Bagian a: Estimasi Interval untuk Rata-rata Pendapatan Penduduk Kota
Diberikan:
Rata-rata pendapatan penduduk kota (Xˉ ) = 10 juta
Variansi (σ2) = 2.25 juta
Ukuran sampel (n) = 750
Tingkat kepercayaan = 95%
Langkah-langkah:
1. Hitung standar deviasi (σ) dari variansi.
2. Hitung standar error (SE).
3. Cari nilai z untuk tingkat kepercayaan 95% (z = 1.96).
4. Hitung interval kepercayaan.
Langkah 1: Hitung Standar Deviasi
σ= 2.25 = 1.5
Langkah 2: Hitung Standar Error (SE)
σ
SE = = 1.5
≈ 0.05477
n
750
Langkah 3: Nilai z untuk Tingkat Kepercayaan 95%
z 1.96
Langkah 4: Hitung Interval Kepercayaan
Margin of Error = 𝑥 × SE = 1.96 × 0.05477 ≈ 0.10735
Interval Kepercayaan = (Xˉ − Margin of Error, Xˉ + Margin of Error) = (1
Jadi, interval kepercayaan untuk rata-rata pendapatan penduduk kota dengan tingkat
kepercayaan 95% adalah antara 9.89265 juta hingga 10.10735 juta.
Bagian b: Uji Hipotesis Rata-rata Pendapatan Penduduk Kota
Diberikan:
Hipotesis nol (H0): μ = 11 juta
Hipotesis alternatif (H1 ): μ = 11 juta (uji dua
sisi) Rata-rata sampel (Xˉ ) = 10 juta
Standar deviasi (σ) = 1.5 juta
Ukuran sampel (n) = 750
Tingkat signifikansi (α) =
0.05
Langkah-langkah:
1. Tentukan hipotesis nol dan alternatif.
2. Hitung standar error.
3. Hitung z-score.
4. Bandingkan z-score dengan nilai kritis dan buat kesimpulan.
Langkah 1: Hipotesi
H0 : μ = 11
H1 : μ = 11
Langkah 2: Hitung Standar Error (SE)
σ
SE = = 1.5
≈ 0.05477
n 750
Langkah 3: Hitung z-score
ˉ
z = X − μ0 = 10 − 11 ≈ −18.26
SE 0.05477
Langkah 4: Bandingkan dengan Nilai Kritis
Nilai kritis untuk tingkat signifikansi 0.05 (uji dua sisi) adalah ±1.96. Karena z
lebih kecil dari -1.96, kita tolak H0.
Kesimpulan: Data mendukung hipotesis bahwa rata-rata sebenarnya pendapatan penduduk kota
bukan 11 juta.
Bagian c: Uji Hipotesis Pendapatan Kota vs Desa
Langkah-langkah:
1. Periksa apakah variansi populasi diketahui atau tidak.
2. Jika tidak diketahui, lakukan uji variansi untuk memutuskan apakah variansi populasi sama.
3. Lakukan uji hipotesis dua populasi.
Langkah 1: Periksa Variansi Populasi
Diketahui:
Variansi penduduk kota = 2.25 juta
Variansi penduduk desa = 1.69 juta
Karena variansi sampel sudah diketahui, kita dapat menggunakan uji t dua sampel (dengan asumsi
variansi populasi tidak diketahui dan tidak sama).
Langkah 2: Uji Variansi (Uji F)
Hipotesis:
H0 : σ2 = σ2
1 2
2 2
H1 : σ = σ
1 2
Variansi lebih besar 2.25
F= = ≈ 1.331
Variansi lebih kecil 1.69
Bandingkan nilai F dengan nilai kritis dari tabel distribusi F untuk df1 = 749 dan df2 = 249.
Langkah 3: Uji Hipotesis Dua Populasi
Hipotesis:
H0 : μ1 = μ2
H1 : μ1 > μ2
Uji t:
Xˉ 1 − 10 − 3
Xˉ2 = 2.25 1.69
750 + 250
t=
σ12 σ22
Hitung denominator: n1 + n2
≈ 0.10668
2.25 1.69 = 0.003 + 0.00676
750 + 250
Hitung t-score:
7
t= ≈ 65.62
0.10668
Bandingkan t-score dengan nilai kritis t dari tabel distribusi t untuk df sekitar 750. Karena t-
score jauh lebih besar dari nilai kritis, kita tolak H0.
Kesimpulan: Penduduk kota mempunyai pendapatan per kapita per tahun lebih besar dibandingkan
penduduk desa.