) Program Cisco Packet

Cracer merupakan simulasi networking yang membantu

penggunaan dalam pembuatan suatu jaringan sesuai dengan

topologi yang telah direncanakan sebelumnya. Pendapat lain

juga mengatakan Mochamad A.A (2023:6) simulasi cisco

packet tracer merupakan aplikasi yang dapat digunakan

sebagai data simulator jaringan yang dapat bermanfaat bagi

para admin jaringan komputer atau para pembelajar/

mahasiswa yang sedang mempelajari jaringan komputer.

Packet Tracer merupakan simulator alat-alat jaringan

Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan

pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan

komputer. Program ini dibuat oleh Cisco System dan

disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah

berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama

packet tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan

pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan

juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Maka dapat disimpulkan dari penjelasan di atas Cisco

Packet Tracer adalah sebuah software atau perangkat lunak

networking yang bisa membantu atau mempermudah siswa

membuat sebuah jaringan komputer sebelum peraktik secara

nyata.
18

b. Kelebihan dan Kekurangan Cisco Packet Tracer

Menurut mochamad A.A (2023:7) kelebihan dari Cisco

Packet Tracer.

1. Dapat meningkatkan kreativitas individu karna

pembelajaran dilakukan sendiri.

2. Dimungkinkan siswa untuk mengeluarkan ide ataus

gagasan secara baik dan sistematis.

3. Dapat mengurangi biaya besar untuk melakukan

kegiatan pembuatan jaringan.

4. Pembelajaran akan lebih menarik sebab media yang

dipakai berupa visual atau gambar.

5. Dapat melakukan rancangan suatu topolagi jaringan

dengan mudah serta penempatan perangkat jaringan

dapat diatur dan ditentukan dengan baik.

Sedangkan kekurangan Cisco Packet Tracer adalah

sebagai berikut :

1. Untuk melatih alur kemampuan siswa untuk belajar

melalui media sangatlah sulit.

2. Media yang ditampilkan ada kalanya susah dipahami

oleh siswa.

3. Media yang ditampilkan memiliki komponen fisik yang

sangat terbatas.
19

4. Permasalahan yang diajukan ada kalanya tidak sesuai

dengan daya nalar siswa.

5. Harus membutuhkan konsentrasi yang tinggi,

sementara siswa sudah diajak konsentrasi penuh atau

totalitas.

c. Fitur –fitur Cisco Packet Tracer

Oris K S, (2017:14) beriut ini fitur-fitur yang ada di

cisco packet tracer bisa dilihat dibawah ini:

Gambar 2.1. Tampilan Cisco Packet Tracer

1. Menu Bar

Menu bar adalah menu yang berisi perintah –

perintah dasar seperti. Menu bar dibagi dua yaitu

dibagian atas dan bagian bawah.

2. Bagian Bawah dan Bagia Atas

New : membuat halaman kerja baru (file baru)

Open : membuka file yang sudah dibuat

Seve : menyimpan file yang sudah dibuat


20

Print : untuk mencetak halaman kerja atau topologi

yang kita buat

Copy : untuk mengcopy perangkat atau topologi

Paste : untuk mempaste perangkat atau topologi yang

telah kita copy

Undo : kembali ke awal atau membatalkan pekerjaan

terakhir

Redo : membatalkan undo

Zoom in : untuk memperbesar sebuah ukuran topologi

Zoom reset : mengembalikan ukuran ke semula

Pallet dialog

Custom device dialog

Option : preferences, user profile, algotithm setting,

view command log

Tools : drawing palette, custom device dialog

3. Extentions : Activity wizard, multiuse, IPC, scripting,

clear terminal agent, LAN multiuser agent, marvel

WAN multiuser agent, Upnp multiuser.

3. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Ahmad Susanto (2013:5) ”Hasil belajar adalah

perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang

menyangkut aspek kognetif, afektif, dan pisikomotor sebagai

hasil dari kegiatan belajar”. Hasil belajar mempunyai peran


21

penting dalam proses pembelajaran. Tujuan utama yang ingin

dicapai dalam kegiatan pembelajaran adalah hasil brlajar. Hasil

belajar digunakan untuk mengetahui sebatas mana siswa dapat

memahami serta mengerti materi tersebut.

Menurut Thobroni (2020:20) hasil belajar adalah pola-

pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap,

apresiasi dan keterampilan. Hasil belajar siswa yang

didapatkan melaluipendidikan akan mampu bersaing dalam

berbagai aktivitas kehidupan masyarakat.

Hasil belajar adalah suatu yang dicapai atau yang

diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana

hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan,

pengetahuan dan kepercayaan dasar yang terdapat dalam

berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada dari individu

penggunaan penelitian terhadap sikap, pengetahuan, kecakapan

dasar dan perubahan tingkah laku secara kuantitatif. Menurut

Sudjana (2013: 22) mengatakan, “Hasil belajar adalah

kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia

menerima pengalaman belajarnya”.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan

bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan yang didapatkan

melalui proses pembelajaran yang meliputi kemampuan

pemahaman dan aktifannya.


22

b. Jenis-Jenis Hasil Belajar

Menurut Ismail M dan Aflaha (2019:13) Jenis-Jenis hasil

belajar dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam ranah, yaitu

ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah pisikomotorik.

1. Ranah Kognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual

yang terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan,

pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi dan mencipta.

Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan

keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat

tinggi.

2. Ranah Afektif Berkenaan dengan sikap yang terdiri dari

lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi,

penilaian, organisasi dan internalisasi.

3. Ranah Psikomotor Berkenaan dengan hasil belajar

keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek

ranah psikomotor, yakni gerakan reflex, keterampilan

gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau

ketepatan, gerak keterampilan kompleks, gerakan

ekspresif dan inter pretatif.

Menurut Sudjana (2011:23) membagikan jenis hasil

belajar dalam tiga ranah yakitu:


23

1. Ranah kognetif adalah aspek yang berkaitan dengan

krtja kerja otak ketika berpikir.

2. Ranah afektif adalah proses pembelajaran yang

meliputi bagaimana individu bersikap dan bertindak

lalam lingkungan sosialnya

3. Ranah pisikomotoris adalah aspek yang berkaitan

dengan keterampilan individu dalam suatu hal

tertentu

c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Belajar menimbulkan perubahan pada diri seseorang yang

telah mengalami proses belajar. Perubahan tersebut bisa

dalam bentuk tingkah laku ataupun suatu kecakapan baru.

Menurut Andi S (2017:10) pada dasarnya belajar dipengaruhi

oleh dua faktor penting yaitu faktor internal dan faktor

eksternal. Seperti kita ketahui bersama bahwa faktor internal

tentunya kaitanya dengan dalam diri sedangkan eksternal

kaitanya dalam hal luar. Berikut ini akan dijelaskan secara

detail mengenai dua faktor tersebut.

1. Faktor Internal

Faktor internal yaitu faktor yang kaitannya dengan

diri pribadi orang tersebut selaku orang yang sedang

belajar. Faktor internal tersebut menyangkut tiga

komponen utama yaitu jasmaniah, psikologis dan faktor

kelelahan.
24

a. Faktor jasmaniah mencakup

Kesehatan. Kesehatan akan sangat berpengaruh

terhadap belajar seseorang, bila dalam kondisi sehat

tentunya orang tersebut akan mampu dan sanggup

dalam mengikuti proses belajar dengan baik, berbeda

dengan orang dalam keadaan tidak sehat. Tentunya

dalam kegiatan belajar akan banyak mengalami

kendala karna penyakit yang sedang dideritanya.

b. Cacat tubuh.

Cacat tubuh merupakan suatu kondisi dimana

seseorang memiliki bagian tubuh yang kurang

sempurna, dan cacat tubuh terjadi bisa karna

kecelakan ataupun memang bawan dari lahir.

c. Faktor pisikologis

1. Intelegensi (kecakapan menghadapi,

menyesuaikan konsep abstrak secara efektif dan

mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan

cepat).

2. Perhatian sebagai keaktifan jiwa (suatu objek)

yang dipertinggi.

