0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Panduan Diabetes Melitus Tipe 2 PPK

Panduan ini menjelaskan tentang diabetes melitus, terutama tipe 2, termasuk definisi, anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosa banding, dan penatalaksanaan. Penatalaksanaan mencakup edukasi, terapi gizi, dan latihan fisik untuk mengontrol gula darah. Diabetes melitus dapat menyebabkan kematian pada 3 juta orang setiap tahun, sehingga pengelolaannya sangat penting.

Diunggah oleh

indo sehat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Panduan Diabetes Melitus Tipe 2 PPK

Panduan ini menjelaskan tentang diabetes melitus, terutama tipe 2, termasuk definisi, anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosa banding, dan penatalaksanaan. Penatalaksanaan mencakup edukasi, terapi gizi, dan latihan fisik untuk mengontrol gula darah. Diabetes melitus dapat menyebabkan kematian pada 3 juta orang setiap tahun, sehingga pengelolaannya sangat penting.

Diunggah oleh

indo sehat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN PRAKTEK KLINIS (PPK)

BAGIAN PENYAKIT DALAM


RUMAH SAKIT UMUM JATI HUSADA

DIABETES MELITUS
1. Pengertian (Definisi) Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolic
dengan karakteristik hiperglikemia kronik yang terjadi karena kelainan
sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Dalam praktik sehari-
hari DM tipe 2 yang paling sering ditemui, sehingga pembahasan lebih
banyak difokuskan pada DM tipe 2.
2. Anamnesa  Gejala yang timbul
 Hasil pemeriksaan laboratorium terdahulu meliputi : glukosa darah,
A1C, dan hasil pemeriksaan khusus yang terkait DM
 Pola makan, status nutrisi dan riwayat perubahan berat badan
 Riwayat tumbuh kembang pada pasien anak / dewasa muda
 Pengobatan yang pernah diperoleh sebelumnya secara lengkap,
termasuk terapi gizi medis dan penyuluhan yang telah diperoleh
tentang perawatan DM secara mandiri, serta kepercayaan yang
diikuti dalam bidang terapi kesehatan.
 Pengobatan yang sedang dijalani, termasuk obat yang digunakan,
perencanaan makan dan program latihan jasmani
 Riwayat komplikasi akut (ketoasidosis diabetic, hiperosmolar
hiperglikemia, dan hipoglikemia)
 Riwayat infeksi sebelumnya, terutama infeksi kulit, gigi, dan
traktus urogenitalis serta kaki
 Gejala dan riwayat pengobatan komplikasi kronik (komplikasi pada
ginjal, jantung, susunan saraf, mata, saluran pencernaan, dll)
 Pengobatan lain yang mungkin berpengaruh terhadap glukosa
darah
 Faktor risiko : merokok, hipertensi, riwayat penyakit jantung
koroner, obesitas, dan riwayat penyakit keluarga (termasuk
penyakit DM dan endokrin lain)
 Riwayat penyakit dan pengobatan di luar DM
 Pola hidup, budaya, psikososial, pendidikan dan status ekonomi
 Kehidupan seksual, penggunaan kontrasepsi, dan kehamilan

