Media Pembelajaran untuk Sejarah Islam
Media Pembelajaran untuk Sejarah Islam
Nama : Rasnawati
Nim : 15.0211.037
Belajar adalah suatu proses yang kompleks dan terjadi pada setiap orang
sepanjang hidupnya, proses belajar ini terjadi karna interaksi antara seseorang
dengan lingkungannya, oleh karna itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di
mana saja, adapun secara sederhana belajar dapat di artikan sebagai suatu proses
yang terjadi karna adanya usaha untuk mengadakan perubahan terhadap diri
manusia yang melakukannya. Dengan maksud memperoleh perubahan pada
dirinya pada tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta selalu ada usaha
berupa latihan.1
Kegiatan belajar mengajar merupakan sebuah proses penyampaian pesan
atau informasi yang di sampaikan oleh seorang tenaga pengajar kepada pihak
yang di ajar atau terdidik, Menurut paradigma kajian ilmu komunikasi,
penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan tersebut akan di nilai
efektif dan berhasil apabila terjadi efek serta timbal balik dari pihak penerima
pesan.2
1
. Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusia (Jakarta : PT Rineke Cipta,
1990),h.19
2
M. Lingger Anggoro. Teori dan Profesi Kehumasan Serta aplikasinya di indonesia (Jakarta Bumi
Aksara, 2001), h.2
1
Sejarah kebudayaan Islam adalah salah satu mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam, yang di maksud Sejarah Kebudayaan Islam ialah studi tentang
riwayat hidup Rasulullah SAW, Sahabat- Sahabat dan Iman, Iman pemberi
petunjuk yang di ceritkan kepada murid-murid sebagai contoh teladan yang utama
dari tingkah laku manusia yang ideal, baik dalam kehidupan pribadi maupun
kehidupan sosial.3
Sejarah merupakan bagian terpenting dari perjalanan sebuah Umat, Bangsa
dan Negara maupun individu, keberadaan sejarah merupakan bagian dari proses
kehidupan itu sendiri, oleh karna itu tanpa mengetahui sejarah , maka proses
kehidupan tidak akan dapat di ketahui, melalui sejarah pulalah manusia dapat
mengambil banyak pelajaran dari proses kehidupan suatu umat, bangsa dan negara
dan sebagainya, di antara pelajaran penting yang dapat di ambil dari sejarah
adalah mengambil sesuatu yang baik dari umat, bangsa, dan negara, untuk
senantiasa di lestarikan dan di kembangkan. Sedangkan terhadap hal-hal yang
tidak baik sedapat mungkin di hindari.4
Hari ini tidak akan ada tanpa hari kemarin, dan esok tidak akan hadir tanpa
hari ini, begitulah sejarah tidak usai dan berujung sepanjang hidup manusia,
sejarah tanpa manusia adalah bohong dan manusia tanpa sejarah adalah
kemustahilan, karna itulah sejarah selalu membahas kehidupan manusia di
manapun ia berada.
Al-Qur’an yang merupakan kitab suci umat islam mengandung cukup
banyak kisah-kisah umat terdahulu yang dapat di jadikan hikmah untuk di
pedomani di jadikan pelajaran sebagai mana dalam firman Allah SWT, (Q.S
Yusuf : Ayat : 111).
Sejarah adalah silsilah atau asal usul kejadian atau peristiwa yang benar-
benar terjadi pada asa lampau, mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di
pandang hanya mempelajari masa lalu, apalagi dalam pembelajaran. Pendidik
selalu menggunakan metode yang sama yaitu metode metode ceramah, banyak
3
Chabib Thoha, Dkk, Methodologi Pengajaran Agama, (Semarang : Pustaka Pelajar, Cet II,
2004),h. 215
4
Fatah Syukur, Sejarah Peradaban Islam, Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra, 20110, h. 3
4
2
peseta didik yang merasa bosan, hanya duduk duduk dan mendengarkan, mereka
tidak serius mengikuti pelajaran sehingga pembelajaran tidak terlaksanakan
dengan efektif, anggapan ini ada karna monotonnya metode yang di sajikan oeleh
pendidik, di tambah lagi banyak materi dalam mata pelajaran tersebut harus di
ingat, sehingga kesan bahwa mata pelajaran sejarah hanya pelajaran hafalan.
