0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Analisis Perkembangan Anak SD 2023

Artikel ini menganalisis karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian menunjukkan pentingnya memahami aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak untuk mendukung perkembangan optimal mereka. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu pendidik dan orang tua dalam membimbing anak menghadapi tantangan di masa depan.

Diunggah oleh

jesikadirja71
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Analisis Perkembangan Anak SD 2023

Artikel ini menganalisis karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian menunjukkan pentingnya memahami aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak untuk mendukung perkembangan optimal mereka. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu pendidik dan orang tua dalam membimbing anak menghadapi tantangan di masa depan.

Diunggah oleh

jesikadirja71
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Health Information : Jurnal Penelitian

Vol 15 No 2 (2023): Suplemen

Analisis Tahap Perkembangan Karakteristik


pada Anak Usia Pendidikan Dasar
KKN 199 Sei Merah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Ira Suryani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Tujuan pendidikan adalah untuk menciptakan lingkungan di mana individu dapat mencapai
potensi penuh mereka, memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan sikap yang
diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang efektif. Artikel ini bertujuan untuk
menganalisis aspek pada tumbuh kembang anak sekolah dasar. Adapun jenis metode yang
digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Adapun
pengumpulan data diperoleh dengan cara interview. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa
kelas 6 di SDN Desa Sei Merah. Hasil penelitian dianalisis menggunakan beberapa aspek
dalam teori perkembangan anak sekolah dasar. Dari hasil penelitian deskriptif kualitatif ini
mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak pada tahun pertama sekolah dasar yaitu
anak usia prasekolah. Usia muda ini merupakan masa singkat dalam perkembangan anak,
namun merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak. Oleh karena
itu, pada masa kini perlu dimaksimalkan potensi yang dimiliki anak agar dapat berkembang
secara optimal. Ciri-ciri perkembangan anak kelas 1, 2, dan 3SD pada umumnya sudah
matang secara fisik, anak sudah menguasai tubuhnya dan kemampuannya menjaga
keseimbangan. Untuk mengembangkan kecerdasan, anak tahun pertama sekolah dasar
dibedakan dengan kemampuan menyusun, mengelompokkan benda, minat terhadap angka
dan huruf, memperkaya kosakata, gemar berbicara, memahami kausalitas dan kemampuan
mengembangkan pemahaman ruang dan waktu. Beberapa aspek perkembangan sifat tersebut
mungkin dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan keluarga, lingkungan bermain. Oleh
karena itu, memahami karakteristik anak sanggatlah penting agar guru dan orang tua dapat
mendidik dan membimbing anak ke arah yang lebih baik.

PENDAHULUAN
Perkembangan anak merupakan aspek penting dalam kajian psikologi perkembangan manusia.
Pendidikan anak penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi masa depan. Proses
perkembangan ini melibatkan kolaborasi antara faktor keturunan dan alam yang akan membentuk
berbagai keterampilan fisik, kognitif, sosial, dan emosional pada masa kanak-kanak. Di era modern
yang penuh tantangan ini, pemahaman menyeluruh mengenai perkembangan anak sangatlah
penting karena akan berdampak pada pembentukan generasi masa depan yang memiliki potensi
untuk menghadapi perubahan global. Dalam konteks itu, penelitian yang menganalisis tahapan
perkembangan anak menjadi topik yang menarik perhatian. Ketahanan perkembangan mengacu
pada kemampuan anak untuk terus berkembang secara optimal meskipun menghadapi hambatan
tertentu di lingkungannya.

Setiap anak mempunyai potensi unik yang perlu diidentifikasi dan dikembangkan secara optimal.
Menganalisis hambatan perkembangan anak merupakan aspek penting untuk memahami
bagaimana anak berkembang dalam banyak aspek kehidupan mereka, termasuk kesejahteraan
fisik, mental, sosial, dan emosional. Ketahanan perkembangan mengacu pada kemampuan anak
untuk mengatasi tantangan dan hambatan yang mungkin timbul selama masa dewasanya. Analisis
hambatan tumbuh kembang anak melibatkan pemahaman menyeluruh tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi tumbuh kembang anak, baik internal maupun eksternal. Dengan memahami faktor-