3. Minat sebagai kecendrungan seseorang untuk

tetap memperhatikan dan mengenang beberapa

kegiatan, kegiatan tersebut disenangi dan

diperhatikan secara kontinyu.


25

4. Bakat (aptitude) adalah kemampuan untuk

belajar, dan kemampuan untuk terealisasi menjadi

kecakapan nyata setelah belajar.

5. Motiv kaitanya dengan tujuan, dimana tujuan

terbentuk karna adanya dorongan.

6. Kematangan merupakan suatu tingkat

perkembangan seseorang dimana bagin tubuhnya

siap untukmelaksanakan kecakapan baru.

7. Kesiapan adalah kesediaan untuk memeberi

reaksi.. kesediaan terkait dengan kematangan, dan

ketika matang maka akan siap melaksanakan

kecakapan tertentu.

d. Faktor kelelahan

Kelelahan yang dialami seseorang adalah suatu hal

yang wajar terjadi. Kelelahan dalam diri seseorang

terbagi atas dua yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan

sistem pembakaran dalam tubuh seseorang sehingga

peredaran darahnya tidak lancar, sedangkan kelelahan

rohani dapat terlihat dengan adanya kelesuan dan

kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk

menghasilkan menghilang

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dalam

luar diri individu tersebut. Faktor eksternal yang


26

berpengaruh terhadap belajar terdiri atas faktor keluarga,

sekolah, masyarakat.

a. Faktor keluarga

Berikut pengaruh keluarga dalam belajar (1) Cara

orang tua mendidik, (2) Relasi antara keluarga, (3)

Suasana rumah, (4) Keadaan ekonomu keluarga, (5)

Pengertian orang tua dan, (6) Latar belakang

kebudayaan (tingkat pendidikan dan kebiasan dari

keluarga).

b. Faktor sekolah

Sekolah merupakan lembaga formal yang

berfungsi untuk membantu peserta didik mendapatkan

pendidikan sesuai dengan perkembangannya. Dalam

pendidikan tentunya tidak terlepas dari proses belajar.

Belajar sebagai salah satu kegiatan yang terstruktur

dalam pendidikan. Berikut ada beberapa hal yang

mempengaruhi belajar diantaranya yaitu: (1) Metode

mengajar, (2) Kurikulum (sejumblah kegiatan yang

diberikan kepada peserta didik ), (3) Hubungan guru

dengan siswa, (4) Hubungan peserta didik dengan guru

(5) Disiplin sekolah, (6) Alat pengajaran, (7) Waktu

sekolah, (8) Setandar pelajaran diatas ukuran, (9)

Keadaan bangunan, (10) Metode belajar, (11) Tugas

rumah.
27

c. Faktor Masyarakat

Masyarakat merupakan salah satu faktor luar yang

berpengaruh terhadap belajar. Berikut faktor- faktor

yang berpengaruh diantaranya yaitu : (1) kegiatan

peserta didik dalam masyarakat (mengikuti kegiatan

masyarakat berdampak baik tetapi terlalu banyak akan

mengganggu belajar ), (2) media masa (bioskop, TV,

radio, majalah, buku, dll), (3) bentuk kehidupan

masyarakat (beragama, jujur, tidak terpelajar, penjudi,

pencuri, dsb).

B. Penelitian yang Relevan

Agar penelitian ini menjadi lebih terfokus pada satu masalah

penelitian dan dapat menghasilkan kebaruan penelitian, serta

memetakan posisi penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, maka

peneliti perlu melakukan studi terhadap penelitian-penelitian terdahulu

yang sejenis dengan tema penelitian yang akan dilakukan. Bedasarkan

hasil tersebut, penelitian melakukan setudi literatur penelitian

terdahulu dan hasilnya dijabarkan sebagai berikut:

Berdasarkan penelitian yang relevan yang telah dilakukan oleh

peneliti terdahulu, dan terdapat kaitannya dengan pengaruh

penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa yaitu

sebagai beerikut:

1. Fitri Eka Setia, Ptra Jaya pada tahun 2019 dengan judul

“Pengaruh Penggunaan Media Simulasi Jaringan Cisco Packet


28

Tracer Trehadap Hasil Belajar Siswa”. Tujuan dari penelitian

ini yaitu mengetahi besar pengaruh hasil belajar peserta didik

dengan melakukan penerapan pembelajaran memakai media

pembelajaran yang berbasis simulasi menggunakan cisco

packet tracer dengan pembelajaran yang memakai power point

sebagai media pembelajaran pada mata pembelajaran

administrasi infrastruktur jaringan kelas XI TKJ SMK Negri 3

Parjaman. Penelitian ini menggunakan perancangan pre-

experimental. Instrumen yang dipakai yaitu soal obektif untuk

penilaian data kognetif dan lembar penilaian praktikkumpada

penilaian data keterampilan. Disimpulkan penggunaan media

pembelajaran yang berbasis simulasi penggunaan cisco packet

tracer memeiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.

Jadi, simulasi media pembelajaran yang berbasis simulasi

menggunaan cisco packet tracer lebih effesien dipakai

dibantingkan dengan media yang menggunakan power

point.

2. Lukman Hakim, Rahmat Shofan Razaqi pada tahun 2019 yang

berjudul Pengaruh Penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer

Trehadap Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas XTKJ Pada

Mata Pembelajaran Komputer Jaringan Dasar di SMK Negeri 1

Kendit Situbondo. Tujuan dari penelitian ini dilatar belakangi

rendahnya hasil belajar siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1

Kendit Situbondo, penelitian ini menggunakan sampling


29

jenuh . menetapkan jumblah responden 26 siswa Kelas X SMK

Negri 1 Kendit sebagai responden penelitian yang diambil

secara sampling jenuh dengan cara diambil seluruh populasi.

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini

adalah metode observasi, metode angket, metode interview dan

metode dokumentasi. Dari hasil penelitian terlihat bahwa data

pengaruh penggunaan aplikasi cisco packet tracer terhadap

minat sebesar (-0,452) dan hasil belajar sebesar (-0,463) siswa

kelas X TKJ1 pada mata pelajaran komputer jaringan dasar di

SMK Negri 1 kendit sitibondo dengan pengaruh sedang.

Dengan demikian hipotesis yang dikemukakan sebelumnya

dapat diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini disebabkan

karna pada media pembelajaran Cisco Packet Tracer siswa

dibimbing untuk dapat menggunakan kemampuan potesinya.

3. Rahmad Fauzi dan Januardi Rosyidi Lubis Penelitian pada

tahun 2018 dengan judul : “Pengaruh Penggunaan Cisco

Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Teknik

Komputer Jaringan di SMK Swasta Mandiri Panyabungan”

penelitian ini bertujuan untuk mengungkap apakah hasil

belajar dengan menggunakan media pembelajaran Cisco

Packet Tracer lebih baik dari yang tidak menggunakan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen.

Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK Mitra

Mandiri Panyabungan yang terdaftar pada tahun ajaran


30

2016/2017 dan teknik dalam penentuan sampling adalah

Posttest Only Control Design. Yang menjadi sampel adalah

kelas X TKJ1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ2

sebagai kelas control. Pengumpulan data dalam penelitian

ini menggunakan tes hasil belajar berupa soalobjektif

sebanyak 30 butir soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan

menggunakan uji perbedaan dua rata-rata (t-tes). Dari hasil

penelitian terlihat bahwa kelas yang menggunakan media

pembelajaran Cisco Packet Tracer memiliki rata-rata

(75.016) lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa yang

tidak menggunakan (66.45). Sedangkan dari perhitungan t-

tes diperoleh t hitung 1.05 dengan demikian hipotesis

yang dikemukakan sebelumnya dapat diterima pada taraf

kepercayaan 95%. Hal ini disebabkan karena pada media

pembelajaran Cicso Packet Tracer siswa dibimbing untuk

dapat menggunakan kemampuan potensinya.