Akibatnya siswa semakin memberi kesan “membosankan” dan membuat
siswa merasa terpaksa mengikuti pelajaran, namun harus di garis bawahi walau
sejarah itu masa lampau tapi pada kenyataannya masa lalulah yang membentuk
masa sekarang dan yang menjadi pandangan serta pondasi masa depan.
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyatakan :
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan, yang di perlukan
dirinya, Masyarakat, Bangsa dan Negara.
Untuk mewujudkan tujuan pendidikan bukanlah hal yang mudah, masih
banyak hambatan yang muncul dalam pendidikan di indonesia saat ini, masalah
utama yang terjadi dalam dunia pendidikan indonesia antara lain masalah
pemerataan, relevansi, efesiensi, serta efektivitas pendidika, untuk mengatasi
hambatan tersebut, maka perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan dan
pembelajaran, peningkatan tersebut tidak akan dicapai tanpa adanya inovasi-
inovasi yang dapat menyusaikan pendidikan dengan tuntutan zaman, Inovasi
merupakan suatu siklus yang akan berputar terus menerus menuju perbaikan,
inovasi dalam bidang pendidikan atau pembelajaran dapat di lakukan oleh semua
unsur yang terkait dalam sistem pendidikan.
Dewasa ini, telah terjadi pergeseran dalam pembelajaran ke arah
konstruktivisme, menurut pandangan ini, bahwa pengetahuan tidak begitu saja
dapat di transfer oleh pendidik ke peserta didik, tetapi pengetahuan tersebut di
konstruksi dalam pikiran siswa itu sendiri, Pendidik bukanlah satu-satunya
sumber belajar bagi siswa, tetapi lebih di harapkan bahwa pembelajaran berpusat
3
pada peserta didik, dalam kondisi seperti ini Pendidik atau Pengajar, lebih banyak
berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran, untuk mengatasi kemungkinan
hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran
dapat berlangsung secara efektif, maka sedapat mungkin dalam proses
penyampaian pesan di bantu dengan menggunakan media pembelajaran yang
tepat, di harapkan dengan pemanfaatan media pembelajaran, proses komunikasi
dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif.
Perkembangan teknologi telah memberikan pengaruh terhadap dunia
pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran, komunikasi sebagai media
dalam pendidikan di lakukan dengan menggunakan media -media komunikasi,
media berbasis komputer ini dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa
terhadap pelajaran, meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, menyesuaikan
materi dengan kemampuan belajar siswa, mengurangi penggunaan waktu
penyampaian materi, dan membuat pelajaran lebih menyenangkan, komputer juga
dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran, karna lebih bisa
memberi iklim yang bersifat afektif dengan cara yang lebih individual, tidak
pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti
yang di inginkan.
Perkembangan ilmu dan teknologi juga semakin mendorong usaha-usaha
ke arah pembeharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam
pelaksanaan pembelajaran, dalam melaksanakan tugasnya, di harapkan dapat
menggunakana alat atau bahan pendukung proses pembelajaran dari alat yang
sederhana sampai alat yang canggih atau bahkan lebih dari itu, Pendidik di
harapkan mampu mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran
sendiri.
Perluasan media menjadi sarana pembelajaran tidak semata berkonotasi
media penyampaian dan komunikasi pembelajaran, tapi juga sumber belajar bagi
para peserta didik dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran serta dalam
eksplorasi informasi pengetahuan dengan demikian sarana pembelajaran memiliki
siginifikan sangat kuat dalam pembelajaran, tidak hanya dalam transformasif yang
mengandalkan ceramah, tapi juga untuk pembelajaran yang berbasis
4
konstruktivisme yang berbasis aktivitas dan kreativitas peserta didik, dalam
melaksanakan eksplorasi dan informasi pengetahuan untuk mereka bahas dan
simpulakan yang pada akhirnya kualitas belajar bisa di buktikan.