1/8
Health Information : Jurnal Penelitian
Vol 15 No 2 (2023): Suplemen

faktor tersebut, kita dapat merancang pendekatan yang tepat untuk membantu anak mengatasi
hambatan dan mencapai potensi maksimalnya. Anak-anak di sekolah dasar masih dalam masa
perkembangan yang pesat dan rentan. Oleh karena itu, pendidikan dasar harus dirancang dengan
mempertimbangkan aspek perkembangan fisik, kognitif, sosial dan emosional anak. Penelitian ini
diarahkan untuk menguraikan sifat-sifat formatif anak usia sekolah dasar, untuk memahami upaya
sekolah, khususnya pendidik dalam membina sifat-sifat anak usia dini kelas, serta mengidentifikasi
kendala-kendala dalam perkembangan karakteristik anak usia sekolah dasar. Sekolah, khususnya
pendidik dalam melaksanakan program, hendaknya menumbuhkan atribut siswa sekolah dasar.

Pada masa kanak-kanak, gangguan perkembangan dan pendidikan sering terjadi, yaitu gangguan
belajar, gangguan membaca, gangguan aritmatika, dan gangguan menulis. Masa kanak-kanak
dimulai dari tiga tahun pertama, dari tahun keempat sampai tahun keenam, dari tahun keenam
sampai tahun kedelapan, dari tahun kedelapan sampai tahun kedua belas. Anak usia sekolah dasar
dicirikan dengan bersenang-senang, berolahraga, bekerja dalam kelompok, dan tampil live. Anak-
anak sekolah dasar seringkali mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia disekitarnya.
Pendidikan dasar harus mendorong rasa ingin tahu ini melalui pembelajaran yang menarik dan
berpusat pada pertanyaan.

Setiap individu mengalami serangkaian perubahan fisik, kognitif, sosial, dan emosional sepanjang
masa kanak-kanak dan remaja. Proses perkembangan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor,
seperti lingkungan keluarga, interaksi sosial, pendidikan, dan faktor biologis. Di era perubahan
yang cepat ini, memahami hambatan tumbuh kembang anak menjadi semakin penting. Ketahanan
perkembangan mengacu pada kemampuan anak untuk mengatasi tantangan dan tekanan yang
mungkin timbul selama perkembangan. Anak-anak dengan ketahanan perkembangan yang kuat
cenderung beradaptasi lebih baik terhadap perubahan, mengembangkan keterampilan mengatasi
masalah, dan membangun landasan yang kuat untuk masa depan. Perkembangan anak merupakan
proses yang kompleks dan sangat penting sejak tahap awal kehidupan seseorang. Tahapan ini tidak
hanya mencakup aspek fisik tetapi juga aspek kognitif, sosial, dan emosional yang saling berkaitan.
Penelitian mengenai perkembangan anak mempunyai implikasi penting bagi pemahaman kita
tentang bagaimana anak-anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang terus berubah..

Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk memecah unsur-unsur yang mempengaruhi resistensi
terhadap tumbuh kembang anak. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor
ini, kita dapat mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mendukung
perkembangan anak dan membantu mereka menghadapi tantangan yang muncul dalam kehidupan.
Dalam lingkup konsep penelitian ini, kita akan mendalami literatur terkini tentang teori
perkembangan anak, konsep resistensi perkembangan, dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
resistensi dalam perkembangan anak. Kami juga akan melakukan analisis kritis terhadap data yang
dikumpulkan dengan harapan dapat lebih memahami hubungan antara elemen-elemen ini dan
pengaruhnya terhadap perkembangan generasi muda. Konsekuensi dari penelitian ini diharapkan
dapat memberikan komitmen kritis dalam bidang ilmu peningkatan otak anak, serta memberikan
bimbingan kepada para praktisi, pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya dalam tumbuh
kembang [Link] fokus pada ketahanan tumbuh kembang anak. Dengan cara ini, generasi
muda dapat lebih siap menghadapi tantangan yang terus berkembang di masa depan.