3. Pemeriksaan fisik  Pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar pinggang
 Pemeriksaan ekstremitas atas dan bawah, termasuk jari
 Pemeriksaan funduskopi
 Pemeriksaan rongga mulut dan kelenjar tiroid
 Pemeriksaan jantung
 Evaluasi nadi, baiks ecara palpasi maupun dengan stetoskop
 Pemeriksaan kulit (acantosis nigrican dan bekas tempat
penyuntikan insulin) dan pemeriksaan neurologis
 Pemeriksaan tekanan darah, termasuk pengukuran tekanan darah
dalam posisi berdiri untuk mencari kemungkinan adanya hipotensi
ortostatik, serta ankle brachial Index (ABI), untuk mencari
kemungkinan penyakit pembuluh darah arteri tepi
 Tanda-tanda penyakit yang dapat menimbulkan DM tipe lain
4. Pemeriksaan penunjang  Glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial
 HbA1c
 Profil lipid pada keadaan puasa (kolesterol total, HDL, LDL, dan
trigliserida)
 Kreatinin serum
 Albuminuria
 Keton, sedimen dan protein dalam urin
 Elektrokardiogram
 Foto sinar x dada
5. Diagnosa banding  Hiperglikemia reaktif
 Pre diabetes
6. Penatalaksanaan Non Farmokologis
 Edukasi
 Terapi gizi medis
 Kebutuhan kalori
Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori :
1. Umur
- 40-59 tahun -5%
- 60-69 tahun -10%
- > 70 tahun -20%
2. Aktivitas fisik atau Pekerjaan
- Istirahat +10%
- Aktivitas ringan + 30%
- Aktivitas sedang + 30%
- Aktivitas sangat berat +50%
3. Berat Badan
- Kegemukan -20-30%
- Kurus +20-30 %
4. Stres metabolik +10-30%
 Karbohidrat
- Karbohidrat 45-65 % total asupan energy, diutamakan yang
berserat tinggi
- Pembatasan karbohidrat total < 130 gr/hari tidak dianjurkan
- Gula dalam bumbu diperbolehkan, sukrosa < 5% total asupan
energy
- Pemanis alternative dapat digunakan asal tidak melebihi batas
aman konsumsi harian
- Makan 3x/hari, makanan selingan buah atau makanan lain
sebagai bagian dari kebutuhan kalori lain dapat diberikan.
 Lemak
- Asupan lemak + 20-25% kebutuhan kalori. Tidak diperkenankan
melebihi 30%total asupan energy
- Lemak jenuh < 7% kebutuhan kalori
- Lemak tak jenuh ganda < 10%, selebihnya dari lemak tak jenuh
tunggal
- Bahkan makanan yang perlu dibatasi adalah yang banyak
mengandung lemak jenuh dan lemak trans antara lain : daging
berlemak dan penuh susu (whole milk)
- Anjuran konsumsi kolesterol < 200 mg/hari)
 Protein
- 10-20% total asupan energy
- Sumber protein yang baik aalah seafood (ikan, udang, cumi, dll),
daging tanpa kulit, produk sus rendah lemak, kacang-kacangan,
tahu dan tempe
- Pada pasien dengan nefropati : 0,8 g/Kg BB/hari atau 10%
kebutuhan energy dan 65% hendaknya bernilai biologic tinggi.
 Natrium
- < 3000 mg atau sama dengan 6-7 gram (1 sendok the) garam
dapur
- Mereka yang hipertensi, perhatikan natrium sampai 2400 mg
- Sumber natrium antara lain adalah garam dapur, vetsin, soda dan
bahan pengawet seperti natrium benzoate dan natrium nitrit
 Serat
- -Kacang-kacangan, buah, sayuran,s erta sumber karbohidrat
yang tingi serat ± 25 gr/hari
 Pemanis alternative
- Fruktosa tidak dianjurkan
- Pemanis sesuai batas aman konsumsi harian
- Pemanis tak berkalori yang dapat digunakan aspartum, sakarin,
acesulfam, postassium, sukralose dan neotame
 Latihan
- Tearatur 4-5 x seminggu sehingga selama kurang dari 30 menit
(total durasi minimal 150 menit/minggu
- Yang dianjurkan yang bersifat aerobic : jalan kaki, bersepeda
santai, jogging dan berenang.
7. Edukasi Diet DM
8. Prognosis Diabetes menyebabkan kematian pada 3 juta orang setiap tahun (1,7-
5,2% kematian di dunia).
9. Penelaah Kritis Tim Mutu
10. Indikator Medis Gula darah terkontrol
11. Kepustakaan 1. Perkeni. Konsensus Pengelola Diabetes Melitus Tipe 2 Di
Indonesia. 2011.
2. The Expert Committee On The Diagnosis And Classification Of
Diabetes Mellitus. Report Of The Expert Committee On The
Diagnosis And Classication Of Diabetes Mellitus. Diabetes Care,
Jan 2003:26 (Suppi. 1):55-20.
3. Suyano S. Type 2 Diabrtes Mellitus Is A Beta-Cell Dysfunction,
Prosiding Jakarta Diabetes Meeting 2002: The Recent Managemant
In Diabêtes And Its Complicacations : From Molecular To Clinic
Jakarta, 2-3 Nov 2002. Symposium Current Treatment In Intermal
Medicime 2000. Jakarta , 11-12 November 2000:185-99.
4. Inzucch Se, Bergenstal Rm, Buse Jb Et Al. Management Of
Hyperglycemiain Type 2 Diabetes : A Patient-Centered Approach.
Position Statement of the American Diabetes Association (ADA)
and the European Associacion for the Study of Diabetes (EASD).
Diunduh dari [Link]
[Link]+html pada tangal 7 Juni 2012.

Anda mungkin juga menyukai