BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar dan
terencana untuk mewujudkan suatu pembelajaran agar peserta didik secara
aktif dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Melalui kegiatan
pembelajaran peserta didik juga dapat mengembangkan berbagai keterampilan
yang dapat dijadikan bekal dalam bermasyarakat.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memilik
dampak yang besar terhadap dunia pendidikan. Di sekolah guru dan peserta
didik diharuskan dapat memanfaatkan teknologi sebagai salah satu sarana
pembelajaran. Teknologi merupakan satu bidang ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang keterampilan dalam mempelajari alat Jaringan dan
lainnya. Teknologi juga sebagai salah satu sarana untuk membantu manusia
dalam menyelasaikan pekerjaannya.
Teknologi jika dikaitkan dengan pendidikan maka akan menjadi suatu
sistem yang dapat diambil manfaatnya yaitu sebagai sarana pembelajaran
maupun lainnya. Menurut Haryanto (2015:14) “Teknologi pendidikan itu
adalah sebuah bidang setudi, teori, sarana, bidang disiplin ilmu, dan praktik
etis untuk memfasilitasi dan mempermudah proses pendidikan dan juga
sebagai sebuah proses integral dalam menganalisis permasalahan, menemukan
2
solusi, melakukan evaluasi serta mengelola pemecahan masalah yang
berkaitan
2
2
dengan semua aspek belajar manusia dengan menggunakan berbagai
sumber belajar dan peralatan yang mendukung aspek pembelajaran
pendidikan”.
Disini diutamakan proses belajar itu sendiri di sampinng alat-alat yang
dapat membantu proses belajar itu. Jadi teknologi pendidikan itu mengenai
software dan hardware-nya. Software antara lain menganalisis dan mendesain
urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai
dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian ke-keberhasilannya.
Pengembangan teknologi berpengaruh terhadap bidang aspek kehidupan,
termasuk dalam bidang pendidikan. Dengan demikian berkembangnya
teknologi dalam dunia pendidikan maka berbagai media pembelajaran dapat
dilihat dan dipakai oleh guru dalam proses belajar sehingga guru dapat dengan
mudah dalam mempelajari materi yang diajarkan kepada peserta didik.
Media pembelajaran merupakan suatu alat bantu yang digunakan pada
proses pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan baik. Media juga dapat
diartikan sebagai alat transportasi antara pemberi dan penerima informasi.
Fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang
turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar, yang disusun dan
dibuat oleh pendidik.
Tujuan utama media pembelajaran adalah untuk memudahkan peserta
didik dalam memahami materi yang dipelajarinya. Salah satu media
pembelajaran yang dapat digunakan untuk peserta didik adalah Cisco Packet
3
Tracer yang menyediakan bagi siswa dan berlatih untuk dapat diterapkan
sebelum membuat jaringan yang benar-benar nyata.
Cisco Packet Tracer adalah sebuah media simulasi jaringan yang
digunakan untuk merancang topologi jaringan berbentuk software. Cisco
Paket Tracer adalah alat perangkat lunak jaringan komputer visualisasi dan
simulasi yang kuat dapat diakses secara gratis oleh siswa yang mendaftar di
Cisco Network Academy program. Di sisi lain, alat tersebut masih bisa
digunakan oleh orang-orang di luar akademi terbatas pada tujuan pendidikan
saja.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitri Eka
Setia dan Putra Jaya (2019) meneliti tentang “Pengaruh Pengguanaan Media
Simulasi Jaringan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa” dengan
variabel bebas Cisco Packet Tracer dan variabel terikat Hasil Belajar.
Terdapat perbedaan dengan menggunakan media power point dan
menggunakan media Cisco Packet Tracer. Pada penggunaan media Cisco
Packet Tracer lebih effesien dipakai dibantingkan dengan media yang
menggunakan power point.
Lukman Hakim dan Rahmat Shofan Razqi (2019) meneliti tentang
“Pengaruh Penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer Terhadap Minat dan
Hasil Belajar siswa Kelas XTKJ Pada Mata Pembelajaran Komputer Jaringan
Dasar di SMK Negeri 1 Kendit Situbondo ” dengan variabel bebas Cisco
Packet Tracer dan variabel terikat Minat dan Hasil Belajar. Terdapat
perbedaan sebelum menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer dan setelah
4
menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer, hasil dari menggunakan
Aplikasi Cisco Packet Tracer dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Rahmad fauzi dan Januardi Rosyidi Lubis (2018) meneliti tentang
“Pengaruh Penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa
Kelas X Teknik Komputer Jaringan di SMK Swasta Mandiri Panyabungan”
dengan variabel bebas Cisco Packet Tracer dan variabel Hasil Belajar.
Terdapat perbedaan sebelum menggunakan Cisco Packet Tracer dan setelah
menggunakan Cisco Packet Tracer, dari hasil penelitian terlihat bahwa kelas
yang menggunakan media pembelajaran Cisco Packet Tracer memiliki rata-
rata 75.016 lebih tinggi jika dibantikan dengan siswa yang tidak menggunakan
media pembelajaran memiliki rata rata 66.45. Maka dengan menggunakan
media pembelajaran Cisco Packet Tracer dapat meningkatkan potensi yang
dimiliki siswa.
Berdasarkan dari penelitian diatas terdapat Perbedaan penelitian ini
dengan penelitan yang pertama yaitu pada variabel bebas dimana penelitian
ini menggunakan media Cisco Packet Tracer saja dan tidak ada perbandingan
media pembelajaran, sedangkan perbandingan penelitian yang kedua
perbedaanya penelitian ini menggunakan satu variabel terikat yaitu hasil
belajar saja dan tidak menggunakan minat belajar siswa, dan perbedaan
peneliti yang ketiga yaitu dari sabjek penelitian dimana penelitian ini
menggunakan satu kelas dan menggunakan perbadingan sebelum dan sesudah
menggunakan media pembelajaran.
5
Hasil data yang didapatkan di lapangan, peneliti menemukan bahwa
hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi dengan menggunakan teknik pembelajaran konvesional
masih rendah, jika dilihat dari perolehan nilai akhir semester yaitu: 68.00,
nilai tersebut di bawah standar batas kriteria kelulusan maksimum (KKM)
yaitu: Dengan demikian berdasarkan hasil tersebut guru hendaknya mengubah
cara, media pembelajaran maupun metode yang digunakan dalam
pembelajaran.
Pemilihan media pembelajaran cisco packet tracer ini diharapkan
mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Tehnik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi karena media pembelajaran packet tracer tidak
hanya membuat siswa aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar, tetapi
media cisco packet tracer ini juga dapat memberikan pengalaman langsung
kepada siswa, meningkatkan inisiatif dan partisipasi siswa dalam proses
pembelajaran.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti terdorong untuk
melakukan penelitian tentang “Penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap
Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan
Komputer Dan Telekomunikasi di Smk Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran
2023/2024”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah : Apakah ada Pengaruh Penggunaan Cisco Packet
6
Tracer Terhadap Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar
Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMKNurul Islam
Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Penggunaan
Cisco Packet Tracer adanya Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran
Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam
Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang
berharga dalam menggunakan ilmu pengetahuan dalam pendidikan
melalui Aplikasi Cisco Packet Tracer sebagai media pembelajaran .
2. Manfaat Praktis
Halsil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :
a. Bagi kepala sekolah
Hasil penelitian ini bagi kepala sekolah dapat digunakan
sebagai bahan pertimbangan untuk menyempurnakan dalam
melakukan pembelajaran disekolah .
b. Bagi pendidik
7
Hasil penelitian ini diharapkan pendidik dapat
mengaplikasikan Aplikasi Cisco Packet Tracer sebagai media
pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Dasar Teknik Jaringan
Komputer Dan Telekomunikasi sebagai alat bantu pembelajaran.
c. Bagi Peserta Didik
Hasil penelitian ini diharapkan, dapat meningkatkan hasil
belajar peserta didik pada mata pelajaran Dasar Teknik Jaringan
Komputer Dan Telekomunikasi
d. Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadikan motivasi bagi
penelitian selanjutnya
E. Asumsi Penelitian
Dalam buku pedoman dijelaskan bahwa “asumsi adalah anggapan dasar
tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dalam melaksanakan
penelitian” (IKIP Mataram, 2011:13) sedangkan ahli lain mengatakan bahwa
“asumsi merupakan pernyataan diterima kebenaran kebenaran tanpa
pembuktian ” (Sugiyono, 2013:54).
Asumsi merupakan pernyataan diterima kebenaran tanpa membuktikan
(sugiyono, 2013: 54). Adapun asumsi yang digunakan penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Asumsi Teoritis
Adapun asumsi teoritis dalam penelitian ini adalah pemanfaatan Cisco
Packet Tracer sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.
8
2. Asumsi Metodik
Ada pun metode-metode yang digunakan dalan penelitian ini adalah
sebagai berikut:
a. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen dengan rancangan “One-Group-Pretest-Posttest” dan
yang menjadi subjek dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X TKJ di
SMK Nurul Islam Sekarbela yang berjumblah 26 siswa.
b. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode tes sebagai metode utama, observasi sebagai
pendukung dan dokumentasi serta sebagai metode pelengkapnya.
c. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik
dengan menggunakan rumus uji t (t-test).
3. Asumsi Pelaksanaan
a. Penelitian ini sesuai dengan kemanpuan, waktu dan fasilitas yang
tersedia di sekolah tempat penelitian.
b. Adanya ahli materi dan ahli media yang memberikan arahan dalam
merancang sebuah jaringan
c. Adanya dosen pembibing yang akan memberikan arahan dan
bimbingan dalam penelitian
d. Lokasi penelitian yang sangat mudah dijangkau oleh peneliti.
F. Ruang Lingkup Penelitian
9
Pembatasan ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk membatasi
unsur-unsur penelitian yang akan digunakan dan untuk mempelancar proses
penelitian. Adapun ruang lingkup penelitian ini sebagai berikut.
1. Lokasi Penelitian : SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
2. Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas x di
SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
3. Objek Penelitian : menguji tentang “Penggunaan Cisco Packet Tracer
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Dasar Teknik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi.