METODE
Metode deskriptif digunakan karena penelitian yang dilakukan relevan dengan penelitian yang
sedang berlangsung dan relevan dengan kondisi global saat ini. Memang penelitian ini fokus pada
karakteristik anak dan metode yang digunakan adalah deskriptif. Metode deskriptif merupakan
satu-satunya metode yang ada saat ini untuk mengidentifikasi kondisi manusia, subjek tertentu,
serangkaian kondisi tertentu, sistem penulisan tertentu, atau bahkan sekelompok orang tertentu.

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis suatu gambaran atau
gambaran serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Sugiyono (2015, p. 15) menjelaskan apa itu

2/8
Health Information : Jurnal Penelitian
Vol 15 No 2 (2023): Suplemen

penelitian kualitatif dan bagaimana penggunaannya untuk menganalisis kondisi objek alam. Hal ini
didasarkan pada ideologi positivis, dan peneliti adalah alat utamanya, sumber data pengambilan
sampelnya dibuat secara sengaja dan bola salju, memadukan teknik dengan triangulasi, analisis
data. bersifat induktif/kualitatif dan konsekuensi eksplorasi subjektif menonjolkan makna, bukan
spekulasi. Tercapainya ujian yang ideal dilakukan dengan mengkaji perkembangan siswa sekolah
dasar pada tiga bagian kemajuan khususnya fisik, psikososial dan mental dengan menyusun
gambaran subjektif, mengumpulkan informasi melalui wawancara di Sekolah Dasar Kota Sei
Merah. Peneliti berbicara kepada kepala sekolah, guru, dan siswa kelas 6 melalui metode
wawancara atau wawancara ini. Peneliti juga melakukan observasi sekolah dengan cara mengamati
dan mencatat kegiatan-kegiatan yang diamati di sekolah, partisipasi siswa, serta melakukan
tinjauan pustaka dari berbagai sumber untuk melengkapi dan menyempurnakan data yang relevan
dengan topik pembahasan.

Karena tujuan utama penelitian adalah pengumpulan informasi, maka pada saat itu metodologi
pengumpulan informasi merupakan tahapan paling esensial dalam siklus eksplorasi. Konteks dan
sumber yang berbeda mungkin digunakan untuk pengumpulan data, dan dengan cara berbeda.
Saat ditampilkan dari parameter, data dapat dikumpulkan dalam pengaturan asli atau alami.
Bergantung pada sumber informasi, baik sumber penting maupun opsional dapat digunakan dalam
pengumpulan informasi. Selain itu, dalam hal sistem atau teknik pengumpulan data, strategi
pengumpulan data harus dimungkinkan melalui wawasan, pertemuan, pencatatan dan perpaduan
keempat teknik tersebut Sugiyono (2015, p. 137). Pada penelitian kualitatif pengumpulan informasi
dilakukan di habitat biasa, sumber informasi penting dan strategi pengumpulan informasi
menggunakan strategi triangulasi. Triangulasi adalah metodologi pengumpulan data yang
menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data diklaim oleh para ilmuwan.
Saat mengumpulkan data dari sumber yang sama, peneliti menggunakan berbagai metode
pengumpulan data. Para analis selama ini menggunakan kearifan partisipatif, pertemuan hierarkis,
dan dokumentasi untuk sumber data komparatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar

Perkembangan intelektual anak di sekolah dasar meliputi perubahandalam pembelajaran,


penalaran, berpikir, dan kemampuan berbahasa. Prosesyang berkelanjutan membentuk struktur
yang diperlukan dalam interaksiberkelanjutan dengan lingkungan. Struktur dibingkai oleh
pengetahuan,informasi menjadi sangat emosional di masa remaja dan menjadi seimbangdi masa
dewasa. Menurut Piaget (1896), anak-anak usia sekolah dasarberada dalam tahap operasi konkret.
Mereka mulai mampu berpikir logistentang objek-objek nyata dan mampu memahami konsep-
konsep sepertikonservasi (misalnya, volume cairan yang sama tetap ada meskipundituangkan ke
dalam wadah yang berbeda). Kohlberg(1927) dikenal karenateorinya tentang perkembangan moral.
Pada usia sekolah dasar, anak-anakcenderung berada pada tahap pertama hingga ketiga dalam
skalaperkembangan moral Kohlberg. Pada tahap ini, moralitas terfokus padapatuh terhadap aturan
dan norma sosial yang ditetapkan oleh orang dewasadan masyarakat.

