TRAINING
BASIC SAFETY
Hasan Basri, [Link]
HRD TRAINING PT RAS
TUJUAN
• Mengendalikan Bahaya yang ada.
• Tenaga Kerja yang sehat & produktif.
• Mencegah terjadinya kecelakaan &
penyakit akibat kerja.
TUJUAN
TUJUAN
DEFINISI
APAKAH BASIC SAFETY?
Basic Safety adalah pengetahuan mendasar
mengenai kemungkinan bahaya yang dapat
timbul dalam suatu lokasi atau lingkungan ketika
beraktivitas dan penanganan yang dapat
dilakukan.
KENAPA KITA PERLU BASIC SAFETY?
Basic Safety diinformasikan kepada seluruh
Karyawan sejak awal dalam upaya memastikan
Karyawan bekerja dengan kondisi aman dan
terlindungi.
DEFINISI
DEFINISI
HAZARD / BAHAYA
RISK / RESIKO
NEARMISS / NYARIS
ACCIDENT / KECELAKAAN
DEFINISI
HAZARD / BAHAYA
Potensi yang terkandung pada suatu sumber, situasi,
keadaan atau tindakan yang bisa menimbulkan:
• Cidera pada manusia
• Gangguan kesehatan
• Kerusakan alat atau mesin
• Kehilangan nyawa
DEFINISI
RISK / RESIKO
Besarnya kemungkinan dan
keparahan terjadinya kecelakaan akibat
kontak dengan bahaya
DEFINISI
NEARMISS / NYARIS
Insiden yang tidak menimbulkan
cedera, penyakit akibat kerja
(PAK) ataupun
kefatalan (kematian)
DEFINISI
ACCIDENT / KECELAKAAN
Suatu kejadian yang tidak diinginkan berakibat cedera pada
manusia, kerusakan barang, gangguan
terhadap pekerjaan dan
pencemaran lingkungan.
BAHAYA
•KATEGORI BAHAYA
• UNSAFE CONDITION • UNSAFE ACT
Tempat/Lingkungan kerja Perilaku pekerja yang tidak
yang berpotensi mempedulikan bahaya di
menimbulkan bahaya tempat kerja
Kecelakaan kerja.
BAHAYA
KATEGORI BAHAYA
BAHAYA
KATEGORI BAHAYA
BAHAYA
KATEGORI BAHAYA
BAHAYA
KATEGORI BAHAYA
KECELAKAAN
KERJA
FAKTOR PENYEBAB
KECELAKAAN KERJA
Pada dasarnya kecelakaan kerja dapat dikelompokkan
menjadi 2:
1. Kondisi berbahaya yang selalu 2. Tindakan berbahaya yang dalam
berkaitan dengan: beberapa hal dapat dilatar
• Mesin, peralatan, bahan, dan belakangi oleh faktor-faktor:
lain-lain. • Kurangnya pengetahuan dan
• Lingkungan kerja: kebisingan, keterampilan.
penerangan, dan lain-lain. • Keletihan dan kelelahan.
• Proses produksi: waktu kerja
KECELAKAAN
KERJA
TREND KECELAKAAN KERJA
Logika Terjadinya Kecelakaan, setiap kejadian ada
hubungan mata rantai sebab-akibat
(Efek Domino)
KECELAKAAN
KERJA
TREND KECELAKAAN KERJA
Kerugian kecelakaan kerja diilustrasikan sebagaimana
gunung es di permukaan laut dimana es yang terlihat di
permukaan laut lebih kecil dari pada ukuran es
sesungguhnya secara keseluruhan.
Begitu pula kerugian pada
kecelakaan kerja kerugian
yang "tampak/terlihat" lebih
kecil dari pada kerugian
keseluruhan.
KECELAKAAN
KERJA
PIRAMIDA KECELAKAAN KERJA
Menggambarkan statistik urutan (rangkaian) kejadian yang
terjadi menuju 1 (satu) kecelakaan fatal (kematian/cacat
permanen). Lebih jelasnya dapat dijabarkan dalam teori
piramida kecelakaan kerja sebagai berikut :
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
5 HIERARKI PENGENDALIAN
RESIKO/BAHAYA K3
Resiko/bahaya yang sudah
diidentifikasi dan dilakukan
penilaian memerlukan langkah
pengendalian untuk menurunkan
tingkat resiko/bahaya-nya menuju
ke titik yang aman.