G. Definisi Oprasional Judul
Untuk menghindari kekeliruan penafsiran istilah-istilah yang ada
dalam judul ini dan dapat mempermudah pengaruh dalam setiap proses
penelitian, penelitimenganggap perlu memberikan batasan-batasan pada judul
skripsi ini yaitu sebagai berikut.
a. Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat perantara antara pendidik dan peserta
didik untuk mengujutkan suatu pembelajaran yg diinginkannya.
b. Cisco Packet Tracer
Cisco packet tracer adalah simulasi jaringan yang berbentuk software yg
bisa membatu siswa untuk mempermudah merancang suatu jaringan.
c. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah “perubahan perilaku anak setelah melalui kegiatan
belajar”. Mengumumkan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah
10
laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup
bidang kognetif, afektif, dan psikomotorik.
BAB II
KAJIAN TEORITIS
A. Landasan Teori
1. Media pembelajaran
a. Definisi Media Pembelajaran
Ina, M, dan PGSD 4G (2021:9) Media pembelajaran secara
umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk meransang [Link],
perhatian dan kemampuan atau keterampilan belajar sehingga
dapat mendorong terjadinya proses belajar. Menurut Bulkia R
(2020:19), “media pembelajaran adalah segala alat pengajar
yang digunakan untuk membantu menyampaikan materi
pelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan
pencapaian tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan”.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan
bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yg berbentuk
alat bantu yang dapat menyampaikan materi pelajaran dalam
proses belajar mengajar .
b. Manfaat Media Pembelajara
Menurut Rahmi M A dkk. (2022:15), Secara lebih rinci
manfaat penggunaan media pembelajaran adalah:
1. Memberikan feed back untuk penyempurnaan pembelajaran
yang telah berlangsung atau yang akan direncanakan.
11
12
2. Pokok bahasan bagi pebelajar yang lebih fungsional dan
terasa manfaatnya bagi mereka.
3. Memberikan pengalaman pengayaan (enrichment) secara
langsung kepada pebelajar terhadap apa yang telah
disampaikan oleh pembelajar.
4. Membiasakan pebelajar untuk lebih meyakinkan terhadap
pembelajaran yang diajarkan, sehingga akan menimbulkan
rasa hormat dan kagum terhadap pembelajar.
5. Perasaan pebelajar akan terasa mendalam dalam dirinya
dengan bertemunya konsep yang diajarkan pembelajar
dengan yang didapatnya di luar sekolah.
6. Secara tidak langsung pebelajar membiasakan mengadakan
studi komparasi terhadap materi yang diberikan guru
dengan yang diperolehnya dari media pembelajaran di luar
sekolah.
Menurut Sudjana & Rivai (2011: 33) 25
diantaranya:
1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga
akan menumbuhkan motivasi belajar.
2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga
dapat dipahami oleh siswa.
3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak hanya
komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru
13
sehingga siswa tidak mudah bosan dan guru tidak terkuras
tenaganya.
4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar karena tidak
hanya mendengarkan penjelasan dari guru tetapi melakukan
aktivitas pembelajaran lain seperti membaca, menceritakan,
dan lain sebagainya.
c. Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Rahmi M A dkk (2022:4) fungsi media
pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan media dapat mengembangkan metode
pengajaran yang lebih beragam, menyederhanakan
pengutaraan teori, prinsip, ataupun filosofi dalam kegiata
belajar mengajar.
2. Inpresi media pembelajaran menumbuhkan atensi dan
keikut sertaan peserta didik dalam aktivitas belajar.
3. Konsep-konsep dalam pembelajaran bisa lebih gampang
dijelaskan dengan penggunaan media pembelajaran.
Menurut Arsyad A (2010:23) mengatakan fungsi utama
media pembelajaran
1. Motivasi minat atau tindakan
2. Menyajikan informasi
3. Memberi intruksi
d. Jenis – Jenis Media Pembelajaran
14
Dalam penyampaian materi pembelajaran akan jauh lebih
efektif bila sisesuaikan dengan media pembelajaran yang sesua.
Berikut jenis-jenis media pembelajaran menurut Kustandi, dkk
(2013:103):
1. Media Audio
Media audio adalah media untuk menyampaikan pesan
dalam bentuk verbal (dalam kata-kata atau lisan) maupun
non berbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi). Contoh: radio,
telfon, lab bahasa, tape recorder.
2. Media Visual
Media visual adalajh media yang menampilkan materialnya
dengan visual seperti gambar dan dapat dibagi menjadi dua,
yaitu media visual gerak dan media visual diam. Contoh :
gambar, grafik, bagan, film frame, diagram, poster, peta.
3. Media Audio visual
Media audio visual adalah media yang menampilkan
gambar dan suara. Contoh : televisi, vidio.
4. Media Multimedia
Media yang menyajikan unsur media secara lengkap.
Contoh : animasi, vidio, film.
Sedangkan Arsyad A (2019: 29) mengungkapkan
bahwa berdasarkan perkembangan teknologi, media
pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu media
hasil teknologi cetakan, media hasil teknologi audio-visual,
15
media hasil teknologi komputer, media hasil gabungan
antara teknologi cetak dan komputer.
Menurut Arsyad A (2013:3)
1. Media cetak
2. Media yang dipamerkan (displayed media)
3. Overhed transparency (OHP)
4. Rekaman suara
5. Slide suara film strip
6. Prsentasi multi gambar
7. Video dan film
8. Pembelajaran berbasiskomputer (computer based
instruction )
e. Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran
Menurut Maesarah, dkk (2023:127), Kelebihan media
pembelajaran antara lain:
1. Dapat menarik minat dan motivasi belajar peserta didik.
2. Meningkatkan kualitas dan minat belajar peserta didik.
Menurut Jaka W K, dkk (2023:74 ) kelebihan media
pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan fiksatif artinya dapat menangkap, menyimpan,
dan menampilkan kembal suatu objek atau pristiwa.
2. Kemampuan manipulatif artinya media dapat menampilkan
kembali objek atau peristiwa dengan berbagai macam
perubahan (manipulasi) sesuai kebutuhan.
16
3. Kemampuan distributif artinya media mampu mejangkau
audiens dalam jumblah besar dalam satu penyajian secara
bersamaan.
Sedangkan kekurangan Media Pembelajaran adalah
1. Memerlukan biaya yang relefan mahal.
2. Memerlukan jaringan yang stabil.
3. Kurangnya interaksi peserta didik.
2. Cisco Packet Tracer
a. Definisi Cisco Packet Tracer
Dian A dan Onno W P, (2016:3), Cisco Packet Tracer
adalah software simulasi yang diluncurkan oleh Cisco Sistem
yang di fungsikan sebagai media pembelajaran, pelatihan dan
penelitian simulasi jaringan komputer. Menurut ahli lain irwan
S, (2015:3), Cisco Packet Tracer adalah sebuah simulator
protocol jaringan yang dikembangkan oleh cisco system.
Tarmin abdulghani (2016:6) Cisco packet tracer
merupakan program simulasi networking kuat yang
memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan perilaku
jaringan & bertanya pertanyaan “bagaimana jika ”. sebagai
bagian integral dari akademi jaringan pengalaman belajar yang
lengkap, packet tracer memberikan simulasi, visualisasi,
authoring, penelian, & kolaborasi kemampuan & memfasilitasi
mengajar & belajar dari konsep teknologi yang kompleks.
17
Menurut luqman H (2019:2) Program Cisco Packet
Cracer merupakan simulasi networking yang membantu
penggunaan dalam pembuatan suatu jaringan sesuai dengan
topologi yang telah direncanakan sebelumnya. Pendapat lain
juga mengatakan Mochamad A.A (2023:6) simulasi cisco
packet tracer merupakan aplikasi yang dapat digunakan
sebagai data simulator jaringan yang dapat bermanfaat bagi
para admin jaringan komputer atau para pembelajar/
mahasiswa yang sedang mempelajari jaringan komputer.
Packet Tracer merupakan simulator alat-alat jaringan
Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan
pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan
komputer. Program ini dibuat oleh Cisco System dan
disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah
berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama
packet tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan
pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan
juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.
Maka dapat disimpulkan dari penjelasan di atas Cisco
Packet Tracer adalah sebuah software atau perangkat lunak
networking yang bisa membantu atau mempermudah siswa
membuat sebuah jaringan komputer sebelum peraktik secara
nyata.
18
b. Kelebihan dan Kekurangan Cisco Packet Tracer
Menurut mochamad A.A (2023:7) kelebihan dari Cisco
Packet Tracer.
1. Dapat meningkatkan kreativitas individu karna
pembelajaran dilakukan sendiri.
2. Dimungkinkan siswa untuk mengeluarkan ide ataus
gagasan secara baik dan sistematis.
3. Dapat mengurangi biaya besar untuk melakukan
kegiatan pembuatan jaringan.
4. Pembelajaran akan lebih menarik sebab media yang
dipakai berupa visual atau gambar.
5. Dapat melakukan rancangan suatu topolagi jaringan
dengan mudah serta penempatan perangkat jaringan
dapat diatur dan ditentukan dengan baik.
Sedangkan kekurangan Cisco Packet Tracer adalah
sebagai berikut :
1. Untuk melatih alur kemampuan siswa untuk belajar
melalui media sangatlah sulit.
2. Media yang ditampilkan ada kalanya susah dipahami
oleh siswa.
3. Media yang ditampilkan memiliki komponen fisik yang
sangat terbatas.
19
4. Permasalahan yang diajukan ada kalanya tidak sesuai
dengan daya nalar siswa.
5. Harus membutuhkan konsentrasi yang tinggi,
sementara siswa sudah diajak konsentrasi penuh atau
totalitas.
c. Fitur –fitur Cisco Packet Tracer
Oris K S, (2017:14) beriut ini fitur-fitur yang ada di
cisco packet tracer bisa dilihat dibawah ini:
Gambar 2.1. Tampilan Cisco Packet Tracer
1. Menu Bar
Menu bar adalah menu yang berisi perintah –
perintah dasar seperti. Menu bar dibagi dua yaitu
dibagian atas dan bagian bawah.