Perkembangan anak usia sekolah dasar, yang umumnya berkisar antara 6 hingga 12 tahun, adalah
periode penting dalam kehidupan mereka. Selama periode ini, anak-anak mengalami pertumbuhan
dan perubahan dalam berbagai aspek, termasuk fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Teori Ekologi
Sistem Bronfenbrenner (1917) menekankan pengaruh lingkungan sosial dan konteks makro pada
perkembangan anak. Anak-anak usia sekolah dasar berada dalam lingkungan mikrosistem
(keluarga, sekolah, teman) yang dapat berdampak besar pada perkembangan mereka. Berikut
adalah beberapa hal yang dapat diperhatikan dalam perkembangan anak usia sekolah dasar:

1. Perkembangan fisiologis: Anak usia sekolah dasar mempunyai perkembangan fisik yang
signifikan. Anak-anak sering kali mengalami kenaikan berat badan dan tinggi badan lebih lambat
dibandingkan saat masa kanak-kanak. Anak-anak pada usia ini juga mengembangkan otot dan

3/8
Health Information : Jurnal Penelitian
Vol 15 No 2 (2023): Suplemen

keterampilan motorik halus yang lebih baik, sehingga membantu mereka melakukan aktivitas fisik
dengan lebih lancar..

2. kesadaran : Kemampuan kognitif anak usia sekolah dasar juga terus berkembang. Anak semakin
mampu berpikir abstrak, memahami konsep waktu yang lebih kompleks, dan mengembangkan
kemampuan berpikir logis. Keterampilan membaca, menulis, dan berhitung semakin meningkat di
sekolah dan anak-anak mulai mengembangkan kecintaan menjelajahi dunia pengetahuan.

3. Kasih sayang sosial: Perkembangan sosial emosional anak usia sekolah dasar seringkali
dipengaruhi oleh interaksinya dengan teman sebaya dan lingkungan sekolah. Mereka mulai belajar
tentang kerja sama, konflik, dan interaksi sosial yang lebih kompleks. Pengendalian emosi juga
meningkat, meski penderita masih bisa mengalami perubahan suasana hati yang cepat.

4. Kemampuan bahasa: Kemampuan berbahasa anak usia sekolah dasar semakin hari semakin
meningkat. Mereka dapat mengekspresikan diri mereka dengan lebih baik dan menggunakan
bahasa untuk berpikir lebih abstrak. Kosakata mereka bertambah dan mereka mulai memahami
nuansa bahasa dalam konteks yang lebih dalam.

5. Kemerdekaan: Anak-anak usia sekolah dasar juga mulai mengembangkan kemandirian yang
lebih besar. Mereka dapat melakukan tugas sehari-hari seperti berpakaian, bersih-bersih, dan
manajemen waktu yang lebih baik. Orang tua dan pendidik dapat mendukung perkembangan ini
dengan memberi mereka tanggung jawab sesuai usia.

6. imajinasi dan kreativitas: Imajinasi dan kreativitas anak usia sekolah dasar terus berkembang.
Mereka cenderung bermain peran, membuat cerita, dan mengekspresikan diri melalui seni, musik,
dan aktivitas kreatif lainnya.

7. nilai dan etika: Anak usia sekolah dasar mulai mengembangkan pemahaman sejak dini mengenai
nilai, norma, dan perbedaan antara benar dan salah. Anak-anak mempelajari konsep moralitas dan
keadilan, meskipun pemahaman tersebut masih dalam tahap awal dan cenderung dipengaruhi oleh
lingkungan dan orang dewasa di sekitarnya.

Anak yang bersekolah dasar usia (6 hingga 12 tahun) disebut anak usia pertengahan. Masa ini
dikenal ketika seorang anak siap untuk belajar. Justru karena anak ingin menguasai keterampilan
data baru yang diberikan oleh para pendidik di sekolah, sebuah tanda awal yang mendasarinya
tahap sekolah ini adalah sikap mereka terhadap keluarga tidak lagi egois tetapi objektif dan
bereksperimen dengan dunia luar dunia. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa telah terjadi
sikap intelektual sehingga masa ini disebut dengan masa intelektual. Hal ini sesuai dengan
anggapan bahwa masa muda sering disinggung sebagai masa intelektual atau masa harmonis
dalam bersekolah (Lara Fridani, 2009 h. 26). Pada masa ini, mendidik anak relatif lebih mudah
dibandingkan sebelum dan sesudahnya. Memahami siswa berarti memahami gejala atau kondisi
yang dideritanya. Untuk mengetahui karakteristik motorik siswa sekolah dasar, terlebih dahulu
perlu dipahami tingkat perkembangan siswa sekolah dasar berdasarkan umur. Secara umum,
karakteristik siswa sekolah dasar meliputi::