C. Kerangka Berpikir

Hasil belajar merupakan tujuan utama guru dalam sebuah

pencapaian siswa, karna dari hasil belajar siswa kita bisa mengetahui

sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh

guru, pada mata pelajaran dasat tehnik jaringan komputer dan

telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela kurang meningkat

karna kurangnya pemahaman siswa, agar siswa bisa memahami materi

yg diberikan oleh guru maka guru harus menggunakan media


31

pembelajaran sebagai alat bantu proses pembelajarannya , salah satu

media pembelajaran yang cocok untuk mata pelajaran dasar tehnik

jaringan komputer dan telekomunikasi ini adalah media pembelajaran

cisco packet tracer. Cisco Packet Tracer adalah sebuah simulasi

jaringan yang bisa membantu siswa memahami materi jaringan

komputer dan dapat membuat jaringan sendiri.

Maka dapat kita lihar kerangka berpikir melalui bagan dibawah ini:

Kondisi Tidak menggunakan media apapun


Awal lasung praktik secara nyata rell

Tritmen
Perlakuan Menggunakan Cisco Packet Tracer

Bahwa pada Penggunaan Cisco Packet


Kondisi
Tracer Terhadap Hasil Beajar Siswa
Akhir
Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar
Tehnik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi di SMK Nurul Islam
Sekarbela.

Gambar 2.2 Kerangka Berpikir

D. Hipotensi Penelitian

“Hiptesis adalah asumsi, pikiran atau dugaan sementara

mengenai suatu permasalahan yang harus dibuktikan kebenarannya

dengan menggunakan data atau fakta atau informasi yang diperoleh

dari hasil penelitian yang valid” (Mahmud, 2011:133). Sementara

menurut Sugiyono (2015:224). “hipotensi adalah jawaban sementara


32

terhadap masalah yang tioritis dianggap paling tinggi tingkat

kebenarannya”.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa

hipotensi penelitian adalah jawaban sementara dalam masalah peneliti

yang perlu diuji kembali keasliannya untuk mendapatkan hasil yang

valid dan realibel. Adapun hipotensi penelitian ini adalah Tidak Ada

Pengeruh Penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar

Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer

dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran

2023/2024.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

kuantitatif, sugiyono (2020: 16) metode penelitian kuantitatif dapat

diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat

positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data

bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang

telah di tetapkan.

Desain ekperimen One-Grup-Pretest-Posttest , dan tidak

menggunakan kelas kontrol pada uji coba. Sesuai dengan rumusan

masalah dan tujuan yang akan dicoba dalam penelitian, desain dilakukan

dengan membandingkan hasil Pretest dan Posttest pada kelompok yang

akan di ujicoba. Dengan variabel terikat dan variabel Bebas.

O1 X O2

(Sumber,Sugiyono 2018:75)

Keterangan
o 1 = Nilai perencanaan penelitian ( sebelum diberikan perlakuan)

o 2 = Nilai perencanaan penelitian (setelah diberikan perlakuan)


X = Perlakuan

32
33

B. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Sugiyono (2015:117), dalam penelitian kuantitatif, populasi

adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek mempnyai

kuantitas dan karakteristik tertentu yang yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Berdasarkan keterangan di atas maka populasi dalam penelitian

ini adalah seluruh siswa kelas X tehnik komputer Jaringan (TKJ) di

SMK Nurul Islam Sekarbela yang berjumlah 26 siswa.

Tablel 3.1. Data Jumblah Siswa Kelas X SMK Nurul Islam Sekarbela
Tahun ajaran 2023/2024
N
Jenis Kelamin Kelas Jumblah Total
o
Laki-Laki 16
1 X 26
Perempuan 10

2. Sampel

Sampel merupakan sebagian dari populasi yang akan diteliti.

Menurut Sugiyono (2018:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, sampel yang

diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representatif atau

mewakili populasi yang diteliti. Menurutnya ukuran sampel yang

layak dalam penelitian kuantitatif adalah antara 30 sampai 500.

Sedangkan Roscoe (1975:253) mejelaskan bahwa ukuran sampel

sebuah penelitian eksperimental secara sederhana, maka dilakukan


34

kontrol eksperimen yang ketat, yakni dengan ukuran sampel kecil

antara 10-20 responden.

Berdasarkan pendapat di atas dan dengan jumlah siswa di kelas

X TKJ di SMK Nurul Islam Sekarbela yang terbatas yaitu berjumlah

26 siswa, maka peneliti mengambil seluruh siswa tersebut menjadi

responden dalam penelitian ini atau disebut sampel jenuh.

C. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah metode yang diguanakan untuk mengukur

dan mengumpulkan data pada karya ilmiah. Instrumen penelitian

sangatlah penting karna dapat memepengaruhi validitas data yang

digunakan dalam penelitian. Sugiyono (2018:102), menjelaskan bahwa

instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur

kejadian (variabel penelitian) alam maupun sosial yang diamati. Maka

instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Prittes-posttest

sebagai metode utama yang menggunakan 25 pilihan ganda, observasi

sebagai pendukung dan dokumentasi sebagai metode pelengkap.

D. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

sebagai berikut:

1. Test

Test adalah rangkaian kata atau kalimat yang memiliki struktur

dan tata bahasa tertentu serta bisa disusun secara lisan maupun

tulisan. Menurut Esty Aryani Safithry (2018:2) ”tes (test) merupakan


35

suatu alat penilaian dalam bentuk tulisan untuk mencatat atau

mengamati prestasi siswa yang sejalan dengan target penelitian ”.

cara penilainanya nanti satu soal yg benar akan diberi nilai B=1 dan

S=0 dan tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pret test –

post test.

a. Pre-test dadalah dilakukan untuk mengukur kemampuan awal

subyek penelitian sebelum diberikan perlakuan.

b. Post-test adalah dilakukan setelah pemberian perlakuan terhadap

dua kelas menjadi sabyek penelitian dengan soal yang setara.

2. Observasi

Menurut Morisan (2017:143), observasi atau pengamatan adalah

kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indra

sebagai alat bantu utamanya. Dengan kata lain observasi adalah

kemampuan seseorang untuk untuk menggunakan pengamatannya

melalui hasil kerja pancaindranya.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah pengumpulan informasi dalam bidang

pengetahuan. Pada tahap ini peneliti akan pengumpulan bukti dan

keterangan dalam bentuk gambar, kutipan, guntingan koran, dan

bahan refrensi. Selain itu pada tahp ini peneliti dokumentasi dapat

berbentuk catatan peristiwa yang sudah terjadi maaupun sedang

terjadi.
36

E. Teknik Analisis Data

Tehnik analisis data adalah proses pembelajaran dan mengelola data

untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan informasi penting yang

terkandung didalamnya. Analisis data merupakan proses untuk

mengelompokkan pengurutan data kedalam ketentuan-ketentuan yang ada

untuk memperoleh hasil sesuai dengan data yang telah didapatkan

(Sugiyono; 2016:60).

Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data

statistik dengan rumus uji t (t-test) sebagai berikut:

Md
t

√ ∑ 2−
d
( ∑ d )2

N (N−1)
N

Keterangan :
Md = mean dari perbedaan Pre-tes dan Post-tes
Xd = devinisi masing-masing subjek (d-Md)
∑ x d = jumblah kuadrat devinisi
2

N = subjek pada sampel


d .b = ditemukan dengan N-1 (Sugiyono, 2014 :224).
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Dskripsi Data

1. Persiapan penelitian

Sebelum melakukan penelitian tentang Penggunaan Cisco Packet

Tracr Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran

Dasar Thnik Jarinnan Komputar dan Telokomunikasi di SMK Nurul

Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/ 2024, terlebih dahulu dilakukan

persipan pesrsipan terkait dengan prosdur yang ditempuh untuk

mendapatkan surat ijin penenelitian, yak ni sebage berikut:

a. Menyiapkan Surat Ijin Penelitian

Ada pun surat ijin yang perlu disiapkan dalam penelitian adalah

1. Mengurus surat permohnan ijin mengadakan penelitian pakultas

ilmu pendidikan dan pesikologi universitas pendidikan mandalika

mataram dengan nomar 399/ FIPP/ UNDIKMA/ 2024.