2. Bagian Bawah dan Bagia Atas
New : membuat halaman kerja baru (file baru)
Open : membuka file yang sudah dibuat
Seve : menyimpan file yang sudah dibuat
20
Print : untuk mencetak halaman kerja atau topologi
yang kita buat
Copy : untuk mengcopy perangkat atau topologi
Paste : untuk mempaste perangkat atau topologi yang
telah kita copy
Undo : kembali ke awal atau membatalkan pekerjaan
terakhir
Redo : membatalkan undo
Zoom in : untuk memperbesar sebuah ukuran topologi
Zoom reset : mengembalikan ukuran ke semula
Pallet dialog
Custom device dialog
Option : preferences, user profile, algotithm setting,
view command log
Tools : drawing palette, custom device dialog
3. Extentions : Activity wizard, multiuse, IPC, scripting,
clear terminal agent, LAN multiuser agent, marvel
WAN multiuser agent, Upnp multiuser.
3. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Ahmad Susanto (2013:5) ”Hasil belajar adalah
perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang
menyangkut aspek kognetif, afektif, dan pisikomotor sebagai
hasil dari kegiatan belajar”. Hasil belajar mempunyai peran
21
penting dalam proses pembelajaran. Tujuan utama yang ingin
dicapai dalam kegiatan pembelajaran adalah hasil brlajar. Hasil
belajar digunakan untuk mengetahui sebatas mana siswa dapat
memahami serta mengerti materi tersebut.
Menurut Thobroni (2020:20) hasil belajar adalah pola-
pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap,
apresiasi dan keterampilan. Hasil belajar siswa yang
didapatkan melaluipendidikan akan mampu bersaing dalam
berbagai aktivitas kehidupan masyarakat.
Hasil belajar adalah suatu yang dicapai atau yang
diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana
hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan,
pengetahuan dan kepercayaan dasar yang terdapat dalam
berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada dari individu
penggunaan penelitian terhadap sikap, pengetahuan, kecakapan
dasar dan perubahan tingkah laku secara kuantitatif. Menurut
Sudjana (2013: 22) mengatakan, “Hasil belajar adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia
menerima pengalaman belajarnya”.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan
bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan yang didapatkan
melalui proses pembelajaran yang meliputi kemampuan
pemahaman dan aktifannya.
22
b. Jenis-Jenis Hasil Belajar
Menurut Ismail M dan Aflaha (2019:13) Jenis-Jenis hasil
belajar dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam ranah, yaitu
ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah pisikomotorik.
1. Ranah Kognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual
yang terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan,
pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi dan mencipta.
Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan
keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat
tinggi.
2. Ranah Afektif Berkenaan dengan sikap yang terdiri dari
lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi,
penilaian, organisasi dan internalisasi.
3. Ranah Psikomotor Berkenaan dengan hasil belajar
keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek
ranah psikomotor, yakni gerakan reflex, keterampilan
gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau
ketepatan, gerak keterampilan kompleks, gerakan
ekspresif dan inter pretatif.
Menurut Sudjana (2011:23) membagikan jenis hasil
belajar dalam tiga ranah yakitu:
23
1. Ranah kognetif adalah aspek yang berkaitan dengan
krtja kerja otak ketika berpikir.
2. Ranah afektif adalah proses pembelajaran yang
meliputi bagaimana individu bersikap dan bertindak
lalam lingkungan sosialnya
3. Ranah pisikomotoris adalah aspek yang berkaitan
dengan keterampilan individu dalam suatu hal
tertentu
c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Belajar menimbulkan perubahan pada diri seseorang yang
telah mengalami proses belajar. Perubahan tersebut bisa
dalam bentuk tingkah laku ataupun suatu kecakapan baru.
Menurut Andi S (2017:10) pada dasarnya belajar dipengaruhi
oleh dua faktor penting yaitu faktor internal dan faktor
eksternal. Seperti kita ketahui bersama bahwa faktor internal
tentunya kaitanya dengan dalam diri sedangkan eksternal
kaitanya dalam hal luar. Berikut ini akan dijelaskan secara
detail mengenai dua faktor tersebut.
1. Faktor Internal
Faktor internal yaitu faktor yang kaitannya dengan
diri pribadi orang tersebut selaku orang yang sedang
belajar. Faktor internal tersebut menyangkut tiga
komponen utama yaitu jasmaniah, psikologis dan faktor
kelelahan.
24
a. Faktor jasmaniah mencakup
Kesehatan. Kesehatan akan sangat berpengaruh
terhadap belajar seseorang, bila dalam kondisi sehat
tentunya orang tersebut akan mampu dan sanggup
dalam mengikuti proses belajar dengan baik, berbeda
dengan orang dalam keadaan tidak sehat. Tentunya
dalam kegiatan belajar akan banyak mengalami
kendala karna penyakit yang sedang dideritanya.
b. Cacat tubuh.
Cacat tubuh merupakan suatu kondisi dimana
seseorang memiliki bagian tubuh yang kurang
sempurna, dan cacat tubuh terjadi bisa karna
kecelakan ataupun memang bawan dari lahir.
c. Faktor pisikologis
1. Intelegensi (kecakapan menghadapi,
menyesuaikan konsep abstrak secara efektif dan
mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan
cepat).
2. Perhatian sebagai keaktifan jiwa (suatu objek)
yang dipertinggi.
3. Minat sebagai kecendrungan seseorang untuk
tetap memperhatikan dan mengenang beberapa
kegiatan, kegiatan tersebut disenangi dan
diperhatikan secara kontinyu.
25
4. Bakat (aptitude) adalah kemampuan untuk
belajar, dan kemampuan untuk terealisasi menjadi
kecakapan nyata setelah belajar.
5. Motiv kaitanya dengan tujuan, dimana tujuan
terbentuk karna adanya dorongan.
6. Kematangan merupakan suatu tingkat
perkembangan seseorang dimana bagin tubuhnya
siap untukmelaksanakan kecakapan baru.
7. Kesiapan adalah kesediaan untuk memeberi
reaksi.. kesediaan terkait dengan kematangan, dan
ketika matang maka akan siap melaksanakan
kecakapan tertentu.
d. Faktor kelelahan
Kelelahan yang dialami seseorang adalah suatu hal
yang wajar terjadi. Kelelahan dalam diri seseorang
terbagi atas dua yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan
sistem pembakaran dalam tubuh seseorang sehingga
peredaran darahnya tidak lancar, sedangkan kelelahan
rohani dapat terlihat dengan adanya kelesuan dan
kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk
menghasilkan menghilang
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dalam
luar diri individu tersebut. Faktor eksternal yang
26
berpengaruh terhadap belajar terdiri atas faktor keluarga,
sekolah, masyarakat.
a. Faktor keluarga
Berikut pengaruh keluarga dalam belajar (1) Cara
orang tua mendidik, (2) Relasi antara keluarga, (3)
Suasana rumah, (4) Keadaan ekonomu keluarga, (5)
Pengertian orang tua dan, (6) Latar belakang
kebudayaan (tingkat pendidikan dan kebiasan dari
keluarga).
b. Faktor sekolah
Sekolah merupakan lembaga formal yang
berfungsi untuk membantu peserta didik mendapatkan
pendidikan sesuai dengan perkembangannya. Dalam
pendidikan tentunya tidak terlepas dari proses belajar.
Belajar sebagai salah satu kegiatan yang terstruktur
dalam pendidikan. Berikut ada beberapa hal yang
mempengaruhi belajar diantaranya yaitu: (1) Metode
mengajar, (2) Kurikulum (sejumblah kegiatan yang
diberikan kepada peserta didik ), (3) Hubungan guru
dengan siswa, (4) Hubungan peserta didik dengan guru
(5) Disiplin sekolah, (6) Alat pengajaran, (7) Waktu
sekolah, (8) Setandar pelajaran diatas ukuran, (9)
Keadaan bangunan, (10) Metode belajar, (11) Tugas
rumah.
27
c. Faktor Masyarakat
Masyarakat merupakan salah satu faktor luar yang
berpengaruh terhadap belajar. Berikut faktor- faktor
yang berpengaruh diantaranya yaitu : (1) kegiatan
peserta didik dalam masyarakat (mengikuti kegiatan
masyarakat berdampak baik tetapi terlalu banyak akan
mengganggu belajar ), (2) media masa (bioskop, TV,
radio, majalah, buku, dll), (3) bentuk kehidupan
masyarakat (beragama, jujur, tidak terpelajar, penjudi,
pencuri, dsb).
B. Penelitian yang Relevan
Agar penelitian ini menjadi lebih terfokus pada satu masalah
penelitian dan dapat menghasilkan kebaruan penelitian, serta
memetakan posisi penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, maka
peneliti perlu melakukan studi terhadap penelitian-penelitian terdahulu
yang sejenis dengan tema penelitian yang akan dilakukan. Bedasarkan
hasil tersebut, penelitian melakukan setudi literatur penelitian
terdahulu dan hasilnya dijabarkan sebagai berikut:
Berdasarkan penelitian yang relevan yang telah dilakukan oleh
peneliti terdahulu, dan terdapat kaitannya dengan pengaruh
penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa yaitu
sebagai beerikut:
1. Fitri Eka Setia, Ptra Jaya pada tahun 2019 dengan judul
“Pengaruh Penggunaan Media Simulasi Jaringan Cisco Packet
28
Tracer Trehadap Hasil Belajar Siswa”. Tujuan dari penelitian
ini yaitu mengetahi besar pengaruh hasil belajar peserta didik
dengan melakukan penerapan pembelajaran memakai media
pembelajaran yang berbasis simulasi menggunakan cisco
packet tracer dengan pembelajaran yang memakai power point
sebagai media pembelajaran pada mata pembelajaran
administrasi infrastruktur jaringan kelas XI TKJ SMK Negri 3
Parjaman. Penelitian ini menggunakan perancangan pre-
experimental. Instrumen yang dipakai yaitu soal obektif untuk
penilaian data kognetif dan lembar penilaian praktikkumpada
penilaian data keterampilan. Disimpulkan penggunaan media
pembelajaran yang berbasis simulasi penggunaan cisco packet
tracer memeiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.