1. Kembangkan sikap positif tentang diri Anda sebagai makhluk biologis

2. Mengembangkan keterampilan interpersonal

3. Memainkan peran dan belajar sesuai dengan jenis kelaminnya

4. Kuasai kemampuan dasar dalam membaca, menulis, serta berhitung

5. Belajar Cari tahu cara menumbuhkan ide-ide reguler

4/8
Health Information : Jurnal Penelitian
Vol 15 No 2 (2023): Suplemen

6. Menumbuhkan suara hati

7. Belajar Cari tahu bagaimana memperoleh fleksibilitas individu

8. Menumbuhkan sifat-sifat positif. (Sudarwan Danim, 2010, h. 84)

9. Memiliki gagasan tentang kepatuhan terhadap prinsip.

10. Memiliki kecenderungan memuji dirinya.

Pada tingkat sekolah dasar dapat dibedakan menjadi dua tahap,yaitu:

a. Tingkat kedua masa sekolah dasar, sekitar 6 tahun atau 7 tahun - 9 tahun atau 10 tahun.

1) Secara khusus, ciri-ciri siswa kelas bawah SD (kelas 1, 2, dan 3) adalah sebagai berikut:

a) Karakteristik umum :

(1) Waktu responsnya lambat

(2) Koordinasi otot sangat lemah

(3) Suka berperang

(4) Suka bergerak, bermain, memanjat

(5) Secara efektif energik tentang suara standar

b) Karakteristik kecerdasan meliputi:

(1) ketidakmampuan untuk fokus,

(2) kemampuan berpikir yang terbatas, dan

(3) kecenderungan untuk berperilaku berulang-ulang.

c) Karakteristik sosial

(1) Kerinduan yang luar biasa terhadap hal-hal yang bersifat emosional

(2) Inovatif dan suka meniru

(3) Ketertarikan terhadap kondisi alam

(4) Menghargai cerita

(5) Sifatnya yang berani

(6) Mendapatkan pujian itu bagus.

b. Masa setelah sekolah menengah atas, sekitar usia 9 atau 10 tahun, antara usia 12 dan 13 tahun.
Sementara itu, kualitas siswa sekolah dasar yang lebih muda pada tingkat yang tidak dapat
disangkal tidak jauh berbeda dengan kualitas siswa di kelas yang lebih rendah. Kualitas elegan
yang disinggung antara lain termasuk:

5/8
Health Information : Jurnal Penelitian
Vol 15 No 2 (2023): Suplemen

1) Karakteristik umum

a) Waktu responsnya cepat

b) Koordinasi otot yang luar biasa

c) Suka bergerak dan bermain

2) Karakteristik kecerdasan

a) Dapat memusatkan pertimbangan

b) Kapasitas untuk berpikir lebih banyak

3) Karakteristik sosial

a) Bisa melakukan tanpa hal-hal yang bersifat pamer

b) Berpartisipasi dalam iklim sosial

c) Suka cerita iklim sosial

d) Tak kenal takut namun pada saat yang sama menggunakan alasan

Tugas Perkembangan Selama Masa Sekolah Dasar

Perkembangan fisik

1. Pertumbuhan tubuh: Anak-anak tumbuh tinggi dan berat badan dengan cepat selama tahun-
tahun sekolah dasar mereka.

2. Koordinasi mesin: Keterampilan motorik kasar dan halus anak berkembang sehingga
memungkinkan mereka berpartisipasi dalam olahraga dan aktivitas fisik lainnya.

3. Meningkatkan kapasitas fisik: Anak mulai mengembangkan keterampilan fisik seperti berlari,
melompat, bersepeda, dan berenang.