2. Surat izin pemohonan mengadakan penelitian dari fakultas

tersebut disampaikan kepada kepala sekolah SMK Nuru Islam

Sekarbela.

3. Mengambil surat keterangan telah melakukan penelitian dari SMK

Nurul Islam Sekarbela dan dikeluarkan surat dengan nomor :

284/SKP/YPPNIS/SMK-NIS/VI/2024.

37
38

b. Menyiapkan Instrumen Penelitian

Sebagian yang diuraikan dalam bab lll, telah dijelaskan mengenai

instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah tes yang secara langsung dijawab oleh responden dengan item

pertanyaan sebanyak 25 soal pilihan ganda instrumen pendukung

observasi dan dokumentasi digunakan untuk melengkapi penelitian ini

guna mempermudah dalam memperoleh data yang diperlukan dalam

melaksanakan penelitian.

2. Pelaksanaan penelitian

Untuk mendapatkan data penelitian yang akurat tentang penggunaan

Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata

Pelajaran Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK

Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024 dilakukan dengan tahap

tahapan sebagai beriikut :

a. Penentuan Subjek Penelitian

Dalam bab lll telah diurakan bahwa yang menjadi Subyek dalam

peneliian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK Nurul Islam

Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumblah 26 siswa.

Tabel 4.1 Daftar nama subjek penelitian siswa kelas X SMK Nurul
Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
No Nama Jenis Kelamin (L/P) Kelas
1 L X (TKJ)
AGF
2 L X (TKJ)
AS
39

3 L X (TKJ)
AM
4 L X (TKJ)
AS
5 L X (TKJ)
AJP
6 L X (TKJ)
AA
7 P X (TKJ)
DA
8 L X (TKJ)
HZM
9 L X (TKJ)
HI
10 L X (TKJ)
IF
11 L X (TKJ)
JF
12 L X (TKJ)
KF
13 P X (TKJ)
LMA
14 L X (TKJ)
MS
15 L X (TKJ)
MA
16 L X (TKJ)
MFA
17 P X (TKJ)
NU
18 P X (TKJ)
NZ
19 P X (TKJ)
NS
20 P X (TKJ)
RS
21 P X (TKJ)
SM
22 P X (TKJ)
SPT
23 P X (TKJ)
SR
24 P X (TKJ)
SBSA
25 L X (TKJ)
SW
40

26 L X (TKJ)
TAF

b. Lokasi Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMK Nurul Islam Sekarbela, Jln.

Swasempada XL kakalik, kelurahan. Karang Pule, Kecamatan.

Seekarbela, Kota Mataram.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan kurang lebih 5 kali pertemuan dari selasa,

28 Mei 2023 sampe dengan 12 juni 2024. Penelitian dilakukan

kurang lebih 1 bulan. Adapun jadwal pelajksanaan penelitian dapat

dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Jadwal Penelitian Data Tentang Penggunaan Cisco Packet


Tracr Terhadap Hasil Belajar Kelas X Pada Mata
Pelajaran Dasar Thnik Jarinnan Komputar dan
Telokomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/ 2024.

No Tanggal Waktu Kegiatan


Membuat surat izin
1 Sabtu 25 Mei 2024 08: 30 - 09: 20 penelitian dari fakultas
FIPP UNDIKMA
Pemberian surat ke
2 Sabtu 25 Mei 2024 10:00 – 12 : 30 sekolaha

Lagkah awal
3 Selasa 28 mei 2024 11: 30 – 12: 30 Pemberian Pre-test pada
siswa
3 Rabu 39 Mei 2024 10 :25-12:15 Pemberianan materi
pembelajaran tentang IP
Address kepada siswa
41

dan mengguakan cisco


packet tracer sebagai
media pembelajaran
Pemberianan materi
pembelajaran tentang IP
Address kepada siswa
4 Kamis 30 juni 2024 9:00-10:30
dan mengguakan cisco
packet tracer sebagai
media pembelajaran
Pemberianan materi
pembelajaran tentang IP
Address kepada siswa
5 Selasa 6 juni 2024 10:00-11:30
dan mengguakan cisco
packet tracer sebagai
media pembelajaran
Langkah terahir
6 Rabu 12 juni 2024 10 :25-12:15 Pemberian Post-test
kepada siswa

c. Pengumpulan Data

Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah menggunakan tes, dokumentasi dan metode

observasi sebagai pelengkap.

1. Metode tes

Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan

metode tes berupa pre-tes dan post-tes. Pre-test dilakukan untuk

mengetahui hasil belajar siswa tanpa menggunakan media

pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Dasar

Thnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul

Islam Sekarbela. Sedangkan pemberian post-test dimaksudkan

untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah melakukan


42

pembelajaran menggunakan media pembelajaran cisco packet

tracer. Jadi, metode tes ini dilakukan untuk mengetahui hasil

belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan

2. Metode Dokumentasi

Pengumpulan data dengan metode dokumentasi ini

dimaksudkan untuk memperoleh data beberapa presensi, kalender

akademik, profil sekolah dan foto-foto atau video kegiatan selama

melakukan penelitian sebagai bukti untuk memperoleh data tentang

penelitian yg telah dilakukan.

3. Metode Observasi

Metode observasi dilakukan sebelum melakukan penelitian

untuk melihat tindakan atau solusi yang akan diberikan kepada

subjek penelitian, dimana peneliti mengamati keseluruhan perilaku

siswa sebagai sasaran responden yaitu kelas X SMK Nurul Islam

Sekarbela.

Tabel 4.3 Rekaptulasi Skor Data Pre-test dan Post-test Kelas X


TKJ di SMK Nurul Islam Sekarbela.
43

No Nama Pretest Postest


1 7 19
AGF
2 12 18
AS
3 10 17
AM
4 6 14
AS
5 14 19
AJP
6 16 20
AA
7 6 19
DA
8 0 17
HZM
9 10 15
HI
10 11 18
IF
11 9 18
JF
12 8 19
KF
13 12 19
LMA
14 8 19
MS
15 12 20
MA
16 0 17
MFA
17 11 19
NU
18 6 18
NZ
19 11 20
NS
20 8 17
RS
21 14 21
SM
22 7 18
SPT
23 15 21
SR
24 13 21
SBSA
25 15 22
SW
26 6 17
TAF
44

B. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis ini adalah suatu cara unruk mengetahui berhasil atau

tidaknya penelitian yang telah dilakukan. Dengan penelitian ini, data diperoleh

melalui instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan rumus t-

test, t-tabel dilakukan untuk mengetahui Penggunaan Cisco Packet Tracer

sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa digunakan untuk

menguji hipotesis yang diajukan. Adapun langkah-langkah yang diterapakan

dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Merumuskan Hipotesis Nilai (Ho)

Sehubung data menggunakan analisis data statistik, maka hipotesis

alternatif (Ha) yang berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer

Terdapat Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik

Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela

Tahun Ajaran 2023/2024.” Maka perlu diubah terlebih dahulu ke dalam

hipotesis nilai (Ho) yang berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer

Tidak ada Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik
45

Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela

Tahun Ajaran 2023/2024.”

2. Membuat Tabel Kerja

Menyusun tabel deviasi pre-tes dan post-test dimasukan untuk

mengetahui deviasi yang akan diperoleh sebelum dan sesudah pemberian

instrumen dengan menggunakan tes dari Penggunaan Cisco Packet Tracer.

Sesuai dengan rumus yang digunakan, maka tabel kerja untuk pengujian

hipotesis dapat dijelaskan dengan tabel dibawah ini.