Jadi, simulasi media pembelajaran yang berbasis simulasi
menggunaan cisco packet tracer lebih effesien dipakai
dibantingkan dengan media yang menggunakan power
point.
2. Lukman Hakim, Rahmat Shofan Razaqi pada tahun 2019 yang
berjudul Pengaruh Penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer
Trehadap Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas XTKJ Pada
Mata Pembelajaran Komputer Jaringan Dasar di SMK Negeri 1
Kendit Situbondo. Tujuan dari penelitian ini dilatar belakangi
rendahnya hasil belajar siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1
Kendit Situbondo, penelitian ini menggunakan sampling
29
jenuh . menetapkan jumblah responden 26 siswa Kelas X SMK
Negri 1 Kendit sebagai responden penelitian yang diambil
secara sampling jenuh dengan cara diambil seluruh populasi.
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah metode observasi, metode angket, metode interview dan
metode dokumentasi. Dari hasil penelitian terlihat bahwa data
pengaruh penggunaan aplikasi cisco packet tracer terhadap
minat sebesar (-0,452) dan hasil belajar sebesar (-0,463) siswa
kelas X TKJ1 pada mata pelajaran komputer jaringan dasar di
SMK Negri 1 kendit sitibondo dengan pengaruh sedang.
Dengan demikian hipotesis yang dikemukakan sebelumnya
dapat diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini disebabkan
karna pada media pembelajaran Cisco Packet Tracer siswa
dibimbing untuk dapat menggunakan kemampuan potesinya.
3. Rahmad Fauzi dan Januardi Rosyidi Lubis Penelitian pada
tahun 2018 dengan judul : “Pengaruh Penggunaan Cisco
Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Teknik
Komputer Jaringan di SMK Swasta Mandiri Panyabungan”
penelitian ini bertujuan untuk mengungkap apakah hasil
belajar dengan menggunakan media pembelajaran Cisco
Packet Tracer lebih baik dari yang tidak menggunakan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen.
Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK Mitra
Mandiri Panyabungan yang terdaftar pada tahun ajaran
30
2016/2017 dan teknik dalam penentuan sampling adalah
Posttest Only Control Design. Yang menjadi sampel adalah
kelas X TKJ1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ2
sebagai kelas control. Pengumpulan data dalam penelitian
ini menggunakan tes hasil belajar berupa soalobjektif
sebanyak 30 butir soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan
menggunakan uji perbedaan dua rata-rata (t-tes). Dari hasil
penelitian terlihat bahwa kelas yang menggunakan media
pembelajaran Cisco Packet Tracer memiliki rata-rata
(75.016) lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa yang
tidak menggunakan (66.45). Sedangkan dari perhitungan t-
tes diperoleh t hitung 1.05 dengan demikian hipotesis
yang dikemukakan sebelumnya dapat diterima pada taraf
kepercayaan 95%. Hal ini disebabkan karena pada media
pembelajaran Cicso Packet Tracer siswa dibimbing untuk
dapat menggunakan kemampuan potensinya.
C. Kerangka Berpikir
Hasil belajar merupakan tujuan utama guru dalam sebuah
pencapaian siswa, karna dari hasil belajar siswa kita bisa mengetahui
sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh
guru, pada mata pelajaran dasat tehnik jaringan komputer dan
telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela kurang meningkat
karna kurangnya pemahaman siswa, agar siswa bisa memahami materi
yg diberikan oleh guru maka guru harus menggunakan media
31
pembelajaran sebagai alat bantu proses pembelajarannya , salah satu
media pembelajaran yang cocok untuk mata pelajaran dasar tehnik
jaringan komputer dan telekomunikasi ini adalah media pembelajaran
cisco packet tracer. Cisco Packet Tracer adalah sebuah simulasi
jaringan yang bisa membantu siswa memahami materi jaringan
komputer dan dapat membuat jaringan sendiri.
Maka dapat kita lihar kerangka berpikir melalui bagan dibawah ini:
Kondisi Tidak menggunakan media apapun
Awal lasung praktik secara nyata rell
Tritmen
Perlakuan Menggunakan Cisco Packet Tracer
Bahwa pada Penggunaan Cisco Packet
Kondisi
Tracer Terhadap Hasil Beajar Siswa
Akhir
Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar
Tehnik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi di SMK Nurul Islam
Sekarbela.
Gambar 2.2 Kerangka Berpikir
D. Hipotensi Penelitian
“Hiptesis adalah asumsi, pikiran atau dugaan sementara
mengenai suatu permasalahan yang harus dibuktikan kebenarannya
dengan menggunakan data atau fakta atau informasi yang diperoleh
dari hasil penelitian yang valid” (Mahmud, 2011:133). Sementara
menurut Sugiyono (2015:224). “hipotensi adalah jawaban sementara
32
terhadap masalah yang tioritis dianggap paling tinggi tingkat
kebenarannya”.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa
hipotensi penelitian adalah jawaban sementara dalam masalah peneliti
yang perlu diuji kembali keasliannya untuk mendapatkan hasil yang
valid dan realibel. Adapun hipotensi penelitian ini adalah Tidak Ada
Pengeruh Penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer
dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran
2023/2024.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif, sugiyono (2020: 16) metode penelitian kuantitatif dapat
diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
telah di tetapkan.
Desain ekperimen One-Grup-Pretest-Posttest , dan tidak
menggunakan kelas kontrol pada uji coba. Sesuai dengan rumusan
masalah dan tujuan yang akan dicoba dalam penelitian, desain dilakukan
dengan membandingkan hasil Pretest dan Posttest pada kelompok yang
akan di ujicoba. Dengan variabel terikat dan variabel Bebas.
O1 X O2
(Sumber,Sugiyono 2018:75)
Keterangan
o 1 = Nilai perencanaan penelitian ( sebelum diberikan perlakuan)
❑
o 2 = Nilai perencanaan penelitian (setelah diberikan perlakuan)
❑
X = Perlakuan
32
33
B. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Sugiyono (2015:117), dalam penelitian kuantitatif, populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek mempnyai
kuantitas dan karakteristik tertentu yang yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Berdasarkan keterangan di atas maka populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas X tehnik komputer Jaringan (TKJ) di
SMK Nurul Islam Sekarbela yang berjumlah 26 siswa.
Tablel 3.1. Data Jumblah Siswa Kelas X SMK Nurul Islam Sekarbela
Tahun ajaran 2023/2024
N
Jenis Kelamin Kelas Jumblah Total
o
Laki-Laki 16
1 X 26
Perempuan 10
2. Sampel
Sampel merupakan sebagian dari populasi yang akan diteliti.
Menurut Sugiyono (2018:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, sampel yang
diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representatif atau
mewakili populasi yang diteliti. Menurutnya ukuran sampel yang
layak dalam penelitian kuantitatif adalah antara 30 sampai 500.
Sedangkan Roscoe (1975:253) mejelaskan bahwa ukuran sampel
sebuah penelitian eksperimental secara sederhana, maka dilakukan
34
kontrol eksperimen yang ketat, yakni dengan ukuran sampel kecil
antara 10-20 responden.
Berdasarkan pendapat di atas dan dengan jumlah siswa di kelas
X TKJ di SMK Nurul Islam Sekarbela yang terbatas yaitu berjumlah
26 siswa, maka peneliti mengambil seluruh siswa tersebut menjadi
responden dalam penelitian ini atau disebut sampel jenuh.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah metode yang diguanakan untuk mengukur
dan mengumpulkan data pada karya ilmiah. Instrumen penelitian
sangatlah penting karna dapat memepengaruhi validitas data yang
digunakan dalam penelitian. Sugiyono (2018:102), menjelaskan bahwa
instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur
kejadian (variabel penelitian) alam maupun sosial yang diamati. Maka
instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Prittes-posttest
sebagai metode utama yang menggunakan 25 pilihan ganda, observasi
sebagai pendukung dan dokumentasi sebagai metode pelengkap.
D. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
sebagai berikut:
1. Test
Test adalah rangkaian kata atau kalimat yang memiliki struktur
dan tata bahasa tertentu serta bisa disusun secara lisan maupun
tulisan. Menurut Esty Aryani Safithry (2018:2) ”tes (test) merupakan
35
suatu alat penilaian dalam bentuk tulisan untuk mencatat atau
mengamati prestasi siswa yang sejalan dengan target penelitian ”.
cara penilainanya nanti satu soal yg benar akan diberi nilai B=1 dan
S=0 dan tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pret test –
post test.
a. Pre-test dadalah dilakukan untuk mengukur kemampuan awal
subyek penelitian sebelum diberikan perlakuan.
b. Post-test adalah dilakukan setelah pemberian perlakuan terhadap
dua kelas menjadi sabyek penelitian dengan soal yang setara.
2. Observasi
Menurut Morisan (2017:143), observasi atau pengamatan adalah
kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indra
sebagai alat bantu utamanya. Dengan kata lain observasi adalah
kemampuan seseorang untuk untuk menggunakan pengamatannya
melalui hasil kerja pancaindranya.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan informasi dalam bidang
pengetahuan. Pada tahap ini peneliti akan pengumpulan bukti dan
keterangan dalam bentuk gambar, kutipan, guntingan koran, dan
bahan refrensi. Selain itu pada tahp ini peneliti dokumentasi dapat
berbentuk catatan peristiwa yang sudah terjadi maaupun sedang
terjadi.
36
E. Teknik Analisis Data
Tehnik analisis data adalah proses pembelajaran dan mengelola data
untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan informasi penting yang
terkandung didalamnya. Analisis data merupakan proses untuk
mengelompokkan pengurutan data kedalam ketentuan-ketentuan yang ada
untuk memperoleh hasil sesuai dengan data yang telah didapatkan
(Sugiyono; 2016:60).
Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data
statistik dengan rumus uji t (t-test) sebagai berikut:
Md
t
√ ∑ 2−
d
( ∑ d )2
N (N−1)
N
Keterangan :
Md = mean dari perbedaan Pre-tes dan Post-tes
Xd = devinisi masing-masing subjek (d-Md)
∑ x d = jumblah kuadrat devinisi
2
N = subjek pada sampel
d .b = ditemukan dengan N-1 (Sugiyono, 2014 :224).