Tantangan tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya pendekatan
teknologis dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran di sebuah lembaga
pendidikan, pentingnya pendekatan teknologis dalam pengelolaan tersebut di
maksudkan agar dapat membantu proses pendidikan dalam penyampaian tujuan
pendidikan, di samping itu pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan merupakan
sarana penerus nilai-nilai dan gagasan-gagasan sehingga setiap orang mampu
berperan serta dalam transformasi nilai demi kemajuan bangsa dan negara, hal
tersebut sesuai dengan fakta di lembaga-lembaga pendidikan yang ada, di mana
dengan adanya media pembelajaran pembelajaran bisa berkualitas dengan
dukungan dari Guru yang sudah menguasai pendekatan teknologis dalam
melaksanakan pengajaran ke peserta didik.5
Pemanfaatan media pembelajaran dapat membantu Guru dalam
menyampaikan materi sejarah kebudayaan islam, dimana mata Pelajaran sejarah
kebudayaan islam terdapat banyak materi yang tidak hanya memerlukan
penjelasan verbal, tetapi bagai pendidik dapat menyanyikan sebuah media
berbasis video yang dalam penyanyiannya seolah olah peserta didik menyelami
suatu nilai-nilai sejarah yang mengajak peserta didik memikirkan apa yang
mereka saksikan, bagaimana Islam sebagai Agama rahmatal lil alamin dapat di
sebarkan dengan damai.
Madrasah Tsanawiyah Negeri Pinrang sebagai sekolah lanjutan pertama
sudah menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran di
kelas, media tersebut masih terbatas pada penggunaan power point belum dalam
tahap pengembangan power point sebagai mana yang pernah di rilis oleh
kementrian agama untuk Madrasah
Melihat Fenomena tersebut Peneliti berupaya untuk menyelesaikan
permasalahan tersebut dengan melakukan penelitian tindakan terhadap kelas IX
Madrasah Tsanawiyah Negeri Pinrang dengan menggunakan media pembelajaran
5
Grolier Internasional, Ilmu Pendidikan Popoler (Jakarta : Ikrar Mandiri Abadi, 2004), Jilid 10
5
berupah aplikasi apliakasi media presentasi berbasis Audio Visual di kelas,
dengan langkah tersebut di harapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa
kelas IX
B. Rumusan Masalah.
Dari uraian di atas maka dapat di simpulkan yang menjadi rumusan
masalah pada penulisan ini adalah sebagai berikut;
1. Bagaimana Pemanfaatan media Pembelajaran dalam
proses belajar mengajar di MTS Negeri Pinrang pada mata
pelajaran sejarah peradaban islam
2. Bagaimana Implikasi penggunaan media pembelajaran
dalam meningkatkan hasil pembelajaran sejarah
peradaban islam di Mts Negeri Pinrang?
C. Defenisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian.
Agar tidak terjadi salah pengertian dalam memahami judul penelitian di
atas maka terlebih dahulu akan penulis jelaskan istilah-istilah yang terdapat dalam
judul penelitian ini secara operasional, sebagai berikut;
1. Pemanfaatan Media Pembelajaran
Pemanfaatan Media Pembelajaran adalah penggunaan media sebagai
sumber belajar dalam Proses belajar Mengajar
Media Pengajaran di gunakan dalam rangka upaya peningkatan atau
mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar, oleh karna itu harus di
perhatikan prinsip prinsip pemanfaatannya yang antara lain.6
a. Penggunaan media pembelajaran hendaknya di pandang sebagai
bagian yang integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya
sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang di gunakan
6
Asnawir, M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Pers, 2002), h.19R
6
bila di anggap perlu dan hanya di manfaatkan sewaktu-waktu di
butuhkan
b. Media Pembelajaran hendaklah di pandang sebagai sumber belajar
yang di gunakan dala usaha memecahkan masalah yang di hadapi
dalam Proses belajar mengajar.
c. Guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik suatu media
pengajaran yang di gunakan.
d. Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu
media pembelajaran.
e. Penggunaan media pembelajaran harus di organisir secara sistematis
bukan sembarang menggunakannya.
f. Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari satu macan
media, maka Guru dapat memanfaatkan multimedia yang
menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan juga
dapat meransang siswa dalam belajar.
Menurut Roestiyah ada enam langkah yang dapat di tempuh guru dalam
menggunakan media pembelajaran.7Adapun langkah-langkah tersebut adalah :
a. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan media
pembelajaran
b. Persiapan Guru. Langkah ini guru menetapkan media pembelajaran
mana yang akan di manfaatkan untuk mencapai tujuan, sehingga perlu
guru memperhatikan prinsip-prinsip media pembelajaran.
c. Persiapan kelas, pada langkah ini siswa atau kelas sebelum menerima
pelajaran harus di persiapkan dengan baik , Guru harus dapat
memotivasi mereka agar dapat menilai, menganalisis, dan menghayati
pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran.
d. Langkah penyediaan pelajaran dan pemanfaatan media pembelajaran,
keahlian Guru di tuntut di sini, fungsi media pembelajaran dalam fase
ini adalah untuk membantu tugas Guru dalam menjelaskan pelajaran.
