UU N0 1 TAHUN 2009 UU N0 6 TAHUN 2023
PASAL 46 PASAL 46
(1) Setiap orang yang mengoperasikan (1) Setiap Orang yang mengoperasikan
pesawat udara wajib merawat Pesawat Udara wajib merawat
pesawat udara, mesin pesawat udara, Pesawat Udara, mesin Pesawat
balingbaling pesawat terbang, dan Udara, baling-baling Pesawat
komponennya untuk Terbang, dan komponennya untuk
mempertahankan keandalan dan mempertahankan keandalan dan
kelaikudaraan secara berkelanjutan. Kelaikudaraan secara berkelanjutan.
(2) Dalam perawatan pesawat udara, (2) Dalam perawatan Pesawat Udara,
mesin pesawat udara, baling-baling mesin Pesawat Udara, baling-baling
pesawat terbang, dan komponennya Pesawat Terbang, dan komponennya
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
setiap orang harus membuat program Setiap Orang harus membuat
perawatan pesawat udara yang program perawatan Pesawat Udara
disahkan oleh Menteri. yang disahkan oleh Pemerintah Pusat.
PASAL 47 PASAL 47
(1) Perawatan pesawat udara, mesin Perawatan Pesawat Udara, mesin Pesawat
pesawat udara, balingbaling pesawat terbang Udara, baling-baling Pesawat Terbang, dan
dan komponennya sebagaimana dimaksud komponennya sebagaimana dimaksud dalam
dalam Pasal 46 hanya dapat dilakukan oleh: Pasal 46 hanya dapat dilakukan oleh:
a. perusahaan angkutan udara yang telah a. perusahaan Angkutan Udara yang
memiliki sertifikat operator pesawat udara; telah memiliki sertifikat operator
b. badan hukum organisasi perawatan Pesawat Udara;
pesawat udara yang telah memiliki sertifikat b. badan hukum organisasi perawatan
organisasi perawatan pesawat udara Pesawat Udara yang telah memiliki
(approved maintenance organization); atau sertifikat organisasi perawatan
c. personel ahli perawatan pesawat udara Pesawat Udara (approued
yang telah memiliki lisensi ahli perawatan maintenance organization ; atau
pesawat udara (aircraft maintenance c. personel ahli perawatan Pesawat
engineer license). Udara yang telah memiliki Lisensi ahli
perawatan Pesawat Udara (aircrafi.
(2) Sertifikat organisasi perawatan pesawat maintenance engineer license).
udara
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b
dan lisensi ahli perawatan pesawat udara
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c
diberikan setelah lulus pemeriksaan dan
pengujian.
PASAL 48 PASAL 48
Untuk mendapatkan sertifikat organisasi Pasal 48 dihapus.
perawatan pesawat udara sebagaimana
dimaksud dalam pasal 47 ayat (1) huruf b
harus memenuhi persyaratan:
a. memiliki atau menguasai fasilitas dan
peralatan
pendukung perawatan secara berkelanjutan;
b. memiliki atau menguasai personel yang
telah mempunyai
lisensi ahli perawatan pesawat udara sesuai
dengan
lingkup pekerjaannya;
c. memiliki pedoman perawatan dan
pemeriksaaan;
d. memiliki pedoman perawatan dan
pemeriksaan
(maintenance manuals) terkini yang
dikeluarkan oleh
pabrikan sesuai dengan jenis pesawat udara
yang
dioperasikan;
e. memiliki pedoman jaminan mutu (quality
assurance
manuals) untuk menjamin dan mempertahan
kinerja
perawatan pesawat udara, mesin, baling-
baling, dan
komponen secara berkelanjutan;
f. memiliki atau menguasai suku cadang
untuk
mempertahankan keandalan dan
kelaikudaraan
berkelanjutan; dan
g. memiliki pedoman sistem manajemen
keselamatan.
PASAL 58 PASAL 58
(1) Setiap personel pesawat udara wajib (1) Setiap personel Pesawat Udara wajib
memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi. memiliki Lisensi atau Sertifikat Kompetensi.
(2) Personel pesawat udara yang terkait (2) Personel Pesawat Udara yang terkait
langsung dengan pelaksanaan pengoperasian langsung dengan pelaksanaan pengoperasian
pesawat udara wajib memiliki lisensi yang Pesawat Udara wajib memiliki Lisensi yang
sah dan masih berlaku. sah dan masih berlaku.
(3) Lisensi sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) diberikan oleh Menteri setelah memenuhi
persyaratan:
a. administratif;
b. sehat jasmani dan rohani;
c. memiliki sertifikat kompetensi
dibidangnya; dan
d. lulus ujian.
(4) Sertifikat kompetensi sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) huruf c diperoleh
melalui pendidikan dan/atau pelatihan yang
diselenggarakan lembaga yang telah
diakreditasi
PASAL 59 TIDAK ADA REVISI
1) Personel pesawat udara yang telah
memiliki lisensi wajib:
a. melaksanaan pekerjaan sesuai dengan
ketentuan di bidangnya;
b. mempertahankan kemampuan yang
dimiliki; dan
c. melakukan pemeriksaan kesehatan secara
berkala.
(2) Personel pesawat udara yang melanggar
ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dikenakan sanksi administratif berupa:
a. peringatan;
b. pembekuan lisensi; dan/atau
c. pencabutan lisensi.
PASAL 313 TIDAK ADA REVISI
(1) Menteri berwenang menetapkan program
penegakan hukum dan mengambil tindakan
hukum di bidang keselamatan penerbangan.
(2) Program penegakan hukum sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) memuat:
a. tata cara penegakan hukum;
b. penyiapan personel yang berwenang
mengawasi penerapan aturan di bidang
keselamatan penerbangan
c. pendidikan masyarakat dan penyedia jasa
penerbangan serta para penegak hukum; dan
d. penindakan.
(3) Tindakan hukum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1)
berupa:
a. sanksi administratif; dan
b. sanksi pidana.
PASAL 413 TIDAK ADA REVISI
(1) Setiap personel pesawat udara yang
melakukan tugasnya tanpa memiliki sertifikat
kompetensi atau lisensi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) dipidana
dengan pidana penjara paling lama 1 (satu)
tahun atau denda paling banyak
Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan
matinya orang, dipidana dengan pidana
penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan
denda paling banyak Rp1.000.000.000,00
(satu miliar rupiah).
DAILY HOMEWORK
KUNCORO TRI PAMBUDI / 582859
AIRBUS 318/319/320/321 CEO