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Dskripsi Data
1. Persiapan penelitian
Sebelum melakukan penelitian tentang Penggunaan Cisco Packet
Tracr Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran
Dasar Thnik Jarinnan Komputar dan Telokomunikasi di SMK Nurul
Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/ 2024, terlebih dahulu dilakukan
persipan pesrsipan terkait dengan prosdur yang ditempuh untuk
mendapatkan surat ijin penenelitian, yak ni sebage berikut:
a. Menyiapkan Surat Ijin Penelitian
Ada pun surat ijin yang perlu disiapkan dalam penelitian adalah
1. Mengurus surat permohnan ijin mengadakan penelitian pakultas
ilmu pendidikan dan pesikologi universitas pendidikan mandalika
mataram dengan nomar 399/ FIPP/ UNDIKMA/ 2024.
2. Surat izin pemohonan mengadakan penelitian dari fakultas
tersebut disampaikan kepada kepala sekolah SMK Nuru Islam
Sekarbela.
3. Mengambil surat keterangan telah melakukan penelitian dari SMK
Nurul Islam Sekarbela dan dikeluarkan surat dengan nomor :
284/SKP/YPPNIS/SMK-NIS/VI/2024.
37
38
b. Menyiapkan Instrumen Penelitian
Sebagian yang diuraikan dalam bab lll, telah dijelaskan mengenai
instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah tes yang secara langsung dijawab oleh responden dengan item
pertanyaan sebanyak 25 soal pilihan ganda instrumen pendukung
observasi dan dokumentasi digunakan untuk melengkapi penelitian ini
guna mempermudah dalam memperoleh data yang diperlukan dalam
melaksanakan penelitian.
2. Pelaksanaan penelitian
Untuk mendapatkan data penelitian yang akurat tentang penggunaan
Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata
Pelajaran Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK
Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024 dilakukan dengan tahap
tahapan sebagai beriikut :
a. Penentuan Subjek Penelitian
Dalam bab lll telah diurakan bahwa yang menjadi Subyek dalam
peneliian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK Nurul Islam
Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumblah 26 siswa.
Tabel 4.1 Daftar nama subjek penelitian siswa kelas X SMK Nurul
Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
No Nama Jenis Kelamin (L/P) Kelas
1 L X (TKJ)
AGF
2 L X (TKJ)
AS
39
3 L X (TKJ)
AM
4 L X (TKJ)
AS
5 L X (TKJ)
AJP
6 L X (TKJ)
AA
7 P X (TKJ)
DA
8 L X (TKJ)
HZM
9 L X (TKJ)
HI
10 L X (TKJ)
IF
11 L X (TKJ)
JF
12 L X (TKJ)
KF
13 P X (TKJ)
LMA
14 L X (TKJ)
MS
15 L X (TKJ)
MA
16 L X (TKJ)
MFA
17 P X (TKJ)
NU
18 P X (TKJ)
NZ
19 P X (TKJ)
NS
20 P X (TKJ)
RS
21 P X (TKJ)
SM
22 P X (TKJ)
SPT
23 P X (TKJ)
SR
24 P X (TKJ)
SBSA
25 L X (TKJ)
SW
40
26 L X (TKJ)
TAF
b. Lokasi Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMK Nurul Islam Sekarbela, Jln.
Swasempada XL kakalik, kelurahan. Karang Pule, Kecamatan.
Seekarbela, Kota Mataram.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan kurang lebih 5 kali pertemuan dari selasa,
28 Mei 2023 sampe dengan 12 juni 2024. Penelitian dilakukan
kurang lebih 1 bulan. Adapun jadwal pelajksanaan penelitian dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2 Jadwal Penelitian Data Tentang Penggunaan Cisco Packet
Tracr Terhadap Hasil Belajar Kelas X Pada Mata
Pelajaran Dasar Thnik Jarinnan Komputar dan
Telokomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/ 2024.
No Tanggal Waktu Kegiatan
Membuat surat izin
1 Sabtu 25 Mei 2024 08: 30 - 09: 20 penelitian dari fakultas
FIPP UNDIKMA
Pemberian surat ke
2 Sabtu 25 Mei 2024 10:00 – 12 : 30 sekolaha
Lagkah awal
3 Selasa 28 mei 2024 11: 30 – 12: 30 Pemberian Pre-test pada
siswa
3 Rabu 39 Mei 2024 10 :25-12:15 Pemberianan materi
pembelajaran tentang IP
Address kepada siswa
41
dan mengguakan cisco
packet tracer sebagai
media pembelajaran
Pemberianan materi
pembelajaran tentang IP
Address kepada siswa
4 Kamis 30 juni 2024 9:00-10:30
dan mengguakan cisco
packet tracer sebagai
media pembelajaran
Pemberianan materi
pembelajaran tentang IP
Address kepada siswa
5 Selasa 6 juni 2024 10:00-11:30
dan mengguakan cisco
packet tracer sebagai
media pembelajaran
Langkah terahir
6 Rabu 12 juni 2024 10 :25-12:15 Pemberian Post-test
kepada siswa
c. Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah menggunakan tes, dokumentasi dan metode
observasi sebagai pelengkap.
1. Metode tes
Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan
metode tes berupa pre-tes dan post-tes. Pre-test dilakukan untuk
mengetahui hasil belajar siswa tanpa menggunakan media
pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Dasar
Thnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul
Islam Sekarbela. Sedangkan pemberian post-test dimaksudkan
untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah melakukan
42
pembelajaran menggunakan media pembelajaran cisco packet
tracer. Jadi, metode tes ini dilakukan untuk mengetahui hasil
belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan
2. Metode Dokumentasi
Pengumpulan data dengan metode dokumentasi ini
dimaksudkan untuk memperoleh data beberapa presensi, kalender
akademik, profil sekolah dan foto-foto atau video kegiatan selama
melakukan penelitian sebagai bukti untuk memperoleh data tentang
penelitian yg telah dilakukan.
3. Metode Observasi
Metode observasi dilakukan sebelum melakukan penelitian
untuk melihat tindakan atau solusi yang akan diberikan kepada
subjek penelitian, dimana peneliti mengamati keseluruhan perilaku
siswa sebagai sasaran responden yaitu kelas X SMK Nurul Islam
Sekarbela.
Tabel 4.3 Rekaptulasi Skor Data Pre-test dan Post-test Kelas X
TKJ di SMK Nurul Islam Sekarbela.
43
No Nama Pretest Postest
1 7 19
AGF
2 12 18
AS
3 10 17
AM
4 6 14
AS
5 14 19
AJP
6 16 20
AA
7 6 19
DA
8 0 17
HZM
9 10 15
HI
10 11 18
IF
11 9 18
JF
12 8 19
KF
13 12 19
LMA
14 8 19
MS
15 12 20
MA
16 0 17
MFA
17 11 19
NU
18 6 18
NZ
19 11 20
NS
20 8 17
RS
21 14 21
SM
22 7 18
SPT
23 15 21
SR
24 13 21
SBSA
25 15 22
SW
26 6 17
TAF
44
B. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis ini adalah suatu cara unruk mengetahui berhasil atau
tidaknya penelitian yang telah dilakukan. Dengan penelitian ini, data diperoleh
melalui instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan rumus t-
test, t-tabel dilakukan untuk mengetahui Penggunaan Cisco Packet Tracer
sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa digunakan untuk
menguji hipotesis yang diajukan. Adapun langkah-langkah yang diterapakan
dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Merumuskan Hipotesis Nilai (Ho)
Sehubung data menggunakan analisis data statistik, maka hipotesis
alternatif (Ha) yang berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer
Terdapat Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik
Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela
Tahun Ajaran 2023/2024.” Maka perlu diubah terlebih dahulu ke dalam
hipotesis nilai (Ho) yang berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer
Tidak ada Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik
45
Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela
Tahun Ajaran 2023/2024.”
2. Membuat Tabel Kerja
Menyusun tabel deviasi pre-tes dan post-test dimasukan untuk
mengetahui deviasi yang akan diperoleh sebelum dan sesudah pemberian
instrumen dengan menggunakan tes dari Penggunaan Cisco Packet Tracer.
Sesuai dengan rumus yang digunakan, maka tabel kerja untuk pengujian
hipotesis dapat dijelaskan dengan tabel dibawah ini.
Tabel 4.4. Tabel Kerja Pengujian Hipotesis Tentang Penggunaan
Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata
Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/2024.
46
NO Subyek Kelas X1 X2 d d2
1. AGF 28 76 -48 2.304
2. AS 48 72 -24 576
3. AM 40 68 -28 784
4. AS 24 56 -32 1.024
5. AJP 56 76 -20 400
6. AA 64 80 -16 256
7. DA 24 76 -52 2.704
8. HZM 0 68 -68 4.624
9. HI 40 60 -20 400
10. IF 44 72 -28 784
11. JF 36 72 -36 1.296
12. KF 32 76 -44 1.936
13. LMA 48 76 -28 784
14. MS 32 76 -44 1.936
15. MA 48 80 -32 1.024
16. MFA 0 68 -68 4.624
17. NU 44 76 -32 1.024
18. NZ 24 72 -48 2.304
19. NS 44 80 -36 1.296
20. RS 32 68 -36 1.296
21. SM 56 84 -28 784
22. SPT 28 72 -44 1.936
23. SR 60 84 -24 576
24. SBSA 52 84 -32 1.024
25. SW 60 88 -28 784
26. TAF 24 68 -44 1.936
Jumblah 38 74,5 940 38.416
47
3.