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ELIMINASI
Menghilangkan Bahaya yang ada
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
SUBSTITUSI
Mengganti material/proses pada suatu pekerjaan yang
semula memiliki bahaya yang lebih besar dengan
menggunakan material/proses yang memilki bahaya lebih
kecil/tidak memilki bahaya
Contoh
Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pasta
Proses menyapu diganti dengan vakum
Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan
PENGENDALIAN
GA & HSE DEPT
KECELAKAAN KERJA
RANCANGAN/REKAYASA
ENGINEERING
Roda bergerak tanpa cover Roda bergerak diberi cover
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
RANCANGAN/REKAYASA
ENGINEERING
Roda bergerak tanpa cover Roda bergerak diberi cover
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
RANCANGAN/REKAYASA
ENGINEERING
>85 dB <85 dB
Compressor tanpa
Compressor diisolasi
isolasi
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ADMINISTRASI
•Spanduk
•Banner
•Sticker
•Poster
•Video
•Instruksi kerja
•Prosedur
•Sanksi
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
• Merupakan tindakan pengendalian yang paling
akhir dalam menanggulangi suatu bahaya
• Harus dipakai pada saat bekerja sesuai dengan
Prosedur yang ada
• Rawatlah APD dengan baik & teratur
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
Definisi
Suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk
melindungi seseorang yang fungsinya
mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari
potensi bahaya di tempat kerja.
PENGENDALIAN
GA & HSE DEPT
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
Jenis Jenis
1. Alat Pelindung Kepala
Fungsi: melindungi kepala dari benturan,
terkena benda tajam atau benda keras,
kejatuhan atau terpukul oleh benda-benda
yang melayang atau meluncur di udara,
radiasi panas, api dan percikan bahan-bahan
kimia.
PENGENDALIAN
GA & HSE DEPT
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
2. Alat pelindung mata dan muka
Fungsi kacamata pengaman adalah melindungi mata dari:
• Percikan bahan-bahan korosif
• Kemasukan debu-debu atau partikel-partikel yang melayang di udara
• Lemparan benda-benda kecil/panas
• Pemajanan gas-gas atau uap-uap kimia yang dapat menyebabkan
iritasi pada mata
• Pancaran cahaya
• Benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
3. Alat pelindung telinga
Fungsi: Melindungi alat pendengaran (telinga) dari kebisingan dan melindungi
telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas.
Jenis :
• Sumbat telinga atau ear plug
• Penutup telinga atau ear muff
Kapan Pelindung telinga digunakan?
Jika Nilai Ambang Batas Faktor Kimia
Kebisingan > 85 dB
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
4. Alat pelindung pernafasan (Respirator)
Fungsi : Memberikan perlindungan organ pernafasan akibat pencemaran udara
oleh faktor kimia seperti debu, uap, gas fume, asap, mist, kabut dan
sebagainya.
Jenis :
• Respirator untuk memurnikan udara
• Respirator untuk memasok udara
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
5. Pelindung Tangan
Fungsi : Melindungi tangan dan jari-jari tangan dari
pajanan api, panas, dingin, radiasi elektromagnetik,
1 listrik, bahan kimia, benturan dan pukulan, tergores,
terinfeksi.
Jenis : Sarung tangan biasa①, Sarung tangan panas②,
Sarung tangan anti sayat/pisau③, Sarung tangan khusus
elektrical④, Sarung tangan khusus bahan kimia⑤
3
2 4 5
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
6. Pelindung Kaki
Fungsi: Melindungi kaki dari timpaan benda-benda berat, tertuang logam panas
cair dan bahan kimia korosif, penyakit kulit, tersandung , terpeleset, tergelincir.
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
7. Pakaian pelindung
Fungsi: Melindungi sebagian atau seluruh bagian tubuh dari bahaya percikan
bahan-bahan kimia, radiasi, panas, bunga api maupun api.
Jenis :
• Apron (menutup sebagian tubuh
mulai dari dada sampai lutut)
• Wearpack (menutup seluruh tubuh).
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
8. Tali dan Sabuk pengaman
Fungsi: Digunakan untuk mengurangi resiko bahaya fisik apabila si pemakai
terjatuh.
Jenis :
• Safety belt
• Full body harness
Standard Penggunaan:
digunakan saat bekerja
diketinggian > 1.8 meter
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
HOOK HARUS LEBIH TINGGI PINGGANG
Hook dikaitkan pada posisi Hook dikaitkan pada posisi
lebih tinggi dari pinggang lebih rendah dari pinggang
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
PENGENDALIAN
KECELAKAAN KERJA
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
TERIMA KASIH
HASAN BASARI
HRD TRAINING PT RAS
EMAIL : [Link]@[Link]
HP : 087825579198