Tabel 4.4. Tabel Kerja Pengujian Hipotesis Tentang Penggunaan


Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata
Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/2024.
46

NO Subyek Kelas X1 X2 d d2

1. AGF 28 76 -48 2.304

2. AS 48 72 -24 576

3. AM 40 68 -28 784

4. AS 24 56 -32 1.024

5. AJP 56 76 -20 400

6. AA 64 80 -16 256

7. DA 24 76 -52 2.704

8. HZM 0 68 -68 4.624

9. HI 40 60 -20 400

10. IF 44 72 -28 784

11. JF 36 72 -36 1.296

12. KF 32 76 -44 1.936

13. LMA 48 76 -28 784

14. MS 32 76 -44 1.936

15. MA 48 80 -32 1.024

16. MFA 0 68 -68 4.624

17. NU 44 76 -32 1.024

18. NZ 24 72 -48 2.304

19. NS 44 80 -36 1.296

20. RS 32 68 -36 1.296

21. SM 56 84 -28 784

22. SPT 28 72 -44 1.936

23. SR 60 84 -24 576

24. SBSA 52 84 -32 1.024

25. SW 60 88 -28 784

26. TAF 24 68 -44 1.936

Jumblah 38 74,5 940 38.416


47

3.

3. Memasukan Data Kedalam Rumus

Berdasarkan hasil data pada tabel di atas, untuk memperoleh hasil data

tersebut, terlebih dahulu dilakukan penghitungan menggunakan rumus Md

sebelum memasukan rumus pokok. Adapun rumus Md yang dilakukan

sebagai berikut:

Md =
∑d = 940
= 36,1
n 26

Setelah Md diketahui, berulah dimasukan ke dalam rumus pokok uji t

sebagai berikut :
48

Md
t

√ ∑ 2−
d
( ∑ d )2

N (N−1)
N

36 , 1
t=

√ 38.416−
940
26
26 (26−1)

36 , 1
t=

√ 38.416−
883.600

26.25
26

36 ,1
t=
√−32.507 , 07
650

36 , 1
t=
√56.164

36 , 1
t=
7,494

t=4,817

4. Menguji Nilai t

Bedasarkan perhitungan diatas thitung 4,817 selanjutnya dikonsultasikan

dengan ttabel pada taraf signifikan 5% (0.05) dengan df = N-K = 26-2 = 24,

nilai ttabel = 2,064. Dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel atau
49

4,817>2,064. Berdasarkan kenyataan tersebut maka hipotesis alternatif

(Ha) yang diajukan yakni Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Terdapat

Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan

Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun

Ajaran 2023/2024” diterima dan sebaliknya hipotesis nihil (H 0) yang

berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Tidak ditemeukan Hasil

Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan

Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun

Ajaran 2023/2024” ditolak.

5. Menarik Kesimpulan

Berdasarkan nilai dari hasil uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitung

sebesar 4,817 dan ttabel sebesar 2,064. Kenyataan ini menunjukan bahwa

thitung lebih besar dari ttabel (4,817>2,064). Maka hipotesis nihil (H0) yang

berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Tidak ditemeukan Hasil

Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan

Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun

Ajaran 2023/2024” ditolak dan sebaliknya hifotesis alternatif (H a) yang

diajukan yakni Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Terdapat Hasil

Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan

Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun

Ajaran 2023/2024” diterima. Dengan demikian hasil dari penelitian ini

sadalah signifikan.
50

C. Pembahasan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMK Nurul Islam Sekarbela

menunjukan bahwa yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah seluruh

siswa kelas X TKJ SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.

Dalam penelitian ini menggunakan desain ekaperimen one group pretest-

posttest, rekaptulasi nilai awal siswa kelas X TKJ Mata Pelajaran Dasar

Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Materi IP Address adalah

diperoleh nilai pretest 38 sedangkan rekaptulasi nilai posttes 74,5 dapat dilihat

bahwa skor nilai data pretest lebih rendah dibandingkan hasil nilai post-tes.

Data ini menunjukan bahwa adanya perbedaan hasil Belajar siswa sebelum

dan sesudah menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer.

Bedasarkan hasil analisis data didapati bahwa t hitung > ttabel, yaitu 4,817

> 2,064 pada taraf signifikan 5% (0.05) dengan db = N-1 = 26-1 = 25, dengan

demikian maka hipotesis nihil (H0) yang berbunyi “Tidak ada pengaruh

penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer terhadap Hasil Beajar Siswa Kelas

X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024” ditolak dan

sebaliknya hifotesis alternatif (H a) yang diajukan yakni Pada “Ada pengaruh

penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Beajar Siswa Kelas

X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024” diterima. Sehingga

pada penggunaan media pembelajaran Cisco Packet Tracer lebih

meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan sebelum menggunakan


51

Aplikasi pembelajaran, dengan demikian hasil dari penelitian ini adalah

signifikan.

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh

penggunaan media pembelajaran yang berbasis simulasi penggunaan cisco

packet tracer memeiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Jadi,

simulasi media pembelajaran yang berbasis simulasi menggunaan cisco

packet tracer lebih effesien dipakai dibantingkan dengan media yang

menggunakan power point (Fitri Eka Setia, Ptra Jaya; 2019).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan

menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer dapat meningkatkan hasil belajar

siswa karena dengan menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer siswa dapat

memahami materi dan mengetahui cara menghubungkan komputer satu dan

komputer lainya dengan mudah.

Penelitian ini juga sejalan dengan pendapatnya Dian Ariawal dan Onno

W Purbo, (2016:3), Cisco Packet Tracer adalah software simulasi yang

diluncurkan oleh Cisco Sistem yang di fungsikan sebagai media pembelajaran,

pelatihan dan penelitian simulasi jaringan komputer. Menurut ahli lain Tarmin

abdulghani (2016:6) Cisco packet tracer merupakan program simulasi

networking kuat yang memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan

perilaku jaringan & bertanya pertanyaan “bagaimana jika ”. sebagai bagian

integral dari akademi jaringan pengalaman belajar yang lengkap, packet tracer

memberikan simulasi, visualisasi, authoring, penelian, & kolaborasi


52

kemampuan & memfasilitasi mengajar & belajar dari konsep teknologi yang

kompleks.

Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh

Lukman Hakim, Rahmat Shofan Razaqi pada tahun 2019 yang berjudul

Pengaruh Penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer Trehadap Minat dan Hasil

Belajar Siswa Kelas X TKJ Pada Mata Pembelajaran Komputer Jaringan Dasar

di SMK Negeri 1 Kendit Situbondo. Dari hasil penelitian terlihat bahwa data

pengaruh penggunaan aplikasi cisco packet tracer terhadap minat sebesar (-

0,452) dan hasil belajar sebesar (-0,463) siswa kelas X TKJ1 pada mata

pelajaran komputer jaringan dasar di SMK Negri 1 kendit sitibondo dengan

pengaruh sedang. Dengan demikian hipotesis yang dikemukakan sebelumnya

dapat diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini disebabkan karna pada

media pembelajaran Cisco Packet Tracer siswa dibimbing untuk dapat

menggunakan kemampuan potesinya.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan nilai dari hasil uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitung

sebesar 4,817 dan ttabel sebesar 2,064. Kenyataan ini menunjukan bahwa

thitung lebih besar dari ttabel (4,817>2,064). Maka hipotesis nihil (H0) yang

berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Tidak ditemeukan Hasil

Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan

Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun

Ajaran 2023/2024” ditolak dan sebaliknya hifotesis alternatif (H a) yang

diajukan yakni Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Terdapat Hasil

Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan

Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun

Ajaran 2023/2024” diterima. Dengan demikian hasil dari penelitian ini

sadalah signifikan.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diambil, maka hasil penelitian ini

memberikan saran-saraan sebagai berikut:

1. Kepala sekolah diharapkan dapat mengarahkan guru untuk

menggunakan Cisco Packet Tracker sebagai media pembelajaran.

51
52

2. Disarankan kepada guru khususnya guru mata pelajaran Dasar Tknik

Jaringan Komputer dan Telekomunikasi agar mempertimbangkan

penggunaan media pembelajaran Cisco Packet Tracker dalam

pembelajaran

3. Para siswa diharapkan melalui penggunaan Cisco Packet Tracker dapat

meningkatkan hasil belajar siswa .