3. Memasukan Data Kedalam Rumus
Berdasarkan hasil data pada tabel di atas, untuk memperoleh hasil data
tersebut, terlebih dahulu dilakukan penghitungan menggunakan rumus Md
sebelum memasukan rumus pokok. Adapun rumus Md yang dilakukan
sebagai berikut:
Md =
∑d = 940
= 36,1
n 26
Setelah Md diketahui, berulah dimasukan ke dalam rumus pokok uji t
sebagai berikut :
48
Md
t
√ ∑ 2−
d
( ∑ d )2
N (N−1)
N
36 , 1
t=
√ 38.416−
940
26
26 (26−1)
36 , 1
t=
√ 38.416−
883.600
26.25
26
36 ,1
t=
√−32.507 , 07
650
36 , 1
t=
√56.164
36 , 1
t=
7,494
t=4,817
4. Menguji Nilai t
Bedasarkan perhitungan diatas thitung 4,817 selanjutnya dikonsultasikan
dengan ttabel pada taraf signifikan 5% (0.05) dengan df = N-K = 26-2 = 24,
nilai ttabel = 2,064. Dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel atau
49
4,817>2,064. Berdasarkan kenyataan tersebut maka hipotesis alternatif
(Ha) yang diajukan yakni Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Terdapat
Hasil Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/2024” diterima dan sebaliknya hipotesis nihil (H 0) yang
berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Tidak ditemeukan Hasil
Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/2024” ditolak.
5. Menarik Kesimpulan
Berdasarkan nilai dari hasil uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitung
sebesar 4,817 dan ttabel sebesar 2,064. Kenyataan ini menunjukan bahwa
thitung lebih besar dari ttabel (4,817>2,064). Maka hipotesis nihil (H0) yang
berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Tidak ditemeukan Hasil
Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/2024” ditolak dan sebaliknya hifotesis alternatif (H a) yang
diajukan yakni Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Terdapat Hasil
Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/2024” diterima. Dengan demikian hasil dari penelitian ini
sadalah signifikan.
50
C. Pembahasan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMK Nurul Islam Sekarbela
menunjukan bahwa yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah seluruh
siswa kelas X TKJ SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
Dalam penelitian ini menggunakan desain ekaperimen one group pretest-
posttest, rekaptulasi nilai awal siswa kelas X TKJ Mata Pelajaran Dasar
Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Materi IP Address adalah
diperoleh nilai pretest 38 sedangkan rekaptulasi nilai posttes 74,5 dapat dilihat
bahwa skor nilai data pretest lebih rendah dibandingkan hasil nilai post-tes.
Data ini menunjukan bahwa adanya perbedaan hasil Belajar siswa sebelum
dan sesudah menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer.
Bedasarkan hasil analisis data didapati bahwa t hitung > ttabel, yaitu 4,817
> 2,064 pada taraf signifikan 5% (0.05) dengan db = N-1 = 26-1 = 25, dengan
demikian maka hipotesis nihil (H0) yang berbunyi “Tidak ada pengaruh
penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer terhadap Hasil Beajar Siswa Kelas
X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024” ditolak dan
sebaliknya hifotesis alternatif (H a) yang diajukan yakni Pada “Ada pengaruh
penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Beajar Siswa Kelas
X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024” diterima. Sehingga
pada penggunaan media pembelajaran Cisco Packet Tracer lebih
meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan sebelum menggunakan
51
Aplikasi pembelajaran, dengan demikian hasil dari penelitian ini adalah
signifikan.
Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh
penggunaan media pembelajaran yang berbasis simulasi penggunaan cisco
packet tracer memeiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Jadi,
simulasi media pembelajaran yang berbasis simulasi menggunaan cisco
packet tracer lebih effesien dipakai dibantingkan dengan media yang
menggunakan power point (Fitri Eka Setia, Ptra Jaya; 2019).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan
menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer dapat meningkatkan hasil belajar
siswa karena dengan menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer siswa dapat
memahami materi dan mengetahui cara menghubungkan komputer satu dan
komputer lainya dengan mudah.
Penelitian ini juga sejalan dengan pendapatnya Dian Ariawal dan Onno
W Purbo, (2016:3), Cisco Packet Tracer adalah software simulasi yang
diluncurkan oleh Cisco Sistem yang di fungsikan sebagai media pembelajaran,
pelatihan dan penelitian simulasi jaringan komputer. Menurut ahli lain Tarmin
abdulghani (2016:6) Cisco packet tracer merupakan program simulasi
networking kuat yang memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan
perilaku jaringan & bertanya pertanyaan “bagaimana jika ”. sebagai bagian
integral dari akademi jaringan pengalaman belajar yang lengkap, packet tracer
memberikan simulasi, visualisasi, authoring, penelian, & kolaborasi
52
kemampuan & memfasilitasi mengajar & belajar dari konsep teknologi yang
kompleks.
Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh
Lukman Hakim, Rahmat Shofan Razaqi pada tahun 2019 yang berjudul
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Cisco Packet Tracer Trehadap Minat dan Hasil
Belajar Siswa Kelas X TKJ Pada Mata Pembelajaran Komputer Jaringan Dasar
di SMK Negeri 1 Kendit Situbondo. Dari hasil penelitian terlihat bahwa data
pengaruh penggunaan aplikasi cisco packet tracer terhadap minat sebesar (-
0,452) dan hasil belajar sebesar (-0,463) siswa kelas X TKJ1 pada mata
pelajaran komputer jaringan dasar di SMK Negri 1 kendit sitibondo dengan
pengaruh sedang. Dengan demikian hipotesis yang dikemukakan sebelumnya
dapat diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini disebabkan karna pada
media pembelajaran Cisco Packet Tracer siswa dibimbing untuk dapat
menggunakan kemampuan potesinya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan nilai dari hasil uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitung
sebesar 4,817 dan ttabel sebesar 2,064. Kenyataan ini menunjukan bahwa
thitung lebih besar dari ttabel (4,817>2,064). Maka hipotesis nihil (H0) yang
berbunyi “Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Tidak ditemeukan Hasil
Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/2024” ditolak dan sebaliknya hifotesis alternatif (H a) yang
diajukan yakni Pada Penggunaan Cisco Packet Tracer Terdapat Hasil
Beajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Dasar Tehnik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun
Ajaran 2023/2024” diterima. Dengan demikian hasil dari penelitian ini
sadalah signifikan.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diambil, maka hasil penelitian ini
memberikan saran-saraan sebagai berikut:
1. Kepala sekolah diharapkan dapat mengarahkan guru untuk
menggunakan Cisco Packet Tracker sebagai media pembelajaran.
51
52
2. Disarankan kepada guru khususnya guru mata pelajaran Dasar Tknik
Jaringan Komputer dan Telekomunikasi agar mempertimbangkan
penggunaan media pembelajaran Cisco Packet Tracker dalam
pembelajaran
3. Para siswa diharapkan melalui penggunaan Cisco Packet Tracker dapat
meningkatkan hasil belajar siswa .
53
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad S. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah D asar.
Jakarta :kencana.
Andi, S. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Ponogoro: Uwais Inspirasi
Indonesia.
Arsyad, A. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Arsyad, A. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Arsyad, A. 2019. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Bulkia, R. 2020. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Dian, A dan Ono W.P. 2016. Simulasi Jaringan Komputer dengan Cisco
Packet Tracker. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Esty, A.S. 2018. Asesmen Teknik Dan Non Tes. Purwokerto:CV Irdh .
Fauzi, R., Kom, M., & Lubis, J. R. (2018). PENGARUH PENGGUNAAN
CISCO PACKET TRACER TERHADAP HASIL BELAJAR
SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DI SMK
SWASTA MITRA MANDIRI PANYABUNGAN. Jurnal
Education and Development, 3(2), 61-64.
Hakim, L., & Razaqi, R. S. (2019). Pengaruh Penggunaan Aplikasi Cisco
Packet Tracer Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X
TKJ1 Pada Mata Pelajaran Komputer Jaringan Dasar Di SMK
Negeri 1 Kendit Situbondo. EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan,
Sains dan Teknologi, 6(2), 39-53.
Haryanto. 2015. Teknologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Ina, M, dan PGSD 4G. 2021. Tulisan Bersama Tentang Media
Pembelajaran SD, Bojong Genteng : CV Jejak.
Ismail, M dan Aflaha. 2019. Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran. Jejak
Publishing: CV
Jaka W.K, Supardi, Rijalul A, Hamidah, Ratna, Fitrah M, Sepriano. 2023.
Dimensi Media Pembelajaran. Kota Jambi: PT. Sonpedia
Publishing Indonesia.
54
Kustandi, Cecep., dan Sutjipto, Bambang. 2013. Media Pembelajaran:
Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Maesarah, Romi M, Putri A, Putu S.N, Mayasari, Suyuti, Saptadi N.T,
Muhammad A.W, Asri V.T, Meike I, Victoria K.A, Veronike E.T.
2023. Media Pembelajaran. Serang Banten: PT Sada Kurnia
Pustaka.
Mochamad, A.A. 2023. Jaringan Komputer Menggunakan Cisco Packet
Tracer (CCNA Preparation). Jawa Barat: CV. Adanu Mata.
Morrisan 2017. Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana.
Oris K.S. 2017. 13 Lab Cisco Packet Tracer. Surakarta : Percetakan CV
Oase Group.
Rahmi, M, A, Putri T.A, Dumaris E S, Lina A.F, Hafidhah H, Muh R.A,
Teguh A, dan Ilham K. 2022. Media Pembelajaran. Sumatra Barat:
PT. Global Eksekutif Teknologi.
Roscoe, J. T. 1975. Fundamental Research Statistics for the Behavioral
Sciences. Edisi Kedua. New York: Holt Rinehart & Winston.
Setia, F. E., & Jaya, P. (2019). Pengaruh Penggunaan Media Simulasi
Jaringan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar
Siswa. Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan
Informatika), 7(1), 81-86.
Sofana, I. 2012. Cisco CCNA & Jaringan Komputer. Informatika Bandung:
Bandung.
Sudjana, N dan Ahmad, R. 2011. Media Pengajaran (Penggunaan dan
Pembuatannya). Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sudjana, N. 2011. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung:
Rosda Karya.
Sudjana, N. 2013. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algensindo.
Sugiyono 2014. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung Alfabeta, CV.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
55
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung : Alfabeta, CV.
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Tarmin, A. 2020. Pengembangan Jaringan Komputer Berbasis Virtual
dengan Mempergunakan Cisco Packet Tracer. Yogyakarta: Zahir
Publising.
Thobroni, M. 2020. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media.
Yuniastuti, Miftakhuddin, Muhamad K. 2022. Media Pembelajaran Untuk
Generasi Milenial. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.
