3.
2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. Beaker glass
2. Corong kaca
3. Erlenmeyer
4. Kaca arloji
5. Labu ukur
6. Mikropipet
7. Penyaring vakum
8. Sonicator
9. Spatel
10. Syringe filter
11. Timbangan analitik
12. Seperangkat KCKT
3.2.2 Bahan
1. Aquades
2. Metanol
3. Sirup Paracetamol
3.3 Metode Kerja
3.3.1 Pembuatan larutan Standar
1. Ditimbang sejumlah asetaminofen
2. Dilarutkan menggunakan fase gerak hingga kadar lebih kurang 0,1
mg/mL
3. Disaring menggunakan filter 0,45µm, dibuang 10 mL filtrat pertama
4. Didegas menggunakan sonicator hingga gelembung hilang
3.3.2 Pembuatan larutan uji
1. Dipipet seksama sejumlah volume setara dengan lebih kurang 50 mg
parasetamol
1
2. Diencerkan menggunakan fase gerak hingga tanda batas lalu
dihomogenkan
3. Diencerkan hingga kadar lebih kurang 0,01 mg/mL
4. Diadd menggunakan fase gerak
5. Disaring menggunakan filter 0,45 µm, dibuang 10 mL filtrat pertama
6. Didegas menggunakan sonicator hingga gelembung hilang
3.3.3 Uji Linearitas, LoD, dan LoQ
1. Dibuat deret standar dari standar induk
2. Disaring menggunakan filter 0,45 µm, dibuang 10 mL filtrat pertama
3. Didegas menggunakan sonicator hingga gelembung hilang
4. Larutan deret standar diinjeksikan ke dalam kromatografi
5. Dibuat kurva kalibrasi konsentrasi terhadap luas area
6. Dihitung linearitas, LoD dan LoQ
3.3.4 Uji akurasi dan presisi
1. Dibuat 3 tingkat konsentrasi yaitu 80%, 100%, dan 120 % dari
konsentrasi 0,01 mg/mL
2. Disaring menggunakan filter 0,45 µm, dibuang 10 mL filtrat pertama
3. Didegas menggunakan sonicator hingga gelembung hilang
4. Masing – masing diinjeksikan ke dalam kromatografi
5. Dihitung nilai akurasi dan presisi
3.3.5 Pembuatan Fase Gerak
1. Dibuat fase gerak sebanyak 600 mL yang berisi campuran Air :
Metanol = 3:1
2. Dihomogenkan menggunakan sonicator hingga gelembung hilang
3. Disaring menggunakan filter 0,45 µm
4. Didegas menggunakan sonicator hingga gelembung hilang
3.3.6 Uji kesesuaian system
Lakukan kromatografi terhadap larutan baku, rekam kromatogram dan
ukur respon puncak
1. Efisiensi kolom tidak kurang dari 1000 lempeng teoritis
2
2. Faktor ikutan tidak lebih dari 2
3. Simpangan baku relative pada penyuntikan ulang tidak lebih dari 2 %
3.3.7 Analisis
Sampel dan standar diinjeksi pada system kromatografi