7
Roestiyah, N.K. , Didaktik Metodik, (Jakarta : Bumi Aksara, 1982), h. 154
7
e. Langkah kegiatan belajar mengajar siswa, yang di maksud di sini
adalah mempraktekkan ataupun Guru memanfaatkannya dengan baik
di kelas maupun di luar kelas.
f. Langkah evaluasi program. Pada langkah ini kegiatan belajar mengajar
di evaluasi sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai sejauhmana
pengaruh media dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar
siswa. Hasil evaluasi dapat di jadikan dasar bagi proses belajar
mengajar berikutnya.
2. Hasil Belajar
8
Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Bandung : Sinar Harapan, 1997), h.102
8
Hasil Belajar adalah segala kemampuan yang di peroleh siswa melalui
proses belajar yang berupah pemahaman dan penerapan pengetahuan dan
keterampilan serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif.9
Namun pada penelitian ini penulis hanya memfokuskan pada Hasil belajar
dalam Ranah Kognitif maksud dari Ranah Kognitif ini berkenaan dengan hasil
belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan,
pemahaman, aplikasi analisis, sintesis dan evaluasi, kedua aspek pertama di sebut
kognitif tingkat rendah, dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat
tinggi.10
9
Mega N. Penelitian Tindakan Kelas, (Bogor : cv Regina, 2009) h. 47
10
Nana Sudjana, Penilaian hasil dan proses belajar mengajar (Bandung, PT Remaja Rosdakarya,
2009), h. 22
9
Pendidikan dan Proses Belajar Mengajar, Jenis dan Karakteristik Media,
Pemilihan Media, Pengembangan Media, Pemanfaatan Program Media,
Pealatan Media, demikian juga dalam buku yang lain Pengembangan Media
dan sumber belajar. kajian buku di atas memiliki relevansi dengan judul
penelitian,
2. Landasan Teori
a) Teori Pemanfaatan
11
Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta : Rieneke Cipta, 1999), h. 250-251
12
Oemar hamalik. Proses belajar mengajar, (Bandung : Bumi Aksara. 2006) h. 30
10
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah indikator keberrhasilan
pencapaianhasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam, siswa. Indikator tersebut
adalah sebagai berikut :13
11
belajar Peserta didik, keberhasilan suatu proses belajar mengajar sangat di
tentukan oleh bagaimana pemanfaatan media pembelajaran.
Pada perkembangan lebih lanjut, secara khusus dimensi kajian
penelitian mengenai pemanfaatan media, pembatasan ruang lingkup
kajiannya, lebih di arahkan terhadap permasalahan yang terkait dengan
bagaimana pencapaian hasil belajar yang di peroleh peserta didik dalam
Ranah Kognitif.
Penelitian ini bermaksud memberikan gambaran yang lebih
mendetail, mengenai permasalahan yang terkait dengan Pemanfaatan
Penggunaan Media Pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar
sejarah peradaban Islam Pada Madrasah Tsanawiah Pinrang.
KERANGKA PENELITIAN
Planning
penyusunan
n
Peneliti
Tehnik
Penyusunann
Penerapan Pembelajaran
dalam Sejarah
Pemanfaatan pembelajaran Kebudayaan
Media Islam
Pembelajaran
Akses
Siswa Pemilihan
Penerapan
12
G. Hipotesis Penelitian
Pemanfaatan Media Pembelajaran dalam meningkatkan hasil
belajar Peserta didik dalam belajar Sejarah Kebudayaan Islam kelas IX
Madrasah Tsanawiyah Negeri Pinrang, tahun ajaran 2016/2017.
H. Metode Penelitian
1. Setting Penelitian
3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah orang atau apa saja yang dapat dijadikan
penunjang dan data penelitian.14 Adapun subjek yang dijadikan penelitian adalah
14
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Proses, (Jakarta : PT. Bumi Aksara,
1985), hal. 40.