56
LAMPIRAN-LAMPIRAN
57
Lampiran 01. Surat Mengadakan Permohonan Seminar
58
Lampiran 02. Surat Acara Seminar
59
Lampiran 03. Daftar Hadir Peserta Seminar FIPP UNDIKMA
60
Lampiran 04. Kartu Seminar
61
Lampiran 05. Surat Izin Mengadakan Penelitian Dari Fakultas
62
63
Lampiran 06. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di SMK Nurul Islam
Sekarbela
64
Lampiran 07. Kartu Konsultasi Skripsi
65
Lampiran 08. Kisi-kisi Instrumen Pre-test
KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN SOAL PRE-TEST
Mata Pelajaran : Dasat-dasar Teknik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi
Pokok Bahasan : IPV4 Address
Kelas/Semester : X/2
Waktu : 50 Menit
Setandar Kopetensi :
Memahami prinsip dasar sistem IPV4/IPV6, TCP IP, Networking Service dan
Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi
Kopetensi Dasar No soal Indikator Soal Bentuk soal
Memahami prinsip 1,2,3,4- Nilai defaulit subnet mask : Pilihan
dasar sistem 25 20, 21, 22, 23, 24, Ganda
IPV4/IPV6, TCP IP, Ip address dan alamat yang
Networking Service dan dimilikinya : 1, 2, 3, 12, 17,
Sistem Keamanan 18, 19, 25.
Jaringan Bebrapa kelas ip address :7,
Telekomunikasi 8, 9, 11, 12, 13, 15, 16, 23.
Metode yang digun akan
subnet network dan beberapa
ip address yg tidak bisa
dipakek: 5, 10.
Notasi pada ipv4 dan blok yg
dimiliki ipv4 pada :4, 6,
66
Lampiran 09. Kisi-kisi Instrumen Post-test
KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN SOAL POST-TEST
Mata Pelajaran : Dasat-dasar Teknik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi
Pokok Bahasan : IPV4 Address
Kelas/Semester : X/2
Waktu : 50 Menit
Setandar Kopetensi :
Memahami prinsip dasar sistem IPV4/IPV6, TCP IP, Networking Service dan
Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi
Kopetensi Dasar Indikator Soal Bentuk soal
Memahami prinsip Nilai defaulit subnet mask : Pilihan
dasar sistem 1, 9, 13, 15, 22, 25. Ganda
IPV4/IPV6, TCP IP, Ip address dan alamat yang
Networking Service dan dimilikinya : 2, 3, 5, 12, 16,
Sistem Keamanan 17, 18, 19.
Jaringan Bebrapa kelas ip address :
Telekomunikasi 10, 11, 23.
Metode yang digun akan
subnet network dan kode yg
dimiliki ip address: 7, 21.
Notasi pada ipv4 dan blok yg
dimiliki ipv4 pada :6, 8.
Lampiran 10. Instrumen Pre-test
INSTRUMEN PENELITIAN SOAL PRET TEST
67
Satuan pendidikan : SMK
Kompetensi Keahlian : Teknik Jaringan Komputer (TKJ)
Mata Pelajaran : Dasar – dasar Teknik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi
Kelas / Semester : X/genap
Waktu : 50 menit
Nama Sekolah :..................................................................
Nama Siswa :..................................................................
Kelas/ Nomor Absen :..................................................................
1. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada
salah satu huruf a,b,c dan d.
1. Sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan
komputer lain disebut dengan...
a. IP Address
b. Broadcast Address
c. Netmask/Subnet Mask
d. Gateway
2. IPv 4 Terdiri dari...
a. Net ID & Host ID
b. Kode Vendor & Kode Hardware
c. Broadcast & Netmask
d. FLSM & VLSM
3. IPv4 terdiri dari berapa Byte dan bit .....
a. 40 bit & 32 Byte
b. 48 Byte & 6 bit
c. 4 Byte & 32 bit
d. 32 Byte & 4 bit
4. Notasi untuk IPv4 disebut dengan...
68
a. Dotted Decimal Notation
b. Colon Hexa Decimal Notation
c. Semi Colon Equal Decimal
d. Dot Octal Notation
5. Suatu cara / metode yang digunakan membagi sebuah network menjadi
beberapa subnetwork disebut dengan...
a. Subnetting
b. Subnet Mask
c. Broadcast
d. Dotted Decimal Notation
6. IPv4 terdiri dari berapa blok ....
a. 5 Blok
b. 4 Blok
c. 3 Blok
d. 2 Blok
7. Penulisan IP Address versi 4 di bawah ini yang benar adalah...
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
8. IPv4 Terdiri dari berapa kelas .....
a. 3 Kelas
b. 4 Kelas
c. 2 Kelas
d. 5 kelas
9. Pada jaringan komputer yang menggunakan IPv4, kelas yang bisa
digunakan antara lain...
a. A, B dan C
b. A, B dan D
69
c. B, C
d. A, B, C dan D
10. Beberapa IP Address yang tidak boleh dipakai, kecuali...
a. Broadcast
b. Loopback Address
c. Subnet Mask
d. Range Host yang valid
11. Pada IPv4 kelas D digunakan untuk ...
a. Multicasting
b. Eksperimen
c. Unicast
d. Anycast
12. Range kelas B pada IPv4 yaitu...
a. 224 - 239
b. 128 - 191
c. 0 - 127
d. 240 - 255
13. Bit awal kelas C pada IPv4 adalah...
a. 1110
b. 0
c. 110
d. 10
14. Fungsi bit awal ( Leading bits ) pada IPv4 adalah...
a. Mencari Subnet Address
b. Menghitung Jumlah host per subnet
c. Mencari Broadcast Address
d. Inisialisasi nilai biner antara kelas satu dengan kelas lainnya
15. Jumlah Net ID dan Host ID untuk kelas C pada pada IPv4 adalah...
a. 24 Byte & 8 Byte
b. 8 bit dan 24 Byte
70
c. 16 bit & 2 Byte
d. 3 Byte & 8 bit
16. Jumlah host yang valid pada kelas C ( Classful ), sebanyak...
a. 16,777,216 Host per Subnet
b. 256 Host per Subnet
c. 65,536 Host per Subnet
d. 254 Host per Subnet
17. IPv6 memiliki berapa berapa Byte .....
a. 128 Byte
b. 6 Byte
c. 4 Byte
d. 16 Byte
18. Dibawah ini merupakan jenis – jenis alamat yang terdapat pada IPv6 kecuali...
a. Alamat Global Unicast
b. Alamat Broadcast
c. Alamat link-local
d. Alamat site-local
19. Seperti IPv4, IPv6 juga mendukung private address yang dipresentasikan
dengan kode...
a. Fe80::/ 10
b. 2000:: /3
c. ::1
d. FF02::1:FF00:1
20. MAC atau Media Access Control di OSI Layer ada pada layer ...
a. Session Layer
b. Physical Layer
c. Transport Layer
d. Data Link Layer
21. Urutan lapisan OSI mulai dari layer satu adalah :
71
a. Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link,
Physical
b. Application, Presentation, Transport, Session, Network, Data Link,
Physical
c. Application, Presentation, Session, Network, Transport, Data Link,
Physical
d. Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation,
Application
22. Apakah yang dilewatkan dan diteruskan oleh router :
a. Data
b. Segment
c. Packet
d. Frame
23. Beberapa karakterisstik dari protokol TCP , Kecuali .....
a. Connection Oriented
b. Reliable ( Handal )
c. Connectionsless ( Tanpa Koneksi )
d. Full Duplex
24. Macam – macam protocol antara lain, Kecuali...
a. Ethernet.
b. Token Ring.
c. Internet
d. FDDI
25. Pada dasarnya, arsitektur IPv4 menganut konsep...
a. Classful Addressing
b. Unicast Addresses
c. Address Prefixes
d. Experimental
72
Kunci Jawaban
1. A 11.A 21.D
2.A 12.B 22.C
3. C 13.C 23.C
4. A 14.D 24.C
5. A 15.D 25.A
6. B 16.D
7. A 17.D
8. D 18.B
9. A 19.A
10. D 20.D
73
74
75
76
77
78
79
Lampiran 11. Instrumen Post-test
INSTRUMEN PENELITIAN SOAL POST TEST
Satuan pendidikan : SMK
Kompetensi Keahlian : Teknik Jaringan Komputer (TKJ)
Mata Pelajaran : Dasar – dasar Teknik Jaringan Komputer dan
Kelas / Semester : X/genap
Waktu : 50 menit
Nama Sekolah :..................................................................
Nama Siswa :..................................................................
Kelas/ Nomor Absen :..................................................................
Uji Kompetensi
1. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda
silang (X) pada salah satu huruf a,b,c dan d.
1. Nilai Default Subnet Mask untuk kelas B pada IPv4 adalah...
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
2. Bit awal kelas C pada IPv4 adalah...
a. 1111
b. 0
c. 110
d. 10
3. Sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling
terhubung dengan komputer lain disebut dengan...
a. IP Address
b. Broadcast Address
80
c. Netmask/Subnet Mask
d. Gateway
4. IPv 4 Terdiri dari...
a. Net ID & Host ID
b. Kode Vendor & Kode Hardware
c. Broadcast & Netmask
d. FLSM & VLSM
5. IPv4 terdiri dari berapa Byte dan bit .....
a. 40 bit & 32 Byte
b. 48 Byte & 6 bit
c. 4 Byte & 32 bit
d. 32 Byte & 4 bit
6. Notasi untuk IPv4 disebut dengan...
a. Dotted Decimal Notation
b. Colon Hexa Decimal Notation
c. Semi Colon Equal Decimal
d. Dot Octal Notation
7. Suatu cara / metode yang digunakan membagi sebuah network
menjadi beberapa subnetwork disebut dengan...
a. Subnetting
b. Subnet Mask
c. Broadcast
d. Dotted Decimal Notation
8. IPv4 terdiri dari berapa blok ....
a. 5 Blok
b. 4 Blok
c. 3 Blok
d. 2 Blok
9. Penulisan IP Address versi 4 di bawah ini yang benar adalah...
81
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
10. IPv4 Terdiri dari berapa kelas .....
a. 3 Kelas
b. 4 Kelas
c. 2 Kelas
d. 5 kelas
11. Pada jaringan komputer yang menggunakan IPv4, kelas
yang bisa digunakan antara lain...