53

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad S. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah D asar.
Jakarta :kencana.
Andi, S. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Ponogoro: Uwais Inspirasi
Indonesia.
Arsyad, A. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Arsyad, A. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Arsyad, A. 2019. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Bulkia, R. 2020. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Dian, A dan Ono W.P. 2016. Simulasi Jaringan Komputer dengan Cisco
Packet Tracker. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Esty, A.S. 2018. Asesmen Teknik Dan Non Tes. Purwokerto:CV Irdh .
Fauzi, R., Kom, M., & Lubis, J. R. (2018). PENGARUH PENGGUNAAN
CISCO PACKET TRACER TERHADAP HASIL BELAJAR
SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DI SMK
SWASTA MITRA MANDIRI PANYABUNGAN. Jurnal
Education and Development, 3(2), 61-64.
Hakim, L., & Razaqi, R. S. (2019). Pengaruh Penggunaan Aplikasi Cisco
Packet Tracer Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X
TKJ1 Pada Mata Pelajaran Komputer Jaringan Dasar Di SMK
Negeri 1 Kendit Situbondo. EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan,
Sains dan Teknologi, 6(2), 39-53.
Haryanto. 2015. Teknologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Ina, M, dan PGSD 4G. 2021. Tulisan Bersama Tentang Media
Pembelajaran SD, Bojong Genteng : CV Jejak.
Ismail, M dan Aflaha. 2019. Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran. Jejak
Publishing: CV
Jaka W.K, Supardi, Rijalul A, Hamidah, Ratna, Fitrah M, Sepriano. 2023.
Dimensi Media Pembelajaran. Kota Jambi: PT. Sonpedia
Publishing Indonesia.
54

Kustandi, Cecep., dan Sutjipto, Bambang. 2013. Media Pembelajaran:


Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Maesarah, Romi M, Putri A, Putu S.N, Mayasari, Suyuti, Saptadi N.T,
Muhammad A.W, Asri V.T, Meike I, Victoria K.A, Veronike E.T.
2023. Media Pembelajaran. Serang Banten: PT Sada Kurnia
Pustaka.
Mochamad, A.A. 2023. Jaringan Komputer Menggunakan Cisco Packet
Tracer (CCNA Preparation). Jawa Barat: CV. Adanu Mata.
Morrisan 2017. Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana.
Oris K.S. 2017. 13 Lab Cisco Packet Tracer. Surakarta : Percetakan CV
Oase Group.
Rahmi, M, A, Putri T.A, Dumaris E S, Lina A.F, Hafidhah H, Muh R.A,
Teguh A, dan Ilham K. 2022. Media Pembelajaran. Sumatra Barat:
PT. Global Eksekutif Teknologi.
Roscoe, J. T. 1975. Fundamental Research Statistics for the Behavioral
Sciences. Edisi Kedua. New York: Holt Rinehart & Winston.
Setia, F. E., & Jaya, P. (2019). Pengaruh Penggunaan Media Simulasi
Jaringan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar
Siswa. Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan
Informatika), 7(1), 81-86.
Sofana, I. 2012. Cisco CCNA & Jaringan Komputer. Informatika Bandung:
Bandung.
Sudjana, N dan Ahmad, R. 2011. Media Pengajaran (Penggunaan dan
Pembuatannya). Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sudjana, N. 2011. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung:
Rosda Karya.
Sudjana, N. 2013. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algensindo.
Sugiyono 2014. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung Alfabeta, CV.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
55

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.


Bandung : Alfabeta, CV.
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Tarmin, A. 2020. Pengembangan Jaringan Komputer Berbasis Virtual
dengan Mempergunakan Cisco Packet Tracer. Yogyakarta: Zahir
Publising.
Thobroni, M. 2020. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media.
Yuniastuti, Miftakhuddin, Muhamad K. 2022. Media Pembelajaran Untuk
Generasi Milenial. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.
56

LAMPIRAN-LAMPIRAN
57

Lampiran 01. Surat Mengadakan Permohonan Seminar


58

Lampiran 02. Surat Acara Seminar


59

Lampiran 03. Daftar Hadir Peserta Seminar FIPP UNDIKMA


60

Lampiran 04. Kartu Seminar


61

Lampiran 05. Surat Izin Mengadakan Penelitian Dari Fakultas


62
63

Lampiran 06. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di SMK Nurul Islam
Sekarbela
64

Lampiran 07. Kartu Konsultasi Skripsi


65

Lampiran 08. Kisi-kisi Instrumen Pre-test

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN SOAL PRE-TEST

Mata Pelajaran : Dasat-dasar Teknik Jaringan Komputer dan


Telekomunikasi
Pokok Bahasan : IPV4 Address
Kelas/Semester : X/2
Waktu : 50 Menit
Setandar Kopetensi :
Memahami prinsip dasar sistem IPV4/IPV6, TCP IP, Networking Service dan
Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi

Kopetensi Dasar No soal Indikator Soal Bentuk soal

Memahami prinsip 1,2,3,4-  Nilai defaulit subnet mask : Pilihan


dasar sistem 25 20, 21, 22, 23, 24, Ganda
IPV4/IPV6, TCP IP,  Ip address dan alamat yang
Networking Service dan dimilikinya : 1, 2, 3, 12, 17,
Sistem Keamanan 18, 19, 25.
Jaringan  Bebrapa kelas ip address :7,
Telekomunikasi 8, 9, 11, 12, 13, 15, 16, 23.
 Metode yang digun akan
subnet network dan beberapa
ip address yg tidak bisa
dipakek: 5, 10.
 Notasi pada ipv4 dan blok yg
dimiliki ipv4 pada :4, 6,
66

Lampiran 09. Kisi-kisi Instrumen Post-test

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN SOAL POST-TEST

Mata Pelajaran : Dasat-dasar Teknik Jaringan Komputer dan


Telekomunikasi
Pokok Bahasan : IPV4 Address
Kelas/Semester : X/2
Waktu : 50 Menit
Setandar Kopetensi :
Memahami prinsip dasar sistem IPV4/IPV6, TCP IP, Networking Service dan
Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi

Kopetensi Dasar Indikator Soal Bentuk soal

Memahami prinsip  Nilai defaulit subnet mask : Pilihan


dasar sistem 1, 9, 13, 15, 22, 25. Ganda
IPV4/IPV6, TCP IP,  Ip address dan alamat yang
Networking Service dan dimilikinya : 2, 3, 5, 12, 16,
Sistem Keamanan 17, 18, 19.
Jaringan  Bebrapa kelas ip address :
Telekomunikasi 10, 11, 23.
 Metode yang digun akan
subnet network dan kode yg
dimiliki ip address: 7, 21.
 Notasi pada ipv4 dan blok yg
dimiliki ipv4 pada :6, 8.

Lampiran 10. Instrumen Pre-test

INSTRUMEN PENELITIAN SOAL PRET TEST


67

Satuan pendidikan : SMK


Kompetensi Keahlian : Teknik Jaringan Komputer (TKJ)
Mata Pelajaran : Dasar – dasar Teknik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi
Kelas / Semester : X/genap
Waktu : 50 menit

Nama Sekolah :..................................................................


Nama Siswa :..................................................................
Kelas/ Nomor Absen :..................................................................

1. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada
salah satu huruf a,b,c dan d.
1. Sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan
komputer lain disebut dengan...
a. IP Address
b. Broadcast Address
c. Netmask/Subnet Mask
d. Gateway
2. IPv 4 Terdiri dari...
a. Net ID & Host ID
b. Kode Vendor & Kode Hardware
c. Broadcast & Netmask
d. FLSM & VLSM
3. IPv4 terdiri dari berapa Byte dan bit .....
a. 40 bit & 32 Byte
b. 48 Byte & 6 bit
c. 4 Byte & 32 bit
d. 32 Byte & 4 bit
4. Notasi untuk IPv4 disebut dengan...
68

a. Dotted Decimal Notation


b. Colon Hexa Decimal Notation
c. Semi Colon Equal Decimal
d. Dot Octal Notation
5. Suatu cara / metode yang digunakan membagi sebuah network menjadi
beberapa subnetwork disebut dengan...
a. Subnetting
b. Subnet Mask
c. Broadcast
d. Dotted Decimal Notation
6. IPv4 terdiri dari berapa blok ....
a. 5 Blok
b. 4 Blok
c. 3 Blok
d. 2 Blok
7. Penulisan IP Address versi 4 di bawah ini yang benar adalah...
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]

8. IPv4 Terdiri dari berapa kelas .....


a. 3 Kelas
b. 4 Kelas
c. 2 Kelas
d. 5 kelas
9. Pada jaringan komputer yang menggunakan IPv4, kelas yang bisa
digunakan antara lain...
a. A, B dan C
b. A, B dan D
69

c. B, C
d. A, B, C dan D
10. Beberapa IP Address yang tidak boleh dipakai, kecuali...
a. Broadcast
b. Loopback Address
c. Subnet Mask
d. Range Host yang valid
11. Pada IPv4 kelas D digunakan untuk ...
a. Multicasting
b. Eksperimen
c. Unicast
d. Anycast
12. Range kelas B pada IPv4 yaitu...
a. 224 - 239
b. 128 - 191
c. 0 - 127
d. 240 - 255
13. Bit awal kelas C pada IPv4 adalah...
a. 1110
b. 0
c. 110
d. 10
14. Fungsi bit awal ( Leading bits ) pada IPv4 adalah...
a. Mencari Subnet Address
b. Menghitung Jumlah host per subnet
c. Mencari Broadcast Address
d. Inisialisasi nilai biner antara kelas satu dengan kelas lainnya
15. Jumlah Net ID dan Host ID untuk kelas C pada pada IPv4 adalah...
a. 24 Byte & 8 Byte
b. 8 bit dan 24 Byte
70

c. 16 bit & 2 Byte


d. 3 Byte & 8 bit
16. Jumlah host yang valid pada kelas C ( Classful ), sebanyak...
a. 16,777,216 Host per Subnet
b. 256 Host per Subnet
c. 65,536 Host per Subnet
d. 254 Host per Subnet
17. IPv6 memiliki berapa berapa Byte .....
a. 128 Byte
b. 6 Byte
c. 4 Byte
d. 16 Byte
18. Dibawah ini merupakan jenis – jenis alamat yang terdapat pada IPv6 kecuali...
a. Alamat Global Unicast
b. Alamat Broadcast
c. Alamat link-local
d. Alamat site-local
19. Seperti IPv4, IPv6 juga mendukung private address yang dipresentasikan
dengan kode...
a. Fe80::/ 10
b. 2000:: /3
c. ::1
d. FF02::1:FF00:1
20. MAC atau Media Access Control di OSI Layer ada pada layer ...
a. Session Layer
b. Physical Layer
c. Transport Layer
d. Data Link Layer
21. Urutan lapisan OSI mulai dari layer satu adalah :
71

a. Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link,


Physical
b. Application, Presentation, Transport, Session, Network, Data Link,
Physical
c. Application, Presentation, Session, Network, Transport, Data Link,
Physical
d. Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation,
Application
22. Apakah yang dilewatkan dan diteruskan oleh router :
a. Data
b. Segment
c. Packet
d. Frame
23. Beberapa karakterisstik dari protokol TCP , Kecuali .....
a. Connection Oriented
b. Reliable ( Handal )
c. Connectionsless ( Tanpa Koneksi )
d. Full Duplex
24. Macam – macam protocol antara lain, Kecuali...
a. Ethernet.
b. Token Ring.
c. Internet
d. FDDI
25. Pada dasarnya, arsitektur IPv4 menganut konsep...
a. Classful Addressing
b. Unicast Addresses
c. Address Prefixes
d. Experimental
72

Kunci Jawaban
1. A 11.A 21.D
2.A 12.B 22.C
3. C 13.C 23.C
4. A 14.D 24.C
5. A 15.D 25.A
6. B 16.D
7. A 17.D
8. D 18.B
9. A 19.A
10. D 20.D
73
74
75
76
77
78
79

Lampiran 11. Instrumen Post-test


INSTRUMEN PENELITIAN SOAL POST TEST

Satuan pendidikan : SMK


Kompetensi Keahlian : Teknik Jaringan Komputer (TKJ)
Mata Pelajaran : Dasar – dasar Teknik Jaringan Komputer dan
Kelas / Semester : X/genap
Waktu : 50 menit

Nama Sekolah :..................................................................


Nama Siswa :..................................................................
Kelas/ Nomor Absen :..................................................................

Uji Kompetensi
1. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda
silang (X) pada salah satu huruf a,b,c dan d.
1. Nilai Default Subnet Mask untuk kelas B pada IPv4 adalah...
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
2. Bit awal kelas C pada IPv4 adalah...
a. 1111
b. 0
c. 110
d. 10
3. Sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling
terhubung dengan komputer lain disebut dengan...
a. IP Address
b. Broadcast Address
80

c. Netmask/Subnet Mask
d. Gateway
4. IPv 4 Terdiri dari...
a. Net ID & Host ID
b. Kode Vendor & Kode Hardware
c. Broadcast & Netmask
d. FLSM & VLSM
5. IPv4 terdiri dari berapa Byte dan bit .....
a. 40 bit & 32 Byte
b. 48 Byte & 6 bit
c. 4 Byte & 32 bit
d. 32 Byte & 4 bit
6. Notasi untuk IPv4 disebut dengan...
a. Dotted Decimal Notation
b. Colon Hexa Decimal Notation
c. Semi Colon Equal Decimal
d. Dot Octal Notation
7. Suatu cara / metode yang digunakan membagi sebuah network
menjadi beberapa subnetwork disebut dengan...
a. Subnetting
b. Subnet Mask
c. Broadcast
d. Dotted Decimal Notation

8. IPv4 terdiri dari berapa blok ....


a. 5 Blok
b. 4 Blok
c. 3 Blok
d. 2 Blok
9. Penulisan IP Address versi 4 di bawah ini yang benar adalah...
81

a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
10. IPv4 Terdiri dari berapa kelas .....
a. 3 Kelas
b. 4 Kelas
c. 2 Kelas
d. 5 kelas
11. Pada jaringan komputer yang menggunakan IPv4, kelas
yang bisa digunakan antara lain...
a. A, B dan C
b. A, B dan D
c. B, C
d. A, B, C dan D
12. Beberapa IP Address yang tidak boleh dipakai, kecuali...
a. Broadcast
b. Loopback Address
c. Subnet Mask
d. Range Host yang valid
13. Subnet mask default untuk kelas A adalah:
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
14. Bagian-bagian dari IP address adalah:
a. Subnet, Gateway, DNS, Broadcast
b. Network, Subnet, Host, Broadcast
c. Network, Subnet, Host, Domain
d. Network, Subnet, Host, Gateway
82

15. Contoh IP address yang valid adalah:


a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
16. Fungsi bit awal ( Leading bits ) pada IPv4 adalah...
a. Mencari Subnet Address
b. Menghitung Jumlah host per subnet
c. Mencari Broadcast Address
d. Inisialisasi nilai biner antara kelas satu dengan kelas
lainnya
17. Jumlah Net ID dan Host ID untuk kelas C pada
pada IPv4 adalah...
a. 24 Byte & 8 Byte
b. 8 bit dan 24 Byte
c. 16 bit & 2 Byte
d. 3 Byte & 8 bit
18. Jumlah host yang valid pada kelas C ( Classful ), sebanyak...
a. 16,777,216 Host per Subnet
b. 256 Host per Subnet
c. 65,536 Host per Subnet
d. 254 Host per Subnet
19. IPv6 memiliki berapa berapa Byte .....
a. 128 Byte
b. 6 Byte
c. 4 Byte
d. 16 Byte
20. Dibawah ini merupakan jenis – jenis alamat yang terdapat pada
IPv6 kecuali...
a. Alamat Global Unicast
83

b. Alamat Broadcast
c. Alamat link-local
d. Alamat site-local
21. Seperti IPv4, IPv6 juga mendukung private address yang
dipresentasikan dengan kode...
a. Fe80::/ 10
b. 2000:: /3
c. ::1
d. FF02::1:FF00:1
22. MAC atau Media Access Control di OSI Layer ada pada
layer ...
a. Session Layer
b. Physical Layer
c. Transport Layer
d. Data Link Layer