Perkembangan kognitif

1. Kemampuan berpikir logis: Anak mulai mengembangkan kemampuan memahami rangkaian


logika, memecahkan masalah sederhana, dan berpikir abstrak.

2. Kemampuan membaca dan menulis: Biasanya pada awal sekolah dasar, anak mulai belajar
membaca, menulis, dan berhitung.

3. Meningkatkan memori: Kemampuan mereka untuk mengingat informasi meningkat,


memungkinkan mereka untuk belajar dan mengingat fakta-fakta baru.

Perkembangan sosial dan emosional

1. Interaksi sosial: Anak-anak mulai berinteraksi dengan teman-temannya dengan cara yang lebih
kompleks, membentuk persahabatan yang lebih bermakna.

2. Mengembangkan empati: Mereka mulai memahami perasaan orang lain dengan lebih baik dan
mampu berempati.

6/8
Health Information : Jurnal Penelitian
Vol 15 No 2 (2023): Suplemen

3. Identitas diri: Mereka mulai memahami siapa diri mereka, termasuk minat, kemampuan, dan
nilai-nilai mereka.

4. Mengembangkan keterampilan sosial: Anak belajar berkomunikasi dengan baik, menyelesaikan


konflik dan bekerja dalam kelompok.

Perkembangan kemandirian

1. Tanggung jawab: Anak-anak mulai belajar bertanggung jawab terhadap tugas-tugas seperti
membawa buku pelajaran, mengerjakan pekerjaan rumah, dan mengurus barang-barangnya
sendiri.

2. Kemandirian dalam aktivitas sehari-hari: Mereka belajar merapikan tempat tidur, mandi dan bisa
menyiapkan makanan sederhana.

3. Keputusan: Anak-anak mulai berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang lebih
kompleks, seperti memilih kegiatan ekstrakurikuler atau memprioritaskan tugas..

Penting untuk diingat bahwa perkembangan setiap anak bisa berbeda-beda. Beberapa anak
mungkin mengalami kemajuan lebih cepat dalam satu bidang dibandingkan bidang lainnya, dan ini
normal. Sekolah dasar merupakan masa yang penting untuk mendukung, mendorong dan
menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan anak secara holistik.

KESIMPULAN
Siswa sekolah dasar menunjukkan berbagai karakteristik kognitif, sosial, emosional, dan fisik.
Setiap anak adalah unik dan menunjukkan pola perkembangan yang berbeda. Pelajar cenderung
memperhatikan peningkatan kemampuan kognitif mereka, seperti berpikir logis, pemecahan
masalah, dan pemahaman konsep. Penggunaan metode pembelajaran yang merangsang dan
interaktif dapat mendorong perkembangan tersebut. Sekolah dasar merupakan masa penting dalam
pengembangan keterampilan sosial dan emosional. Siswa mencari cara untuk berhubungan dengan
teman sebaya, menumbuhkan rasa kasih sayang, menangani perasaan, dan membangun hubungan
yang baik. Lingkungan sekolah dan keluarga memegang peranan penting dalam membentuk
kepribadian siswa. Faktor-faktor seperti pola asuh, nilai-nilai yang diterapkan, dan interaksi dengan
lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian. Peran pendidik sangat penting dalam
membimbing perkembangan kepribadian peserta didik.

Guru mempunyai kesempatan untuk memberikan contoh positif, mengajarkan nilai-nilai etika, dan
mengembangkan keterampilan sosial melalui pembelajaran aktif. Pengembangan kepribadian
hendaknya tidak dipisahkan dari kurikulum tetapi harus diintegrasikan ke dalam seluruh aspek
pembelajaran. Hal ini membantu siswa mengasosiasikan nilai-nilai dengan skenario dunia nyata
dan menggunakannya setiap hari. Penting untuk terus menilai dan memantau perkembangan
kepribadian siswa. Hal ini membantu mengidentifikasi perubahan positif, area yang memerlukan
perhatian lebih, dan efektivitas strategi pengembangan karakter yang diterapkan. Peran orang tua
dalam pengembangan kepribadian siswa juga sangat penting. Kemitraan antara sekolah dan orang
tua dalam mengajarkan nilai dan perilaku yang diinginkan dapat memberikan dampak yang lebih
positif. Penting untuk menjalin hubungan antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dengan nilai-
nilai yang berlaku di masyarakat luas. Hal ini membantu siswa menyadari relevansi nilai-nilai
tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan di masa depan.