a. A, B dan C
b. A, B dan D
c. B, C
d. A, B, C dan D
12. Beberapa IP Address yang tidak boleh dipakai, kecuali...
a. Broadcast
b. Loopback Address
c. Subnet Mask
d. Range Host yang valid
13. Subnet mask default untuk kelas A adalah:
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
14. Bagian-bagian dari IP address adalah:
a. Subnet, Gateway, DNS, Broadcast
b. Network, Subnet, Host, Broadcast
c. Network, Subnet, Host, Domain
d. Network, Subnet, Host, Gateway
82
15. Contoh IP address yang valid adalah:
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
16. Fungsi bit awal ( Leading bits ) pada IPv4 adalah...
a. Mencari Subnet Address
b. Menghitung Jumlah host per subnet
c. Mencari Broadcast Address
d. Inisialisasi nilai biner antara kelas satu dengan kelas
lainnya
17. Jumlah Net ID dan Host ID untuk kelas C pada
pada IPv4 adalah...
a. 24 Byte & 8 Byte
b. 8 bit dan 24 Byte
c. 16 bit & 2 Byte
d. 3 Byte & 8 bit
18. Jumlah host yang valid pada kelas C ( Classful ), sebanyak...
a. 16,777,216 Host per Subnet
b. 256 Host per Subnet
c. 65,536 Host per Subnet
d. 254 Host per Subnet
19. IPv6 memiliki berapa berapa Byte .....
a. 128 Byte
b. 6 Byte
c. 4 Byte
d. 16 Byte
20. Dibawah ini merupakan jenis – jenis alamat yang terdapat pada
IPv6 kecuali...
a. Alamat Global Unicast
83
b. Alamat Broadcast
c. Alamat link-local
d. Alamat site-local
21. Seperti IPv4, IPv6 juga mendukung private address yang
dipresentasikan dengan kode...
a. Fe80::/ 10
b. 2000:: /3
c. ::1
d. FF02::1:FF00:1
22. MAC atau Media Access Control di OSI Layer ada pada
layer ...
a. Session Layer
b. Physical Layer
c. Transport Layer
d. Data Link Layer
23. Penulisan IP addres 11000000.10101000.00000010.00001000
dalam bentuk decimal ditulis sebagai berikut.
a. [Link]
b. [Link]
c. [Link]
d. [Link]
24. Untuk mengetahui IP address sebuah PC yang tersambung ke
jaringan menggunakan perintah.
a. chkdsk
b. command
c. ipconfig
d. ping
25. Bebrapa computer yang dapat saling berhubungan dan
melakukan komunikasi satu sama lain dengan menggunakan
84
perangkat jaringan seperti ethernet catd, bridge, modem dan
lain-lain disebut dengan :
a. Jaringan computer
b. Client
c. Workstation
d. Group computer
Kunci Jawaban pos
1. D 11.A 21. C
2. C 12.D 22. C
3. A 13.A 23. B
4. A 14.D 24. C
5. C 15.D 25. A
6. A 16.D
7. A 17.D
8.B 18.D
9.A 19.A
10.B 20.B
85
86
87
88
89
90
Lampiran 12. Tabel Tabulasi Nilai Pre-test Siswa Kelas X TKJ SMK Nurul Islam
Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
Tabel Tabulasi Data Nilai Pre-test Siswa Kelas X SMK Nurul Islam Sekarbela
NO NAMA Total
S 1 S2 S 3 S4 S5 S 6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S 13 S14 S15 S 16 S17 S18 S19 S 20 S 21 S 22 S 23 S24 S 25
1 AGF 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 7
2 AS 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 12
3 AM 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 10
4 AS 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 6
5 AJP 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 14
6 AA 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 16
7 DA 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 6
8 HZM 0
9 HI 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 10
10 IF 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 11
11 JF 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 9
12 KF 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 8
13 LMA 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 12
14 MS 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 8
15 MA 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 12
16 MFA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 NU 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 11
18 NZ 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6
19 NS 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 11
20 RS 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 8
21 SM 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 14
22 SPT 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 7
23 SR 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 15
24 SBSA 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 13
25 SW 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 15
26 TAF 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6
91
Lampiran 13. Tabel tabulasi nilai Post-test Siswa Kelas X TKJ SMK Nurul Islam
Sekarbela Tahun Ajaran 2023/2024.
Tabel Tabulasi Data Nilai Post-test Siswa Kelas X SMK Nurul Islam Sekarbela
NO NAMA Total
S1 S2 S 3 S4 S5 S 6 S 7 S 8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S 20 S21 Sl 22 S23 S24 S 25
1 AGF 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 19
2 AS 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 18
3 AM 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 17
4 AS 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 14
5 AJP 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 19
6 AA 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 20
7 DA 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 19
8 HZM 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 17
9 HI 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 15
10 IF 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 18
11 JF 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 18
12 KF 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19
13 LMA 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19
14 MS 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 19
15 MA 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 20
16 MFA 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 17
17 NU 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 19
18 NZ 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 18
19 NS 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 20
20 RS 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 17
21 SM 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 21
22 SPT 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 18
23 SR 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 21
24 SBSA 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 21
25 SW 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22
26 TAF 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 17
92
Lampiran 14. Tabel t
93
Lampiran 15. Foto Dokumentasi Pada Saat Penelitian
Pre-test
Perlakuan / tritmen menggunakan Cisco Packet Tracer
Posttest
94
Lampiran 16. Rencana Pembelajaran (RPP)
RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
Kelas : X/II
Durasi : 2 * 45 menit
Setandar Kopetensi :
Mengkofigurasi IP Address dalam Sebuah Jaringan komputer
Kompetensi Dasar :
1.1 mengdentifikasi jenis-jenis IP Address
1.2 mengkofigurasi IP Address pada perangkat jaringan komputer
Indikator Pencapaian Kopetensi :
1.1.1 menjelaskan jenis-jenis IP Address
1.1.2 mengkofigurasi IP Address pada perangkat jaringan sesuai dengan topologi
yg diberikan
1.2.2 memverifikasi keberhasilan konfigurasi IP Address pada perangkat jaringan
Pertemuan I
No Kegiatan Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan 1. melakukan pembukaan dengan salam pembukaan 15
dan berdoa untuk memulai pembelajaran menit
2. melakukan pekondisian peserta didik
3. melakukan tujuan pembelajaran yang yang akan
dicapai.
4. Menyampaikan teknik penilaian yang akan
digunakan.
5. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
6. Melakukan pre test.
2 Kegiatan Penjelasan konsep 15
95
inti menit
3 1. Guru menjelaskan konsep dasar tentang IP
Address, termasuk IPV4 dan IPV6.
2. Mengidentifikasi jenis-jenis IP Address, seperti
IP Address publik, IP Address privat, dan IP
Address loopback.
4 Demonstrasi dan Peraktik 20
menit
5 1. Melakukan domonstrasi langkah-langkah
komfigurasi IP Address pada perangkat jaringan.
2. Memperaktekan konfigurasi IP Address pada
perangkat jaringan sesuai dengan topologi yang
diberikan/
6 Evaluasi 5
meniit
1. Memberikan beberapa pertanyaan singkat untuk
menguji pemahaman siswa tentang konsep IP
Address.
Pertemuan II
Evaluasi diri 5 mrnit
1. Menganalisis hasil evaluasi dari pertemuan
sebelumnya.
2. Mengklarifikasi dan menjawab pertanyaan siswa
mengenai konsep IP Address.
Latihan Praktik 30
menit
1. Memberikan tugas kepada siswa untuk
mengkonfigurasi IP Address pada perangkat
jaringan sesuai dengan topologi yang diberikan.
96
2. Memantau dan memberikan bimbingan
individual kepada siswa selama mereka
melakukan latihan praktik.
Verifikasi dan Diskusi 10
menit
1. Memverifikasi hasil konfigurasi IP Address yang
dilakukan oleh siswa.
2. Membahas masalah umum yang mungkin timbul
selama konfigurasi dan cara mengatasinya.
Penutup 5 menit
1. Merangkum pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya atau memberikan umpan balik.
Sumber Belajar:
Presentasi slide tentang IP Address.
Buku teks atau materi pembelajaran terkait jaringan komputer.
Cisco Packet Tracer sebagai media praktik konfigurasi IP Address.
Penilaian:
Penilaian formatif dilakukan selama proses pembelajaran melalui pertanyaan,
diskusi, dan penilaian terhadap hasil praktik konfigurasi IP Address.
Penilaian sumatif dapat dilakukan melalui tes tertulis atau proyek praktik
konfigurasi IP Address dengan menggunakan Cisco Packet Tracer yang lebih
kompleks.
Catatan Tambahan:
97
Pastikan memiliki perangkat jaringan yang mencukupi untuk melibatkan
siswa dalam praktik konfigurasi IP Address.
Berikan perhatian individual kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam
mengkonfigurasi IP Address.
Libatkan siswa dalam diskusi dan tanya jawab untuk mendorong partisipasi
aktif dalam pembelajaran.
Lampiran 17. Kartu Tanda Mahasiswa
98
Lampiran 18. Daftar Riwayat Hidup
99
DAPTAR RIWAYAT HIDUP
A. Biodata
Nama : Risdayanti
Tempat/Tanggal Lahir : Longserang, 10 Agustus 2001
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Desa Longserang Persiapan Kec. Lingsar
Kabupaten Lombok Barat
Agama : Islam
Umur : 22
Anak Ke : 1 dari 2 bersaudara
[Link] : 087716952137
B. Pendidikan
SD : MI AL-Mujahidin Longserang Barat Utara
SMPN : MTS Yusuf Abdussatar Kediri
SMK : SMK Yusuf Abdussatar Kediri
Perguruan Tinggi : Universitas Pendidikan Mandalika
C. Keluarga
Nama Ayah : Rumedan
Nama Ibu : Maenah
Saudara : 1. Risdayanti
2. Zakia Salsabila
Alamat Keluarga : Desa Longserang Persiapan Kec. Lingsar
Kabupaten Lombok Barat
Mataram, 26 Juni 2024
(Risdayati)
100