23. Penulisan IP addres 11000000.10101000.00000010.00001000


dalam bentuk decimal ditulis sebagai berikut.
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
24. Untuk mengetahui IP address sebuah PC yang tersambung ke
jaringan menggunakan perintah.
a. chkdsk
b. command
c. ipconfig
d. ping
25. Bebrapa computer yang dapat saling berhubungan dan
melakukan komunikasi satu sama lain dengan menggunakan
84

perangkat jaringan seperti ethernet catd, bridge, modem dan


lain-lain disebut dengan :
a. Jaringan computer
b. Client
c. Workstation
d. Group computer

Kunci Jawaban pos


1. D 11.A 21. C
2. C 12.D 22. C
3. A 13.A 23. B
4. A 14.D 24. C
5. C 15.D 25. A
6. A 16.D
7. A 17.D
8.B 18.D
9.A 19.A
10.B 20.B
85
86
87
88
89
90

Lampiran 12. Tabel Tabulasi Nilai Pre-test Siswa Kelas X TKJ SMK Nurul Islam
Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
Tabel Tabulasi Data Nilai Pre-test Siswa Kelas X SMK Nurul Islam Sekarbela
NO NAMA Total
S 1 S2 S 3 S4 S5 S 6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S 13 S14 S15 S 16 S17 S18 S19 S 20 S 21 S 22 S 23 S24 S 25
1 AGF 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 7
2 AS 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 12
3 AM 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 10
4 AS 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 6
5 AJP 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 14
6 AA 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 16
7 DA 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 6
8 HZM 0
9 HI 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 10
10 IF 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 11
11 JF 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 9
12 KF 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 8
13 LMA 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 12
14 MS 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 8
15 MA 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 12
16 MFA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 NU 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 11
18 NZ 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6
19 NS 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 11
20 RS 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 8
21 SM 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 14
22 SPT 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 7
23 SR 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 15
24 SBSA 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 13
25 SW 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 15
26 TAF 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6
91

Lampiran 13. Tabel tabulasi nilai Post-test Siswa Kelas X TKJ SMK Nurul Islam
Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
Tabel Tabulasi Data Nilai Post-test Siswa Kelas X SMK Nurul Islam Sekarbela
NO NAMA Total
S1 S2 S 3 S4 S5 S 6 S 7 S 8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S 20 S21 Sl 22 S23 S24 S 25
1 AGF 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 19
2 AS 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 18
3 AM 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 17
4 AS 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 14
5 AJP 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 19
6 AA 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 20
7 DA 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 19
8 HZM 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 17
9 HI 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 15
10 IF 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 18
11 JF 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 18
12 KF 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19
13 LMA 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19
14 MS 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 19
15 MA 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 20
16 MFA 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 17
17 NU 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 19
18 NZ 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 18
19 NS 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 20
20 RS 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 17
21 SM 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 21
22 SPT 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 18
23 SR 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 21
24 SBSA 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 21
25 SW 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22
26 TAF 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 17
92

Lampiran 14. Tabel t


93

Lampiran 15. Foto Dokumentasi Pada Saat Penelitian

Pre-test

Perlakuan / tritmen menggunakan Cisco Packet Tracer

Posttest
94

Lampiran 16. Rencana Pembelajaran (RPP)

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi


Kelas : X/II
Durasi : 2 * 45 menit
Setandar Kopetensi :
Mengkofigurasi IP Address dalam Sebuah Jaringan komputer
Kompetensi Dasar :
1.1 mengdentifikasi jenis-jenis IP Address
1.2 mengkofigurasi IP Address pada perangkat jaringan komputer
Indikator Pencapaian Kopetensi :
1.1.1 menjelaskan jenis-jenis IP Address
1.1.2 mengkofigurasi IP Address pada perangkat jaringan sesuai dengan topologi
yg diberikan
1.2.2 memverifikasi keberhasilan konfigurasi IP Address pada perangkat jaringan
Pertemuan I
No Kegiatan Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan 1. melakukan pembukaan dengan salam pembukaan 15
dan berdoa untuk memulai pembelajaran menit
2. melakukan pekondisian peserta didik
3. melakukan tujuan pembelajaran yang yang akan
dicapai.
4. Menyampaikan teknik penilaian yang akan
digunakan.
5. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
6. Melakukan pre test.
2 Kegiatan Penjelasan konsep 15
95

inti menit
3 1. Guru menjelaskan konsep dasar tentang IP
Address, termasuk IPV4 dan IPV6.
2. Mengidentifikasi jenis-jenis IP Address, seperti
IP Address publik, IP Address privat, dan IP
Address loopback.
4 Demonstrasi dan Peraktik 20
menit
5 1. Melakukan domonstrasi langkah-langkah
komfigurasi IP Address pada perangkat jaringan.
2. Memperaktekan konfigurasi IP Address pada
perangkat jaringan sesuai dengan topologi yang
diberikan/

6 Evaluasi 5
meniit
1. Memberikan beberapa pertanyaan singkat untuk
menguji pemahaman siswa tentang konsep IP
Address.
Pertemuan II
Evaluasi diri 5 mrnit
1. Menganalisis hasil evaluasi dari pertemuan
sebelumnya.
2. Mengklarifikasi dan menjawab pertanyaan siswa
mengenai konsep IP Address.
Latihan Praktik 30
menit
1. Memberikan tugas kepada siswa untuk
mengkonfigurasi IP Address pada perangkat
jaringan sesuai dengan topologi yang diberikan.
96

2. Memantau dan memberikan bimbingan


individual kepada siswa selama mereka
melakukan latihan praktik.
Verifikasi dan Diskusi 10
menit
1. Memverifikasi hasil konfigurasi IP Address yang
dilakukan oleh siswa.
2. Membahas masalah umum yang mungkin timbul
selama konfigurasi dan cara mengatasinya.
Penutup 5 menit
1. Merangkum pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya atau memberikan umpan balik.

Sumber Belajar:

 Presentasi slide tentang IP Address.

 Buku teks atau materi pembelajaran terkait jaringan komputer.

 Cisco Packet Tracer sebagai media praktik konfigurasi IP Address.

Penilaian:

 Penilaian formatif dilakukan selama proses pembelajaran melalui pertanyaan,


diskusi, dan penilaian terhadap hasil praktik konfigurasi IP Address.

 Penilaian sumatif dapat dilakukan melalui tes tertulis atau proyek praktik
konfigurasi IP Address dengan menggunakan Cisco Packet Tracer yang lebih
kompleks.

Catatan Tambahan:
97

 Pastikan memiliki perangkat jaringan yang mencukupi untuk melibatkan


siswa dalam praktik konfigurasi IP Address.

 Berikan perhatian individual kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam


mengkonfigurasi IP Address.

 Libatkan siswa dalam diskusi dan tanya jawab untuk mendorong partisipasi
aktif dalam pembelajaran.

Lampiran 17. Kartu Tanda Mahasiswa


98

Lampiran 18. Daftar Riwayat Hidup


99

DAPTAR RIWAYAT HIDUP

A. Biodata
Nama : Risdayanti
Tempat/Tanggal Lahir : Longserang, 10 Agustus 2001
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Desa Longserang Persiapan Kec. Lingsar
Kabupaten Lombok Barat
Agama : Islam
Umur : 22
Anak Ke : 1 dari 2 bersaudara
[Link] : 087716952137
B. Pendidikan
SD : MI AL-Mujahidin Longserang Barat Utara
SMPN : MTS Yusuf Abdussatar Kediri
SMK : SMK Yusuf Abdussatar Kediri
Perguruan Tinggi : Universitas Pendidikan Mandalika
C. Keluarga
Nama Ayah : Rumedan
Nama Ibu : Maenah
Saudara : 1. Risdayanti
2. Zakia Salsabila
Alamat Keluarga : Desa Longserang Persiapan Kec. Lingsar
Kabupaten Lombok Barat
Mataram, 26 Juni 2024

(Risdayati)
100

Anda mungkin juga menyukai