Pendidikan adalah dampak orang dewasa terhadap individu muda, dalam hal ini pendidikan
diberikan kepada anak oleh pendidik untuk membantu perkembangannya. Jadi kita harus mendidik
anak-anak. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, anak tidak akan bisa tumbuh menjadi
dewasa tanpa bantuan orang lain atau guru. dengan sendirinya. Oleh karena itu, kehadiran wali
atau pendidik di sekolah untuk pembinaan dan pengembangan generasi muda sangatlah penting.

7/8
Health Information : Jurnal Penelitian
Vol 15 No 2 (2023): Suplemen

Orang tua harus mampu memenuhi tugas perkembangan anaknya dengan sebaik-baiknya. Misalnya
melatih kebiasaan bangun pagi, berdoa, makan tepat waktu, belajar, bermain, istirahat dan
kebiasaan lainnya. Sebagai orang tua, kita harus membuat keputusan yang sesuai dengan standar
dan kebiasaan yang berlaku di iklim Anda. Begitu pula guru di sekolah, antara lain membudayakan
pola hidup bersih dan tertib, menciptakan lingkungan yang mendukung, kebiasaan dan kedisiplinan
yang tinggi, memberdayakan semua anak, mengedepankan kebaikan kerjasama, toleransi, percaya
diri melalui keteladanan, dan sebagainya. Anak diberikan fasilitas yang memadai dan kesempatan
menguasai alat-alat yang tersedia di sekolah, di bawah pengelolaan dan arahan pendidik. Pendidik
harus dapat mendorong hubungan baik dengan wali, masyarakat setempat, dan semua pihak yang
terlibat dalam kelancaran siklus pendidikan di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA
Bujuri, D. A. (2018). Analisis perkembangan kognitif anakusia dasar dan implikasinya dalam
kegiatan belajar [Link] (Jurnal Ilmu Pendidikan), 9(1), 37-50.

Khaulani, F., Neviyarni, S., & Irdamurni, I. (2020). FaseDan Tugas Perkembangan Anak Sekolah
Dasar. Jurnal IlmiahPendidikan Dasar, 7(1), 51-59.

Latifah, U. (2017). Aspek perkembangan pada anak SekolahDasar: Masalah dan perkembangannya.
Academica: Journal of Multidisciplinary Studies , 1 (2), 185-196.

Istiqomah, H., & Suyadi, S. (2019). Perkembangan FisikMotorik Anak Usia Sekolah Dasar Dalam
Proses Pembelajaran (Studi KasusDi Sd Muhammadiyah Karangbendo Yogyakarta). El Midad,
11(2),155-168.

Fikriyah, S. N. (2021). Analisis Perkembangan Fisik-MotorikSiswa Kelas 3 di Sekolah Dasar Negeri


Tajem. Edunesia: JurnalIlmiah Pendidikan, 2(1), 200-207

Khasanah, U. A., Livana, P. H., & Indrayati, N. (2019).Hubungan Perkembangan Psikososial dengan
Prestasi Belajar AnakUsia Sekolah. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 2(3), 157-162

Kurniawan, M. I. (2015). Tri pusat pendidikan sebagai saranapendidikan karakter anak sekolah
dasar. PEDAGOGIA: JurnalPendidikan, 4(1), 41-49.

Nurzakiyah, N. (2017). Strategi Pembentukan Karakter PesertaDidik di SMP Negeri 3 Mapilli Kec.
Mpilli Kab. Polewali [Link] Islam Negeri Alauddin Makassar

Umaroh, S. (2019). Membangun Karakter Anak Usia Dini MelaluiBudaya Sekolah Usia 5-6 Tahun di
Raudhatul Athfal Nurul Huda SubanLampung selatan. UIN Raden Intan Lampung.

Lubis, R. R. (2016). Kompetensi Kepribadian Guru dalamPersfektif Islam (Studi Pemikiran Nasih
‘Ulwān dalam Kitab TarbiyatulAulād). Tazkiya, 5(2), 1–13.

8/8

Powered by TCPDF ([Link])

Anda mungkin juga menyukai