13
siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Pinrang. Jumlah siswa kelas IX
sebanyak 34 siswa, siswa laki-laki 16
4. Instrumen Penelitian
a. Lembar observasi yang meliputi lembar observasi penilaian,
lembar kegiatan siswa dalam dalam pembelajaran Sejarah
Kebudayaan Islam dengan menggunakan media pembelajaran
berbasis komputer. lembar aktivitas guru ketika melakukan proses
pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan media komputer,
lembar wawancara yang digunakan sebagai pedoman ketika
wawancara berlangsung baik pada siswa atau pada guru. Untuk
lembar observasi. kemudian dikonsultasikan dengan dosen
pembimbing untuk mendapatkan kebenaran makna.
b. Lembar soal pre-test dan post-test untuk mengetahui hasil
kemampuan
siswa sebelum dan sesudah diberi tindakan dengan menerapkan
media komputer dalam pembelajaran di kelas.
c. Catatan harian untuk merekan pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar
5. Teknik Pengolahan dan analisis data
Tehnik Pengolahan dan Analisis data adalah langkah untuk memberikan
interpretasi dan arti data yang telah dikumpulkan sehingga dapat digunakan untuk
menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian. Dalam penelitian ini peneliti
menyajikannya dengan menggunakan metode Penelitian tindakan kelas, dengan
mendeskripsikan data yang diperoleh melalui instrumen penelitian. Setelah
datanya terkumpul, lalu diklasifikasikan menjadi data kualitatif yang dinyatakan
dalam kata-kata atau simbol. Proses analisis data pada dasarnya melalui beberapa
tahap analisis15 yaitu:
15
Miles, Mattew B. dan Huberman A. Michael, Analisis Data Kualitatif, Terjemah Tjetjep
Rohendi, (Jakarta:UI Press, 1992), hal. 17-20.
14
a. Reduksi data, yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan, penyederhanaan dan trasformasi data kasar yang
muncul dari catatan yang tertulis dilapangan.
b. Penyajian data, yaitu proses dimana data yang telah diperoleh, di
identifikasi dan dikategorisasi kemudian disajikan dengan cara
mencari kaitan antara sustu kategori dengan kategori lainya.
c. Penarikan kesimpulan dan verivikasi. Penarikan kesimpulan
merupakan tahapan mencari arti benda-benda, mencatat
keteraturan,
pola-pola, penjelasan konfigurasi-konfigurasi yang mungkin alur
sebab akibat dan proposi. Sedangkan verivikasi merupakan tahap
untuk menguji kebenaran, kekokohan dan kecocokan.
Secara deksriptif tetap menggunakan merode kualitatif dalam menjabarkan
rumus rumus pencapaian hasil belajar Peserta didik
Mengenai produk dari pre tes dan pos tes, dapat diketahui denagn
menggunakan presentase keberhasilan. Adapun rumus yang digunakan adalah:
P =F/N x 100%
Keterangan : P = Presentase keberhasilan produk
F = Frekuensi
N = Jumlah Siswa16
Sedangkan untuk mencari nilai rata – rata keberhasilan kelas dalam
N
XfXΣ
=
Keterangan : X = Nilai rata-rata
f = Frekuensi
X = Nilai
16
Anas Sudjana, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), h.
43.
15
N = Jumlah Siswa17
I. Outline Penelitian
a. Latar Belakang Masalah
b. Rumusan Masalah.
c. Defenisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian.
d. Landasan Teori dan Telaah Pustaka
1) Telaah Pustaka
2) Landasan Teori
Teori Pemanfaatan
17
Anas Sudjana, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), h.
327
18
Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), h.
178.
16
e. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
f. Kerangka Konseptual Penelitian
g. Hipotesis Penelitian.
h. Metode Penelitian
i. Outline Penelitian
j. Daftar Penelitian
J. Daftar Penelitian
17
20110)
Grolier Internasional, Ilmu Pendidikan Popoler (Jakarta : Ikrar Mandiri Abadi,
2004), Jilid 10
Roestiyah, N.K. , Didaktik Metodik, (Jakarta : Bumi Aksara, 1982)
Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Bandung : Sinar Harapan, 1997)
Mega N. Penelitian Tindakan Kelas, (Bogor : cv Regina, 2009)
Nana Sudjana, Penilaian hasil dan proses belajar mengajar (Bandung, PT Remaja
Rosdakarya, 2009)
Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta : Rieneke Cipta, 1999)
Oemar hamalik. Proses belajar mengajar, (Bandung : Bumi Aksara. 2006)
Saridjo. Strategi Pembelajarn, (Temanggung : STAINU. 2007)
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Proses, (Jakarta : PT.
Bumi Aksara, 1985)
Miles, Mattew B. dan Huberman A. Michael, Analisis Data Kualitatif, Terjemah
Tjetjep Rohendi, (Jakarta:UI Press, 1992)
Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif,(Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2006),
18